MODUL KONSEP DASAR PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUPoling

  • 11,284 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
11,284
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
260
Comments
0
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MODUL EKOLOGI DAN LINGKUNGAN 1/1/2013 1. INAROTUL FAIZAH (1202832) 2. AULIA NOFRIANTI (1202483) 3. RODHIA IZZATI (1202826) 4. HANDOKO (1202543) 5. HERMAWAN S. (1202828) 6. EXSA PUTRA (1202831) 7. SOLEHUDIN (1103286) 8. M.REZA S. (1100998) FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2013
  • 2. EKOLOGI DAN LINGKUNGAN TUJUAN PENYUSUNAN Untuk memaparkan materi mengenai Konsep Dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup kepada mahasiswa sehingga akan lebih jelas mengenainya. MANFAAT PENYUSUNAN Bagi Penulis : Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai Konsep Dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup. Bagi Pembaca : Sebagai media informasi dan ilmu pengetahuan mengenai Konsep Dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup SASARAN DOSEN INSTANSI Seluruh mahasiswa pendidikan geografi, khususnya yang sedang mengontrak mata kuliah ekologi dan lingkungan Prof.Dr. Wanjat Kastolani, M.Pd. UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
  • 3. KONSEP DASAR LINGKUNGAN HIDUP 1. Sejarah Lingkungan Hidup Permasalah lingkungan hidup mendapat perhatian yang besar hampir di semua Negara. Ini terjadi sekitar 1970-an setelah diadaknya koperensi PBB tentang lingkungan hidup di Stokholm dalam tahun 1972. Koperensi itu dikenal sebagai konferensi Stokholm. Hari pembukaan konferensi tersebut tanggal 5 juni, telah disepakati sebagai hari lingkungan hidup sedunia. Dalam konferensi Stockholm telah disetujui banyak revolusi tentang lingkungan hidup yang digunakan sebagai landasan tindak lanjut. Salah satu diantaranya ialah didirikannya bahdan khusus dalam PBB yang ditugasi untuk menggurusi permasalahan lingkungan, yaitu United Nations Envirommental Programme, disingkat UNEP badan ini bermarkas besar di Nairobi Kenya. Di Negara kita perhatian tentang lingkungan hidup telah mulai muncul di media masa sejak tahun 1960-an. Pada umumnya berita tersebut berasal dari dunia barat sehingga masalah yang diliput terutama mengenai pencemaran. Kondisi lingkungan hidup manusia yang bersiat majemuk menyangkut linkungan budaya, religious, social, intelektual dan sebagainya mempengaruhi kehidupan manusia. Manusia berinteraksi dengan lingkungan alam dan ada hubungan saling mempenggaruhi, manusia bersama dengan lingkungan merupakan suatu ekosistem. Didalam kesatuan ekosistem maka didalam unsure-unsur yang lain tidak dapat dipisahkan. Maka kita sebagai makhluk yang tidak bisa dipisahkan dari Lingkungan kita wajib menjaga dan melestarikan lingkungan hidup kita sendiri untuk generasi-generasi yang akan datang. SEJARAH SINGKAT HUKUM LINGKUNGAN INDONESIA Dasawarsa tahun 1970-an merupakan awal permasalahan lingkungan secara global yang ditandai dengan dilangsungkannya Konferensi Stockholm tahun 1972 yang membicarakan masalah lingkungan (UN Coference on the Human Environment,UNCHE). Konferensi yang diselenggarakan oleh PPB ini berlangung dari tanggal 5-12 juni 1972, akhirnya tanggal 5 juli ditetapkan sebagai hari
