Your SlideShare is downloading. ×
Mengapa
 Orang
  Malas
 Serius
Beragama
Tulisan sederhana ini saya dedikasikan kepada
      Truth, Critical Thinking, Courage, dan Peace.


   Kepada semua orang ...
!
Karya ini dibuat hari Sabtu, 20 Maret 2010, dari jam 11.36 siang sampai jam
 15.37 sore oleh Aidil Rizali. Segera karya ...
Pembuka


  Bagi banyak orang, agama mereka adalah bagian penting atau bahkan
terpenting dari identitas mereka. Ini dapat ...
serius beragama. Orang-orang yang gampang kesal karena agama biasanya
orang-orang yang kalau kita ajak shalat lima waktu d...
Daftar Isi

Mengetahui Sejarah Agama

Membandingkan Agama

Pusing Beragama

Ekstrim Beragama

Agama Konsumerisme

Membuat ...
Mengetahui Sejarah Agama
Lain kali anda ke mesjid, coba anda tanya beberapa orang dari mulai anak
kecil sampai orang yang ...
lebih dekat kepada Nabi karena mereka semua merupakan menantu atau
mertua Nabi selain menjadi sahabat, dan keempat orang i...
menggunakan tameng ‘sibuk’ untuk membenarkan kurangnya pemahaman
mereka akan agama mereka sendiri. Padahal jika saja anda ...
fiktif, padahal hari Natal hari raya untuk Yesus bukan untuk merayakan
Sinterklas. Tapi banyak orang tidak ambil pusing, m...
Membandingkan Agama
Banyak orang bilang semua ‘agama’ itu benar. Itu bisa terjadi karena mereka
bersikap sopan dan diploma...
Disini kita harus jujur dulu pada diri sendiri apakah kita ikut suatu agama
karena agama itu benar atau karena itu agama y...
Pusing Beragama

Orang malas serius beragama karena kalau dipikirin serius kita bisa jadi
pusing. Pusing beneran. Mencari ...
Ekstrim Beragama
Orang juga malas serius beragama karena mereka takut jadi fanatik. Banyak
yang bilang kalau kita beragama...
Sombong Beragama
Walaupun semua ajaran moral tidak suka orang sombong, menjadi orang
yang tahu banyak tentang agama malah ...
Agama Konsumerisme

Walau mereka tidak akan mengakuinya sampai mati, kebanyakan orang
sebenarnya beragama yang sama yaitu ...
mementingkan kesenangan diri sendiri dan keluarga. Di mal mereka shalat.
Pertanyaannya, mereka itu shalat kepada Tuhan ata...
Membuat agama sendiri
Entah kenapa di Indonesia orang harus mengikuti satu dari lima agama
‘resmi’ pemerintah, padahal keb...
diluar agama mereka melihat agama mereka itu tidak masuk akal. Kalau
orang bisa percaya sapi itu tuhan dan manusia dibawa ...
Theis
Theis sebenarnya mencakup semua orang yang percaya adanya
Tuhan/Dewa/Pencipta. Tetapi istilah ini kemudian khusus me...
manapun karena ide bahwa orang masuk neraka hanya karena salah
kepercayaan tidak dapat mereka terima. Jika di dunia ini ad...
Atheis
Atheis adalah orang yang tidak percaya adanya pencipta yang membuat
manusia. Walaupun di Indonesia atheis dianggap ...
cuma berdiri tanpa rukuk dan sujud), shalat dengan bahasa Albania, dan
membuka jilbab.
     Pada tahun 1929, Gereja Albani...
Apatheis
Pembuat film Religulous Bill Maher menganggap dirinya seorang apatheis.
Kalau theis percaya adanya Tuhan dan athe...
Apa Yang Anda Percaya
             Belum Tentu Yang Benar
Dan sebaliknya apa yang benar belum tentu yang anda percaya. Ini...
Penutup
  Walaupun sekarang terlihat ada komunitas-komunitas anak muda yang
relijius dari berbagai agama dan di berbagai n...
untuk tidak menganut agama manapun. Seperti di Amerika, Presiden Obama
berkata ‘Orang Amerika adalah orang Kristen dan Isl...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Mengapa Orang Malas Serius Beragama

