C MYK

SuaraMedia NasionalCom

Media Online: suaramedianasional.com

Edisi 113 / V / 21-30 November 2013

Dewan Pers Sayan...
ETALASE

2

Suara Media Nasional
Edisi 113 / V / 21-30 November 2013

Kabupaten Malang Gelar Puncak HKN ke-49

Suasana per...
KEDIRI RAYA

Suara Media Nasional

3

Dari Kediri untuk Indonesia

Edisi 113 / V / 21-30 November 2013
Goa Selomangleng Ke...
POTRET

Suara Media Nasional
Tulungagung, Trenggalek, Lamongan, Bondowoso
4
Bupati Mulyadi Sampaikan Jawaban Eksekutif Sil...
Suara Media Nasional

LINTAS TIMUR

5

Probolinggo, Gresik

Edisi 113 / V / 21-30 November 2013

Pemerintah Kota Proboling...
PUBLIK

Karisidenan Madiun, Nganjuk, Pacitan
6
Pemkab Bingung
Bupati Lantik KKMB Ngawi
Lahan untuk Waduk

Bupati Ngawi saa...
Suara Media Nasional
Edisi 113 / V / 21-30 November 2013
REOG PONOROGO

PONOROGO

REPORTASE

7

Semarak Peringatan HKN Din...
Suara media nasional edisi 113
Suara media nasional edisi 113
Suara media nasional edisi 113
Suara media nasional edisi 113
Suara media nasional edisi 113
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Suara media nasional edisi 113

2,558 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,558
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Suara media nasional edisi 113