  • 4. lingkungan hidup sedunia. Pada 1987 terbentuk sebuah komisi dunia yang disebut dengan Komisi Dunia tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan (World Commission on Environment and Development) yang kemudian lahir konsep sustainable development, kemudian majelis umum PPB memutuskan untuk menyelenggarakan konferensi di Rio de Janeiro, Brasil 1992. Kesadaran bangsa – bangsa di Asia Tenggara untuk melaksanakan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup ditandai dengan adanya beberapa kerja sama antara mereka. Kerja sama itu antara lain dapat dilihat melalui “tripartite Agreement” dan Deklarasi Manila. Setelah Deklarasi Manila, negara – negara ASEAN pada tahun 1976 telah menyusun ASEAN Contingensy Plan. Negara – negara ASEAN juga telah menyusun “ Rencana Tindak” (Action Plan). Sasaran utama dari Rencana Tindak ini adalah perkembangan dan perlindungan lingkungan laut dan kawasan dan kawasan pesisir bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kesehatan generasi sekarang dan masa mendatang. Sejak era 1980-an, berkembang tuntutan yang meluas agar kebijakankebijakan resmi negara yang pro lingkungan dapat tercermin dalam bentuk perundang-undangan yang mengingat untuk ditaati oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder). Tak terkecuali, Indonesia juga menghadapi tuntutan yang sama, yaitu perlunya disusun suatu kebijakan yang dapat dipaksakan berlakunya dalam bentuk undang-undang tersendiri yang mengatur mengenai lingkungan hidup. Itu juga sebabnya, maka Indonesia menyusun dan akhirnya menetapkan berlakunya Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UULH 1982). Inilah produk hukum pertama yang dibuat di Indonesia, setelah sebelumnya dibentuk satu kantor kementerian tersendiri dalam susunan anggota Kabinet Pembangunan III, 1978-1983. Menteri Negara Urusan Lingkungan Hidup yang pertama adalah Prof. Dr. Emil Salim yang berhasil meletakkan dasar-dasar kebijakan mengenai lingkungan hidup dan akhirnya dituangkan dalam bentuk undang-undang pada tahun 1982.
  • 5. Lahirnya UULH 1982 tanggal 11 Maret 1982 dipandang sebagai pangkal tolak atau awal dari lahir dan pertumbuhan hukum lingkungan nasional. Sebelum lahirnya UULH 1982 sesungguhnya telah berlaku berbagai bentuk peraturan perundang-undangan tentang atau yang berhubungan dengan lingkungan hidup atau sumber daya alam dan sumber daya buatan, yang dipandang sebagai rezim hukum nasional klasik. Rezim hukum lingkungan klasik berisikan ketentuanketentuan yang melindungi kepentingan sektoral, sementara masalah-masalah lingkungan yang timbul semakin kompleks sehingga peraturan perundangundangan klasik tidak mampu mengantisipasi dan menyelesaikan masalahmasalah lingkungan secara efektif, sedangkan rezim hukum lingkungan modern yang dimulai lahirnya UULH 1982 berdasarkan pendekatan lintas sektoral atau komprehensif integral. UULH 1982 merupakan sumber hukum formal tingkat undang-undang yang pertama dalam konteks hukum lingkungan modern di Indonesia. UULH 1982 memuat ketentuan-ketentuan hukum yang menandai lahirnya suatu bidang hukum baru, yakni hukum lingkungan karena ketentuan-ketentuan itu mengandung konsep-konsep yang sebelumnya tidak dikenal dalam bidang hukum. Di samping itu, ketentuan-ketentuan UULH 1982 memberikan landasan bagi kebijakan pengelolaan lingkungan hidup. Akan tetapi, setelah UULH 1982 berlaku selama sebelas tahun ternyata oleh para pemerhati lingkungan hidup dan juga pengambil kebijakan lingkungan hidup dipandang sebagai instrumen kebijakan pengelolaan lingkungan hidup yang tidak efektif. Sejak pengundangan UULH 1982 kualitas lingkungan hidup di Indonesia ternyata tidak semakin baik dan banyak kasus hukum lingkungan tidak dapat diselesaikan dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan perubahan terhadap UULH 1982, setelah selama dua tahun dipersiapkan, yaitu dari sejak naskah akademis hingga RUU, maka pada tanggal 19 September 1997 pemerintah mengundangkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UULH 1997).
