profesi pendidikan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,009
On Slideshare
2,009
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
36
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Profesi Pendidikan Page 1BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPada hakikatnya, pendidikan merupakan upaya untuk membimbing dan membinamanusia muda atau belum memiliki pengalaman apapun agar menjadi manusia yangberperilaku seperti manusia pada umumnya serta pengembangan dirinya yang bergunaketika berinteraksi dengan manusia lainnya. Hal ini dapat diamati dari proses interaksiantara seorang pendidik/guru dengan peserta didiknya (siswa), yaitu si pendidikmemberikan pengaruh kepada peserta didiknya kearah positif. Selain itu, tujuanpendidikan itu sendiri yaitu membentuk para peserta didik pada perubahan tingkah lakudalam hal penguasaan ilmu pengetahuan, kacakapan, kemampuan (competencies),keterampilan (skills), pengembangan sikap (attitude) dan nilai-nilai dalam rangkapengembangan dirinya. Pengembangan tersebut dibutuhkan oleh peserta didik dalammenghadapi tugas-tugasnya didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegarasebagai siswa, anggota masyarakat, warga negara, dan sebagainya.Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini semakin maju, menuntut parapendidik untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan saat ini. Hal inipun turutdirasakan oleh para pemuda atau peserta didik saat ini, yang merupakan orang pertamayang menjadi sasaran perkembangan teknologi. Namun, tidak semua kemajuan teknologipada saat ini membawa para pemuda bergerak menuju pada hal positif. Bahkan pada saatini banyak para pemuda atau peserta didik melakukan berbagai tindakan yang tidak sesuaidengan norma-norma yang berlaku pada kehidupan masyarakat serta tidak mencirikanetika bangsa dan agama. Tindakan negatif yang dilakukan oleh para pemuda tersebutseperti tawuran antar kelompok/sekolah, mengkonsumsi narkoba, premanisme, dansebagainya, bahkan tidak sedikit diantara meraka melakukan tindakan asusila. Hal ini jika
  • 2. Profesi Pendidikan Page 2terus dibiarkan terjadi, maka lambat laun akan merusak moral bangsa dan para pemudatidak akan menghargai budaya bangsanya sendiri.Pada akhirnya, semua permasalahan ini akan menyalahkan sistem pendidikan saatini, terutama kepada guru sebagai tenaga pendidik. Guru sebagai orang tua kedua dilingkungan pendidikan atau sekolah dituntut untuk dapat membentuk etika, moral, danakhlak atau perilaku para peserta didiknya (siswa) agar sesuai dengan norma-norma yangberlaku di kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, tidak semua parapendidik atau guru melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak sedikit dari para pendidikatau guru yang belum mengerti tugasnya secara professional. Hal ini dapat dilihat sepertisi pendidik atau guru hanya memberikan materi yang dikuasainya, serta tidak menutupkemungkinan mereka belum mampu menciptakan suasana belajar yang baik bagi pesertadidiknya.Banyaknya peristiwa yang terjadi pada saat ini terutama oleh para pemuda ataupeserta didik sabagai penerus bangsa, agen perubahan dan calon pemimpin masa depanadalah mengacu pada sistem pembelajaran yang dilakukan oleh para pendidik atau guru.Tidak sedikit diantara mereka yang menyadari akan pentingnya pembentukan etika,moral, dan akhlak atau perilaku peserta didiknya menuju kearah positif. Hal itu perluadanya kerjasama antara pendidik atau guru, orang tua, dan pemerintah. Oleh karena itupenulis menyusun sebuah makalah dengan tema “PENGINTEGRASIAN PEMBINAANETIKA, MORAL, DAN AKHLAK SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DISEKOLAH SEBAGAI TUNTUTAN KOMPETENSI MORAL GURUPROFESIONAL”.
