• Like
Kenapa Orang Putus Hubungan Keluarga
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Kenapa Orang Putus Hubungan Keluarga

  • 1,266 views
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,266
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
58
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Kenapa Sih Orang Mutusin Hubungan Keluarga Kira-kira kenapa ya?
  • 2. Saya dedikasikan tulisan ini untuk semua orang yang punya keberanian untuk memutuskan hubungan keluarga ketika hubungan itu sudah beracun…* *(ternyata jumlah orang yang putus hubungan keluarga itu banyaknya minta ampun dan anda sadar tidak sadar bagian dari jumlah tersebut)
  • 3. ! Karya ini dibuat hari Kamis, 18 Maret 2010, dari jam 13.37 siang sampai jam 15.29 sore oleh Aidil Rizali. Segera karya ini saya jadikan public domain yang berarti Anda bisa mengaksesnya tanpa memperdulikan hak-hak saya sebagai penulis dan berarti karya ini sama sekali tidak dilindungi undang-undang negara manapun. Saya mendukung Copyleft. dan Knowledge Should Be Free Movement seperti yang diadvokasikan oleh Komisi Eropa.
  • 4. Pembuka Kita semua pasti pernah putus, mutusin atau diputusin, hubungan keluarga. Serius. Kalau ditelusuri pohon keluarga kebanyakan dari kita paling cuma bisa nyampe ke nama kakek, atau nama dari ayahnya kakek. Yang tahu sejarah siapa kakeknya kakek sangat jarang. Apalagi yang bisa menelusuri sampai siapa kakek dari kakek dari kakek dari kakek dari kakek dari kakek sampai 1000 tahun. Mungkin hanya keturunan Ratu Inggris, Kaisar Jepang, dan Konfusius yang bisa (mereka beneran ada pohon keluarga sampai seribu tahun lebih lengkap dengan siapa sepupu dari sepupu dari sepupu atau siapa anak dari tante dari keponakan dari ibu dari adik saya dst). Maka dari itu saya katakan kebanyakan dari kita memang sudah terbiasa dengan pemutusan hubungan keluarga. Kadang karena kita mau, kadang karena mereka yang mau, kadang karena situasi seperti perang, kadang karena kesibukan. Tetapi memang sebaiknya hubungan keluarga dibatasi sampai suatu jumlah tertentu, karena kalau kebanyakan pasti kelabakan sendiri. Tidak selamanya sesuatu yang kalau cukup enak, kalau banyak juga enak. Ibarat makan daging atau jeroan kalau kebanyakan malah bisa bikin semaput. Orang Batak yang masih mengadakan pertemuan akbar suatu marga misalnya marga Sayajitak, yang datang bisa ratusan atau mungkin bisa ribuan. Tetapi lihat deh kualitas interaksinya, kebanyakan pasti nggak terlalu saling kenal dan akhirnya cuma interaksi basa-basi. Kecuali bila ada maunya, misal ada yang jadi selebritis atau kerja di deplu atau kepolisian atau apalah, baru didekati. Pada intinya, orang seperti semut maunya mencari gula dan menghindar dari kotoran. Maka dalam pertemuan seperti
  • 5. itu hampir bisa dipastikan kalau ada yang baru keluar dari penjara karena membunuh, sudah pasti orang bakal menghindar. Kenapa Orang Putus Hubungan Keluarga mencoba memaparkan secara singkat tentang topik PHK ini. Biar anda kalau anda mau memutuskan hubungan keluarga anda sudah tahu kisi-kisinya. Jangan sampai salah memutuskan hubungan. Semoga bermanfaat. Penulis
  • 6. Daftar Isi Pembuka PHK dengan Keluarga Inti PHK dengan Keluarga Besar PHK dengan Keluarga Ekspansi PHK dengan Keluarga Pasangan PHK dengan Keluarga Mertua PHK dengan Keluarga Menantu PHK dengan Keluarga Besan PHK dengan Keluarga Ipar PHK dengan Keluarga Angkat PHK dengan Keluarga Tiri PHK dengan Keluarga Acara PHK Total atau Portal? Penutup