4,458

Published on

Published in: Spiritual
2 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • ada muslim yang berbuat jahat dan melakukan kesalahan karena mereka tidak benar2 menjalankan agamanya, ada muslim yang baik dan bertindak benar dan benar2 dalam menjalankan agamanya, jadi yang salah itu bukan ajaran agama islam tetapi orangnya/manusianya/individunya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • orang serius dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan agamanya bekerja lebih keras karna bekerja lebih jujur dan dari hati dengan bersungguh-sungguh, tetapi ketika dia melihat orang yang tidak serius dalam beragama dan bekerja dengan membenarkan segala caranya mencapai keberhasilan dengan jalan pintas membuat mereka patah semangat, karena berfikir ini tidak adil, orang yang serius dan bersungguh-sungguh dan benar dalam menjalankan agamanya lebih berhati-hati dalam bekerja tidak hanya sekedar ingin sukses/mencari keuntungan tetapi bertentangan dengan ajaran agama seperti kebanyakan orang kristen lakukan, lihatlah ratu jodha yang hindu dan ratu salima yang muslim mereka berhati-hati dalam berbicara, dan berfikir dengan matang dan berbuat, tidak seperti putri hurrem kristen yang licik
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
4,458
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
431
Comments
2
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Mengapa Orang Malas Serius Beragama"

