Your SlideShare is downloading. ×
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Bab i geomorfo
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bab i geomorfo

403

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
403
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. 1BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangGeomorfologi adalah sebuah studi ilmiah terhadap permukaan Bumi dan proses yang terjaditerhadapnya. Secara luas, berhubungan dengan landform (bentuk lahan) tererosi dari batuan yangkeras, namun bentuk konstruksinya dibentuk oleh runtuhan batuan, dan terkadang oleh perilakuorganisme di tempat mereka hidup.Bentuk lahan merupakan bentuk pada permukaan bumi sebagai hasil perubahan bentukpermukaan bumi oleh proses – proses gemorfologi yang beroperasi dipermukaan bumi . semuaperubahan fisik maupun kimia pada permukaan bumi oleh tenaga – tenaga geomorfologi. Semuatenaga yang ditimbulkan oleh medium alam yang berada dipermukaan bumi termasuk diatmosfer . Proses merupakan perubahan bentuk lahan dalam waktu relatif pendek akibat adanyagaya eksogen serta waktu perkembangan relatif pendek. Bentuk lahan atau Landform adalahbentukan alam di permukaan bumi khususnya di daratan yang terjadi karena proses pembentukantertentu dan melalui serangkaian evolusi tertentu pula.Menjelaskan bahwa bentuk lahan merupakan suatu kenampakan medan yang terbentuk olehproses alami, memiliki komposisi tertentu dan karakteristik fisikal dan visual dengan julattertentu yang terjadi dimanapun bentuk lahan tersebut terdapat. Lebih lanjut Gunadi (1991)mengemukakan bahwa berkaitan dengan data bentuk-lahan, tanah, hidrologi, dan sebagainya,dapat merumuskan alternatif-Alternatif dan strategi pengembangan guna perencanaanpenggunaan lahan. Sedangkan bahwa bentuk lahan adalah kenampakan medan yang dibentukoleh proses-proses alami yang mempunyai susunan tertentu dan julat karakteristik fisik danvisual di mana bentuk lahan itu terbentuk.Bumi merupakan satu satunya planet yang memiliki kehidupan di dalamnya. Bumi sebagaisebuah planet memiliki struktur komposisi, proses yang terjadi padanya dan juga hasilnya sertamateri penyusunnya. Adapun materi penyusun bumi, yaitu berupa mineral dan batuan.
  2. 21.2. Ruang lingkupAtas dasar definisi dan pengertian Geomorfologi seperti yang dikemukakan pada bagianterdahulu, maka beriktut ini disajikan tentang ruang lingkup geomorfologi serta hubungannyadengan ilmu-ilmu lain. nampak jelas bahwa fisiografi merupakan studi tentang daratan, lautan,dan atmosfir. Lautan dipelajari dalam Oseanografi, atmosfir menjadi studi Meteorologi,sedangkan daratan merupakan obyek kajian Geomorfologi. Dengan demikian jelaslah studiGeomorfologi merupakan salah satu cabang dari Fisiografi yaitu tentang daratan yang menitikberatkan pada bentuklahan penyusun konfigurasi permukaan bumi.Berbicara mengenai hubungan antara Geomorfologi dengan Geologi W.M. Davis dalamSudardja menggunakan istilah geomorphogeny dan geomorphography, karena adanya perbedaanpenekanan dalam mempelajarinya. Dimana, geomorphogeny tekanan dalam mempelajarinyamengutamakan bentuk-bentuk muka bumi masa lampau, yang erat hubungannya dengan geologi,sedangkan geomorphography lebih menekankan mempelajari bentuk-bentuk muka bumi yadaada pada masa sekarang, sehingga hubunganya dengan geografi sangat erat. Obyek kajianGeomorfologi seperti yang tersurat dalam definisi-definisi yang dikemukakan pada bagianterdahulu adalah bentuklahan. Zakrezewska dalam Sutiknomengatakan bahwa Geomorfologi itumencakaup aspek lingkungan dan aspek spasial/keruangan termasuk ke dalam alirangeomorfologi-geografis.1.3. TujuanTujuan dari Tugas geomorfologi ini membangun sistem informasi mengenaigeomorfologi di Samarinda. Untuk mengetahui peranan geomorfologi dalam geografi fisikdan untuk mengetahui bentang lahan dan bentuk lahan sebagai sumber daya landskap kotasamarinda
  3. 3BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Bentang alamAdalah suatu unit geomorfologis yang dikategorikan berdasarkan karateristik sepertielevasi, kelandaian, orientasi, stratifikasi, paparan batuan, dan jenis tanah. Jenis-jenis bentangalam antara lain adalah bukit, lembah, tanjung, dll, sedangkan samudra dan benua adalah contohjenis bentang alam tingkat tertinggi.(asdak,2002)Beberapa faktor, mulai dari lempeng tektonik hingga erosi dan deposisi dapat membentukdan memengaruhi bentang alam. Faktor biologi dapat pula memengaruhi bentang alam,contohnya adalah peranan tumbuhan dan ganggang dalam pembentukan rawa serta terumbukarang. Istilah-istilah bentang alam tidak hanya dibatasi bagi bentukan di bumi, melainkan dapatpula digunakan untuk menjelaskan bentukan pada permukaan planet dan obyek-obyek lain dialam semesta. Bentang alam adalah hasil bentukan dari alam tanpa ada campur tangan manusia,seperti sungai, guguk pasir, danau, kipas aluvial, hutan bakau, dan lain-lain. (asdak.2002)1. Di bawah ini adalah contoh-contoh pengenalan bentang alam yaitu :Sungai , tekstur permukaan seragam dan ronanya gelap pada air jernih dan cerah pada airkeruh, makin ke muara makin lebar, dan tempat pertemuan umumnya menyudut lancip kearah aliran sungai.2. Hutan bakau , rona hitam karena daya pantul yang rendah sekali, pohon tingginyaseragam antara 7 sampai dengan 13 meter, dan tumbuh pada pantai yang becek atau airpayau.Bentang budaya adalah bentukan di bumi disertai adanya campur tangan manusia seperti jalanraya, kolam renang, sawah, kebun, dan sebagainya1. Jalan, bentuk memanjang dengan lebar seragam, relief lurus, tekstur halus, rona berbedadengan sekitarnya, umumnya cerah, simpang jalan pada umumnya tegak lurus atau