  • 3. Profesi Pendidikan Page 31.2 Rumusan Masalah1. Apa arti penting kompetensi moral guru?2. Bagaimana peran kompetensi moral guru dalam lingkungan pendidikan?3. Apa yang menyebabkan menurunnya moral, etika dan akhlak peserta didik padasaat ini?1.3 Tujuan Khusus1. Untuk mengetahui pengintegrasian pembinaan etika, moral dan akhlak siswa dalamproses pembelajaran.2. Untuk mengetahui peranan kompetensi moral seorang guru.1.4 Tujuan Umum1. Untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Profesi Kependidikan.2. Untuk memahami pentingnya peningkatan profesionalisme guru dan peranankompetensi profesional guru sebagai tuntutan kompetensi moral.3. Untuk menambah wawasan antara penulis dan pembaca tentang kompetensi sosialguru yang ada di sekolah dan masayarakat.4. Memberikan penyuluhan kepada para pendidik atau guru maupun calon pendidiktentang pentingnya pembinaan etika, moral,dan akhlak atau perilaku kepada parapeserta didik atau siswa.5. Mengetahui proses pembinaan etika, moral, dan akhlak atau perilaku kepadapeserta didik atau siswa melalui proses pembelajaran.1.5 Manfaat Penulisan Makalah1. Sebagai sumber informasi bagi pembaca mengenai figur keteladan guruprofesional.2. Sebagai suatu pembelajaran kepada calon pendidik atau guru agar kendala-kendalayang dialami oleh guru saat ini agar tidak diulangi oleh mereka.
  • 4. Profesi Pendidikan Page 43. Menambah pengetahuan mengenai pembinaan etika, moral, dan akhlak atauperilaku yang dilaksanakan oleh pendidik atau guru kepada peserta didik atausiswanya.4. Para pendidik atau guru, khususnya calon pendidik mampu merealisasikanpembinaan etika, moral, dan akhlak atau perilaku didalam proses pembelajaran dikelas.5. Para peserta didik atau siswa selain mendapatkan ilmu pengetahuan yangdiperolehnya dari lingkungan sekolah, meraka dibekali etika, moral, dan akhlakyang harus dimilikinya dalam berinteraksi pada kehidupan bermasyarakat,berbangsa, dan bernegara.1.6 Sistematika Penulisan MakalahAdapun sistematika penulisannya sebagai berikut:KATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar belakang1.2 Rumusan masalah1.3 Tujuan khusus1.4 Tujuan umum1.5 Manfaat penulisan makalah1.6 Sistematika penulisan makalahBAB II KAJIAN TEORITIS2.1 Pengertian guru2.2 Pengertian professional2.3 Pengertian kompetensi2.4 Pengertian etika, moral dan akhlak2.5 Fungsi Kompetensi Moral Guru
  • 5. Profesi Pendidikan Page 5BAB III PEMBAHASAN3.1. Peranan social guru dalam masyarakat3.2. Figur keteladanan guru profesionalBAB IV KESIMPULAN DAN SARAN4.1. Kesimpulan4.2. SaranDAFTAR PUSTAKA
  • 6. Profesi Pendidikan Page 6BAB IIKAJIAN TEORITIS2.1 Pengertian guruMenurut: (Greta G. Morine-Dershimer 2009, 43) guru adalah pekerjaan profesionalyang membutuhkan kemampuan khusus hasil proses pendidikan yang dilaksanakan olehlembaga pendidikan keguruan.Hasan Alwy (2009, 65) guru adalah orang yang pekerjaannya sehari-hari (matapencahariannya, profesinya mengajar). Guru terbagi menjadi 2 guru formal tugasnya disekolah dan tutor (guru) non formal yang tugasnya dalam proses belajar mengajar diPKBM, kursus dan berbagai pelatihan lainnya. Masih ada istilah selain tutor, sepertiinspektur, fasilitator dll.Menurut kami pengertian guru diatas lebih setuju pendapat dari Hasan Alwy bahwaguru adalah seseorang yang profesional yang tugasnya bukan hanya sekedar mengajar ditempat formal (disekolah) saja tetapi di tempat non formal (tempat kursus dan berbagaipelatihan).2.2 Pengertian profesionalHasan Alwy (2002; 897) profesional adalah bidang pekerjaan yang dimilikiseseorang, dalam sudut pandang lain merupakan kepandaian (keterampilan) khususseseorang dalam menjalankan tugasnya....”.Hassan Shadily (1984; 2774) profesional adalah orang yang mengerjakan sesuatukarena jabatan atau profesinya, bukan hanya untuk kesenangan saja, tetapi merupakansuatu mata pencaharian dalam mencari nafkah...”. Termasuk juga mereka yangmengemban jabatan fungsional guru, PPL, PLKB, Tutor, Instruktur, dll.Menurut kelompok kami bahwa Profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinyasuatu bidang pekerjaan yang ingin atau ditekuni oleh seseorang. Profesi juga diartikansebagai suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan danketerampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif.