  • 7. 1 PHK dengan Keluaga Inti Inti suatu keluarga adalah seorang bapak, ibu, dan anak. PHK terjadi ketika si bapak atau ibu atau anak pergi dari rumah dengan niat tidak kembali lagi. Alasannya macam-macam. Karena keluarga itu tidak semuanya bahagia lho. Ada bapak yang suka memukul istri dan anaknya. Ada istri yang terlalu matre dan suka menggoda orang lain. Ada anak yang karena pergaulan jadi kriminal. Bagi kita yang keluarganya baik-baik saja sulit membayangkan kok ada orang yang mau putus hubungan dengan bapak atau ibu atau anaknya sendiri. Tetapi bila bapak anda adalah pelaku pelecehan seksual seperti bapak Precious, atau ibu anda abusif seperti ibu Precious (di film nominasi Academy Awards Precious si bapak memerkosa anaknya dua kali hingga anaknya hamil dua kali, dan ibunya suka memukuli dan menghina Precious) mungkin anda tidak berpikir dua kali untuk segera kabur ketika ada kesempatan. Atau bila anak anda berusaha membunuh anda karena ia ikut suatu sekte sesat macam sekte Charles Manson, ya pastinya lebih baik bagi anda kalau dia pergi (karena susah merubah pola pikir anak seperti itu). Tetapi kebanyakan PHK Keluarga Inti terjadi karena perceraian (yang akhirnya hilang kontak antara satu orangtua dengan anak seperti George Carlin yang setelah ibunya cerai dengan bapaknya ketika dia baru bayi berusia dua bulan tidak pernah ketemu bapaknya lagi sampai dia meninggal) atau kematian (kalau kedua orangtua anda mati karena kecelakaan dan anda jadi tinggal di rumah yatim piatu atau panti asuhan) atau pemaksaan (seperti
  • 8. anak-anak Aborigin yang diambil dari orangtuanya dan dijadikan anak orang kulit putih). Jadi PHK itu kadang ya bukan kemauan kita, bukan kemauan siapapun, tapi nasib.
  • 9. 2 PHK dengan Keluarga Besar Keluarga besar adalah keluarga inti bapak bertemu dengan keluarga inti anak. PHK dengan Keluarga Besar jarang terjadi karena biasanya ini masih dianggap bagian integral dari suatu keluarga. Keluarga besar pucuknya adalah dua orangtua (kakek dan nenek) lalu anak dan cucu mereka. Jadi tanda suatu keluarga adalah keluarga besar kalau sebutan sepupu, keponakan, paman (uncle, om) dan bibi (auntie, tante) sudah digunakan. Walaupun ada juga keluarga besar yang semua paman dan bibinya disebut bapak dan ibu juga, tetapi anda mengertilah bahwa mereka paman dan bibi. Keluarga besar ini tergantung dari perspektif orang yang diajak bicara. Misal nama kakek A, nama bapak B, nama anak/cucu C. Bagi A, ini adalah keluarga besarnya yang pertama kali dia menjadi pucuk referensi (Keluarga Besar A). Bagi B, ini adalah keluarga besar A. Bagi C, ini adalah keluarga besar B tapi B bukan kepalanya. Tetapi bila kemudian C mempunyai anak yaitu D, maka definisi keluarga besar berubah bagi semua orang. Jika A masih hidup, ia tergeser, ia bukan lagi pucuk referensi bagi si C, ia sudah diatas referensi (diluar nalar C). B kini menjadi kakek dan dialah pucuk referensi dari keluarga besar B yang beranggotakan anak-anaknya dan cucu-cucunya. C melihat ini adalah keluarga besar B, dan D melihat ini adalah keluarga besar C tapi C bukan kepalanya.
  • 10. Itu sebabnya bila hari Lebaran tiba, orang jarang pergi sampai ke rumah buyut apalagi kakak dan adik dari buyutnya. Kenapa? Karena orang capek kalau kebanyakan musti mengunjungi keluarga eskpansi. PHK dengan keluarga besar dapat terjadi apabila kita sudah merasa tidak ada kecocokan lagi, atau merasa tidak ada kehangatan lagi, atau justru karena suatu hal jadi sering konflik, nah ini saatnya ucapkan selamat tinggal. Hal yang menyebabkan konflik bisa sangat banyak, namun umumnya karena masalah harta atau pilihan pasangan yang beda agama (baik pindah agama atau tidak) atau beda suku bangsa bahkan beda partai politik pun bisa jadi alasan atau bila ada yang terlalu mendominasi atau ada yang sombong karena lebih banyak uang atau prestasi atau reputasi.