  1. 1. C MYK SuaraMedia NasionalCom Media Online: suaramedianasional.com Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 Dewan Pers Sayangkan Sikap SBY yang tak Sebut 2 Media JAKARTA, SMN - Dewan Pers menilai, keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap dua media massa yang dianggap memberi informasi tidak akurat hanya bagian dari dinamika pemberitaan. Sikap Presiden yang tidak mengungkap dua media yang dimaksud amat disayangkan. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Dewan Pers Margiono di Jakarta, Jumat (15/11). Margiono dimintai tanggapan atas sikap Presiden yang belakangan ini irit berbicara kepada media. Menurut Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Presiden bersikap seperti itu karena ada dua media yang selalu memelintir apapun pernyataan SBY. Baca DEWAN PERS... hal. 11 Gila…, Dugaan Korupsi SMPN 2 Singosari Capai Angka Miliaran Mega; semua permasalahan itu sudah selesai, kalau tidak percaya coba dicek di Inspektorat Kabupaten Malang. Seluruh keputusan/ Mega, Guru SMPN 2 berita acara terkait Singosari dugaan korupsi SMP Negeri 2 Singosari ada disana. JOMBANG, SMN - Ikrar Janji Pilkades Damai 2013 di Kabupaten Jombang diucapkan oleh 790 calon kepala desa yang akan mengikuti pemilihan kepala desa (pilkades serentak) di Kabupaten Jombang pada 27 Nopember 2013. Mereka berikrar dihadapan Bupati, Forum Pimpinan Daerah, Ketua DPRD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kepala SKPD, Camat, Forpimka, pejabat desa, BPD dan seluruh undangan yang hadir di Pendopo Kabupaten Jombang pada Senin, 18 Nopember 2013. Para Calon Kades di 281 desa tersebut menyatakan sepakat bersama-sama mendukung terlaksananya pilkades serentak tahun 2013 di kabupaten Jombang. Sepakat melaksanakan pilkades secara damai, aman, tertib, lancar dan demokratis. Apabila terjadi permasalahan dalam pelaksanaan pilkades akan diselesaikan secara bijaksana sesuai dengan peraturan perun- Ikrar bersama 790 calon kepala desa dang-undangan yang berlaku. Para Kades juga sepakat mengajak semua komponane masyara- NGANJUK, SMN - Kondisi jalan yang menghubungkan desa ngujung dan desa losari kecamatan gondang tampak rusak. Masyarakat yang memanfaatkan sarana transportasi berupa jalan tersebut merasa kecewa karena rasanya belum lama menikmati jalan yang baru jadi itu ternyata jalan tersebut sudah mulai rusak lagi. Di sepanjang jalan terdapat lubang lubang karena aspalnya Kondisi jalan yang rusak seusai rehabilitasi Babat Hutan Lindung Tanpa Izin PT SMJL Diadukan Warga Ke Bupati Baca TANPA IZIN... hal. 11 kat untuk bersama menciptakan situasi yang aman dan kondusif, baik sebelum pelaksanaan pilka- Rehabilitasi Jalan NgujungLosari Sudah Rusak? Baca KORUPSI SMPN... hal. 11 hal : PT.Sakti Mait Jaya Langit (SMJL) melakukan penggarapan hutan produksi dan hutan lindung tanpa izin pelepasan kawasan hutan, yang ditujukan ke Bupati Kapuas. Ketua BPD Desa Lahei, Ugak Amd, Ketua Mantir Adat Desa Lahei, Mahing UR dan Kaur Pemerintahan Desa Lahei, Bahran memaparkan bahwa, PT.SMJL dan kontraktor tebas tebangnya, Abu Darin warga Harga Rp 5.000,- (Luar Kota+Ongkos Kirim) 790 Calon Kades Serentak di 281 Desa Berikrar dengan Tulus Ikhlas MALANG, SMN - Aroma dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang/jabatan serta pelanggaran prosedur dan tatanan terhadap masa jabatan, di lingkungan pendidikan SMP Negeri 2 Singosari, tempatnya masih belum KUALA KAPUAS, SMN Lantaran membabat hutan lindung tanpa izin. Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT.Sakti Mait Jaya Langit (SMJL), yang beraktivitas di Desa Lahei, Sei Mangkutup Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, belum lama ini diadukan warga ke Bupati. Dalam surat laporan nomor: 01/BPD/DL 19/VII/2013, peri- @smedianasional Selain PT.SMJL, PT.KMJ juga babat hutan di Kalimantan Tengah tanpa izin Baca REHAB JALAN.. hal. 11 des maupun setelah pilkades. Mereka sepakat menarima siapapun peserta yang menang dan Baca KADES.. hal. 11 Dianggap Kurang Punya Nyali Terhadap Pertanyaan Wartawan MOJOKERTO, SMN SMPN Mojokerto terkait perkara PSP ajaran tahun 2013/2014 yang dianggap memberatkan wali murid pasalnya wali murid wajib membayar Rp 675 ribu. Akan tetapi kita konfirmasikan pada kepala sekolah tersebut yang bernama “Salsana Jati Angtiar” yang disebut, panggilan Bu Titin yang dianggap kurang punya nyali untuk Baca NYALI... hal. 11 SMPN 2 Kutorejo Permasalahan Tanah untuk Lokasi Pembangunan MAN Insan Cendikia Palangka Raya Masih Belum Kelar Suasana rapat permasalahan pembanguntanah Ajak Pengusaha Kecil Menengah Berkembang KEDIRI, SMN - Bertempat di Hotel Merdeka Jalan Basuki Rahmad Kota Kediri Senen (18/11) Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Kediri mengundang sebanyak 100 pengusaha kecil menengah dengan menghadirkan beberapa nara sumber. Diantaranya Darmanto Kadin Kota Kediri,Yayuk dari PHRI Kota Kediri dan Wahyu dari BRI Kota Kediri BPM Kota Kediri menggelar kegiatan ini dengan memfasilitasi kerjasama kemiraan antar usaha besar dan usaha kecil menengah, dengan tema terciptanya kerjasama yang harmonis antara UMKM dan koperasi dengan pelaku usaha regional. Dalam kesempatan ini Sekretaris BPM Kota Kediri Drs. Iklan / Langganan hubungi : Tlp. (0354) 691147, HP 081 231 515 435 calon kades juga berikrar dan bertekat untuk menyukseskan isi Kepala SMPN II Kutorejo Mojokerto BPM Kota Kediri Baca BPM KOTA... hal. 11 siap mendukung segala program pembangunan yang termuat dalam visi dan misinya. Para PALANGKA RAYA, SM Seperti yang telah diberitakan SMN pada Edisi 112/V/1120 Nopember 2013 yanglalu, Pembangunan MAN Insan Cendikia Palangka Raya sampai berita ini diturunkan lagi masih menemukan jalan buntu. Hal ini terbukti sampai saat ini pembangunan Asrama MAN Insan Cendikia tersebut masih istirahat ditempat. Hal itu terjadi karena warga pemilik Tanah tidak mau tanahnya Dicaplok begitu saja. Warga pemilik tanah sampai sekarang menunggu kepastian apakah tanah mereka dibayar atau diambil begitu saja. Pada Selasa, 19 Nopember 2013 kemarin Wali Kota Palangka Raya mengundang warga pemilik tanah yang terkena areal pembangunan MAN Insan Cendikia tersebut. Dalam Undangannya Rapat dilaksanakan di ruang Baca BELUM KELAR... hal. 11 Puluhan Tower Bodong Berdiri Ilustrasi TULUNGAGUNG, SMN - Sedikitnya 48 buah dari 212 buah tower telepon seluler yang bercokol di wilayah Kabupaten Tulungagung tidak berijin alias bodong. Padahal ke 48 tower tersebut sudah berdiri sejak 3 tahun silam. Dari pengoperasian tower tersebut sudah milyaran rupiah keuntungan yang diaraup oleh para pemilik tower itu. Drs Bambang bersama Haris Candra Purnama Asisten Sekkota dan Darmanto Kadin Kota Kediri Baca TOWER BODONG... hal. 11 Email: suaramedianasional@gmail.com
  2. 2. ETALASE 2 Suara Media Nasional Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 Kabupaten Malang Gelar Puncak HKN ke-49 Suasana peringatan HKN ke-49 MALANG, SMN - Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-49 tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Malang ini di pusatkan di halaman luar stadion kanjuruhan Kepanjen, pada Minggu pagi kemarin (17/11). Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Malang H. Rendra Kresna, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Jajuk Rendra Kresna, dan anggota Komisi IX DPR RI bidang Kesehatan, Endang Sarwan Hamid , Wakil Ketua DPRD Kab. Malang H. Sanusi, serta Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta. kurang lebih 7500 kader posyandu se Kab. Malang hadir pada peringatan HKN tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan temu wicara kader posyandu.. Dalam laoporannya Ketua Panitia penyelenggara peringatan HKN Kab. Malang. Dra. Mursyda, Apt, M.Kes, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang ini menyampaikan bahwa, peringatan HKN tahun 2013 ini dioptimalkan untuk mengenalkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada seluruh Rakyat Indonesia sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat kesehatan sekaligus sebagai momentum penekanan terha- dap preventif dan promotif. Lebih lanjut Hari Kesehatan Nasional ke-49 memiliki tujuan khusus yaitu yang pertama menggalang komitmen pemangku kepentingan pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan untuk pencapaian pembangunan kesehatan.Kemudian yang kedua mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan bersih didukung dengan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat Indonesia. Serta yang ketiga meluncurkan Gerakan Indonesia Cinta Sehat, guna mempercepat pencapaian sasaran pembangunan kesehatan. Pemilihan tema ini didasari oleh keyakinan bahwa pencapaian MDGs dan visi Kemenkes akan sulit tercapai jika sebagian masyarakat Indonesia belum tersentuh jaminan kesehatan, untuk itu sistem jaminan kesehatan nasional melalui JKN yang akan dimulai pada 1 Januari 2014 harus diperkuat. Berbagai upaya dalam mempersiapkan pelaksanaan JKN telah dilaksanakan antara lain: penguatan terhadap pelayanan kesehatan dasar, memperkuat pelayanan kesehatan rujukan, mempersiapkan regulasi dan lain sebagainya. Bung Rendra menyampaikan ucapan selamat atas prestasi yang telah diraih Kab. Malang dibidang kesehatan sebagai kota sehat. Penghargaan yang bernama Swastisaba Padapa ini diterima Bupati H. Rendra Kresna dari Kementerian Kesehatan Kamis lalu. Penghargaan itu diberikan kepada kota/kabupaten dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional karena dinilai mampu menggerakkan masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup sehat sesuai dengan kriteria dari Kemenkes. Menurut Bung Rendra, penghargaan ini didapat berkat kerja keras seluruh pihak. “Tak hanya Dinas Kesehatan, prestasi