  4. 4mendekati tegak lurus.2. Rumah, bentuk mendekati empat persegi panjang, berasosiasi dengan jalan, ukuranrumah relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan pabrik atau kantor, jika mempunyaihalaman, biasanya ditanami tanaman hias atau tanaman pekarangan.3. Lapangan sepak bola, bentuk persegi panjang dengan ciri dimensi yang jelas, ukuran100m x 100m, rona cerah oleh rumput, tekstur halus.2.2 Macam-macam proses bentang alamBentang alam structuraladalah bentang alam yang pembentukkannya dikontrol oleh struktur geologi daerah yangbersangkutan. Struktur geologi yang paling banyak berpengaruh terhadap pembentukanmorfologi adalah struktur geologi sekunder, yaitu struktur yang terbentuk setelah batuan ituada. Biasanya terbentuk oleh adanya proses endogen yaitu proses tektonik yang mengakibatkanadanya pengangkatan, patahan, dan lipatan, yang tercermin dalam bentuk topografi dan reliefyang khas. (soewarno,1991)Bentang alam volkanik adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh proseskeluarnya magma dari dalam bumi . Bentang alam volkanik umumnya dihubungkan dengangerak tektonik, gunungapi-gunungapi sebagian besar dijumpai di depan zona penunjaman(subduction zone)Bentang alam eolian merupakan bentang alam yang dibentuk karena adanya aktivitas angin.Bentang alam ini banyak dijumpai pada daerah gurun pasir.Terjadinya gurun pasir sendiri lebih diakibatkan karena adanya pengaruh iklim dan bukanmerupakan hasil khusus dari agen geologi tertentu.Bentang alam fluvialsatuan geomorfologi yang pembentukannya erat hubungannya dengan proses fluviatil.Proses fluviatil : semua proses yang terjadi di alam baik fisika, maupun kimia yangmengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi, yang disebabkan oleh aksi airpermukaan, baik yang merupakan air yang mengalir secara terpadu (sungai), maupun air yangtidak terkonsentrasi ( sheet water).proses fluviatil akan menghasilkan suatu bentang alam yang
  5. 5khas sebagai akibat tingkah laku air yang mengalir di permukaan. Bentang alam yang dibentukdapat terjadi karena proses erosi maupun karena proses sedimentasi yang dilakukan oleh airpermukaan.(soewarno,1991)Bentang alam Marin (M)Aktifitas marine yang utama adalah abrasi, sedimentasi, pasang-surut, dan pertemuanterumbu karang. Bentuk lahan yang dihasilkan oleh aktifitas marine berada di kawasan pesisiryang terhampar sejajar garis pantai. Pengaruh marine dapat mencapai puluhan kilometer ke arahdarat, tetapi terkadang hanya beberapa ratus meter saja. Sejauh mana efektifitas proses abrasi,sedimentasi, dan pertumbuhan terumbu pada pesisir ini, tergantung dari kondisi pesisirnya.Proses lain yang sering mempengaruhi kawasan pesisir lainnya, misalnya : tektonik masa lalu,berupa gunung api, perubahan muka air laut (transgresi/regresi) dan litologi penyusun.Bentang alam DenudasionalProses denudasional (penelanjangan) merupakan kesatuan dari proses pelapukan gerakantanah erosi dan kemudian diakhiri proses pengendapan. Semua proses pada batuan baik secarafisik maupun kimia dan biologi sehingga batuan menjadi desintegrasi dan dekomposisi. Batuanyang lapuk menjadi soil yang berupa fragmen, kemudian oleh aktifitas erosi soil dan abrasi,tersangkut ke daerah yang lebih landai menuju lereng yang kemudian terendapkan.Pada bentuk lahan asal denudasional, maka parameter utamanya adalah erosi atau tingkat. Derajaterosi ditentukan oleh : jenis batuannya, vegetasi, dan reliefBentang alam SolusionalBentuk lahan karst dihasilkan oleh proses pelarutan pada batuan yang mudah larut.Karst adalah suatu kawasan yang mempunyai karekteristik relief dan drainase yang khas, yangdisebabkan keterlarutan batuannya yang tinggi. Dengan demikian Karst tidak selalu pada batugamping, meskipun hampir semua topografi karst tersusun oleh batu gamping.(soewarno,1991)
  6. 6Bentang alam GlasialBentukan ini tidak berkembang di Indonesia yang beriklim tropis ini, kecuali sedikit di puncakGunung Jaya Wijaya, Papua. Bentuk lahan asal glasial dihasilkan oleh aktifitas es/gletser yangmenghasilkan suatu bentang alam.Semua satuan bentuklahan tersebut memiliki karakter yang khas dan mencerminkan ciri tertentu.Dengan demikian maka, dengan mengenal nama satuan bentuklahan akan dapat dibayangkansifat alaminya. Satuan bentuklahan ini sangat penting terutama dalam konteks kajian lingkungan,baik lingkungan fisik, biotis, maupun kultural.Bentang alam OrganikBentuklahan ini merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadi akibat pengaruhkuat aktivitas organisme (flora dan fauna).Bentang alam AntropogenikBentuklahan asal antropogenik (A), merupakan kelompok besar satuan bentuklahan yang terjadiakibat aktivitas manusia. Waduk, kota, dan pelabuhan, merupakan contoh-contoh satuanbentuklahan hasil proses antropogenik.Terdapat banyak variasi gambaran bentuklahan didalamwilayah iklim yang luas. Proses geologi berperan penting dalam pembentukan bentuklahanmelalui aktivitas tektonik dan vulkanik yang telah membentuk daratan benua menjadi berbagaibentuk. Bagian dari permukaan bumi yang memiliki bentuk topografis khas, akibat pengaruhkuat dari proses alam dan struktur geologis pada material batuan, dalam skala ruang dan waktukronologis tertentu disebut bentuklahan. Ekositem bentuklahan sangat mempengaruhi iklim danpenggunaan lahan. Sebaliknya, panas atau dinginnya iklim akan mempengaruhi tanah dantanaman yang ada di bentuklahan tersebut.3. Pola PengaliranPola pengaliran adalah kumpulan dari suatu jaringan pengaliran di suatu daerahyangdipengaruhi atau tidak dipengaruhi oleh curah hujan, alur pengaliran tetap pengali.Biasanyapola pengaliran yang demikian disebut sebagai pola pengaliran permanen (tetap).
