Your SlideShare is downloading. ×
^tçâ Page iDaftar IsiDaftar isi i1. Definisi 11.1 Bagian Kayu 11.2 Sifat-sifat Kayu 51.2.1 Sifat Fisik Kayu 61.2.2 Sifat M...
^tçâ Page ii4.5.2 Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/Kelompok Komersial Dua 454.5.3 Kelompok Jenis Kayu Eboni/Kelompok Ind...
^tçâ Page iiiDaftar Pustaka ix
^tçâ Page 1KAYU1. DEFINISIKayu, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan kata itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita sud...
^tçâ Page 2Bagian-Bagian Kayu :1. Kulit kayu terdapat pada bagian terluar, yang terdiri dari :a) Kulit Dalam ( Phloem )/Ba...
^tçâ Page 3garam-garam mineral ke dahan yang selanjutnya menuju daun, untuk diubahsebagai sumber makanannya dan sekaligus ...
^tçâ Page 4yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir musim. Perbedaan inimenunjukkan zona-zona berupa lingkaran yang me...
^tçâ Page 51.2 Sifat-sifat KayuKayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuaidengan kemajuan...
^tçâ Page 6Gambar 1.4 Bentuk Gambar Arah Tangensial, Radial dan Longitudinal( Sumber : Awaluddin, ali. 2005. Konstruksi Ka...
^tçâ Page 7Berat jenis didefenisikan sebagai angka berat dari satuan volume suatumaterial. Berat jenis diperoleh dengan me...
^tçâ Page 8bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar(contoh: kempas, meranti dll).5. Arah...
^tçâ Page 98. Nilai DekoratifNilai dekoratif tergantung dari warna kayunya, pola dan arah serat kayukilap kayunya serta si...
^tçâ Page 1010. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :a. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara ber...
^tçâ Page 111.2.2 Sifat Mekanik Kayu1. Keteguhan TarikKeteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yangber...
^tçâ Page 12Sedangkan gaya tekan yang bekerja tegak lurus arah serat akanmenimbulkan retak pada kayu.Batang-batang yang pa...
^tçâ Page 133. Keteguhan GeserKeteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yangmembuat suatu bagian kayu ...
^tçâ Page 14b. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yangmengenainya secara mendadak.5. KekakuanKekak...
^tçâ Page 15Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat kekuatan kayu atau sifatmekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2. ...
^tçâ Page 161.3 Komposisi Kimia Kayu1.3.1 Zat – zat makromolekulSel kayu terutama terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan...
^tçâ Page 17Tabel 1.2 Komponen kimia menurut golongan kayuTipe% Berat KeringSelulosa Hemiselulosa LigninKayu Keras 40-44 1...
^tçâ Page 18Dalam kayu keras dan tanaman tahunan yang dominan adalah jenispentose (terutama xilan), sedangkan dalam hemise...
^tçâ Page 19Lignin adalah suatu polimer yang kompleks dengan berat molekultinggi, tersusun atas unit-unit fenilpropan. Mes...
^tçâ Page 20memberikan pengaruh yang besar pada sifat-sifat dan kualitaspengolahan kayu. Beberapa komponen, seperti ion-io...
^tçâ Page 21dan pengerjaan akhir kayu maupun sifat-sifat pengeringan.(Fengel.D, 1995)2) AbuDi samping persenyawaan-perseny...
^tçâ Page 22cerah dibanding dengan warna sel sekelilingnya. Parenkim dapat dibedakanberdasarkan atas hubungannya dengan po...
^tçâ Page 23sering memiliki gelam tersisip adalah karas (Aquilaria spp), jati (Tectonagrandis) dan api-api (Avicennia spp)...
^tçâ Page 24Gambar 2.1 Pohon jenis palm Gambar 2.2 Pohon berdaun jarumSumber : inamardiahhaq.blogspot.com Sumber : riyan92...
^tçâ Page 25dengan ukuran perdagangan dimaksudkan untuk menghindari timbulnya retak-retak pada kayu karena penyusutan. Tan...
^tçâ Page 2625% - 35% kandungan air. Selanjutnya penguapan air dalam serat (bound water).Kayu dapat di keringkan melalui u...
^tçâ Page 272.4 Pengawetan KayuProses ideal olah produk kayu selanjutnya adalah pengawetan. Pengawetan dapatdilakukan deng...
^tçâ Page 28Gambar 2.8 Cacat kayu : (a) mata kayu; (b) lapuk; (c) wane / tepian batang bulat; (d)retakSumber : Forest Prod...
^tçâ Page 29Tabel 2. 1 Cacat Maksimum Untuk Setiap Kelas Mutu KayuMacam Cacat Kelas Mutu A Kelas Mutu B Kelas Mutu CMata K...
^tçâ Page 30Pada sistem kartu, dibuat kartu dengan ukuran tertentu (misalnya ukuran kartupos). Disekeliling kartu tersebut...
^tçâ Page 31airnya, ini juga terjadi pada serat-seratnya. Begitu pula sebaliknya. Besarnyapengerutan maupun pengembangan p...
^tçâ Page 32gelas dan sebagai bahan pemucat kain dan tekstil kapas). Namun disisi lain kayumerupakan bahan dasar yang sang...
^tçâ Page 334. Perkakas (mebel)Persyaratan teknis : berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan,mudah dipaku...
^tçâ Page 34Jenis kayu : cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.9. Alat GambarPersyaratan teknis : ringan, tekstur ha...
^tçâ Page 3514. PensilPersyaratan teknis : BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok, warnaagak merah, berserat lurus....
^tçâ Page 36Jenis kayu : bangkirai, bungur, meranti merah.Bangunan dan dudukan mesinPersyaratan teknis : ringan, kuat dan ...
^tçâ Page 37dapat merupa vinir (veneer), papan lapis, triplek/plywood/multiplek dan bahkankayu laminasi (glue laminated ti...
^tçâ Page 384.3. Kelas Kuat KayuSebagaimana di kemukakan pada sifat umum kayu, kayu akan lebih kuat jikamenerima beban sej...
^tçâ Page 39tegangan absolute / uji lab dan tegangan ijin untuk perancangan konstruksi.Tegangan ijin tersebut telah memper...
^tçâ Page 40Tabel 4.2 Kelas Awet KayuSumber : PKKI, 1979Kondisi Tempat Kayu DipakaiKelas AwetI II III IV VSelalu berhubung...
^tçâ Page 414.5.1. Kelompok Jenis Meranti/Kelompok Komersial SatuNo.NamaPerdaganganNama Ilmiah Nama-nama Daerah1. Agatis A...
^tçâ Page 42Benth., Homalium foetidum(Roxb.) Benth.kayu kerbau, momala (Slw.)8. GiamCotylelobium spp. (mis. C.burckii Heim...
^tçâ Page 43Jaya)17. Medang Cinnamomum spp.Sintuk, sintok lancing, ki teja, ki tuha, kisereh, selasihan18.MerantikuningSho...
^tçâ Page 44putih, hili, honi (Mlku.). Ingg.: whitemeranti.21. MerawanHopea spp. (mis. H. dasyrrachisV.Sl., H. dyeri Heim,...
^tçâ Page 45wightianum Arn.28. Pinang Pentace spp.Melunak, ki sigeung, ki sinduk,kelembing29. PulaiAlstonia spp. (di antar...
^tçâ Page 46calaba L., C. inophyllum L.,C. papuanum Lauterb., C.pulcherrimum Wall.exChoisy, C. soulattri Burm.f.Sulatri; B...
^tçâ Page 47Walp. dan A. macrophyllus(Roxb.) Havil.)17. Jambu-jambu Syzygium spp. [3]Kelat, Ki tembaga, Jambu18. Kapas-kap...
^tçâ Page 4830. LaraMetrosideros spp. danXanthostemon spp.Lompopaito, Nani, Langera31. Mahang Macaranga spp. Merkubung, Ma...
^tçâ Page 49Nielsen43. Sepat Berrya cordofolia Roxb. Waru gunung, Kalong44. SesendokEndospermum spp.; mis. E.diadenum (Miq...
^tçâ Page 5054. Tusam Pinus spp. Pinus, Damar batu, Uyam55. Utup Aromadendron sp. U t u p4.6.3. Kelompok Jenis Kayu Eboni/...
^tçâ Page 514. Cendana Santalum album L. Kayu kuning, Lemo daru5. DahuDracontomelon spp.; mis. D.dao Merr. & Rolfe, D.mang...
^tçâ Page 52Dans.17. Raja bunga Adenanthera spp Saga, Segawe, Klenderi18. Rengas Gluta spp.; Melanorrhoea spp. Ingas, Sulo...
^tçâ Page 5330. Trembesi Samanea saman Merr. Ki hujan31. Ulin Eusideroxylon zwageri T.et B. Kayu besi, bulian, kokon32. We...
^tçâ Page 546. APLIKASIKayu merupakan salah satu material yang penting dalam konstruksi maupun dekoratifdalam bangunan. De...
^tçâ Page 55Balok antar tiang (mm): 40 (60, 80); 60 (80, 120, 150); 80 (120, 150, 180), 100(120, 150).Balok langit (mm): 8...
^tçâ Page 561. Rangka AtapSalah satu aplikasi kayu dalam bangunan adalah dalam penggunaannya padarangka atap. Dalam konstr...
^tçâ Page 57Gambar 6.1 Ilustrasi Model Rangka KayuSumber : its.ac.id
^tçâ Page 58Gamabar 6.2 Ilustrasi Model Rangka Atap KayuSumber : its.ac.id
^tçâ Page 592. Penutup LantaiKayu juga dapat diaplikasikan sebagai penutup lantai pada bangunan atau yanglebih dikenal den...
^tçâ Page 60Gambar 6.3 Aplikasi Parkit pada BangunanSumber : google.com/imagesGambar 6. Mozaic ParquetSumber : google.com/...
^tçâ Page 613. Penutup AtapUmumnya bahan yang digunakan pada bangunan modern adalah genteng, namunkayu juga dapat diaplika...
^tçâ Page 62bantalan, balok lantai dan balok loteng penyusutan besar. Di bagian konstruksiyang tegak berupa tiang-tiang pe...
^tçâ Page 635. Pelapis DindingKayu juga dapat digunakan sebagai pelapis dinding. Kayu yang biasa digunakanuntuk pelapis di...
^tçâ Page 64Memunculkan Kesan Alami.Membuat Ruangan Menjadi hangat.Lebih leluasa dalam memilih motif yang sesuai dengan de...
^tçâ Page 65atau balok induk. Digunakan untuk memperkecil petak-petak lantaidisetiap ruangan. (biasanya mempunyai bentang ...
^tçâ Page 66Penggunaan bahan yang bersifat struktural umumnya meliputi kayu, baja, danbeton.Sedangkan penggunaan bahan pad...
^tçâ Page 67Gambar 7.1 Sistem konstruksi untuk struktur kayuSumber : Schodek, 1999b) RANGKA RINGAN.Sistem struktur joits r...
^tçâ Page 68momen diperlukan konstruksi khusus. Pada umumnya, lantai dianggap tidakmonolit dengan joists kecuali apabila d...
^tçâ Page 69umumnya dibatasi hanya sampai tiga atau empat lantai. Pembatasan ini tidakhanya karena alasan kapasitas pikul ...
^tçâ Page 70digunakan [lihat Gambar 7.1(e)]. Balok kayu berlapisan sekarang banyakdigunakan sebagai alternatif dari balok ...
^tçâ Page 71f) PLAT LIPAT DAN PANEL PELENGKUNGBanyak struktur plat lengkung atau plat datar yang umumnya berupa elemenberb...
^tçâ Page 72yang bentangnya 16 ft (4,9 m) harus mempunyai tinggi sekitar 16 ft/20 = 0,8ft (0,24 m).Kolom kayu pada umumnya...
^tçâ Page 73Gambar 7.3 Beragam produk pakuSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Dengan begitu tampilan paku dapat ...
^tçâ Page 74mengurangi pecah pada kayu, namun karena ujung tumpung tersebut merusakserat, maka kuat cabut paku pun akan be...
^tçâ Page 75f. Kuat lateral pakuPada batang struktur, pemasangan paku umumnya dimaksudkan untukmenerima beban beban tegak ...
^tçâ Page 76Tabel 7.2 Nilai K untuk Perhitungan Kuat Lateral Paku dan SekerupSumber : Forest Products Laboratory USDA, 199...
^tçâ Page 77a. Kuat Cabut SekerupKuat cabut sekerup yang dipasang tegak lurus terhadap arah serat(Gambar 8.13) dapat dihit...
^tçâ Page 78Gambar 7.5 Detail pemasangan sekerupSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999a. Kuat Cabut Sekerup Lag.Ku...
^tçâ Page 79K= Koefisien yang tergantung karakteristik jenis kayuC1= Faktor pengali akibat ketebalan batang apit tersambun...
^tçâ Page 80b = lebar kayua = panjang tampang tergeserP desak = � ijin b tDimana : � ijin = Kuat / tegangan ijin desak kay...
