Khilafah vs nasionalisme
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Khilafah vs nasionalisme

on

  • 676 views

 

Statistics

Views

Total Views
676
Views on SlideShare
676
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
15
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Khilafah vs nasionalisme Khilafah vs nasionalisme Document Transcript

  • 28 April 201317 Jumadil akhir1434(http://hizbut-tahrir.or.id/)HOM E ( HTTP ://HIZBUT- TAHRIR.OR.ID/) AL – IS LAM ( HTTP ://HIZBUT- TAHRIR.OR.ID/CATEGORY/ALIS LAM /)Editorial (http://hizbut-tahrir.or.id/category/editorial/) Berita (http://hizbut-tahrir.or.id/category/new s/) Syari’ah (http://hizbut-tahrir.or.id/category/shariah/)KHILAFAH vis a vis NASIONALISMEIde Khilafah sering kali dibenturkan dengan gagasan nation state, untuk memperdalam masalah iniberikut wawancara Tsaqofah dengan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad IsmailYusanto (Redaksi)BURHANUDDIN:Hizbut Tahrir mengusung isu Khilafah al-Islamiyah secara konsisten. Secara umum, apa yangmenjadi substansi dari gagasan tersebut?ISMAIL YUSANTO:Sebelumnya saya ingin menjelaskan dulu bahwa Hizbut Tahrir berjuang adalah untukmelaksanakan dakwah li isti’naafil Hayatil Islamiyah atau dakwah untuk melanjutkan kehidupanIslam. Mengapa disebut isti’naf, bukan iqomah? Karena kehidupan Islam sebenarnya sudah pernahada, yakni ditegakkan oleh Rasulullah Saw setelah hijrahnya dari Mekkah ke Madinah di mana didalamnya diterapkan syariah Islam, kemudian dilanjutkan oleh para Khulafa’u al-Rasyidin dan parakhulafa sesudahnya. Berabad-abad lamanya kehidupan Islam itu terus berjalan sampai runtuhnyaKhilafah Utsmaniah yang berpusat di Turki pada tahun 1924. Setelah itu, tidak ada lagi kehidupanIslam yang melaksanakan Islam secara keseluruhan. Yang ada hanyalah kehidupan umat Islamyang menerapkan Islam sebagian dan meninggalkan sebagian besar lainnya.Jadi kalau ditanya apa substansi dari ide khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir, yaterwujudnya kehidupan Islam itu, yang dicirikan oleh dua hal pokok. Pertama, kehidupan yang didalamnya diterapkan syariat Islam dalam seluruh sendi kehidupan, baik kehidupan pribadi, keluargamaupun kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang menyangkut aspek ibadah, makanan,minuman, pakaian, akhlak maupun muamalat serta ‘uqubah. Kedua adalah bersatunya kembaliumat Islam yang kini bercerai berai dalam lebih dari 50 negara, di bawah naungan khilafahIslamiyah dengan seorang khalifah sebagai pemimpinnya.BURHANUDDIN:Dalam tataran operasional bagaimana gagasan Khilafah Islamiah itu diimplementasikan? Dalampandangan Hizbut Tahrir, Khilafah Islamiah itu diwujudkan dengan bersatunya negara-negarayang mayoritas Islam yang bersifat transnasional dan mengabaikan nasionalisme. Bagaimanapelaksanaan ide besar tersebut?ISMAIL YUSANTO:Implementasi dari gagasan tersebut, ya kembali pada dua substansi itu tadi. Pertama, penerapansyariat secara menyeluruh, yang berarti bahwa syariat Islam disamping mengatur kehidupanpribadi, juga menjadi sistem yang menata kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hanya perludicatat bahwa dalam kehidupan pribadi, implementasi syariat Islam terhadap warga dilakukansecara berbeda mengikuti agama yang dianut. Bagi seorang muslim tentu ia harus mengikutisyariat. Ia wajib melaksanakan ibadah, menjaga makanan dan minuman halal selalu, menutupaurat dan berakhlaq mulia. Sementara, bagi non-muslim dia tidak wajib mengikuti syariat Islam,tapi mengikuti ajaran agamanya masing-masing. Menyangkut masalah pakaian, makanan atauminuman dan ibadah, pendek kata semua yang berkenaan dengan keyakinan agama, mereka tidakwajib mengikuti syariat Islam karena dalam Islam memang tidak boleh ada paksaan dalam agama(la ikraha fiddin). Sementara dalam kehidupan publik, baik menyangkut aspek ekonomi, politik,sosial, pendidikan dan sebagainya warga muslim maupun non-muslim semuanya wajib mengikutisyariat Islam. Larangan bermuamalah secara ribawi atau larangan berzina, menjual makanan danminuman haram, mencuri, melakukan tindak kriminal dan sebagainya, semua itu berlaku untukmuslim maupun non muslim. Termasuk misalnya bila dalam kehidupan Islam itu berhasil diwujudkan35Hari lagiSearchMuktamar Khilafah 20132 Juni 2013 (Gelora BungKarno)(http://hizbut-tahrir.or.id)Muslimah Hizbut Tahrir IndonesiaRejects Miss World Pageant in Bogor(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/muslimah-hizbut-tahrir-indonesia-rejects-miss-world-pageant-in-bogor/)Malnutrition Reaches People inIndonesia’s Rich Lands (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/17/malnutrition-reaches-people-in-indonesias-rich-lands/)The Blind Nationalism of Malaysia hasCaused the Bloodshed of MuslimWomen and Children in Sabah(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/06/the-blind-nationalism-of-malaysia-has-caused-the-bloodshed-of-muslim-women-and-children-in-sabah/)index >> (http://hizbut-tahrir.or.id/category/english-section/)Syura
  • pendidikan bebas biaya, layanan kesehatan yang murah dan bermutu atau kegiatan bisnis yangkondusif serta kehidupan yang aman, damai dan sejahtera, dan infrastruktur transportasi,telekomunikasi, penerangan dan tata kota yang canggih semua itu juga akan dinikmati baik olehmuslim maupun non muslim tanpa kecuali. Di sinilah rahmat Islam bagi sekalian alam yangdijanjikan itu akan terwujud.Implementasi dari substansi yang kedua dari ide khilafah Islamiyah adalah terwujudnya persatuanumat. Yang kita bayangkan itu begini: suatu saat nanti misalnya khilafah itu tegak di sebuahnegara, maka khalifah akan menyatukan wilayah Islam di sekitarnya ke dalam khilafah atauittihadu bi al-daulati al-khilafah. Proses-proses menuju ke sana bisa diinisiasi oleh khilafah yangsudah tegak itu atau bisa juga oleh umat Islam yang berada di sebuah negara yang akandisatukan.Jadi, pada awalnya khilafah Islamiyah tetaplah merupakan sebuah unit negara. Proses berikutnya,dia akan mengembangkan wilayah dan pengaruhnya itu ke negara-negara lain yang penduduknyamendukung gagasan penyatuan negara mereka ke dalam khilafah. Misalnya khilafah berdiri tegakdi Mesir, maka khalifah akan berusaha menyatukan wilayah khilafah di sekitarnya, entah itu Libya,Sudan, Aljazair, Maroko atau bahkan wilayah yang lebih jauh seperti Palestina, Syiria, Yordania,Irak, Iran dan lain-lain.BURHANUDDIN:Gilles Kepel, sosiolog dari Perancis, dalam buku “Jihad” pernah meledek dengan mengatakanseandainya khilafah Islamiyah terbentuk, maka ibukotanya adalah London. Dan London diubahmenjadi Londonistan. Bagaimana menurut Anda?ISMAIL YUSANTO:Kami tidak tahu nanti khilafah akan berdiri di wilayah mana, karena pembentukan khilafahIslamiyah dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, faktor internal. Artinya, sejauh mana pergerakanIslam dan umat Islam di sana memiliki kekuatan. Kedua, faktor eksternal, yakni sejauhmanakondisi yang ada memberi