  7. 7Macam-macam pola pengaliran :1. Pola trellis dimana memperlihatkan letak anak-anak sungai yang paralel menurut strikeatau topografi yang paralel. Anak-anak sungai bermuara pada sungai induk secara tegaklurus. Pola pengaliran trellis mencirikan daerah pegunungan lipatan (folded mountains).Induk sungai mengalir sejajar dengan strike, mengalir di atas struktur synclinal,sedangkan anak-anak sungainya mengalir sesuai deep dari sayap-sayap synclinal dananticlinal-nya. Jadi, anak-anak sungai juga bermuara tegak lurus terhadap induksungainya (Indriani, Diah, 2006)2. Pola Rektanguler, dicirikan oleh induk sungainya memiliki kelokan-kelokan ± 90o, arahanak-anak sungai (tributary) terhadap sungai induknya berpotongan tegak lurus. Biasanyaditemukan di daerah pegunungan patahan (block mountains). Pola seperti inimenunjukkan adanya pengaruh joint atau bidang-bidang dan/atau retakan patahan escarp-escarp atau graben-graben yang saling berpotongan.3. Pola Denritik, yaitu pola sungai dimana anak-anak sungainya (tributaries) cenderungsejajar dengan induk sungainya. Anak-anak sungainya bermuara pada induk sungaidengan sudut lancip. Model pola denritis seperti pohon dengan tatanan dahan dan rantingsebagai cabang-cabang dan anak-anak sungainya. Pola ini biasanya terdapat padadaerah berstruktur plain, atau pada daerah batuan yang sejenis (seragam, homogen)dengan penyebaran yang luas.4. Pola Radial Sentripugal, Pola pengaliran beberapa sungai di mana daerah hulu sungai-sungai itu saling berdekatan seakan terpusat pada satu “titik” tetapi muaranya menyebar,masing-masing ke segala arah. Pola pengaliran radial terdapat di daerah gunungapi atautopografi bentuk kubah seperti pegunungan dome yang berstadia muda, hulu sungai-sungai berada di bagian puncak, tetapi muaranya masing-masing menyebar ke arah yanglain, ke segala arah.5. Pola Radial Sentripetal, Kebalikan dari pola radial yang menyebar dari satu pusat, polasentripetal ini justru memusat dari banyak arah. Pola ini terdapat pada satu cekungan(basin), dan biasanya bermuara pada satu danau. Di daerah beriklim kering dimana airdanau tidak mempunyai saluran pelepasan ke laut karena penguapan sangat tinggi,biasanya memiliki kadar garam yang tinggi sehingga terasa asin.
  8. 86. Pola Paralel, Adalah pola pengaliran yang sejajar. Pola pengaliran semacam inimenunjukkan lereng yang curam. Beberapa wilayah di pantai barat Sumateramemperlihatkan pola pengaliran parallel7. Pola Annular, Pola pengaliran cenderung melingkar seperti gelang; tetapi bukan meander.Terdapat pada daerah berstruktur dome (kubah) yang topografinya telah berada padastadium dewasa. Daerah dome yang semula (pada stadium remaja) tertutup oleh lapisan-lapisan batuan endapan yang berselang-seling antara lapisan batuan keras dengan lapisanbatuan lembut.( Indriani, Diah, 2006)2.3 Ganesa pembentukan lembah sungaiProses terbentuknya lembah sungaiSungai itu terbentuk dgn adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yg berada diketinggian,umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yg tinggi,dimana air hujan sangatbanyak jatuh di daerah itu,kemudian terkumpul dibagian yg cekung ,lama kelamaan dikarenakansdh terlalu penuh ,akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yg paling mudahtergerus air,selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yg paling rendah,mungkinmula mula merata,namun karena ada bgn bgn dipermukaan tanah yg tdk begitu keras,makamudahlah terkikis,sehingga menjadi alur alur yg tercipta makin hari makin panjang,seiring dgnmakin deras dan makin seringnya air mengalir di alur itu, maka semakin panjang dan semakindalam ,alur itu akan berbelok,atau bercabang, apabila air yg mengalir disitu terhalang oleh batusebesar alur itu,atau batu yg banyak,demikian juga dgn sungai di bawah permukaan tanah,terjadidari air yg mengalir dari atas,kemudian menemukan bgn bgn yg dpt di tembus ke bwhpermukaan tnh dan mengalir ke arah dataran rendah yg rendah.lama kelamaan sungai itu akansemakin lebarAir yang berada di permukaan daratan, baik air hujan, mata air, maupun cairan gletser,akan mengalir melalui sebuah saluran menuju tempat yang lebih rendah. Mula-mula saluranyang dilalui ini relatif sempit dan pendek. Namun, secara proses alamiah aliran ini mengikisdaerah-daerah yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini semakin lama semakin lebar dan panjang,
  9. 9dan terbentuklah sungai.Proses Perkembangan SungaiPerkembangan suatu lembah sungai menunjukkan umur dari sungai tersebut. Umur disini merupakan umur relatif berdasarkan ketampakan bentuk lembah tersebut yang terjadi dalambeberapa tingkat (stadium). Pada stadium muda pembentukan lembah mulai terjadi dengantanda-tanda sebagai berikut :a) Penampang melintang dari lembah berbentuk V, hal ini disebabkan karena daya kikisvertikal yang kuat karena gradien masih besar.b) Sungai masih banyak mempunyai erosi basis sementara.c) Memiliki daya angkut aliran air yang terbesar.d) Lebar bagian bawah lembah sama dengan lebar saluran sungai.e) Dasar lembah masih belum merata.Pada stadium dewasa lembah sungai akan memiliki ciri sebagai berikut.a) Gradien sungai menjadi lebih kecil.b) Erosi yang berperan penting adalah erosi lateral, sedangkan erosi vertikal praktis sudahtidak terjadi.c) Pada bagian akhir stadium dewasa sungai sudah mengalami pendataran dasar sungai.d) Lembah sungai berbentuk U melebar, yang ukuran lebarnya melebihi dalamnya sungai.e) Pada dasar lembah terdapat dataran banjir (flood plain) dan terdapat kelokan-kelokansungai (meander).f) Sudah tidak terdapat erosi dasar sungai, karena dasar lembah sungai sudah merata.Pada stadium tua sungai memilik ciri-ciri sebagai berikut.a) Gradien sungai sudah menjadi kecil.b) Erosi yang berperan adalah erosi lateral dan lembah sungai berbentuk U melebar.c) Terbentuk dataran banjir.
