Your SlideShare is downloading. ×
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Siapkah Kalian Punya Baby
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Siapkah Kalian Punya Baby

1,943

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,943
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Siapkah Kalian Punya Baby
  • 2. ! Karya ini dibuat hari Kamis, 18 Maret 2010, dari jam 09.02 pagi sampai jam 10.16 pagi oleh Aidil Rizali. Segera karya ini saya jadikan public domain yang berarti Anda bisa mengaksesnya tanpa memperdulikan hak-hak saya sebagai penulis dan berarti karya ini sama sekali tidak dilindungi undang- undang negara manapun. Saya mendukung Copyleft. dan Knowledge Should Be Free Movement seperti yang diadvokasikan oleh Komisi Eropa. Tulisan ini tidak didukung data ilmiah atau riset dalam bentuk apapun juga, tetapi didukung data pengalaman nyata diri pribadi dan banyak orang! Tulisan ini tidak didanai atau didukung oleh siapapun juga (tapi tanpa Microsoft Word, Scribd, Acer, HP, dan banyak barang ciptaan orang-orang lain karya ini tidak mungkin bisa sampai ke mata Anda). Tulisan ini bernada bercanda tapi bila diambil serius ya itu terserah pembaca. Yang jelas saya tolong jawab: Siapkah kalian punya baby?
  • 3. Tulisan yang terlalu sederhana ini saya dedikasikan Kepada keempat orangtua dari orangtua saya: Inyik Ali, Nenek Eli, Aki Doelli, Uci Dalima Kepada kedua orangtua saya: Ayah Ijul, Bunda Reni Kepada bunda anak saya: Bunda Rini Kepada orangtua cucu saya kelak: Ayah Bless
  • 4. Prakata Banyak orang yang sudah menikah ingin punya anak, atau bahkan banyak orang yang belum menikah pun ingin punya anak, bahkan orang yang belum punya pasangan pun ingin punya anak dengan cara ML sembarangan lalu hamil dan kemudian jadi single mother. Ada juga yang beli sperma di bank sperma, ada juga yang adopsi atau menjadi orang tua asuh. Tapi sepertinya kalau kita lihat banyak anak-anak yang tidak bahagia yang akhirnya menjadi bully yang membuat sengsara banyak anak-anak lain. Ada juga yang karena tidak bahagia jadi bunuh diri. Beberapa waktu lalu ada anak umur 8 tahun yang bunuh diri. Sebagian menjadi anak-anak rewel yang gampang marah dan sangat manja. Tentu fenomena diatas tidak bisa terlepas dari peran orangtua. Orangtua malah menjadi peran sentral dalam pembentukan karakter dan gaya hidup anak karena bersama orangtualah seorang anak tinggal sejak dalam kandungan hingga umur dewasa kelak. Jadi saya mohon apabila kalian mempertimbangkan ingin punya anak untuk introspeksi lebih dahulu apakah kalian sudah siap punya baby. Karena baby itu makhluk hidup dan kalian akan bertanggung jawab terhadap dirinya sampai lamaa sekali. Jangan anggap enteng keputusan menjadi seorang parent. Penulis
  • 5. Daftar Isi Siap Mental Siap Emosional Siap Fisik Siap Seks Siap Waktu Siap Tai Siap Jalan Siap Lucu Siap Keturunan Siap Babysitter Siap Duit
  • 6. I Siap Mental Hati-hati punya bayi, bila anda tidak siap mental, anda bakalan mental. Siapkah anda mendengar teriakan manusia lain yang sangat tidak merdu, tidak indah, meriang seperti disiksa di neraka setiap beberapa jam sekali? Atau lebih tepatnya, siapkah telinga anda? Hati-hati, jangan sampai anda menjadi setengah budek atau malah tuli beneran karena terlalu sering mendengar ‘radio rusak’ berjalan atau bak tinggal di dekat mesjid dengan azan yang terlalu besar atau tinggal di samping kandang anjing yang menggonggong. Siapkah anda melihat pasangan anda (khususnya istri anda, karena biasanya istrilah yang sibuk) bangun malam-malam untuk membuat susu (atau ASI) dan mengganti popok anak anda? Ingat, hal ini akan terulang terus SETIAP HARI dan SETIAP MALAM minimal sampai 1000 HARI ke depan (usia 3 tahunan). Atau lebih tepatnya, siapkah kedua kelopak mata anda dipaksa terbuka malam-malam buta saat anda lagi sangat nyenyak tidur?
