Upcoming SlideShare
×

# Dasar-dasar dalam Penelitian Pendidikan, Variabel, dan Hipotesis

10,932 views
10,589 views

Published on

Published in: Education
6 Likes
Statistics
Notes
• Full Name
Comment goes here.

Are you sure you want to Yes No
• Be the first to comment

Views
Total views
10,932
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
32
Actions
Shares
0
281
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

### Dasar-dasar dalam Penelitian Pendidikan, Variabel, dan Hipotesis

1. 1. Metodelogi Penelitian Pendidikan Matematika Rangkuman Dasar-dasar dalam Penelitian Pendidikan, Variabel, dan Hipotesis Oleh : Rahma Siska Utari, Liana Septy dan Rahmawati Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya 2014 mathshareblog.wordpress.com ama.utari@gmail.com
2. 2. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................ ii DAFTAR TABEL........................................................................................ iii 1. Dasar-dasar dalam Penelitian Pendidikan................................................ 1 1.1. Pengertian Penelitian........................................................................ 1 1.2. Karakteristik dan Langkah-langkah Penelitian................................. 3 1.3. Jenis-jenis Metode Penelitian........................................................... 5 2. Variabel.................................................................................................. 7 2.1. Pengertian Variabel.......................................................................... 7 2.2. Macam-macam Variabel................................................................... 7 2.3. Definisi Operasional Variabel.......................................................... 9 3. Hipotesis................................................................................................ 10 3.1. Pengertian Hipotesis......................................................................... 10 3.2. Jenis-jenis Hipotesis......................................................................... 13 3.3. Kekeliruan yang Terjadi dalam Pengujian Hipotesis....................... 14 3.4. Cara Menguji Hipotesis.................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 17
3. 3. DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbedaan antara Penelitian Dasar, Terapan dan Evaluatif............ 6 Tabel 2. Macam-macam kekeliruan Ketika Membuat Kesimpulan tentang Hipotesis......................................................................................... 12
4. 4. 01 Dasar-dasar dalam Penelitian Pendidikan, Variabel, dan Hipotesis 1. Dasar-dasar dalam Penelitian Pendidikan 1.1. Pengertian Penelitian Penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistemastis dan logis menggunakan metode ilmiah untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Sukmadinata, 2011:5). Menurut Suryabrata (2010:12) penelitian adalah suatu proses berupa rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Hal ini sejalan dengan penjelasan Sugiyono (2011:2-3) bahwa terdapat empat kunci yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penelitian yaitu, cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan Berikut penjelasannya: a) Cara ilmiah, yaitu kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, antara lain:  Rasional, yang berarti dalam kegiatan penelitian harus dilakukan dengan caracara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.  Empiris, yang berarti cara-cara yang dilakukan dalam kegiatan penelitian dapat diamati oleh indera manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui langkah-langkah yang digunakan.  Sistematis, yang artinya proses yang digunakan dalam penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. b) Data adalah keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal yang berupa kategori atau bernebtuk bilangan (Sudjana, 2002:4). Data dalam penelitian ini haruslah data yang dapat diamati (empiris) dimana data ini harus valid. Valid adalah derajat
6. 6. 03 menyatukan (sintesis) dan mereviu, dan d) menggunakan dan mengevaluasi oleh pelaksana. 1.2. Karakteristik dan Langkah-langkah Penelitian Sukmadinata (2011:7-9) menyatakan beberapa karakteristik penelitian pendidikan, yakni: a) Objektivitas, dicapai melalui keterbukaan sehingga terhindar dari bias dan subjektivitas, dalam prosedurnya penelitian menggunakan teknik pengumpulan dan analisis data yang dapat dipertanggungjawabkan. b) Ketepatan, secara teknis instrument pengumpulan datanya harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai, desain penelitian, pengambilan sampelm dan teknik analisis yang tepat. c) Verifikasi / replicable penelitian dapat diverifikasi, dalam arti dikonfirmasikan, direvisi, dan diulang dangan cara yang sama atau berbeda. d) Penjelasan Ringkas, penelitian memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena, dan menjelaskannya menjadi penjelasan yang ringkas, e) Empiris, empiris diartikan berdasarkan pengalaman praktis, kesimpulan dalam penelitian didasarkan pada kenyataan yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian yang sistematis. f) Penalaran Logis, merupakan proses berpikir, menggunakan prinsip-prinsip logika, deduktif atau induktif. g) Kesimpulan Kondisional, kesimpulan penelitian tidak bersifat absolut, kondisional, dimana hasilnya cenderung menunjukkan atau memberikan kecenderungan, h) Sistematis, berdasarkan prosedur langkah-langkah ilmiah