  10. 10Morfometriadalah suatu studi yang bersangkutan dengan variasi dan perubahan dalam bentuk(ukuran dan bentuk) dari organisme, meliputi pengukuran panjang dan analisis kerangka suatuorganisme .Studi morfometri didasarkan pada sekumpulan data pengukuran yang mewakilivariasi bentuk dan ukuran ikan. (Hallaf, H.P,2005)Morfometri merupakan penilaian kuantitatif terhadap bentuk lahan, sebagai aspekpendukung morfografi dan morfogenetik, sehingga klasifikasi semakin tegas dengan angka –angka yang jelas.Morfometri merupakan peneraan pengukuran morfologi yang meliputi ukuran panjangdan berat, serta skala kondisi fisik berdasarkan standar morfologi tubuh, sesuai fase hiduphewan. Morfometri dimaksudkan untuk mengukur bagian tubuh yang penting pada hewan, agardiketahui kisaran ukurannya, disetiap fase pertumbuhan pada masing-masing jenis-spesieshewan, sehingga informasi untuk determinasi taksa menjadi lebih lengkap dan akurat. Nilaipenting yang terkandung dalam morfometri yaitu untuk mengenal lebih mendalam tentang jenis-spesies, melakukan estimasi umur dan jenis kelamin serta mengetahui berat dan ukuran tubuh.Metode analisis morfologis tradisional yaitu perbandingan antara univariate karaktermeristik dan morfometrik seperti panjang tubuh, lebar tubuh, dan tinggi tubuh, yang mampumengidentifikasi perbedaan antar spesies, sering kali gagal mengidentifikasi perbedaan antargalur atau populasi. Karakter morfometri baku yang terkonsentrasi pada ukuran-ukuran panjangdan bagian kepala, badan dan ekor menghasilkan pola gambaran bentuk tubuh yang cenderungbias. (Hallaf, H.P,2005)Teknik truss morphometrics merupakan salah satu upaya menggambarkan bentuk ikandengan cara mengukur bagian-bagian dari tubuhnya atas dasar titik-titik patokan. Pengukurankarakter morfometrik dengan pola truss network memberikan gambaran yang lebih menyeluruh.Metode ini menghasilkan karakterisasi geometric bentuk tubuh ikan secara lebih sistematis danmenunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan bentuktubuh. Patokan titik truss pada tubuh ikan sebanyak 11 buah yang meliputi : pangkal rahangbawah, pangkal moncong bawah, pangkal moncong atas, batas antara kepala dengan badan(ujung dorsal kepala).Morfometri adalah suatu studi yang bersangkutan dengan variasi dan perubahan dalambentuk (ukuran dan bentuk) dari organisme, meliputi pengukuran panjang dan analisis kerangka
  11. 11suatu organisme Studi morfometri didasarkan pada sekumpulan data pengukuran yang mewakilivariasi bentuk dan ukuran ikan Dalam biologi perikanan pengukuran morfologi (analisismorfometri) digunakan untuk mengukur ciri-ciri khusus dan hubungan variasi dalam suatutaksonomi suatu stok populasi ikanPeta topografiBerasal dari bahasa yunani, topos yang berarti tempat dan graphi yang berartimenggambar.Petatopografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggiansama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakilisatu ketinggian. Peta topografi mengacu pada semua ciri-ciri permukaan bumi yang dapatdiidentifikasi, apakah alamiah atau buatan, yang dapat ditentukan pada posisi tertentu.( Hallaf,H.P,2006)Oleh sebab itu, dua unsur utama topografi adalah ukuran relief (berdasarkan variasielevasi axis) dan ukuran planimetrik (ukuran permukaan bidang datar). Peta topografimenyediakan data yang diperlukan tentang sudut kemiringan, elevasi, daerah aliran sungai,vegetasi secara umum dan pola urbanisasi. Peta topografi juga menggambarkan sebanyakmungkin ciri-ciri permukaan suatu kawasan tertentu dalam batas-batas skala.Peta topografi yaitu jenis peta yang ditandai dengan skala besar dan detail, biasanyamenggunakan garis kontur dalam pemetaan modern. Sebuah peta topografi biasanya terdiri daridua atau lebih peta yang tergabung untuk membentuk keseluruhan peta. Sebuah garis konturmerupakan kombinasi dari dua segmen garis yang berhubungan namun tidak berpotongan, inimerupakan titik elevasi pada peta topografi.Pusat Informasi Peta Topografi Kanada memberikandefinisi untuk peta topografi sebagai berikut : Sebuah peta topografi adalah representasi grafissecara rinci dan akurat mengenai keadaan alam di suatu daratan. Karakteristik unik yangmembedakan peta topografi dari jenis peta lainnya adalah peta ini menunjukkan kontur topografiatau bentuk tanah di samping fitur lainnya seperti jalan, sungai, danau, dan lain-lain. Karena petatopografi menunjukkan kontur bentuk tanah, maka peta jenis ini merupakan jenis peta yangpaling cocok untuk kegiatan outdoor dari peta kebanyakan. ( Hallaf, H.P,2006)