ini adalah berkat kerja keras seluruh pihak mulai dari SKPD terkait dan masyarakat serta kader kesehatan,” kata bung Rendra. Pada kesempatan temu wicara dengan para kader langsung dengan Bupati, Ibu Astuti kader posyandu dari Kecamatan Karangploso ini menyampaikan aspirasinya tentang peralatan posyandu yang di nilainya sudah tidak layak lagi. “Alat timbangan badan bayi sudah banyak yang usang dan sampai saat ini belum dapat bantuan dari pemerintah. Kami para kader berusaha memaksimalkan peralatan yang ada agar pelayanan posyandu bisa berjalan. Saya berharap nanti kepada Pemerintah agar peralatan yang usang ini bisa diganti,” harapnya kepada Bupati. Menanggapi apa yang disampaikan oleh para kader poyandu tersebut, Bung Rendra akan terus berusaha agar para kader ini bisa diperhatikan, mulai dari fasilitas yang ada maupun apa yang menjadi permasalah di posyandu.” Saya akan berusaha mengusulkan nanti tahun depan kepada DPRD melaui rapat-rapat, agar bisa menganggarkan dana untuk fasilitas posyandu yang tersebar di 33 Kecamatan,” jelasnya. (kus/gal/humas) Madiso Dilaunching di UIN Maliki MALANG, SMN - Menjadikan Kota Malang yang lebih bermartabat, sesuai dengan misi yang diusung Wali Kota Malang H. Moch. Anton, Menkominfo Tifatul Sembiring, Wawali Kota Malang Sutiaji, bersama perwakilan Telkom Malang melaunching secara resmi melaunching Malang Digital Society (Madiso). Acara ini digelar di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Selasa (12/11). Dari program yang merupakan buah kerjasama dengan Telkom Indonesia ini, banyak sekali manfaat yang bisa didapat. Mulai dari mengembangkan potensi di bidang seni, budaya, wisata, pendidikan hingga industri yang didukung penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Wawali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, menyambut baik dilaunchingnya Madiso ini karena akan sangat membantu sukses yang ingin diraih Kota Malang. Adanya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi, dicatat oleh Allah sehingga bisa menjadi amal kebajikan. “IT merupakan anugerah dari Allah, dengan memanfaatkan IT, kami berharap bisa lebih banyak manfaat lagi untuk memajukan Kota Malang. Karena itu kami sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini,” terang Sutiaji, Selasa (12/11). Penerbit Perusahaan Kantor Pusat Kantor Redaksi Telp./Fax Penanggung Jawab & Penasehat Hukum I Penasehat Hukum II Dewan Penasehat Walikota Malang saat melaunching Malang Digital Society Sutiaji menyebutkan, adanya IT yang terus berkembang pesat saat ini, harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia di Kota Malang. Dengan begitu, kehadirannya bisa mengoptimalisasi perkembangan potensi yang ada di Kota Malang. EGM Telkom Divisi Telkom Timur Iskriono Windiarjanto mengungkapkan, banyak sekali yang dilakukan Telkom untuk mendukung Malang Digital Society. Di antaranya tahap pertama, merangkul komunitas pemerintahan, komunitas pendidikan, komunitas unbankable maupun komunitas UKM online. “Untuk mendukung itu dipasang broadband ready di area publik, di antaranya dengan pemasangan 1.000 titik WiFi di Kota Malang,” terang Iskriono. Dari kegiatan ini, diharapkan bisa mendukung program Kota Malang mewujudkan keinginan untuk mengembangkan smart city, e-office, traffic management, rumah digital, ehealth, arsip, e-PBB, smart city security system, dan lain sebagainya. Harapannya, bisa mendukung perwujudan Kota Malang dalam mengembangkan pendidikan, peningkatan kesehatan, penyelenggaraan pembangunan ramah lingkungan, pemerataan perekonomian, mengembangkan pariwisata dan mewujudkan pelayanan publik yang prima. (jun/trio/ hms) : PT. SUARA MEDIA NASIONAL : CV. SUARA MEDIA GROUP : Dsn Temboro Ds. Plaosan Kec. Wates Kabupaten Kediri, Jawa Timur : Jl. Durian (Ruko PG Pesantren) Pesantren - Kota Kediri, Jawa Timur : (0354) 691147 : Tjutjut Suliyatno, SH. Kantor Advokat: Jl. Slamet Riyadi No. 29/67 Kota Kediri : Arif Wijanarko SH. : - KH. Drs. Imam Yahya Malik/ Gus Yahya (Ponpes Al Makruf Kedong Lo Kediri) - Noura Dian Hartarony, SE (Anggota Komisi 6 DPR RI) - Drs. Ali Rohmad M.Pd - Sodiq Sudiran Atmojo - Henry Cahyono S. Soroso - Farid Makruf, SE, ST Komisaris Utama : Winarti Direktur Utama : Kanti Wiyoto Direktur II : Edit Suwantara, SE Direktur III : Agung Budiarto Pimpinan Redaksi : Kanti Wiyoto Wakil Pimred : Yon Taufik Hidayat Bendahara : Surono, M. Irfan Amrulloh, Hj. Mintarti, ST Dewan Redaksi : Kanti, Winarti, Dian Prasetyo Redaktur Pelaksana : Adi Prijanto, Drs. Muh. Ma’ruf MQ Humas : Futi’ah SE, Abdul Rozaq, SH, Farid Makruf Pimpinan Korlip : Drs. Widji Soeratno MM MBA Kordinator Liputan : Syamsudin Fotografer : Wendy Eko Winarto Manager Marketing : M. Edy Fathurokim Marketing : Guntur Samsul Hadi ST, Anindita Absari Ilustrasi mobil dinas Pemkot Kediri Anggarkan Rp 6 Miliar Lebih untuk Pembelian Mobil Baru KEDIRI, SMN - Tahun anggaran 2014, Pemkot Kediri mengganggarkan 6 milyar lebih untuk membeli mobil dinas baru. Mobil dinas baru tersebut disesuaikan tingkat kebutuhan satker di lingkungan Pemkot Kediri. Mobil baru ini digunakan untuk peningkatan kinerja masing-masing Satker. Selain mobil baru,Pemkot Kediri juga akan membeli sejumlah sepeda motor.Pembelian kendaraan baru dirasa lebih hemat dan kendaraan lama biaya perawatan lebih mahal.Ada 15 Satker yang mengusulkan adanya mobil dinas baru. Usulan mobil baru ini jenisnya Avanza. Jawadi Kabag Humas Pemkot Kediri menjelaskan,keberadaan mobil baru penting artinya bagi Pemkot Kediri utamanya operasional di masing-masing Satker. Pasti- nya dengan adanya mobil baru yang rencananya akan dibeli ini bisa meningkatkan prestasi kinerja PNS di lingkungan Pemkot Kediri. “Untuk pengusulan tambahan sepeda motor Dinas dari PU, PDE dan BPM.Adanya rencana pembelian mobil dinas baru ini tentunya ke depan pelayanan terhadap masyarakat semakin meningkat. Masing-masing satker diharap bisa menggunakan dan merawat mobil baru ini sesuai prosedur dan ketentuan yang ada,” jelasnya. Jawadi menambahkan penting artinya bagi masing-masing Satker harus benar-benar menggunakan mobil dinas baru tersebut untuk kepentingan dinas dan tidak untuk kepentingan lainya.Artinya pelayanan terhadap masyarakat harus dikedepankan. (bak) Car Free Day Diadakan di Jalan Basuki Rahmad-Doho Gelaran Pemkot Kediri Bulan Depan KEDIRI, SMN - Seperti juga daerah lain di wilayah Propinsi Jawa Timur yang sudah merealisasikan ide Car Free Day. Maka Pemkot Kediri pun akan mencoba hal ini untuk dilakukan di Kota Kediri dan kegiatan terpusat di Jl Basuki Rahmad hingga Jl Dhoho. Pelaksanaan Car Free Day ini akan dilaksanakan bulan depan dan berlangsung selama tiga jam. Kegiatan ini sebagai langkah untuk member kesempatan pada masyarakat Kota Kediri melakukan kegiatan dan olahraga ringan. Selama kegiatan Car Free Day ini arus kendaraan akan dialihkan. Haris Chandra Purnama Asisten Sekota membenarkan bahwa Pemkot Kediri akan merealisasikan gagasan Car Free Day di Kota Kediri dan saat ini sedang dibahas. Sebelumnya gagasan ini pernah akan digelar pada tahun lalu namun tertunda. “Ini hal yang menarik dan masyarakat bisa beraktivitas selama jalur tersebut untuk kegiatan Car Free Day. Masyarakat bisa beraktivitas di lokasi tersebut dengan nyaman tanpa ada gangguan dari kendaraan. Yang perlu diingat dalam seminggu dilakukan satu kali dan harinya masih kita dalami,” jelasnya. Masih menurut Haris, pihaknya berharap masyarakat bisa menikmati kegiatan tersebut. Saat ini berkoordinasi dengan masing-masing SKPD karena melibatkan adanya PKL, Lalu lintas dan semua kegiatan masyarakat Kota Kediri. (ko) Tarif Iklan / Advetorial Suara Media Nasional 1 Halaman Warna Rp 15.000.000,- / Hitam Putih Rp 12.000.000,1/2 Halaman Warna Rp 10.000.000,- / Hitam Putih Rp 8.000.000,1/4 Halaman Warna Rp 7.500.000,- / Hitam Putih Rp 5.000.000,1/8 Halaman Warna Rp 3.000.000,- / Hitam Putih Rp 2.000.000,Iklan Kolektif Warna Rp 1.000.000,- / Hitam Putih Rp 750.000,- Bagi yang berminat dapat hubungi alamat kami di Jl. Durian (Ruko PG Pesantren-Kota Kediri, Jawa Timur Telp. (0354) 691147, 081231515435, 082141625608 Crew dan Wartawan Surat Kabar Umum Suara Media Nasional Kota/Kab. Kediri: Agus Wiyono (Kabiro), Joko D., Susi, Johan Wahyudi, M. Ali Faizin, Supriyono. Nganjuk, Bojonegoro: Joko Kustono, Rambu Magdalena, Kristian. Suara Blitar: Ummu Chairu Wardani, Irul, Sri Sulistyoningsih, Agus Imam S. Biro Tulungagung/Trenggalek: Dian Prasetyo, Wartawan: Rudi L, Bambang Wilaga. Wartawan Surabaya, Sidoarjo: Mulyono, Slamet. Pasuruan: Fikri Setiawan. Bangkalan: Harsono. Sampang:Wahyudi Hermawan. Pamekasan: Sulaiman. Lamongan, Tuban: Mardining Sawidji LA. Gresik: M. Zainus, SH (Kabiro), I Made Agus Budiana (Wakil Kabiro), Pardi, Ainul Farikin. Jombang: Slamet W, Puji, Bambang Mardiono, Agus W. Mojokerto: Gunadi. Kabiro Kota/Kab Madiun, Magetan, Ngawi: Drs. Suyanto. Madiun Kota/ Kab: J. Kustono. Magetan, Ngawi: Heri Aprianto, Resdika. Pacitan: Yon Taufik Hidayat. Banyuwangi: Misjan, Aripin, Arief Suparman. Malang Raya: C. Junaedi (Kabiro), Triyo. Kota/Kab. Probolinggo, Lumajang: Edi Sunarko RD (Kabiro). Jember: Didik Nandarani (Kabiro), Rambu Magdalena. Bondowoso, Situbondo: Khairunazi/Yusi. Perwakilan Bali: B. Wirawan. Biro Jawa Barat, Jakarta; Ahmad Faisholihin. Perwakilan Jawa Tengah: Mulyono RS. Perwakilan Maluku: Yohanes. Perwakilan Kalimantan Tengah: Mandau Suwandi. Biro Gunung Mas: Leuntung I Dehes. Perwakilan Sumareta Selatan: Hasan Bakri. Kabiro Kota Lubuklinggau, Kab. Musi Rawas: Abu Hasan Azhari. Perwakilan Kepulauan Riau: Ekowanto. Biro Kota Batam: Asriaadi, ST. Perwakilan Sulawesi Utara: Kurnelius. Perwakilan Propinsi Jambi: Sugianto. Desain/Layout: Irul. No. Rekening BRI Cabang Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. No. 6271-01-000106-50-4. A/N. Winarti. No. Rekening Bank Jatim Capem Wates Kabupaten Kediri. No. 0782015257. A/N: Winarti Website: www.suaramedianasional.com. Email: suaramedianasional@gmail.com. Percetakan PT. Citra Cetak Pratama Sidoarjo. Isi diluar tanggungjawab percetakan. Kantor Biro Ponorogo: Jl. Basuki Rahmat No.17 A Ponorogo, contact person: 081231515435. Dewan Penasehat: Trimo. Kabiro: Ir. Prayudi Bahagia RW. Wartawan: Anny Hidayati, Tri Purwanto Budi Wiyono. Waspadai Wartawan Suara Media Nasional yang memegang Kartu Pers yang namanya tidak tercantum dalam BOK REDAKSI bukan tanggung jawab Redaksi. Bila Anda ingin berlangganan, Keluhan serta informasi. Bisa mengirim surat untuk redaksi kami, kirim dengan identitas diri ke Kantor Pusat “SUARA MEDIA NASIONAL” di Dusun Plaosan Desa Plaosan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Telp/Fax. (0354) 691147, 081231515435, 081234225711, 085645867811. Kami hanya memuat iklan berdasarkan order yang masuk dari pemasang iklan dan bila mana ada iklan yang tidak termuat harap menghubungi kantor redaksi “SUARA MEDIA NASIONAL”.