  • 11. 3 PHK dengan Keluarga Ekspansi Keluarga ekspansi adalah keluarga besar kakek atau nenek ditambah keluarga besar saudara kakek atau nenek. Untuk gampangnya, keluarga inti anda adalah orang-orang yang anda panggil ayah, ibu, kakak, adik, dan anak. Keluarga besar adalah orang-orang yang anda panggil kakek, nenek, paman, bibi, dan sepupu. Nah keluarga ekspansi memang diluar nalar kebanyakan dari kita, itu sebabnya kita nggak punya nama untuk mereka. Dalam bahasa Inggris pun tidak ada sebutan grand uncle atau grand auntie, atau kalau ada jadi panjang seperti uncle once removed atau cousin once removed. Orang udah mulai pusing. Jadi untunglah biasanya keluarga eskpansi ini sangat amat jarang saling bertemu dan biasanya bahkan kalau ada yang meninggal, berita itu lama nyampainya. Tapi itu dulu, sekarang dengan adanya media seperti Facebook bisa jadi kita lihat perubahan. Namun naluri kekeluargaan tetap tidak sekuat keluarga besar, misalnya di foto ‘resmi’ keluarga besar, orang-orang ini biasanya tidak diikutsertakan walaupun mereka ada disana. Mereka pun mengerti. Keluarga ekspansi ini adalah anak dari sepupu orangtua anda, atau bapak atau ibu dari sepupu orangtua anda, atau anak atau cucu dari saudara kandung kakek nenek anda. Mereka tetap diundang dan ada di pernikahan anda karena, nah ini dia yang agak jelimet, semua keluarga ekspansi anda adalah keluarga besar orangtua anda, dan semua keluarga ekspansi orangtua anda adalah keluarga besar kakek nenek anda, dan kelak semua keluarga besar anda adalah keluarga ekspansi anak anda, dan nanti keluarga besar anak anda adalah keluarga eskpansi cucu anda.
  • 12. Keluarga ekspansi adalah keluarga besar untuk satu generasi sebelum anda. Bagi anda mereka adalah orang-orang asing, kecuali bila keluarga anda sangat dekat atau ada yang tidak punya keturunan (biasanya ini memudahkan interaksi). Jadi A punya adik B. A menikah lalu punya anak lalu punya cucu. B tidak menikah tidak beranak tidak bercucu. Nah si B ini tinggal atau minimal nemplok terus ke A, jadilah ia tetap dekat dengan anak cucu A. Bahkan bisa jadi cucu si A merasa si B ini juga neneknya juga. Walaupun dimata umum sebenarnya si B ini keluarga ekspansi bagi cucu si A. Kalau PHK dengan keluarga inti, lukanya bisa besar. Kalau PHK dengan keluarga besar, lukanya bisa jadi cukup besar. Tetapi tidak ada orang yang merasa terluka apabila PHK dengan keluarga ekspansi karena hubungan keluarga seluas ini memang sadar tidak sadar tidak begitu diharapkan bisa bertahan kuat (anda tidak terlalu perduli terhadap nasib sepupu dari orangtua anda atau anak dari sepupu ibu anda dan mereka juga merasa begitu ke anda). Kecuali bila setiap anggota keluarga hanya melahirkan satu atau dua anak. Bisa juga dekat terus. Jadi A punya anak B punya anak C punya anak D, masing-masing berpasangan dengan orang yang juga anak-anak tunggal semua, ya itu pasti lengket karena total mereka hanya 18 orang. Tetapi kalau A berasal dari keluarga dengan delapan anak lalu A sendiri punya anak delapan lalu masing-masing anaknya juga menikah dengan orang dari keluarga yang banyak anak dan kemudian mereka masing-masing beranak banyak sehingga total keluarga eskpansi mencapai 180 orang, ya susah.
