Harimau satwa kharismatik_bernilai_tinggi

3,943
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,943
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Harimau satwa kharismatik_bernilai_tinggi

  1. 1. SATWA KHARISMATIK BERNILAI TINGGI: HARIMAU (Panthera tigris) Oleh : Agung Nugroho (E351090041) Ringkasan Pemanfaatan satwa liar mulai berkembang akhir-akhir ini dengan banyak diliriknya satwa liardilindungi yang potensial untuk dimanfaatkan secara optimal akan tetapi tetap mempertimbangkanaspek kelestariannya untuk masa datang. Satwa liar menurut sejarahnya mempunyai peran yangtidakkalah penting pada masing-masing habitatnya, dimana secara ekologi dapat mengendalikankeseimbangan ekosistem menjadi stabil dan membantu regenerasi spesies lainnya akan tetapi dapatpula merugikan manusia apabila tidak dikeola dengan baik sehingga menimbulkan ancaman terhadapharta dan jiwa. Selain secara ekologi dari segi social pemanfaatan satwa liar sudah membudaya padamasyarakat pinggir hutan dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan upacara adat. Secaraumum nilai satwa liar dimanfaatkan langsung berdasarkan nilai konsumtif dan produktif dan jugatidak langsung berdasarkan nilai non-konsumtif, nilai pilihan dan eksistensinya. Sebagai spesies kunci yang berperan penting dalam rantai makanan sehingga mendukungproses ekosistem di alam harimau sebenarnya sudah menjadi nilai budaya yang membanggakan dikalangan masyarakat. Harimau sejak dulu telah dikagumi dan dihormati sehingga menjadu daya tarikeksotis bagi industry ekowisata dan seni. Keunikan satwa ini menjadi menarik untuk diteliti lebihlanjut dari segala aspek dalam rangka memunculkan nilai konservasi tinggi terhadap keberadaannyayang sudah terancam punah akibat eksploitasi berlebihan pada setiap bagian tubuh harimau yangbernilai tinggi sebagai perhiasan, pajangan, pakaian, dan obat-obatan. Secara politis menyelamatkansatwa ini dapat juga mengangkat prestise di dunia internasional karena ternyata nilai konservasiharimau lebih berdaya jual untuk masa sekarang dan yang akan dating karena secara langsung dantidak langsung juga akan mendukung nilai-nilai lainnya.Pendahuluan satwaliar ataupun bagian-bagian tubuhnya. Akan tetapi untuk mencapai sasaran Satwaliar mempunyai peranan yang pemanfaatan tersebut harus sesuai denganpenting bagi kehidupan manusia baik prinsip-prinsip kelestarian alam yangditinjau dari segi ekonomi, penelitian, diperlukan dalam pengembangan kegiatanpendidikan, dan kebudayaan, maupun untuk penangkaran. Oleh karena itu diperlukankepentingan rekreasi dan pariwisata. peraturan perundang-undangan yangBanyak peranan satwaliar dalam bertujuan untuk mengamankan ketersediaanpengendalian hama maupun dalam proses dan kelestarian sumber daya alam di habitatperkembangbiakan tumbuh-tumbuhan. aslinya (Alikodra, 2002). PemerintahSecara ekologis satwaliar tertentu mempunyai peranan yang sangat pentingmempunyai peranan penting dalm dengan bantuan berbagai pihak termasukmeningkatkan produktivitas pertanian, lembaga swadaya masyarakat untukperkebunan, maupun kehutanan. Semakin melakukan berbagai upaya penyelamatanmaju kebudayaan suatu bangsa maka sumber plasma nutfah.semakin maju pula cara memanfaatkan 1
  2. 2. Dalam keseimbangan biologis ada memperhitungkan bahwa keanekaragamansystem perputaran energy yang dapat dilihat hayati dapat dinlai berdasarkan nilaipada struktur makanan, keanekaragaman manfaat langsung berdasarkan nilaibiotic, maupun pertukaran bahan antara konsumtif dan produktif dan nilai manfaatbagian yang hidup dan bagian yang tidak tidak langsung berdasarkan nilai non-hidup. Harimau dalam system pemangsaan konsumtif, nilai pilihan, dan nilaimemegang peranan penting dalam eksisitensinya. Walaupun di beberapamengendalikan dinamika populasi hewan Negara bagian tubuh harimau banyakmangsa. Menurut Alikodra (2002), satwaliar digunakan untuk bahan obat-obatanselain mempunyai nilai yang berguna bagi tradisonal, tetapi sebenarnya nilai harimaumanusia juga dapat mengancam kehidupan sebagai satwaliar lebih tepat dan bijak biladan harta benda manusia atau termasuk digunakan dan dimanfaatkan sebagai suatukedalam satwaliar yang merugikan, dimana sumber daya hayati yang tetap lestari. Olehdapat memangsa berbagai jenis hewan karena itu harimau sangat bernilai dalamternak seperti, kerbau, kambing, ayam, dan pemanfaatan tidak langsung seperti dayaanjing, bahkan paling membahayakan bisa tarik ekowisata sebagai spesies yangmengakibatkan memangsa manusia. Akan berperan penting dalam ekologis dan controltetapi hal ini dapat dikelola dengan baik dan hama babi hutan, dimana sebagai spesiesmenggunakan ilmu pengetahuan dan payung (umbrella spesies) berarti bilateknologi oleh manusia sendiri atau dan melindungi harimau akan ikut pulapihak yang bertanggung jawab dalam melindungi