  3. 3. KEDIRI RAYA Suara Media Nasional 3 Dari Kediri untuk Indonesia Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 Goa Selomangleng Kediri Simpang Lima Gumul Kediri Bupati Haryanti Resmikan Pasar Wisata Gunung Kelud Bupati Haryanti saat meresmikan pasar Wisata Gunung Kelud KEDIRI, SMN - Kawasan Wisata Gunung Kelud menjadi semakin lengkap dengan diresmikannya Pasar Wisata Gunung Kelud oleh Bupati Kediri di Reast Area yang berdekatan dengan Gedung Teater Cinema Kelud, Sabtu (16/11). Dalam rangkaian kegiatan Festi- val Kelud 2013 yang digelar mulai 10 s/d 17 Nopember 2013, Kawasan Wisata Gunung Kelud semakin semarak. Pada waktu hampir bersamaan pukul 08.00 di Reast Area diremikan Pasar Wisata, di puncak Gunung Kelud dilaksanakan Ritual Sesaji Gunung Kelud 2013 yang dilaksanakan oleh masyrakat dan komunitas umat Hindu se Kabupaten Kediri Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh sponsor dan elemen masyarakat yang telah mendukung berdirinya Pasar wisata Gunung Kelud supaya kawasan wisata ini menjadi ramai. Dengan ramainya kawasan wisata ini banyak orang yang mendapat rejeki, mulai dari pelaku Pemandu Wisata, Tukang foto dan para Pedagang disekitar gunung kelud ini. Selain makanan, disini juga terdapat Souvenir. Dengan beragamnya makanan dan souvenir diKawasan ini saya yakin Kawasan wisata Gunung Kelud akan bertambah laris dan pasti rejeki masyarakat juga akan bertambah. Perkembangan Pariwisata di Kawasan Wisata Gunung Kelud menjadi semakin baik untuk prospek jangka panjang yang memiliki nilai positif sebagai peningkatan perokonomian masyarakat dengan adanya Pasar Wisata yang menjual produk unggulan khas Kabupaten Kediri. Pasar wisata di Kawasan gunung kelud selain menambah kelengkapan Gunung kelud juga sebagai daya tarik wisatawan sehingga akan banyak mengundang pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia bahkan sampai keluar negeri untuk datang mengunjungi Gunung Kelud. Pasar wisata di gunung kelud menyediakan beraneka ragam hasil olahan dari UMKM Kabupaten Kediri mulai dari makanan hingga Souvenir khas Kabupaten Kediri juga sebagai ajang pamer keanekaragaman dan kekayaan yang menjadi ciri khas Kabupaten Kediri. Ritual sesaji yang dirangkai dengan Pembukaan Pasar Wisata Gunung Kelud, juga digelar pameran Education Expo yang menampilkan ketrampilan para Pelajar-Pelajar dari SMA/SMK Kabupaten Kediri misalnya ketrampilan dan kekreatifan dari Pelajar SMKN 1 Ngasem yang mampu membuat mesin robot, tidak keting- galan juga Festival Menu Makanan Daerah yang menampilkan masakanmasakan daerah yang beraneka ragam. Semakin membaiknya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan ditunjang tingkat keamanan yang kondusif akan semakin mendorong minat wisatawan berkunjung di Kawasan Gunung. Ritual Kelud merupakan Agenda Tahunan yang dilaksanakan selama 1 minggu yang dirangkai dengan Ritual Sesaji setiap bulan Muharam / Suro. (hms/adv/kan) Pasar Wisata Gunung Kelud Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kab. Kediri KEDIRI, SMN-Menurunkan angka kemiskinan masih menjadi target utama Pemerintah, permasalahan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi Penguatan Kelembagaan, Kemitraan Program Penanggulangan Kemiskinan di Ruang Kilisuci. Kamis (14/11) Masalah kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan, jika tidak segera akan berdampak serius pada permasalahan sosial antara lain peningkatan beban sosial ekonomi masyarakat yang semakin berat, menurunnya kualitas dan produksifitas sosial ekonomi, menurunnya partisifasi masyarakat dalam pembangunan, meningkatnya kriminalitas dan terganggunya stabilitas sosial, munculnya ketimpangan dan kecemburuan Peserta Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi Penguatan Kelembagaan, Kemitraan Program Penanggulangan Kemiskinan sosial, dan menurunnya kualitas sumber daya manusia yang berimplikasi pada merosotnya mutu generasi muda. Yang disampaikan Kepala Bap- peda Kab. Kediri Dede Sujana, S.Sos, MSi. Bupati Kediri dr. H. Haryanti Sutrisno dalam kesempatan tersebut menyampaikan Bahwa kemisikinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak sehinngga diperlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematis, tepat waktu dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan yang bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat. Salah satu upaya pemerintahan dalam penanggulangan kemiskinan adalah melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk lembaga sosial masyarakat yang kuat dan akuntabel. Lembaga-lembaga tersebut memerlukan penguatan dalam kapasitas dan status hukumnya serta kekuatan diperlukan guna menghindari resiko gagalnya program-program Suasana Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Sosialisasi Penguatan Kelembagaan, Kemitraan Program Penanggulangan Kemiskinan penanggulangan kemiskinan yang telah diluncurkan oleh pemerintah selama ini. Saya harapkan seluruh pelaku penanggulangan kemiskinan mempunyai pemahaman, motivasi, dan semangat yang sama dalam upaya percepatan pengurangan kemiskinan di Kabupaten Kediri sehingga upaya pengurangan angka kemiskinan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kediri dapat berhasil. Tambah dr. Haryanti. Penanggulangan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah semata, namun peran serta dan dukungan masyarakat dalam mensukseskan program program Pemerintah sangat dibutuhkan. (hms/ adv/kan) Pemkot Kediri Gelar Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Walikota Kediri dr. Samsul Asahar, Sp.PD juga menyerahkan hadiah KEDIRI, SMN-Pemerintah Kota Kediri menggelar upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49, pada 12 November 2013 pukul 07.30 WIB di halaman Balai Kota Kediri. Bertindak sebagai Pembina upacara adalah Walikota Kediri dr. Samsul Ashar, Sp.PD. sedangkan sbagai pemimpin upacara adalah Ridwan Salimin dari RSUD Gambira Kota Kediri. Saat memberikan sambutan, Walikota Kediri dr. Samsul Ashar, Sp.PD mengucapkan banyak terima kasih kepada kader kesehatan di Kota Kediri khususnya yang telah bekerja dengan sukarela untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa upacara Hari Kesehatan Nasional tersebut mengusung tema “Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional yang Bermutu”. Tema yang inspiratif tersebut dipilih untuk menggerakkan segenap komponen bangsa guna mencapai hidup sehat. Lebih lanjut, Walikota Kediri dr. Samsul Ashar, Sp.PD mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kediri telah berupaya dalam meningkatkan derajad kesehatan masyarakat Kota Kediri, antara lain dengan mencapai sasaran– sasaran eradiksi polio, eliminasi malaria, eliminasi kusta, penanggulangan HIV–AIDS, meningkatkan status gizi, dan mempercepat upaya pencapaian tujuan millennium. “ Kita bertekad untuk sungguh-sungguh mencapai sasaran–sasaran ini tepat waktu, bahkan jika mungkin lebih cepat”. Ujarnya. Pada akhir sambutannya, Waliko- ta Kediri dr. Samsul Ashar, Sp.PD meminta agar Jajaran Pemerintah Daerah mengambil langkah strategis untuk mengatasi berbagai masalah pembangunan kesehatan di Daerahnya masing-masing. Antara lain masalah pemenuhan dan distribusi tenaga kesehatan, penyediaan dan pemeliharaan fasilitas pelayanan kesehatan, penyediaan sarana air minum dan sanitasi dasar, perwujudan kawasan bebas rokok, dan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional. Pada upacara tersebut, Walikota Kediri dr. Samsul Asahar, Sp.PD juga menyerahkan hadiah kepada Devina Dwi Nur Kusumaningdiah, dari SDN Sukorame II dan Fani Nabila Fauziah, dari SDN Banjaran IV yang telah berhasil menjadi juara I Dokter Kecil Tingkat Nasional, Ibu Sri Mursih sebagai kader Terlama Dinas Kesehatan Kota Kediri, Juara I Kinerja Puskesmas se Kota Kediri tahu 2012 yang diberikan kepada Puskesmas Ngletih, dan yang terakhir hadiah diberikan kepada RSUD Gambiran yang berhasil meraih juara I Lomba Kelompok Budaya Kerja Tingkat Provinsi Jawa Timur. Usai upacara, diadakan pemeriksaan kesehatan gratis, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan asam urat. Dari BNN Kota Kediri juga melakukan tes urine untuk mengetahui ada tidaknya kadar narkoba pada Pegawai Pemkot Kediri dan PMI menyediakan satu unit mobil untuk fasilitas donor darah bagi pegawai Pemerintah Kota Kediri. (hms/adv/kan) Sosialisasi Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Kediri Tahun 2013 KEDIRI, SMN - Dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah yang bekesinambungan dan berkeadilan, Pemerintah Kota Kediri mengadakan Sosialisasi