  • 7. Profesi Pendidikan Page 72.3 Pengertian kompetensiBanyak pakar membicarakan tentang kompetensi yang pada prinsipna merujuk padapengertian yang sama. Dalam makna yang lebih luas kompetensi memiliki arti yang sebagaikecakapan, kebiasaan, keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupannya(Syaodih,2004 : 29) baik sebagai pribadi ,warga masyarakat, siswa dan termasuk juga guru.Kata-kata tersebut sebenarnya memiliki makna khusus, tetapi secara umum dapat diartiakansama, yaitu sebagai perilaku atau perpormansi yang diperlihatkan sesorang dalamberaktivitas,melaksanakan tugas, menyelesaikan pekerjaan, memecahkan masalah dansebagainya.(Syaodih,2002 : 32 ). Sejalan dengan itu, Muhibin (1997 : 229 ) menjelaskan bahwa“kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan Sedangkan Broke dan Stone ( Wijaya &Rusyan, 1994 : 7 ) menjelaskan bahwa “kompetensi merupakan gambaran hakikat kualitatif dariperilaku pendidik aau tenaga kependidikan yang tampak sangat berarti.Menurut Barlow ( Dalam Muhibibin, 1997 : 229 )Bahwa kompetensi guru adalah the ability of ateacher to responsibility perform his or her duites appropriately, yang berarti bahwa kompetensiguru merupakan kemampuan dalam melaksanakan kewajiban – kewajiban secara bertanggungjawab dan layak. Sependapat dengankutipan diatas, dalam hal ini kepputusan menteri pendidikannasional numer 045/U/2002, memberikan batasan tentang kompetensi sebagai seperangkattindakan cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimilki seseorng sebagai syarat untuk dianggapmampu ( Kompeten oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang tertentu. Lebihlanjut VITT ( 1992 : 23 ) mengemukakan terdapat lima dimensi kompetensi, yaitu (1) Motif ; )Sifat; (3) Konsep diri ; (4) pengetahuan ; dan (5) keterampilan .Sementara itu dalam UU RINO.14 2005 tetang guru dan dosen dijelaskan bahwa “Kompentensi adalah seperangkatpengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dandosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya “.Betapa esensinya kompetensi bagi individu, terutama pada seseorang yang terlibat dalammenekuni suatu pekerjaan ( profesi), maka kompetensi merupakan suatu hal yang mendasar bagi
  • 8. Profesi Pendidikan Page 8terciptanya kualitas kerja yang dihasilakan, sejalan dengan itu Spencer dan Spencer ( 1993 : 104) memberikan definisi bahwa kompetensi adalah ….an underliying characteristic of anindividual that is causally related ti criterion referenced effective and/or superios performance injob or situation. Menurut definisi tersebut,kompetensi merupakan kar kter dasar individu yangmempengaruhi efektivitas cara berfikir dan bertindak, serta membentuk kinerja tinggi dalammelaksanakan pekerjaan.2.4 Pengertian etika, moral dan akhlak1. Pengertian EtikaEtika dalam islam disebut akhlak. Berasal dari bahasa Arab al-akhlak yangmerupakan bentukjamakdari al-khuluq yang berartibudipekerti, tabiat atau watak yangtercantum dalam al-qur’an sebagai konsideran. (Pertimbangan yg menjadi dasar penetapankeputusan, peraturan)“ Sesungguhnya engkau Muhammad berada di atas budi pekerti yang agung” ( Q.S Al-Qalam: 4 )Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatanyang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau polatingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia.Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani ethos , yang berarti adat kebiasaan.Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas – asasakhlak. Ahmad Amin menegaskan etika ialah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk,menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.Etika secara terminologis, menurut Ahmad Amin etika ialah ilmu yang menjelaskan arti baikdan buruk yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