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Kayu _ Material dan Konstruksi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kayu _ Material dan Konstruksi

4,442

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,442
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
849
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kayu _ Material dan Konstruksi"

  1. 1. ^tçâ Page iDaftar IsiDaftar isi i1. Definisi 11.1 Bagian Kayu 11.2 Sifat-sifat Kayu 51.2.1 Sifat Fisik Kayu 61.2.2 Sifat Makanik Kayu 111.2.3 Sifat Kimia kayu 151.3 Komposisi Kimia Kayu 161.3.1 Zat-zat Makromolekul 161.3.2 Zat-zat Berat Molekul Rendah 191.4 Sifat Struktur 212. Bahan Baku 232.1 Jenis Pepohonan 232.2 Penebangan Pohon dan Pengolahan Kayu 242.3 Pengeringan Kayu 252.4 Pengawetan kayu 272.5 Cacat Kayu 272.6 Cara Membedakan Kayu Berdaun Lebar Dan Kayu Berdaun Jarum 292.7 Pengerutan dan Pengembangan Kayu 303. Fungsi 314. Jenis 364.1 Penggolongan Produk kayu di Pasaran 364.2 Klasifikasi Produk Kayu 374.3 Kelas Kuat Kayu 384.4 Kelas Awet Kayu 394.5 Beberapa Jenis Kayu Berdasarkan Kelompoknya 404.5.1 Kelompok Jenis Meranti/Kelompok Komersial Satu 41
  2. 2. ^tçâ Page ii4.5.2 Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/Kelompok Komersial Dua 454.5.3 Kelompok Jenis Kayu Eboni/Kelompok Indah Satu 504.5.4 Kelompok Jenis Kayu Indah/Kelompok Indah Dua 505. Kelebihan dan Kekurangan 535.1 Kelebihan Kayu 535.2 Kekurangan Kayu 536. Aplikasi 547. Konstruksi 667.1 Sistem Struktur dan Sambungan dalam Konstruksi Kayu 667.1.1 Alat Sambung Untuk Struktur Kayu 72a) Alat Sambung Paku 72b) Alat Sambung Sekerup 757.1.2 Konstruksi Sambungan Gigi 797.1.3 Konstruksi Sambungan Baut 757.1.4 Sambungan dengan cincin belah (Split Ring) dan plat geser 837.1.5 Sambungan dengan Plat Logam (Metal Plate Conector) 857.2 Aplikasi Struktur dan Konstruksi Kayu 867.2.1 Perhitungan Kekuatan Kayu 867.2.2 Analisis Struktur Kolom 867.2.3 Analisis Kolom Gabungan 887.2.4 Analisis Struktur Balok 897.2.5 Konstruksi Pondasi, Kaki Kolom, dan Kolom 897.2.6 Konstruksi Balok 917.2.7 Konstruksi Rangka Batang Kayu 957.2.8 Produk Penyambung Struktur Rangka Batang 967.2.9 Konstruksi Struktur Jembatan Kayu 997.2.10 Konstruksi Pelengkung Kayu 100Lampiran 1 Gambar Beberapa Jenis Serat Kayu 102Lampiran 2 Harga Kayu Beserta Bahan Jadinya 104
  3. 3. ^tçâ Page iiiDaftar Pustaka ix
  4. 4. ^tçâ Page 1KAYU1. DEFINISIKayu, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan kata itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah sangat sering sekali menjumpai bahkan menggunakan kayu dalambergbagai kebutuhan. Dan kayu sudah sangat dikenal oleh semua orang di dunia.Namun apa sih sebenarnya kayu itu? Kayu adalah bagian batang atau cabang sertaranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan).Menurut Dumanauw.J.F kayu ialah sesuatu bahan, yang diperoleh dari hasilpemungutan pohon-pohon di hutan, yang merupakan bagian dari pohon tersebut,setelah diperhitungkan bagian-bagian mana yang lebih banyak dimanfaatkan untuksesuatu tujuan penggunaan. Baik berbentuk kayu pertukangan, kayu industri maupunkayu bakar.1.1 Bagian KayuGambar 1.1 Penampang melintang kayu Gambar 1.2 Pola lapisan pada permukaan kayuSumber : Wikipedia.org Sumber : Wikipedia.org
  5. 5. ^tçâ Page 2Bagian-Bagian Kayu :1. Kulit kayu terdapat pada bagian terluar, yang terdiri dari :a) Kulit Dalam ( Phloem )/BastKulit dalam berada tepat dibalik kulit luar sebatang pohon, diluar lapisankambium, yang berfungsi menyampaikan makanan dari daun ke seluruhbagian kayu.b) Kulit Luar ( Cortex )/Outer BarkKulit luar merupakan pelindung bagi pohon yang sedang tumbuh, yangberfungsi mencegah penguapan dari lapisan kambium dan kayu gubal. Kulitkayu terdiri dari sel-sel berbentuk pembuluh-pembuluh dan mendapatkanmakanan dari kulit dalam.Apabila pohon tumbuh keluar, kulit luar akan pecah dan digantikan olehlebih banyak kulit luar yang disalurkan oleh kulit dalam. Adakalanya, denganterbentuknya kulit luar yang baru, kulit luar lama yang telah mati terlepasdari pohon.2. Kambium/CambiumLapisan kambium merupakan jaringan yang lapisannya tipis dan bening,mengelilingi kayu, ke arah luar membentuk kayu baru sebagai penggantikayu lama yang telah rusak dan ke arah dalam membentuk kayu baru.Kambium terletak diantara kulit dalam dan kayu gubal. Dengan adanyakambium ini maka pohon semakin lama bertambah besar.3. Kayua) Kayu Gubal ( Alburmum )Kayu Gubal merupakan bagian dari pohon yang melingkari kayu inti. Terdiridari sel-sel yang masih hidup. Sel-sel kayu gubal membawakan air dan
  6. 6. ^tçâ Page 3garam-garam mineral ke dahan yang selanjutnya menuju daun, untuk diubahsebagai sumber makanannya dan sekaligus berfungsi sebagi tempatmenyimpan makanan. Kayu gubal tidak begitu berharga sebagai kayupertukangan. Hal ini disebabkan karena adanya zat-zat tepung didalam sel-selnya yang dapat menyebabkan kayu tersebut mudah diserang seranggadan mudah lapuk. Tebal lapisan kayu gubal bervariasi menurut jenis pohonantara 2 cm sampai 10 cm dan relatif tetap sepanjang hidup pohon.b) Kayu TerasTerdiri dari sel-sel yang yang sudah tua atau mati. Kayu teras ini awalnyaadalah kayu gubal yang menua sehingga tidak bisa berfungsi sebagaipenyalur cairan atau zat hara dan sebagai penyimpanan hasil fotosintesis.Pada kayu teras dapat mengandung berbagai zat–zat ekstraksi yangmemberikan warna gelap.Hal ini berlaku untuk jenis-jenis kayu yang terasnya berisi tiloses. Padabeberapa jenis tertentu kayu teras banyak mengandung bahan-bahanekstraktif, yang memberikan keawetan pada kayu tersebut. Untuk keperluankonstruksi yang dimanfaatkan adalah kayu teras.4. Hati Kayu ( Medulla )/GalihHati kayu terletak dipusat lingkaran tahun. Pada mulanya, hati kayumerupakan pohon muda yang pertama kali dibentuk oleh kambium yangkemudian menjadi pusat dari pohon yang tumbuh selanjutnya, yangmerupakan komposisi lunak dari sel-sel yang sudah mati. Hati kayu bersifatrapuh atau lunak, sehingga tidak berguna sebagai kayu pertukangan.5. Lingkaran Tahun ( Annual Ring )Kondisi pertumbuhan suatu pohon ditentukan oleh lingkunan tumbuh yaituiklim. Pada daerah yang mempunyai perbedaan musim yang jelas pengaruhiklim terhadap pertumbuhan dapat terlihat adanya perbedaan antara kayu
  7. 7. ^tçâ Page 4yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir musim. Perbedaan inimenunjukkan zona-zona berupa lingkaran yang mengelilingi sumbu batang,bagian yang renggang berwarna terang dan yang lebih rapat berwarna gelapsecara bergiliran yang kedua-duanya terjadi pada periode satu tahun. Zona-zona yang berbentuk lingkaran ini yang disebut dengan lingkaran tahun.Pada musim kering, pertumbuhan diameter (membesar) terganggudisebabkan adanya pengguguran daun. Sehingga lingkaran tahun dapatterdiri lebih dari satu lingkaran tahun dalam satu musim yang sama. Hal inidisebut lingkaran semu. Lingkaran tahun ini dapat menunjukkan umur suatupohon pada tempat tertentu.6. Jari-Jari Kayu/RaysJari-jari kayu adalah jaringan kayu yang dibentuk dengan susunan sel secararadial yang berfungsi menyampaikan makanan dari kulit dalam kebagiandalam pohon. Jari-jari teras mempunyai ukuran yang berbeda-beda padapohon yang berlebihan. Sementara pada pohon oak, jari-jari pohonmenampakkan sebuah pola yang indah pada potongan kayu.Gambar 1.3 Bagian-Bagian KayuSumber : vano-architect.blogspot.com
  8. 8. ^tçâ Page 51.2 Sifat-sifat KayuKayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuaidengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiruoleh bahan-bahan lain. Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuanpemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat inipenting sekali dalam industri pengolahan kayu, sebab dari pengetahuan sifattersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaanyang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantianoleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secarakontinyu atau terlalu mahal.Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda. Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda. Darisekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifatyang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu :1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunandinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemiselulosa(karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).2. Semua kayu bersifat anisotropik yaitu sifat-sifatnya elastis tergantung dari arahgaya terhadap serat-serat dan lingkaran tahun. Tetapi untuk keperluan-keperluan praktis kayu dapat dianggap Ortotropis, yang artinya mempunyaitiga bidang simetri elastis yang saling tegak lurus, yaitu Longitudinal ( aksial ),Tangensial, dan Radial. Dimana sumbu Longitudinal ( aksial ) adalah sejajarserat-serat, sumbu Tangensial adalah garis singgung cincin-cincin pertumbuhan,dan sumbu Radial adalah tegak lurus pada cincin-cincin pertumbuhan.Perubahan dimensi kayu akibat pengeringan dari perubahan suhu, kelembaban,pembebanan mekanis juga menunjukkan sifat kayu anisotropis.
  9. 9. ^tçâ Page 6Gambar 1.4 Bentuk Gambar Arah Tangensial, Radial dan Longitudinal( Sumber : Awaluddin, ali. 2005. Konstruksi Kayu.. KTSM UGM : Yogyakarta )3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap ataumelepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dansuhu udara disekelilingnya.4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutamadalam keadaan kering.1.2.1 Sifat Fisik Kayu1. Berat JenisBerat jenis kayu biasanya berbanding lurus dengan kekuatan daripada kayuatau sifat-sifat mekanisnya. Makin tinggi berat jenis suatu kayu makamakin tinggi pula kekuatannya.Mengingat kayu terbentuk dari sel-sel yang memiliki bermacam-macamtipe, memungkinkan terjadinya suatu penyimpangan tertentu. Padaperhitungan berat jenis kayu semestinya berpangkal pada keadaan keringudara, yaitu sekering-keringnya tanpa pengeringan buatan .
  10. 10. ^tçâ Page 7Berat jenis didefenisikan sebagai angka berat dari satuan volume suatumaterial. Berat jenis diperoleh dengan membagikan berat kepada volumebenda tersebut.Berat jenis juga didefenisikan berat jenis relatif benda tersebut terhadapberat jenis standard, dalam hal ini berat jenis air dalam gr / cm3. Air dipakaisebagai bahan standard karena berat 1 cm3adalah 1 gr. Dapatlahdikatakan bahwa berat jenis suatu benda adalah berat benda tersebutrelatif terhadap berat jenis standard yaitu air.2. KeawetanKeawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsurperusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayutersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang merupakanunsur racun bagi perusak kayu. Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saatkayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayuteras lebih awet dari kayu gubal.3. WarnaWarna kayu bermacam-macam seperti kuning, coklat muda, coklat tua,kehitam-hitaman, kemerahan dan lain-lain. Kadang kala warna kayu dapatdengan mudah mengidentifikasi jenis kayu tersebut. Pada pengenalankayu, warna kayu yang dipakai adalah warna kayu terasnya. Warna kayudapat berbeda karena dipengaruhi zat ekstraktif yang dikandung kayu dandipengaruhi oleh fakor – factor seperti tempat di dalam pohon, umurpohon dan kelembaban.4. TeksturTekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Berdasarkan teksturnya, kayudigolongkan kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu
  11. 11. ^tçâ Page 8bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar(contoh: kempas, meranti dll).5. Arah SeratArah serat dapat ditentukan oleh alur-alur yang tedapat pada permukaankayu. Jika alurnya sejajar sumbu batang maka kayu berserat lurus. Jikaserat agak menyimpang sumbu batang dikatakan serat mencong. Seratmencong dibagi lagi menjadi serat berpadu, serat berombak, serat berpilindan serat diagonal.Serat dikatakan berpadu jika arah serat menyimpang berselang selingkekiri dan kekanan secara bergantian terhadap sumbu batang. Seratberombak, arah seratnya menggambarkan permukaan yang berbentukombak. Serat berpilin jika arah seratnya membuat gambaran terpilinseolah-olah batang kayu mengelilingi sumbu. Serat diagonal yaitu seratyamg dapat pada potongan kayu atau papan yang digergaji sedmikian rupasehingga tepinya tidak sejajar arah sumbu tetapi memebentuk sudutdengan sumbu.6. Kesan RabaKesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaankayu (kasar, halus, licin, dingin, berminyak dll). Kesan raba tiap jenis kayuberbeda-beda tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktifdalam kayu.7. Bau dan RasaBau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udaraterbuka. Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untukmenyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yangumum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat penyamak (jati), baukamper (kapur) dsb.
  12. 12. ^tçâ Page 98. Nilai DekoratifNilai dekoratif tergantung dari warna kayunya, pola dan arah serat kayukilap kayunya serta sifat kayunya terhadap zat pemutih, pengisi, politurdan sebagainya. Kayu yang memiliki dekoratif tinggi biasanya di utamakanuntuk membuat perabot rumah tangga daripada untuk keperluanarsitektur. Kayu yang memiliki nilai dekoratif antara lain Oak, Jati, Rengasdan Ebony.9. Kadar air ( kadar lengas ) kayuKayu sebagai bahan bangunan dapat mengikat air dan juga dapatmelepaskan air yang dikandungnya. Keadaan seperti ini tergantung padakelembaban suhu udara disekelilingnya dimana kayu itu berada.Kayu mempunyai sifat peka terhadap kelembaban. Karena pengaruh kadarairnya menyebabkan mengembang dan menyusutnya kayu sertamempengaruhi pula sifat-sifat fisik dan mekanis kayu. Kadar air sangatbesar pengaruhnya terhadap kekuatan kayu, terutama daya pikulnyaterhadap tegangan desak sejajar arah serat dan juga tegak lurus arah seratkayu.Sel-sel kayu mengandung air, yang sebagian merupakan bebas yangmengisi dinding sel. Apabila kayu mengering, air bebas keluar dahulu dansaat air bebas itu habis keadaannya disebut titik jenuh serat ( FiberSaturation Point ). Kadar air pada saat itu kira-kira 25 % - 30 %. Apabilakayu mengering dibawah titik jenuh serat, dinding sel menjadi semakinpadat sehingga mengakibatkan serat-seratnya menjadi kokoh dan kuat.Maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa turunnya kadar airmengakibatkan bertambahnya kekuatan kayu.Pada umumnya kayu-kayu di Indonesia yang kering udara mempunyaikadar air ( kadar lengas ) antara 12 % - 18 % , atau rata-rata adalah 15 % .
  13. 13. ^tçâ Page 1010. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :a. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan eratdengan elastisitas kayu.b. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombangsuara. Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayubanyak dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang, gitar,biola dll).11. Daya Hantar PanasSifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untukmembuat barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumberpanas.12. Daya Hantar ListrikPada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliranlistrik. Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu. Pada kadarair 0 %, kayu akan menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali, sebaliknyaapabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah), maka dayahantarnya bisa dikatakan sama dengan daya hantar air.13. KekerasanTerdapat hubungan langsung antara kekerasan kayu dengan berat kayu.Kayu-kayu yang keras termasuk kayu-kayu yang berat dan kayu yang lunaktermasuk kayu yang ringan. Cara menetapkan kekerasan kayu denganmemotog kayu arah melintang. Kayu yang keras akan sulit dipotongdengan pisau dan hasilnya akan memberikan kilauan pada kayu sedangkankayu yang lunak akan mudah rusak jika dipotong melintang.
  14. 14. ^tçâ Page 111.2.2 Sifat Mekanik Kayu1. Keteguhan TarikKeteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yangberusaha menarik kayu. Kekuatan tarik pada kayu adalah pada sejajarserat. Gaya tarik ini berusaha melepas ikatan antara serat-serat kayutersebut. Sebagai akibat dari gaya tarik (P), maka timbullah di dalam kayutegangan-tegangan tarik, yang harus berjumlah sama dengan gaya-gayaluar P. Bila gaya tarik ini membesar sedemikian rupa, serat-serat kayuterlepas dan terjadilah patahan. Dalam suatu konstruksi bangunan, hal initidak boleh terjadi untuk menjaga keamanan. Tegangan tarik yang masihdiizinkan dimana tidak timbul suatu perubahan atau bahaya pada kayu,disebut tegangan tarik yang diizinkan dengan notasi : -σ tr // ( kg / cm2).Misalnya, untuk kayu dengan mutu E24 tegangan tarik yang diizinkandalam arah serat adalah 560 kg / cm2 (-σ tr // = ± 560 kg / cm2).Gambar 1.5 Batang Kayu Menerima Gaya tarik Sejajar SeratSumber : scribd.com2. Keteguhan tekan/KompresiKeteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan atau daya tahan kayuterhadap gaya-gaya tekan yang bekerja sejajar atau tegak lurus serat kayu.Gaya tekan yang bekerja sejajar serat kayu akan menimbulkan bahayatekuk pada kayu tersebut.Serat KayuPP
  15. 15. ^tçâ Page 12Sedangkan gaya tekan yang bekerja tegak lurus arah serat akanmenimbulkan retak pada kayu.Batang-batang yang panjang dan tipis seperti papan, bahaya kerusakankarena menerima gaya tekan sejajar serat adalah lebih besar, jikadibandingkan dengan gaya tekan tegak lurus serat kayu. Sebagai akibatadanya gaya tekan ini akan menimbulkan tegangan tekan pada kayu.Tegangan tekan yang terbesar dimana tidak menimbulkan adanya bahayadisebut tegangan tekan yang diizinkan, dengan notasi −σ tr ┴ ( kg / cm2).Gambar 1.6 a) Batang kayu menerima gaya tegak lurus sejajar serat. b) Batangkayu menerima gaya tekan sejajar serat.Sumber : scribd.comBahaya TekukSerat KayuabPPP P
  16. 16. ^tçâ Page 133. Keteguhan GeserKeteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yangmembuat suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain didekatnya. Terdapat 3 (tiga) macam keteguhan yaitu :a. Keteguhan geser sejajar arah seratb. Keteguhan geser tegak lurus arah serat danc. Keteguhan geser miringKeteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhangeser sejajar arah serat. Tegangan geser terbesar yang tidak akanmenimbulkan bahaya pada pergeseran serat kayu disebut tegangan geseryang diizinkan , dengan notasi −τ ( kg / cm2).Gambar 1.7 Batang kayu yang menerima gaya geser tegak lurus arah seratSumber : scribd.com4. Keteguhan lengkung (lentur)Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gayayang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban matimaupun hidup selain beban pukulan. Terdapat 2 (dua) macam keteguhanyaitu :a. Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yangmengenainya secara perlahan-lahan.Gaya GeserPP
  17. 17. ^tçâ Page 14b. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yangmengenainya secara mendadak.5. KekakuanKekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentukatau lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.6. KeuletanKeuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yangrelatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-teganganyang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional sertamengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakansebagian.7. KekerasanKekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuattakik atau lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan,kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan terhadappengausan kayu.8. Keteguhan BelahKeteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yangberusaha membelah kayu. Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baikdalam pembuatan sirap dan kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yangtinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada umumnyakayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arahtangensial.