habitatnya dan spesies-spesiespengelolaan satwaliar. lain dalam habitat tersebut termasuk mangsa-mangsa harimau dimana mangsa Menurut Pattiselanno (2003), satwa herbivora akan mengontrol regenerasi hutanliar bagi kebanyakan masyarakat terutama dengan efektif (Nasi, et. Al. 2008).di Papua dijadikan sebagai objek berburuyang merupakan salah satu mata Mengenal Harimaupencahariaan utama mereka sebagai sumber Satwa kharismatik ini merupakanmakanan dan digunakan dalam upacara hewan terrestrial carnivore terbesar dariadat. Selain itu kita dapat memperoleh semua kumpulan mamalia di Asia. Hewankeuntungan ekonomi dari satwaliar sebagai ini adalah pemangsa khusus herbivores.nilai komersilnya dimana beberapa bagian Harimau tidak pernah ditemukan jauh daritubuh satwa dapat bernilai tinggi air namun memperlihatkan adaptabilitasdimanfaatkan sebagai aksesoris dan besar terhadap hidup di tempat dengan iklimperhiasan sehari-hari. Bagi beberapa yang berbeda-beda, mulai dari hutan kayuintsitusi satwaliar digunakan sebagai simbol cemara-ek yang beriklim sedang sampaiyang mengingatkan kita terhadap hutan rimba tropis dan rawa-rawa bakau.pentingnya menjaga kelestarian sumber Mereka tidak “menjelajahi” hutan sepertidaya, digunakan juga dalam ekowisata, yang dikehendaki banyak penulis romantis,pendidikan, penelitian ilmiah. namun satwa ini dengan sabar dan seksama mengerjakan daerah-daerah mereka, sambil McNeely et. Al (1990) dan Barbier memantau santapan berikutnya dan tetapet. Al (1994) dalam Indrawan, et. Al. (2007) waspada terhadap setiap pemangsa yangdan Chardonnet, et. al, (2002) mengancam masuk ke daerah itu. Mereka 2
  3. 3. membutuhkan daging dalam jumlah yang Secara geografis, penyebaranbanyak hanya untuk tetap hidup (Ward, harimau nyaris menjangkau seluruh Asia,1997 dalam Seidensticker, et. al, 1999). yaitu dari Turki timur sampai Laut Okhotsk Dalam habitat yang agak tertutup ini, (Gambar 1). Dalam kurun waktu 50 tahunharimau hidup dan memburu ungulates belakangan ini, wilayah hidup mereka telahberukuran besar sendirian, terutama banyak berkurang, namun harimau masihherbivore, jenis Borvidae dan Cervidae dapat dijumpai di beberapa macam jenisyaitu rusa, lembu dan babi liar. Efisiensi hutan, termasuk hutan kering (drydari berburu dan hidup sendirian dalam deciduous), hutan lembab (moisthabitat yang tertutup ini telah deciduous), hutan semihijau (semi-mendorongnya untuk mengatur hidupnya evergreen), hutan hijau basah (wetdan ini dimanifestasikan dalam semua evergreen), sungai, rawa-rawa dan hutansistem tingkah lakunya: menemukan dan bakau. Mereka juga dapat dijumpai dimemakan makanannya, berpasangan, hutan-hutan bertanaman coniferous di Eastmembesarkan anak, berlindung dan Russia, di habitat berumput tinggi dimenyebar (Eisenberg 1981 ; Sunquist 1981 Himalaya selatan, serta di hutan-hutan tropisdalam Seidensticker, 1999). Menurut yang ada di Sumatera dan Malaysia.sejarahnya, harimau mendiami daerah yang Harimau-harimau tersebut menunjukkanterletak di 70 derajat garis lintang dan 100 toleransi yang sama terhadap variasiderajat garis bujur, yang membentang dari ketinggian, temperatur dan curah hujanRussian Far East ke selatan melalui (Sunquist, et.al., 1999).Indocina, anak benua India, bagian selatan Satwa kharismatik ini masukHimalaya, dan sampai ke Hindu valley kedalam Kelas Mamalia, Ordo Carnivora,(Gambar 1). Terpisah dari penyebaran Family Felidae, Subfamily Pantherinae,primer ini, harimau tinggal di sekitar laut Genus Panthera dan spesies Panthera tigris.Kaspia dan di Kepulauan Sunda Besar di Harimau terdiri atas delapan subspesies diSumatera, Jawa dan Bali, yang mengalami dunia, yaitu harimau benggala (P.t. tigris),perubahan iklim pada zaman Pleistocene. harimau Siberia/amur (P.t. altaica), harimau kaspia (P.t. virgata), harimau cina (P.t. amoyensis), harimau indocina (P.t corbetti), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), harimau jawa (P.t sondaica) dan harimau bali (P.t balica) (www.animaldiversity.com ). Beberapa abad yang lalu terdapat tiga subspesies harimau di Indonesia, harimau bali (Panthera tigris balica) terdapat di pulau Bali, harimau jawa (Panthera tigris sondaica) di Pulau Jawa dan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di pulau Sumatera. Sekarang harimau jawa dan harimau bali punah dan hanya harimauGambar 1. Sejarah dan keberadaan harimau sampai sumatera yang masih ada, di belahan duniasekarang ini (Dinerstein, et. al., 2006). lainnya harimau kaspia dan harimau cina 3