  • 7. Siapkah anda mencium bau tak sedap dari anus baby dan istri anda meminta anda untuk turut membersihkannya? (atau karena anda bapak yang baik anda melakukannya tanpa diminta) Atau lebih tepatnya, siapkah kedua lobang hidung anda yang sudah berpuluh tahun beradaptasi untuk hanya mencium bau tai anda sendiri sekarang harus dipaksa lagi mencium bau tai baby anda? Dan terakhir, Siapkah anda, untuk pertama kalinya dalam hidup anda (saya harap), untuk mencebok pantat orang lain yang masih ada tainya? Atau lebih tepatnya, relakah tangan anda dipaksa mencebok pantat orang lain? Jika anda mengatakan, ya, saya siap. Saya bilang anda ngibul. Percayalah, tidak ada satupun manusia di dunia yang siap mencebok pantat orang lain selama ratusan hari, mendengar gunung meletus tiap malam, dan mencium bau kotoran tiap beberapa saat. Siapkan nyali anda, karena ini lebih parah daripada dipukulin atau dihina orang, digigit binatang, atau terkena tsunami. Kenapa? Karena biasanya semua kejadian diatas hanya berlangsung beberapa detik, menit, atau jam. Sedangkan ‘musibah’ yang satu ini berlangsung ribuan detik, menit dan jam.
  • 8. 2 Siap Emosional Semua orangtua tentu mencintai baby mereka, anda juga tentu berniat mencintai baby anda bukan? Tetapi bisa saya pastikan, suatu saat anda bakal kelepasan marah-marah atau sedih atau menyesal atau bingung atau pusing, kenapa? Karena anda tidak menyangka manusia baru yang lahir berkat sperma anda dan sel telur istri anda bisa menjadi sangat menganggu kehidupan anda. Bayi punya keinginan yang sangat terlalu berlebihan besar untuk diperhatikan dan dekat dengan orangtuanya, khususnya ibu. Jadilah kalau si ibunya mau mandi, mau makan, mau apa sajalah anak itu akan nangis teriak- teriak. Lalu dibawalah ikut makan, tapi namanya baby pasti suka ngaduk- ngaduk apa saja yang didepannya. Akhirnya si ibu dan bapak musti ngelap makanan yang ada dilantai, atau air yang tumpah. Ya tentu musti dipersiapkan terlebih dulu meja makan biar si anak kehabisan barang untuk dibanting, tapi jika ini berlangsung ratusan hari, anda akan kecapekan juga. Dan jelas, setahu saya, tidak ada orang yang pernah teriak-teriak di samping anda selama bermenit-menit dan anda tidak bisa jauh dari orang itu. Kalau orang lain teriak-teriak seperti baby saya, saya tentu akan pergi jauh dan nggak mau ketemu orang itu lagi. Sayangnya karena ini baby saya, saya
  • 9. nggak bisa jauh-jauh, saya harus berusaha memenuhi segala permintaannya, daripada ia nangis nggak karuan. Lalu sekitar umur setahun ia sudah mulai merangkak kemana-mana, berdiri, bahkan berjalan, dia bisa senang buka keran air minum galon, atau berantakin buku atau laci, atau ‘kecelakaan’ jotosin kepalanya di gigi atau bibir anda atau istri anda hingga berdarah, atau –amit-amit- giginya retak atau copot! Kadang kukunya juga bisa mencakar muka anda sehingga untuk pertama kalinya dalam hidup, anda punya luka cakaran permanen di muka. Jika anda lagi-lagi mengatakan siap, saya sekali lagi akan bilang anda bohong atau menipu diri sendiri. Tidak ada orang yang siap mendengar teriakan di siang bolong atau di malam kelam, dengan air dan makanan tumpah dimana-mana dan mendapat cinderamata gigi, bibir berdarah dan muka penuh cakaran.