  • 9. Profesi Pendidikan Page 9Etika dalam Encyclopedia Britania dinyatakan sebagai filsafat moral, yaitu studi tentang sifatdasar dari konsep baik dan buruk, harus, benar dan salah ( Zubair 1980)Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu sistem tata nilai suatu masyarakattertentu, Etika lebih banyak dikaitkan dengan ilmu atau filsafat, karena itu yang menjadistandar baik dan buruk itu adalah akal manusia. Etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.2. Pengertian MoralSecara etimologis istilah moral berasal dari bahasa latin “mos” (Moris), yang berartiadat, kebiasaan, peraturan, nilai-nilai atau tata cara kehidupan. Dewasa ini orang cenderunguntuk memakai moralitas atau moral untuk menunjukkan tingkah laku itu sendiri. Dapatdikatakan moral adalah ukuran baik buruk seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagaiwarga masyarakat, dan warga negara. Selain itu moral juga memiliki dua pengertian yaitu :a. Serangkaian tentang nilai tentang baik buruk yang diterima umum mengenaiperbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti dan susila.b. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah danberdisiplin sebagaimana terungkap dalam perbuatan (Nata, 2003: 90).Kemudian menurut C Asri Budiningsih (2004: 24) mengartikan moral yang dikutipdari pendapat Franz Magnis Soeseno, moral selalu mengacu pada baik buruknya manusiasebagai manusia sehingga bidang moral adalah bidang kehidupan manusia dilihat dari segikebaikan manusia. Definisi lain dikemukakan oleh Piaget, L Kohlberg, B Graham danBarbara Leers dalam Ahmad Kosasih Djahiri (1986: 76) yang menyatakan bahwa moraladalah segala hal yang menyangkut, membatasi, dan menentukan serta harus dianut,dijalankan, karena hal tersebut dianut, diyakini, dilaksanakan, atau diharapkan dalam
  • 10. Profesi Pendidikan Page 10kehidupan dimana kita berada. Moral ada di dalam kehidupan serta menuntut dianut,diyakini, akan menjadi moralitas sendiri.Manusia menurut kodratnya selain dikaruniai akal juga dikaruniai hawa nafsu. Selainitu apda dasarnya manusia itu “kosong” menerima segala bentuk tingkah laku, oleh karena itupendidikan moral sangat penting. Pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikananak manusia bermoral baik dan manusiawi. Tanpa pendidikan moral, akhlak terpuji danmulia tidak akan menjadi bagian yang menyatu dengan kepribadaian seseorang dan manusiaakan terbiasa dengan moral yang tercela karena hanya dilandasi nafsu. Ada beberapa pakaryang mengembangkan pembelajaran nilai moral, dengan tujuan membentuk watak ataukarakterstik anak. Pakar-pakar tersebut di antaranya Newman, Simon, Howe, dan Lickona.Dari beberapa pakar tersebut, pendapat Lickona-lah yang lebih cocok diterapkan untukmembentuk watak/karakter anak. Pandangan Lickona (1992) tersebut dikenal denganeducating for character atau pendidikan karakter/watak untuk membangun karakter atauwatak anak. Dalam hal ini, Lickona mengacu pada pemikiran filosof Michael Novak yangberpendapat bahwa watak atau karakter seseorang dibentuk melalui tiga aspek yaitu, moralknowing, moral feeling, dan moral behavior, yang mana satu sama lain saling berhubungandan terkait. Lickona menggarisbawahi pemikiran Novak. Ia berpendapat bahwa pembentukankarakter atau watak anak dapat dilakukan melalui tiga kerangka pikir, yaitu konsep moral(moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behavior). Dengandemikian, hasil pembentukan sikap karakter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitukonsep moral, sikap moral, dan perilaku moral.3. Pengertiann akhlakAkhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatukeinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Akhlak merupakan