  18. 18. ^tçâ Page 15Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat kekuatan kayu atau sifatmekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2. Faktor-faktor yang mempengaruhi sifatmekanik kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok :a. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan,pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusakkayu.b. Faktor dalam kayu (internal): berat jenis, cacat mata kayu, serat miringdsb.1.2.3 Sifat Kimia kayuSusunan kimia kayu digunakan sebagai pengenal ketahanan kayu terhadapserangan makhluk perusak kayu. Selain itu dapat pula menentukanpengerjaan dan pengolahan kayu, sehingga didapat hasil yang maksimal.Pada umumnya komponen kimia kayu daun lebar dan kayu daun jarumterdiri dari 3 unsur :Unsur karbohidrat terdiri dari selulosa dan hemiselulosa.Unsur non-karbohidrat terdiri dari lignin.Unsur yang diendapkan dalam kayu selama proses pertumbuhandinamakan zat ekstraktif. (Dumanauw.J.F, 1993)Tabel 1.1 Komposisi unsur kayuUnsur % berat keringKarbonHidrogenOksigenNitrogenAbu49644Sedikit0,1(Haygreen.J.G, 1987)
  19. 19. ^tçâ Page 161.3 Komposisi Kimia Kayu1.3.1 Zat – zat makromolekulSel kayu terutama terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Dimanaselulosa membentuk kerangka yang dikelilingi oleh senyawa-senyawa lainyang berfungsi sebagai matriks (hemiselulosa) dan bahan-bahan yangmelapisi (lignin). Sepanjang menyangkut komponen kimia kayu, makaperlu dibedakan antara komponen-komponen makromolekul utamadinding sel selulosa, poliosa (hemiselulosa) dan lignin, yang terdapat padasemua kayu, dan komponen-komponen minor dengan berat molekul kecil(ekstraktif dan zat-zat mineral). Perbandingan dan komposisi kimia lignindan poliosa berbeda pada kayu lunak dan kayu keras, sedangkan selulosamerupakan komponen yang seragam pada semua kayu. (Sjostrom.E, 1993)Gambar 1.4 Bagan umum komponen kayu(Fengel.D, 1995)Unsur-unsur penyusun kayu tergabung dalam sejumlah senyawa organik:selulosa, hemiselulosa dan lignin. Proporsi lignin dan hemiselulosa sangatbervariasi di antara spesies-spesies kayu, dan juga antara kayu keras dankayu lunak.KayuSenyawa berat molekul kecilPolisakaridaBahan organik Bahan anorganik ligninSenyawa makromolekulEktraktif Abu Selulosa Poliosa
  20. 20. ^tçâ Page 17Tabel 1.2 Komponen kimia menurut golongan kayuTipe% Berat KeringSelulosa Hemiselulosa LigninKayu Keras 40-44 15-35 18-25Kayu Lunak 40-44 20-32 25-35Sumber : Kollmann dan Cote (1968) (Haygreen.J.G, 1987)1) SelulosaJelas bahwa pemanfaatan selulosa secara tradisional yang terpenting,yang merupakan setengah dari zat penyusun kayu, adalah sebagaibahan baku untuk produksi kertas. Dalam berbagai bentuk pulp,selulosa mewakili bahan baku untuk produksi berbagai tipe kertas dankarton, dan juga menghasilkan produk-produk selulosa yangdimodifikasi. (Hohnholz.J.H, 1988)Selulosa merupakan komponen kayu yang terbesar, yang dalam kayulunak dan kayu keras jumlahnya mencapai hampir setengahnya.Selulosa merupakan polimer linear dengan berat molekul tinggi yangtersusun seluruhnya atas β-D-glukosa. Karena sifat-sifat kimia danfisiknya maupun struktur supramolekulnya maka ia dapat memnuhifungsinya sebagai komponen struktur utama dinding sel tumbuhan.(Fengel.D, 1995)Bahan dasar selulosa ialah glukosa, dengan rumus C6H12O6. Molekul-molekul glukosa disambung menjadi molekul-molekul besar, panjangdan berbetuk rantai dalam susunan menjadi selulosa. Selulosamerupakan bahan dasar yang penting bagi industri-industr yangmemakai selulosa sebagai bahan baku, misalnya : pabrik kertas, pabriksutera tiruan dan lain sebagainya. (Dumanauw.J.F, 1993)2. Poliosa (Hemiselulosa)Persentase dalam kayu lembek lunak (softwood) rata-rata lebih rendah(15-25%). Di samping itu, strukturnya dibedakan dalam dua tipe kayu.
  21. 21. ^tçâ Page 18Dalam kayu keras dan tanaman tahunan yang dominan adalah jenispentose (terutama xilan), sedangkan dalam hemiselulosa kayu lunakyang dominan adalah jenis hexosa mudah diisolasi dari kayu dan lebihmudah dihidrolisis dibandingkan tanaman yang kadang-kadang terikatrapat oleh selulosa. Dalam pulp kertas atau dalam kertas, hemiselulosaberperanan sebagai perekat alam dan memperkuat ikatan antara seratke serat. (Hohnholz.J.H, 1988)Beberapa polisakarida kayu secara ekstensif dapat larut di dalam air.Jenis pohon tropis tertentu membentuk suatu getah secara spontan,yang dikeluarkan berupa cairan kental pada bagian yang diberiluka/goresan dan setelah pengeringan getah tersebut akan mengeras,getah-getah yang mengeras tersebut yang berbentuk kecil-kecil kayaakan polisakarida. Sebagai contoh dari getah ini adalah getah arabic,yang terdiri dari polisakarida yang dapat larut dalam air. (Sjostrom.E,1993)Jumlah hemiselulosa dari berat kering kayu biasanya antara 20 dan30%. Komposisi dan struktur hemiselulosa dalam kayu lunak secarakhas berdeda dari kayu keras. Perbedaan-perbedaan yang besar jugaterdapat dalam kandungan dan komposisi hemiselulosa antara batang,cabang, akar dan kulit kayu. Seperti halnya selulosa kebanyakanhemiselulosa berfungsi sebagai bahan pendukung dalam diding sel.(Sjostrom.E, 1995)3. LigninLignin adalah komponen makromolekuler dinding sel ketiga. Lignintersusun dari satuan-satuan fenilpropan yang satu sama lain dikelilingiberbagai jenis zat pengikat. Persentase rata-ratanya dalam kayu lunakadalah antara 25-35% dan dalam kayu keras antara 20-30%. Perbedaanstruktural yang terpenting dari lignin kayu lunak dan lignin kayu keras,adalah bahwa lignin kayu keras mempunyai kandungan metoxil (-OCH3) yang lebih tinggi. (Hohnholz.J.H, 1988)
  22. 22. ^tçâ Page 19Lignin adalah suatu polimer yang kompleks dengan berat molekultinggi, tersusun atas unit-unit fenilpropan. Meskipun tersusun ataskarbon, hydrogen dan oksigen, lignin bukanlah suatu karbohidrat danbahkan tidak ada hubungannya dengan golongan senyawa tersebut.Sebaliknya, lignin pada dasarnya adalah suatu fenol. Lignin sangatstabil dan sukar dipisahkan dan mempunyai bentuk yang bermacam-macam karenanya susunan lignin yang pasti didalam kayu tetap tidakmenentu.Lignin terdapat di antara sel-sel dan di dalam dinding sel. Di antara sel-sel, lignin berfungsi sebagai perekat untuk mengikat sel-sel bersama-sama. Dalam dinding sel, lignin sangat erat hubungannya denganselulosa dan berfungsi untuk memberikan ketegaran pada sel. Ligninjuga berpengaruh dalam mempertinggi sifat racun kayu yang membuatkayu tahan terhadap serangan cendawan dan serangga.Gambar 1.5 Bentuk umum lignin(Haygreen.J.G, 1987)1.3.2 Zat – zat Berat Molekul RendahDi samping komponen-komponen dinding sel, terdapat jugasejumlah zat-zat yang disebut bahan tambahan atau ekstraktif kayu.Meskipun komponen-komponen tersebut hanya memberikan sahambeberapa persen pada massa kayu, komponen tersebut dapat
  23. 23. ^tçâ Page 20memberikan pengaruh yang besar pada sifat-sifat dan kualitaspengolahan kayu. Beberapa komponen, seperti ion-ion logamtertentu, bahkan sangat penting untuk kehidupan pohon.Zat-zat berat molekul rendah berasal dari golongan senyawa kimiayang sangat berbeda hingga sukar untuk membuat sistem klasifikasiyang jelas tetapi komprehensif. Klasifikasi yang mudah dapat dibuatdengan membaginya ke dalam zat organic dan anorganik. Bahanorganik lazim disebut dengan ekstraktif, sedangkan bahan anorganikdisebut dengan abu. (Fengel.D, 1995)1) Zat EkstraktifZat ekstraktif umumnya adalah zat yang mudah larut dalam pelarutseperti : eter, alkohol, bensin dan air. Banyaknya rata-rata 3 – 8%dari berat kayu kering tanur. Termasuk di dalamnya minyak-minyakan, resin, lilin, lemak, tannin, gula, pati, dan zat warna. Zatekstraktif memiliki arti yang penting dalam kayu karena :− dapat mempengaruhi sifat keawetan, warna, bau, dan rasa suatujenis kayu− dapat digunakan untuk mengenal suatu jenis kayu. (Dumanauw.J. F, 1993)Kandungan dan komposisi ekstraktif berubah-ubah di antara spesieskayu. Tetapi juga terdapat variasi yang tergantung pada tapakgeografi dan musim. Pada sisi lain, komposisi ekstraktif dapatdigunakan untuk determinasi kayu-kayu tertentu yang sukardibedakan secara anatomi. Komposisi ekstraktif dapat berubahselama pengeringan kayu, terutama senyawa-senyawa tak jenuh,lemak dan asam lemak terdegradasi. Fakta ini penting untukproduksi pulp karena ekstraktif tertentu dalam kayu segar mungkinmenyebabkan noda kuning (gangguan getah) atau penguninganpulp. Ekstraktif dapat juga mempengaruhi kekuatan pulp, perekatan
  24. 24. ^tçâ Page 21dan pengerjaan akhir kayu maupun sifat-sifat pengeringan.(Fengel.D, 1995)2) AbuDi samping persenyawaan-persenyawaan organik, di dalam kayumasih ada beberapa zat organik, yang disebut bagian-bagian abu(mineral pembentuk abu yang tertinggal setelah lignin dan selulosahabis terbakar). Kadar zat ini bervariasi antara 0,2 – 1% dari beratkayu. (Dumanauw.J.F, 1993)Kayu hanya mengandung komponen-komponen anorganik denganjumlah yang agak rendah, diukur sebagai abu yang jarang melebihi1% dari berat kayu kering. Namun kandungan abu dalam tugi, daun,dan kulit dapat jauh lebih tinggi. Abu ini asalnya terutama dariberbagai garam yang diendapkan dalam dinding-dinding sel danlumen. Endapan yang khas adalah berbagai garam-garam logam,seperti karbonat, silikat, oksalat, dan fosfat. Komponen logam yangpaling banyak jumlahnya adalah kalsium diikuti kalium danmagnesium. (Sjostrom.E, 1995)1.4 Sifat StrukturSifat struktur/mikroskopis adalah sifat yang dapat kita ketahui denganmempergunakan alat bantu, yaitu kaca pembesar (loupe) dengan pembesaran 10kali. Sifat struktur yang diamati adalah :a. Pori (vessel) adalah sel yang berbentuk pembuluh dengan arah longitudinal.Dengan mempergunakan loupe, pada bidang lintang, pori terlihat sebagailubang-lubang beraturan maupun tidak, ukuran kecil maupun besar. Poridapat dibedakan berdasarkan penyebaran, susunan, isi, ukuran, jumlah danbidang perforasi).b. Parenkim (Parenchyma) adalah sel yang berdinding tipis dengan bentuk batubata dengan arah longitudinal. Dengan mempergunakan loupe, pada bidanglintang, parenkim (jaringan parenkim) terlihat mempunyai warna yang lebih
  25. 25. ^tçâ Page 22cerah dibanding dengan warna sel sekelilingnya. Parenkim dapat dibedakanberdasarkan atas hubungannya dengan pori, yaitu parenkim paratrakeal(berhubungan dengan pori) dan apotrakeral (tidak berhubungan dengan pori).c. Jari-jari (Rays) adalah parenkim dengan arah horizontal. Denganmempergunakan loupe, pada bidang lintang, jari-jari terlihat seperti garis-garisyang sejajar dengan warna yang lebih cerah dibanding warna sekelilingnya.Jari-jari dapat dibedakan berdasarkan ukuran lebarnya dan keseragamanukurannya.d. Saluran interseluler adalah saluran yang berada di antara sel-sel kayu yangberfungsi sebagai saluran khusus. Saluran interseluler ini tidak selalu ada padasetiap jenis kayu, tetapi hanya terdapat pada jenis-jenis tertentu, misalnyabeberapa jenis kayu dalam famili Dipterocarpaceae, antara lain meranti(Shorea spp), kapur (Dryobalanops spp), keruing (Dipterocarpus spp), mersawa(Anisoptera spp), dan sebagainya. Berdasarkan arahnya, saluran interselulerdibedakan atas saluran interseluler aksial (arah longitudinal) dan saluraninterseluler radial (arah sejajar jari-jari). Pada bidang lintang, denganmempergunakan loupe, pada umumnya saluran interseluler aksial terlihatsebagai lubang-lubang yang terletak diantara sel-sel kayu dengan ukuran yangjauh lebih kecil.e. Saluran getah adalah saluran yang berada dalam batang kayu, dan bentuknyaseperti lensa. Saluran getah ini tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu,tapi hanya terdapat pada kayu-kayu tertentu, misalnya jelutung (Dyera spp.)f. Tanda kerinyut adalah penampilan ujung jari-jari yang bertingkat-tingkat danbiasanya terlihat pada bidang tangensial. Tanda kerinyut juga tidak selaludijumpai pada setiap jenis kayu, tapi hanya pada jenis-jenis tertentu sepertikempas (Koompasia malaccensis) dan sonokembang (Pterocarpus indicus).g. Gelam tersisip atau kulit tersisip adalah kulit yang berada di antara kayu, yangterbentuk sebagai akibat kesalahan kambium dalam membentuk kulit. Gelamtersisip juga tidak selalu ada pada setiap jenis kayu. Jenis-jenis kayu yang
  26. 26. ^tçâ Page 23sering memiliki gelam tersisip adalah karas (Aquilaria spp), jati (Tectonagrandis) dan api-api (Avicennia spp).2. BAHAN BAKUKayu berasal dari pepohonan yang sudah cukup umur untuk dipotong atau ditebang.Setiap jenis pohon menghasilkan jenis kayu yang berbeda.2.1 Jenis PepohonanPepohonan dapat dibagi menjadi beberapa golongan-golongan sebagai berikut :1) Golongan pohon berdaun jarum. Golongan ini tumbuh di daerah berhawadingin. Meskipun pada musim dingin daunya tidak gugur. Tumbuhnya cepatdan lurus. Kayunya rata-rata tidak keras. Gelang tahunnya terlihat jelas, karenaendapan damar yang terbentuk pada musim gugur. Jenis yang banyakmengandung damar lebih awet dan kayunya sulit di-cat.2) Golongan pepohonan yang berdaun lebar. Golongan ini tumbuh di daerahtropik dan sub-tropik. Tumbuhnya lambat, batangnya benjol-benjol dan rata-rata kayunya keras. Banyak diantaranya yang pori-porinya terlihat jelas, biladiketam memanjang. Ada 90 jenis pohon yang sudah diketahui dapatdigunakan sebagai bahan bangunan.3) Golongan pohon palm. Tumbuhnya di daerah tropic dan berhawa panas. Didaerah pegunungan yang tingginya 600 m di atas permukaan laut, sudah tidakmau tumbuh.tidak terdapat perdangan khusus sebagai bahan bangunan.4) Golongan rumput yang batang-batangnya dapat digunakan oleh manusiasebagai bahan bangunan adalah dari family bamboo, yang dapat jugadikatakan golongan rumput raksasa.