  • 6. Selanjutnya, pada tanggal 3 Oktober 2009, pemerintah mengeluarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), didalam kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh-sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan. Disebabkan juga pemanasan global yang semakin meningkat dan mengakibatkan perubahan iklim, sehingga memperparah penurunan kualitas lingkungan hidup. Setidaknya ada empat alasan mengapa UULH 1997 perlu untuk digantikan oleh undang – undang yang baru. Pertama, UUD 1945 setelah perubahan secara tegas menyatakan bahwa pembangunan ekonomi nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kedua, kebijakan otonomi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia telah membawa perubahan hubungan dan kewenangan antara pemerintah dan pemerintah daerah termasuk di bidang perlingkungan lingkungan hidup. Ketiga, pemanasan global yang semakin meningkat mengakibatkan perubahan iklim sehingga semakin memperparah penurunan kualitas lingkungan hidup. Ketiga alasan ini ditampung dalam UULH 1997. Keempat, UULH 1997 sebagaimana UULH 1982 memiliki celah – celah kelemahan normatif, terutama kelemahan kewenangan penegakan hukum administratif yang dimiliki kementrian Lingkungan Hidup dan kewenangan penyidikan penyidik pejabat pegawai negeri sipil sehingga perlu penguatan dengan mengundangkan sebuah undang – undang baru guna peningkatan penegakan hukum. Berdasarkan hal ini menunjukan, bahwa UUPPLH memberikan warna yang baru dan berbeda dari undang-undangan sebelumnya. Perkembangan Lingkungan Pasca Globalisasi & Revolusi Industri Sejak makhluk hidup menempati planet yang benama bumi ini perkembangannya terus memburuk terutama dalam hal pengeksploitasian sumber daya alam yang dilakukan oleh semua makhluk hidup. Akan tetapi
  • 7. makhluk hidup saat itu hanya merusak lingkungan untuk dimanfaatkan tidak untuk eksploitasi secara besar-besaran untuk kepentingan komersialisasi hanya untuk kepentingan pribadi saja, kemudian saat revolusi Industri di Eropa dimulai dengan banyak mengolah sumber daya alam secara berlebih-lebihan membuat alam ini terolah terlalu cepat dengan banyak menimbulkan kerusakan dimuka bumi dari pengeksploitasi bahan alam untuk banyak kepentingan ekonomi. Memasuki akhir abad ke 19, manusia sedikit menyadari hal buruk yang mereka lakukan telah membuat lingkungan semakin buruk, betapa tidak eksploitasi secra besar-besaran yang dilakukan banyak pihak membuat alam diseluruh dunia terancam rusak, flora maupun fauna banyak terancam punah dan yang paling utama adalah masalah lingkungan hidup tempat tinggal manusia dan makhluk lainnya dimuka bumi ini terancam tercemar oleh berbagai unsur buruk yang akan menyelimuti bumi selama 2 dasawarsa terakhir. Buktinya, suhu bumi naik setiap tahunnya, es-es dikutub lebih cpat mencair yang mengakibatkan muka air laut terhadap pulau-pulau kecil diatas permukaan laut terendam bahkan tenggelam. Pasca KTT Rio de Janeiro, Brasil mengenai hari bumi dengan melihat paradigma pembangunan berwawasan lingkungan, 10 tahun kemudian teryata ditemukan bahwa KTT tersbut hanya membawa pandangan aru bagi perkeonomian khususnya untuk rumah tinggal (apartemen,villa, dan perumahan) mengenai konsep tersebut untuk menambah banyaknya peminat bagi konsumennya dan hal tersebut tetap tidak merubah paradigma mayarakat dunia tentang mencintai lingkungannya. Perkembangan lingkunag akan terwujud apabila masyarakat luas secara sadar bergotong royong untuk membuka pandangan baru bahwa alam adalah hidup kita semua. Langkah Mendukung Perkembangan Lingkungan Hidup 1. Perilaku manusia yang sadar dan melek untuk menjaga lingkungan.
  • 8. 2. Konsep penyelenggaraan Pemerintahan yang baik berorientasi pada lingkungan hidup. 3. Desentralisasi pada penyelesaian permasalahan lingkungan. 4. Penegakan Hukum lingkungan untuk penegasan aturan pemerintah. 2. Pengertian Lingkungan Hidup Apakah lingkungan hidup itu? Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia yang dapat dibedakan menjadi beberapa macam objek atau benda, diantaranya benda mati, benda hidup, benda nyata maupun abstrak. Lingkungan hidup meliputi alam sekitar termasuk manusia. Lingkungan merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling mendukung satu sama lain. Dapat disimpulkan bahwa lingkungan hidup tidak hanya terdiri dari benda hidup saja, tetapi suatu kesatuan ekosistem (air, udara, tanah, sosial dan teknologi) termasuk benda mati yang menunjang kehidupan di bumi. Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 yang dimaksud lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. 3. Norma-norma Lingkungan Hidup Norma adalah aturan, ukuran atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai dan membandingkan sesuatu. Norma yang berkaitan dengan likungan hidup dapat dibedakan menjadi dua. a. Norma sosial Norma social adalah norma yang dipakai untuk menilai suatu perilaku manusia, terutapa terhadap lingkungan hidup, berdasarkan kekuatan yang meningkat. Sementara itu yang dipandang sebagai norma social adalah cara, kebiasaan, tingkah laku, dan adat istiadat.