  1. 1. Mengapa Orang Malas Serius Beragama
  2. 2. Tulisan sederhana ini saya dedikasikan kepada Truth, Critical Thinking, Courage, dan Peace. Kepada semua orang yang memilih kebenaran walau menyakitkan daripada kepalsuan yang menyenangkan… Kepada semua orang yang tidak memberi alasan untuk tidak menggunakan pikiran… Kepada semua orang yang tidak sekedar menerima ajaran dari orangtua atau masyarakat tanpa berpikir kritis…
  3. 3. ! Karya ini dibuat hari Sabtu, 20 Maret 2010, dari jam 11.36 siang sampai jam 15.37 sore oleh Aidil Rizali. Segera karya ini saya jadikan public domain yang berarti Anda bisa mengaksesnya tanpa memperdulikan hak-hak saya sebagai penulis dan berarti karya ini sama sekali tidak dilindungi undang- undang negara manapun. Saya mendukung Copyleft. dan Knowledge Should Be Free Movement seperti yang diadvokasikan oleh Komisi Eropa.
  4. 4. Pembuka Bagi banyak orang, agama mereka adalah bagian penting atau bahkan terpenting dari identitas mereka. Ini dapat dibuktikan misalnya, kalau dulu anda sekolah, anda bisa mengatakan kepada teman anda, ‘Woi dasar Arab lho!’ atau ‘Batak, batak’ atau ‘Wong Jowo’, dan teman anda biasanya tertawa saja dikatain seperti itu. Saling mengejek suku bangsa lumrah. Begitu juga mengejek jenis kelamin, kita kan sering mendengar seorang perempuan curhat, ‘Semua lelaki begini atau begitu’, dan banyak laki-laki pun suka komplain, ‘Ah perempuan bawel’. Dan mereka pun masih bisa berteman. Bahkan mungkin anda juga pernah ‘perang nama orangtua’, anda akan mengejek nama orangtua teman anda (teman disini ya teman sekolah, biasanya SMP) lalu dia juga akan balas menyebut nama orangtua anda. Bayangkan, hal sesensitif nama orangtua saja masih bisa ditoleransi. Tapi saya sama sekali belum pernah dengar orang mengatakan, ‘Woi dasar Kristen lu!’, atau ‘Islam, Islam’ atau agama lain secara terbuka, baik bercanda atau serius. Agama terlalu dianggap serius rupanya. Orang bisa marah walaupun teman dekat sekalipun. Bahkan bukan satu dua orang saja, semua orang tiba-tiba merasakan dinding yang memilah mereka. Bisa saja semua orang beragama itu jadi kalang kabut. Hal ini tidak terjadi pada jenis kelamin atau suku bangsa. Kalau seorang perempuan mengatakan, ‘laki-laki tukang bohong.’ Tidak lantas semua laki-laki kesal. Kalau seorang teman mengatakan, ‘Lambat banget nih Jawa.’, orang-orang Jawa lain pun santai- santai saja. Tetapi kalau kita bilang ‘Nih Muslim bego banget’, ‘Tuh Kristen tolol’, tiba-tiba semua Muslim atau Kristen jadi ikutan kesal. Hal ini hanya terjadi pada agama. Ironisnya kebanyakan dari kita sebenarnya justru malas
  5. 5. serius beragama. Orang-orang yang gampang kesal karena agama biasanya orang-orang yang kalau kita ajak shalat lima waktu di mesjid atau aktif di gereja justru malas-malasan. Lalu apa tanda-tanda orang yang serius beragama itu sendiri? Mari kita lihat bersama dihalaman-halaman selanjutnya. Penulis
  6. 6. Daftar Isi Mengetahui Sejarah Agama Membandingkan Agama Pusing Beragama Ekstrim Beragama Agama Konsumerisme Membuat agama sendiri Theis Atheis Apatheis Apa Yang Anda Percaya Belum Tentu Yang Benar Penutup
  7. 7. Mengetahui Sejarah Agama Lain kali anda ke mesjid, coba anda tanya beberapa orang dari mulai anak kecil sampai orang yang sudah tua beberapa pertanyaan berikut: 1. Coba sebutkan 10 saja nama sahabat Nabi. 2. Tahun berapa Fath Mekkah terjadi. 3. Apa perbedaan terpenting antara Mazhab Syafi’i dan Maliki. Kecuali mesjid anda ada di pesantren, umumnya orang sama sekali tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan diatas. Jadi sangat timpang bahwa orang menganggap agama sesuatu yang penting tetapi kemudian kebanyakan bahkan tidak mengenal (atau merasa tidak perlu mengenal) banyak hal tentang agamanya. Bahkan orang yang belajar sejarah agama kadang-kadang tidak bisa menentukan siapa yang paling dekat dengan Nabi diantara Ali dan Mu’awiyah. Padahal bila cermat, kita akan memilih jawaban Ali karena Ali adalah keponakan Nabi, yang juga menantu Nabi, dan Ali merupakan salah satu muslim pertama. Sedangkan Mu’awiyah baru masuk Islam setelah Fath Mekkah. Nabi sendiri pernah bilang bahwa berbeda orang yang masuk Islam di awal Islam (saat lagi lemah dan diserang) dan ketika Islam sudah jaya. Orang-orang ini termakan saja dengan ucapan bahwa seorang Muslim harus menganggap sama semua sahabat Nabi. Padahal Nabi sendiri tidak menganggap sama semua sahabatnya. Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali
  8. 8. lebih dekat kepada Nabi karena mereka semua merupakan menantu atau mertua Nabi selain menjadi sahabat, dan keempat orang ini pula yang lazim dianggap sebagai khalifah teladan. Orang lalu juga sering tidak tahu sejarah datangnya agama ke keluarga mereka. Harap anda sadar bahwa keluarga anda tidaklah selalu beragama Islam (atau Kristen dst), pasti ada satu generasi di pohon keluarga anda yang tadinya diluar agama tersebut memilih (atau bahkan dipaksa, kita tidak akan pernah tahu secara pasti) untuk masuk agama tersebut. Walaupun suatu ajaran agama bisa jadi mengajarkan jangan memaksa orang lain beragama, tetapi dalam prakteknya, pemaksaan agama bisa saja dilakukan. Ketika Islam menaklukkan Spanyol, ada data yang menunjukkan beberapa orang Kristen dan Yahudi dipaksa masuk Islam. Beberapa ratus tahun kemudian juga di Spanyol, justru gantian orang Islam dan Yahudi dipaksa masuk Kristen. Ini bukan fenomena khusus di Spanyol, ini terjadi diseluruh dunia. Silahkan dicek. Atau bisa jadi orang masuk suatu agama karena agama itu populer dan mereka merasa akses untuk posisi penting di pemerintahan tidak bisa mereka raih kalau tidak pindah agama. Ketika Kaisar Konstantin pindah dari agama Romawi ke agama Kristen, banyak pejabat-pejabatnya yang langsung pindah agama juga, percaya atau tidak percaya itu urusan belakangan. Orang yang serius beragama pasti akan tertarik mengetahui sejarah agamanya mulai dari siapa orang-orang penting, apa kejadian-kejadian penting dan dimana tempat-tempat penting agamanya. Banyak orang
  9. 9. menggunakan tameng ‘sibuk’ untuk membenarkan kurangnya pemahaman mereka akan agama mereka sendiri. Padahal jika saja anda menganggap mengetahui lebih dalam tentang agama anda sama pentingnya dengan makan dan buang air pastilah anda akan menyediakan beberapa menit sehari untuk belajar. Dan jika itu dikalikan dengan umur anda sekarang, anda pasti sudah tahu banyak. Walau Nabi mengatakan orang yang berilmu itu lebih tinggi derajatnya dibanding orang yang hanya sekedar shalat atau baca Qur’an tetapi tidak paham artinya, kebanyakan Muslim justru melakukan kebalikannya. Kebanyakan malah mementingkan shalat atau baca Qur’an tanpa tahu arti dari apa yang mereka ucapkan. Mereka tidak tertarik kepada Asbabun Nuzul dan Asbabul Wurud, bahkan banyak yang tidak tahu arti dua kata tersebut. Asbabun Nuzul adalah Sebab Turun dari suatu ayat. Asbabul Wurud adalah Sebab Dikatakan suatu perkataan oleh Nabi (hadist). Hal ini juga terjadi pada pengikut agama lain. Tanyalah kepada seorang Kristen atau Hindu atau Buddha atau Yahudi atau Jain atau Shinto seberapa banyak ayat yang mereka hapal, kebanyakan hanya hapal 0.1% dari isi kitab mereka. Banyak orang beragama yang tidak tahu sejarah hari raya mereka. Di agama Kristen misalnya, banyak pengikut Kristen yang tidak tahu atau tidak perduli bahwa perayaan hari lahir Yesus ada yang jatuh pada tanggal 25 Desember, ada yang tanggal 7 Januari dan ada yang tanggal 6 Desember. Banyak yang tidak perduli bahwa hari Natal kini menjadi hari penuh konsumerisme, yang sebenarnya bertentangan dengan ajaran Kristen sendiri. Sekarang justru kalau Natal yang banyak adalah film Sinterklas, padahal Sinterklas kan
  10. 10. fiktif, padahal hari Natal hari raya untuk Yesus bukan untuk merayakan Sinterklas. Tapi banyak orang tidak ambil pusing, maunya fun saja.
  11. 11. Membandingkan Agama Banyak orang bilang semua ‘agama’ itu benar. Itu bisa terjadi karena mereka bersikap sopan dan diplomatis atau mereka serius percaya hal itu benar. Kalau mereka serius mengatakan semua agama itu benar, makna benar itu apa?. Memang benar semua agama benar bagi pengikutnya masing-masing. Sama seperti semua agama itu salah bagi bukan pengikutnya. Tetapi agama itu tidak mungkin benar semua karena terjadi banyak kontradiksi kepercayaan antar agama. Jika agama ini mengatakan tuhan hanya satu, lalu agama itu mengatakan ada ratusan tuhan, tidak mungkin dua-duanya benar. Akan lucu bila kita percaya setelah kita mati ada beraneka ragam surga dan neraka untuk masing-masing pengikut agama. Islam jelas-jelas mengatakan semua orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasulullah ya akan masuk neraka selama-lamanya. Dalam kepercayaan Kristen justru terbalik, kalau seorang Kristen percaya pesan Rasulullah justru ia dianggap telah murtad dari Kristen dan masuk neraka. Karena agama dianggap isu sensitif dan sangat pribadi biasanya orang memilih tidak membandingkan satu agama kepada agama yang lain. Padahal membandingkan itu adalah hal yang lumrah dan naluriah. Kita membanding- bandingkan segalanya. Mau beli mie kita bandingkan dulu. Mau beli susu bayi kita bandingkan dulu baik harga maupun kualitas dari berbagai macam merek susu. Mau beli mobil, rumah, mau nonton film, dengar musik, baca buku, semuanya ada berbagai pilihan dan kita pasti pilih. Yang paling jelas adalah memilih pasangan hidup. Sadar atau tidak dari ratusan atau belasan lawan jenis yang menarik pada akhirnya kita memilih satu saja kan? Nah disini kita memilih pegangan hidup.