  27. 27. ^tçâ Page 24Gambar 2.1 Pohon jenis palm Gambar 2.2 Pohon berdaun jarumSumber : inamardiahhaq.blogspot.com Sumber : riyan92-iyan.blogspot.comGambar 2.3 Pohon berdaun lebar Gambar 2.4 BambuSumber : andimanwno.wordpress.com Sumber : mataairyangsegar.blogspot.com2.2 Penebangan Pohon dan Pengolahan KayuPenebangan pohon yang dilakukan, bila pohon telah cukup umurnya, sehinggamutu kayu cukup baik.Penebangan pohon sekarang dilakukan dengan gergaji rantai yang digerakkandengan motor. Setelah dipotong-potong pada panjang yang tertentu ( 4 m atau 8m ) diangkat ke tempat pengrajin untuk dijadikan papan dan dimasukkan ke dalamlos-los terbuka untuk dikeringkan. Cara pengrajin langsung menjadikan papan
  28. 28. ^tçâ Page 25dengan ukuran perdagangan dimaksudkan untuk menghindari timbulnya retak-retak pada kayu karena penyusutan. Tanpa mempehitungkan susut tersebut, hasilgegajian akan menghasilkan bentuk kurang berkualitas.Sebelum digergaji menjadi papan-papan sebaiknya batang-batang pohondirendam dulu dalam air yang mengalir, sehingga getah-getah dalam pohon larutdalam air dan membunuh serangga yang ada dalam kayu. Lamanya perendamansebaiknya setahun lebih.Untuk menghasilkan produk kayu gergajian yang baik dan efisienterdapatteknologi gergajian yang harus diketahui dalam kaitannya dengan penyusutankayu pada saat pengeringan. Terdapat tiga metode penggergajian, lurus (plainsawing), perempat bagian (quarter sawing) dan penggergajian tipikal (typicalsawing).Gambar 2.5 Metoda penggergajian kayu dan profil serat yang dihasilkanSumber : Forest Products Laboratory USDA, 19992.3 Pengeringan KayuKayu baru tebang memiliki kadar air yang tinggi, 200% - 300%. Setelah ditebangkandungan air tersebut berangsur berkurang karena menguap. Mulanya air bebasatau air di luar serat (free water) yang menguap. Penguapan ini masih menyisakan
  29. 29. ^tçâ Page 2625% - 35% kandungan air. Selanjutnya penguapan air dalam serat (bound water).Kayu dapat di keringkan melalui udara alam bebas selama beberapa bulan ataudengan menggunakan dapur pengering (kiln). Kayu dapat dikeringkan ke kadarsesuai permintaan. Kadar air kayu untuk kuda - kuda biasanya harus kurang dariatau sama dengan 19 persen. Kadang diminta kadar air kayu hingga 15% (MC 15).Namun karena kayu bersifat higroskopis, pengaruh kelembaban udara sekitarkayu akan mempengaruhi kadar air kayu yang akan mempengaruhi kembangsusut kayu dan kekuatannya.Gambar 2.6 Tampang melintang kayu dan arah penyusutan kayuSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Gambar 2.7 Penyusunan kayu saaat proses pengeringanSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999
  30. 30. ^tçâ Page 272.4 Pengawetan KayuProses ideal olah produk kayu selanjutnya adalah pengawetan. Pengawetan dapatdilakukan dengan cara merendam atau mencuci dengan maksud membersihkanzat makanan dalam kayu agar tidak diserang hama. Sedangkan cara lain adalahdengan pemberian bahan kimia melalui perendaman dan cara coating ataupengecatan.2.5 Cacat KayuPada sebuah batang kayu, terdapat ketidak teraturan struktur serat yangdisebabkan karakter tumbuh kayu atau kesalahan proses produksi. Ketidakteraturan atau cacat yang umum adalah mata kayu, yang merupakan sambungancabang pada batang utama kayu. Mata kayu ini kadang berbentuk lubang karenacabang tersambung busuk atau lapuk atau diserang hama atau serangga. Cacat inisudah tentu mengurangi kekuatan kayu dalam menerima beban konstruksi.Secara umum cacat fisik kayu berupa :1. Mata kayu, kayu dikatakan kasar apabila mengandung mata kayu. Mata kayuini tidak samam sifatnya dengan kayu-kayu di sekelilingnya. Kadang-kadangkeras sekali kadang-kadang lunak, selalu mengadakan perubahan arah serat.2. Cacat retak-retak, cacat retak-retak ini terdapat di dekat hati, retak lingkarantahun dan retak angin.3. Hati yang busuk, cacat ini sukar dilihat sebelum pohon ditebang. Biasanyaterdapat pada pohon yang sudah tua dan besar batangnya4. Cacat lapuk, kayu yang masih muda bilamana ditumpuk terlalu lama dan belumdikuliti cepat menjadi cacat lapuk. Kelapukan ini dipengaruhi oleh susunanpenumpukan dan kelembaban udara.
  31. 31. ^tçâ Page 28Gambar 2.8 Cacat kayu : (a) mata kayu; (b) lapuk; (c) wane / tepian batang bulat; (d)retakSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Cacat akibat proses produksi umumnya disebabkan oleh kesalahan penggergajiandan proses pengeringan penyusutan. Cacat ini dapat berupa retak, crooking,bowing, twisting (baling), cupping dan wane (tepian batang bulat) karenapenggergajian yang terlalu dekat dengan lingkaran luar kayu.Gambar 2.9 Cacat produk kayu gergajian yang sering terjadiSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999
  32. 32. ^tçâ Page 29Tabel 2. 1 Cacat Maksimum Untuk Setiap Kelas Mutu KayuMacam Cacat Kelas Mutu A Kelas Mutu B Kelas Mutu CMata Kayu :a) Terletak di muka lebar 1/6 lebar kayu 1/4 lebar kayu 1/2 lebar kayub) Terletak di muka sempit 1/8 lebar kayu 1/6 lebar kayu 1/4 lebar kayuRetak 1/5 lebar kayu 1/6 lebar kayu 1/2 lebar kayuPingul 1/10 lebar kayu 1/6 lebat kayu 1/4 lebar kayuArah serat 1:13 1:9 1:6Saluran dammar 1/5 lebar kayu 2/5 lebar kayu 1/2 lebar kayuGubal Diperkenankan Diperkenankan DiperkenankanLubang serangga Diperkenankan asalterpencar dan ukurandibatasi dan tidak adatanda-tanda seranggahidupDiperkenankan asalterpencar dan ukurandibatasi dan tidak adatanda-tanda seranggahidupDiperkenankan asalterpencar dan ukurandibatasi dan tidak adatanda-tanda seranggahidupCacat lain (lapuk, hatirapuh, retak melintang)Tidak diperkenankan Tidak diperkenankan Tidak diperkenankan2.6 Cara Membedakan Kayu Berdaun Lebar Dan Kayu Berdaun JarumTerdapat perbedaan yang mendasar antara sifat struktur kayu daun lebar dan sifatstruktur kayu daun jarum. Kayu-kayu daun jarum tidak mempunyai pori-pori kayuseperti halnya kayu-kayu daun lebar.Untuk menentukan jenis sepotong kayu, kegiatan pertama yang harus dilakukanadalah memeriksa kayu tersebut dengan memeriksa sifat kasarnya. Apabiladengan cara tersebut belum dapat ditetapkan jenis kayunya, maka terhadap kayutersebut dilakukan pemeriksaan sifat strukturnya dengan mempergunakan loupe.Untuk memudahkan dalam menentukan suatu jenis kayu, kita dapatmempergunakan kunci pengenalan jenis kayu. Kunci pengenalan jenis kayu padadasarnya merupakan suatu kumpulan keterangan tentang sifat-sifat kayu yangtelah dikenal, baik sifat struktur maupun sifat kasarnya. Sifat-sifat tersebutkemudian didokumentasikan dalam bentuk kartu (sistim kartu) atau dalam bentukpercabangan dua (sistem dikotom).
  33. 33. ^tçâ Page 30Pada sistem kartu, dibuat kartu dengan ukuran tertentu (misalnya ukuran kartupos). Disekeliling kartu tersebut dicantunkan keterangan sifat-sifat kayu, dan padabagian tengahnya tertera nama jenis kayu. Sebagai contoh, kayu yang akanditentukan jenisnya, diperiksa sifat-sifatnya. Berdasarkan sifat-sifati tersebut, sifatkayu yang tertulis pada kartu ditusuk dengan sebatang kawat dan digoyangsampai ada kartu yang jatuh. Apabila kartu yang jatuh lebih dari satu kartu,dengan cara yang sama kartu-kartu itu kemudian ditusuk pada sifat lain sesuaidengan hasil pemeriksaan sampai akhirnya tersisa satu kartu. Sebagai hasilnya,nama jenis yang tertera pada kartu terakhir tersebut merupakan nama jenis kayuyang diidentifikasi.Dikotom berarti percabangan, pembagian atau pengelompokan dua-dua atasdasar persamaan sifat-sifat kayu yang diamati. Kayu yang akan ditentukanjenisnya diperiksa sifat-sifatnya, dan kemudian dengan mempergunakan kuncidikotom, dilakukan penelusuran sesuai dengan sifat yang diamati sampaidiperolehnya nama jenis kayu yang dimaksud.Kunci cara pengenalan jenis kayu di atas, baik sistem kartu maupun dengan sistemdikotom, keduanya mempunyai kelemahan. Kesulitan tersebut adalah apabilakayu yang akan ditentukan jenisnya tidak termasuk ke dalam koleksi. Walaupunsistem kartu ataupun sistem dikotom digunakan untuk menetapkan jenis kayu,keduanya tidak akan dapat membantu mendapatkan nama jenis kayu yangdimaksud. Dengan demikian, semakin banyak koleksi kayu yang dimiliki disertaidengan pengumpulan mengumpulkan sifat-sifatnya ke dalam sistem kartu atausistem dikotom, akan semakin mudah dalam menentukan suatu jenis kayu.2.7 Pengerutan dan Pengembangan KayuPengerutan dan pengembangan kayu dimaksudkan adalah suatu keadaanperubahan bentuk pada kayu yang disebabkan oleh tegangan-tegangan dalam,sebagai akibat dari berkurangnya atau bertambahnya kadar air kayu. Pengerutanterjadi karena dinding-dinding maupun isi sel kehilangan sebagian besar kadar
  34. 34. ^tçâ Page 31airnya, ini juga terjadi pada serat-seratnya. Begitu pula sebaliknya. Besarnyapengerutan maupun pengembangan pada berbagai jenis kayu dan arah kayuadalah tidak sama.T = Pengerutan kayu arah tangensial ± 7 % - 10 %R = Pengerutan kayu arah radial ± 5 %A = Pengerutan kayu arah aksial (longitudinal) ± 0.1 % (sangat kecil,dapat diabaikan) Pengerutan kayu dalam arah lingkaran-lingkaran pertumbuhan(tangensial) lebih besar daripada arah radial, karena dapat ditemui bahwa disebelah luar batang, sel-selnya masih muda dan banyak mengandung kadar air.Pada pengeringan batang kayu glondong, keliling mengerut hampir dua kali jari-jari yaitu sebanyak garis tengah, sehingga terjadi rengat-rengat pengeringan Jikapada batang yang belum dikeringkan (basah) digergaji menjadi papan atau balokakan melipat atau melentur.Secara teoritis, besarnya pengerutan berbanding lurus dengan banyaknya air yang keluar setelahdikeringkan. Contohnya, bila suatu batang kayu mempunyai lebar asal pada arah tangensial, padakadar air 20 % adalah 26 cm. Setelahdikeringkan lebarnya menjadi 24 cm, maka pengerutan kayuarah tangensial dalam persen (%) adalah =3. FUNGSISelama periode prasejarah dan sesudahnya kayu tidak hanya digunakan untuk bahanbangunan tetapi juga semakin penting sebagai bahan mentah kimia untuk pembuatanarang (digunakan dalam peleburan besi), ter dan getah (digunakan untukmengawetkan dan melapisi lambung kapal), dan kalium (digunakan dalam pembuatan
  35. 35. ^tçâ Page 32gelas dan sebagai bahan pemucat kain dan tekstil kapas). Namun disisi lain kayumerupakan bahan dasar yang sangat modern. Kubah-kubah kayu yang besar danperabot rumah yang indah membuktikan kagunaan dan keindahannya. Bahkan dalambentuk alih seperti kayu lapis, papan partikel dan papan serat, kayu telah menjadibahan bangunan yang berharga.Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung dari sifat-sifatkayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang diperlukan. Jenis-jenis kayu yangmempunyai persyaratan untuk tujuan pemakaian tertentu antara lain dapatdikemukan sebagai berikut :1. Bangunan (Konstruksi)Persyaratan teknis : kuat, keras, berukuran besar dan mempunyai keawetanalam yang tinggi.Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, cengal, giam, jati, kapur, kempas,keruing, lara, rasamala.2. Veneer biasaPersyaratan teknis : kayu bulat berdiameter besar, bulat, bebas cacat danberatnya sedang.Jenis kayu : meranti merah, meranti putih, nyatoh, ramin, agathis, benuang.3. Veneer mewahPersyaratan teknis : disamping syarat di atas, kayu harus bernilai dekoratif.Jenis kayu : jati, eboni, sonokeling, kuku, bongin, dahu, lasi, rengas, sungkai,weru, sonokembang.
  36. 36. ^tçâ Page 334. Perkakas (mebel)Persyaratan teknis : berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan,mudah dipaku, dibubut, disekrup, dilem dan dikerat.Jenis kayu : jati, eboni, kuku, mahoni, meranti, rengas, sonokeling,sonokembang, ramin.5. Lantai (parket)Persyaratan teknis : keras, daya abrasi tinggi, tahan asam, mudah dipaku dancukup kuat.Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bintangur, bongin, bungur, jati, kuku.6. Bantalan Kereta ApiPersyaratan teknis : kuat, keras, kaku, awet.Jenis kayu : balau, bangkirai, belangeran, bedaru, belangeran, bintangur,kempas, ulin.7. Alat Olah RagaPersyaratan teknis : kuat, tidak mudah patah, ringan, tekstur halus, serat halus,serat lurus dan panjang, kaku, cukup awet.Jenis kayu : agathis, bedaru, melur, merawan, nyatoh, salimuli, sonokeling,teraling.8. Alat MusikPersyaratan teknis : tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah, dayaresonansi baik.