kesempatan bagi terbentuknya khilafah. Sebagaimana jatuhnya rezimSoeharto yang didorong oleh faktor internal, waktu itu berupa tekanan luar biasa dari mahasiswa,juga dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa krisis ekonomi. Polanya tampaknya selalu begitu.Mungkin faktor internal umat masih dapat dipotret, dijajaki dan dianalisa di masing-masing negara.Tapi faktor eksternal tidak mudah diperkirakan.Oleh karena itu, Hizbut Tahrir menyatakan bahwa berdirinya khilafah itu merupakan bagian dariqadha (ketentuan) dan nasrullah (pertolongan Allah). Itu keyakinan kami. Jadi kalau NationalIntelligence Council dalam pertemuannya di Amerika Serikat menyatakan bahwa salah satuskenario tahun 2020 nanti adalah berdirinya Islamic Caliphate, bila itu benar dan mudah-mudahanbenar, saya juga tidak tahu akan berdiri di mana. Apakah di Turki, Uzbekistan, atau malah diIndonesia. Sehingga kalau kemudian Kepel mengatakan bahwa khilafah akan berdiri di London,sebetulnya bisa saja itu terjadi. Dan saya tidak merasa diledek.BURHANUDDIN:Saya kira, poin Kepel adalah pusat Hizbut Tahrir yang paling maju dan paling berkembang di duniaadalah di London. Sedangkan London adalah ibukota dari sebuah negara Barat yang percayademokrasi; sesuatu isme yang ditolak keras oleh Hizbut Tahrir.ISMAIL YUSANTOSebenarnya tidak demikian. Jika dikatakan bahwa London itu sebagai “markas” Hizbut Tahrir yangpaling kuat sesungguhnya itu lebih merupakan cerminan dari keterbukaan ekspresi dan publikasi,tapi tidak selalu mencerminkan kekuatan sesungguhnya dari apa yang saya sebut kekuataninternal tadi. Selama ini ‘kan Hizbut Tahrir Inggris sangat aktif dipublikasikan, terutama oleh mediaBarat, sehingga seolah-olah paling besar dan banyak.BURHANUDDIN:Tapi saking besarnya, Prof. James Piscatori dari Oxford University pernah menyebut ada JalanKhilafah di kota London?ISMAIL YUSANTO:Saya tidak tahu. Hizbut Tahrir di negara lain sebenarnya juga marak dan banyak aktivitas, tapimungkin tidak mendapat publikasi segencar yang di Inggris.Syura(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/03/04/syura/)Di dalam Lisân al-’Arab, karya Ibn al-Manzhur dinyatakan, “Syâwartu-hu fî al-amr (Saya berembug dengan dia ...Index Syari’ah (http://hizbut-tahrir.or.id/category/shariah/)WewenangKhalifah(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/wewenang-khalifah/)Khalifah sebagai kepala negara memilikitanggung jawab yang besar dengansejumlah kewenangan. Apa sajawewenang ...Index Khilafah (http://hizbut-tahrir.or.id/category/seputar-khilafah/)Hizbut TahrirAdalah PartaiPolitik Yang BerdiriSendiri TidakMewakili danTidak Diwakili OlehSiapapun (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/08/hizbut-tahrir-adalah-partai-politik-yang-berdiri-sendiri-tidak-mewakili-dan-tidak-diwakili-oleh-siapapun/)Peringatan dan Penjelasan Hizbut TahrirAdalah Partai Politik Yang Berdiri SendiriTidak Mewakili dan Tidak Diwakili ...Index Hizbut Tahrir (http://hizbut-tahrir.or.id/category/hizbut-tahrir/)PemerintahanTransisi GhassanHitto: Salah SatuRangkaianKonspirasiAmerika terhadapRevolusi di Suriah (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/03/24/pemerintahan-transisi-ghassan-hitto-salah-satu-rangkaian-konspirasi-amerika-terhadap-revolusi-di-suriah/)‫اﻟرﺣﯾم‬ ‫اﻟرﺣﻣن‬ ‫ﷲ‬ ‫ﺑﺳم‬ Pemerintahan TransisiGhassan Hitto: Salah Satu RangkaianKonspirasi Amerika terhadap Revolusi di...Index Nasyrah (http://hizbut-tahrir.or.id/category/leaflet/)Cover Story:Pengantar[Perubahan BesarDunia MenujuKhilafah](http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/pengantar-2/)Fokus:Syari’ahKhilafahHizbut TahrirNasyrah
  • BURHANUDDIN:Anda pernah berkata bahwa terwujudnya Uni Eropa menunjukkan satu trend global yang bisadijadikan case study bahwa khilafah Islamiyah bisa terwujud?ISMAIL YUSANTOBenar, dan itu menyangkut substansi yang kedua dari ide khilafah Islamiyah, yaitu tentangpenyatuan umat. Uni Eropa menunjukkan pada kita satu contoh yang sangat nyata bagaimanapara politisi dan pemikir di Eropa Barat berpikir maju tentang tantangan global dan bagaimanamereka menjawab. Gagasan Uni Eropa ini sebetulnya “kan sudah lama, yakni sejak diluncurkanpada tahun 1950-an. Setelah melalui proses perundingan yang tidak pernah berhenti, ide besaritu baru terwujud pada tahun 1992, yakni ketika perjanjian itu ditandatangani di kota Maastrich,Belanda. Berarti ‘kan hampir 40 tahun kemudian. Mengapa gagasan besar itu akhirnya bisaterwujud bahkan makin lama makin berkembang, karena pada awalnya hanya diikuti oleh hanya 12negara sekarang tidak kurang dari 23 negara ikut dalam Uni Eropa? Saya kira, mereka didorongoleh rasionalitas, bahwa negara-bangsa atau nation state itu makin kehilangan relevansinyadalam konteks percaturan global di masa yang akan datang.Bila populasi penduduk Uni Eropa digabung mungkin hanya 400 juta. Bandingkan misalnya, denganRepublik Rakyat Cina yang penduduknya satu milyar jiwa lebih. Tapi ketika negara-negara Eropaitu berdiri sendiri-sendiri, maka mereka menjadi satuan-satuan yang sangat kecil. Menjadi tidakcomparable.Di situlah letak rasionalitasnya sampai kemudian mereka bersepakat untuk membentuk Uni Eropa.Dimulai dengan penyatuan keimigrasian, kemudian mata uang dan nanti parlemen sertapertahanan. Dan terbukti, ketika mata uang mereka diluncurkan langsung menguat terhadap dollarAmerika Serikat. Kalau dibiarkan bertarung secara fair, bukan tidak mungkin saya kira mata uangEuro betul-betul akan menguasai dunia. Sebuah analisis mengatakan bahwa salah satu faktorkenapa Amerika Serikat menyerang Irak tidak lain adalah untuk menghentikan tindakan SaddamHussein yang berencana untuk mengubah denominasi pembayaran ekspor minyak Irak dari dollarAS ke euro. Kalau rencana Saddam itu dibiarkan, khawatir langkah itu akan diikuti oleh negara-negara lain. Yang sudah mulai ancang-ancang mengikuti langkah Saddam ketika itu adalah Iran.Indonesia juga pernah mewacanakan untuk mengubah dollar menjadi euro. Dan kalau itu dibiarkanterus-menerus akan menjadi sebuah bencana besar buat dollar AS karena uang yang beredardalam bisnis minyak sangat besar. Lebih dari 400 milyar dollar AS. Kalau semua diganti denganeuro, pasti dollar akan terpuruk.Ini satu bukti bahwa pembentukan Uni Eropa ternyata berimplikasi sangat serius dan nyata. Nah,gagasan Uni Eropa yang tidak punya basis historis, kalaupun ada sebatas romantisme kejayaanRomawi; juga tidak punya basis teoritis apalagi teologis saja bisa terwujud, apalagi khilafah Islam.Ide khilafah Islam punya semua basis, baik basis teologis, teoritis, maupun historis, apalagirasionalitas. Kalau khilafah Islam tegak, maka ia punya potensi menyatukan 1,4 milyar umat Islamseluruh dunia. Itu sebuah jumlah yang sangat besar.BURHANUDDIN:Tapi bukankah setiap negara Islam memiliki national interest yang berbeda-beda?ISMAIL YUSANTO:Saya kira, kalaulah setiap pemimpin negara muslim berpikir seperti para pemimpin negara-negaraEropa pada saat