Peraturan daerah dan Peraturan Walikota Kediri tahun 2013. Acara sosialisasi diselenggarakan selama dua hari, hari Selasa-Rabu tangaal 1920 November 2013 di Ruang Kilisuci Kota Kediri. Dalam acara tersebut akan disosialisasikan 4 produk hukum 3 diantaranya yakni inisiatif dari Dprd Kota Kediri yaitu, Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2013 tentang Santunan Kematian Bagi Penduduk Miskin Kota Kediri, Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2013 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis, dan Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2013 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, serta Peraturan Walikota Kediri Nomor 16 tahun 2013 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah. Untuk hari pertama, sosialisasi membahas tentang Peraturan Daerah Kota Kediri nomor 5 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern dan Peraturan Walikota Kediri Nomor 16 Tahun 2013 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah. Seperti yang telah disampaikan oleh narasumber dari Disperindagtamben Kota Kediri Drs. Dwi Rahman, MSi, bahwa penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi serta pasar tradisional. Selain itu juga mengatur dan menata keberadaan pasar modern di daerah agar gtidak merugikan dan mematikan UMKM dan koperasi serta pasar tradisional yang telah ada dan mempunyai nilai historis dan menjadi asset daerah. Beliau juga menjelaskan bahwa setiap pedagang memiliki kebebasan dalam melakukan kegiatan perdagangannya dan memperhatikan nilai-nilai, etika, estetika, dan moralitas masyarakat yang berdampak pada terpeliharanya kepentingan masyarakat, perlindungan konsumen dan lingkup hidup. Drs. Saiful Choiri, MM dari Inspektorat pada saat mensosialisasikan Perwali Nomor 16 tahun 2013 menhatakan bahwa Perwali ini merujuk dari PP No 42 tahun 2004 tentang pembinaan jiwa korps dank ode etik PNS dan PP Nomor 2010 tentang disiplin Sosialisasi Perda dan Perwal Kediri tahun 2013 PNS. Kode etik PNS sebagaimana yang tertera pada pasal 1 ayat 3 yang berbunyi kode Etik PNS adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan baik dalam melaksanakan tugasnya dan pergaulan hidup sehari-hari. PNS juga harus mempuntai etika dalam bernegara sebagaimana yang tertera pada pasal 4 ayat 1 yang berisi melaksanakan sepenuhnya Pancasila dan UUD, turut serta memelihara rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, menghormati dan menjujunjung tinggi toleransi antar umat beragama, dsb. Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa setiap PNS di lingkungan Pemkot Kediri yang terbukti melanggar kode etik di kenakan sanksi moral dan sanksi administrasi sebagai yang diatur dalam peraturan yang telah ditetapkan. Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Ir. Haris Candra Purnama, MM saat membacakan sambutan walikota Kediri dr. Samsul Ashar, Sp.PD mengatakan bahwa adanya Peraturan Daerah Kota Kediri nomor 5 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern dapat mencegah terjadinya praktek usaha yang tidak sehat, sehingga perlu ditingkatkan kemitraan antara pelaku usaha pasar tradisional, pengusaha kecil, dan koperasi dengan pelaku usaha pembelanjaan dan toko modern. Sosialisasi akan dilanjutkan pada hari Rabu, 20 November 2013 yaitu membahas Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2013 tentang Santunan Kematian Bagi Penduduk Miskin Kota Kediri dan Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2013 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis. (ko)
  4. 4. POTRET Suara Media Nasional Tulungagung, Trenggalek, Lamongan, Bondowoso 4 Bupati Mulyadi Sampaikan Jawaban Eksekutif Silaturrahim dan Ta’aruf Pengurus MPC dan Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi MPO Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 Bupati Mulyadi saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi TRENGGALEK, SMN - Pada tanggal 13 November 2013, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Eksekutif Atas Pemandangan Umum Fraksi – Fraksi Dalam Rangka Pembahasan Ranperda Tentang Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2014 di ruang Rapat DPRD Kabupaten Trenggalek. Dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Drs. Hari Langgeng Wiyono dan dihadiri Bupati Trenggalek beserta Wakil Bupati, Para Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek, Jajaran Forkopimda dan Ketua Pengadilan Kabupaten Trenggalek, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Bagian dan Organisasi Wanita. Pada kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas pokok-pokok pikiran yang dituangkan dalam pandangan umum. Begitupun dengan pendapat, saran, kritik dan masukan yang disampaikan semuanya bersifat konstruktif dan rasional kepada semua fraksi DPRD yang telah memberikan apresiasi terhadap peningkatan kinerja pelaksanaan APBD Tahun anggara 2014. Namun demikian akan kami perhatikan mudah-mudahan dapat melecut untuk berkarya dan bekerja lebih baik sehingga kemajuan Trenggalek yang kita cita-citakan bisa segera terwujud. Menjawab pandangan umum yang disampaikan enam fraksi DPRD, Bupati mengatakan terkait dengan dengan hal yang ingin dicapai dan asumsi yang direncanakan pada RAPBD Tahun 2014 . Target yang ingin kita capai pada tahun 2014 ini sesuai indikator pembangunan antara lain pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sebesar angka 6,8% sampai 7%, produk domestik regional bruto (PDRB) meningkat menjadi 3,979 trilyun, indeks pembangunan manusia (IPM) diproyeksikan mencapai 76,57% atau meningkat 0,94% dibandingkan tahun 2013. Sedangkan asumsi peningkatan yang akan dicapai pada setiap SKPD sudah dijabarkan pada rencana kerja (RENJA) tahun 2014 pada setiap SKPD. Terkait dengan komposisi belanja tidak langsung dengan belanja langsung dapat kami sampaikan bahwa pada RAPBD 2014 belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp. 674.236.000.000,- atau sebesar 59,75% dan belanja langsung sebesar Rp 454.695.000.000,- atau 40,25%. Dari belanja tidak langsung tersebut untuk belanja pegawai gaji PNS, DPRD, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Insentif dan pajak sebesar 595 M atau 52,74% dari total belanja. Mengakhiri sambutannya Bupati mengajak segenap komponen di Kabupaten Trenggalek ini terus menguatkan kebersamaan dan membangun kelembagaan ini lebih erat lagi, lebih bersinergi dan lebih solid. Karena kita sebenarnya sama-sama menanggung kewajiban yang sama yaitu sama-sama melaksanakan amanah sesuai konstituti dan menanggung beban tanggung jawab bagi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Trenggalek”, ungkapnya. (rud) Rehabilitasi Jalan-jalan Rusak Besar-besaran TULUNGAGUNG, SMN Tekad bulat Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk merehabilitasi jalan rusak tampaknya bukan hanya isapan jempo belakal. Buktinya, pemerintahan yang dikomandani Bupati Sahri Mulyo itu, saat ini mulai melakukan perbaikan atau rehabilitasi jalan rusak secara bear besaran. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMC) Tulungagung Sutris. “Pemkab sedang melakukan perbaikan jalan rusak secara besar besaran. Mengingat, jalan merupakan sarana transportasi penting, untuk kelancaran perekonomian masyarakat”, ungkapnya. Bahkan mantan Kepala BPPT Tulungagung itu menandaskan, bahwa tahun 2014 seluruh jalan rusak di Kabupaten Tulungagung dipastikan sudah bagus semua. ‘ Lihat saja untuk tahun 2014 Tulungagung harus sudah bebas dari jalan rusak. Tujuannya supaya masyarakat bisa menjalankan aktivitas perekonomian secara lancar,” tandas pria yang berdomisili di Karangrejo itu. Untuk mewujudkan program tersebut, saat ini telah dilakukan perbaikan jalan yang rusak di seluruh pelosok Kabupaten Tulungagung. Karena hampir seluruh kecamatan terdapat jalan rusak. Ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan mendapat prioritas utama untuk diperbaiki. Sejak tahun 2008 silam kondisi jalan di Kabupaten Tulungagung sudah mulai rusak karena perawatannya tidak maksimal. Sehingga kondisi jalan tidak bisa tahan lama alias awet. Misalnya awal bulan diperbaiki akhir bulan sudah rusak. Sebab cara perbaikannya diduga tidak sesuai standart kontruksi (besaran teknik). Data di Dinas PUBMC menyebutkan bahwa Kabupaten Tulungagung memiliki sekitar 1900 km ruas jalan. Dari jumlah tersebut sekitar 800 km mengalami kerusakan. Baik kerusakan itu bersifat ringan, sedang atau rusak berat.. Kerusakan berat banyak terjadi di pinggiran kota, misalnya di Kecama- Salah satu perehabilitasian jalan di Tulungagung tan Pakel, Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdrat, Besuki. Kerusakan jalan di daerah pinggiran ini rata rata hampir mencapai 60 persen. Kondisi ini mengundang perhatian serius Pemkab Tulungagung untuk melakukan perbaikan jalan besarbesaran. Setiap hari petugas dari Pemkab Tulungagung terus menyisir jalanjalan pedesaan untuk mendata yang perlu Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung menyerahkan panji Kabupaten Tulungagung kepada Bupati Syahri Mulyo TULUNGAGUNG, SMN Acara Bersih Nagari dalama rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-808 kemarin berlangsung cukup semarak. Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, SE. bersama Forpimda dengan penuh kebahagian menyambut kedatangan para peserta kirab panji lambang daerah Kabupaten Tulungagung. Prosesi dimulai dari Kantor Pemkab Tulungagung. Rombongan drum band Tradisional, pembawa panji Tulungagung dan 2 buah tumpeng Raksasa (tumpeng lanang dan Tumpeng Wadon) bersama-sama karyawan-karyawati Pemkab dan para Kepala Desa dan Kelurahan se Kabupaten Tulungagung yang mengenakan pakaian tradisional Jawa melakukan kirab berjalan kaki menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Penetapan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung pada tanggal 18 November tersebut berdasarkan Prasasti Lawadan di yang ditemukan di Desa Wates Kecamatan Campurdarat yang bertuliskan tanggal 18 November 1205. Prasasti dikeluarkan atas perintah Raja Sri Kretajaya atau Kertajaya yang kala itu merasa berkenan atas kesetiaan warga tani Lawadan terha- H.A. Syaroni, H. Mafhum Sofa, Andrianto Wicaksono, H. Drs. Abdullah Ubaid, MM, H. Ma’ruf, SH., H. Aba Mansur. Lamongan yang lebih maju, lebih baik, dan lebih transparan hal tersebut juga disampaikan secara tegas oleh sekretaris MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) Pemuda Pancasila Lamongan H. Drs. Abdullah Ubaid, MM. Pemuda Pancasila harus mampu menghasilkan karya-karya gemilang, baik di sektor pertanian, perikanan, kelautan, konstruksi, dll. Karena keseluruhan potensi tersebut ada di Kabupaten Lamongan. H. A. Syaroni yang juga sebagai bendahara MPC mengungkapkan, bahwa Lamongan juga memiliki potensi lahan yang dapat dijadikan sebagai penanaman tebu dan jumlah luas lahan keseluruhan hampir mencapai seribu hektar lebih yang saat ini lahan tebu tersebut sudah siap tebang. Tetapi pada kenyataannya tebu yang dimiliki oleh kelompok-kelompok tani tebu tersebut terkendala dalam memasukkan ke pabrik-pabrik gula di sekitar Kabupaten Lamongan untuk digiling dan ini sangat meresahkan para petani tebu. Untuk itu peran serta pemerintah Kabupaten sangat diharapkan agar proses tebang dan Tak hanya orang dewasa yang memperebutkan tumpeng yang dinamakan tumpeng lanang (lelaki) dan tumpeng wadon (perempuan) tersebut, tetapi orang tua dan anak-anak juga terlihat saling berebut mendapatkannya. Sebagian warga Tulungagung masih percaya jika tumpeng-tumpeng yang disajikan itu bertuah. Karena itu mereka rela saling berebut untuk mendapatkannya kendati harus berdesakdesakan. (dian) pengiriman dapat lancar agar swa sembada gula di Indonesia dapat segera terealisasi. Sedangkan H. Ma’ruf, SH yang juga sebagai Tim Adfokasi Pemuda Pancasila Wilayah Jawa Timur (MPW) menyoroti banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam pemerintahan khususnya di Lamongan. Adapun penyimpangan yang dimaksud adalah masih banyaknya kasuskasus Korupsi. Sehingga untuk memberi perhatian pada golongan pemuda, boleh dikata hampirhampir tidak mendapat perhatian. Untuk itu ormas Pemuda Pancasila yang ada di Lamongan (MPC) harus berani tampil dominan dalam segala aspek agar pemuda pancasila Lamongan tidak dipandang sebelah mata. Pemuda Pancasila Lamongan harus bias menjadi pionir dalam mengawal dan mengawasi secara kritis khususnya penyaluran proyek-proyek baik fisik, konstruksi, pengadaan barang dan jasa agar generasi muda pemuda pancasila dapat berkesempatan untuk menampilkan karyanya dalam pembangunan. (mas) Penutupan Festival Muharram Bondowoso 2013 segera mendapat prioritas perbaikan. ‘Masyarakat sangat senang karena jalan jalan yang rusak sudah mulai diperbaiki. Mudah mudahan lancar perbaikannya. Sehingga cepat bisa dilewati,’ Ujar Trimo, warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat. Memang upaya perbaikan jalan rusak ini mendpatkan tanggapan positif dari masyarakat pedesaan. (dyan) Prosesi Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Tulungagung dap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha. Sebelum tahun 2003 perayaan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung dilakukan pada setiap tanggal 1 April dengan sumber Candrasengkala Memet yang terdapat pada sepasang arca Dwarapala yang berada disetiap jalan pintu masuk Kota Tulungagung yang bertuliskan tahun Jawa 1752 atau 1824 Masehi. Namun karena ada peninjauan kembali dan kemudian disahkan dalam Perda Kabupaten Tulungagung Nomor: 27/2002 Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ditetapkan tanggal 18 November 1205. Bupati Syahri Mulyo, pada kesempatan tersebut mengajak warga Tulungagung untuk bersyukur pada Tuhan yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan, sehingga masyarakat bisa ikut memperingati hari jadi Tulungagung ke 808. Peringatan ini diharapkan mampu membuat masyarakat Tulungagung yang ayem tentrem mulyo lan tinoto. Setelah acara usai tumpeng buceng lanang dan wadon dibawa keluar untuk direbutkan para warga. Mereka berebut untuk mendapat tumpeng dan aneka buah-buahan yang tersaji dalam gunungan tumpeng di Halaman luar Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. LAMONGAN, SMN Setelah enam bulan pasca Mucalub Pemuda Pancasila (MPC PP) Lamongan di deklarasikan yaitu bulan April 2013 kemarin, bulan Nopember tanggal 10 kemarin. Jajaran pengurus MPC PP Kabupaten Lamongan kembali mengadakan rapat koordinasi untuk pengurus dijajaran MPC, Pengurus Harian dan MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) Se Kabupaten Lamongan. Rapat koordinasi kali ini diberi judul “Silaturrahim & Ta’aruf Pengurus MPC & MPO Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan”. Acara ini sedikitnya dihadiri 40 orang pengurus diberbagai struktur kelembagaan yang ada dalam jajaran MPC. Adapun rapat koordinasi kali ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antar elemen kelembagaan dalam tubuh MPC PP Kabupaten Lamongan. Dalam sambutan Ketua MPC PP Kabupaten Lamongan, Andrianto Wicaksono, SE, kembali menegaskan, bahwa MPC PP hadir ditengah masyarakat Lamongan adalah merupakan suatu kebutuhan dan keharusan. MPC PP harus dapat berperan lebih aktif dan menjadi penyeimbang dalam masyarakat yang serba majemuk sekarang ini. MPC PP Lamongan harus berani bersikap tegas dalam mengawal roda pemerintahan daerah Kabupaten Lamongan dan dapat menjadi partner pemerintah dalam segala aspek pembangunan Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan harus berani merubah Paradikma yaitu menghilangkan kesan-kesan negatif dalam masyarakat, khususnya di Kabupaten Lamongan Pemuda Pancasila Lamongan Kabupaten Lamongan harus dapat menjadi pionir dalam tiap gerakan dalam sendi-sendi membangun Bupati Bondowoso saat menutup festival muharram 2013 BONDOWOSO, SMN Penyerahan Trophy dan Piagam Oleh Bupati Bondowoso Kepada Para Pemenang Lomba Pada Kegiatan Festival Muharram 2013. Akhirnya kemeriahan Festival Muharram yang berlangsung selama dua pekan ditutup, sesuai jadwal yang telah diagendakan. Penutupan festival ini ditandai dengan laporan akhir pelaksanaan festival oleh Sekdakab kepada Bupati Bondowoso. Acara penutupan diisi oleh penampilan masing-masing juara dari berbagai lomba selama festival digelar. Bukan cuma itu, gebyar musik dan pertunjukan Bupati memetik gitar didampingi Wakil Bupati menjadi daya tarik bagi penonton. Gawe besar Pemkab ini membawa dampak positif terhadap para pelaku usaha. Tercatat transaksi nominal yang cukup tinggi dalam dua pekan, sekitar 4 milyar lebih hanya untuk pameran ekspo. Ini baru yang tercatat di stand di dalam pameran, belum dari kaki lima dan pedagang asongan. Saya yakin jumlah transaksinya-pun tidak kecil,” kata Bupati, Sabtu malam (16/11/2013). Menurutnya, hal ini patut untuk terus dikembangkan. Bupati Bondowoso Memainkan Alat Musik Bersama Grup Gambus An-NasyiinDikatakannya, Bupati beserta tim mengikuti kegiatan demi kegiatan dan hasilnya berlangsung dengan baik. Terlebih mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat Bondowoso. Lanjutnya, pihaknya menugaskan tim untuk melakukan survey dan penelitian dan bagaimana persepsi masyarakat. Dari hasil survey dan riset yang dilakukan, gebyar Festival Muharram Bondowoso 2013 ini, yang pertama dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat bondowoso artinya festival mampu mengangkat martabat sekaligus meneguhkan jati diri sebagai warga Bondowoso. Kedua, dapat mendorong tumbuh kembangnya potensi dan usaha, baik produk unggulan berupa ketrampilan dari ikm dan ukm, sekaligus menginspirasi bagi pelaku usaha dan masyarakat. Ketiga, mampu untuk terus menjaga dan melestarikan potensi seni dan budaya, karena festival ini diyakini sebagai salah satu ajang meningkatkan promosi destinasi wisata Bondowoso. (yus)
  5. 5. Suara Media Nasional LINTAS TIMUR 5 Probolinggo, Gresik Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 Pemerintah Kota Probolinggo Gelar MPS2 Sesi Ke4 Tahun 2013 PROBOLINGGO, SMN Pemerintah Kota Probolinggo hari ini (17/11) menggelar agenda rutin yang sudah popular disebut Morning on Panglima Sudirman Street (MPS2) dalam hal ini selaku panitia penyelenggara Dinas Pendidikan Kota Probolinggo dan DPPKA. Kepala Dispendik Drs. Endro Suroso MSi selaku ketua penyelenggara melaporkan tentang dasar hukum dan tujuan diselenggarakan acara tersebut yang antara lain, bertujuan untuk sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota kepada para Pengusaha, Pedagang kakilima dalam hal mempromosikan produk produknya, juga kepedulian kepada masyarakat dalam hal sembako murah, dan bantuan lainnya. Lebih lanjut Drs. Endro Suroso menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh 365 peserta yang terdiri dari dinas pendidikan, dari dinas / skpd, perusahaan, ormas, dan pedagang kakilima. Walikota Probolinggo HM. Buchori. SH. MSi dalam sambutannya menjelaskan bahwa agenda MPS2 ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan hampir tujuh tahun, yang artinya sudah 409 kali gelaran MPS2 ini, HM. Buchori juga menjelaskan tujuan awal dilaksanakan MPS2 ini yaitu untuk bagaimana mengembangkan potensi daerah yang ada yaitu seni, budaya, kuliner, CSR, dan bantuan Pelepasan balon oleh Walikota dan Isteri dan di damping oleh Kepala Dispendik Drs. Endro Suroso Surya Paloh Hadiri Pelantikan Pengurus Partai Nasdem Dapil II Jatim H. Surya Paloh saat dipanggung kehormatan bersama, Drs,H, Hasan