  37. 37. ^tçâ Page 34Jenis kayu : cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.9. Alat GambarPersyaratan teknis : ringan, tekstur halus, warna bersih.Jenis kayu : jelutung, melur, pulai, pinus.10. Tong Kayu (Gentong)Persyaratan teknis : tidak tembus cairan dan tidak mengeluarkan bau.Jenis kayu : balau, bangkirai, jati, pasang.11. Tiang Listrik dan TeleponPersyaratan teknis : kuat menahan angin, ringan, cukup kuat, bentuk lurus.Jenis kayu : balau, giam jati, kulim, lara, merbau, tembesu, ulin.12. Patung dan Ukiran KayuPersyaratan teknis : serat lurus, keras, tekstur halus, liat, tidak mudah patahdan berwarna gelap.Jenis kayu : jati, sonokeling, salimuli, melur, cempaka, eboni.13. Korek ApiPersyaratan teknis : sama dengan persyaratan veneer, cukup kuat (anak korekapi), elastis dan tidak mudah pecah (kotak).Jenis kayu : agathis, benuang, jambu, kemiri, sengon, perupuk, pulai, terentang,pinus.
  38. 38. ^tçâ Page 3514. PensilPersyaratan teknis : BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok, warnaagak merah, berserat lurus.Jenis kayu : agathis, jelutung, melur, pinus.15. MouldingPersyaratan teknis : ringan, serat lurus, tekstur halus, mudah dikerjakan, mudahdipaku. Warna terang, tanpa cacat, dekoratif.Jenis kayu : jelutung, pulai ramin, meranti dll.16. PerkapalanLunasPersyaratan teknis : tidak mudah pecah, tahan binatang laut.Jenis kayu : ulin, kapur.GadingPersyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.SentaPersyaratan teknis : kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.Jenis kayu : bangkirai, bungur, kapur.KulitPersyaratan teknis : tidak mudah pecah, kuat, liat, tahan binatang laut.
  39. 39. ^tçâ Page 36Jenis kayu : bangkirai, bungur, meranti merah.Bangunan dan dudukan mesinPersyaratan teknis : ringan, kuat dan awet, tidak mudah pecah karena getaranmesin.Jenis kayu : kapur, meranti merah, medang, ulin, bangkirai.Pembungkus as baling-balingPersyaratan teknis : liat, lunak sehingga tidak merusak logam.Jenis kayu : nangka, bungur, sawo.Popor SenjataPersyaratan teknis : ringan, liat, kuat, keras, dimensi stabil.Jenis kayu : waru, salimuli, jati.17. Arang (bahan bakar)Persyaratan teknis : BJ tinggi.Jenis kayu : bakau, kesambi, walikukun, cemara, gelam, gofasa, johar, kayumalas, nyirih, rasamala, puspa, simpur.4. JENIS4.1. Penggolongan Produk Kayu di PasaranSaat ini produk kayu sangat beragam. Produk kayu solid/asli umumnya berupakayu gergajian baik berupa balok maupun papan. Sedangkan produk kayu buatan
  40. 40. ^tçâ Page 37dapat merupa vinir (veneer), papan lapis, triplek/plywood/multiplek dan bahkankayu laminasi (glue laminated timber).4.2. Klasifikasi Produk KayuPenggolongan kayu dapat ditinjau dari aspek fisik, mekanik dan keawetan. Secarafisik terdapat klasifikasi kayu lunak dan kayu keras. Kayu keras biasanya memilikiberat satuan (berat jenis) lebih tinggi dari kayu lunak. Klasifikasi fisik lain adalahterkait dengan kelurusan dan mutu muka kayu. Terdapat mutu kayu diperdagangan A, B dan C yang merupakan penggolongan kayu secara visual terkaitdengan kualitas muka (cacat atau tidak) arah - pola serat dan kelurusan batang.Kadang klasifikasi ini menerangkan kadar air dari produk kayu.• Kayu mutu kering udara1. Besar mata kayu maksimum 1/6 lebar kecil tampang / 3,5 cm2. Tak boleh mengandung kayu gubal lebih dari 1/10 tinggi balok3. Miring arah serat maksimum adalah 1/74. Retak arah radial maksimum 1/3 tebal dan arah lingkaran tumbuh 1/4tebal kayu• Kayu mutu kering udara 15% - 30%1. Besar mata kayu maksimum 1/4 lebar kecil tampang / 5 cm2. Tak boleh mengandung kayu gubal lebih dari 1/10 tinggi balok3. Miring arah serat maksimum adalah 1/104. Retak arah radial maksimum ¼ tebal dan arah lingkaran tumbuh 1/5 tebalkayu• Konsekuensi dari kelas visual B harus memperhitungkan reduksi kekuatan darimutu A dengan faktor pengali sebesar 0.75 (PKKI, 1961, pasal 5)
  41. 41. ^tçâ Page 384.3. Kelas Kuat KayuSebagaimana di kemukakan pada sifat umum kayu, kayu akan lebih kuat jikamenerima beban sejajar dengan arah serat dari pada menerima beban tegak lurusserat. Ini karena struktur serat kayu yang berlubang. Semakin rapat serat, kayuumumnya memiliki kekuatan yang lebih dari kayu dengan serat tidak rapat.Kerapatan ini umumnya ditandai dengan berat kayu persatuan volume / beratjenis kayu.Gambar 4.1 Arah serat dan kekuatan kayu terhadap tekanan dan tarikSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Gambar 4.2 Arah serat dan kekuatan kayu terhadap lentur dan geserSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Angka kekuatan kayu dinyatakan dapan besaran tegangan, gaya yang dapatditerima per satuan luas. Terhadap arah serat, terdapat kekuatan kayu sejajar (//)serat dan kekuatan kayu tegak lurus (⊥) serat yang masing - masing memilkibesaran yang berbeda. Terdapat pula dua macam besaran tegangan kayu,
  42. 42. ^tçâ Page 39tegangan absolute / uji lab dan tegangan ijin untuk perancangan konstruksi.Tegangan ijin tersebut telah memperhitungkan angka keamanan sebesar 5 - 10.Dalam buku Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI - NI - 5) tahun 1961, kayudi Indonesia diklasifikasikan ke dalam kelas kuat I (yang paling kuat), II, III, IV(paling lemah).Tabel 4.1 Kelas Kuat KayuSumber : PKKI, 1979KelasKuatBeratjenisTekan-Tarik // Serat(Kg/cm2)Tarik ┴ Serat(Kg/cm2)Kuat Lentur(Kg/cm2)Absolut Izin Absolut Izin Absolut IzinI ≥ 0.90 > 650 130 - 20 > 1100 150II 0.6--0.90 425-650 85 - 12 725-1100 100III0.40-0.90 300-425 60 - 8 500-725 75IV0.30-0.40 215-300 45 - 5 360-725 50V ≤ 0.30 < 215 - - - < 360 -4.4. Kelas AwetBerdasarkan pemakaian, kondisinya dan perlakuannya, kayu dibedakan atas kelasawet I (yang paling awet) – V (yang paling tidak awet). Kondisi kayu dimaksudadalah lingkungan/tempat kayu digunakan sebagai batang struktur. Sedangkanperlakuan meliputi pelapisan/tindakan lain agar kayu terhindar/terlindungi darikadar air dan ancaman serangga.
  43. 43. ^tçâ Page 40Tabel 4.2 Kelas Awet KayuSumber : PKKI, 1979Kondisi Tempat Kayu DipakaiKelas AwetI II III IV VSelalu berhubungan dengan tanah lembab 8 tahun 5 tahun 3 tahunSangatpendekSangatpendekHanya dipengaruhi cuaca, tapi dijaga supaya tidakterndam air dan kekurangan udara20 tahun 15 tahun 10 tahunBeberapatahunSangatpendekDi bawah atap, tidak berhubungan dengan tanahlembab dan tidak kekurangan udaraTakterbatasTakterbatasSangatlamaBeberapatahunPendekDi bawah atap, tidak berhubungan dengan tanahlembab dan tidak kekurangan udara dan dipeliharadengan baik serta dicat dengan teraturTakterbatasTakterbatasTakterbatas20 tahun 20 tahunSerangan rayap tanah Tidak Jarang CepatSangatcepatSangatcepatSerangan bubuk kayu kering Tidak TidakHampirtidakTidakberartiSangatcepat4.5. Beberapa Jenis Kayu Berdasarkan KelompoknyaIndonesia memiliki sekitar 4.000 jenis pohon, yang berpotensi untuk digunakansebagai kayu bangunan. Akan tetapi hingga saat ini hanya sekitar 400 jenis (10%)yang memiliki nilai ekonomi dan lebih sedikit lagi, 260 jenis, yang telahdigolongkan sebagai kayu perdagangan.Berikut ini adalah daftar nama-nama kayu atau kelompok kayu menurut namaperdagangannya, sesuai dengan Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor:163/Kpts-II/2003 tanggal 26 Mei 2003 tentang Pengelompokan Jenis Kayu SebagaiDasar Pengenaan Iuran Kehutanan; dengan beberapa penyesuaian.
  44. 44. ^tçâ Page 414.5.1. Kelompok Jenis Meranti/Kelompok Komersial SatuNo.NamaPerdaganganNama Ilmiah Nama-nama Daerah1. Agatis Agathis spp.Damar (Jw.), dama (Slw.), damarbindang (Klm.), damar sigi (Smt.).(Ingg.): kauri pine.2. BalauShorea spp. (misalnya S.materialis Ridl., S. maxwellianaKing, S. scrobiculata Burck);Parashorea spp.Damar laut (Smt.), semantok (Aceh),amperok, anggelam, selangan batu(Klm.)3. Balau merahShorea spp. (mis. S. collina Ridl.,S. guiso (Blanco) Bl.)Balau laut, damar laut merah, batutuyang, putang, lempung abang. Ingg.:red selangan.4. BangkiraiShorea spp. (mis. S. kunstleriKing, S. laevis Ridley, S.laevifolia Endert); Hopea spp.(mis. H. celebica Burck, H.semicuneata Sym.)Benuas, balau mata kucing, hulodereh, puguh, jangkang putih,kerangan (Smt.), bubuh (Bk.)5. DamarAraucaria spp. (mis. A.cunninghamii D. Don, A.hunsteinii K.Schum.)Alloa, ningwik, pien (Pap.). Ingg.:araucaria.6. DurianDurio spp. (terutama Duriocarinatus Mast.); Coelostegiaspp.Durian burung, lahong, layung, apun,begurah, punggai, durian hantu,enggang7. Gia Homalium tomentosum (Roxb.) Delingsem (Jw.), kayu batu, melunas,
  45. 45. ^tçâ Page 42Benth., Homalium foetidum(Roxb.) Benth.kayu kerbau, momala (Slw.)8. GiamCotylelobium spp. (mis. C.burckii Heim, C. lanceolatumCraib, C. melanoxylon PierreGiam durian, resak bukit tembaga;giam padi, resak daun kecil, resakbatu; giam tembaga, resak daun lebar;resak gunung9. Jelutung Dyera spp. Pulai nasi, pantung gunung, melabuai10. KapurDryobalanops spp. (diantaranya D. oblongifolia Dyer,D. sumatrensis (Gmelin)Kosterm.)Kamper (kayu), kayu kayatan, empedu,keladan11.KapurpetanangDryobalanops oblongifolia DyerKapur guras (Smt.), kapur paya (Mly.),kelansau (Swk.)12. KenariCanarium spp., Dacryodes spp. ,Santiria spp., Trioma spp.Kerantai, ki tuwak, binjau, asam-asam,kedondong (kedundung), resung,bayung, ranggorai, mertukul13. KeruingDipterocarpus spp. (mis. D.applanatus V.Sl., D. baudiiKorth., D. elongatus Korth. dll.)Keruing arong, kekalup; Lagan sanduk,mara keluang; Keruing tempudau;tempurau, merkurang, kawang,apitong14. Kulim Scorodocarpus borneensis Becc. Kayu bawang hutan (Klm.)15. Malapari Pongamia pinnata (L.) Pierre Malapari16. MatoaPometia spp.; mis. P. pinnataForster & Forster, P. ridleyi KingKasai, taun, kungki, hatobu, kayu sapi(Jw.), tawan (Mlku.), ihi mendek (Irian
  46. 46. ^tçâ Page 43Jaya)17. Medang Cinnamomum spp.Sintuk, sintok lancing, ki teja, ki tuha, kisereh, selasihan18.MerantikuningShorea spp. (di antaranya: S.acuminatissima Sym., S.balanocarpoides Sym., S.faguetiana Heim, S. gibbosaBrandis, Shorea scollaris V.Sl.;Damar hitam, damar kalepek; Damarhitam katup; Bangkirai guruk,karamuku; Damar buah, mereng-kuyung; Damar tanduk. Ingg.: yellowseraya.19.MerantimerahShorea spp. (di antaranya: S.johorensis Foxw., S. lepidota BI.,S. leprosula Miq., S. ovalis BI., S.palembanica Miq., S.platyclados V.Sl. ex Foxw., S.leptoclados Sym., dll.)Majau, meranti merkuyung; Merantiketrahan; Meranti tembaga, kontoibayor; Meranti kelungkung;Tengkawang majau; Banio, ketir;Seraya merah, campaga, lempong,kumbang, meranti ketuko, cupang.Ingg.: red seraya, red lauan.20.MerantiputihShorea spp. (di antaranya: S.assamica Dyer, S. bracteolataDyer, S. javanica K. et. Val., S.lamellata Foxw., S. ochraceaSym., S. retinodes V.SI., S.virescens Parijs, S. koordersiBrandis, dll.)Damar mesegar; Bunyau, damarkedontang; Damar mata kucing, damarkaca, damar kucing; Damar tunam,damar pakit; Damar kebaong, baong,bayong, baung, belobungo, kontoitembaga; Balamsarai, damar mansarai;Damar maja, kontoi sabang; Kikir,udang, udang ulang, damar hutan,anggelam tikus, maharam potong,pongin, awan punuk, mehing (Smt.,Kal.); Damar lari-lari, lalari, temungku,tambia putih (Slw.), Damar tenang
  47. 47. ^tçâ Page 44putih, hili, honi (Mlku.). Ingg.: whitemeranti.21. MerawanHopea spp. (mis. H. dasyrrachisV.Sl., H. dyeri Heim, H. sangalKorth., dll.)Tekam, tekam rayap; Bangkirai tanduk,emang, amang besi; Cengal, merawantelor; Ngerawan, cengal balau22. MerbauIntsia spp. (terutama I. bijugaO.K., I. palembanica Miq.)Merbau asam, ipi (NT.), kayu besi(Papua); Ipil, anglai, maharan; Tanduk(Mlku.)23. MersawaAnisoptera spp. (mis. A. laevisRidl., A. marginata Korth., A.thurifera Bl.)Cengal padi, damar kunyit; Masegar(Smt.), ketimpun (Klm.), mersawa daunbesar; tabok, tahan24. NyatohPalaquium spp., Payena spp.,Madhuca spp.Suntai, balam, jongkong, hangkang,katingan, mayang batu, bunut, kedang,bakalaung, ketiau, jengkot, kolan25. PalapiHeritiera (Tarrietia) spp.; mis.H. javanica (Bl.) Kosterm., H.simplicifolia (Mast.) Kosterm.,H. littoralis Ait., H. sylvatica S.VidalMengkulang, teraling; Dungun,talutung, lesi-lesi.26. Penjalin Celtis spp.Rempelas, ki jeungkil, ki endog (Sd.),cengkek (Jw.), pusu (Sumbawa)27. PerupukLophopetalum spp.; mis. L.javanicum (Zoll.) Turcz., L.multinervium Ridl., L.subobovatum King, L.Kerupuk (Smt.), pasana (Klm.),mandalaksa (Jw.), aras
  48. 48. ^tçâ Page 45wightianum Arn.28. Pinang Pentace spp.Melunak, ki sigeung, ki sinduk,kelembing29. PulaiAlstonia spp. (di antaranya A.pneumatophora Back., A.scholaris R.Br., A. spatulata Bl.,A. macrophylla Wall., A.spectabilis R.Br.)Kayu gabus, rita, gitoh, bintau, basung,pule, pulai miang. Ingg.: whitecheesewood, milkwood, milky pine.30. Rasamala Altingia excelsa NoroñaTulasan (Smt.), mandung (Min.), mala(Jw.)31. ResakVatica spp.; mis. V. maingayiDyer, V. oblongifolia Hook.f., V.rassak Bl.Damar along, resak putih4.5.2. Kelompok Jenis Kayu Rimba Campuran/Kelompok Komersial DuaNo. Nama Perdagangan Nama Ilmiah Nama-nama Daerah1. BakauRhizophora spp. danBruguiera sppTumu, Lenggadai, Jangkar, Tanjang,Putut, Busing, Mata buaya2. Bayur Pterospermum spp. Balang, Walang, Wadang, Wayu3. Benuang Octomeles sumatrana Miq. Benuang bini (Klm.), winuang (Slw.)4. BerumbungAdina minutiflora Val.);Pertusadina spp.Kayu lobang, Barumbung, Kayugatal5. Bintangur Calophyllum spp.; mis. C. Bintangor, penaga; Nyamplung;
  49. 49. ^tçâ Page 46calaba L., C. inophyllum L.,C. papuanum Lauterb., C.pulcherrimum Wall.exChoisy, C. soulattri Burm.f.Sulatri; Bunoh, bintangur bunut6. Bipa Pterygota spp. Kayu wipa7. BowoiSerianthes minahassaeMerr. & Perry (Syn. Albiziaminahasae Koord.)Rayango, Merang, Terangkuse8. BugisKoordersiodendronpinnatum Merr.Grepau9. Cenge Mastixia rostrata BI. Cenge, Cingo10. Duabanga Duabanga moluccana BI. Benuang laki, Takir, Aras, Raju mas11. EkaliptusEucalyptus spp.; mis. E. albaReinw.ex Bl., E. deglupta Bl.,E. urophylla S.T. BlakeKayu putih; Leda, aren (Mlku.),tampai; Ampupu (Timor),12. Gelam Melaleuca spp. Kayu putih13. Gempol Nauclea spp. Wosen, Klepu pasir, Anggrit14. Gopasa Vitex spp. Teraut, Laban15. Gerunggang/DerumCratoxylum spp.; mis. C.arborescens (Vahl) Bl., C.cochinchinense (Lour.) Bl.Madang baro; Mampat, butun;kemutul, temau; edat16. JabonAnthocephalus spp. (A.chinensis (Lamk.) A.Rich exKelampayan (Mly.), laran (Klm.),semama (Amb.). Ingg.: cadamba.