  4. 4. juga diperkirakan sudah punah di alam. yang sangat tinggi, contohnya babi hutan.Punahnya harimau bali dan disebabkan oleh Walaupun tidak ada kaitannya langsungkehilangan habitat akibat pembukaan lahan dengan fungsi ekologis, namun dalambesar-besaran oleh manusia dan semakin konteks konservasi, harimau seringberkurangnya jumlah hewan mangsanya diistilahkan sebagai umbrella species, yaitu(Seidensticker, 1986 dalam Linkie et. al., jenis satwa yang apabila diselamatkan,2003). maka otomatis kita akan menyelamatkan Harimau Sumatera (Panthera tigris satwa-satwa lain yang daerah jelajahnyasumatrae Pocock, 1929) merupakan sempit. Hal tersebut karena harimausatwaliar yang berperan penting dalam memiliki daerah jelajah sangat luas (wide-mempertahankan keseimbangan biologis ranging species) dibandingkan sebagiansuatu ekosistem. Satwa ini dilindungi besar satwa terestrial lain yang ada didengan UU No.5 Tahun 1990 tentang sumatera, sehingga sering juga disebutKonservasi Sumber Daya Alam dan sebagai landscape species (Gambar 2).Ekosistemnya dimana pasal 40 menjelaskanbahwa perdagangan atau pemilikan satwa Harimau bergantung pada rusa danini dikenai denda Rp 100 juta dan hukuman babi hutan dan binatang lainnya sebagaipenjara hingga 5 tahun. CITES (Convention makanannya. Sebaliknya, binatang yangon International Trade in Endangered dimangsa ini, bergantung pada tumbuhanSpecies of Wild Fauna and Flora) mencatat untuk tetap hidup. Semuanya memerlukanharimau dalam daftar Appendix I dimana air dan ruang untuk hidup. Manusia, sepertidilarang diperjualbelikan dalam bentuk halnya harimau tergantung dari kehidupanapapun. IUCN (International Union for antar spesies dan basis makanan yang sama.Conservation of Nature and Natural Kebutuhan akan protein mereka dapatkanResources) mengkategorikan harimau dari ternak-ternak, namun ternak tersebutsebagai satwa dengan status spesies tergantung dengan tanam-tanaman, air danterancam punah atau Endangered Species ruang untuk hidup. Air adalah elemen kunci.(Ng, J. and Nemora, 2007). Hutan-hutan sangat tergantung pada curah hujan dan kontrol penyediaan air melaluiNilai Biologis-Ekologis absorbsi air hujan dan melepas air mengalir Konservasi karnivora besar penting yang diperlukan untuk minum, pertaniankarena mereka sangat terancam dan dan perikanan.memainkan peranan kunci dalam berbagaiproses ekosistem (Creel et al., 2007 dalamLinkie, M. and S. Chirstie, 2007). MenurutWibisono (2008), Sebagai top predator yangmenempati posisi puncak pada rantaimakanan, harimau berfungsi sebagaipengendali (bioregulator) terhadap satwa-satwa di bawahnya, dalam hal ini herbivora,terutama ungulata. Harimau sumateraberfungsi sebagai kontrol terhadapdominansi jenis-jenis ungulata tertentu yangmemiliki daya survivalship dan reproduksi 4
  5. 5. Gambar 2. Model konservasi harimau di India untuk Hasil kegiatan ini akan disajikan dalamkeseimbangan ekologi (Dinerstein, et.al., 2006). bentuk atlas harimau dan mamalia besar sumatera yang akan diperbaharui setiap tigaNilai Ilmu pengetahuan-pendidikan- tahun. Berbagai kegagalan intervensifilosofis konservasi yang kita alami selama ini Menurut Seidensticker, et. al. sesungguhnya adalah buah dari pengabaian(1999), “Diktator bepergian dengan kita sebagai praktisi konservasi terhadapmenunggang seekor harimau padahal upaya pemantauan jangka panjangmereka sendiri takut turun dari (Wibisono, 2008).punggungnya. Sehingga harimau punmenjadi lapar’” kata Winston Churchill,menggambar dalam peribahasa Cina untukmengingatkan tentang bahaya yang akandihadapi Eropa pada tahun 1936. Ilmupengetahuan tentang harimau diangkat kepermukaan yang lebih tinggi dari lemarimuseum dan rekening para pemburu olehGeorge Schaller (1967) dalam bukunyayang berjudul “The Deer and The Tiger”,yang diterbitkan pada saat kesadaran mulaitumbuh tentang kehidupan macan gagahyang terancam kepunahan ini. Dalam bidang ilmu pengetahuan danteknologi harimau merupakan satwaliaryang menarik untuk diteliti dari berbagaiaspek, biologi, ekologi, genetika, perilaku,perburuan illegal dan social budaya(Gambar 3). Salah satu kegiatan penelitianyang telah dan sedang dilakukan adalahupaya pengkajian status populasi, yaitupenaksiran ukuran populasi (jumlah didalam populasi tersebut), distribusi lokal, Gambar 3. Penelitian kamera trap harimau dan pendidikan konservasi pada anak usia dini sebagaidan ancaman potensial. Saat ini, para bagian program konservasi harimau di belahan dunia.praktisi konservasi harimau sumaterasedang melaksanakan kajian terhadap status Beberapa pihak terkait dalam hal inipopulasi harimau sumatera di seluruh pulau Departemen Kehutanan, LSM, pemerintahSumatera (island-wide survey). Kajian ini local dan universitas saling bekerjasamaakan dilakukan dalam konteks pemantauan, melakukan pendidikan konservasi harimauyaitu survai berkala dalam selang waktu dua termasuk penyadartahuan masyarakatatau tiga tahun sehingga dapat diketahui tentang pentingnya menyelamatkan harimaukecenderungan populasi harimau Sumatera dan peran satwa tersebut dalam kehidupan.antar waktu. Pemantauan ini penting artinya Berbagai buku, artikel, majalah, programsebagai alat evaluasi kinerja konservasi. televisi, dan film-film bertemakan harimau 5