ini, persoalan itu mudah saja diatasi. Bukankah negara-negara Eropa itu jugamempunyai national interest masing-masing? Kenapa kemudian mereka bisa dengan mudahmelebur dalam Uni Eropa? Sekarang mereka terus bergerak. Di bidang imigrasi, bahkan sudahdiperbolehkan satu visa untuk 14 negara, mungkin sekarang sudah lebih. Mata uang sudah satu.Sebentar lagi mungkin pertahanan dan militer, kemudian parlemen. Nanti akan ada pemilu untukEropa, dan sebagainya. Jadi kenapa umat Islam tidak bisa begitu? Umat Islam lebih punya dasarteologis dan historis. Secara teologis, jelas sekali dalil yang mewajibkan kita mewujudkan danmenjaga persatuan umat. Secara historis, kita tinggal meneruskan apa yang sudah kita pernahalami di masa lalu, di masa kejayaan kekhilafahan Islam.BURHANUDDIN:Sering kita dengar bahwa demokrasi adalah sistem yang dibikin oleh manusia. Atas dasar itulah,Hizbut Tahrir menawarkan penerapan syariat Islam sebagai solusi. Apakah ini bisa diartikan HizbutTahrir menolak demokrasi?ISMAIL YUSANTO:Pengantar [Perubahan Besar DuniaMenuju Khilafah] (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/pengantar-2/)Index > (http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/)Pencabulan MarakBencana AkibatSekulerisme danLiberalisme(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/24/pencabulan-marak-bencana-akibat-sekulerisme-dan-liberalisme/)Index > (http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/)(http://hizbut-tahrir.or.id/category/buku/)PolingRevolusi Syam di Suriah akankahmembawa perubahan besar untukdunia ?Ya, insya Allah Daulah Khilafahakan segera berdiri, dengankepemimpinan Khalifah yg adil(95%, 4,577 Votes)Tidak, itu cuma sekedar politikkekuasaan menuju pemerintahanyang lebih demokratis (4%, 182Votes)Abstain, tidak memahami masalahpolitik (1%, 55 Votes)Total Voters: 4,814Artikel Terbaru[FOTO] Solidaritas Muslimah HizbutTahrir Denmark untuk Syam(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/28/foto-solidaritas-muslimah-hizbut-tahrir-denmark-untuk-syam/)[VIDEO] Press Release Jubir MHTI:Pendidik Tak Berakhlak: Buah dariSistem Kapitalisme-Demokrasi(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/28/video-press-release-jubir-mhti-pendidik-tak-berakhlak-buah-dari-sistem-kapitalisme-demokrasi/)SJ: Makna kata “al-Hukmu” dan “al-Bai’ah” (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/28/sj-makna-kata-al-hukmu-dan-al-baiah/)Takut Khilafah Tegak, YordaniaLarang Seminar Bela Suriah
  • Demokrasi itu intinya ‘kan kedaulatan di tangan rakyat. Yang dimaksud kedaulatan di situ adalahyamlikul iradah atau yang “memiliki kehendak paling tinggi”, kemana seluruh rakyat dan seluruhelemen negara tunduk. Dalam konteks negara modern sekarang ini kedaulatan rakyat diwujudkanmelalui wakil rakyat yang duduk di parlemen. Dalam parlemen, para wakil rakyat itu berhakmenetapkan undang-undang. Dalam proses legislasi ini, wakil rakyat itu diasumsikan sebagai orangyang memiliki wisdom atau kebijaksanaan, bahwa mereka akan mengambil keputusan danmembuat hukum yang terbaik. Makanya kemudian ada adagium terkenal Vox populi vox dei (suararakyat adalah suara Tuhan). Faktanya tidak selalu demikian, toh?Hizbut Tahrir menolak gagasan bahwa kedaulatan itu di tangan rakyat, karena jelas sekali Islammengajarkan kedaulatan itu di tangan Allah, di tangan syariat. Kehendak yang paling tinggi itu ditangan syariat. Ke sanalah rakyat dan seluruh elemen negara itu wajib tunduk. Dalam Al-Qur’antertulis: innama kaana kaula al-mu’minina idza du’u iIallahi wa rasulihi liyahkuma baynahumayyakulu sami’na wa atho’na” (Kami mendengar dan kami mentaati)”. Itu menunjukkan bahwasyariat itu menempati posisi yang paling tinggi. Begitu syariat Islam menyatakan sesuatu,menyuruh sesuatu atau melarang sesuatu, mereka tunduk , sami’na wa atho’na. Itu jelas sekali.Ditegaskan dalam ayat lain, wa ma kaana li mu’minin wa la mu’minatin idza qadha alllahu warasulahu amran ayyakuna lahumul khiyarat min amrihim. Jadi kalau Allah dan Rasul-Nya sudahmenetapkan keputusan hukum, maka tidak pantas bagi seorang mukmin laki-laki dan perempuanuntuk mencari keputusan hukum selain yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul itu. Itumenunjukkan bahwa yang memiliki kehendak paling tinggi adalah Allah dan Rasul-Nya. Atau dalambahasa yang lebih simpel, syariat. Karenanya, syariat itu semestinya bukan option (pilihan), tapiobligation (kewajiban). Dalam sistem demokrasi di negeri-negeri muslim termasuk Indonesia,syariat itu masih sekadar option, bukan obligation. Di situlah kita wajib menolak, karena syariat itumerupakan kewajiban, bukan pilihan, yang semestinya diterapkan sebagai satu-satunya sistemhukum yang mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.BURHANUDDIN:Jadi benar Hizbut Tahrir anti-demokrasi dalam pengertian sebenarnya? Maksud saya, meskipuntidak melancarkan gerakan yang melanggar demokrasi, tapi secara substansi menolak secararadikal the idea of democracy?ISMAIL YUSANTO:Persoalannya bukan pro atau anti-demokrasi. Kita harus cermat berbicara. Mengapa? Berbicaratentang kekuasaan di tangan rakyat, sebagaimana dikatakan sistem demokrasi, Hizbut Tahrirtentu juga setuju. Tapi, Hizbut Tahrir tidak setuju bila dikatakan bahwa kedaulatan di tanganrakyat. Jadi, Hizbut Tahrir itu memisahkan antara kekuasaan dengan kedaulatan. Kekuasaanmemang di tangan rakyat, tapi kedaulatan harus di tangan syariat. Rakyatlah yang memilihpemimpin, dan pemimpin yang dipilih itu bukanlah untuk melaksanakan kedaulatan rakyat,melainkan melaksanakan kedaulatan syariat. Jadi dia dipilih untuk melaksanakan syariat. Di sinilah,acapkali terjadi kesalahpahaman di kalangan pengamat atau kritikus terhadap Hizbut Tahrir.Ketika misalnya Hizbut Tahrir melakukan pemilihan internal pemimpinnya, mereka mengatakanternyata Hizbut Tahrir memperhatikan juga demokrasi. Ketika kita berdemonstrasi, ada yangbilang Hizbut Tahrir memanfaatkan mekanisme demokrasi. Itu tidak betul. Seolah-olah ketika kitabicara soal pemilihan, bahwa rakyat boleh memilih pemimpinnya, itu otomatis kita pro demokrasi.Tidak begitu.Jadi ketika kita mempraktekkan pemilihan internal atau melakukan unjuk rasa, bukan berarti kitamempraktekkan demokrasi, tapi mempraktekkan bagian dari ajaran Islam. Karena memangpemimpin itu dipilih oleh rakyat dan amar ma’ruf nahi mungkar adalah kewajiban rakyat.BURHANUDDIN:Sekarang pertanyaannya klasik sebenarnya, siapa yang berhak menafsirkan syariat dalampandangan yang lebih bersifat operasional menurut gagasan Hizbut Tahrir? Adakah suatu lembagakeagamaan yang diisi oleh orang-orang yang qualified secara teologis untuk menafsirkan syariat.Karena syariat itu sendiri, dalam banyak hal, penafsirannya selalu tidak bisa tunggal, tidakmonolitik. Sederhananya, syariat yang mana?ISMAIL YUSANTO:Sebentar, kita mesti menilai secara jujur dulu. Jangan sampai tiap kali kita berbicara tentangsyariat selalu dipertanyakan lantas syariat yang mana. Seolah-olah