  12. 12. Disini kita harus jujur dulu pada diri sendiri apakah kita ikut suatu agama karena agama itu benar atau karena itu agama yang dianut oleh orangtua kita dan sejak kecil diajarkan kepada kita sehingga agama itu kita anggap benar? Memang susah untuk bersikap objektif dalam hal agama karena agama sudah sama seperti makanan, sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan amat susah untuk dirubah. Anda biasa puluhan tahun makan nasi, hingga merasa bila belum makan nasi sama saja belum makan. Anda bingung bagaimana orang lain (seperti orang Eropa atau Amerika) bisa kenyang tanpa makan nasi. Nah orang Amerika pun berpikiran seperti itu. Agama manapun sebenarnya juga banyak konflik dengan ‘dirinya’ sendiri. Agama Islam umum dibelah lagi menjadi agama Islam Sunni dan Islam Syiah. Nah banyak orang Sunni yang bilang Syiah itu sesat dan bukan Islam. Didalam Sunni sendiri ada berbagai mazhab. Mazhab Maliki, Syafii, Hambali, Hanafi dan banyak lagi, walaupun mereka saling menghormati tetapi dalam realitasnya tidak selalu begitu. Lalu kemudian ada perbedaan antara tradisionalis dan modernis seperti NU dan Muhammadiyah. Tidak jarang orang-orang ini berantem, baik berantem secara ide, mulut bahkan fisik. Ironis kan? Agama harus bisa dilihat sebagai suatu ‘ide’ sama seperti ide-ide lain. Ide selalu berasal dari seseorang dan ide itu bisa diterima dan ditolak, ide itu bisa didukung, bisa dikritik. Hanya dengan meneliti agama secara objektif dan tidak memasukkan ego kita didalamnya, membandingkan agama bisa berlangsung jernih. Bila ide membandingkan agama kita dengan agama lain terlihat seperti hal yang besar, ya coba bandingkan perbedaan dalam agama sendiri. Walaupun sama-sama Islam atau Kristen atau Hindu, banyak pemuka-pemuka agama yang punya penafsiran dan ritual yang berbeda.
  13. 13. Pusing Beragama Orang malas serius beragama karena kalau dipikirin serius kita bisa jadi pusing. Pusing beneran. Mencari kebenaran bukan hal gampang lho. Ini hal sulit. Sama sulitnya dengan menahan sakit di ginjal atau sakit jantung atau sakit kepala. Kebanyakan dari kita lebih memilih di kasih obat penghilang rasa sakit yang memberi ‘ilusi’ sehat daripada merasakan ‘kebenaran’ sakit. Orang tidak mau susah-susah intinya begitu. Toh bagi kebanyakan orang, agama itu bukan hal terpenting dalam hidupnya. Banyak orang cuma berpikir bahwa agama itu penting. Tapi lihat dibanyak rumah, buku-buku agama dibeli tapi tidak dibaca. Kamar anak-anak isinya poster idola Amerika atau Jepang. Kebanyakan film dan musik adalah film dan musik sekuler yang tidak bernapaskan agama sama sekali.
  14. 14. Ekstrim Beragama Orang juga malas serius beragama karena mereka takut jadi fanatik. Banyak yang bilang kalau kita beragama harus fanatik. Tetapi fanatik ini membuat kita jadi serasa wakil Tuhan yang bebas menyakiti orang lain atas nama agama. Banyak juga orang yang jadinya hidup di jaman lampau, mereka mencoba mengimitasi secara literal kehidupan pendiri agama mereka. Jadinya mereka tidak cocok dengan kehidupan modern. Ada juga yang jadi aneh, benci kepada orang Amerika misalnya. Padahal orang Amerika itu kan sangat plural beraneka ragam. Atau benci orang Muslim atau Kristen atau Hindu. Bencilah kepada orang karena perkataan atau perbuatannya salah bukan karena latar belakang agama atau ras.
  15. 15. Sombong Beragama Walaupun semua ajaran moral tidak suka orang sombong, menjadi orang yang tahu banyak tentang agama malah bisa menjadikan orang itu merasa dirinya tinggi, lalu pergi kemana-mana, ke daerah-daerah merasa dirinya pemegang cahaya kebenaran. Akhirnya orang muak. Karena tidak mau tersentuh ‘penyakit’, orang-orang yang sombong ini maunya dekat-dekat dengan grup mereka saja. Jika anda berbeda sedikit saja dengan apa yang mereka anggap benar, mereka langsung menjauhi anda. Mereka serius beragama tetapi belum tentu mereka benar dalam beragama. Sama seperti anda serius berolahraga tetapi belum tentu anda melakukannya dengan benar (mungkin pemanasan anda sedikit hingga keram, mungkin anda tidak pendinginan).