  • 11. Profesi Pendidikan Page 11bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku,atau tabiat2.5 Fungsi Kompetensi Moral GuruSetiap subjek mempunyai pribadi yang unik, masing-masing mempunyai ciri dan sifatbawaan serta latar belakang kehidupan. Banyak masalah psikologis yangdihadapi pesertadidik, banyak pula minat, kemampuan, motivasi dan kebutuhannya. Semua memerlukanbimbingan guru yang berkepribadian dapat bertindak sebagai pembimbing, penyuluh dandapat menoling peserta didik agar mampu menolong dirinya sendiri. Disinilah letakkompetensi kepribadian guru sebagai pembimbing dan suri teladan. Guru adalah sebagaipanutan yang harus digugu dan ditiru dan sebagai contoh pula bagi kehidupan dan pribadipeserta didiknya. Dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro dalam sistem Amongnya yaitu guruharus:1. Ing ngarso sungtulodo2. Ing madyo mangun karso3. Tut wuri hindayaniArtinya bahwa guru harus menjadi contoh dan teladan, membangkitkan motif belajar siswaserta mendorong/memberikan motivasi dari belakang. Dalam arti Anda sebagai seorang gurudituntut melalui sikap dan perbuatan menjadikan dirinya pola panutan dan ikutan orang-orangyang di pimpinnya. Dalam hal ini siswa-siswa di sekolahnya, juga sebagai seorang gurudituntut harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang-orangyang dibimbingnya serta harus mampu mendorong orang-orang yang di asuhnya agar beraniberjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.Berdasarkan uraian diatas, fungsi kompetensi kepribadian guru adalah memberikanbimbingan dan suri teladan, secara bersama-sama mengembangkan kreativitas danmembangkitkan motif belajar serta dorongan untuk maju kepada anak didik.
  • 12. Profesi Pendidikan Page 12BAB IIIPEMBAHASAN3.1 Arti Penting Kompetensi Moral GuruPenguasaan kompetensi moral guru memiliki arti penting, baik bagi guru yangbersangkutan, sekolah dan terutama bagi siswa. Berikut ini disajikan beberapa artipenting penguasaan kompetensi moral guru:1. Ungkapan klasik mengatakan bahwa “segala sesuatunya bergantung padapribadi masing-masing”. Dalam konteks tugas guru, kompetensi pedagogik,profesional dan sosial yang dimiliki seorang guru pada dasarnya akan bersumberdan bergantung pada pribadi guru itu sendiri. Dalam melaksanakan prosespembelajaran dan berinteraksi dengan siswa akan banyak ditentukan olehkarakteristik kepribadian guru yang bersangkutan. Memiliki kepribadian yangsehat dan utuh, dengan kerakteristik sebagaimana diisyaratkan dalam rumusankompetensi kepribadian di atas dapat dipandang sebagai titik tolak bagi seseoranguntuk menjadi guru yang sukses.2. Guru adalah pendidik profesional yang bertugas untuk mengembangkankepribadian siswa atau sekarang lebih dikenal dengan karakter siswa. Penguasaankompetensi kepribadian yang memadai dari seorang guru akan sangat membantuupaya pengembangan karakter siswa. Dengan menampilkan sebagai sosok yangbisa di-gugu (dipercaya) dan ditiru, secara psikologis anak cenderung akanmerasa yakin dengan apa yang sedang dibelajarkan gurunya. Misalkan, ketikaguru hendak membelajarkan tentang kasih sayang kepada siswanya, tetapi di sisilain secara disadari atau biasanya tanpa disadari, gurunya sendiri malahcenderung bersikap tidak senonoh, mudah marah dan sering bertindak kasar,
