94010 6-906467076998

370 views
288 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
370
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

94010 6-906467076998

  1. 1. FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MERCUBUANA JAKARTA MODUL 6-7 TEKNOLOGI KOMUNIKASI Oleh: Eli Jamilah Mihardja, S.S., M. Si PERTEMUAN POKOK BAHASAN: TRANSMISI TANPA KABEL (WIRELESS) DESKRIPSI Bab ini akan berisi pembahasan tentang teknologi pemancaran (transmisi) tanpa menggunakan kabel, dalam hal ini, pertukaran atau aliran data dan informasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Transmisi tanpa kabel dapat diaplikasikan pada perangkat-perangkat sarana komunikasi, sejak telepon hingga penyiaran televisi. Oleh karena itu, akan dibahas definisi dan ruang lingkup; sejarah perkembangan; dan aplikasiPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 1
  2. 2. transmisi tanpa kabel ini dalam aktivitas penyampaian pesan pada setiap tataran konteks komunikasi. SUMBER: Morrisan. 2008. Manajemen Media Penyiaran. Jakarta: Kencana. Staubhaar, Joseph dan Robert La Rose. 2006. Media Now, Understanding Media, Culture, and Technology. Belmont, CA: Thomson Wardsworth Wahjudi, JB. 1994. Dasar-Dasar Manajemen Penyiaran. Jakarta: Tugas-tugas pada Mata Kuliah Teknologi Komunikasi, November 2010 Media Transmisi Wireless. (online). http://very_sa.students- blog.undip.ac.id/2009/06/20/media-transmisi-nirkabel/coment-page-1. Diakses 2 November 2010 Media Transmisi Tanpa Kabel (Wireless) Pada artikel sebelumnya saya telah membahas tentang Media Transmitter Dalam Jaringan Komputer yang isinya mengulas tentang media transmitter dalam jaringan komputer menggunakan media kabel. Pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan artikel tersebut dengan membahas tentang media transmitter menggunakan wireless atau tanpa kabel. Untuk saat ini ada beberapa media transmitterPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 2
  3. 3. tanpa kabel, diantaranya ada bluetooth, infra red, gelombang radio, gelombang mikro, dll. 1. Bluetooth Definisi Bluetooth Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi nirkabel yang beroperasi pada pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical)[1]. Dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver, Bluetooth mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host Bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas, biaya dan konsumsi daya yang relatif rendah. Aplikasi ini akan dijalankan oleh tiga buah komputer. Satu komputer berperan sebagai server dan dua lainnya sebagai client dengan menggunakan protokol komunikasi TCP/IP. Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 3
  4. 4. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengguna untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan lebih fleksibel karena tidak ada lagi permasalahan kabel. Selain itu, Bluetooth dapat lebih menjamin keamanan data, dengan adanya passkey dan enkripsi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan program aplikasi chatting untuk dapat berkomunikasi dengan beberapa computer yang tergabung dalam satu jaringan PAN dengan media transmisi Bluetooth. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini, antara lain adalah: 1. Dapat memberikan pengetahuan tentang komunikasi data antar komputer dan teknologi Bluetooth yang sedang berkembang bagi masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya. 2. Dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan teknologi dan aplikasi Bluetooth selanjutnya. Teknologi Bluetooth Bluetooth adalah suatu tek nologi komunikasi wireless yang memanfaatkan frekuensi radio ISM 2.4 GHz untuk menghubungkan perangkat genggam secara terpisah (handphone, PDA, computer, printer, dan lain-lain) dengan jangkauan yang relatif pendek. Perangkat-perangkat genggam yang terpisah tersebut dapat saling bertukar informasi atau data dengan menggunakan Bluetooth. Teknologi Bluetooth diusulkan oleh Ericsson dan kemudian bersama-sama dengan IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba membentuk Bluetooth SpecialPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 4