  • 9. b. Norma hukum Indonesia sudah memiliki peraturan hukum berupa undang-undang khusus mengenai lingkungan hidup. Salah satunya adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkunga Hidup yang memuat pengertian tentang lingkungan hidup, ruang lingkup, asas, tujuan serta sasaran, hak dan tanggung jawab masyarakat serta berbagai macam hal yang melingkupi lingkungan hidup. Norma hukum lingkungan hidup sangat diperlukan karena menjadi panduan barsama dan kekuatan pendorong bagi masyarakat. 4. Permasalahan Lingkungan Hidup Masalah lingkungan hidup yang diketahui dan diakibatkan oleh manusia: a. Penggundulan dan penebangan hutan b. Suhu udara yang semakin memanas akibat pemanasan global c. Matinya beberapa spesies hewan tertentu dan punahnya beberapa jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia. d. Ketidaksuburan tanah karena ekosistemnya terganggu e. Polusi udara, air, tanah, suara, pestisida, radiasi, cuaca, dan pencemaran lingkungan lainnya. f. Penyakit endemik Masalah lingkungan hidup yang biasanya terikat dengan bencana alam: a. Banjir dan tanah longsor b. Gempa Bumi c. Letusan gunung berapi d. Angin puting beliung atau tornado 5. Komponen Lingkungan Hidup a. Lingkungan Hidup Alami
  • 10. Lingkungan hidup alami adalah lingkungan yang telah ada di alam tanpa campur tangan manusia. Contohnya seperti hutan belantara. b. Lingkungan Hidup Binaan Lingkungan binaan adalah lingkungan yang sudah direkayasa oleh manusia. Contohnya seperti sekolah, perumahan dan perkantoran. c. Lingkungan Hidup Sosial Budaya Lingkungan social budaya yaitu lingkungan yang dipengaruhi oleh sosial budaya masyarakat setempat. 6. Konsep Dasar Lingkungan Hidup Konsep dasar lingkungan hidup antara lain: a. Lingkungan hidup adalah keseluruhan ruang yang ada di bumi yang terdiri dari air, tanah, udara, makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya. b. Norma yang mendasari lingkungan hidup adalah norma sosial dan norma hukum. c. Lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu lingkungan alami, lingkungan binaan, dan lingkungan sosial budaya. d. Lingkungan hidup yang baik adalah lingkungan hidup yang masing-masing makhluk hidup dan komponen di dalamnya dapat berinteraksi dengan baik. e. Lingkungan hidup yang berada di bumi, baik benda mati atau hidup, manusia dan alam mampu berhubungan secara timbal balik. 7. Manfaat Lingkungan Hidup a. Menyediakan sumber daya alam bagi kebutuhan hidup manusia. b. Menyediakan ruang bagi manusia dan makhluk hidup lainnya untuk melakukan aktifitas kesehariannya, untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
  • 11. c. Memberikan kesempatan bagi manusia terutama untuk bereksplorasi, membuat berbagai macam penemuan baru dengan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh manusia melalui pengamatan dan penelitian.