semua syariat itu serbarelatif. Padahal cukup banyak bagian dari syariat yang sangat gamblang, dimana tidak adasatupun orang Islam yang memahaminya secara berbeda atau istilahnya ma’lumun min al-din bi al-(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/27/takut-khilafah-tegak-yordan-larang-seminar-bela-suriah/)Undang Masyarakat Ke MuktamarKhilafah, HTI Kalsel Silaturahmi keBPost Group (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/27/undang-masyarakat-ke-muktamar-khilafah-hti-kalsel-silaturahmi-ke-bpost-group/)Korban Pabrik Ambruk di BangladeshCapai 200 (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/27/korban-pabrik-ambruk-di-bangladesh-capai-200/)[FOTO] Kerusakan Produk UU dalamSistem Demokrasi (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/27/foto-kerusakan-produk-uu-dalam-sistem-demokrasi/)[FOTO] Temu Tokoh dan UlamaPallangga Gowa (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/foto-temu-tokoh-dan-ulama-pallangga-gowa/)HTI Kalsel: Undang Masyarakat KeMuktamar Khilafah (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/hti-kalsel-undang-masyarakat-ke-muktamar-khilafah/)Forum Silaturahmi Tokoh MuslimahTangerang Selatan (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/forum-silaturahmi-tokoh-muslimah-tangerang-selatan/)[AGENDA] Dzikir dan Tabligh AkbarHTI Kab Bogor (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/agenda-dzikir-dan-tabligh-akbar-hti-kab-bogor/)Kajian Intensif Materi Dasar Islam 3(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/kajian-intensif-materi-dasar-islam-3/)Terorisme dan Hak Istimewa:Memahami Kekuatan Kaum KulitPutih (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/terorisme-dan-hak-istimewa-memahami-kekuatan-kaum-kulit-putih/)Terkait Sinetron yang Merusak,Menkominfo: “Kalau Saya punyaKewenangan sudah Saya Tutup dariDulu” (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/terkait-sinetron-yang-merusak-menkominfo-kalau-saya-punya-kewenangan-sudah-saya-tutup-dari-dulu/)Dauroh Tokoh Muslimah TanjungPinang Kepulauan Riau (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/dauroh-tokoh-muslimah-tanjung-pinang-kepulauan-riau/)Diskusi Terbatas Guru Balikpapan(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/diskusi-terbatas-guru-balikpapan/)Kajian Muslimah Lintas KampusCirebon (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/kajian-muslimah-lintas-kampus-cirebon/)Kebanggaan Muslimah: KamiMenolak Islamofobia Femens danPerang Salib Neo-Kolonialis UntukMenyelamatkan Kami (http://hizbut-
  • darurah, sesuatu yang sudah jelas kewajibannya dalam agama. Misalnya, bahwa ada kewajibanzakat, shalat, puasa, haji. Itu pasti. Tak bisa ditolak. Kalau shalat itu menghadap kiblat, maghribtiga raka’at, shubuh dua raka’at, bahwa puasa wajib di bulan Ramadhan, haji ke Baitullah diMekkah dan sebagainya, juga sudah cukup clear kan? Kemudian tentang akhlak, mana akhlakyang baik dan mana akhlak yang buruk, juga cukup jelas. Tentang makanan, mana yang halalmana yang haram, itu cukup clear. Tentang aurat, mana yang aurat mana yang bukansebenarnya juga cukup clear. Kalaupun ada perbedaan hanya menyangkut muka, apakahtermasuk aurat atau bukan. Bahwa zina, riba, syirik, mencuri, membunuh manusia tanpa haqsemua itu terlarang, juga cukup jelas. Jadi, ada sangat banyak aspek syariat yang sebenarnyasudah clear, sehingga tidak perlu ada pertanyaan syariat Islam yang mana.Tapi selain itu, terutama pada masalah-masalah furu’ memang terdapat ikhtilaf. Untuk diketahui,terhadap soal ini kemudian Hizbut Tahrir memisahkan menjadi dua bagian. Bagian yang pertamaadalah syariat yang menyangkut masalah-masalah individu (ibadah, makanan, minuman, pakaian,akhlaq), semuanya diserahkan kepada individu masing-masing untuk mengikuti pendapat manayang dinilai paling kuat. Negara tidak akan mentabani atau mengadopsi pilihan syariat tertentuuntuk menjadi pendapat negara. Masing-masing warga negara berhak untuk memutuskan hukumsyariat mana yang akan diikutinya. Misalnya, apakah ketika shalat subuh memakai qunut atautidak; shalat tarawih 20 rakaat atau 8 rakaat, semua diserahkan pada pilihan masing-masing.Tetapi bila sudah menyangkut kemaslahatan bersama, maka negara akan mentabani ataumengadopsi sebuah pendapat hukum yang dinilai paling kuat hujjahnya. Misalnya perihalpenetapan awal dan akhir Ramadhan. Tidak mungkin kaum muslim berpuasa dan berlebaransendiri-sendiri. Pasti akan timbul kekacauan, seperti yang terjadi selama ini.Begitu juga bila menyangkut kehidupan bermasyarakat dan bernegara atau muamalah (ekonomi,politik, sosial, budaya dan sebagainya), negara wajib mentabani, syariat mana yang dinilai palingkuat hujjahnya yang akan diadopsi oleh negara dan diterapkan di tengah-tengah masyarakat.Lalu bagaimana prosesnya? Prosesnya melalui ijtihad. Siapa yang berijtihad? Siapa saja bolehberijtihad. Akhirnya toh nanti akan bisa dilihat siapa yang paling unggul. Di tengah masyarakatada memang orang yang memiliki kemampuan untuk berijtihad, ada juga yang sebenarnya tidak.Dan yang memiliki kemampuan ijtihad pun juga bertingkat-tingkat.Dalam konteks yang sedikit berbeda, hal serupa juga pernah terjadi di Indonesia, yakni ketikaSoeharto turun. Dari sini ketahuan siapa yang benar benar ahli hukum tata negara dan siapa yangtidak. Ketika Habibie menggantikan Soeharto, sebagian pakar hukum menyatakan sah, sebagianlagi menyatakan tidak. Mana yang kemudian lebih bisa diterima? Bahwa naiknya Habibie sebagaipresiden menggantikan Soeharto adalah sah. Karena yang mengatakan tidak sah itu DimyatiHartono, ternyata adalah seorang ahli hukum kelautan. Maka, dia tidak kredibel berbicara tentanghukum tata negara. Itu ‘kan mekanisme wajar, dan mekanisme itu sebenarnya juga terjadi dalamIslam. Nanti akan terlihat siapa mujtahid yang paling kompeten. Tambahan lagi, ketika terjadiperbedaan ijtihad, khalifah berhak untuk mengambil salah satu pendapat yang dinilai paling kuat.BURHANUDDIN:Itu juga menjadi wewenang khalifah?ISMAIL YUSANTO:Ya, itu termasuk wewenang khalifah. Kami menamakannya sebagai hak tabanni pada khalifah.Nabi Saw mengatakan amrul imam yarfa’ul khilaf (perintah imam itu menghentikan perselisihan).Ditambah dengan ketaqwaan pada khalifah, insha allah dia bisa mengambil salah satu pendapatberdasarkan argumen yang paling kuat. Di Indonesia, saya kira presiden juga berhak ‘kanmendapatkan berbagai macam usulan, lalu atas semua usulan itu presiden mengambil salah satupendapat yang memiliki argumen yang paling kuat. Jadi, dalam konteks sistem sekuler punmekanisme seperti itu berjalan, apalagi dalam konteks hukum Islam. Dengan pengawasan dankoreksi dari rakyat, saya kira akan semakin mudah mekanisme yang tadi dijelaskan untukmelahirkan sebuah keputusan hukum yang tepat.BURHANUDDIN:Dari gambaran Anda, khalifah tampaknya memiliki tugas yang sangat berat. Dia memiliki hakprerogative dan hak tabani yang luar biasa dan seterusnya. Kira-kira bagaimana