  • 13. 4 PHK dengan Keluarga Pasangan PHK ini sebenarnya sangat umum. Misal seorang gadis desa menikah dengan orang kota maka biasanya si gadis lama-lama akan kehilangan kontak dengan keluarganya. Atau orang Inggris tinggal di Bali menikah dengan orang Bali, lama-lama hubungan orang Inggris dengan keluarganya di Inggris bisa hilang. Atau orang Uzbekistan menikah dengan orang Turki lalu si Uzbekistan memang ingin lari dari negaranya ya sudah otomatis PHK. Tetapi bisa jadi juga karena keluarga pasangan tidak menerima kehadiran anda di keluarganya atau sebaliknya anda tidak mau menerima kehadiran keluarga pasangan. Seperti di kasus Precious, jika Precious kelak bertemu seorang laki-laki yang menerimanya, tentu laki-laki ini tidak mau bertemu keluarga Precious yang terlalu najis itu. Atau orang Arab mungkin tidak mau punya menantu orang Yahudi. Orangtua Pendeta berkulit putih mungkin menolak pernikahan anaknya dengan orang Hindu India. Banyak juga kasus yang tidak seekstrim itu tetapi dimana si pasangan merasa disakiti oleh keluarganya dan tidak mau lagi berhubungan dengan (mantan) keluarganya. PHK dari keluarga pasangan biasanya mendapat restu dari pasangan itu sendiri. Karena umumnya tidak mungkin kita PHK dari keluarga pasangan sedangkan pasangan itu tidak meng-PHK-kan keluarganya. Jadi biasanya pasangan dulu yang meng-PHK keluarganya barulah anda ikutan. Dalam hal ini memang anda tidak usah terlalu perduli, karena dulu anda kenal dengan
  • 14. pasangan anda. Keluarga itu hanya embel-embel yang bisa ada bisa tidak. Kecuali pernikahan anda diatur atau anda menikah demi mendapat status bangsawan atau uang atau prestise dari orangtua atau keluarga pasangan anda, itu lain lagi.
  • 15. 5 PHK dengan Keluarga Mertua Sama seperti keluarga eskpansi, keluarga mertua ada di luar nalar kebanyakan orang di dunia. Bahkan mungkin anda baru lihat di tulisan ini atau minimal jarang sekali mendengarnya. Ilustrasi keluarga mertua adalah sebagai berikut: A menikah dengan B. C dan D adalah orangtua A, maka C dan D adalah mertua B. Berarti sebenarnya keluarga mertua adalah keluarga A juga sebelum A berkeluarga dengan B. Tetapi biasanya maksudnya keluarga mertua adalah level paman, bibi, sepupu, keponakan dan kakek nenek A alias keluarga inti dari kakek A. Ini pun tergantung seberapa banyak anggota keluarga A, seberapa dekat A dengan keluarganya, dan seberapa baik sambutan keluarga A kepada B. Namun kalau bukan di suatu daerah yang masih penuh dengan tradisi kekeluargaan seperti di kampung atau di kota tingkat dua di Indonesia, biasanya memang jarang ada interaksi dengan keluarga mertua selain kematian dan pernikahan. Itupun kadang juga gampang saja terlewatkan.
  • 16. 6 PHK dengan Keluarga Menantu Biasanya hubungan dengan keluarga menantu ini dipertahankan apabila mertua dan besan mempunyai kesamaan atau minimal hubungan yang baik. Karena tidak selamanya orangtua suami dan orangtua istri saling suka. Hubungan keluarga ini bersifat formal, kecuali bila dalam kasus mereka sudah teman dan ternyata anak mereka menikah, ya itu tentu malah membuat mereka dekat (kecuali kalau anak mereka cerai atau sering konflik ya). Hubungan ini lama-lama akan meregang karena semakin tua orang-orang semakin cepat capek, gampang stres dan memilih tinggal di rumah. Dan biasanya seorang orang tua akan lebih fokus kepada cucunya bukan kepada hubungannya dengan keluarga menantunya.
  • 17. 7 PHK dengan Keluarga Besan Bedanya keluarga besan dengan keluarga menantu adalah keluarga besan maksudnya mencakup saudara dan orangtua besan (kakek nenek menantu), sedangkan keluarga menantu maksudnya mencakup saudara dan orangtua menantu (besan). Biasanya jarang, amat jarang, hubungan ini terbentuk, jadi boro-boro PHK biasanya malah tidak terlalu ada ikatan keluarga.