  5. 5. interest Group (SIG) pada tahun 1998 yang kemudian diikuti oleh perusahaan besar seperti Microsoft, 3Com, Lucent, dan Motorola.. Nama Bluetooth diambil dari nama raja Denmark, Harald Bluetooth. Tujuan dari perancangan Bluetooth adalah sebagai teknologi yang murah, handal, berdaya rendah, dan efisien. Karakteristik Deskripsi Physical Layer Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) Frequency Band 2,4 – 2,4835 GHz (ISM band) Hop Frequency 1.600 hop/detik. Kecepatan data 1 Mbps (raw) Keamanan Data dan Jaringan ? Tiga mode keamanan - Dua tingkat device trust - Tiga tingkat keamanan layanan - Enkripsi stream untuk confidentiality, - Challenge response untuk authentication, - PIN-derived key - Limited management Jangkauan Sekitar 10 meter dan dapat diperluas sampai 100 meter Throughput ~ 720 kbps Kelebihan Tanpa kabel, - Sinyal dapat menembus tembok/halangan, - Biaya relatif murah, - Berdaya rendah, dan - Hardware yang relatif kecil. Kekurangan ? Kemungkinan terjadinya interferensi dengan teknologi lain yang menggunakan ISM band, - Kecepatan data relatif rendah, danPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 5
  6. 6. - Sinyal yang lemah di luar batasan. Bluetooth dirancang untuk mendukung aplikasi layanan data dan suara. Suatu jenis saluran Synchronous Connection-Oriented (SCO) dan Asynchronous Connectionless (ACL) digunakan untuk mendukung kelas layanan tersebut. Format Paket Bluetooth Bluetooth menggunakan format paket seperti tampak pada gambar 1.1. paket terbagi ke dalam tiga bagian yaitu: 1. 72 bit kode akses 2. 54 bit header 3. Payload sebesar 0 – 2745 bit Kode akses mempunyai tiga fungsi yaitu sinkronisasi, DC offset compensation, dan identifikasi piconet. Sliding correlator digunakan kode akses untuk sinkronisasi. Kode akses juga memuat sequence sebesar 4 bit untuk DC offset compensation. Sequence inin terletak di awal kode akses. Tiap piconet ditugaskan suatu pengenal yang diperoleh dari identifikasi perangkat master yang menghubungkan tiap paket terpisah ke suatu piconet. Proses untuk memperoleh nilai identifikasi piconet menjamin terdapatnya jarak minimum Hamming antara pengenal. Header paket mengandung informasi berkaitan dengan hubungan antara piconet. Informasi yang termasuk di dalam header antara lain alamat anggota piconet (0-7), jenis paket, dan general flow control. General flow control terdiri dari sequence number dan acknowledgment bit. Header juga mengandung header error control word. Payload paket mempunyai besar yang bervariasi dan diproteksi dengan FEC. Beberapa jenis paket telah dispesifikasikan untuk mendukung tiap jenis saluran. Jenis-jenis paket tersebut adalah sebagai berikut: 1. Paket tipe umumPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 6
  7. 7. 2. Terdapat lima jenis paket yaitu ID, NULL, POLL,FHS, dan DM1. Paket ID terdiri dari reduced-length access code sebesar 68 bit tanpa header dan payload. Paket ini digunakan untuk melakukan aktivitas seperti paging, placing inquiries dan mengirim respon. Paket ID merupakan satu-satunya paket yang mempunyai reduced-length access code. Paket ini sangat handal karena menggunakan sliding correlator untuk penerimaan kode akses. Paket NULL dan POLL terdiri dari kode akses dan header tanpa payload. Yang membedakan kedua paket ini adalah paket POLL meminta respon, sedangkan paket NULL tidak. Paket FHS terdiri dari payload sebesar 240 bit termasuk penggunaan kode Hamming. Paket ini digunakan untuk mendukung beberapa tugas seperti sinkronisasi