  • 10. 3 Siap Fisik Lupakan olahraga pagi seperti joging atau senam. Anda akan banyak olahraga bergerak ketika punya bayi (dan tanpa babysitter seperti kebanyakan orang bule dan jepang). Anda akan sering joging dari kamar ke dapur, dan sering senam bungkuk angkat badan mengambil dan menaruh si baby dari box tidurnya. Anda akan sering bergerak ke arah baby anda karena ia butuh susu. Maka entah ASI entah anda musti memanaskan dot memasukkan susu ke botol mengaduk susu lalu menyuguhkannya ke si baby. Lalu… Setelah susu masuk ke perut baby, tunggu beberapa saat dan yap, saatnya ganti popok. Kalau luber ke luar, ya saatnya ganti seprei juga. Kemudian… Baby dimandiin. Siapin air panas, masak dulu. Masukkan baby ke bak mandi bayi. Ambil ember untuk buang air panas. Angkat baby ke meja untuk pakai baju. Kalikan episode-episode diatas beberapa kali sehari dan seminggu dan pastinya anda akan punya baby fatigue, capek punya bayi.
  • 11. Jadi masuk akal bertahun-tahun yang lalu anda melihat seorang ibu kesal dengan anaknya bahkan dengan kata-kata yang menurut anda terlalu pedas. Hei, ibu hanya manusia biasa. Dan manusia tidak ada yang mau menjadi babu tanpa dibayar. Apalagi bila dibayar dengan kerewelan dan kemanjaan yang lebai. Jadi lain kali melihat seorang ibu atau bapak memarahi atau mencubit anaknya, ketahuilah, mereka lebih banyak berbuat baik ke anak itu daripada mencubitnya. Hanya anda saja tidak tahu.
  • 12. 4 Siap Seks Maukah anda menikah dengan pasangan anda, betapapun anda pikir anda mencintainya jika ternyata ia tidak punya kelamin? Saya pikir tidak. Mau tahu kenapa? Karena percaya atau tidak, ngeseks adalah salah satu hal terpenting mengapa dua orang menikah. Serius. Setelah anda masturbasi sekian ratus kali atau menahan diri dari berzina atau apalah, akhirnya anda bebas ngeseks kapan saja, dimana saja, asal di daerah kamar sendiri dengan pasangan sendiri. Bagi kebanyakan lelaki ini adalah mimpi jadi kenyataan (bagi sisanya, mereka ternyata homo). Kucluk kucluk kucluk datanglah ananda, si lucu mungil, yang kemudian menjadi ‘bos’ dirumah tangga anda dan ‘orang ketiga’ yang tidak bisa dihapuskan. Amat susah bahkan punya nafsu seks ketika istri anda mukanya sudah tidak karuan lagi, ditambah dengan ‘stereo nyaring’ yang selalu kambuh tiap berapa jam sekali. Jadi jika anda suka seks, siap-siap untuk mengurangi kadar seks anda, mungkin sampai nol. Ataupun tidak siap-siap ditengah ‘aksi’ anda, ada suara
  • 13. ‘azan’ memanggil anda, atau minimal istri anda. Dan jadilah anda terpaksa melakukan dua hal: berhenti ngeseks dan jadinya nggak pol. Atau meneruskan seks tetapi jadi tidak nyaman. Ini menjelaskan kenapa kalau dipikir-pikir orang-orang yang punya anak mukanya capek dan jadi gampang ngeluh. Karena mereka memang capek dan pantas mengeluh!