  6. 6. telah dihasilkan untuk pendidikan dan ilmu lainnya. Dalam bidang seni lukisanpengetahuan, Para ilmuwan professional satwaliar terutama harimau di alamnyadan pencinta alam telah banyak sangat berharga prestise bagi para penguasaberpartisipasi dalam pengamatan ekologi karena itu banyak kita lihat di ruangan kerjadan menyusun bahan-bahan pendidikan. pimpinan atau petinggi suatu instansi sipilStasiun lapangan ilmiah di pedesaan yang dan militer memajang lukisan ataupunmeneliti tentang aspek-aspek harimau ofsetan harimau di ruangannya sebagaimerupakan sumber pelatihan dan lapangan symbol kebanggaan (Gambar 4). Harimaukerja bagi penduduk local. yang ada di kebun binatang menjadi satwa impresif yang selalu menarik perhatian Ada suatu cerita klasik yang menarik pengunjung yang datang.dalam Hindu klasik, Panchatantra, suatukumpulan cerita binatang yang diangkatkembali, dan terkenal di seluruh AsiaTenggara. Suatu hari seorang Brahmanamiskin menemukan seekor harimau terjatuhdi sumur dan meminta pertolongan. Padasaat pertama ketakutan muncul untukmenolong harimau itu. Tetapi ketikaharimau itu berjanji tidak akan memakandia, Brahmana memutuskan untukmenolong harimau tersebut, meskipun bilamalapetaka akan menimpanya, iaberkeyakinan bahwa dengan memberikan Gambar 4. Lukisan harimau India yang memberikanpertolongan ia akan selamat. Jadi dia prestise bagi orang yang memajangnya.mengambil resiko dan menyelamatkanharimau tersebut, yang kemudian memberi Di beberapa negara lain, sepertihadiah kepada si Brahmana dengan Nepal, India, Buthan, keberadaan harimauperhiasan emas dan memperoleh sebagai satwa kharismatik di suatu kawasankehormatan, kemakmuran dan kebahagiaan. konservasi yang menjadi tujuan wisataCerita ini menjadi suatu dongengan dewasa alam, meningkatkan daya tarik kawasanini; jika harimau diselamatkan, diyakini tersebut bagi turis mancanegara. Harimaubahwa ekosistem alam akan tetap juga telah lama menjadi salah satu dayaterpelihara, bukan saja bagi harimau, tetapi pikat utama yang ditawarkan oleh berbagaiterutama memberikan keuntungan bagi lembaga konservasi ex-situ (e.g. kebunsetiap makhluk (Jackson, 1999). binatang, taman safari), baik nasional maupun internasional. Menurut Chardonnet,Nilai Estetika-rekreasional et. Al. (2002), Taman Nasional di Asia menarik lebih banyak turis untuk datang Kebanyakan orang berpendapat berekowisata, seperti di Srilanka sebanyakbahwa harimau merupakan symbol 250.000 orang dating setiap tahun dankemegahan dari kehidupan liar tapi juga menghasilkan income USD 0,6 juta,simbolis dari kualitas lingkungan yang sedangkan di Nepal selam tahun 1998/1999memberikan manfaat bagi makhluk hidup saja sebanyak 105.580 orang datang ke 6
  7. 7. Taman Nasional Royal Chitawan dan CITES. Harimau sumatera digolongkanmenghabiskan dana sebesar USD 0,75 juta, sebagai subspecies yang populasinya diini suatu nilai yang tinggi termasuk untuk alam berada dalam kondisi kritis (criticallymenyewa gajah (Elephas maximus), endangered) oleh IUCN, di manamendekati badak (Rhinoceros unicornis), pemanfaatannya seluruh ataupun sebagian,harimau (Panthera tigris) dan satwaliar baik hidup ataupun mati terlarang dalamspektakuler lainnya. bentuk apapun kecuali atas ijin presiden RI. Oleh karena itu, kinerja konservasi harimau Pujangga Latin, Martial, sumatera sangat mempengaruhi citra bangsamenggambarkan harimau menarik kereta Indonesia di mata dunia internasional.perang yang di lukiskan di mosaik sedang Indonesia sudah memperoleh citra yangdikendarai oleh Bacchus, Dewa Anggur sangat buruk secara politis akibat ketidakbangsa Yunani. Baris pembukaan puisi dari mampuannya dalam mencegah kepunahanpujangga bangsa Inggris abad ke-19, global harimau jawa dan harimau bali.Thomas Blake, membangkitkan citra yang Sebaliknya, keberhasilan konservasihidup: “Harimau, harimau, bersinar terang, harimau sumatera akan meningkatkan citradi dalam hutan malam hari. Betapa tangan Indonesia di mata internasional dalam upayaatau mata yang abadi, menunjukkan konservasi keanekaragaman hayatikekuatanmu yang simetris” (Jackson, 1999). (Wibisono, 2008).Pelukis primitif Perancis, Henri Rousseau,membuat sebuah geraman harimau untuk Kabar mengejutkan datang darihiasan lukisannya yang menggambarkan Kementerian Kehutanan baru-baru ini,badai tropis, gambaran yang tetap dengan alasan untuk melestarikan satwaterpropagasi oleh gambar-gambar dalam langka setiap orang dibolehkan memeliharamedia hingga saat ini. (dipinjamkan tidak diperjualbelikan) harimau dengan memberikan jaminanNilai Pilihan-sport-politis kepada pemerintah sebesar Rp 1 miliar, peraturan tentang ini sedang disiapkan. Dahulunya beberapa puluh tahun Selain itu masyarakat yang memeliharalalu harimau dijadikan objek perburuan