  • 13. Profesi Pendidikan Page 13maka yang akan melekat pada siswanya bukanlah sikap kasih sayang, melainkansikap tidak senonoh itulah yang lebih berkesan dan tertanam dalam sistem pikirandan keyakinan siswanya.3. Di masyarakat, moral guru masih dianggap hal sensitif dibandingkan dengankompetensi pedagogik atau profesional. Apabila ada seorang guru melakukantindakan tercela, atau pelanggaran norma-norma yang berlaku di masyarakat,pada umumnya masyarakat cenderung akan cepat mereaksi. Hal ini tentu dapatberakibat terhadap merosotnya wibawa guru yang bersangkutan dan kepercayaanmasyarakat terhadap institusi sekolah, tempat dia bekerja.4. Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa kompetensi moral guru berpengaruhterhadap perkembangan belajar dan kepribadian siswa. Studi kuantitatif yangdilakukan Pangky Irawan (2010) membuktikan bahwa kompetensi kepribadianguru memiliki hubungan erat dan signifikan dengan motivasi berprestasi siswa.Sementara studi kualitatif yang dilakukan Sri Rahayu (2008) menunjukkan bahwakompetensi kepribadian guru memiliki kontribusi terhadap kondisi moral siswa.Hasil studi lain membuktikan tampilan kepribadian guru akan lebih banyakmempengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatanpembelajaran (Iis Holidah, 2010)Dari uraian singkat di atas, tampak terang bahwa begitu pentingnya penguasaankompetensi kepribadian bagi seorang guru.3.2 Peran Kompetensi Moral GuruSemua orang yakin bahwa guru memiliki andil sangat besar terhdapkeberhasilan sebuah pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantuperkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidup secara optimal.
  • 14. Profesi Pendidikan Page 14Keyakinan ini muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang dalamperekembangannya senantiasa membutuhkanorang lain sejak lahir, bahkan pada saatmeninggal dunia. Demikan juga dengan peserta didik sejak orang tuannyamendaftarkannya di sekolah.Minat, bakat, kemampuan dan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik tidak akanberkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru harusmemperhatikan peserta didik secara individual, karena antara satu peserta didikdengan yang lainnya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Memahami realitasdilapangan tentang peranan dan eksistensi guru betapa besar jasa guru dalammembantu pertumbungan dan perkembangan para peserta didik. Eksistensi dalampembentukan kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber dayamanusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat, kemajuan bangsa dan negara.Pada sisi lain guru juga harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikankemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinyasecara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, profesional, dan menyenangkandengan memposisikan diri sebagai berikut:1. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.2. Teman, tempat mengadu dan mengutarakan perasaan bagi peserta didik.3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didiksesuai minat, kemampuan dan bakatnya.4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahuipermasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan tanggung jawab.6. Membiasakan peserta didik untuk saling bersilaturrahmi dengan orang lain secarawajar.
