K.p 6.32 dasar dasar embriologi

4,195 views
3,973 views

Published on

5 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,195
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
252
Comments
5
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

K.p 6.32 dasar dasar embriologi

  1. 1. EMBRIOLOG I By : dr. Marzuki Sulaiman, Sp.OG23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 1
  2. 2. DEfEnIsI Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio Suatu perubahan pada embrio yang dikenal dengan EMBRIOGENESIS Proses pembentukan/perkembangan embrioEmbriogenesis yang dimulai dari terjadinya fertilisasi (pembuahan) yang menghasilkan zigot,selanjutnya berkembang membentuk individu baru yang bervariasi dengan induknya. Morfogenesis (pembentukan bentuk luar embrio)Organogenesis (pembentukan organ embrio) 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 2
  3. 3. EmbriogenesisDibagi ke dalam beberapa tahapan : Gametogenesis Fertilisasi Cleavage Blastula Grastula Tubulasi Neurulasi23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 3
  4. 4. GAMETOGENESIS Defenisi Proses pembentukan gamet - gamet Spermatogenesis (spermatositogenesis & spermiogenesis)  Proses pembentukan sel spermatozoa  4 tahap spermatogenesis :  Proliferasi  Tumbuh : miosis  Transformasi  Pematangan fisiologis Oogenesis  Proses pembentukan ael ovum  3 tahap oogenesis :  Proliferasi  Tumbuh 23/09/12 Pematangan ervinadewi28@yahoo.com 4
  5. 5. 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 5
  6. 6. Gametogenesis Pembentukan gametSpermatogenesis (pembentukan gamet jantan atau sel sperma) Tahapan : Spermatositogenesis Spermatogonia Mitosis spermatosit primer (2n) Miosis spermatosit sekunder (n)23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 6
  7. 7. miosis berlangsung miosis II spermatosit sekunder (n) Spermatid (n) spermiogenesis Transformasi spermatid spermatozoa23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 7
  8. 8. Fertilisasi Proses penyatuan atau peleburan inti sel telur (ovum)Defenisi dengan sel spermatozoa memnebtuk mahluk hidup baru yang disebut dengan zigot. Zigot berkembang (membelah) membentuk morula, blastula, grastula dan fetus Fungsi Fertilisasi : a. Fungsi reproduksi : fertilisasi memungkinkan pemindahan unsur genetik dari para tetuanya b. Fungsi perkembangan : fertilisasi menyebabkan rangsangan pada sel telur untuk menyelesaikan proses pembelahan miosisnya dan membentuk pronukleus betina. Pronukleus betina akan melebur (synggami) dengan pronukleus jantan (berasal dari inti sel spermatozoa) membentuk zigot. 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 8
  9. 9. Proses fertilisasiTerjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi olehsperma dan terjadi di tuba falopii dengan kajadian sebagai berikut : 1. Penetrasi sperma Oosit mengeluarkan fertilizin untuk menarik sperma agar mendekatinya. Sperma harus menembus lapisan-lapisan yang mengelilingi oosit sekunder dengan cara mengeluarkan enzim hialuronidase untuk melarutkan senyawa hialuronid pada corona radiata,lalu mengeluarkan akrosin untuk menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida dan inti fertilizin agar dapat melekat pada oosit sekunder. 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 9
  10. 10. 2. Proses di sel telur sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu agar zona pelusida tidak dapat di tembus oleh sperma yang lainnya.Penetrasi sperma akan merangsang sel telur untuk menyelesaikan proses miosis II yang menghasilkan 3 badan polar dari satu ovum (inti oosit sekunder) 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 10
  11. 11. 3. Setelah penetrasi . Setelah sperma memasuki oosit , nukleus pada kepala sperma membesar dan ekornya berdegenerasi23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 11
  12. 12. 4. Penggabungan inti terjadi penggabungan inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan inti ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) sehingga menghasilkan zigot.23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 12
  13. 13. Pembelahan (Cleavage)Tipe : Holoblastik tidak teratur Hasil pembelahan : setumpuk sel yang bergerombol (morula). Umumnya pada tahapan ini sel berjumlah 16 -32 sel. 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 13