sistem pemilihankhalifah dilaksanakan?ISMAIL YUSANTO:tahrir.or.id/2013/04/26/kebanggaan-muslimah-kami-menolak-islamofobia-femens-dan-perang-salib-neo-kolonialis-untuk-menyelamatkan-kami/)HTI Jawa Barat Tolak KenaikanHarga BBM (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/26/hti-jawa-barat-tolak-kenaikan-harga-bbm/)Peran Politik Perempuan dalamSistem Islam (Khilafah) Vs SistemDemokrasi (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/peran-politik-perempuan-dalam-sistem-islam-khilafah-vs-sistem-demokrasi/)Dunia Dikuasai Para PenguasaDajjal Yang Buta Mata dan HatinyaTerhadap Pembantaian JikaKorbannya Kaum Muslim(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/dunia-dikuasai-para-penguasa-dajjal-yang-buta-mata-dan-hatinya-terhadap-pembantaian-jika-korbannya-kaum-muslim/)Pengantar [Perubahan Besar DuniaMenuju Khilafah] (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/pengantar-2/)SBY: antara Boston dan Myanmar(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/sby-antara-boston-dan-myanmar/)Bongkar-Pasang Kurikulum(http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/bongkar-pasang-kurikulum/)Pendidikan Perlu PerubahanParadigma (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/pendidikan-perlu-perubahan-paradigma/)
  • Sebenarnya itu tugas biasa saja. Sebagaimana tugas presiden yang berat itu toh juga bisadilakukan, apalagi dengan semangat ketaqwaan dan keIslaman yang luar biasa. Saya inginmengatakan bahwa memang khalifah itu idealnya seorang mujtahid. Makanya Hizbut Tahrir didalam kitab Nidzamul Hukmi fi al-Islami membagi syarat khalifah menjadi dua: Pertama, syaratin’iqadz (syarat pengangkatan). Kedua, syarat afdhaliyat, syarat keutamaan. Di antara syaratkeutamaan itu adalah bahwa seorang khalifah lebih disukai bila dia seorang mujtahid. Artinya diapaham Islam, paham syariat, paham ijtihad dan memiliki kemampuan untuk berijtihad. Dengandemikian, khalifah akan bisa melaksanakan hak tabani itu dengan sebaik-baiknya.Nah, bagaimana proses pemilihannya? Itu sebenarnya proses biasa dalam kemunculan pemimpinumat. Di situlah pentingnya partai politik. Jadi dalam dalam sistem khilafah Islam pun nanti tetapsaja akan ada partai politik Islam. Dan partai politik itu tugasnya ada dua: pertama, sebagai jalanuntuk menuju kekuasaan. Yang kedua sebagai alat untuk mempertahankan sistem Islam danmengoreksi penguasa. Sebagai jalan menuju kekuasaan, partai politik juga berarti merupakan jalanbagi munculnya tokoh-tokoh pemimpin umat.BURHANUDDIN:Lantas mekanisme untuk menentukan dari partai politik mana yang dipilih menjadi khalifahbagaimana?ISMAIL YUSANTO:Tokoh dari partai politik mana saja, asal berideologi Islam, berhak dicalonkan atau mencalonkandiri. Mekanismenya ada dua: dipilih oleh majelis umat atau dipilih langsung oleh rakyat. Majelisumat itu adalah kumpulan wakil rakyat yang dipilih dengan prinsip wakalah dimana terjadi ijabqabul antara wakil dan muwakkil secara pasti. Dalam bahasa sekarang ini, bolehlah disebutdengan sistem distrik, karena antara wakil dan muwakil itu saling mengenal. Jadi memang betul-betul mewakili umat. Nah, majelis umat tersebut berhak membatasi calon, atau menentukanmetode pemilihan khalifah. Itu satu alternatif. Kemudian yang kedua, majelis umat berhakmembatasi calon, tapi pemilihannya diserahkan kepada masyarakat secara langsung.BURHANUDDIN:Dari segi prosedural, ada beberapa kemiripan dengan proses demokrasi. Lantas apa perbedaansubstansialnya dengan demokrasi?ISMAIL YUSANTO:Ya, memang dari segi prosedur tampak ada kemiripan dengan sistem demokrasi. Bedanya, kembalipada penjelasan saya di atas, bahwa meski mereka sama-sama dipilih oleh rakyat, dalamdemokrasi dipilih untuk melaksanakan kedaulatan rakyat, sementara dalam Islam dipilih untukmelaksanakan kedaulatan syariat.BURHANUDDIN:Kalau dilihat dari substansi gagasan Hizbut Tahrir, harus diakui, memang sangat radikal, tapimetodenya ditempuh dengan cara-cara damai, paling tidak untuk membedakan dengan beberapaharakah lain dalam Islam yang menempuh cara-cara kekerasan. Terkecuali ada beberapa kasusyang sempat disitir International Crisis Group (ICG) di Asia Tengah yang menunjukkan adanyagejala Hizbut Tahrir yang juga mengarah pada modus operandi kekerasan. Hal ini termasukperbedaan metode gerakan Hizbut Tahrir yang absah dalam organisasi Anda?ISMAIL YUSANTO:Tidak. Salah satu prinsip perjuangan Hizbut Tahrir yang harus kami pegang di manapun kamibergerak adalah prinsip la maddiyah, non-kekerasan, non-violence. Prinsip ini berlaku ke seluruhdunia. Jadi sama sekali tidak benar tudingan ICG tersebut. Meskipun umat Islam di Uzbekistan,Kirgystan dan Tajikistan, termasuk anggota Hizbut Tahrir mengalami represi, tapi kami tidakpernah sekalipun melakukan kekerasan sebagai balasan. Memang ada satu kelompok yangdiidentikkan dekat dengan Hizbut Tahrir, yaitu Uzbekistan Islamic Movement (UIM). Gerakan iniditengarai dekat dengan Hizbut Tahrir dan mereka memang melakukan cara-cara kekerasan, tapiUIM itu bukanlah Hizbut Tahrir.Kenapa kami tidak melakukan cara-cara kekerasan, karena memang syariat tidak membolehkanmetode tersebut. Nabi Saw juga tidak mencontohkan kekerasan sebagai salah satu langkahdakwah. Dakwah itu intinya mengubah pikiran. Kalau begitu, bagaimana kita bisa mengubah
  • pikiran dengan kekerasan? Jelas tidak bisa. Pikiran itu harus diubah dengan pikiran, hujjah bi al-hujjah. Ud’u ila sabili rabbika bi al-hikmati. Al hikmah di sini maknanya al-hujjah. Jadi, dakwahharus dilakukan dengan reasoning, dengan argumen, dengan alasan.Kekerasan dalam dakwah hanya akan menghasilkan siklus kekerasan berikutnya dan tidak akanmenghasilkan perubahan. Meski begitu, tidak berarti Hizbut Tahrir tidak menjelaskan dan tidakmengajarkan dan menyerukan jihad yang memang harus dilakukan dengan kekerasan. Jihad kitaartikan sebagai qitalul kuffar fi sabilillah li’ilai kalimatillah, memerangi orang kafir di jalan Allahdalam rangka untuk menegakkan kalimat-Nya. Dalam jihad, tergambar sangat jelas siapa yangmenjadi musuh, konteksnya apa, untuk tujuan apa, dan lain-lain. Pengertian jihad dari segibahasa yang berarti “sungguh-sungguh” itu harus ditarik kepada pengertian istilah, yakniberperang baik secara ofensif maupun defensif. Penyerbuan AS ke Afghanistan, juga ke Irakmakin menegaskan relevansi jihad dalam konteks modern saat ini. Mau dihadapi dengan apakedzaliman AS di berbagai wilayah Islam itu bila tidak dengan jihad?BURHANUDDIN:Saya mau bertanya soal respon Hizbut Tahrir terhadap kasus-kasus aktual yang melibatkan padadua negara Islam. Misalnya, kasus Ambalat yang melibatkan Indonesia dengan Malaysia di manakeduanya secara mayoritas berpenduduk Islam dan punya kultur Islam. Bagaimana Hizbut Tahrirmemandang kasus tersebut?ISMAIL YUSANTO:Pertama, kasus Ambalat ini merupakan bukti kesekian kali bahwa nasionalisme memang biangkerok dari perpecahan umat. Kasus ini seakan mengulang episode ganyang Malaysia