  • 12. Pengamatan Lingkungan Hidup 1. Mengamati Lingkungan Hidup Manusia, makhluk hidup lain, dan benda-benda mati yang hidup dalam suatu daerah dan saling berinteraksi dinamakan komunitas. Komunitas organik yang saling berhubungan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan dinamakan ekosistem. Manusia merupakan anggota komunitas yang berperan penting dalam lingkungan hidup. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. a. Pentingnya Lingkungan untuk Kehidupan Fungsi utama lingkungan hidup bagi manusia diantaranya : 1) Lingkungan sebagai Wahana bagi Keberlanjutan Kehidupan Lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksinya makhluk hidup yang membentuk suatu sistem jaringan kehidupan. Di dalamnya terdapat berbagai siklus yang menunjang kehidupan, seperti siklus energi, siklus air, dan siklus udara. Dalam sebuah piramida makanan, tumbuhan berperan sebagai produsen dan berada pada tingkat yang paling rendah. 2) Lingkungan sebagai Tempat Berlangsungnya Aktivitas Sosial, Ekonomi, Budaya. Aktifitas dan interaksi antar sesama manusia akan menghasilkan sebuah kebudayaan, baik itu itu kebudayaan material maupun kebudayaan non material. Dalam mengekspresikan hasil cipta, karsa dan karya manusia itu akan memerlukan ruang, dan lingkungan hidup adalah satu-satunya ruang bagi manusia untuk mengekspresikan kebudayaannya. 3) Lingkungan sebagai Tempat Mencari Makan (Niche)
  • 13. Makhluk hidup saling berinteraksi membentuk piramida makanan. Jika salah satu dalam makanan terputus, maka akan terjadi kelaparan dan kematian hewan lainnya. b. Sejarah Perkembangan Manusia dan Dampaknya terhadap Lingkungan Hidup Jika kita menelusuri kembali sejarah peradaban manusia di bumi ini, tampaklah bahwa manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya. Bahkan, lebih daripada itu manusia telah mengubah semua komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif maupun negatif. Berpengaruh positif karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut dan berpengaruh negatif karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya. Pada era berburu dan meramu, manusia berada pada tahap memanfaatkan apa yang ada di dalam. Pada masa itu manusia hanya hidup dan bergantung dari apa yang telah tersedia di alam tanpa perlu membudidayakannya. Peradaban pun semakin berubah, selain sebagai pengguna langsung sumber daya yang ada di alam, manusia pun mulai melakukan budidaya dan menjinakan binatang-binatang liar yang dijadikan sebagai ternak mereka, dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup. Pada masa itu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian dianggap sebagai pencapaian yang luar biasa dalam mempertahankan eksistensi manusia di muka bumi. Tetapi, Semakin majunya peradaban manusia telah menyebabkan manusia melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya alam. Fenomena tersebut semakin terlihat jelas ketika revolusi industri di Inggris abad ke 19. Selain membutuhkan sumberdaya alam yang terdapat di permukaan bumi seperti kayu, air dan tanah, manusia pun mulai melakukan eksploitasi sumberdaya alam yang terdapat di perut bumi, seperti minyak
  • 14. bumi dan batubara yang berguna sebagai bahan bakar untuk menggerakan mesin-mesin diesel pada industri. Ketersediaan bahan tambang yang terbatas di daratan Eropa telah menyebabkan orang Eropa melakukan ekspansi wilayah ke dunia baru seperti benua Amerika, Afrika dan Asia. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ke seluruh dunia sehingga berdampak terhadap eksploitasi sumberdaya alam yang semakin merata di dunia. Akibatnya masalah-masalah lingkungan hidup yang terjadi bukan hanya masalah di Benua Eropa semata, tetapi semakin berkembang menjadi masalah yang lebih serius yang menimpa dunia. Ketimpangan perkembangan penduduk dan jumlah pangan telah membawa dunia pada era krisis pangan. Pada tahun 1980-an manusia mulai melakukan rekayasa terhadap bidang pertanian dalam rangka peningkatan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Rekayasa pertanian tahun 1980-an dianggap oleh sebagian orang telah berhasil menghindarkan manusia dari kelaparan masal akibat kekurangan pangan. Keberhasilan revolusi hijau tahun 1980-an harus dibayar oleh