  50. 50. ^tçâ Page 47Walp. dan A. macrophyllus(Roxb.) Havil.)17. Jambu-jambu Syzygium spp. [3]Kelat, Ki tembaga, Jambu18. Kapas-kapasanExbucklandia populnea R.BrownHapas-hapas, Tapa-tapa, Leman19. Kayu kereta Swintonia spp.Rengas sumpung, Merpauh, Bagelmirah20. Kecapi Sandoricum spp. Papung, Kelam, Sentul21. Kedondong Hutan Spondias spp. Coco, Kacemcem leuweung22. Kelumpang Sterculia spp. Kepuh, Kalupat, Lomes23.KembangsemangkokScaphium macropodum J. B. Kepayang, merpayang (Smt.)24. KempasKoompassia malaccensisMaing.Hampas, impas, tualang ayam25. Kenanga Cananga sp. Kananga26. KeranjiDialium spp.; mis. D. indumL., D. platysepalum Baker, D.procerum (v.Steen.) SteyKayu lilin; Maranji27. Ketapang Terminalia spp. Kalumpit, Klumprit, Jelawai, Jaha28. Ketimunan Timonius spp. Seranai, Temirit, Kayu reen29. Lancat Mastixiodendron spp. Kundur, Modjiu, Raimagago
  51. 51. ^tçâ Page 4830. LaraMetrosideros spp. danXanthostemon spp.Lompopaito, Nani, Langera31. Mahang Macaranga spp. Merkubung, Mara, Benua32. MedangLitsea firma Hook f.;Dehaasia spp.Manggah, Huru kacang, Keleban,Wuru, Kunyit33. MempisangMezzetia parviflora Becc.;Xylopia spp.; Alphonseaspp.; Kandelia candel DruceMahabai, Hakai rawang, Empunyit,Jangkang, Banitan, Pisang-pisang34. Mendarahan Myristica spp., Knema spp.Darah-darah, Tangkalak, Au-au, Kimokla, Kumpang, Kayu luo, Huru35. Menjalin Xanthophyllum spp. Lilin, Ki endog, Segi landak36. MentibuDactylocladus stenostachysOliv.Jongkong, merebung37. Merambung Vernonia arborea Han. Merambung, sembung38. Punak Tetramerista glabra Miq. Kayu malaka (Smt.), cerega (Klm.)39. PuspaSchima spp.; terutama S.wallichii Korth.Seru (Jw.), simartolu (Smt.),madang gatal (Klm.)40. RengasGluta aptera (King) DingHouRengas tembaga, Rangas41. Saninten Castanopsis argentea A. DC.Sarangan (Jw.), ki hiur (Sd.),kalimorot42. Sengon Paraserianthes falcataria (L) Jeungjing, Tawa kase, Sika (Maluku)
  52. 52. ^tçâ Page 49Nielsen43. Sepat Berrya cordofolia Roxb. Waru gunung, Kalong44. SesendokEndospermum spp.; mis. E.diadenum (Miq.) Airy Shaw,E. moluccanum (T & B) Kurz,E. peltatum Merr.Sendok-sendok, kayu labuh (Smt.),kayu bulan (Mly.), garung (Klm.);Kayu raja (Mlku.)45. SimpurDillenia spp.; mis. D.grandifolia Wall., D. obovataHoogl., D. pentagyna Roxb.Sempur, segel, janti, dongi46. Surian Toona sureni Merr. Suren, kalantas47. TembesuFagraea spp.; mis. F.fragrans Roxb., F. sororia J.J.Sm.Tomasu (Smt.), kulaki (Slw.),malbira, ki tandu48. Tempinis Sloetia elongata Kds. Damuli, Kayu besi49. Tepis Polyalthia glauca Boerl.Banitan, Pemelesian, Kayu tinyang,Kayu bulan, Banet, Kayu kalet50. Tenggayun Parartocarpus spp. Buku ongko, Pejatai, Purut bulu51. Terap Artocarpus spp. Cempedak, Kulur, Tara, Teureup52. TerentangCampnosperma spp.; mis. C.auriculatum (Bl.) Hook.f., C.brevipetiolatum Volkens, dll.Tumbus (Smt.), pauh lebi53. Terentang ayam Buchanania spp. Pauhan, Antumbus, Talantang
  53. 53. ^tçâ Page 5054. Tusam Pinus spp. Pinus, Damar batu, Uyam55. Utup Aromadendron sp. U t u p4.6.3. Kelompok Jenis Kayu Eboni/Kelompok Indah SatuNo.NamaPerdaganganNama Ilmiah Nama-nama Daerah1.EbonibergarisDiospyros celebica Bakh. Maitong, Kayu lotong, Sora, Amara2. Eboni hitam Diospyros rumphii Bakh. Kayu hitam, Maitem, Kayu waled3. E b o n iDiospyros spp.; di antaranya D.areolata King et G., D. caulifloraBI., D. ebenum Koen, D. ferreaBakh., D. lolin Bakh., D.macrophylla BI.Baniak, Toli-toli, Kayu arang, Kanara,Gito-gito, Bengkoal, Malam4.5.4. Kelompok Jenis Kayu Indah/Kelompok Indah DuaNo.NamaPerdaganganNama Ilmiah Nama-nama Daerah1. Bongin Irvingia malayana Oliv. Pauh kijang, Sepah, Kayu batu2. Bungur Lagerstroemia speciosa Pers.Ketangi, wungu (Jw.), tekuyung,benger3. Cempaka Michelia spp., Elmerrillia spp.Minjaran, Wasian, Manglid, Sitekwok,Kantil (Jw.), Capuka
  54. 54. ^tçâ Page 514. Cendana Santalum album L. Kayu kuning, Lemo daru5. DahuDracontomelon spp.; mis. D.dao Merr. & Rolfe, D.mangiferum Bl.Dao, basuong (Smt.), sengkuang(Mly.), koili6. Johar Senna spp.[4]Juar, Trengguli, Sebusuk, Bobondelan7. Kuku Pericopsis mooniana Thw. Kayu laut, Papus, Nani laut8. Kupang Ormosia spp. Kayu ruan, Saga9. Lasi Adina fagifolia Ridl. Adina, Kilaki10. MahoniSwietenia spp.; mis. S.macrophylla King, S. mahagoni(L.) Jacq.Mahoni11. MelurDacrydium spp.; Podocarpusspp. dan Phyllocladus spp. Mis.Dacrydium junghuhnii Miq.Alau, cemantan (Klm.); Jamuju, kayuembun (Slw.), sampinur bunga (Smt.);Sampinur tali; Kayu cina; Ki merah,Sandu12. Membacang Mangifera spp.Ambacang, Asam, Limus piit,Mempelam, Wani, Mangga13. MindiMelia spp.; terutama M.azedarach L.Bawang kungut14. Nyirih Xylocarpus granatum J. Konig Nyireh, Niri15. Pasang Quercus spp. Mempening, Baturua, Kasunu, Triti16. Perepat darat Combretocarpus rotundatus Marapat, Teruntum batu
  55. 55. ^tçâ Page 52Dans.17. Raja bunga Adenanthera spp Saga, Segawe, Klenderi18. Rengas Gluta spp.; Melanorrhoea spp. Ingas, Suloh, Rangas, Rengas burung19. Ramin Gonystylus bancanus KurzGaharu buaya, Medang keladi, Keladi,Miang20. Sawo kecikManilkara spp.; mis. M.fascicularis H.J. Lam & MaasGeest., M. kauki (L.) Dub.Subo, Ki sawo21. Salimuli Cordia spp. Kendal, Klimasada, Purnamasada22. SindurSindora spp.; mis. S.bruggemanii de Wit, S.coriacea Maing., S. wallichiiGrahamSepetir (Mly.), sasundur (Klm.),mobingo (Slw.)23. Sonokembang Pterocarpus indicus Willd. Angsana, Linggua, Nala, Candana24. Sonokeling Dalbergia latifolia Roxb. Linggota, sono sungu, sonobrits25. Sungkai Peronema canescens Jack Jati seberang, Jati londo26. Tanjung Mimusops elengi L. Sawo manuk (Jw.), karikis (Slw.)27. Tapos Elateriospermum tapos BI. Kelampai, Setan, Kedui, Wayang28. Tinjau belukar Pteleocarpus lampongus Bakh. Lontar kuning29. ToremManilkara kanosiensis H.j. L. etB. M.Sawai, Torem
  56. 56. ^tçâ Page 5330. Trembesi Samanea saman Merr. Ki hujan31. Ulin Eusideroxylon zwageri T.et B. Kayu besi, bulian, kokon32. Weru Albizia procera Benth. Beru, Ki hiyang, Bengkal5. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN5.1. Kelebihan KayuBerikut ini beberapa kelebihan kayu :• Murah dan mudah dikerjakan;• Mempunyai kekuatan yang tinggi dan bobotnya rendah;• Mempunyai daya penahan tinggi terhadap pegaruh listrik (bersifat isolasi),kimia;• Bila ada kerusakan dengan mudah dapat diganti dan bisa diperoleh dalamwaktu singkat;• Pembebanan tekan biasanya bersifat elastic;• Bila terawat dengan baik akan tahan lama.5.2 Kekurangan KayuBerikut ini beberapa kekurangan kayu :• Kurang homogen ketidaksamaan sebagai hasil alam;• Cacat-cacat pada kayu;• Mudah terbakar;• Terjadinya lendutan yang cukup besar.
  57. 57. ^tçâ Page 546. APLIKASIKayu merupakan salah satu material yang penting dalam konstruksi maupun dekoratifdalam bangunan. Dengan sifat kayu yang kuat dan mudah diterapkan kayumerupakan material yang sangat berharga dalam sejarah manusia. Sebalum mangenalbeton dan baja manusia sudah menggunakan kayu dalam konstruksi bangunan. Sejakmasa prasejarah hingga sekarang manusia masih menggunakan kayu dalam konstruksibangunan dan dekoratif bangunan. Hal ini membuktikan betapa berharganya kayusebagai bahan material dalam kontruksi bangunan. Dalam penggunaannya kayu harusmemenuhi syarat:• Mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman dalamjangka waktu yang direncanakan.• Mempunyai ketahnan dan keawetan yang memadai melebihi umur pemakainya.• Serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai pemakaiannyadalam konstruksi.Kayu bangunan adalah kayu olahan yang diperoleh dengan jalan mengkonversikankayu.bulat menjadi kayu berbentuk balok, papan atau bentuk-bentuk yang sesuai dengantujuan penggunaannya.• Ukuran nominal kayu untuk bangunan, tebal dan lebar minimal (10x10) mm,(10x30) mm, (20x30) nm, sampai (120x120) mm, (25x30) mm, (30x30) nm, (30x50)mm, (60x80) mm, (60x100) mm, 60x120)mm, (80x80) mm, (80x100) mm,120x120) mm.• Ukuran kayu berdasarkan penggunaan (Tabel):• Ukuran panjang nominal (m): 1; 1.5; 2; 2.5; 3; 3.5; dst 5.5.• Ukuran untuk bangunan rumah dan gedung:Kusen pintu dan jendela (mm): 60 (100, 120, 130, 150) ; 80 (100, 120, 150).Kuda-kuda (mm): 80 (80, 100, 120, 150, 180), 100 (100, 120, 150, 180).Kaso (mm) : 40x60; 40x80; 50x70.Tiang balok (mm) :80 (80, 100, 120); 100 (100, 120); 120 (120, 150).
  58. 58. ^tçâ Page 55Balok antar tiang (mm): 40 (60, 80); 60 (80, 120, 150); 80 (120, 150, 180), 100(120, 150).Balok langit (mm): 80 (120, 150, 180, 200); 100 (150, 180, 200).• Toleransi ukuran panjang kayu ditetapkan berdasarkan ukuran nominal 100 mmdan toleransi ukuran tebal dan lebar kayu ditetapkan 0-15 mm dari ukurannominal.• Ketentuan kadar air kayu adalah ukuran kayu gergajian dalam keadaan keringudara, maksimum 23%, kecuali untuk kusen daun pintu, daun jendela, jelusi danelemen lainnya mempunyai kadar air maksimum 20%Tabel 6.1. Ukuran kayu berdasar penggunaanJenisPenggunaanTebal (mm) Lebar (mm)Lis dan Jalusi 10 10,30,40,50, 60, 8015 30,40,50,60,80,100,120,150,180,200,22020 40, 50,60,80, 100, 120Papan 20 150, 180,200,220,25030 180,200,220,250,30040 180,200,220,250Reng dan kaso 20 3025 30,40,60,80, 100, 12035 30,40,60,80,100,120,15050 70,80,100,120,130,150,180,200,220,250Balok 60 80,100,120,130,150,180,200,20,250100 100, 120, 130, 150, 180,200,220,250Setelah kayu mengalami proses pengolahan menjadi kayu bangunan kayu sudahdapat diaplikasikan dalam bangunan. berikut ini beberapa pengaplikasi kayu dalambangunan.