  14. 14. Blastula Sel-sel embrio bermigrasi ke bagian kutub & membentuk sebuah rongga (Blastocoel) Blastula terdiri dari 2 macam sel : 1. Inner cell mast (embrioblast) : berkembang menjadi embrio 2. Outer cell mast (trofoblast) : berkembang menjadi Funikulus umbilikus (tali pusat), fungsi : * sebagai kait pada endometrium * Mengeluarkan enzim proteolitik yang mencerna & mencairkan sel-sel endometrium menjadi cairan & nutrien bagi blastula Tahap ini embrio sudah berada dalam korpus uteri untuk implantasi/ Nidasi 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 14
  15. 15. Grastula Merupakan proses pembentukan 3 lempeng daun kecambah ( ektoderm, mesoderm & endoderm) Masing-masing lempeng kecambah ini menyusu diri dan berdiferensiasi membentuk bagian tubuh dari embrio Lempeng kecambah Bagian yang dibentukEktoderm Lapisan kulit & sarafMesoderm Lapisan otot & pembuluh darahEndoderm Organ vital tubuh ( saluran cerna ) 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 15
  16. 16. 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 16
  17. 17. TubulasiPertumbuhan yang mengiring pembentukan grastula ataudisebut juga dengan pembumbungan Daerah bakal pembentukan alat dari ke tiga lapis benih embrional, menyusun diri sehingga berupa bumbung, berongga23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 17
  18. 18. Neurulasi Perkembangan sistem saraf fetus Proses neurulasi :  Notokord menginduksi sel epitel ektoderm membentuk lempeng saraf  Ke dua tepi lempeng saraf terjadi penebalan membentuk lipatan saraf  Bagian tengah lempeng saraf melekuk membentuk alur saraf  Lipatan saraf pada alur saraf bergerak ke tengah membentuk buluh saraf23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 18
  19. 19. Organogenesis Perubahan embrio dari bentuk primitif ke bentuk definitif, dan memiliki bentuk & rupa yang spesifik dalam suatu spesies Terjadi pada minggu ke 3 dan berakhir pada minggu ke 8 Pertumbuhan jenis kelamin, wajah & watak khusus bagi individuHasil : EMBRIO FETUS 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 19
  20. 20. fakta pEncIptaan ManusIaMinggu 4 - 8Terbentuk vasculer, tulang wajah, mata, jari kaki & tangan, terbentukselaput ekstraembrionik 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 20
  21. 21. Minggu ke 8 - 12Organ vital terbentuk, otak, dagu, hidung, kelopak mata yang jelas.Janin mulai beraktivitas ( menendang)23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 21
  22. 22. Minggu ke 12 - 16Paru-paru berkembang, detak jantung sudah dapat didengar, mulaitumbuh rambut & bergerak memutar23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 22
  23. 23. Minggu ke 16 - 20Bagian tubuh sudah lengkap, janin bisa menghisap jempol dan bereaksiterhadap suara ibu23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 23
  24. 24. Minggu ke 20 - 24Alat kelamin terbentuk, cuping hidung terbuka, belajar bernafas &memiliki waktu-waktu tettentu untuk tidur23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 24
  25. 25. Minggu ke 24 - 28Lemak di bawah kulit menumpuk, kelopak mata membuka & otak mulaiaktif. Mampu mengenali suara ibu & detak jantung bertambah cepatjika ibunya berbicara.23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 25
  26. 26. Minggu ke 28 - 32Mata mulai berkedip, kepala mulai turun ke bawah. Paru-paru terbentuksempurna. Janin sudah lengkap. Susah bergerak23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 26
  27. 27. Minggu ke 36Berlatih berkedip, bernafas & menelan. Rambut halus di sekujur tubuhmulai menghilangMinggu ke 38Kepala sudah berada di rongg panggul, siap dilahirkan23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 27
  28. 28. Minggu ke 40 ( 9 bulan )Plasenta mengambil alih & memberi sinyal bahwa bayi siap dilahirkan.Bayi masih tidur dengan tenang sampai tiba saatnya KELAHIRAN 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 28
  29. 29. Determinasi Sex Fetus Determinasi sex artinya penentuan jenis kelamin Jenis kelamin ditentukan oleh ada tidaknya kromosom “Y” sebagai pasangan kromosom “X”. Fetus yang memiliki kromosom ‘Y” berarti Laki-laki. Setiap zigot memiliki peluang yang sama untuk berjenis kelamin laki-laki atau perempuan23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 29
  30. 30. Laki-laki Perempuan Kromosom XY XX Gamet X Y X Y Filial XX XY XX XYDeterminasi sex dimulai dengan differensiasi gonad sertadipengaruhi oleh aktivitas hormon23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 30
  31. 31. 23/09/12 ervinadewi28@yahoo.com 31

×