  12. 12Orientasi medan dan posisi/GPSOrientasi Medan mutlak di perlukan bagi para penggiat petualangan di alam terbuka. Kitaperlu tahu medan yang kita hadapi, mengetahui di mana posisi kita dan bagaimana arah kitaselanjutnya. Dengan mengetahui medan, berarti kita telah mampu melakukan olahraga sehatbukan hanya bermodal nekat. Orientasi medan di sini termasuk pula kemampuan membaca petadan tanda - tandanya, termasuk penggunaan kompas untuk membaca letak kita di peta. (SianiparHaryadi ,2000)Orientasi medan pada diartikan sebagai cara untuk membaca kenampakan medan yangkemudian disesuaikan dengan peta, juga termasuk mengetahui arah dan posisi kita dilapangan. Biasanya Anda akan di beri peta ( punya peta terlebih dahulu ) kemudianmembayangkan peta tersebut seperti apa, lalu di alam bebas itulah Anda mencocokkan bayangan( interpetasi ) peta Anda pada keadaan nyata. Orientasi medan termasuk pula mengatahui posisikita di peta, dan titik posisi ( orang atau object ) lainnya yang kita ketahui di peta.Orientasi medan yang dilakukan dengan Kompas terdapat dua cara, yaitu Resection(menentukan posisi kita ) dan Intersection ( menentukan posisi orang lain ). Mungkin bagi orangawam materi ini tidak telalu mudah di pahami, namun bagi orang yang telah berpengalamanseperti para pecinta alam, ini wajib di kuasai. (Sianipar Haryadi ,2000)Pemetaan GeologiUntuk mencapai tujuan dari pelaksanaan pemetaan geologi, maka dibutuhkan metode dantahapan penelitian yang disusun secara teratur dan sistematis sehingga kegiatan ini dapatterselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.( aryadhani,2005)Kegiatan ini dilakukan dengan metode pemetaan geologi permukaan, meliputi kegiatanorientasi lapangan dan pengambilan data lapangan pada lintasan-lintasan yang dilalui dalambentuk poligon terbuka. Adapun lintasan yang dilalui berupa : Lintasan sungai, dilakukan karenaditempat-tempat tersebut mudah dijumpai singkapan litologi yang masih fresh (belummengalami pelapukan tingkat tinggi). Lintasan jalan, dilakukan dengan mengikuti semua jalan
  13. 13yang terdapat di daerah penelitian terutama pada jalan yang baru dibuka dengan kemungkinanakan ditemukan singkapan geologi yang masih fresh. Lintasan kompas, dilakukan apabila didaerah penelitian ditemukan suatu kondisi topografi (jalan, sungai, bukit) yang tidak tergambarpada peta dasar yang digunakan.Struktur geologi adalah struktur perubahan lapisan batuan sedimen akibat kerjakekuatan tektonik,sehingga tidak lagi memenuhi hukum superposisi disamping itu strukturgeologi juga merupakan struktur kerak bumi produk deformasi tektonik . Struktur geologi,bentuk-bentuk geometri yang terdapat pada kulit bumi yang terbentuk oleh pengaruh gaya-gayaendogen, baik berupa tekanan maupun tarikan. Para ahli geologi menyebutnya Struktur Geologi,dan dikenal dengan Kekar, Sesar, dan Lipatan. Disalin dari Museum Geologi. (Pfannkuch, 1971).Struktur geologi, bagian dari geologi berkaitan dengan struktur yang terbentuk padabatuan. Cabang geologi yang menjelaskan struktur geologi secara detail disebut GEOLOGISTRUKTUR,dimana geologi struktur merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajarimengenai bentuk arsitektur kulit bumi. Kekutan Tektonik dan orogenik yang membentukstruktur geologi itu berupa stress (Tegangan).Berdasarkan keseragaman kekuatannya,Stress dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :A. Uniform stress (Confining Stress)Yaitu tegangan yang menekan atau menarik dengan kekuatan yang sama dari atau kesegala arahB. Differential StressYaitu tegangan yang menekan atau menarik dari atau ke satu arah saja dan bisa juga dariatau ke segala arah,tetapi salah satu arah kekuatannya ada yang lebih dominan.