  59. 59. ^tçâ Page 561. Rangka AtapSalah satu aplikasi kayu dalam bangunan adalah dalam penggunaannya padarangka atap. Dalam konstruksi rangka atap dibutuhkan banyak sekali kayu yangmemiliki berbagai macam ukuran yang tentunya sudah merupakan ukuran standarkonstruksi. Dalam konstruksi rangka atap kuda-kuda merupakan bagian yangpaling penting, selain itu juga dilengkapi dengan reng, kaso, dan gording.Berikut ini beberapa material penyusun rangka atap.1) Balok/alas kuda-kuda (6/12), (8/12), (8/15)2) Kaki kuda-kuda (6/12), (8/12), (8/15)3) Batang penggantung (6/12), (8/12), (8/15)4) Batang tekan/schor (6/12), (8/12)5) Balok bubungan (6/12)6) Papan bubungan7) Karpus8) Gording9) Kaso10) Reng11) Anak kuda-kuda12) Ring balok13) Dinding14) Balok sambungan kuda-kuda
  60. 60. ^tçâ Page 57Gambar 6.1 Ilustrasi Model Rangka KayuSumber : its.ac.id
  61. 61. ^tçâ Page 58Gamabar 6.2 Ilustrasi Model Rangka Atap KayuSumber : its.ac.id
  62. 62. ^tçâ Page 592. Penutup LantaiKayu juga dapat diaplikasikan sebagai penutup lantai pada bangunan atau yanglebih dikenal dengan parkit. Parkit merupakan slah satu produk kayu yang didesainkhusus sebagai penutup lantai. Umumnya parkit dibuat dari kayu yang memilikimotif yang indah seperti ulin. Jati, kempas, merbau, dsb.Keuntungan dari penggunaan parkit adalah selain dari tampilannya yang lebihindah, parkit juga lebih aman dibandingkan keramik kareana sifatnya yang lebihlunak. Rumah berlantai kayu memang sangat sesuai untuk masyarakat yangtinggal di daerah tropis. Pada saat musim hujan, kayu menghangatkan suasanadengan warna kecoklatan yang temaram, dan saat musim panas, kayumendinginkan ruangan.Jenis parkit :Parket Kayu SolidTerbuat dari kayu solid (kayu murni) atau juga campuran, dengan bahankayu bervariasi semisal kayu daru, merbau, jati dan kayu durian.Parket Kayu Semi SolidHanya bagian atasnya saja yang terbuat dari solid kayu sedang bawahnyadilapisi tripleks.Parket Kayu LaminatedParket laminating yang terbuat dari serbuk kayu yang dipress kemudiandilapisi kertas bermotif kayu yang lalu dilaminating.Baik solid, semi solid dan laminating memiliki plus-minusnya. “Misalnya saja untukyang laminating tahan terhadap goresan dan rayap, semi solid bila tergores bisadipoles kembali namun rentan terhadap rayap sedang solid rentan akan goresannamun tahan terhadap rayap tapi dengan harga yang relatif mahal.
  63. 63. ^tçâ Page 60Gambar 6.3 Aplikasi Parkit pada BangunanSumber : google.com/imagesGambar 6. Mozaic ParquetSumber : google.com/imagesGambar 6. Bagian-Bagian ParkitSumber : nteriorapartmen-tattoo.blogspot.com
  64. 64. ^tçâ Page 613. Penutup AtapUmumnya bahan yang digunakan pada bangunan modern adalah genteng, namunkayu juga dapat diaplikasikan sebagai penutup atap atau yang lebih dikenaldengan sirap. Pada bangunan tradisional sirap telah lama digunakan sebagaipenutup atap, dan sekarang sirap merupakan salah satu pilihan alternatif sebagaipenutup atap pada bangunan. Biasanya sirap dibuat dari kayu ulin.Cara pemasangan sirap sama seperti cara pemasangan genteng pada umumnyayaitu disusun dari bawah keatas secara bertumpuk dengan interval tertentu,namum bedanya pada atap sirap biasanya dipasang 3-4 lapis. Lapisan-lapisan initerdiri dari (dari lapisan paling bawah): sirap layer 1-tripleks-aluminium foil-siraplayer 2-sirap layer 3-sirap layer 4. Dan pada pemasangan atap sirap menggunakanpaku sebagai penahannya.Gambar 6.1 Atap SirapSumber : gazebojepara.com4. DindingBiasanya dinding terbuat dari susunan bata merah, namun dapat digantikandengan material lain seperti kayu, bamboo, dan GRC. Pada susunan dinding kayuterdapat beberapa konstruksi diantaranya :1) Dinding kayu batang tersusunMerupakan konstruksi dinding kayu yang paling tua. Pada konstrumsi dindingbatang tersusun, konstruksi rangka disusun secara setingkat-setingkat. Kuda-kudapenopang di sudut-sudut rumah pada umumnya diatur, sehingga beban anginlangsung disalurkan dari sudut ke bantalan. Penyusutan konstruksi rangkatersusun di bagian-bagian konstruksi yang melintang tidak beraturan, bantalan-
  65. 65. ^tçâ Page 62bantalan, balok lantai dan balok loteng penyusutan besar. Di bagian konstruksiyang tegak berupa tiang-tiang penyusutan kecil.2) Dinding kayu batang melintangGording merupakan bagian atas penutup atap, yang mendukung seluruh bebanatap. Pada bangunan yang bertingkat gording juga berfungsi mendukung dindingatasnya. Tinggi gording disesuaikan dengan beban dan jarak tiang, akan tetapiminimal 12 cm.3) Dinding kayu batang tegakKonstruksi tiang menentukan tinggi dinding, tiang berdiri tegak lurus antarabantalan dan gording dinding. Tiang biasanya berpenampang bujur sangkar. Kalaupenampang ini tidak sesuai pada suatu titik, maka dapat digunakan tiang gandayang ditanam disambung dengan baut.4) Dinding kayu batang miringKuda-kuda penopang membagi segiempat bidang dinding yang goyah dalambidang segiempat yang mantap. Menjaga agar dinding tidak bergerak olehbenturan atau tekanan angin.5) Dinding kayu rangka terusan (lajur)Pada umumnya bagian luar dan dalam dilapisi dengan papan. Tiang-tiangmenembus melalui semua tingkat bangunan, oleh karena itu penyusutannyasedikit dan pada dasarnya tergantung dari bagian-bagian konstruksi yangmelintang. Maka bagian ini harus memenuhi syarat-syarat teknis. Konstruksirangka terusan biasanya terbuat dari papan. Beberapa cara pemasangan papandinding yang digunakan adalah sebagai berikut :b. Pemasangan papan dinding vertikalPapan dipasang seacra vertikal pada rangka kayu.c. Pemasangan papan dinding horizontalPapan dipasang secara horizontal pada rangka kayu.d. Pemasangan papan dinding sirapPapan dipasang secara bertingkat pada reng yang terdapat dalam rangkakayu.
  66. 66. ^tçâ Page 635. Pelapis DindingKayu juga dapat digunakan sebagai pelapis dinding. Kayu yang biasa digunakanuntuk pelapis dinding biasanya kayu yang memiliki motif yang indah yangberbentuk lembaran papan. Keuntungan dari penggunaan kayu sebagai pelapisdinding ruangan akan lebih hangat.6. Pelat LantaiYang dimaksud dengan pelat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanahlangsung, jadi merupakan lantai tingkat. Pelat lantai ini didukung oleh balok-balokyang bertumpu pada kolom-kolom bangunan.Guna pelat lantai adalah:Memisahkan ruang bawah dengan ruang atas.Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas.Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah.Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah.Menambah kekakuan bangunan pada arah horizontal.Pelat lantai dibagi menjadi dua yaitu:1) Balok LantaiPelat lantai kayu umumnya dibuat dari rangkaian papan kayu yang disatukanmenjadi kesatuan yang kuat, sehingga membentuk bidang injak yang luas.Ukuran lebar papan umumnya 20 – 30 cm, tebal papan dapat dipilih ukuran 2– 3 cm, dengan jarak balok-balok pendukung antara 60 – 80 cm. Ukuran balokberkisar antara 8/12, 8/14, 10/14 untuk bentangan 3 – 3,5 m. balok-balokkayu ini dapat diletakkan di atas pasangan bata 1 batu atau ditopang olehbalok beton. Bahan kayu yang dipakai harus mempunyai berat jenis 0,6 – 0,8(t/m3) atau dari jenis kayu klas II.Beberapa keuntungan dan kerugian pelat lantai dari kayu.a. Keuntungan:Harga relatif murah, berarti biaya bangunan rendah.Mudah dikerjakan, berarti pekerjaan lebih cepat selesai.Beratnya ringan, berarti menghemat ukuran pondasi.
  67. 67. ^tçâ Page 64Memunculkan Kesan Alami.Membuat Ruangan Menjadi hangat.Lebih leluasa dalam memilih motif yang sesuai dengan desain interior.b. Kerugiannya:Hanya boleh untuk konstruksi bangunan sederhana dengan bebanringan.Bukan peredam suara yang baik, suara gaduh atau hentakan kaki daripenghuni atas dapat mengganggu penghuni di lantai bawahnya.Sifat bahan permeable (rembes air) jadi tidak dapat dibuat kamarmandi/WC di lantai atas.Mudah terbakar, jadi tidak boleh membuat dapur di atasnya.Tidak dapat dipasang tegel, jadi mengurangi kesan mewah (hanyadapat ditutup karpet, vinyl, atau sejenisnya).Dapat dimakan bubuk atau serangga, berarti keawetan bahan terbatas.Mudah rusak oleh pengaruh cuaca yang berubah-rubah (panas danhujan) jadi hanya cocok untuk bangunan yang terlindung.2) Balok LotengBalok Loteng memisahkan dua tingkat (ruang atas dan ruang bawah).Sekaligus menopang plafond dan lantai. Sesuai tempat dan tugasnya, makabalok masing-masing dalam suatu susunan balok mempunyai nama sendiri-sendiri, yaitu:Balok Induk, adalah semua balok yang melintang tanpa topang padaseluruh lebar bangunan dan pada kedua ujungnya bertumpu pada kolom.(biasanya mempunyai bentang ± 3 meter).Balok Anak, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balokinduk, digunakan untuk memperkecil petak-petak lantai disetiap ruangan.(biasanya mempunyai bentang ± 2 meter).Balok Bagi, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balokanak atau balok induk atau pada salah satunya bertumpu pada balok anak
  68. 68. ^tçâ Page 65atau balok induk. Digunakan untuk memperkecil petak-petak lantaidisetiap ruangan. (biasanya mempunyai bentang ± 1 meter).7. Dinding pemisah Ruang (Partisi)Partisi adalah ruang pemisah antar ruangan, biasanya partisi pada bangunanmodern menggunakan dinding bata. Tetapi bias juga menggunakan material lainseperti kayu yang disusun membentuk dinding.8. Jendela dan PintuPintu dan jendela merupakan konstruksi yang dapat bergerak, bergeraknya pintuatau jendela dipengaruhi oleh perletakan/penempatan, efisiensi ruang danfungsinya. Umumnya bahan yang digunakan adalah kayu. Dalam merencanakanpintu dan jendela, ada 4 (empat) hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :1. MatahariPintu dan jendela merupakan sumber pengurangan dan penambahan panas,sehingga jendela dapat diletakkan di sisi sebelah timur dan/atau barat2. PeneranganUntuk menghasilkan penerangan alami sebuah ruangan, dengan menempatkanjendela dekat sudut ruangan maka dinding didekatnya disinari cahaya akanmemantulkan ke dalam ruangan.3. PemandanganJendela sebaiknya ditempatkan untuk memberi bingkai pada pemandangan.Ketinggian ambang atas jendela sebaiknya tidak memotong pemandangan orangyang duduk ataupun berdiri di dalam ruangan, juga jangan sampai kerangkajendela membagi dua atau lebih suatu pemandangan.4. PenampilanJendela akan dapat mempengaruhi penampilan ekterior rumah/bangunan.9. TanggaTangga adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungi dua tingkatvertikal yang memiliki jarak satu sama lain. Tangga dapat dibuat dari beberapabahan. Penggunaan bahan ini dapat dikelompokan secara struktural dan non-struktural.
  69. 69. ^tçâ Page 66Penggunaan bahan yang bersifat struktural umumnya meliputi kayu, baja, danbeton.Sedangkan penggunaan bahan pada tangga yang bersifat non-struktural dapatmeliputi kaca, karet (sebagai pelapis anti licin pada injakan atau pegangan tangan)ataupun plastik (pada desain-desain khusus).10. PlafonPlafon adalah bagian dari konstruksi banginan yang berfungsi sebagai langit-langitbangunan. Pada dasarnya plafon dibuat untuk mencegah agar cuaca panas ataudingin tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap, plafon jugaberfungsi untuk mempercantik interior bagunan. Biasanya plafon dibuat denganketinggian tertentu, namun untuk variasi ada yang dibuat tidak rata. Variasitersebut dinamakan drop celling.Kegunaan dari plafon antara lain sebagai berikut :Supaya ruangan di bawah atap selalu bersih dan tidak tampak kayu dariatapnya.Untuk menahan kotoran yang jatuh dari bidang atap melalui celah-celahgenteng.Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu terlindung.Untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap.7. KONSTRUKSI7.1 Sistem Struktur dan Sambungan dalam Konstruksi KayuHampir semua sistem struktur yang menggunakan kayu sebagai material dasardapat digolongkan ke dalam elemen linear yang membentang dua arah. Susunanhirarki sistem ini adalah khusus.