  • 14. 5 Siap Waktu Ketika anda lajang, waktu anda seluruhnya milik anda (kecuali anda perlu merawat orangtua atau saudara anda yang sakit parah). Ketika anda mendua (berpasangan maksudnya), waktu anda separuhnya milik anda. Ketika anda bertiga, waktu anda untuk diri anda tinggal sepertiga? Secara teori ya. Tapi berbeda dengan pasangan anda yang sudah punya otak, mampu menahan diri dan cebok sendiri, orang ketiga ini alias si baby masih seperti babi yang nggak bisa cebok sendiri dan nggak punya otak. Maka dia bebas menginterupsi apapun kegiatan anda agar anda fokus melayani kebutuhannya. Tidak seperti istri atau suami anda yang bisa menunda keinginannya, si baby tidak bisa menunda keinginannya. Kalau ditunda ya beliau akan marah-marah teriak-teriak. Awas lho, nangisnya bayi bukan berarti dia sedih, itu bisa berarti dia kesal setengah mati hingga matanya keluar air, alias mau ngamuk. Nah, rata-rata kita si orangtua menghabiskan waktu 16 jam sehari bersama si baby (si baby 0-18 bulan). Kita baru tidur dua jam, baby bangun, kita tidur,
  • 15. dua jam lagi si baby bangun, sampai waktunya mandi, minum susu, lalu cebok lalu muter lagi. Percayalah anda tidak pernah menghabiskan waktu sepanjang itu bersama seseorang, bahkan dengan pasangan anda. Jika pasangan anda teriak-teriak setiap dua jam dan minta dicebok, bisa jadi anda akan menceraikannya. Tetapi anda tidak bisa bercerai dengan si baby. Nah bagi mereka yang masih tinggal dengan orangtua atau dengan saudara, cobalah menitip si baby kepada mereka sekali-kali (maksudnya sejam dua jam) bila titik kesabaran anda sudah habis. Seorang yang cakep atau cantik pun bisa menjadi sangat buruk rupa apabila mereka menangis sampai mata mereka menutup dan anda dapat melihat rongga tenggorokan mereka, nah itulah kasus si baby. Siap kehilangan waktu sampai mati kutu?
  • 16. 6 Siap Tai Semua orang, apalagi di Cina, suka tai, maksudnya tai-chi. Tetapi semua orang tidak suka tai yang berarti kotoran. Apalagi mencebok kotoran manusia lain. Inilah tantangan menjadi orangtua. Anda akan melihat, mencium, dan menyentuh tai si baby setiap dua-tiga hari sekali (kalau anda beruntung) atau setiap hari (kalau anda buntung). Anda pasti amat sangat jarang melihat tai orang lain kan? Mungkin tai istri atau suami anda pun tidak pernah anda lihat (minimal tidak pernah dengan sengaja). Nah kalau tai si baby ini anda bukan hanya melihat sekali atau dua kali, tetapi ribuan kali, dan dengan amat sangat terlalu jelas (dan kalau anda lalai mengajar dia nyebok sendiri, bisa-bisa sampai kelas 6 SD masih harus dicebokin! Emang Reebok!). Dan jika anda beruntung, tangan si baby akan menyentuh tainya sendiri dan mengayun-ngayunnya dan hap! serpihan tai si baby yang sekecil lalat hinggap masuk ke dalam mulut anda dan langsung tertelan, dan anda tidak bisa mengeluarkannya lagi. Karena peraturan tai no.1: tai yang sudah masuk mulut secara legal tidak bisa keluar lagi walaupun dimuntahin, karena tai itu sudah mengenai rongga-rongga mulut. Jadi selamat, anda menjadi bagian dari komunitas Orangtua- Menelan-Tai-Anak yang entah ke berapa juta. Kasus ini amat jarang
  • 17. didengar karena orangtua malu atau tidak terlalu memikirkannya. Dan sebagian orangtua malah merasa tai anak enak. Entahlah. Siap ketemu teman baru? (ketemu tai maksudnya)
  • 18. 7 Siap Jalan Siap-siap nggak bisa menonton film di bioskop lagi. Karena menonton film dengan si baby adalah acara buang-buang waktu, uang, dan tenaga. Si baby akan menangis setiap beberapa saat. Jadi anda kesal, pasangan kesal, si baby kesal, dan pastinya puluhan penonton lain kesal, karena mereka tidak ngebayar puluhan ribu rupiah untuk mendengar ‘konser’ nangis anak anda. Siap-siap juga kerepotan karena entah anda gendong hingga anda pegal- pegal atau anda bawa stroller sehingga anda memakan tempat di lift dan di restoran, anda tetap bakalan kerepotan. Acara malam minggu bareng istri sebaiknya dirubah menjadi acara minggu siang bareng istri dan anak. Persiapan pergi bareng si baby ini mirip persiapan pergi Berak Obama kemana-mana. Repot! Pot!