  16. 16. Agama Konsumerisme Walau mereka tidak akan mengakuinya sampai mati, kebanyakan orang sebenarnya beragama yang sama yaitu agama Konsumerisme. Tanya setiap anak sekolah, apakah mereka lebih suka mendengar musik pop atau musik relijius? Yang saya lihat mereka semua lebih suka mendengar musik pop, bahkan yang sekolah di sekolah relijius. Saya pernah dibuat terkejut ketika acara pentas seni yang dibuat suatu sekolah relijius isinya menyanyikan lagu-lagu pop lokal dan Barat saja, hanya dibuka dengan pembacaan Al- Qur’an. Lalu lihat di bioskop, orang lebih suka menonton film-film action, romance, comedy, animation daripada film relijius. Ini merata bagi pengikut agama manapun. 10 film terlaris sepanjang masa semuanya adalah film non- relijius (Avatar, Titanic, Lord of the Rings, Spider-Man, Batman, dsb). Jadi orang-orang beragama ini lebih suka makhluk ciptaan imajinasi manusia daripada makhluk yang benar-benar ada ciptaan Tuhan. Orang malas nonton dokumenter film tentang binatang dan tumbuhan betapapun bagusnya. Lalu lihat apa yang orang lakukan jika ia punya kelebihan uang, apakah mereka memberikannya kepada orang miskin atau yatim piatu atau mereka memilih beli mobil, renovasi rumah, makan-makan, beli handphone, dan liburan ke luar negeri. Banyak orang yang ibadahnya rajin tetapi tidak pernah mengajak keluarganya mengunjungi panti asuhan, panti jompo, umumnya mereka pada sibuk ke mal-mal saja. Padahal ajaran agama secara gamblang mendorong orang untuk perduli kepada masalah sosial dan tidak egois hanya
  17. 17. mementingkan kesenangan diri sendiri dan keluarga. Di mal mereka shalat. Pertanyaannya, mereka itu shalat kepada Tuhan atau kepada Mal? Apakah mereka berucap bismillah (dengan nama Allah) atau bismalah (dengan nama Mal), apa mereka mengucap Allahuakbar atau Malkuakbar (Mal ku maha besar)? Terimakasih Mal, berkat Engkau saya bisa foya-foya disini bareng keluarga (atau teman).
  18. 18. Membuat agama sendiri Entah kenapa di Indonesia orang harus mengikuti satu dari lima agama ‘resmi’ pemerintah, padahal kebebasan beragama adalah hak asasi semua orang. Banyak pengikut agama-agama ‘lokal’ tidak diterima di pemerintahan dan mereka pun harus pura-pura ikut agama lain. Coba kita empati kepada mereka. Bayangkan kalau ada negara yang melarang kelima agama resmi ini, kesal kan kita? Tidak semua orang merasa puas dengan agama yang diikuti orangtua mereka dan yang dicekoki disekolah. Seorang David Koresh membuat agamanya sendiri yaitu agama Davidian, dia bilang dia adalah Tuhan, dan ternyata ada saja yang percaya. David dan 54 pengikutnya ditembak sampai mati oleh pemerintah Amerika Serikat. Agama baru yang cukup terkenal adalah agama Saintologi, agama Tom Cruise. Agama ini dibuat Ron Hubbard, tadinya sekedar untuk terapi tetapi banyak orang mulai suka sehingga akhirnya pada tahun 1993 Saintologi resmi menjadi agama. Ron bilang Tuhan bernama Xenu membawa miliaran manusia dengan kapal luar angkasa yang amat besar ke bumi 75 juta tahun yang lalu. Walaupun ini tidak masuk akal kebanyakan kita, Tom Cruise dan teman-temannya benar-benar percaya hal ini. Di jaman Nabi Musa, ada juga orang yang membuat sapi sebagai tuhan. Patung anak sapi yang dibuat oleh tangan sendiri kemudian disembah. Ada saja yang ngikutin. Orang dapat dan mau percaya apa saja. Apalagi bila keluarga mereka percaya hal yang sama dan ajaran itu diajarkan sejak kecil. Betapapun orang
  19. 19. diluar agama mereka melihat agama mereka itu tidak masuk akal. Kalau orang bisa percaya sapi itu tuhan dan manusia dibawa tuhan melalui kapal luar angkasa ke bumi, orang bisa percaya apa saja. Di India dulu, janda yang ditinggal mati suami harus membakar diri sendiri biar menemani suami di alam lain. Walaupun mereka takut, mereka tetap menjalankan ritual ‘gila’ ini. Di suku Aztec, mereka percaya lima dewa mereka bunuh diri agar manusia dapat hidup terus. Maka untuk membayar pengorbanan ini setiap tahun mereka mengorbankan gadis tercantik untuk dibakar hidup-hidup. Hampir 250,000 manusia dikorbankan untuk ritual ini pada abad ke-15. Bagi suku Aztec, pengorbanan ini dianggap sakral dan orang yang akan dibunuh merasa terhormat dipilih sebagai korban. Itulah yang namanya keyakinan.