diwajibkan juga membayar pendapatanyang prestise bagi sebagian kebanyakan Negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp 20-penguasa di Eropa dan Asia dimana mereka 25 juta per tahun yang dialokasikan sebagaiberlomba-lomba menunjukkan kemahiran dana deposito konservasi alam dandan keahlian berburu dengan menembak keanekaragaman hayati lainnya.harimau di alam yang tentunya didukung Konsekuensinya masyarakat yangoleh peralatan senjata dan pasukan tentara. memlihara diwajibkan membuat kandangWalaupun sekarang seiring dengan standard dan menyediakan daging 5-10 kgmenyusutnya populasi harimau di alam per hari hal ini akan disurvey oleh petugasberburu harimau dulunya merupakan lebih dulu (Tropis, 2010).olahraga pilihan bergengsi para penguasalocal dan asing. Nilai Ekonomi-komersil Harimau merupakan satwa yang Upaya konservasi harimau di Rusiadilindungi undang-undang Indonesia, dan mungkin juga telah didukung olehkonvensi internasional seperti IUCN dan Pemerintah Cina 14 Tahun larangan dalam 7
  8. 8. negeri pada perdagangan bagian tubuh Pemanfaatan harimau sebagai flagshipharimau dan melalui pengurangan tekanan species dalam penggalangan dana-danaperburuan lain, dan khususnya di negara konservasi. Harimau juga sering kali tampaktetangga, status wilayah harimau. Namun, dilayar televisi sebagai bagian dari berbagaisekarang ada sekitar 5000 harimau di 200 iklan komersial.peternakan di Cina dan ada peningkatantekanan untuk melanjutkan perdagangan Harga dari bagian-bagian tubuhdalam negeri, dengan berargumen Harimau yang berhasil disurveimendukung bahwa peternakan harimau menunjukkan kisaran harga selama surveimemiliki dua kunci manfaat konservasi. tahun 2006. Tulang Harimau memiliki hargaPertama, bahwa peternakan akan rata-rata tertinggi, yaitu Rp. 1.050.000/kgmengurangi perburuan harimau liar dengan (USD 116/kg). Harga tersebut merupakanmemuaskan permintaan produk harimau. harga tertinggi yang tercatat pada tahun 2002, yakni berkisar antara Rp. 106.800-Kedua, peternak harimau berpendapat 605.200/kg (USD 12-67/kg) (Shepherd danbahwa mereka memproduksi persediaan Magnus, 2004 dalam Ng, J. and Nemora,harimau Amur untuk reintroduksi ke alam 2007). Berdasarkan pengamatan diliar (Linkie and Christie, 2007). Walaupunterbantahkan oleh beberapa ahli karena lapangan, harga gigi taring menempatisetiap jenis perdagangan legal akan posisi berikutnya setelah tulang, dengan satumelindungi kegiatan perdagangan illegal gigi berharga Rp. 800.000 (USD 88) didan strategi managemen genetic yang Dumai. Harga rata-rata gigi taring adalah Rp. 453.333 (USD 50) (n=12), sementaradigunakan dimana pemilihan hewan ternak harga rata-rata untuk cakar Harimau adalahlebih difokuskan pada hewan yang dapatberproduksi cepat dengan maksimum. Rp. 130.000 (USD 14) (n=3). Kedua hargaHarimau memiliki setiap bagian tubuh tersebut lebih rendah jika dibandingkanseperti kulit dan tulang yang bermanfaat dengan hasil survei Shepherd dan Magnussebagai permadani, gantungan dinding, dan (2004) pada tahun 2002, dimana harga rata-pakaian budaya pada upacara kebudayaan rata untuk gigi taring adalah Rp. 676.400tradisional, sedangkan tulang dan organ (USD 74) dan harga cakar adalah Rp.dalamnya sering digunakan sebagai obat- 249.000 (USD 27). Alasan yang palingobatan tradisional terutama di Negara- mungkin adalah karena investigator untuknegara Asia (Gambar 5). survei ini merupakan warga Negara Indonesia, sementara survei oleh Shepherd Studi Mills & Jackson mencatat, dan Magnus (2004) dilakukan oleh orangdalam kurun 20 tahun saja (1973-1993), asing. Orang asing biasanya dianggaphampir 4 ton tulang harimau dieksport ke “kaya” dan oleh karenanya pedagangKorea Selatan. Sedangkan TRAFFIC SEA mematok harga yang lebih tinggi. Hargamencatat sekitar 253 ekor harimau telah kulit Harimau bervariasi, tergantung kepadadibunuh atau ditangkap hidup-hidup antara ukurannya. Semakin besar ukuran kulit1998–2002. ”Saya sendiri merekam, 8–12 Harimau, maka harganya akan semakinekor harimau per tahun dibunuh dan tinggi. Kulit Harimau dijual dalam ukurandiperdagangkan antara 1997–2000 di kecil agaknya lebih menguntungkan danPropinsi Lampung dan Bengkulu,” ujar tidak terlalu beresiko, jika dibandingkanBeebach menambahkan (Wibisono, 2008). 8