  • 19. 8 Siap Lucu Salah satu alasan mengapa si baby dibiarkan hidup oleh orangtuanya karena mereka, saat tidak menangis, tidak boker, tidak butuh apapun, sebenarnya cukup lucu. ‘Segar’ begitu kata seorang kakek melihat cucunya, ‘Enak’ kata seorang ibu melihat anaknya, ‘Ih Lucu’ kata seorang kakak melihat adiknya. Ya, momen ketika mereka melihat kita dan tertawa dapat melumerkan hati yang terkeras dan sepertinya kerja keras kita terbayarkan. Ah, betapa mahalnya mendapat senyum itu! Yang menarik adalah setelah anda punya anak, anda dan pasangan anda jadi ikut-ikutan jadi kelucu-lucuan. Dalam usaha anda membuat bayi anda tertawa terkekeh-kekeh anda memainkan muka anda, membuat muka anda jadi lucu, berkata dengan nada yang lucu, jadilah anda komedian amatiran dengan penonton khusus satu orang super istimewa: si baby! Siapkah anda jadi pelucu?
  • 20. 9 Siap Keturunan Alasan paling umum manusia mau susah payah direpotin si baby adalah ingin punya keturunan. Seolah-olah hidup mereka disambung karena ada si baby, padahal sih nggak. Si baby kelak akan tumbuh dan punya kehidupan sendiri. Anda kenal David Beckham? Anda kenal bapaknya nggak? Anda kenal Brad Pitt? Anda kenal ibunya nggak? Anda kenal bapak ibu dari George Washington? Saya pikir nggak, dan nggak perduli juga kan? Ya begitulah. Lagipula punya keturunan itu kan belum berarti enak. Ada 10 juta orang yang dipenjara karena membunuh, memperkosa, korupsi, narkoba, dll. Ada 100 juta orang yang dirumah sakit atau sakit kanker, aids, kecelakaan, sakit jantung, koma, jadi tanaman, dsb. Ada 3 miliar orang yang hidup dalam keadaan miskin, kekurangan air bersih, tidak bisa baca tulis. Dan coba tebak? Mereka tadinya adalah seorang baby. Enak nggak jadi orangtua mereka? Atau enak nggak lahir sebagai mereka? Mending nggak pernah lahir daripada lahir lalu jadi pelacur kemudian mati karena penyakit atau lahir cacat karena ibunya pecandu. Dua presiden terhebat Amerika, George Washington dan Abraham Lincoln tidak punya keturunan. Wash tidak pernah punya anak, dan Lin tidak punya cucu. Sedangkan ada juga banyak manusia yang punya keturunan puluhan generasi tapi siapa yang perduli?
  • 21. Dan ingat, momen si baby lahir adalah momen anda harus menyiapkan diri untuk satu dari tiga skenario tragedi: si baby mati duluan, anda mati duluan, atau pasangan anda mati duluan. Apapun itu, dua yang ditinggalkan akan sedih dan terluka. Nah satu hal lagi, si baby adalah tanggungjawab anda. Jadi jangan punya baby kalau kelak anda akan bercerai dan menikah dengan orang lain, serius. Banyak orang yang melakukan hal ini, dan itu adalah hal tercela. Cek dulu dong pasangan anda itu suka mukul tidak, suka selingkuh tidak, jangan belakangan anda mau bercerai karena sering dipukul atau tidak cocok atau apa, seharusnya anda sudah sadar sebelum menikah. Jadi konsekuen. Kasihan si baby. Kalau anda tetap bersama sering cekcok jadi kurang baik, kalau anda tidak bersama si baby jadi kurang baik juga. Maka berusahalah punya rumah tangga yang bahagia dan harmonis. Jadi jelas anda tidak perlu punya anak. Anda sama sekali tidak perlu membuktikan kepada orang lain atau diri sendiri bahwa anda bisa punya anak. Siapa yang perduli? Serius. Di Eropa dan Jepang sekarang orang jarang sekali yang mau punya anak karena anak dianggap menghambat optimalisasi pengembangan diri karena dengan punya anak perhatian, waktu, tenaga, uang kita jadi tersita dan tersedot. Tidak heran juga kalau tiga presiden terakhir Amerika punya anak hanya satu atau dua dan mereka pun punya anak diawal-awal umur 30an. Sekali lagi saya camkan, anda tidak perlu menikah, tidak perlu punya pasangan, tidak perlu punya anak kalau hanya ingin membuktikan ke orang atau diri sendiri bahwa anda ‘normal’ atau karena orangtua sudah minta cucu. Karena kata ‘normal’ itu ilusi, palsu, tidak bermakna. Dan silahkan orangtua anda adopsi cucu orang. Siap punya keturunan karena alasan yang benar, bagus, baik, dan bersih?