tahun 1960-an. Kasus Ambalat terjadi karena masing-masing merasa memiliki hak atas wilayah itu. Jadi inididorong kepentingan nasion, bukan kepentingan Islam sebagai sebuah keseluruhan. Perpecahanseperti inilah yang membuat umat Islam ini terus-menerus mengalami proses pelemahan dan padaakhirnya termarjinalisasi di semua sektor kehidupan dalam konteks global.Kedua, karena nasionalisme ini juga dunia Islam tidak pernah bisa menyelesaikan berbagaipersoalan. Misal, dalam konfliknya dengan Israel, Mesir merasa tidak punya urusan lagi denganIsrael setelah Gurun Sinai kembali ke pangkuan Mesir. Begitu juga Yordania, Libanon dan Syriasetelah Tepi Barat Sungai Yordan, Libanon Selatan dan Dataran Tinggi Golan kembali kepadamereka masing-masing. Jadi, kasus Ambalat merupakan bukti kesekian kalinya bahwa nasionalismeitu adalah biang dari perpecahan dan pelemahan umat.Kalau sudah begitu, maka kita pantas malu terhadap Uni Eropa yang bisa menyelesaikan masalahimigrasi dengan mencabut seluruh ketentuan imigrasi sehingga orang, barang dan jasa bisabergerak dengan leluasa. Sementara antar negeri muslim seperti Indonesia dengan Malaysia masihsaja menggunakan ketentuan imigrasi lama sehingga warga negara Indonesia yang masukMalaysia tanpa prosedur imigrasi disebut pendatang haram. Sebenarnya persoalan imigrasi itu ‘kanhanya ketentuan administratif saja. Kalau ketentuan administratif tersebut dicabut demikepentingan semua seperti yang terjadi di Uni Eropa, selesai sudah. Arus barang dan jasa akanberedar cepat yang pada akhirnya akan mendorong kemakmuran bersama. Toh ternyata ketikaMalaysia ditinggalkan sekian ratus ribu buruh Indonesia pembangunan di sana mandek. Itu buktiyang menunjukkan bahwa sebenarnya kita saling membutuhkan. Indonesia butuh, Malaysia jugabutuh. Kenapa antar negeri muslim, bukan hanya antara Malaysia dan Indonesia, tidak dibuat sajaaturan yang menguntungkan kedua belah pihak seperti yang terjadi di Uni Eropa?BURHANUDDIN:Apakah penjelasan Anda tidak terkesan menggampangkan masalah?ISMAIL YUSANTO:Tidak. Buktinya Uni Eropa bisa melakukannya, kenapa kita tidak? Jadi, menurut saya, dunia Islamitu sekarang cenderung selalu terlambat dalam berfikir. Meski kita ini punya basis teologis danhistoris yang sangat kuat untuk bersatu, kita tidak juga mampu menarik pelajaran dari kasus-kasus serupa ini.Apalagi kemudian ternyata isu Ambalat antara Indonesia dan Malaysia tersebut lebih diwarnai olehkepentingan perusahan minyak besar. Ambalat itu memang blok yang kaya migas. Di sana Unocalitu sudah masuk. Perusahaan minyak besar itu baru saja diakuisisi oleh Cevron Texaco dariAmerika Serikat, sedangkan Texaco itu induknya Caltex. Caltex mengelola 70% minyak diIndonesia, sedangkan Unocal mungkin mengelola sekitar 10%. Setelah akuisisi, praktis akanmembuat 80% minyak di Indonesia bakal ditangani oleh Cevron Texaco. Di Malaysia, perusahaanminyak besar yang bermain adalah Shell. Patungan antara Inggris dan Belanda. Jelas Malaysia
  • lebih dekat kepada Inggris. Konyolnya, mereka juga memberikan ladang konsesi di blok Ambalat.Tentu ke Shell. Jadi kasus Ambalat ini sebenarnya lebih merupakan cerminan pertarungan antaraInggris dan Belanda melalui Shell dengan Amerika Serikat melalui Cevron Texaco.BURHANUDDIN:Kelompok Islam revivalis tidak monolitik. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, menerimasistem demokrasi, bahkan terlibat dalam mekanisme formal demokrasi. Bagaimana Hizbut Tahrirmemandang suatu kelompok yang masuk kedalam struktur demokrasi?ISMAIL YUSANTO:Kami membedakan antara sikap terhadap pendapat (ara), hukum (ahkam) dan pikiran (afkar)fiqhiyah dengan sikap dakwah. Menyangkut pandangan politik, sikap Hizbut Tahrir mengenaimasalah tersebut cukup jelas. Dan bahwa ada kelompok lain yang memilih jalan yang berbeda dariHizbut Tahrir, ya memang inilah kehidupan. Siapapun berhak untuk memilih jalannya hidupnyasendiri-sendiri. Itulah sikap kami. Tetapi Hizbut Tahrir tidak berhenti pada pandangan fiqhiyahsaja, tapi dilanjutkan dengan pandangan atau perspektif dakwah. Dengan perspektif dakwah,maka yang menjadi fokus dari Hizbut Tahrir adalah perubahan ke arah Islam, ke arah tegaknyasyariat Islam. Perubahan itu hanya mungkin dilakukan bila ada kekuatan yang pro-perubahan.Dalam konteks menggalang kekuatan bagi perubahan ke arah Islam itu, maka Hizbut Tahrir ituakan mengajak semua komponen yang ada. Baik yang sama pemikirannya dengan Hizbut Tahrirmaupun yang berbeda, baik yang berada di dalam parlemen maupun yang di luar parlemen. Jadikalau kami datang ke PKS, Partai Bulan Bintang, Partai Bintang Reformasi, PPP atau bahkanmungkin ke PDI Perjuangan dan Golkar, itu semua dalam kerangka pandangan dakwah, bukan lagipandangan fiqhiyah tadi.BURHANUDDIN:Anda bersikap nafsi-nafsi?ISMAIL YUSANTO:Bukan nafsi-nafsi. Semangatnya adalah kesadaran akan kebebasan memilih, dan bahwa walataziruu wa ziratun wijra ukhra. Saya kira, hal ini yang mesti dipahami dan mesti dikembangkanjuga di dalam negeri kita. Jadi kita ingin mengembangkan kesamaan visi dan misi dari berbagairagam kelompok umat.BURHANUDDIN:Terakhir, apakah Anda optimis gagasan khilafah Islamiyah akan tercapai karena banyak pihakyang mengatakan bahwa ide yang Anda usung terlalu absurd dan ahistoris?ISMAIL YUSANTO:Kalau saya diminta menjawab, saya pasti akan menjawab optimis. Bagaimana kita tidak optimiskalau Pertama, khilafah itu sebuah kewajiban, bahkan dijanjikan oleh Allah Swt. Memang sulit.Tapi antara sulit dan mustahil itu beda. Sulit itu bukan mustahil. Sulit itu sesuatu yang mungkin,tapi memang membutuhkan daya yang luar biasa. Sementara mustahil itu sama sekali tidakmungkin terwujudkan. Seperti menegakkan benang basah, sampai kapan pun tidak akan bisa.Menyatukan timur dengan barat, atau utara dengan selatan itu juga tidak mungkin terwujud.Memegang air tapi kita tidak mau basah, dan sebagainya.Dan berdirinya (kembali) khilafah itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebagaimana jatuhnyaRomawi Timur kepada Islam. Meski itu sangat sulit, tapi karena keyakinan dari para sahabat, parapejuang Islam pada waktu itu bahwa jatuhnya Romawi Timur ini adalah sebuah kemestian, sebuahkewajiban dan sekaligus dijanjikan, maka misi sesulit itu tetap saja dilakukan. Ekspedisi untukmenaklukkan Konstantinopel sudah di mulai semenjak Khalifah Usman bin Affan. Dan Anda tahu,sejarah membuktikan Konstantinopel jatuh baru pada tahun 1453. Jadi hampir 700 tahunkemudian. Ketika panglima Muhammad al-Fatih masuk ke benteng Konstantinopel, dia teringatkepada hadist yang berbunyi Fala ni’ma al-amir, amiruha. Fala ni’ma al-jaiz fadzalika al-jaiz(sebaik-baik panglima perang adalah panglima perang yang menaklukkan Konstantinopel, dansebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkan Konstantinopel). Hadis itu dibaca olehMuhammad al-Fatih, seolah-olah Nabi memuji dirinya. Padahal hadis itu diucapkan pada 700tahunan sebelum peristiwa besar itu terjadi.