clock, pengaturan paging, dan deskripsi kode akses. Paket DM1 adalah paket yang sesuai dengan arsitektur paket ACL dan dapat dipertimbangkan sabagai paket ACL tetapi tidak terbatas pada saluran ACL saja. Paket ini digunakan untuk memberikan informasi control secara asinkron melalui saluran SCO dan juga membawa data atau informasi control melalui saluran ACL. 2. Paket ACL Terdapat 7 jenis paket ACL yaitu AUX1, DM1, DH1, DM3, DH3, DM5, dan DH5, yang semuanya dirancang untuk mendukung komunikasi data. Kecuali untuk paket AUX, semua paket diproteksi dengan skema ARQ. 3. Paket SCO Paket SCO terdiri dari DV, HV1, HV2, dan HV3. Paket SCO digunakan untuk membawa informasi suara. Kecuali untuk paket DV, paket SCO tidak menggunakan skema ARQ seperti pada paket ACL. Komponen BluetoothPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 7
  8. 8. Suatu sistem Bluetooth terdiri dari beberapa komponen yang bervariasi tergantung apakah module Bluetooth bersifat independent terhadap host atau ditanamkan. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut: - RF untuk pengiriman dan penerimanaan data - Module dengan mikroprosesor baseband - Memory - Interface ke host device (PDA, mobile phone, dll) - Jangkauan Operasi Berdasarkan jangkauan operasinya, perangkat Bluetooth dibagi ke dalam tiga kelas yaitu: - Class 3 device Perangkat Bluetooth yang mempunyai daya transmisi sebesar 1 mW dan jangkauannya antara 0,1 sampai 10 meter. - Class 2 device Perangkat Bluetooth yang mempunyai daya transmisi sebesar 1 sampai 2,5 mW dan jangkauannya sekitar 10 meter. - Class 1 device Perangkat Bluetooth yang mempunyai daya transmisi sebesar 100 mW dan jangkauannya sejauh 100 meter. 2. Infra red Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinarPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 8
  9. 9. inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data. 3. Gelombang Radio Narrow-Band Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi. 4. Gelombang Radio Spread Spectrum Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal. 5. Gelombang Mikro (microwave) Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu: a. Terrestrial MicrowavePUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 9
  10. 10. Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz. b. Satellite Microwave Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps. JARINGAN LOKAL KOMPUTER TANPA KABEL (WIRELESS LAN) Komunikasi tanpa kabel (wireless) telah menjadi gaya hidup masyarakat informasi. Beberapa wujudnya yang sederhana telah cukup lama dikenal masyarakat Bumi. Kini mereka hadir kembali disekitar kitaPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 10
  11. 11. dalam bentuk yang kian beragam dan cerdas. Mulai dari pager dua arah, telepon genggam digital, hingga sampai wireless LAN. Sifat fleksibilitas dari karakteristik wireless menjadikan teknologi wireless sebagai salah satu teknologi utama yang diaplikasikan dalam jaringan telekomunikasi. Komunikasi lokal wireless memiliki perkembangan tercepat dan tumbuh sebagai sektor yang sangat penting dalam industri telekomunikasi. Salah satu aplikasi pengembangan wireless untuk komunikasi data adalah wireless LAN. Wireless LAN merupakan jaringan komputer lokal yang menggunakan media transfer data tanpa kabel. Wireless LAN ini sama halnya seperti ethernet tanpa kabel dimana user berhubungan dengan server melalui modem radio. Salah satu satu bentuk modem radio adalah PC Card yang digunakan untuk laptop. Kecepatan komunikasi wireless LAN ini dapat mencapai 3 MBps. Wired LAN vs Wireless LAN Local area network (jaringan komputer lokal) memungkinkan terjadinya pertukaran data dan informasi melalui komputer, dengan menyediakan koneksi yang cepat dan andal. Jaringan komputer konvesional menggunakan media transmisi kabel, coaxial, twisted pair ataupun