  70. 70. ^tçâ Page 67Gambar 7.1 Sistem konstruksi untuk struktur kayuSumber : Schodek, 1999b) RANGKA RINGAN.Sistem struktur joits ringan pada gambar 7.1 (a) adalah konstruksi kayu yangpaling banyak digunakan saat ini. Sistem struktur joists ringan pada Gambar 7.1(a)adalah konstruksi kayu yang paling banyak digunakan pada saat ini. Sistem joistslanta terutama sangat berguna untuk beban hidup ringan yang terdistribusimerata dan untuk bentang yang tidak besar. Kondisi demikian umumnyadijumpai pada konstruksi rumah. Joists pada umumnya menggunakantumpuan sederhana karena untuk membuat tumpuan vang dapat menahan
  71. 71. ^tçâ Page 68momen diperlukan konstruksi khusus. Pada umumnya, lantai dianggap tidakmonolit dengan joists kecuali apabila digunakan konstruksi khususyang menyatukannya.Gambar 7.1 Sistem konstruksi untuk kayu (lanjutan)Sumber : Schodek, 1999Sistem tumpuan vertikal yang umum digunakan adalah dinding pemikul bebanyang dapat terbuat dari bata atau dari susunan elemen kayu (plywood). Dalam halyang terakhir ini, tahanan lateral pada susunan struktur secara keseluruhanterhadap beban horizontal diperoleh dengan menyusun dinding berlapisanplywood yang berfungsi sebagai bidangbidang geser. Struktur demikian pada
  72. 72. ^tçâ Page 69umumnya dibatasi hanya sampai tiga atau empat lantai. Pembatasan ini tidakhanya karena alasan kapasitas pikul bebannya, tetapi juga karena persyaratankeamanan terhadap kebakaran yang umum diberikan pada peraturan-peraturanmengenai gedung. Karena setiap elemen pada sistem struktur ini diletakkandi tempatnya secara individual, maka banvak fleksibilitas dalampenggunaan sistem tersebut, termasuk juga dalam merencanakan hubungan diantara elemen-elemennya.c) ELEMEN KULIT BERTEGANGAN (STRESSED SKIN ELEMENTS).Elemen kulit bertegangan tentu saja berkaitan dengan sistem joists standar [lihatGambar 7.1(b). Pada elemen-elemen ini, kayu lapis disatukan dengan balokmemanjang sehingga sistem ini dapat. berlaku secara integral dalam molekullentur. Dengan demikian, sistem yang diperoleh akan bersifat sebagai plat.Kekakuan sistem ini juga meningkat karena adanya penyatuan tersebut. Dengandemikian, tinggi struktural akan lebih kecil dibandingkan dengan sistem joiststandar. Elemen kulit bertegangan ini pada umumnya dibuat tidak di lokasi, dandibawa ke lokasi sebagai modul-modul. Kegunaannya akan semakin meningkatapabila modul-modul ini dapat dipakai secara berulang. Elemen demikian dapatdigunakan pada berbagai struktur, termasuk juga sistem plat lipat berbentangbesar.d) BALOK BOKS.Perilaku yang diberikan oleh kotak balok dari kayu lapis [lihat Gambar 7.1(c)]memungkinkan penggunaannya untuk berbagai ukuran bentang dan kondisipembebanan. Sistem yang demikian sangat berguna pada situasi bentang besaratau apabila ada kondisi beban yang khusus. Balok boks dapat secara efisienmempunyai bentang lebih besar daripada balok homogen maupun balokberlapis. KONSTRUKSI KAYU BERAT Sebelum sistem joists ringan banyakdigunakan, sistem balok kayu berat dengan papan transversal telah banyak
  73. 73. ^tçâ Page 70digunakan [lihat Gambar 7.1(e)]. Balok kayu berlapisan sekarang banyakdigunakan sebagai alternatif dari balok homogen. Sistem demikian dapatmempunyai kapasitas pikul beban dan bentang lebih besar daripada sistem joist.Sebagai contoh, dengan balok berlapisan, bentang yang relatif besar adalahmungkin karena tinggi elemen struktur dapat dengan mudah kita peroleh denganmenambah lapisan. Elemen demikian umumnya bertumpuan sederhana, tetapikita dapat juga memperoleh, tumpuan yang mampu memikul momendengan menggunakan konstruksi khusus.e) RANGKA BATANGRangka batang kayu merupakan sistem berbentang satu arah yang paling banyakdigunakan karena dapat dengan mudah menggunakan banyak variasi dalamkonfigurasi dan ukuran batang. Rangka batang dapat dibuat tidak secara besar-besaran, tetapi dapat dibuat secara khusus untuk kondisi beban dan bentangtertentu. Sekalipun demikian, kita juga. membuat rangka batang secara besar-besaran (mass production). Rangka batang demikian umumnya digunakan padasituasi bentang tidak besar dan beban ringan. Rangka batang tnissed rafter padaGambar 7.1(g) misalnya, banyak digunakan sebagai konstruksi atap padabangunan rumah. Sistem yang terlihat pada Gambar 7.1(b) analog dengan balokbaja web terbuka dan berguna untuk situasi bentang besar (khususnya untukatap). Sistem penumpu vertikal pada struktur ini umumnya berupa dinding batuatau kolom kayu. Tahanan terhadap beban lateral pada struktur ini umumnyadiperoleh dengan menggunakan dinding tersebut sebagai bidang geser. Apabilabukan dinding, melainkan kolom yang digunakan, pengekang (bracing) dapat puladigunakan untuk meningkatkan kestabilan struktur terhadap beban lateral.Peningkatan kestabilan dengan menggunakan titik hubung kaku dapat sajadigunakan untuk struktur rendah, tetapi hal ini jarang dilakukan.
  74. 74. ^tçâ Page 71f) PLAT LIPAT DAN PANEL PELENGKUNGBanyak struktur plat lengkung atau plat datar yang umumnya berupa elemenberbentang satu, yang dapat dibuat dari kayu. Kebanyakan struktur tersebutmenggunakan kayu lapis. Gambar 7.1(j) dan (k) mengilustrasikan dua contohstruktur itu.g) PELENGKUNGBentuk pelengkung standar dapat dibuat dari kayu. Elemen berlapisan palingsering digunakan. Hampir semua bentuk pelengkung dapat dibuat denganmenggunakan kayu. Bentang yang relatif panjang dapat saja diperoleh. Struktur-struktur ini umumnya berguna sebagai atap saja. Kebanyakan bersendi dua atautiga, dan tidak dijepit.h) LAMELLAKonstruksi lamella merupakan suatu cara untuk membuat permukaan lengkungtunggal atau ganda dari potongan-potongan kecil kayu [lihat Gambar 7.1(l)].Konstruksi yang menarik ini dapat digunakan untuk membuat permukaan silindrisberbentang besar, juga untuk struktur kubah. Sistem ini sangat banyak digunakan,terutama pada struktur atap.i) UKURAN ELEMENGambar 7.2 mengilustrasikan kira-kira batas-batas bentang untuk berbagai jenisstruktur kayu. Bentang "maksimum" yang diperlihatkan pada diagram ini bukanlahbentang maksimum yang mungkin, melainkan batas bentang terbesar yang umumdijumpai. Batasan bentang minimum menunjukkan bentang terkecil yang masihekonomis. Juga diperlihatkan kira-kira batas-batas tinggi untuk berbagai bentangsetiap sistem. Angka yang kecil menunjukkan tinggi minimum yang umum untuksistem yang bersangkutan dan angka lainnya menunjukkan tinggi maksimumnya.Tinggi sekitar L/20, misalnya, mengandung arti bahwa elemen struktur
  75. 75. ^tçâ Page 72yang bentangnya 16 ft (4,9 m) harus mempunyai tinggi sekitar 16 ft/20 = 0,8ft (0,24 m).Kolom kayu pada umumnya mempunyai perbandingan tebal terhadap tinggi (t/h)bervariasi antara 1 : 25 untuk kolom yang dibebani tidak besar dan relatif pendek,atau sekitar 1 : 10 untuk kolom yang dibebani besar pada gedung bertingkat,Dinding yang dibuat dari elemen-elemen kayu mempunyai perbandingan t/hbervariasi dari I : 30 sampai I : 15.Gambar 7.2 Perkiraan batas bentang untuk berbagai system kayuSumber : Schodek, 19997.1.1. Produk Alat Sambung Untuk Struktur Kayua) Alat Sambung PakuPaku merupakan alat sambung yang umum dipakai dalam konstruksi maupunstruktur kayu. Ini karena alat sambung ini cukup mudah pemasangannya. Pakutersedia dalam berbagai bentuk, dari paku polos hingga paku ulir. Spesifikasiproduk paku dapat dikenali dari panjang paku dan diameter paku. Ilustrasiproduk paku terhadap karat dan noda ditunjukkan pada Gambar 7.3.
  76. 76. ^tçâ Page 73Gambar 7.3 Beragam produk pakuSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Dengan begitu tampilan paku dapat dipertahankan. Namun adanya coatingtersebut menyebabkan kuat cabut paku berkurang karena kehalusan coatingtersebut.Tabel 7.1 Spesifikasi Ukuran PakuSumber : PKKI, 1979Paku Polos Paku UlirUkuranPanjang(mm)Diameter(mm)UkuranPanjang(mm)Diameter(mm)6d 50.8 2.67 6d 50.8 3.058d 63.5 3.33 8d 63.5 3.0510d 76.2 3.76 10d 76.2 3.4312d 82.6 3.78 12d 82.6 3.4316d 88.9 4.11 16d 88.9 3.7520d 101.6 4.98 20d 101.6 4.530d 114.3 5.25 30d 114.3 4.540d 127 5.72 40d 127 4.550d 139.7 6.2 50d 139.7 4.560d 152.4 6.65 60d 152.4 4.570d 177.8 5.2680d 203.2 5.2690d 225.6 5.26Ujung Paku. Ujung paku dengan bagian runcing yang relatif panjang umumnyamemiliki kuat cabut yang lebih besar. Namun ujung yang runcing bulat tersebutsering menyebabkan pecahnya kayu terpaku. Ujung yang tumpul dapat
  77. 77. ^tçâ Page 74mengurangi pecah pada kayu, namun karena ujung tumpung tersebut merusakserat, maka kuat cabut paku pun akan berkurang pula.Kepala paku. Kepala paku badap berbentuk datar bulat, oval maupun kepalabenam (counter sunk) umumnya cukup kuat menahan tarikan langsung. Besarkepala paku ini umumnya sebanding dengan diameter paku. Paku kepala benamdimaksudkan untuk dipasang masuk – terbenam dalam kayu.Pembenaman Paku. Paku yang dibenam dengan arah tegak lurus serat akanmemiliki kuat cabut yang lebih baik dari yang dibenam searah serat . Demikianhalnya dengan pengaruh kelembaban. Setelah dibenam dan mengalamiperubahan kelembaban, paku umumnya memiliki kuat cabut yang lebih besardari pada dicabut langsung setelah pembenaman. Jarak Pemasangan Paku. Jarakpaku dengan ujung kayu, jarak antar kayu, dan jarak paku terhadap tepi kayuharus diselenggarakan untuk mencegah pecahnya kayu. Secara umum, paku takdiperkenankan dipasang kurang dari setengah tebal kayu terhadap tepi kayu,dan tak boleh kurang dari tebal kayu terhadap ujung. Namun untuk paku yanglebih kecil dapat dipasang kurang dari jarak tersebut.e. Kuat cabut pakuGaya cabut maksimum yang dapat ditahan oleh paku yang ditanamtegak lurus terhadap serat dapat dihitung dengan pendekatan rumus berikut.P = 54.12 G5/2 DL (Metric: kg)P = 7.85 G5/2 DL (British: pound) (8.1)Dimana : P = Gaya cabut paku maksimumL = kedalaman paku dalam kayu (mm, inc.)G = Berat jenis kayu pada kadar air 12 %D = Diameter paku (mm, inch.)
  78. 78. ^tçâ Page 75f. Kuat lateral pakuPada batang struktur, pemasangan paku umumnya dimaksudkan untukmenerima beban beban tegak lurus/lateral terhadap panjang paku. Pemasanganalat sambung tersebut dapat dijumpai pada struktur kuda-kuda papan kayu.Kuat lateral paku yang dipasang tegak lurus serat dengan arah gaya lateralsearah serat dapat didekati dengan rumus berikutP = K D2 (8.2)Dimana: P = Beban lateral per pakuD = Diameter pakuK = Koefisien yang tergantung dari karakteristik jenis kayu.b) Alat Sambung SekerupSekrup hampir memiliki fungsi sama dengan paku, tetapi karena memiliki ulirmaka memiliki kuat cabut yang lebih baik dari paku. Terdapat tiga bentuk pokoksekerup yaitu sekerup kepala datar, sekerup kepala oval dan sekerup kepalabundar. Dari tiga bentuk tersebut, sekerup kepala datarlah yang paling banyakada di pasaran. Sekerup kepala oval dan bundar dipasang untuk maksudtampilan–selera. Bagian utama sekerup terdiri dari kepala, bagian benam,bagian ulir dan inti ulir. Diameter inti ulir biasanya adalah 2/3 dari diameterbenam. Sekerup dapat dibuat dari baja, alloy, maupun kuningan diberilapisan/coating nikel, krom atau cadmium.Ragam produk sekerup dapat ditunjukkan pada Gambar 7.4 berikut.
  79. 79. ^tçâ Page 76Tabel 7.2 Nilai K untuk Perhitungan Kuat Lateral Paku dan SekerupSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Berat Jenis GGr/ccK Pakumet-(inc)K Sekerupmet-(inc)K Lag Screwmet-(inc)Kayu Lunak (Soft Wood)0.29-0.42 50.04-(1.44) 23.17-(3.36) 23.30-(3.38)0.43-0.47 62.55-(1.80) 29.79-(4.32) 26.34-(3.82)0.48-0.52 76.45-(2.20) 36.40-(5.28) 29.51-(4.28)Kayu Keras (Hard Wood)0.33-0.47 50.04-(1.44) 23.17-(3.36) 26.34-(3.82)0.48-0.56 69.50-(2.00) 29.79-(4.32) 29.51-(4.28)0.57-0.74 94.72-(2.72) 44.13-(6.40) 34.13-(4.95)Tabel 7.3 Ukuran SekerupSumber : Alen, 1999NomorSekerupDiametermm4 2.845 3.186 3.517 3.848 4.179 4.5010 4.8311 5.1612 5.4914 6.1518 6.8119 7.4720 8.1324 9.45Gambar 7.4 Tipe utama produk sekerupSumber : Allen, 1999
  80. 80. ^tçâ Page 77a. Kuat Cabut SekerupKuat cabut sekerup yang dipasang tegak lurus terhadap arah serat(Gambar 8.13) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.P = 108.25 G2 DL (Metric unit: Kg, cm )P = 15.70 G2 DL (British unit: inch–pound)Dimana:P = Beban cabut sekerup (N, Lb)G = Berat jenis kayu pada kondisi kadar air 12 % kering ovenD = Diameter sekerup terbenam / shank diameter (mm, in.),L = Panjang tanam (mm,in.)b. Kuat lateral sekerupKuat lateral sekerup yang dipasang tegak lurus serat dengan arah gaya lateralsearah serat dapat didekati dengan rumus yang sama dengan kuat lateral paku .Sekerup Lag (Lag Screw)Sekerup lag, seperti sekerup namun memiliki ukuran yang lebih besardan berkepala segi delapan untuk engkol. Saat ini banyak dipakaikarena kemudahan pemasangan pada batang struktur kayu dibandingdengan sambungan baut–mur. Umumnya sekerup lag ini berukuran diameterdari 5.1 – 25.4 mm (0.2 – 1.0 inch) dan panjang dari 25.4 – 406 mm (1.0 –16 inch).
  81. 81. ^tçâ Page 78Gambar 7.5 Detail pemasangan sekerupSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999a. Kuat Cabut Sekerup Lag.Kuat cabut sekerup lag dapat dihitung dengan formula sebagai berikut.P = 125.4 G3/2 D3/4L (Metric unit: Kg, cm )P = 8,100 G3/2 D3/4L (British unit: inch–pound)Dimana: P = Beban cabut sekerup (N, Lb)G = Berat jenis kayu pada kondisi kadar air 12 % kering ovenD = Diameter sekerup terbenam / shank diameter (mm, in.)L = Panjang tanam (mm,in.)b. Kuat lateral sekerup lagKuat lateral sekerup lag dapat dihitung dengan rumus sebagaiberikut.P = c1 c2 K D2Dimana: P= Beban lateral per sekerupD= Diameter sekerup
  82. 82. ^tçâ Page 79K= Koefisien yang tergantung karakteristik jenis kayuC1= Faktor pengali akibat ketebalan batang apit tersambungC2= Faktor pengali akibat pembenamam sekrup lagTabel 7.4 Faktor Kekuatan Lateral Sekerup lagSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Ratio tebal kit apitinci diametersekerupFaktor C1Diameterbenam sekerupmmFaktor C22 0.62 4.8 1.002.5 0.77 6.4 0.973 0.93 7.9 0.853.5 1.00 9.5 0.764 1.07 11.1 0.704.5 1.13 12.7 0.655 1.18 15.9 0.605.5 1.21 19.0 0.556 1.22 22.2 0.526.5 1.22 25.4 0.507.1.2. Konstruksi Sambungan GigiWalaupun sambungan ini sebenarnya malah memperlemah kayu, namun karenakemudahannya, sambungan ini banyak diterapkan pada konstruksi kayusederhana di Indonesia utamanya untuk rangka kuda-kuda atap. Kekuatansambungan ini mengandalkan kekuatan geseran dan atau kuat tekan / tarik kayupada penyelenggaraan sambungan. Kekuatan tarikan atau tekanan padasambungan bibir lurus di atas ditentukan oleh geseran dan kuat desak tampangsambungan gigi. Dua kekuatan tersebut harus dipilih yang paling lemah untukpersyaratan kekuatan struktur.P geser = τ ijin a bDimana : τ ijin = Kuat / tegangan geser ijin kayu tersambung
  83. 83. ^tçâ Page 80b = lebar kayua = panjang tampang tergeserP desak = � ijin b tDimana : � ijin = Kuat / tegangan ijin desak kayu tersambungb = lebar kayut = tebal tampang terdesakGambar 7.6 Contoh sambungan gigiSumber : Forest Products Laboratory USDA, 19997.1.3 Konstruksi Sambungan BautGambar 7.7 Model baut yang ada di pasaranSumber : Forest Products Laboratory USDA, 1999Hampir sama dengan sambungan gigi, sambungan baut tergantung desak bautpada kayu, geser baut atau kayu. Desak baut sangat dipengaruhi oleh panjang

×