  • Bila untuk menaklukkan Konstantinopel yang merupakan jantung dari adikuasa Romawi Timur sajaakhirnya bisa dilakukan, meski harus melalui upaya yang luarbiasa dan memakkan ratusan tahun,apalagi untuk sebuah khilafah yang itu sudah pernah ada, dan tinggal membangkitkan memoriumat, tentu insha Allah akan lebih mudah. Dalam pengalaman gerak Hizbut Tahrir, pengalamangerak saya di negeri ini sekian tahun lamanya, saya mendapatkan respon yang luar biasa dariumat. Bisa dikatakan tidak ada satupun dari umat, bahkan yang terjadi justru sebaliknya. Kemarinsaya berdakwah ke Kalimantan Selatan, di kabupaten Tabalong. Di sana seorang pemuda yangbegitu diberi kesempatan bicara, langsung tunjuk jari dan bicara keras-keras seraya mengatakanbahwa sebelum masuk ruangan ini dia termasuk orang yang paling keras menolak syariat dankhilafah. Tapi setelah masuk ruangan ini dan mendengar semua penjelasan, dia berubah menjadiorang yang sangat mendukung syariat dan khilafah. Jadi masalahnya adalah penjelasan kepadaumat.Ketika umat ini makin lama makin mendukung, apalagi ditambah dengan kondisi eksternal sepertibagaimana Amerika Serikat dengan kejam menggempur Irak, juga Afganistan tanpa bisa kitacegah sama sekali, dan konflik Israel dan Palestina yang sudah lebih 50 tahun tidak juga kunjungselesai, para pemimpin umat pun berfikir lalu solusinya apa? Apa yang bisa kita lakukan untukmembela diri? PBB sudah terbukti lebih berpihak kepada negara-negara besar. OrganisasiKonferensi Islam (OKI) juga tidak punya gigi karena masing-masing anggota lebih mementingkannegaranya sendiri-sendiri. Negara-negara Arab sama saja, ASEAN apalagi. Pada puncaknyamereka, para pemimpin umat itu, akan melihat bahwa gagasan khilafah ini yang paling pas. Meskicita-cita itu sangat sulit. Dan kesulitan itu juga yang kami rasakan. Tapi semua masih sangatmungkin berubah, baik karena faktor internal maupun tekanan eksternal. Ada banyak tokoh-tokohIslam yang pada 20 tahun yang lalu ketika kami pertama kali muncul untuk menyampaikan idekhilafah ini tidak mau mendengar atau bahkan mencibir dan sebagainya, sekarang berubah total,mereka mendukung betul.BURHANUDDIN:Semudah itukah?ISMAIL YUSANTO:Tidak juga. Tapi itulah faktanya. Dan saya melihat, perubahan itu lebih banyak disebabkan olehpengaruh dari luar. Proses berpikir yang lebih didasarkan pada kenyataan-kenyataan dari luar.Tidak mengapa. Dalam soal khilafah, basis teologis dan basis teoretis dari ide itu kan sudahsangat jelas. Dari dulu sampai sekarang ya itu-itu saja, tidak berubah-ubah. Yang berubah itukondisi-kondisi eksternal umat.Ketika kondisi eksternal demikian mencekik dan menyayat nurani umat seperti yang sekarangtengah terjadi, maka otomatis umat ini makin lama makin mendukung ide khilafah, karena itu akanmenjadi solusi mendasar. Ketika dukungan itu makin membesar, bagaimana mungkin kita tidakoptimis? Apalagi pada kenyataannya pengamat dunia internasional pun juga memperkirakankhilafah Islam akan berdiri tidak lama lagi. National Intelligence Council (NIC) yang bersidang diAmerika Serikat baru baru ini, menskenariokan bahwa pada tahun 2020 Islamic Caliphate (khilafahIslam) akan berdiri. Itu prediksi mereka. Bukan saya, bukan Hizbut Tahrir, juga bukan umat Islam,tapi mereka.Mereka menskenariokan empat kemungkinan pada tahun 2020. Pertama, dunia tetap dipimpin olehAmerika Serikat. Kedua, dunia dipimpin oleh India atau China. Ketiga, dunia dipimpin oleh seorangtiran, entah dari mana. Lalu yang keempat berdirinya Islamic Caliphate. Bila mereka saja bisamemprediksi bahwa khilafah Islam akan berdiri, mengapa kita bilang itu tidak mungkin?***TweetTweet 2(http://addthis.com/bookmark.php?pub=&url=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/&title=KHILAFAH vis a vis NASIONALISME)(http://digg.com/submit?phase=2&url=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/&title=KHILAFAH vis a vis NASIONALISME) (http://google.com/bookmarks/mark?op=add&bkmk=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/&title=KHILAFAH vis a visNASIONALISME) (http://myweb2.search.yahoo.com/myresults/bookmarklet?t=KHILAFAH vis a visNASIONALISME&u=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/)(http://reddit.com/submit?url=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/&title=KHILAFAH vis a vis NASIONALISME) (http://stumbleupon.com/submit?url=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/&title=KHILAFAH vis a visNASIONALISME&newcomment=KHILAFAH vis a vis NASIONALISME) (http://technorati.com/faves?
  • Komentar:add=http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/)Baca juga :1. Nasionalisme: Penyebab Utama Kehancuran Khilafah (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/08/01/masionalisme-penyebab-utama-kehancuran-khilafah/)2. Derita Rohingnya, Buah Nasionalisme dan Ketiadaan Khilafah (http://hizbut-tahrir.or.id/2012/08/01/derita-rohingnya-buah-nasionalisme-dan-ketiadaan-khilafah/)3. Kedatangan Raja Abdullah Ke Palestina Hanya Untuk Mengokohkan Racun Nasionalisme (http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/23/kedatangan-raja-abdullah-ke-palestina-hanya-untuk-mengokohkan-racun-nasionalisme/)4. Rezim Iran Mengadopsi Nasionalisme Persia Bertopeng Islam (http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/04/rezim-iran-mengadopsi-nasionalisme-persia-bertopeng-islam/)5. Ustadz Farid Wadjdi: Nasionalisme, Faktor Pemecah-belah Umat (http://hizbut-tahrir.or.id/2012/08/23/ustadz-farid-wadjdi-nasionalisme-faktor-pemecah-belah-umat/)Artikel ini diposting pada tanggal 17 July 2007 pukul 23:21 pada kategori Kantor Jubir (http://hizbut-tahrir.or.id/category/kantor-jubir/).Nama(required)E-Mail(required)WebsiteSubmitComments1. Abu Fatih - 18 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8139)Komentar sedikit; dengan Khilafah kesatuan negara terjaga (nasionalisme malah menyebabkan perpecahan),dengan Khilafah rakyat sejahtera , negara manjamin sandang,pangan dan papan (nasionalisme justru memberijalan negara penjajah untuk memiskinkan rakyat), dengan Khilafah , umat Islam akan memiliki negara adi dayakuat (nasionalisme malah mengecilkan negeri Islam, hingga lemah seperti sekarang). So siapa yang menjagapersatuan, membela umat, mensejahterakan masyrakat, anti penjajah ? Tentu saja khilafah bukannasionalisme.2. Tarno - 18 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8141)Khilafah bersumber dari ideologi/mabda Islam (agama samawi) dan wahyu ALLAH SWT, yang telah terbuktiselama 13 Abad dapat menyatukan umat, menjamin hak dan martabat umat serta membawa umat pada erakejayaannya dalam segala keragaman budaya namum senantian bersumber dari Aqidah Islam….Beda dengan mabda kapitalis yang berorientasi pada kekuasaan pemegang modal (kapital) dan sekuler. Mabdasosialis yang meniadak adaya khalik (pencinta). Kedua mabda tersebut bersumber dari akal pikiran manusiasemata yang sangat-sangat terbatas dan memiliki kecenderungan pada pihak tertentu…Mari kembali pada hukum dan aturan yang menciptakan mahluk-Nya (manusia, alam semesta dan kehidupanini).Hanya Dialah yang mengerti apa yang terbaik untuk mahluk-Nya…ALLAHUAKBAR…3. abu salma - 18 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8140)Sungguh penjelasan yang sangat gamblang. BAgi siapapun yang memiliki cukup rasionalitas tak pelak lagiKhilafah adalah satu-satunya pilihan tercerdas. Tak ada perlunya membenturkan khilafah dengan NKRi danpancasila. Karena siapapun yang aktif dalam gerak perubahan dan siapa pun yang sedang berkuasa hanya ada3 pilihan ideologi; Islam, Kapitalisme-Demokrasi dan Sosialisme. Kaum muslimin yang bijak pasti akan memilihIslam. Karena inilah ideologi yang paling memuaskan akal dan sesuai dengan fithrah manusia.4. Mumin Setiawan (http://mst75plasa.com) - 20 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8142)Penjelasannya, sangat gamlang sekali Akhi, tinggal yang membacanya apakah Ia mampu membuka hatinya danakalnya serta merenunginya.Dan menjadikan tulisan di atas sebagai motivator untuk menggali Dienul Islamsecara kaffah. Sehingga dengan pembelajaran tersebut diharapkan kita semua menumukan esensi Islam yang