  9. 9. dengan kulit Harimau utuh (Debbie Martyr, harimau yang telah didinginkan. Kadang-FFI, in litt. pada TRAFFIC, Agustus 2007). kadang hanya tulang yang dijual ke orang Cina dengan harga sekitar USD 300/kg. Mereka menjual kulit harimau seharga rata- rata USD 3000-USD 4000 dan harga tulang berfluktuasi dengan kisaran yang luas. Menurut Jackson (1999), dalam periklanan modern, harimau telah menjadi simbol internasional, simbol kekuatannya digunakan secara luas, khususnya oleh Exxon/Esso mendesak para ahli mesin melihat pesan ini “Put a Tiger in your Tank” (Masukkan seekor harimau ke dalam tangkimu). Stasiun pengisian bahan bakar di seluruh dunia memasang gambar harimau, baik foto sungguhan maupun kartun, untuk membantu meningkatkan pendapatan dana untuk usaha konservasi. Dewasa ini kota Berlin mengisi sebuah iklan dengan 16 kepala anak harimau untuk mempromosikan kota tersebut dengan bunyi, “The best place to capture young tiger markets (of Central and Eastern Europe)” (artinya: tempat terbaik untuk menangkap pasar harimau muda (Eropa Tengah dan Timur)).Gambar 5. Taring, kulit dan tulang harimau yang Nilai sosial dan budaya (Eksistensi)diperdagangkan sebagai bahan obat tradisional. Harimau tercatat dalam sejarah Tulang harimau bernilai tinggi kebudayaan Asia dan muncul di Baratklasik, biaya produksi rendah, dan perburan dalam banyak manifestasi. Dewa Siwalebih murah daripada membesarkan sebagai dewa pemusnah digambarkankarnivore selama setahun penuh, tetapi sebagai dewa yang memakai jubah harimausecara statistic yang berbeda perburuan serta menunggang seekor harimau.harimau memakan biaya USD 20, Sedangkan istrinya Si Cantik Parvatidibandingkan dengan USD 4000 untuk menunggang seekor harimau yangmembesarkan anak menjadi dewasa. Tulang melambangkan seorang Pemusnahharimau di Cina dibuat sebagai minuman Kejahatan. Seorang murid Budhaanggur tonic sebagai obat kuat yang menunggang seekor harimau untukmenggambarkan prestise dikalangan elit menunjukkan kekuatan dan kemampuannyadengan harga USD 180 per setengah dalam memberantas kejahatan (Lumpkinliternya (McGrirk, 2009). Para pedagang 1991 dalam Seidensticker, et. al., 1999).Cina ini membeli harimau dengan uang Selain itu Cina mendedikasikantunai sebesar USD 5000 untuk setiap ekor penanggalannya dengan tahun harimau 9
  10. 10. dimana setiap tahun ini anak-anak dilukis atau orang tua yang berwibawa dan menjadidengan tanda “wang” atau “raja” untuk penguasa rimba belantara.meningkatkan kekuatan dan kesehatan.Harimau menjadi symbol Olimpiade dan Sudah menjadi pengetahuan umumMountain Spirit di Korea, Malaysia bahwa di Indonesia, harimau merupakanmenjadikan lambing negaranya dengan salah satu jenis satwa yang paling banyakditopang dua harimau, Laos menjadikan digunakan secara turun temurun untuktema perangko khusus bagi para kolektor, berbagai simbol dan tujuan sosial, sepertiIndia di awal tahun 1970 menjadikan simbol perkumpulan (e.g. Siliwangi), danharimau sebagai binatang nasional. Partai tarian tradisionil (reog Ponorogo, dll.).Muslim Leageue menjadikan harimau Beberapa daerah di Sumatera beranggapansebagai lambangnya di Pakistan selama bahwa kotoran harimau bermanfaat dalamkampanye kemenangan awal tahun 1997, strategi mitigasi konflik manusia-satwaliar terutama untuk kasus dengan babi hutanBangladesh menempatkan gambar harimau yang sering masuk ke perladangan danpada mata uang kertasnya. Karena harimau kebun masyarakat, kotoran yang diletakkanadalah simbol kekuatan, maka Hong Kong, dalam ladang akan mampu menakuti atauMalaysia, Singapura, Korea Selatan danThailand telah dijuluki sebagai “Harimau mengusir hama babi sehingga menjaga hasilAsia” karena pertumbuhan ekonominya panen tetap optimal. Pertunjukan wayangyang sangat pesat. kulit di Jawa, yang popular di desa- desa, Pada beberapa daerah dulunya diawali dan diakhiri dengan gambaran semesta alam dalam bentuk gunungan yangharimau sering menjadi tontonan dihiasi oleh pohon kehidupan, denganmasyarakat untuk diadu dengan kerbau ataubanteng yang menjadi hiburanyang dibuat seekor harimau dan banteng di bawahnya.oleh raja-raja dulu karena itu banyak Sebenarnya sangat mengakar di budayadijumpai lukisan klasik tentang perkelahian manusia, harimau telah dihormati sejakharimau melawan banteng atau kerbau yang dulu. Bahkan apabila seekor harimauditonton masyarakat desa. terbunuh oleh manusia, dan dicatat ke dalam buku, penduduk setempat di India dan Sampai sekarang masih ada Nepal akan memberikan penghormatan dankepercayaan yang berkembang di menaburkan bunga pada tubuh harimau.masyarakat bahwa harimau merupakan Kaisar Nero mempunyai kandanghewan yang cukup dihormati karena harimau yang sangat besar. Shakespearemenurut kepercayaan harimau dapat memohon kekuatan harimau. Di dalam salahbertindak sebagai hakim yang mengadili satu pertunjukkannya yang terkenal, Henryorang yang berbuat salah dan V memberikan semangat keberanian kepadamelambangkan kewibawaan dengan orang-orangnya untuk menyerang dindingkarekter dan sifatnya yang sering menolong pertahanan dari Harfleur di Perancis denganorang yang tersesat di hutan. Karena itu ada kata-kata, “Tirulah aksi harimau, keraskankepercayaan masyarakat bahwa dilarang otot daging, tinggikan darah, lakukanmembunuh harimau tanpa alasan yang jelas penyamaran secara alami dengankarena satwa ini symbol mistik yang kegarangan” (Jackson, 1999). SultanTippu,mengagumkan. Seperti di daerah Sumatera seorang pemimpin muslim di India selatanharimau sering diibaatkan sebagai datuk yang dikenal sebagai “The Tiger of 10