  • 22. 10 Siap Babysitter Nggak semua orangtua mau atau mampu punya babysitter. Kalau kita lihat acara TV Supernanny, banyak orang yang walau kaya masih ngerawat si baby sendirian. Ini karena orang kadang males melihat bayinya dirawat orang yang berasal dari golongan ‘kurang mampu’. Atau mungkin juga sungkan karena merasa masa anak satu doang nggak bisa dirawat sendiri, malu-maluin saja. Atau untuk menghemat uang. Atau memang agar bisa menikmati kehidupan sebagai orangtua secara penuh baik suka dan duka. Tapi jelas ada orangtua yang nggak mau juga seperti itu. Setelah setahun dua tahun punya anak mungkin orang merasa sudah cukup pengalaman dan lebih baik melihara babysitter. Tapi harap dicamkan dulu bahwa babysitter juga manusia. Berikan dia kamar yang layak. Jangan digudang, jangan kamar mirip gudang, kasih AC dong kamarnya dan kamar mandinya yang layak seperti kamar mandi anda sendiri, atau minimal kamar mandi yang kalau anda kepepet masih mau mampir disitu. Masalahnya kan banyak sekali ‘majikan’ yang merasa babysitter itu mirip beli kuda atau budak atau badak, seolah-olah mereka setengah manusia, setengah binatang yang bisa tahan banting tahan bunting tidur bareng nyamuk, kecoa, tikus dan semut ditempat sesak udara dan air kumuh. Ya nggaklah! Manusiawi dikit dong.
  • 23. Yang menyebalkan lagi orang-orang yang memperlakukan si babysitter lebih buruk dari perlakuan mereka ke anjing adalah orang-orang berada yang cukup materi (malah kaya), cukup otak (malah cerdas), cukup muka (malah cakep). Entah kenapa mereka malah suka menyiksa si babysitter. Sialan mereka! Tapi sebaliknya juga bisa benar. Hati-hati. Bisa saja babysitter akhirnya jadi fathersitter lho. Ada bintang film Hollywood yang akhirnya malah menikah dengan babysitter anaknya (lupa siapa). Ada babysitter yang malah ngeseks dengan si baby (pedofil gitu). Ada babysitter yang malah kudisan atau penyakitan jadi si baby ikutan. Ada babysitter yang bawa kabur si baby. Jadi pikir-pikir yang matang dan waspada dan berbuat yang baiklah sebagai majikan.
  • 24. 11 Siap Duit Duit, lagi-lagi duit, lagi-lagi uang, money. Ada money ente my honey, nggak ada money ente ya monkey! Dahulu orang melihara baby agar kelak bisa bantu kerja ngurus babi-babi dan ayam, sapi, kuda, kambing. Tapi sekarang baby adalah barang konsumer. Sebuah luxury item. Sebuah status marker. Sebuah komoditi baru ajang pamer-pamer, gengsi-gengsi, sok-sok-an. Oh baby saya pake baju desainer ini lho, sepatunye beli di negeri itu lho, dia les ini lho… Jadi jelas si baby butuh money. Bila si babe ada money baby senang. Bila si babe nggak ada money, babe jadi babu bau. Baby sangat materialistis, mau nggak mau memang begitu. Duit yang tadinya bisa untuk tabungan atau untuk hobi anda atau untuk makan-makan atau beli apa, lupakanlah. Sekarang duit itu untuk keperluan si baby dan ibunya. Pertama-tama…
  • 25. Calon ibu akan rutin periksa hamil tiap sebulan sekali sampai usia kehamilan tujuh atau delapan bulan. Mulai delapan bulan ia rutin setiap dua minggu sekali. Dan mulai sembilan bulan bisa seminggu atau berapa hari sekali. Itu saja sudah sampai sejuta-dua juta, termasuk biaya transportasi (bensin atau taxi), biaya makan, dsb. Belum kalau ikut senam hamil dan beli susu dan baju hamil. Kemudian… Calon orangtua sudah mulai menyiapkan barang-barang keperluan si baby seperti pakaian, peralatan mandi, tempat tidur, pampers, susu, dot, mulai sebulan sebelum melahirkan. Ini bisa empat-lima juta. Lalu… Si baby lahir dan ngetem di rumah sakit dua hari. Ini bisa delapan-limabelas juta. Terus… Nah baby bisa menghabiskan pampers tiga sampai enam kali sehari dan menghabiskan susu 900 gram kurang dari satu minggu. Pampers isi 40 bisa sekitar 50 sampai 100 ribu dan susu 900 gram bisa 55 sampai 200 ribu. Nah ini dikali 100 mingguan. Hasilnya untuk pampers dan susu sendiri saja (kecuali anda ASI, makanya ASI dong!) bisa 50-100 juta dalam waktu tiga tahun. Mampus kan? Uang segitu yang bisa buat nyicil mobil atau rumah atau apalah, habis buat satu hal: cairan. Susu diminum, kencing dipampers.