  14. 14Pengenalan struktur geologi secara tidak langsung dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini :a) Pemetaan geologi dengan mengukur strike dan dip. (Pfannkuch, 1971).b) Interprestasi peta topografi,yaitu dari penampakan gejala penelusuran sungai,penelusuranmorfologi dan garis kontur serta pola garis konturnya.c) Foto udara.d) Pemboran.e) Geofisika,
  15. 15BAB IIIMETODOLOGI3.1 Waktu dan lokasi praktikumPraktikum Geomorfologi dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2013 bertempat di PerumahanSalma Sofa, Mugirejo, Samarinda dan pada tanggal 12 Mei 2013 bertempat di daerah BatuBesaung, Sempaja Utara, Samarinda.Gambar 3.1.1 Lokasi Mugirejo dari data satelitGambar 3.1.2 Lokasi Batu besaung dari data satelit
  16. 16Gambar 3.1.3 Pengambilan data 1 Daerah Mugirejo , poto arah UtaraGambar 3.1.4 Pengambilan data 2 Daerah Mugirejo, poto arah Selatan
  17. 173.2 Alat & Bahan1. Peta geologi adalah gambaran tentang keadaan geologi suatu wilayah. Dengan adanyapeta geologi dapat mempermudah kita dalam mengumpulkan data di lapangan seperti :jenis-jenis batuan, ketebalan dan arah penyebaran batuan, susunan / urutan satuan batuan,struktur pelapisan, kekar dan perlipatan. Serta proses yang pernah terjadi didaerahtersebut.2. Kompas Geologi adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjukmagnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.kompas geologi, selain dapat dipakai untuk mengukur komponen arah, juga dapatdigunakan untuk mengukur komponen besar sudut lereng. Contoh: (Strike dan Dip),Azimuth. Dalam praktikum kali ini praktikan menggunakan kompas geologi tipe brunton,dimana data yang diambil di lapangan adalah data kemiringan perlapisan (dip) dan dataJurus (Strike).3. GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit yang dapat memberikan posisianda di mana pun di dunia ini. Satelit GPS tidak mentransmisikan informasi posisi anda,yang ditransmisikan satelit adalah posisi satelit dan jarak penerima GPS anda dari satelit.Dalam praktikum lapangan ini data yang praktikan harus ambil adalah data titik koordiatatau posisi dimana praktikan mengambil data tersebut. Contohnya : S = 2856,3", E =12 3".4. Palu geologi di gunakan untuk megait perlapisan pada batuan. Pada praktikumgeomorfologi ini praktikan menggunakan palu type chisel point. Merupakan tipe paluyang mana memiliki salah satu bagian yang pipih, palu tipe ini biasanya di gunakanuntuk tipe yang lunak misalnya pada batuan sedimen.5. Alat tulis sebagai alat penunjang dalam praktikum. Contohnya : pensil, bolpoint,penggaris, penghapus, buku catatan lapangan, Dll.6. Meteran digunakan untuk mengukur ketebalan lapisan batuan.7. Papan clipboard berfungsi sebagai alas buat buku catatan lapangan. Dalam hal tertentu,papan clipboard ini juga dapat praktikan gunakan sebagai alat bantu praktikan dalammengukur strike dan dip, jika kondisi singkapan (outcrop) tidak memungkinkan untukkita ambil stike dan dipnya dengan menggunakan kompas.
  18. 188. Plastik sample sebagai wadah atau tempat menyimpan sample-sample batuan yangpraktikan dapatkan di lapangan.3.3 Prosedur pengukuran dan pengamatan1. Ditentukan lokasi lahan yang akan diamati.2. Dicatat posisi lokasi dengan titik koordinat pada GPS serta melihat arah utara dan selatanpada lokasi pengamatan.3. Ditentukan satuan lahan pada setiap lokasi serta diukur panjang dan lebar setiap satuanlahan.4. Ditentukan aspek-aspek geologi, geomorfologi, dan hidrologi pada lokasi pengamatan.(sesuai tabel pengamatan berikut ini)5. Dari data pengamatan, diolah untuk mendapatkan hasil dan kesimpulan dari pengamatan.
  19. 19BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN4.1 Hasil4.1.1 Lokasi I (Mugirejo)Lampiran 1 Data Hasil Pengamatan Perumahan Salma ShofaINSTRUMEN PRAKTIKUM GEOMORFOLOGINo Satuan Lahan LokasiKoordinatGrid (x y z) Geodetik1Lereng-agakcuram, dataran,lerengMugirejo Lubuk Sawah, Salma ShofaS = 2856,3"E = 12 32,3"2 Dataran, lereng Mugirejo Lubuk Sawah, Salma ShofaS = 2856,3"E = 12 32,3"3 Mugirejo Lubuk Sawah, Salma Shofa4 Dataran, lereng Mugirejo Lubuk Sawah, Salma ShofaS = 2008,6"E = 12 56,4"5 Dataran, bukit, lereng Mugirejo Lubuk Sawah, Salma ShofaS = 24,342,5"E = 09 70,4"6 Lereng, bukit, dataran Mugirejo Lubuk Sawah, Salma ShofaS = 2908,7"E = 12 56,4"GeologiTipe batuan *)Beku SedimenMetamorfMateriallepas/endapanGambutPadascuriKedalamanpelapukanTebal Istilah
  20. 20permukaan− 38 m Klastik − Lepas √ −−22,90mKlastik − Lepas − −− −−28,7mKlastik − Lepas − −−14,05mKlastik − Lepas-gembur − −−38,8cmKlastik − Gembur –GeomorfologiBentuk Lereng Bentuk LembahAspekRelief**)Ketinggian(mdpl)KemiringanLereng(%)PanjangLereng(m)CembungCekungLurusLembahUTumpulLembahUTajamLembahVTumpulLembahVTajam– – – – – – 3 ? – 35 m– √ – √ – – – 34 mdpl 90% 36 m√ – – – – √ – ??? 33 m√ – √ √ – – – 6 80,80 mdpl 52,86 m– – – – – – – 1 34 mdplPROSES GEOMORFOLOGI