  11. 11. Mysore”, sangat memuja harimau. kenyataan hidup mereka sehari-hariSpanduknya bertuliskan “Harimau adalah mungkin tampak membosankan.Tuhan”, dan mahkotanya dihiasi Menurut Linkie and Christie (2007),menyerupai harimau. Tentaranya Banyak karnivora besar adalah spesiesmempunyai seragam loreng harimau dan utama yang penting dan karena itu menarikgambar harimau dan lorengnya tersebut ada pemberi dana dan manfaat konservasi yangpada senjatanya. lebih luas. Spesies seperti harimau mungkin yang paling ikonik, dan donor internasional menghabiskan setidaknya USD 41 juta untuk proyek pelestarian harimau liar selama tahun 1998 – 2005 (ZSL, 2007) yang mana Rp 7,3 juta digunakan untuk pemantauan. Mengetahui jumlah absolut harimau, atau beberapa spesies flagship, adalah penting untuk menjelaskan konservasi dalam suatu cara sehingga masyarakat dapat memahami dengan mudah dan untuk menarik perhatian media dan mempertahankan profil tinggi bagi harimau. Namun, kebanyakan masalah insiden harimau melibatkan penyerangan ternak dan masalah ini kurang mendapat perhatian dan pendanaan (USD 4,5 juta selama 1998-Gambar 6. Pakaian dari kulit harimau yang diapakai 2005; ZSL, 2007) daripada kegiatanpada festival litang horse, Tibet pelestarian harimau lainnya. Melestarikan harimau akanNilai Konservasi Harimau Liar memerlukan rencana penggunaan lahan Jika kita berhenti “menunggang yang menunjukkan tantangan berkaitanharimau” karena sifat ketidakpedulian kita, dengan meningkatan populasi manusiamaka kita akan kehilangan harimau dan dekat lanskap harimau. Meski demikian,satwa langka di Asia, seperti yang terjadi di hilangnya habitat lebih cepat dan sebagianpulau Jawa. Menurut McNeely dan Watchel besar ancaman ireversibel bagi harimau.(1988) dalam Seidensticker et. al. (1999), Ada perhatian khusus bahwa pembukaanHarimau Jawa dulu dikenal sebagai simbol hutan untuk perkebunan kelapa sawitkekuatan alam, namun harimau Jawa kini memiliki dampak yang dramatis bagihanya merupakan simbol surga yang hilang. harimau. Industri kelapa sawit merupakanKepercayaan bahwa harimau hidup lebih bagian yang tumbuh untuk menyediakanbernilai daripada harimau mati dan daratan biofuel dan, ironisnya, respon melawanyang memiliki harimau adalah lebih perubahan iklim mungkin berdampak lebihberharga ketimbang daratan tanpa harimau. besar pada harimau dari perubahan iklim ituHarimau adalah mahluk yang sangat indah, sendiri. Namun, strategi mitigasi lain dapatperkasa, penuh rahasia dan sering memberikan pentingnya peluang konservasi,dihubungkan dengan mitos sehingga digambarkan dengan diskusi baru-baru ini tentang pengurangan emisi dari deforestasi 11
  12. 12. di negara berkembang, dan menghindari pencegahan harimau dari kepunahan.skema deforestasi lain. Inisiatif ini bagian Padahal sederhananya saja peternakan akandari perdagangan kredit karbon yang meningkatkan persediaan harimau, hargadiusulkan akan memberikan insentif akan jatuh,dan perburuan tidak akan terlalufinansial bagi pemerintah untuk lama menguntungkan. Hal inimempertahankan hutannya dan habitat alam menggambarkan pendapat yang kelirulainnya, mendorong pendanaan perbaikan selama ini, dimana sebenarnya pasarpenegakan hukum dan pembangunan harimau tidak sempurna, yang berarti hanyaekonomi pedesaan. Sama pentingnya, skema didominasi oleh beberapa produser yangini dapat memberikan cara penting untuk mengontrol harga dan konsumen lebihmenjamin keinginan politik yang penting menyukai harimau liar daripada yanguntuk melestarikan hutan dan, akhirnya, diternakan karena itu pertukaran ini tidakuntuk menyelamatkan harimau liar dan murni. Secara ekonomi produk yang berasalkarnivora besar lainnya dalam habitatnya dari harimau liar merupakan barang mewah(Linkie and Christie, 2007). yang menginginkan harga melambung, selain itu tidak ada bukti harimau ternak dapat diproduksi dan dijual lebih murah daripada yang liar (Gambar 7). Oleh karena itu peternakan harimau akan menurunkan harga harimau liar yang diburu atau menurunkan keuntungan bagi pemburu sehingga peternakan harimau kemungkinan besar meningkatkan kumpulan permintaan produk harimau dan membangkitkan tingkat perburuan yang tinggi (Kirkpatrick and Emerton, 2010). Berdasarkan uraian diatas maka analisa terhadap valuasi total ekonomi dari harimau sebagai satwa liar yang bernilai tinggi sebenarnya dari segi ekonomi perdagangan produk-produk satwa liar tidakGambar 7. Peternakan satwa liar dapat memenuhi selalu menguntungkan bahkan cenderungpasar konsumen (panah hitam) tapi mereka bisa juga merugikan. Akan tetapi apabila nilaimembahayakan populasi liar (panah putus-putus). ekologis/biologi harimau dapatPeternakan