  • 26. Selanjutnya… Seperti anda sudah ketahui, anak tumbuh jadi remaja (dan disini biasanya ada yang mulai hobi buruk gila seperti merokok, narkoba, seks bebas, ngomong kasar, dropout), biaya hidup remaja selama 9 tahun (dari umur 11 sampai 19 tahun) bisa miliaran termasuk biaya sekolah dan senang-senang. Akhirnya… Kemudian mereka jadi dewasa, kebanyakan menikah dan biaya pernikahan kan juga ditanggung orangtua dan pindah punya rumah sendiri dan biasanya orangtuanya minimal ngebantu banyak. Inipun orangtua masih ngasih ongkos ratusan juta. Oops… Banyak sekali kan dari orangtua kita yang seumur hidup tinggal bareng orangtuanya? Entah karena alasan apapun. Dan banyak juga dari kita yang seumur hidup tinggal bareng orangtua. Dan kelak banyak juga dari anak kita yang seumur hidup tinggal bareng kita. Maka dana untuk anak itu mengalir terus… Bahkan… Kalau anak kita mati duluan, kan butuh biaya buat makam dan setiap tiga tahun sekali musti diperpanjang. Artinya ya kasih orangtua itu sejak 9 bulan dalam liang rahim terus bisa sampai 900 bulan dalam liang kubur.
  • 27. Jadi intinya ya ketika anda punya anak yang akan terus melorotin keuangan anda selama minimal 21 tahun (dengan kalkulasi dia lulus kuliah umur 21 tahun) sampai miliaran rupiah dan ada kemungkinan terus melorotin sampai anda atau anak anda mati, apakah itu setimpal dengan kebahagiaan yang anda dapat? Menurut anda, orangtua anda berpikir begitu nggak dengan anda? Mudah-mudahan. Tapi kalau nggak, ya namanya juga hidup. Nggak ada manusia yang hidupnya sempurna. Kalau sempurna bukan manusia, tapi patung yang dipahat sama Michaelangelo.
  • 28. Penutup Walaupun kelihatannya tulisan ini rada konyol tapi ini serius lho. Lebih baik anda mati tanpa punya anak, daripada anda punya anak yang jadi teroris bunuhin banyak orang, atau punya anak yang jadi bandar narkoba atau pakai narkoba mati overdosis, atau punya anak yang bahkan membunuh anda dan pasangan anda (ada lho kasus begini) atau malah dibunuh oleh anda atau pasangan anda (ada juga kasus begini) atau malah dibunuh atau membunuh saudara sendiri atau orang lain. Bukannya menakut-nakuti, tapi tolong pikirkan dengan amat matang persiapan mental, emosional, finansial, seksual, sosial sebelum punya anak. Kasihan kalau si anak jadi hanyut di kali karena orangtuanya adalah gembel yang tinggal dibawah jembatan. Kasihan si anak, dan bisa dibayangkan betapa hancur hati kedua orangtuanya yang karena terlalu miskin sehingga buah jantungnya tercebur ke kali. Nah kalau anda sudah siap, saya ucapkan selamat menjadi orangtua. Jadi orangtua bukan kebanggaan lho, tapi keharusan. Jadi orangtua yang baik baru kebanggaan. Baik-baik ya sama si baby!

×