  • 18. 8 PHK dengan Keluarga Ipar Kalau diatas kertas memang agak janggal, ngapain juga keluarga ipar diikutsertakan? Apakah keluarga ipar itu keluarga? Hal ini saya sertakan karena ternyata memang bisa jadi keluarga ipar menjadi keluarga anda juga. Bahkan bisa sama dekatnya atau lebih sering interaksinya dibanding interaksi dengan keluarga anda sendiri. Ini apabila si ipar dan saudara anda yang menikah dengannya ternyata cocok kepribadiannya dengan anda dan pasangan anda sehingga ya jadi sahabat. Bisa jadi malah orangtua dan saudara si ipar ini sudah melihat anda dan pasangan anda sebagai keluarga sendiri, dan anak-anak mereka melihat anda dan pasangan sebagai paman dan bibi mereka dan anak anda melihat anak mereka sebagai sepupu jauh. Entahlah hubungan ini bisa disebut nyata atau ilusi, asli atau palsu, karena selama hubungan tersebut enak ya pertahankanlah, tetapi bila hubungan itu pahit buanglah. Seperti anda dan orang tak dikenal membuat kopi, saat kopi yang anda buat sendiri anda minum ternyata pahit minta ampun, ya jangan diminum, dibuang saja. Sedangkan kopi orang tak dikenal ternyata pas, enak, ya ketika ditawarkan, ambillah, lalu minum sepuasnya. Jadi namanya hubungan manusia yang terpenting bukanlah apakah ada ikatan atau darah tetapi apakah ada kenikmatan dan persahabatan. Seperti keluarga pembuat Taj Mahal, ternyata ayah dengan anak, saudara kandung dengan saudara kandung saling bunuh-membunuh untuk menjadi raja, nah ini hanya ‘keluarga’ di kata-kata saja tetapi sebenarnya mereka ‘musuh’. Sedangkan
  • 19. pemain sepak bola dari kesebelasan yang berbeda tetapi setelah main saling peluk-pelukan hanya ‘musuh’ di kata-kata saja tetapi sebenarnya mereka ‘keluarga’. PHK dengan keluarga ipar tidak bermasalah sama sekali, karena sepertinya hubungan ini amat jarang yang solid. Tidak sampai dari 1% hubungan dengan keluarga ipar dapat bertahan ‘mesra’ seumur hidup.
  • 20. 9 PHK dengan Keluarga Angkat Siapa yang mau diangkat jadi anak? Pertanyaan ini harus disertai dengan pertanyaan: ‘Yang mengangkat anak siapa?’ Bagi anak-anak angkat Brad Pitt dan Angelina Jolie, mungkin sekali mereka justru merasa tidak perlu mengenal kedua orangtua asli mereka yang melahirkan mereka. Tetapi tentunya tidak semua orang diangkat oleh Brangelina, kebanyakan keluarga angkat adalah keluarga biasa, dan sayangnya tidak semua berjalan dengan baik (sama saja dengan kasus keluarga kandung). Kasihannya apabila si anak angkat ini tidak dianggap saudara oleh anak asli dari orangtuanya. Bisa saja karena orangtua angkat tidak punya anak laki-laki maka setelah dua-tiga anak perempuan semua, ia memutuskan mengangkat anak laki-laki, atau sebaliknya setelah empat anak laki-laki, ya sudah ibunya kepingin angkat anak perempuan. Nah anak-anak asli jadi cemburu, jadilah mereka ngebully si anak angkat. Umumnya orangtua angkat berlaku baik pada anak angkat, cuma kecemburuan anak-anak asli bisa jadi bermasalah bila tidak diatasi dengan bijaksana. PHK dengan keluarga angkat bisa sama menyakitkannya dengan PHK dengan keluarga inti.
  • 21. 10 PHK dengan Keluarga Tiri Keluarga tiri biasanya dianggap keluarga yang ‘jahat’. Ibu tiri sepertinya sudah pasti seperti ibu tiri Cinderela. Tetapi bisa saja ternyata ibu kandung anda seperti ibu tiri dan ibu tiri anda ternyata seperti ibu kandung. Sebenarnya kata ‘tiri’ ini sangat tidak nyaman. Tiri amat dekat dengan ‘teri’ dan ‘iri’ dan ‘siri’ dan ‘lari’, tidak ada yang enak konotasinya. Karena memang umumnya orang nggak bakalan mau punya ibu atau bapak atau anak tiri. Serius, kalau bisa pasti tidak ada yang punya kata ‘tiri’ di keluarganya. Sayangnya ada saja suami atau istri yang mati muda atau bercerai sehingga anda musti menikah lagi, dan entah anda atau pasangan baru anda atau dua- duanya bawa anak. Maka jadilah suatu keluarga yang penuh ketirian. Emang enak? Jelas tidak, khususnya kalau masing-masing bawa anak. Saya sendiri lebih cenderung untuk menganggap keluarga hasil ketirian ini tidak ada saja. Tetapi memang ini tergantung sih siapa kita dan siapa si tiri. Kalau saudara tiri saya Brad Pitt misalnya, dan saya adalah Byar Prett wah tentu saya mati-matian mengaku sebagai saudaranya, walaupun saudara tiri maksudnya. Tetapi kalau saya Brad Pitt dan saudara tiri saya Byar Prett yang suka kentut dan bau serta nggak ada gunanya dan suka ngutang ya maaf- maaf tapi kalau bisa ke laut aja dah tuh orang. PHK dengan keluarga tiri sebenarnya rada kompleks. Tetapi kalau memang anda tidak suka dengan si tiri ya jarangin ketemu dan kalau memang malas ketemu si Byar Prett ya bilang terus terang. Tapi awas musti sedia taktik
  • 22. kalau si Byar Prett ini ngamuk atau apalah. Jangan menyerah sebelum akhirnya PHK.