  21. 21Erosi Pelarutan Karst BanjirAda/TidakTipeErosi***)TingkatLuas(m2)Ada/TidakTipeKarst****)Luas(m2)Ada/TidakTipeBanjir*****)TenagaBanjirFrekuensiBanjirLamaGenanganKedalamanGenanganLuas(m2)RendahSedangTinggi4 − − − − − − − − − − Cepat − −√ 6 − − √ − − − − − − − − − −√ ? √ − − − − − − − − − − − − −√1 &3− √ − − − −89,54m2− − − − − − −3 − − − − − − − − − − − − −Ada/TidakSedimentasi LongsorJenisLuas (m2) Ada/TidakTingkatLuas (m2)Lumpur Pasir Kerikil Campuran Rendah Sedang Tinggi√ − √ √ √ − √ √ − − −√ − √ √ 60 m2√ √ − − −? − √ − − − − √ − − −√ √ √ √ √ − √ √ √− − − 46,56 m2– − − − −TanahWarna(Munsellbook)Solum(m)Kedalamanefektif(m)TeksturStrukturPermeabilitasBahanOrganikpHKonsistensiTanah******)DrainaseKandunganHumusPermukaanberkerikil/berbatuSingkapanBatuan
  22. 22RendahSedangTinggiRendahSedangTinggiAktualPotensialSangatCepatCepatNormalLambatTergenangCoklat35m5 mPasir-lempungGranular− √ − √ − − − − B1 − − √ − − − − √Coklatmuda2m−Pasir-batubara-lempung− − − √ − − − − − − √ − − − − − − −Coklatkemerahan? ? halus − − − √ √ − − − − − − √ − − − − − −1,25m3 mPasirberlempungGumpalmembulat− − − − − − − − B4 − − − − − − − −
  23. 23Hitam-coklat 1,43m54,3mkasarrekahan− − − − − − B2 − − − − − −Panjang Lintasan = ……. mLebar Sungai = ……. m = …….. cm= = ..….. cmHidrologiQ (m3/s)Warna Bau RasapHTidakberwarnaBerwarnaTidakberbauBerbauTidakBerasaBerasa− − − − − − − −− − − − − − − −− − − − − − − −− − − − − − − −− − √ √ − √ − −− − − − − − − −Segmen Kedalam Air (cm)h0h1h2h3h4h5h6h7h8
  24. 24PengukuranWaktuTempuh(detik)t1t2t3t4t5t6t7t8t9t10Kecepatan Aliran (V) ….. m/detikDebit = V (Kecepatan Aliran) x A (Luas Penampang)= ……………. m/detik x ………….. cm2= ……………. m/detik x ………….. m2= ……………. m3/detikPenggunaan Lahan VegetasiPemukimanSawahTegalanLadangHutanLain-lain(tuliskan!)JenisKerapatan(%)Pola Tanam Sistem Tanamh9h10h11Luas Penampang (A) …….cm2
  25. 25MengikutikonturMemotongkonturMenyebarSejajarMonokulturTumpangsari√ − − − −BelukarDiptrokarpose70%− − − − − −√ − − − −BelukarDiptrokarpose− − − − − − −√ − − − √perumahan− − √ − √ − − −√ − − −Belukartambang− − − − − − − −– – –JalanDiptrokarpose− − − − − − −Teknik KonservasiAda/TidakJenis Kualitas Ukuran KonservasiMekanik Kimiawi Vegetatif Buruk Sedang Baik Sempit Sedang Luas− − − − − − − − − −− − − − − − − − − −− − − − − − − − − −− − − − − − − − − −
  26. 26− − − − − − − − − −NOFaktorPenghambat/PembatasKelas Kemampuan LahanI II III IV V VI VII VIII1 Lereng Permukaan − − − − − − − −2 Kepekaan Erosi − − − − − − − −3 Tingkat Erosi − − − − − − − −4 Kedalaman Tanah − − − − − − − −5 Tekstur Lapisan Atas − − − − − − − −6Tekstur LapisanBawah− − − − − − − −7 Permeabilitas − − − − − − − −8 Drainase − − − − − − − −9 Kerikil/Batuan − − − − − − − −10 Ancaman Banjir − − − − − − − −
  27. 274.2 Pembahasan4.2.1 Perumahan Salma ShofaPerumahan Salma Shofa, desa Mugirejo, Lubuk Sawah, Samarinda terletak padakoordinat S = 2856,3" dan E = 12 32,3". Dari data hasil field trip yang dilakukanpada lokasi tersebut menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakan daerah bukit, lereng, dandataran. Sedimen yang terdapat pada lokasi berupa sedimen klastik dan merupakan materialpermukaan domina n lepas dan sebagian gembur. Bentuk lereng pada lokasi berupa lerengcembung, cekung, dan lurus. Tetapi lebih banyak lereng yang berbentuk cembung dan lurus sertabentuk lembah yang tumpul. Dari bentuk lereng dan lembah didapatkan unit relief yang datar,topografi berombak atau berbukit lereng miring, dan pegunungan terkikis dengan lereng sangatterjal. Kemiringan yang cukup terjal, panjang lereng yang bervariasi sehingga ketinggianlokasipun bervariasi dilihat dari permukaan air laut.Pada lokasi tersebut terdapat erosi dan tingkat erosinyapun bervariasi, tetapi lebihdominan tipe erosi yang rendah, dan tipe erosinya berupa tipe erosi alur, erosi parit, erosipercikan dan tipe erosi longsoran. Terdapat proses sedimentasi yang terbentuk yang berupasedimen lumpur, sedimen pasir, sedimen krikil, sedimen campuran. Sehingga terdapat longsoranpada lokasi tersebut pada intensitas rendah.Pada lokasi tersebut memiliki warna tanah coklat, coklat muda, coklat kemerahan, coklatkehitaman. Kedalaman solum pada lokasi tersebut tidak lebih dari 5 meter. Sehingga kedalamanefektifnya juga berada sekitar 5 meter dari atas bukit. Tekstur tanah pada lokasi tersebut berupapasir-lempung-batubara. Sehingga struktur tanah yang terbentuk granular, gempal membulat danrekahan. Konsistensi tanah di lokasi tersebut tidak lekat, agak lekat dan sangat lekat, keadaandrainase cepat terdapat kandungan humus dan singkapan di lokasi tersebut.Penggunaan lahan dilokasi tersebut berupa belukar dan dimanfaatkan untuk permukimanwarga. Dari data yang didapat dapat kami simpulkan termasuk dalam formasi Balikpapan.Formasi Balikpapan (Tmbp), perselingan batupasir dan lempung dengan sisipan lanau, serpih,batugamping dan batubara. Batupasir kuarsa, putih kekuningan, tebal lapisan 1 – 3 m, disisipilapisan batubara, tebal 0,5 – 5 m. Batupasir gampingan, coklat, berstruktur sedimen lapisanbersusun dan silang siur, tebal lapisan 20 – 40 cm, mengandung Foraminifera kecil, disisipi