fiber optic untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pengkabelan ini selain hardware dan software, juga merupakan bagian yang besar dari biaya investasi instalasi sebuah jaringan komputer. Untuk jaringan yang ada pada kantor kantor besar, biaya pengkabelan ini dapat mencapai lebih dari 40% dari biaya total yang dibutuhkan. Masalah akan timbul apabila jaringan akan di konfigurasi ulang atau untuk kantor sementara seperti kantor konsultan. Untuk kasus pengkonfigurasian ulang jaringan, akan dibutuhkan biaya yang hampir sama dengan biaya instalasi LAN baru. Sedangkan pengkabelan LAN untuk kantor yang semantara hanya akan menghabiskan waktu dan uang.PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 11
  12. 12. Masalah ini ikut memacu dikembangkannya wireless LAN, mengingat karakteristik sistem wireless yang fleksibel untuk diimplementasikan dimana saja seperti perkantoran, industri, rumah sakit maupun perguruan tinggi. Disamping itu sistem wireless juga menawarkan berbagai aplikasi diantaranya aplikasi komunikasi antar terminal PC dan koneksi ke jaringan telepon misalnya wireless PABX. Dengan pertimbangan tersebut, wireless LAN dapat memberikan biaya instalasi yang lebih ekonomis, disamping sifatnya yang portabel. Dalam mengimplementasikan indoor wireless LAN digunakan arsitektur seluler dimana gedung akan dibagi dalam beberapa cell dan setiap cell akan memiliki link wireless. Area cakupan wireless tergantung dari beberapa faktor seperti teknologi yang digunakan, lingkungan pengimplementasian, kecepatan data dll. • Teknologi Pada prinsipnya pembangunan link wireless pada implementasi wireless LAN tidak hanya dapat dilakukan dengan teknologi frekuensi radio (RF) tetapi juga dapat menggunakan teknologi infra merah. Tetapi pada saat ini teknologi RF lebih banyak dikembangkan untuk kebutuhan sistem wireless. Teknologi RF sendiri terbagi dalam beberapa teknik akses, salah satu diantaranya yaitu teknik Multiple Akses yang paling sering digunakan para vendor sebagai teknik akses produk wireless mereka, yaitu teknik multiple access FDMA, TDMA dan CDMA. • Protokol Multiple Akses Teknik Multiple Akses menerapkan beberapa protokol seperti yang diklasifikasikan pada gambar dibawah :PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 12
  13. 13. Protokol Multiple Akses Contentionless Contention (scheduling) (random access) Fixed Demand Repeated Random access assignment assignment random access with reservation CDMA FDMA Polling ALOHA Implicit TDMA Token passing s-ALOHA Explicit Gambar 1 Klasifikasi teknik multiple akses Berdasarkan cara pengaksesan, protokol multiple akses terbagi dalam contentionless dimana waktu pengiriman telah dijadwalkan sebelumnya dan contention dimana waktu pengiriman dipilih secara acak. Protokol Contentionless menjadwalkan waktu transmisi setiap user untuk menghindari terjadinya tubrukan paket data apabila beberapa user mengakses suatu kanal pada saat yang sama. Penjadwalan dilakukan dengan cara : 1. Fixed Assignment scheduling Protokol ini mengalokasikan suatu bagian yang sifatnya tetap kepada setiap user. Bagian yang tetap ini dapat berupa time slot (TDMA) atau frekuensi (FDMA). Kelemahan sistem ini terletak pada in-efiesiensiPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 13