  • 23. 11 PHK dengan Keluarga Acara Keluarga acara ini adalah keluarga buat-buatan, misal ada acara pertukaran pelajar atau apalah lalu anda di negara mana atau daerah mana ada orang tua atau keluarga ‘angkat’. Jadilah selama beberapa hari biar akrab anda melihat mereka sebagai orangtua atau saudara dan mereka juga melihat anda sebagai keluarga. Makan-makan, jalan-jalan, foto-foto, surat-suratan dan akhirnya hilang deh. Walaupun ada saja keluarga acara yang masih keep in touch, ya umumnya nggak bertahan lama, nggak bertahan sampai sepuluh tahun. Mungkin dua atau tiga tahun. Kecuali, dan ini amat jarang, mereka ternyata cocok abis, yang satu ternyata beneran nggak punya anak, yang satu beneran nggak punya orangtua dan ternyata si anak ini beneran mau pindah ke negara orangtua ‘acara’, ya jadilah mereka keluarga angkat beneran.
  • 24. 11 PHK Total atau Portal? Umumnya disetiap keluarga ada orang yang kita suka bertemu dan ada yang kita males ketemu. Ada keluarga yang suka ketemu kita dan ada yang males ketemu kita. Sangat mirip dengan suasana di sekolah dan masyarakat pada umumnya. Paling untung kalau keluarga yang kita sukai ternyata juga suka ketemu kita dan paling buntung kalau keluarga yang kita sukai ternyata justru males ketemu kita. Nah, dalam kondisi seperti ini apakah sebaiknya kita bertemu sebagian yang kita suka dan tidak bertemu sisanya yang kita anggap kuman atau kita PHK-in semuanya saja? Dalam hal ini saya tanya kepada anda, keluarga itu kental mirip darah dan mirip susu. Bila anda mendapat tranfusi darah, 90% darah itu bening tapi ada 10% air kencing yang tercampur masuk, masih maukah anda menerima darah itu? Atau anda minum susu 99% bersih tetapi ternyata angin meniup dan hinggaplah setitik bulu bangkai tikus yang sudah kering, apakah anda akan mengambil sendok untuk membuang bulu bangkai tikus itu atau anda buang semua susunya? Jawabannya ada pada selera dan situasi anda.
  • 25. Penutup Telah saya presentasikan jenis-jenis keluarga dan konsekuensi dari PHK dengan mereka. Nah, kapan sih anda harus putus hubungan keluarga? Sebenarnya sama saja dengan kapan anda harus putus hubungan teman atau putus sekolah atau pindah negara, yaitu kalau anda rasa-rasa masalah yang timbul dari hubungan/situasi tersebut jauh lebih banyak dari kenyamanan yang diberikan. Anak jangan sampai dizalimi orangtua, orangtua juga jangan sampai dizalimi anak. Cucu jangan menzalimi kakek, kakek jangan menzalimi cucu. Sepupu jangan menyakiti sepupu. Paman jangan menyakiti keponakan, keponakan jangan menyakiti paman. Jadi siapa saja yang merasa disakiti, kesal dan sepertinya buang-buang waktu dan perhatian saja, silahkan putuskan hubungan keluarga dan jangan menyesal. Segalanya pasti ada untung ruginya tetapi kalau memang sudah dipertimbangkan matang- matang, ambillah keputusan dan hidup dalam keputusan tersebut. Semoga anda berhasil.