7. 7. 04 Selanjutnya Sukmadinata (2011:9-11) menuliskan langkah-langkah penelitian secara umum, yakni: a) Mengidentifikasi masalah, penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah yang esensial (penting), aktual (hangat), dan krusial (mendesak). b) Merumuskan dan Membatasi Masalah, perumusan atau pemetaan faktor-faktor atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah. c) Melakukan Studi Kepustakaan, kegiatan untuk mengkasji teori-teori yang mendasari penelitian baik berkenaan dengan bidang ilmu yang dikaji maupun metodelogi. d) Merumuskan Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian e) Menentukan Desain dan Metode Penelitian, berisi tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alasan mengapa menggunakn metode tersebut. f) Menyusun Instrumen dan Mengumpulkan Data, didahului oleh penentuan teknik penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan, g) Menganalisis Data dan Menyajikan Hasil, menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. h) Menginterpretasikan Temuan, Membuat Kesimpulan dan Rekomendasi, hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum bermakna, dengan interpretasi hasil temuan diberi makna, dan dihubungkan dengan konteks yang melatarbelakanginya. Kemudian adanya penarikan kesimpulan dari interpetasi temuan. Menurut Suryabrata (2010:12) langkah-langkah penelitian dibagi menjadi beberapa tahapan yakni: a) Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah b) Penelaahan kepustakaan c) Peyusunan hipotesis
8. 8. 05 d) Identifikasi, klasifikasi dan pemberian definisi operasional variabel-variabel e) Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data f) Penyusunan rancangan penelitiian g) Penentuan sampel h) Pengumpulan data i) Pengolahan dan analisis data Selain itu, ada lima langkah metode ilmiah menurut Best dan Kahn (2006:6), yakni: a) Identifikasi dan definisi masalah. b) Perumusan ide hipotesis sebagai kemungkinan pemecahan masalah, sebuah perkiraan atau firasat. c) Pengumpulan, organisasi, dan analisis data. d) Perumusan kesimpulan. e) Verifikasi, penolakan atau modifikassi hipotesis dengan uji konsekuensi dalam situasi tertentu. Ada banyak pola maupun langkah-langkah metode ilmiah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menerapkan logika dan observasi untuk memecahkan masalah. Sehingga tidak ada acuan baku yang dipakai oleh setiap peneliti. Hal ini sejalan dengan pernyataan Best dan Kahn (2006:6) bahwa adanya definisi yang terlalu kaku dari suatu proses penelitian akan menghilangkan banyak cara peneliti dalam melaksanaakan penelitiannya. Dalam hal ini Best dan Kahn tidak menganjurkan adanya pola atau langkah-langkah wajib yang harus dipakai dalam penelitian. 1.3. Jenis-jenis Metode Penelitian Sugiyono (2011:4) menyatakan bahwa berdasarkan tujuannya metode penelitian diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian terapan (applied research), dan penelitian pengembangan (research and development). Sedangkan
9. 9. 06 berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian tempat penelitian, dibedakan menjadi , penelitian eksperimen, penelitian survey, dan penelitian naturalistik. Sukmadinata (2011:17) membagi penelitian menjadi tiga, yakni: penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian evaluatif. Adapun perbedaan antara tiga penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Perbedaan antara Penelitian Dasar, Terapan dan Evaluatif. Penelitian Dasar Penelitian Terapan Penelitian Evaluatif Bidang Penelitian bidang fisik, Bidang aplikasi, Pelaksanaan berbagai Penelitian perilaku dan sosial kedokterann, rekayasa, kegiatan, program pada pendidikan berbagai tempat dan lembaga Tujuan Menguji kegunaan teori Mengukur manfaat, prinsip dasar, dalam bidang tertentu, sumbangan dan kelayakan menentukan hubungan menentukan hubungan program atau kegiatan empiris antar fenomena empiris dan generalisai tertentu dan mengadakan analitis dalam bidang generasi analisis Tingkat Menguji teori dalil, tertentu Abstrak, Umum Umum tetapi dalam Konkrit, spesifik dalam bidang tertentu bidang tertentu. Diterapkan Generalisasi dalam praktik, aspek tertentu. Penggunaan Menambah Menambah pengetahuan Menambah pengetahuan Hasil pengetahuan ilmiah dan yang didasarkan yang didasarkan penelitian prinsip-prinsip dasar penelitian dalam bidang tentang praktik tertentu, dan hukum tertentu, tertentu, Meningkatkan Meningkatkan penelitian Meningkatkan penelitian dan dan metodologi tentang metodelogi dan cara- metodelogi dalam bidang praktik tertentu, Membantu cara pencarian tertentu. dalam penentuankeputusan dalam bidang tertentu,
10. 10. 07 2. Variabel 2.2. Pengertian Variabel Menurut Anderson (2005:12), variabel adalah karakteristik yang dapat mengasumsikan salah satu dari rentang nilai. Sedangkan menurut Sugiyono (2011:38), variabel adalah segala sesuatu berbentuk apapun yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Pendapat lain dikemukakan oleh Fraenkel, dkk (2012:75) yang menyatakan bahwa variabel merupakan sebuah konsep suatu benda yang ada untuk variasi dalam suatu kelas objek, seperti kursi, jenis kelamin, warna mata, prestasi, motivasi atau kecepatan lari. Selain itu,variabel seringkali dinyatakan sebagai faktorfaktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti (Suryabrata, 2010:25). Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel adalah suatu karakteristik atau faktor-faktor sebagai asumsi sebuah rentang nilai yang ditetapkan oleh peneliti dalam memperoleh dan mengumpulkan informasi sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. 2.2. Macam-Macam Variabel Sugiyono (2005:39-41) membagi variabel penelitian berdasarkan hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, yaitu: a. Variabel independen atau variabel bebas (variabel stimulus, predictor, antecendent) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Contoh: Penerapam suatu metode pembelajaran dalam kelas mempengaruhi hasil belajar. Variabel independennya adalah metode pembelajaran