  20. 20. Theis Theis sebenarnya mencakup semua orang yang percaya adanya Tuhan/Dewa/Pencipta. Tetapi istilah ini kemudian khusus menjadi milik orang-orang yang setelah membandingkan agama demi agama demi agama, memilih untuk tidak beragama. Jadi mereka percaya akan adanya Tuhan tetapi tidak percaya kepada ajaran manapun dan tidak pula membuat agama sendiri. Epicurus seorang filsuf jaman Yunani Kuno mengajarkan bahwa Tuhan terlalu penting untuk memikirkan nasib makhluknya. Tuhan tidak perduli anda bahagia atau tidak, karena anda tidak penting bagiNya. Mau semua manusia bahagia atau sengsara tidak ada pengaruhnya sedikitpun kepada Tuhan. Jika kita saja manusia tidak perduli kepada nasib semut-semut, apalagi Tuhan kepada manusia. Perbandingan tinggi manusia kepada semut dan Tuhan kepada manusia sangat jauuuuhhhhh sekali. Thomas Jefferson, Presiden ke-3 Amerika Serikat, adalah seorang theis terkenal. Semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan tapi sangsi kepada ajaran agama manapun. Banyak orang mengagumi karya orang yang lain agama. Seorang Muslim yang taat bisa jadi menyukai yoga (yang dibuat orang Hindu), The Beatles (orang Kristen), karate (orang Shinto), bahkan karya dan produk orang ateis sekalipun, sadar tidak sadar. Lalu kemudian ia berdoa yang intinya semua Muslim akan selamat sedangkan non-Muslim walaupun berbuat baik sebanyak apapun tetapi karena bukan Muslim, akan disiksa di neraka. Seperti tidak ada yang janggal. Ini juga berlaku dengan seorang Kristen dan agama lain. Ini yang membuat sebagian orang memilih tidak beragama
  21. 21. manapun karena ide bahwa orang masuk neraka hanya karena salah kepercayaan tidak dapat mereka terima. Jika di dunia ini ada rezim yang memasukkan semua orang yang beragama A ke surga dunia dan semua orang diluar agama A itu ke neraka dunia, tentu rezim itu akan dikutuk habis-habisan oleh negara-negara lain, bahkan bisa diserang. Theis tidak bisa menerima Tuhan yang memberi mereka pikiran dan hati yang baik bisa membuat penilaian seperti itu. Seseorang itu dinilai dari perbuatannya. Hanya karena B beragama sama dengan saya, bukan berarti saya akan beli karyanya kalau karyanya jelek. Hanya karena C beda agama bukan berarti saya tidak suka hasil karyanya, kalau hasilnya bagus ya saya suka. Apakah bisa diterima seorang yang baik, berani dan menolong saya ketika saya tenggelam masuk neraka karena bukan agama A, sedangkan orang yang suka menyakiti saya tetap akhirnya masuk surga karena beragama A? Orang bilang kita tidak bisa mengerti pikiran Tuhan, dan ada yang bilang pada dimensi tertentu semua itu baik. Padahal dalam kitab suci manapun tidak akan ada pembenaran memberi makan bayi dengan bangkai tikus, dan tidak akan ada agama yang mengutuk orang yang menolong orang lain. Bahkan orang atheis dan apatheis pun setuju. Jadi nilai universal itu ada.
  22. 22. Atheis Atheis adalah orang yang tidak percaya adanya pencipta yang membuat manusia. Walaupun di Indonesia atheis dianggap sama dengan komunis sebenarnya kedua hal ini tidak selalu sejalan. Dan komunis pun sebenarnya tidak ‘jahat’ seperti yang kita pikir selama ini. Partai Komunis Indonesia tidak akan pernah menjadi sebesar itu dengan simpatisan puluhan juta orang bila mereka ‘jahat’. Komunisme mengajarkan suatu masyarakat tanpa kelas dan tanpa barang pribadi dimana semua orang bisa hidup bahagia. Komunisme kesal karena sistem kapitalis membuat sedikit orang elite kaya raya dan kebanyakan orang menjadi buruh mereka dengan kondisi hidup menyedihkan. Walau idenya bagus, sayangnya pada kenyataannya hal ini tidak selamanya terjadi. Justru banyak negara komunis menjadi lebih ‘jahat’ kepada rakyatnya daripada negara kapitalis. Seorang kapitalis juga bisa jadi atheis, siapapun bisa jadi atheis. Bahkan atheis adalah ‘agama’ terbesar ketiga setelah Kristen (gabungan semua agama berorientasi ke ajaran Yesus), dan Islam (semua agama yang berorientasi ke ajaran Muhammad). Albania adalah negara paling atheis di dunia. Setelah merdeka dari Kerajaan Turki pada 1912, Albania langsung mengharamkan yang namanya beragama. Yang menarik, orang-orangnya juga setuju. Orang Albania melihat semua agama itu sebagai ‘serangan ide asing’. Mereka melihat agama adalah ‘ancaman dan serangan bagi budaya tradisional Albania’. Pada tahun 1923, umat Muslim di Albania merubah gaya shalat mereka (jadi
  23. 23. cuma berdiri tanpa rukuk dan sujud), shalat dengan bahasa Albania, dan membuka jilbab. Pada tahun 1929, Gereja Albania lepas dari Gereja Katolik. Kemudian semua sekolah agama dilarang. Dan akhirnya pada tahun 1967, 2.169 tempat beribadah (mesjid, gereja) dialihgunakan menjadi pusat-pusat budaya Albania. UUD Albania mengatakan negara Albania adalah negara yang mendukung atheisme agar masyarakat mempunyai sudut pandang rasional terhadap kehidupan. Anak-anak Albania sama sekali tidak tahu tentang agama, tidak ada satupun buku agama yang bisa ditemukan di Albania. Albania adalah negara atheis total pertama di dunia (yang kemudian diikuti Korea Utara, hanya saja Korea Utara masih mempunyai tuhan manusia yaitu Kim Il-Sung. Presiden kedua Korut dari tahun 1972 sampai ia meninggal tahun 1994. Setelah ia meninggal jabatan presiden dihapus, dan dalam undang-undang ia ditulis sebagai the Eternal President. )