  14. 14. jaringan, karena time slot atau frekuensi yang telah dialokasikan untuk user tertentu tidak dapat digunakan oleh user lain walaupun time slot atau frekuensi tersebut tidak digunakan. 2. Demand Scheduling Protokol ini mengalokasikan jaringan kepada setiap user yang memiliki paket data yang hendak dikirimkan. Demand scheduling terbagi atas token passing yang menggunakan topologi ring atau bus dan roll- call poling yang menggunakan topologi star. Pada protokol contention, tidak dilakukan penjadwalan pada transmisi paket, sehingga setiap user memiliki kebebasan untuk mengirim paket data kapan saja. Untuk menghindari terjadinya tabrakan antar paket data dilakukan cara : 1. Repeated random access protocol Protokol ini dilakukan dengan metode ALOHA, slotted ALOHA, dan CSMA (carrier sense multiple access). Metode CSMA merupakan teknologi yang sesuai untuk aplikasi wireless LAN, karena pada metode ini jaringan tidak perlu mengetahui jumlah node yang aktif, sehingga tidak diperlukan rekonfigurasi protokol apabila terjadi perubahan pada node. Node mengirim data setelah terlebih dahulu melihat apakah ada node lain yang sedang mengirim data. Jika ada, maka node tersebut menunggu sampai node lain selesai mengirimkan datanya. Apabila terjadi tubrukan data yang merusak paket, seluruh node akan mengetahui dan pengiriman data akan diulang. 2. Random access with reservation Pada protokol ini, user yang berhasil mengirim paket data ke penerima, akan memperoleh alokasi kanal yang disebut reservasi, untuk pengiriman paket data selanjutnya. Apabila user tersebut telah selesaiPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 14
  15. 15. mengirim paket datanya, maka user akan menghentikan reservasi agar kanal dapat digunakan oleh user lain.PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 15
  16. 16. Protokol CDMA berada diantara protokol contentionless dan contention. Pada protokol ini transmisi dibedakan berdasarkan kode, seperti pada gambar 2. T user 3 user 2 user 1 bandwidth F Gambar 2 Code Division Multiple Access (CDMA) Kode ini digunakan untuk mentransformasi sinyal user ke dalam spread spektrum. Beberapa sinyal spread spektrum akan tiba di penerima, dan penerima akan menggunakan kode yang sama untuk mentransformasi kembali sinyal spread spektrum ke bentuk aslinya. Dengan cara ini, hanya sinyal yang diinginkan yang dapat ditransformasikan, sedangkan sinyal lain diperlakukan sebagai noise yang dapat diabaikan. • Alokasi frekuensi Saat ini tidak banyak frekuensi kosong yang dapat digunakan untuk frekuensi radio wireless LAN. Oleh karena itu beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi wireless LAN yaitu menjaga jarak antar sistem atau membatasi area cakupan suatu sistem wireless data, serta memperkecil daya pancar yang digunakan. • Security jaringanPUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 16
  17. 17. Security pada wired LAN akan hilang pada saat kabel jaringan dipotong atau ditap. Sedangkan pada wireless LAN, security akan hilang apabila data dikirimkan tanpa metoda perlindungan. Pencegahan performansi pada wireless data dapat dilakukan dengan menggunakan metode enkripsi atau dengan metode transmisi spread spektrum. Security juga dapat dilakukan dengan menggunakan identifikasi dan validasi terminal yang akan mengakses sistem. Tanpa pengontrolan security, akses-akses seperti jamming paket, airborne virus, tapping dll, dapat terjadi dan tidak dapat terdeteksi oleh layer terbawah dari OSI (physical dan data link). • Keandalan Sebagai sistem baru, wireless LAN harus dapat menawarkan komunikasi yang andalsebagaimana wired LAN. Probabilitas error pada komunikasi LAN lebih kecil dari 10 -9. Untuk itu wireless LAN harus dapat menjaga error rate pada level yang sama dengan wired LAN. Sistem wireless menggunakan S/N yang lebih rendah dari S/N pada kabel, dan dengan sistem seluler, error dan loss terjadi saat perpindahan cell. Pada komunikasi suara, error ini dapat diabaikan, tetapi tidak demikian pada komunikasi data. Apabila pada paket data terjadi error maka paket data harus dikirim ulang. Jika error rate pada wireless data dapat dijaga tetap rendah, performansi sistem akan bagus. Selanjutnya pengontrolan error rate dapat dilakukan oleh hardware.PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Eli Jamilah Mihardja S.S, M.Si METODE PENELITIAN KOMUNIKASI 17

×