  • benar / hanif dan rahmatan lil’alamin5. Abu Asma - 21 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8137)Subhanallah. Wonderfull arguments! Khilafah seperti sudah didepan mata. Ayo, rapatkan barisan tegakkansyariah dan khilafah. Allahu akbar!!6. bahrun solo - 22 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8136)Khilafah is rational ‘nasionalism’, unification, political comparated against global capitalism. Seluruh dunia baikdi timur ataupun barat jelas membutuhkan khilafah. Dan dunia, telah menantikan berdirinya kekuatan baru.7. aulia_racma - 23 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8138)Khilafah is the Best ….berdirinya Khilafah hanya menunggu waktu…. dg Khilafah pastikan anda tidak menyesal.karena khilafah terbukti kebenarannya….it;s okeSAVE THE WORLD WITH KHILAfaH OKE!! ALLAHUAKBAR8. sai (http://www.eramuslim.com) - 24 Jul 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8135)saya berharap, mdh2an umat manusia -khususnya umat Islam- cepet eling akan pentingnya Khilafah!9. Sri - 08 Sep 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8143)Perasaan spt Nasionalisme itu saya rasa memang ada dan boleh. Rasulullah dan sahabat muhajirin saja nagisketika memasuki kota Mekah pd saat “Bedah Makah.” wajar saja, namanya juga perasaan. Itu kotanya sendiriyang sudah lama beliau tinggalkan. Tapi ya cuma perasaan. Tetap aja Mekah di takhlukan, berhala2 dihancurkan,adat dan hukum Makah diganti dengan Islam.10. Abdurrahman - 12 Sep 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8145)Karena nasionalisme pula, urusan jamaah haji sering kacau. Ada paspor hijau, paspor kuning, paspor merah,dsb. Karena nasionalisme, urusan Ramadhan-Syawal antar muslim di berbagai negara jadi kacau. Yaman Utaradan Yaman Selatan yang berbeda perbatasan beberapa kilometer saja, bisa beda hari Ramadhan dan HariRaya. Karena kepicikan nasionalisme pula setiap tahun kita saksikan puluhan negara muslim (Indonesia,Malaysia, Brunei, Irak, Iran, Pakistan, …) mengeluarkan anggaran dana jutaan dollar untuk mengikutipertandingan2 Olimpiade, ASIAN Games, Sea Games, dll (yang dirancang Yahudi), hanya untukmempertahankan sifat ke-akuan kebangsaan masing-masing, demi sekeping medali emas (fana). Sementaramereka buta melihat kemiskinan, kelaparan, kebodohan, kesusahan, sulitnya akses layanan kesehatan yanglayak, sedikitnya akses lapangan kerja, di tengah-tengah rakyat dan ummat mereka yang jelas2 nyata! Rasanyaterlalu sempit ruang ini, untuk menyoal berbagai keburukan akibat pikiran nasionalisme.11. Abdurrahman - 12 Sep 2007 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8144)Comments untuk tanya jawabnya : suatu penjelasan yang mencerdaskan !12. Adi Abi Zahra (http://www.e-dukasi.net) - 24 Jan 2008 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-8146)Komentar dari saya (orang awam)atas tulisan Bapak DR. Moh. Mahmud MD (anggota DPR RI/mantanMenhankam era Gus Dur)yang dimuat Harian Seputar Indonesia (Sindo, Kamis 24 Januari 2008.Kata Pak DR ini:pernyataan 1:Hukum harus menjamin keutuhan bangsa dan negara, baik ideologies maupun teritorial. Tak bolehada produk hukum yang dapat menimbulkan disintegrasi, misalnya pemberlakuan hukum agama yang memberikesan diskriminatif terhadap agama lainKomentar 1:Al-qur’an itu diturunkan Allah SWT sebagai petunjuk (teknis pelaksanaan hidup dan kehidupan)bagimanusia (hudalinnasi…)artinya Allah sebagai pencipta Alam semesta ini membuat produk hukum untukciptaannya(manusia) tidak akan ada diskriminatif maupun pertentangan (maaf pak DR, baca/telaah Sirah Nabi),bagaimana Rosulullah menerapkan hukum islam tidak terjadi diskriminasi, bahkan produk hukum Allah itu untukmendatangkan rahmat bagi seluruh makhluk. Fakta sekarang yang kita lihat bagaimana dampaknya kitameninggalkan hukum Allah SWT, kerusakan ruhiah dan jasmaniah, & kekacauan alam… Apa menurut pak DRhukum buatan manusia lebih baik dari hukum buatan Allah SWT.pernyataan 2:Hukum harus dibuat secara demokratis dan nomokratis…., batal dijadikan hukum kalau tidak memenuhi syaratnomokratis, yaitu filosofi dan asas hukum sesuai dengan pancasila.
  • Hizbut Tahrir Media Office(http://www.hizb-ut-tahrir.info/)Hizbut Tahrir Bangladesh(http://www.khilafat.org/index.php)Hizbut Tahrir Mesir(http://hizb.net/)Hizbut Tahrir Amerika(http://hizb-america.org/)Hizbut Tahrir Pusat(http://www.hizb-ut-tahrir.org)Hizbut Tahrir Pakistan(http://www.hizb-pakistan.org/hizb/)Hizbut Tahrir Afganistan(http://www.ht-afghanistan.com/)Hizbut Tahrir Rusia(http://www.al-wayi.org/)Hizbut Tahrir Palestina(http://www.pal-tahrir.info/)Hizbut Tahrir Malaysia(http://www.mykhilafah.com/)Hizbut Tahrir Perancis(http://albadil.edaama.org/)Hizbut Tahrir Ukraina(http://www.hizb.org.ua/)Hizbut Tahrir Libanon(http://www.tahrir.info/)Hizbut Tahrir Indonesia(http://hizbut-tahrir.or.id)Hizbut Tahrir Belanda(http://hizb-ut-tahrir.nl/)Hizbut Tahrir Spanyol(http://www.elmanara.org/)Hizbut Tahrir Maroko(http://www.hizb-ut-tahrir-almaghreb.info/)Hizbut Tahrir Turki(http://www.turkiyevilayeti.org/)Hizbut Tahrir Denmark(http://www.hizb-ut-tahrir.dk/)Hizbut Tahrir Inggris(http://www.hizb.org.uk/hizb/)Hizbut Tahrir Tunisia(http://www.ht-tunisie.info)Hizbut Tahrir Suriah(http://www.tahrir-syria.info/)Hizbut Tahrir Uzbekistan(http://www.hizb-uzbekistan.info/)Hizbut Tahrir Australia(http://www.hizb-australia.org//)Al Aqsa Baitul Maqdis(http://www.al-aqsa.org/)Khilafah Movement(http://www.khilafah.com/)Publikasi-publikasi yang diterbitkan atas nama Hizbut Tahrir Pusat dan Wilayah, Kantor Media (al-Maktab al-Ilami), Juru Bicara dan Perwakilan Media Hizbut Tahrirsaja yang merupakan pendapat Hizbut Tahrir. Dan yang selain itu merupakan pendapat penulisnya, sekalipun dipublikasikan dalam website Hizbut TahrirIndonesia, Majalah, Tabloid, Multimedia yang diproduksi Hizbut Tahrir Indonesia. Boleh mengutip dan mempublikasikan kembali apa saja yang diterbitkan HizbutTahrir dan websitenya, dengan syarat tetap menjaga amanah (kejujuran) dalam penyalinan (penerjemahan) dan pengutipan tanpa memotong, menginterpretasidan mengubahnya, serta harus mencantumkan sumber dari apa yang dikutip, diterjemahkan dan dipublikasikan.Komentar 2:Hukum itu bukan dibuat oleh manusia, tapi hukum harus dilaksanakan manusia yang datangnya dari penciptaAlam semesta ini, Allah SWT sangat sayang sekali pada makhluk Nya, Allah SWT ciptakan manusia diberipedoman hidup(Al-Qur’an) dan diberikan contoh hidup yang sempurna yaitu Rosulullah SAW. Agar kita bahagiadunia & akhirat. “Apa hukum produk Allah jadi batal kalau tidak degan proses demokrasi???”Pernyataan 3:Hukum harus berdasarkan toleransi beragama yang berkeadaban. Negara tidak dapat memberlakukan hukumtertentu tetapi negara hanya memfasilitasi dan memberi perlindungan hukum terhadap warga negara yang maumelaksanakan ajaran agama atas kesadaran mereka sendiri.Komentar 3:Islam sangat toleransi dan beradab, sudah ada dan sempurna di Al-qur’an & Assunnah, Islam adalah agamayang diridho Allah SWT. Umat Islam (umat Nabi Muhammad SAW)adalah umat terbaik. Negara wajibmenjalankan hukum datangnya dari Allah SWT, apalagi indonesia mayoritas umat islam.Pernyataan 4:Hukum harus mendorong pembangunan keadilan sosialKomentar 4:Jelas sekali Islam lah yang berkeadilan sosial (hukum ekonomi islam sangat adil, sempurna dan di ridhoi AllahSWT.“Cara berpikir orang tidak dapat ditentukan oleh strata pendidikan dan gelar tapi dengan keikhlasan karena AllahSWT”AAZ- HTI TNG13. guest (http://liberationmovement.co.cc) - 23 Apr 2009 (http://hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/#comment-31621)saya mau bertanya, temen saya dari PKS sering berkomentar bahwa kalau kita tidak menaati presiden ataupemimpin-pemimpin lain maka sama saja tidak menaati khalifah atau imam. Dan dia juga memberikan sebuahayat al-quran atau sunah (saya juga tidak jelas) yang ada kalimat “taatilah khalifah, imam-imam, dan pemimpin-pemimpin diantara kalian”.jadi apa perbedaan seorang presiden dengan khalifah ? padahal dua sosok tersebut sama-sama memimpinkaum muslimin.menurut hizbut tahrir, cara terbaik untuk mengatasi argumen seperti diatas, seperti apa ?(http://www.facebook.com/mediacenterhti)(http://m.hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/bb/htimobile.jad)(http://www.twitter.com/hizbuttahrirID)(http://www.youtube.com/htiinfokom)
  • Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia: Crown Palace A25, Jl Prof. Soepomo No. 231, JakartaSelatan 12390 Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372 Email: info@hizbut-tahrir.or.idSwitch to our mobile site (http://m.hizbut-tahrir.or.id/2007/07/17/khilafah-vis-a-vis-nasionalisme/?wpmp_switcher=mobile)