  24. 24. Apatheis Pembuat film Religulous Bill Maher menganggap dirinya seorang apatheis. Kalau theis percaya adanya Tuhan dan atheis percaya Tuhan tidak ada. Kaum apatheis tidak mau memikirkan adanya Tuhan atau tidak. Jadi dia sama sekali nggak mikirin agama. Di otaknya kata ‘Tuhan’ atau ‘agama’ tidak ada. Dia tidak perduli. Kebanyakan dari kita sebenarnya sadar tidak sadar adalah seorang apatheis. Agama yang kita anut sebenarnya adalah tradisi keluarga. 99% orang didunia mengikuti agama orangtua mereka, dan biasanya akan tetap pada agama yang sama. Orang yang pindah agama sangat sedikit sekali. Orang yang serius beragama dengan cara belajar sejarah agamanya secara komprehensif dan detil dan membandingkan ajaran-ajaran agama terlalu sedikit. Mayoritas orang hanya sampai pada kulit terluar agamanya saja.
  25. 25. Apa Yang Anda Percaya Belum Tentu Yang Benar Dan sebaliknya apa yang benar belum tentu yang anda percaya. Ini terjadi setiap hari. Anda percaya sepenuhnya bahwa anda adalah anak kandung orangtua anda, ternyata anda anak angkat. Anda percaya anak anda normal, ternyata dia gay. Anda percaya kepada partai dan politikus tertentu akan membawa kebaikan bagi bangsa, ternyata dia korup. Sesuatu itu benar kalau sesuai dengan kenyataan. Kalau teman anda bilang dia berumur 20 tahun tetapi ternyata di akte kelahirannya dia baru berumur 18 tahun, maka teman anda bohong. Ada orang yang percaya benar kalau seseorang mendapat musibah, itu pasti karena dia berbuat dosa. Jadi jutaan orang yang dibunuh, diperkosa, kena tsunami, kepeleset, kecelakaan, semuanya pantas karena mereka penuh dosa. Tetapi bila logika ini konsisten, berarti hal kecil macam digigit nyamuk pun berarti kita berdosa, karena kalau tidak berdosa, maka si nyamuk tidak akan menggigit kita. Sebaliknya kalau kita dapat kebaikan, atau uang (walau uang hasil korupsi) maka itu karena kita berbuat baik. Ini jelas tidak masuk akal dan tidak bisa diterima akal sehat. Sayangnya kebanyakan orang belum pernah atau belum menguasai kualitas berpikir kritis, jadilah mereka tetap terperangkap kepada kepercayaan yang salah. Apa yang anda percaya belum tentu benar, tapi juga belum tentu salah. Apa yang populer belum tentu benar, tapi juga belum tentu salah. Cari tahu dong.
  26. 26. Penutup Walaupun sekarang terlihat ada komunitas-komunitas anak muda yang relijius dari berbagai agama dan di berbagai negara. Mesjid (tempat sujud) terbesar didunia bukanlah di Mekkah, tetapi di mal-mal di Dubai, Kuala Lumpur, Jakarta, dimana orang bersujud kepada barang-barang mahal yang dibeli agar mereka merasa ‘mahal’ dan up-to-date. Gereja terbesar di dunia bukanlah di Vatikan, tetapi di stadium-stadium sepakbola di Inggris, Spanyol, Indonesia, dimana orang tidak capek-capeknya menyebut-nyebut nama Tuhan mereka sebenarnya, yaitu para pemain bola dan kesebelasan mereka dengan penuh semangat dan kobaran api perjuangan. Begitulah dari dulu hingga kapanpun kebanyakan orang akan malas untuk terlalu dalam menekuni agama, karena agama membosankan dan tidak fun, sebagaimana dilihat musik, film dan buku bestseller sepanjang zaman bukanlah buku-buku agama. Memang ada klaim bahwa buku terlaris adalah Injil atau Al-Qur’an, tetapi kebanyakan yang punya buku suci tidak pernah membaca buku tersebut sampai habis atau dengan pemahaman yang penuh. Berbeda dengan orang yang membeli buku novel, biasanya dihabiskan secepat mungkin. Sebagian beralasan agama terlalu ribet dan bikin pusing. Sedangkan perangkap bagi orang yang serius menekuni agama adalah sikap fanatik dan sombong. Seorang yang fanatik dan sombong kepada kepercayaannya dapat membahayakan dirinya dan masyarakat. Anda juga mungkin berpikir menjadi theis, atheis, atau apatheis, itu terserah anda. Sayangnya pemerintah Indonesia masih diskriminatif sehingga tidak mengakui agama-agama lain seperti agama Yahudi, agama Jain, agama Shinto, agama Zoroaster. Orang juga harus diberi kebebasan
  27. 27. untuk tidak menganut agama manapun. Seperti di Amerika, Presiden Obama berkata ‘Orang Amerika adalah orang Kristen dan Islam, Yahudi dan Hindu, dan orang-orang yang tidak percaya agama manapun.’

×