  28. 28lapisan tipis karbon. Lempung, kelabu kehitaman, setempat mengandung sisa tumbuhan, oksidabesi yang mengisi rekahan-rekahan setempat mengandung lensa-lensa batupasir gampingan.Lanau gampingan, berlapis tipis; serpih kecoklatan, berlapis tipis. Batugamping pasiran,mengandung Foraminifera besar, moluska, menunjukan umur Miosen Akhir bagian bawah –Miosen Tengah bagian atas. Lingkungan pengendapan delta, dengan ketebalan 1000 – 1500 m.4.2.2 Batu BesaungBatu besaung terletak pada koordinat S = 2437,2"E = 09 03,2". Dari data hasilfield trip yang dilakukan pada lokasi tersebut menunjukkan bahwa daerah tersebut merupakandaerah daratan, lembah, bukit, lereng. Sedimen yang terdapat pada lokasi berupa sedimen nonklastik dan endapan alluvial, dan merupakan material permukaan dominan lepas dan sebagiangembur. Bentuk lereng pada lokasi berupa lereng cembung, cekung, dan lurus. Tetapi lebihbanyak lereng yang berbentuk cembung dan cekung serta bentuk lembah yang tumpul. Daribentuk lereng dan lembah didapatkan unit relief yang datar, dan pegunungan terkikis denganlereng sangat terjal. Kemiringan yang cukup terjal, panjang lereng yang bervariasi sehinggaketinggian lokasipun bervariasi dilihat dari permukaan air laut.Pada lokasi tersebut terdapat erosi dan tingkat erosinyapun bervariasi, tetapi lebihdominan tipe erosi yang tingi, dan tipe erosinya berupa tipe erosi alur, erosi parit, erosi percikandan tipe erosi longsoran. Terdapat proses sedimentasi yang terbentuk yang berupa sedimenlumpur, sedimen pasir, sedimen krikil, sedimen campuran. Sehingga terdapat longsoran padalokasi tersebut pada intensitas sedang – tinggi.Pada lokasi tersebut memiliki warna tanah coklat, coklat muda, coklat kemerahan, coklatkehitaman dan abu-abu kehitaman. Kedalaman solum pada lokasi tersebut tidak lebih dari 3meter. Sehingga kedalaman efektifnya juga berada sekitar 3 meter dari atas bukit. Tekstur tanahpada lokasi tersebut berupa pasir halus-pasir kasar-lempung-batubara. Sehingga struktur tanahyang terbentuk gempal membulat. Konsistensi tanah di lokasi tersebut lekat, agak lekat dansangat lekat, keadaan drainase cepat terdapat kandungan humus dan singkapan di lokasi tersebut.
  29. 29Penggunaan lahan dilokasi tersebut berupa hutan dan dimanfaatkan untuk permukimanwarga tanah kavling warga. Dari data yang didapat dapat kami simpulkan termasuk dalamformasi Balikpapan. Formasi Balikpapan (Tmbp), perselingan batupasir dan lempung dengansisipan lanau, serpih, batugamping dan batubara. Batupasir kuarsa, putih kekuningan, teballapisan 1 – 3 m, disisipi lapisan batubara, tebal 0,5 – 5 m. Batupasir gampingan, coklat,berstruktur sedimen lapisan bersusun dan silang siur, tebal lapisan 20 – 40 cm, mengandungForaminifera kecil, disisipi lapisan tipis karbon. Lempung, kelabu kehitaman, setempatmengandung sisa tumbuhan, oksida besi yang mengisi rekahan-rekahan setempat mengandunglensa-lensa batupasir gampingan. Lanau gampingan, berlapis tipis; serpih kecoklatan, berlapistipis. Batugamping pasiran, mengandung Foraminifera besar, moluska, menunjukan umurMiosen Akhir bagian bawah – Miosen Tengah bagian atas. Lingkungan pengendapan delta,dengan ketebalan 1000 – 1500 m.
  30. 30BAB VPENUTUP5.1 KesimpulanDari kuliah lapangan dan laporan yang disusun diperoleh kesimpulan bahwa: Lokasikunjungan pertama yang bertempat pada Perumahan Salma Shofa menunjukkan bahwa lokasitersebut merupakan daerah perbukitan yang dimanfaatkan untuk lokasi perumahan dan sebagianproses pertambangan. Serta lokasi berada pada formasi Balikpapan. Sedangkan lokasi keduayang berada di daerah Batu Besaung menunjukkan bahwa lokasi tersebut merupakan daerahpegunungan yang dimanfaatkan untuk lokasi tanah kavling. Serta lokasi berada pada formasiBalikpapan.5.2 SaranPada kuliah lapangan yang telah dilaksanakan pada dua lokasi berbeda, baik dari sisigeologi dan geomorfologi tersebut sudah cukup memuaskan. Namun, sebaiknya dalampencatatan deskripsi dan pencatatan data harus lebih teliti dan akurat karena data yangdiperoleh dapat menunjukkan kualitas informasi yang akan dijabarkan. Serta koordinasiantar tiap-tiap kelompok maupun anggota harus lebih kompak.Lokasi pengamatan yang akan dikunjungi, sebaiknya dilakukan survei yang lebih baikagar tidak terjadi kepanikan saat akan dilakukan pengamatan.
  31. 31DAFTAR PUSTAKAAsdak C, 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada UniversityPress, YogyakartaHallaf, H.P, 2005. Geomorfologi Sungai dan Pantai. Jurusan geografi FMIPA UNM.Makassar.Indriani, Diah, 2006. Geologi Daerah Sukamandi dan Sekitarnya Kecamatan Talaga,Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat. Jurusan Geologi Unpad, BandungLinsley RK, Kohler MA, Paulhus JLH. 1982. Hidrologi Untuk Insinyur. HermawanMoleong.J, Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja RosdakaryaPfannkuch, 1971. A Lexicon of Cave and Karst Terminology with Special Reference toEnvironmental Karst Hydrology, ASSianipar Y, Haryadi E, editor. Penerbit Erlangga. Terjemahan dari: Hydrology for Engieneers,JakartaSoewarno, 1991. Hidrologi: Pengukuran dan Pengolahan Data Aliran Sungai(Hidrometri). Bandungwww.aryadhani.blogspot.com/2009/05/bentang-alam-fluvial.html (Diakses pada 19 Maret 2011Pukul 22.32 WIB)Zuidam, R.A. Van, 1985. Aerial Photo-Interpretation Terrain Analysis and GeomorphologyMapping. Smith Publisher The Hague, ITC.

×