kerusakan ekosistem yang serius. Penggunaan pestisida, pupuk buatan dan mekanisasi pertanian telah menyebabkan kondisi ekosistem alam terganggu, yang berdampak terhadap peningkatan berbagai spesies hama pertanian dan bermacam-macam penyakit baru yang sebelumnya tidak ada. Masalah lebih serius yang dialami oleh manusia pada saat ini tidak hanya masalah ekologi yang terjadi di bumi, tetapi produksi CO2 yang berlebihan telah membawa masalah terhadap peningkatan suhu rata-rata di bumi. Selain itu, efek gas rumah kaca yang dikeluarkan oleh pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor pun telah bermpak terhadap penipisan lapisan ozon di atmosfer. Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat dan didorong oleh kesadaran manusia akan perlunya kelestarian bumi, akhirnya manusia mulai melakukan perbaikan terhadap gaya hidupnya. Pada saat ini, manusia
  • 15. telah banyak yang menggunakan berbagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Diantaranya adalah penggunaan energi matahari, biogas, dan tenaga angin untuk pemenuhan energi listrik serta melakukan daur ulang terhadap barang-barang yang tidak bisa digunakan. c. Ekosistem Lingkungan Hidup Manusia Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersamasama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan". Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya. Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi. Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu,
  • 16. namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam. 1) Komponen Biotik Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu: a) Heterotrof Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba. b) Pengurai Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Contohnya seperti bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu aerobik, anaerobik dan fermentasi. 2) Komponen Abiotik
  • 17. Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu: a) Suhu, Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya. b) Air, Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun. c) Garam, Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi. d) Cahaya matahari, Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan. e) Tanah dan batu, Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah. f) Iklim,adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu. 2. Permasalahan Lingkungan Hidup Masalah lingkungan adalah aspek negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan biofisik. Environmentalisme, sebuah gerakan sosial dan lingkungan yang dimulai pada tahun 1960, fokus pada penempatan masalah lingkungan melalui advokasi, edukasi, dan aktivisme. a. Jenis-jenis Kerusakan Lingkungan Hidup
  • 18. Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam 1) Letusan Gunung Berapi Beberapa gunung berapi sering meletus, seperti gunung Merapi, Krakatau, Kerinci, Tangkuban Perahu, dan Semeru. Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas vulkanisme yang ditandai ledakan, getaran, dan muntahan material gunung. Berikut ini adalah beberapa dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh letusan gunung api : a. Letusan gunung berapi melemparkan berbagai material padat yang terdapat di dalamnya seperti batuan, kerikil, dan pasir yang dapat menimpa perumahan, daerah pertanian, dan hutan. b. Hujan abu vulkanik yang menyertai letusan dapat menyebabkan terganggunya pernapasan, pemandangan yang gelap, dan lingkungan yang kotor. c. Lava panas yang meleleh dapat merusak bahkan mematikan apa saja yang dilaluinya. d. Awan panas yang berembus dengan kecepatan tinggi dan tidak terlihat mata dapat menewaskan makhluk hidup yang dilaluinya. e. Gas yang mengandung racun dapat mengancam keselamatan makhluk hidup di sekitar gunung berapi. 2) Gempa Bumi Gempa bumi merupakan getaran yang dirasakan permukaan bumi akibat adanya kekuatan dari dalam bumi berupa aktivitas tektonisme, vulkanisme, dan runtuhan bagian lapisan bumi. Berikut ini adalah beberapa kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh adanya gempa bumi : a. Tanah di permukaan bumi merekah sehingga menyebabkan jalan raya terputus. b. Akibat guncangan yang hebat dapat terjadi tanah longsor yang menimbun segala sesuatu dibawahnya.