  • 15. Profesi Pendidikan Page 157. Mengembangkan proses sosialisasi yang wajar antara peserta didik, orang lain danlingkungannya.8. Mengembangkan kreativitas.9. Menjadi pembantu ketika diperlukan.Untuk memenuhi tuntutan tersebut, guru harus mampu memaknai pembelajaran, sertamenjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikankualitas pribadi peserta didik.3.3 Penyebab Menurunya Moral, Etika dan AkhlakKurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolahmaupun masyarakat. Pembinaan moral yang dilakukan oleh ketiga institusi ini tidakberjalan menurut semsetinya atau yang sebiasanya. Pembinaan moral dirumah tanggamisalnya harus dilakukan dari sejak anak masih kecil, sesuai dengan kemampuan danumurnya. Karena setiap anak lahir, belum mengerti mana yang benar dan mana yangsalah, dan belum tahu batas-batas dan ketentuan moral yang tidak berlaku dalamlingkungannya. Tanpa dibiasakan menanamkan sikap yang dianggap baik untukmanumbuhkan moral, anak-anak akan dibesarkan tanpa mengenal moral itu. Pembinaanmoral pada anak dirumah tangga bukan dengan cara menyuruh anak menghapalkanrumusan tentang baik dan buruk, melainkan harus dibiasakan. Zakiah Darajat mangatakan,moral bukanlah suatu pelajaran yang dapat dicapai dengan mempelajari saja, tanpamembiasakan hidup bermoral dari sejak keci. Moral itu tumbuh dari tindakan kepadapengertian dan tidak sebaliknya. Seperti halnya rumah tangga, sekolahpun dapatmengambil peranan yang penting dalam pembinaan moral anak didik. Hendaknya dapatdiusahakan agar sekolah menjadi lapangan baik bagi pertumuhan dan perkembanganmental dan moral anak didik. Di samping tempat pemberian pengetahuan, pengembanganbakat dan kecerdasan. Dengan kata lain, supaya sekolah merupakan lapangan sosial bagianak-anak, dimana pertumbuhan mantal, moral dan sosial serta segala aspek kepribadianberjalan dengan baik. Untuk menumbuhkan sikap moral yang demikian itu, pendidikanagama diabaikan di sekolah, maka didikan agama yang diterima dirumah tidak akanberkembang, bahkan mungkin terhalang. Selanjutnya masyarakat juga harus mengambilperanan dalam pembinaan moral. Masyarakat yanglebih rusak moralnya perelu segera
  • 16. Profesi Pendidikan Page 16diperbaiki dan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat dengan kita.Karena kerusakan masyarakat itu sangat besar pengaruhnya dalam pembinaan moral anak-anak. Terjadinya kerusakan moral dikalangan pelajar dan generasi muda sebagaimanadisebutakan diatas, karena tidak efektifnnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalampembinaan moral. Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolakbelakang, tidak seirama, dan tidak kondusif bagi pembinaan moral.
  • 17. Profesi Pendidikan Page 17BAB IVKESIMPULAN DAN SARAN4.1 KesimpulanDalam menjalankan tugasnya secara profesional, hal yang pertama yang harusdilakukan oleh guru sebagai tenaga pendidik adalah menjadi teladan bagi siswanya.Hal ini dikarenakan si peserta didik akan melihat moral dan perilaku kita sebagaiteladannya. Maka, hal pertama yang harus dilakukan oleh si pendidik adalahmemberikan contoh yang baik bagi peserta didiknya.4.2 Saran1. Saran untuk pemerintahPemerintah harus mampu menyiapkan guru yang memiliki kompetensi moral yangbaik untuk melahirkan para peserta didik yang diharapkan sesuai dengan tujuanpendidikan nasional.2. Saran untuk sekolahHendaknya sekolah di tuntut untuk menyiapkan guru berkompetensi untuk dapatmengikatkan moral kepada para peserta didiknya.3. Saran untuk seorang pendidik atau guruSelayaknya seorang guru memiliki kompetesi moral yang baik yang dapat menjaditeladan yang baik bagi para peserta didiknya.4. Saran untuk masyarakatMasyarakat turut berperan dalam meningkatkan kompetensi moral agar kompetensimoral yang di harapkan tercapai secara maksimal.5. Saran untuk mahasiswa keguruanSebagai mahasiswa harus mampu menumbuhkan pentingnya kompetensi moral yangbaik dan dapat mengaplikasikannya khususnya bagi diri sendiri dan masyarakat.
  • 18. Profesi Pendidikan Page 18