satwa liar tidak bisa dipisahkan dari dipertahankan dengan menjaga kelestraiansystem manajemen diperlukan untuk mencegah satwa langka ini di alamnya danpenyusupan rantai persediaan legal dengan satwaburu (1 dan 2) atau untuk mencegah pertumbuhan membiarkan peran penting sebagaiparallel, pasar illegal (3). penyeimbang proses ekosistem yang stabil yang telah digarisan kepada harimau oleh Permasalahan utama yang tersisa Sang Maha Penciptanya, maka dengandalam konservasi harimau adalah eksistensi dan kelestraian satwa ini, nilai-perdagangan illegal dianggap nilai lain akan ikut berkembang sehinggamenguntungkan, karena peternakan harimau menjadikan satwa liar termasuk yangtelah diusulkan sebagai alternative solusi 12
  13. 13. lainnya akan bernilai tinggi secara langsung Tigers: 2005–2015. A User’s Guide.dan tidak langsung. WWF, WCS, Smithsonian, and NFWF- Belum ada data yang menghitung STF, Washington, D.C.New York.secara total nilai ekonomi harimau, tetapi Indrawan, M, Primack, R. B., dan Supriatna,data yang dijelaskan diatas dari sisi nilai J. 2007. Biologi Konservasi. Edisiestetika secara langsung satwa ini akan Revisi. Yayasan Obor Indonesia (YOI).mendatangkan nilai ekonomi yang tinggi Jakartayang merupakan daya tarik pariwisata dan Jackson, P. 1999. Harimau dalamseni dimana secara langsung akan Kepedulian Manusia dan Artinya Bagimenciptakan lapangan kerja, devisa, pajak Pemecahan Masalah Keahlian dalamdan penjualan aset bisnis pariwisata. Secara Usaha Konservasi Harimau dalamtidak langsung dalam hal ini harimau Seidensticker, J., S. Christie dan P.sebagai spesies kunci (flagship) akan Jackson Menunggang Harimau:mendatangkan nilai bagi bidang penelitian, Pelestarian Harimau di Lingkunganpendidikan, dan produk-produk pendidikan yang Didominasi Manusia. p: 57-61.konservasi lingkungan. Bisnis proyek Cambridge University Press,konservasi harimau sebagai bagian industri Cambridge.secara tidak langsung ikut mendongkrak Kirkpatrick, R. C. and L. Emerton. 2010.naiknya pasar bisnis konservasi yang ikut Killing Tiger to Save Them: Fallacies ofjuga meningkatkan nilai social politik di The Farming Argument. Conservationmata dunia internasional dimana sekarang Biology. Revised manuscript.dan masa datang keanekaragaman hayati Linkie M, Martyr D J, Holden J, Yanuar A,akan mempengaruhi pasar ekonomi global Hartana A T, Sugardjito J dan Williamsdengan manajemen yang professional dan N L. 2003. Habitat destruction andberkelanjutan. poaching threaten the Sumatran tiger in Kerinci Seblat National Park, Sumatra. FFI Oryx Vol 37 (1), hal. 41-48. UnitedDaftar Pustaka KingdomAlikodra, HS. 2002. Pengelolaan Satwa Linkie, M. and S. Christie, 2007. The Value Liar, Jilid 1. Yayasan Penerbit Fakultas of Wild Tiger Conservation. Oryx 41(4), Kehutanan (YPFK). Kampus Fakultas 415–416, FFI Journal-United Kingdom Kehutanan, IPB. Bogor. McGirk, J. 2009. Tiger Herding Big Cat- Farmed Tiger Economic. IndependentChardonnet Ph, Clers Bd, Fischer J, Gerhold Newspaper, US. R, Jori F. & Lamarque F. 2002. The Nasi, R., Brown, D., Wilkie, D., Bennett, E., Value of Wildlife. Reviced science Tutin, C., van Tol, G., and technology Off. int. Epiz., 21 (1), 15-51 Christophersen, T. (2008). ConservationDinerstein, E., Loucks, C., Heydlauff, A., and use of wildlife-based resources: the Wikramanayake, E., Bryja, G., Forrest, bushmeat crisis. Secretariat of the J., Ginsberg, J., Klenzendorf, S., Convention on Biological Diversity, Leimgruber, P., O’Brien, T., Sanderson, Montreal, and Center for International E., Seidensticker, J. and Songer, M. Forestry Research (CIFOR), Bogor. 2006. Setting Priorities for the Technical Series no. 33, 50 pages. Conservation and Recovery of Wild 13
  14. 14. Ng, J. and Nemora. 2007. Tiger trade Keuletan Harimau serta Perlunya Usaha revisited in Sumatra, Indonesia. Konservasinya dalam Seidensticker, J., TRAFFIC Southeast Asia, Petaling Jaya, S. Christie dan P. Jackson Menunggang Malaysia Harimau: Pelestarian Harimau diPattiselanno, F. 2003. The Widlife Value : Lingkungan yang Didominasi Manusia. Example From West Papua, Indonesia. p: 18-28. Cambridge University Press, Tiger Paper Volume 30, No.1, January- Cambridge. March. Tropis. 2010. Konservasi: Ketika Harimau Bisa Dipelihara di Rumah. EdisiSeidensticker, J., S. Christie dan P. Jackson. 02/Tahun III/Februari. 1999. Pengantar dalam Seidensticker, J., Wibisono, H. T. 2008. Harimau Mempunyai S. Christie dan P. Jackson Menunggang Fungsi Politik Global. Buletin Tropika Harimau: Pelestarian Harimau di Indonesia.Volume 12 No.1. Lingkungan yang Didominasi Manusia. Conservation International-Indonesia. p: 9-13. Cambridge University Press, www.animaldiversity.com. 2008. Panthera Cambridge. tigris. 4 Maret 2008.Sunquist, M., K. U. Karanth dan F. Sunquist. 1999. Ekologi, Perilaku dan 14

×