  • 19. c. Gempa dapat merobohkan berbagai bangunan. d. Dapat terjadi banjir sebagai akibat dari rusaknya tanggul bendungan. e. Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami, yaitu gelombang pasang di laut yang melanda daerah pantai. f. Gempa dapat merenggut korban jiwa, luka berat, luka ringan, dan hilangnya orang. 3) Angin Topan Angin topan adalah angin yang berembus dengan kecepatan tinggi (lebih dari 100 km/jam). Jika angin tersebut disertai hujan disebut badai. Berikut ini adalah beberapa kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena adanya angin topan : a. Rumah-rumah yang kurang kuat dapat rusak atapnya bahkan ada yang roboh. b. Areal pertanian, perkebunan, dan hutan rusak. c. Membahayakan bagi kegiatan penerbangan. d. Menimbulkan ombak yang besar sehingga dapat menenggelamkan kapal. Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Faktor Manusia 1) Banjir Banjir merupakan genangan air yang meliputi daerah yang cukup luas karena sungai tidak mampu lagi menampung. Banjir dapat merusak saluran irigasi, jembatan, jalan raya, jalan kereta api, rumah penduduk, dan areal pertanian. Secara umum, banjir ini disebabkan oleh 2 hal, baik oleh alam atau pun oleh kesalahan manusia. Tetapi bencana banjir yang sering terjadi sekarang ini lebih banyak disebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penebangan atau pun alih fungsi lahan di daerah hulu sungai. 2) Tanah Longsor Lereng atau lahan yang kemiringannya melampaui 20 derajat umumnya memiliki kecenderungan untuk bergerak atau longsor. Tanah menjadi
  • 20. longsor karena faktor alam, seperti adanya gempa dan hujan deras, atau juga faktor manusia berupa tindakan penggundulan hutan. 3) Pencemaran Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri. b. Permasalahan Lingkungan Hidup di Dunia Masalah lingkungan hidup yang menjadi permasalahan utama di seluruh dunia pada saat ini adalah pencemaran, baik terhadap air, tanah atau pun udara. Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. 1) Pencemaran Air Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit, berikut ini adalah beberapa dampak akibat pencemaran sumberdaya air. a. Dapat menyebabkan banjir dan Erosi b. Kekurangan sumber air c. Dapat membuat sumber penyakit d. Tanah Longsor e. Dapat merusak Ekosistem sungai f. Kerugian untuk Nelayan 2) Pencemaran Udara
  • 21. Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Berikut ini adalah beberapa dampak yang ditimbulkan akibat adanya pencemaran udara : Hujan asam pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain : Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan, Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan. Efek rumah kaca Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah Peningkatan suhu rata-rata bumi, Pencairan es di kutub, Perubahan iklim regional dan global, Perubahan siklus hidup flora dan fauna dan Kerusakan lapisan ozon 3) Pencemaran Tanah Pencemaran Tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya
  • 22. terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan. Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman dimana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama. c. Jenis-jenis Masalah lingkungan hidup di Indonesia Berikut ini adalah beberapa masalah lingkungan hidup utama yang terjadi di Indonesia : a) Penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan; b) Polusi air dari limbah industri dan pertambangan; c) Polusi udara di daerah perkotaan; d) Asap dan kabut dari kebakaran hutan; penghancuran terumbu karang; e) Pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju;
  • 23. f) Pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur; g) Hujan asam yang merupakan akibat dari polusi udara. 3. Penanganan Kerusakan Lingkungan Hidup a. Teknik Mengatasi Pencemaran Tanah 1) Remediasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit. 2) Bioremediasi Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya.
  • 24. b. Kebijakan untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan Hidup Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak. Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu: 1) Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup. 2) Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang. Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut: 1) Menjamin pemerataan dan keadilan. 2) Menghargai keanekaragaman hayati. 3) Menggunakan pendekatan integratif. 4) Menggunakan pandangan jangka panjang.
  • 25. Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya: 1) Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. 2) Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. 3) Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Selain itu, Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut antara lain: 1) Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah. 2) Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 3) Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan.
  • 26. LATIHAN SOAL 1. Segala sesuatu yang berada di sekitar manusia yang dapat dibedakan menjadi beberapa macam objek atau benda, diantaranya benda mati, benda hidup, benda nyata maupun abstrak adalah .. a. Lingkungan Hidup c. Kehidupan b. Bioma d. Ekosistem 2. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya, adalah pengertian lingkungan hidup menurut.. a. UUD Nomor 23 Tahun 1997 c. UUD Nomor 23 Tahun 1998 b. UUD Nomor 24 Tahun 1997 d. UUD Nomor 24 Tahun 1998 3. Berikut ini adalah komponen lingkungan hidup, kecuali a. Lingkungan Hidup Alami c. Lingkungan Hidup Manusia b. Lingkungan Hidup Binaan d. Lingkungan Hidup Sosial Budaya 4. Permasalahan lingkungan hidup yang disebabkan manusia , adalah.. a. Banjir c. Kebakaran hutan b. Tanah longsor d. Gempa 5. Salah satu norma yang mendasari lingkungan hidup adalah .. a. Norma Hukum c. Norma Agama b. Norma Sosial d. Norma Adat ESSAY : 1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan pengertian lingkungan hidup ! Jelaskan norma norma lingkungan hidup ! Jelaskan permasalahan lingkungan hidup Jelaskan komponen lingkungan hidup ! Jelaskan manfaat lingkungan hidup !