Aminuddin MSi, Bupati Probolinggo Hj, Puput Tantriana Sari, SE, Ketua DPRD, dan para petinggi Partai Nasdem, PROBOLINGGO, SMN Ketua Umum Partai Nasdem H. Surya Paloh hari ini (9atau11) menghadiri dan menyaksikan pelantikan para Pengurus Partai Nasdem dari tngkat cabang sampai ranting, baik Kota maupun Kabupaten Probolinggo dan Pengurus Partai Nasdem Kota atau Kabupaten Pasuruan, acara tersebut digelar secara terbuka dilapangan Kedung Dalem kec. Dringu Kabupaten Probolinggo. Hadir pula dalam acara tersebut antara lain Bupati Probolinggo Hj.Tantri, Drs.H.Hasan Aminuddin Msi, Ketua DPD Partai Nasdem Jatim Tedjo Edi Purdianto, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo H, Ahmad Badawi, Pengurus DPD dan Ranting Partai Nasdem, serta para sejumlah petinggi Partai Nasdem. Drs. H. Hasan Aminuddin MSi dalam sambutannya selaku tuan rumah dan atas nama masyarakat Kabupaten atau Kota Probolinggo juga Kabupaten atau Kota Pasuruan mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum dan segenap rombongan dari Jakarta yang akan menyaksikan prosesi pelantikan. Lebih lanjut H.Hasan Aminuddin mengatakan bahwa dalam acara tersebut selain dihadiri para pengurus yang akan dilantik juga dihadiri oleh Sebelas Ribu warga dan simpatisan Partai Nasdem,”Hasan Aminuddin tidak punya uang yang ada adalah komitment untuk Bangsa dan Negara Republik Indonesia, khususnya warga dapil 2, Saya tidak mampu membayar Bapak atau Ibu sekalian kecuali hanya doa dan semoga di bulan april 2014 rakyat dapil 2, membuktikan bersama sama dalam kontek berbangsa dan bernegara ingin lebih baik dari hari ini”, terangnya. Ketua DPD Partai Nasdem Jatim Tedjo Edi Purdianto mengatakan bahwa agenda yang dilakukan ini bukan kampanye melainkan agenda kluarga besar dapil 2 Partai Nasdem yaitu akan melantik pengurus DPD dan Ranting Kota atau Kabupaten Probolinggo serta Pasuruan. Tedjo Edi berpesan”Kepada seluruh Kader dan Pengurus setelah pelantikan untuk selalu menjaga kekompakan demi berdiri tegaknya Partai NASDEM, dan setelah itu mendapat tugas untuk suksesnya Partai Nasdem di Pemilu 2014 nanti”. Ketua DPP Partai Nasdem H. Surya Paloh dalam sambutannya mengatakan bahwa Dalam percaturan politik kehadiran Partai Nasdem banyak dipertanyakan karena sebagai partai baru, namun Surya Paloh mengajak para kader dan juga simpatisan”Mari kita bersama sama kita Jawaban bahwa kehadiran Partai Nasdem sebagai bentuk penyegaran, dimana kehidupan Partai Politik harus dipertahankan jika Negara kita menginginkan menjadi Negara Demokrasi”. Lebih lanjut Surya Paloh menegaskan”Masih banyak Partai Politik yang belum menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya, dan itu bukan kesalahan dari Partai tersebut, melainkan siapa yang mengurus Partai politik tersebut, untuk itu mari melalui Partai NASDEM kita menjadi Partai yang dapat melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya, yang salah satunya adalah Menyalurkan Aspirasi Masya Rakat”. (edy) Saat Sosialisasi Tampak Sekretaris dan Anggota BPBD Kabupaten Probolinggo Suasana sosiasliasi “Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya semua relawan bisa lebih tanggap bencana dan lebih siap menghadapi bencana yang timbul pada musim penghujan. Tetapi kami berharap pada musim penghujan nanti tidak terjadi bencana. Ini hanya antisipasi saja, takut terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ungkap Joko, demikian panggilan akrabnya. Lebih lanjut Joko mengungkapkan temu relawan ini juga untuk meningkatkan etos kerja terutama pada saat melakukan penanganan bencana, meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang baik serta meningkatkan kekompakan dan kebersamaan. “Dengan kegiatan ini kita dapat meningkatkan kualitas interaksi, komunikasi, keakraban, kebersamaan dan kesadaran kerja sama serta dapat menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan pekerjaan dan mengatasi segala macam resiko,” jelas Joko. Namun yang terpenting menurut Joko, antar organisasi bisa saling mengenal dan hasilnya positif bisa saling membantu dalam melakukan penanganan bencana. “Untuk kebersamaan, apabila terjadi bencana bisa saling bahu membahu melakukan penanganan dengan cepat sebagai upaya tanggap darurat bencana”. Melalui temu relawan ini Joko berharap agar kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik ini bisa terus ditingkatkan lagi. “Semoga ke depan relawan bisa lebih sigap dan tanggap setiap ada kejadian bencana yang tidak diduga. Sehingga penanga-nannya bisa dilakukan dengan cepat dalam rangka meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” Acara dilanjutkan dengan penjelasan dari SEKRETARIS BPBD Kabupaten Probolinggo Drs. Kusmedi. (edy) Bupati Gresik Raih Inclusif Education Award 2013 Bupati Gresik saat menerima penghargaan GRESIK, SMN - Siang ini, Senin (18/11) Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si menerima penghargaan Inclusif education award di Gor Lila Bhuana, Denpasar Bali. Penghar- gaan tersebut diterimakan Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan RI, Hamid Muhammad Ph. D. Menurut Wakil Bupati melalui kabag Humas Pemkab Gresik, Agus Walikota Probolinggo HM. Buchri. SH. MSi saat menabuh Gong tanda secara resmi dibuka gelaran MPS2 Sesen 4 Tahun 2013 mendapatkan hadiah dari Kementerian Pekerjaan Umum satu unit mobil kebakaran seharga 2,5 milyar lebih, Dikesempatan lain HM. Buchori juga mengatakan bahwa MPS2 ini bukan yang terakhir, namun masih ada satu kali lagi gelaran, yang akan dilaksanakan menjelang akhir masa jabatannya nanti yaitu di bulan Januari tahun 2014. (edy) Dispopar Kota Probolinggo Gelar Larung Sesaji Harapkan Jadi Ikon Kota Prosesi larung sesaji dengan ubo rapenya berupa macam macam PROBOLINGGO, SMN Pemerintah Kota Probolinggo dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata ((Dispobpar )menggelar larung sesaji di TPI dalam rangka 1 Muharam acara ini Sudah menjadi rutinitas tahunan bagi Pemerintah Kota Probolinggo melalui dinas terkait menggelar larung sesaji, Dan kali momen yang di gelar sebagai ungkapan rasa syukur pada sang pencipta tersebut kembali di gelar. Dengan mengambil tempat di TPI di Kecamatan Mayangan Kota probolinggo prosesi syukuran yang dihadiri beberapa pejabat dalam Pemerintahaan Kota Probolinggo tersebut tampak berjalan hikmad dan lancar tanpa halangan apapun. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Perwakilan Dispobpar Jawa Timur, Asisten, Camat, Kapolsek, Danramil, dan para undangan lainnya. Sebelum acara larung sesaji diawali dengan pertujukan salah satu kesenian yakni jaran bodak, agendha tersebut dilanjutkan dengan pembacaan doa-doa yang dibawakan oleh sesepuh salah satu paguyuban yang dilengkapi dengan segala ubo rampenya berupa macam macam yang diantaranya ada Kepala sapi, ayam, burung dara, pisang, kelapa gading, dan macam buah serta sayur, sebelum akhirnya dilarungkan ke tengah laut. Kepala Dispobpar Pemerintah Kota Probolinggo Drs. H. Paeni. MPd. MH. menyatakan bahwa larung sesaji untuk tahun ini selain diadakan sebagai ungkapan rasa syukur pada sang pencipta juga digelar dalam rangka peringatan 1 Muharam 1435 H”, ujarnya. “Momen larung sesaji dimaksudkan untuk membangun kesadaran, ungkapan rasa syukur atas anugerah yang diberikan oleh sang pencipta sekaligus sebagai ajang dalam melestarikan nilai budaya cultural jawa serta menggelorakan rasa persatuan dan kesatuan, juga melestarikan budaya leluhur. Drs, Paeni juga menyampaikan bahwa sebelum larung sesaji digelar pihaknya juga menggelar rangkaian kegiatan dalam peringatan 1 Muharam 1435 H, “ Sebelumnya kami juga telah menggelar acara lain sebelum acara puncak yakni larung sesaji ini, Dan kami berharap semoga dengan adanya agendha ini bermanfaat baik pada semua pihak, Dengan semoga dengan dilestarikannya lerung sesaji ini kedepan menjadi salah satu ikon Kota Probolinggo”. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs.H. Teguh yang dalam acara tersebut mewakili Walikota yang berhalangan hadir mengatakan bahwa, “Mudah mudahan acara larung sesaji ini bisa menjadi Ikon kota Probolinggo kedepan dan mudah mudahan bermanfaat untuk masyarakat kota Probolinggo. (edy) Pengurus atau Kader Partai Nasdem sedang berikrar BPBD Kabupaten Probolinggo PROBOLINGGO, SMN Dalam rangka untuk mensinkronkan penanganan bencana di daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menggelar temu relawan dalam bentuk outbound di wisata Ayer Dingin Desa Bremi Kecamatan Krucil, Rabu hingga Kamis (6-7/11) kemarin. Temu relawan ini diikuti oleh bermacam-macam unsur organisasi mulai dari SAR (Search And Rescue), TAGANA (Taruna Siaga Bencana), ORARI, Pramuka, Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong dan Relawan BPBD Kabupaten Probolinggo. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan temu relawan ini digelar dengan tujuan untuk koordinasi ke satuan tindak penanganan bencana dalam rangka menghadapi musim penghujan. Dimana pada musim penghujan timbul beberapa bencana, sehingga nantinya masingmasing relawan bisa melakukan tindakan sesuai dengan keahliannya. bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu yang diantaranya sembako murah, dan juga dalam rangka menggaet wisatawan, HM. Buchori juga mengharapkan kedepan kegiatan dari rakyat dan untuk rakyat, dan diwacanakan akan diundang para pelaku seni yang ada di kota probolinggo, kuliner, pedagang dalam waktu dekat, Diimformasikan juga oleh HM. Buchori bahwa Pemerintah kota belum lama dapat penghargaan dari Pemerintah Pusat yaitu Penghargaan Rengking Tertinggi Kota Sehat kategori kota sedang, dan juga akan diterima penghargaan tertinggi Nasional tentang sanitasi dan pengelolaan sampah, serta Setya Prambudi, terpilihnya Kabupaten Gresik sebagai penerima penghargaan tersebut karena Gresik komit dalam melaksanakan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Bupati Gresik ini dituangkan dalam sebuah Kebijakan Bupati sehingga dibuatlah Peraturan Bupati Gresik No. 12 tahun 2012 tentang UPT Resource Centre. “Selain itu Bupati Gresik juga menerbitkan Peraturan Bupati Gresik No. 42 tahun 2013 tentang Pendidikan Inklusif” ujar Agus. Selain membentuk UPT, membangun gedung Resource Centre yang memadai lengkap dengan sarana dan prasarananya di atas lahan seluas 12.500 Ha.Bupati Gresik juga mengadakan kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan. Baik lembaga dari dalam negeri maupun Luar negeri. Tercatat beberapa perguruan tinggi yang telah mengadakan kerjasama dengan Pemkab Gresik yaitu Unesa, Unair.Juga bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Inclusif Luar Negeri yaitu Flinders University Adelaide South Australia, AAWA, HCC yang juga difasilitasi Biro Kesejahteraan Sosial Luar Negeri Pemprov Jawa Timur. Pemkab Gresik juga aktif mengirim tenaga pendidik untuk dilatih khusus tentang Pendidikan Inclusif Ke Australia, Mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) khusus untuk Pendidikan Inklusif. Serta mengadakan workshop tentang Pendidikan Inclusif. (gus) Disnak dan Keswan Gelar Rakor dan Evaluasi IB 2013 PROBOLINGGO, SMN Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Kabupaten Probolinggo, Kamis (7/ 11) menggelar rapat koordinasi (rakor) dan evaluasi Inseminasi Buatan (IB) tahun 2013 di ruang pertemuan Kwarcab (Kwartir Cabang) Gerakan Pramuka Probolinggo. Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Budidaya Peternakan Disnak dan Keswan Kabupaten Probolinggo Suharmanto ini diikuti oleh 50 orang petugas inseminator se Kabupaten Probolinggo, 6 orang Korwil IB, 5 orang PKB (Pemeriksa Kebuntingan) serta 8 orang ATR (Asisten Tehnis Reproduksi). Dalam sambutannya Kepala Bidang Budidaya Peternakan Disnak dan Keswan Kabupaten Probolinggo Suharmanto menjelaskan program IB di Kabupaten Probolinggo bertujuan untuk meningkatkan populasi dan kualitas genetik sapi di Kabupaten Probolinggo. “Selain itu, meningkatkan nilai harga jual ternak, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak serta mendukung Program Nasional Swasembada Daging Sapi (P2SDS) Tahun 2014,” ungkap Suharmanto. Menurut Suharmanto, ada 7 (tujuh) langkah yang dapat dilakukan untuk mensukseskan program IB. Yaitu, melakukan pembentukan SPIB (Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan) Kabupaten Probolinggo, pembentukan UPTD-IB, penataan wilayah IB di lapangan serta pengetrapan pelayanan IB plus. “Selanjutnya, peningkatan kelengkapan kerja petugas IB sesuai standart kelengkapan kerja petugas IB, melakukan koordinasi yang intensif dengan instansi terkait serta menyelenggarakan kontes ternak,” jelas Suharmanto. Lebih lanjut Suharmanto menjelaskan realisasi hasil IB mulai Januari hingga September 2013, untuk akseptor mencapai 33.807 ekor dari target 47.000 ekor, kelahi- ran mencapai 27.057 ekor dari target 39.000 ekor dan hasil IB mencapai 40.935 dosis dari target 56.000 dosis. “Hasil IB pada kambing mulai bulan Januari hingga September 2013 meningkat dibandingkan tahun 2012. Dimana hasil IB men-capai 416 dosis, naik sebesar 14% dari tahun 2012 yang mencapai 373 dosis. Sementara akseptor menca-pai 413 ekor, bertambah sebanyak 51 ekor dari tahun 2012 yang mencapai 362 ekor,” terang Suharmanto. Dikatakan Suharmanto, estimasi pencapaian target tahun 2013 untuk capaian hasil IB per bulan ratarata mencapai 4500 dosis, dimana estimasi sampai Desember 2013 mencapai 54.000 dosis atau sekitar 96,4% dari target dengan prestasi hasil IB per inseminator rata-rata 2,9 dosis per hari. Padahal standart nasional sekitar 3 dosis per hari. “Perkiraan pendapatan peternak dari hasil IB se Kabupaten Probolinggo mulai Januari hingga September 2013 mencapai Rp. 216.456.000.000, hasil dari 27.057 ekor dikalikan Rp. 8 juta. Selama ini, pendataan hasil IB di lapangan dan laporan bulanan sudah semakin tertib. Saya berharap agar prestasi ini bisa terus lebih ditingkatkan lagi,” pinta Suharmanto. Meskipun demikian menurut Suharmanto, masih ada beberapa kendala dan permasalahan dalam program IB. Dimana SDM petani peternak sebagian masih rendah dan perlu pembinaan berlanjut. Selain Kabid Bidang Budaya Peternakan itu, hasil pedet kelahiran IB bebe- rapa ekor ada yang kurang baik, karena menajemen pemeliharaan/ pakan kurang standart, sehingga perlu ada bimbingan teknis manajemen pedet hasil IB. “Disamping itu, beberapa wilayah populasi sapi menurun karena harga sapi melambung tinggi, sehingga banyak peternak tergiur menjual sapinya. Pada saat musim tanam tembakau, banyak ternak dijual untuk biaya tanam. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggalakkan program IB agar angka kelahiran ternak meningkat,” pungkas Suharmanto. Sementara Kepala UPTD Inseminasi Buatan (IB) pada Disnak dan Keswan Kabupaten Probolinggo Mahmud mengungkapkan tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi kinerja inseminator selama setahun apakah telah sesuai dengan target/sasaran yang telah ditetapkan, pembinaan teknis serta diskusi tentang kendalakendala yang dihadapi inseminator di lapangan sehingga ditemukan jalan keluar. “Melalui kegiatan ini diharapkan inseminasi buatan menjadi kebutuhan masyarakat petani ternak untuk meningkatkan kualitas pedet/ sapi sehingga dapat meningkatkan harga pedet yang dapat meningkatkan kesejahteraan peternak,” ungkap Mahmud. (edy)
  6. 6. PUBLIK Karisidenan Madiun, Nganjuk, Pacitan 6 Pemkab Bingung Bupati Lantik KKMB Ngawi Lahan untuk Waduk Bupati Ngawi saat melantik KKMB Kabupaten Ngawi NGAWI, SMN - Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Ngawi. Terutama dalam menciptakan kesempatan tenaga kerja, pemanfaatan potensi lokal dan sumber pemenuhan kebutuhan produksi, serta distribusi bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat mengukuhkan 29 pengurus dan anggota Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Ngawidi Pendopo Wedya Graha kemarin (13/11). Tampak hadir pula Kepala Bappeda Ngawi M. Arif Suyudi, kepala kantor perwakilan Bank Indonesia wilayah Kediri, pimpinan Bank Jatim Cabang Ngawi, pemimpin cabang PT. BRI (Persero) kantor cabang Ngawi, Bank UMKM Ngawi, asisten dan kepala SKPD dilingkungan Pemkab Ngawi, serta para pelaku UMKM. Bupati Ngawi mengatakan, saat ini Ngawi memiliki 185.312 UMKM yang terdiri 146.111 usaha sektor pertanian dan 39.201 non pertanian. UMKM tersebut mampu menyerap 530 ribu lebih tenaga kerja. “Itu menunjukkan bahwa sektor ini berpotensi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dan penggerak dinamika perekonomian” tutumya. Ketua KKMB Ngawi Sugiharto mengatakan, sebelum dikukuhan, puluhan pengurus dan anggota KKMB itu mengikuti serangkaian seleksi. Mulai dari tes wawancara, BI checking, diklat, ujian tulis, hingga terjun kelapangan untuk mendampingi UMKM dalam mendapatkan kredit dari bank. “Mereka akan ditempatkan diseluruh wilayah Kabupaten Ngawi” ungkapnya. Sugiharto menuturkan, para pengurus KKMB itudiharapkan mampu memfasilitasi para pelaku UMKM dalam memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan. Sehingga, berdampak pada peningkatan produktivitas maupun akses pasar. Dia menambahkan, selama masa OJT, calon KKMB yang lulus dan akan menerima sertifikat dari Bank Indonesia. Sedangkan UMKM yang berhasil didampingi sebanyak 19 UMKM dengan akad kredit pembiayaan sebesar Rp 1,7 miliar lebih. Pembiayaan yang direalisasikan setelah OJT mencapai Rp. 2,4 miliar lebih. “Dengan dikukuhkannya KKMB ini, kedepan diharapkan UMKM yang ada di Ngawi bisa semakin berkembang dan maju” harapnya. (her) Kebut Berkas Korupsi PNPM Ngariboyo MAGETAN, SMN - Kalah dalam persidangan perkara KIR Bendo yang menyeret sekda nonaktif Abdul Azis tak menyurutkan nyali Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan untuk kembali melempar kasus korupsi yang ditangani ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Kali ini berkas perkara dugaan korupsi dana PNPM Mandiri Perdesaan Ngariboyo dengan tersangka Rina Wijayanti yang bakal dilimpahkan ke meja hijau. Berkas kasus yang suspect kerugian negara Rp 1,9 miliar itu sudah tahap akhir. ‘’Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semuanya bisa berjalan lancar,’’ kata Kasi Intelijen Kejari Magetan Anton Hardiman kemarin (16/11). Anton menjelaskan, pihaknya sudah mengantongi keterangan saksi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan tim ahli dari Universitas Brawijaya Malang. Informasi dari kedua lembaga itu sangat penting guna memperkuat fakta di persidangan. ‘’Hasil au- dit BPKP yang selama ini kami tunggu-tunggu. Perkara korupsi harus melampirkan audit BPKP,’’ tutur pria asal Kediri ini. BPKP dan tim ahli Universitas Brawijaya, kata dia, kelak juga akan dihadirkan sebagai saksi di persidangan untuk menyinkronkan keterangan yang diutarakan saksi sebelumnya. ‘’Kami juga harus menyesuaikan jadwal yang ada. Sebab, BPKP dan tim ahli itu menjadi saksi perkara korupsi di daerah lain,’’ urainya. Dalam perkara korupsi yang menyeret mantan bendahara PNPM itu, tim penyidik telah memintai keterangan sedikitnya 15 saksi. Mereka mayoritas pengurus Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Ngariboyo dan kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap. ‘’Kalau biasanya sehari bisa menghadirkan 4-5 saksi, dalam perkara PNPM ini maksimal 3 saksi saja,’’ jelasnya. Disinggung keberadaan tersangka yang belum ditahan, Ilustrasi Anton enggan berkomentar. Tim penyidik, kata dia, masih berkonsentrasi dengan penyelesaian berkas untuk segera menjalani tahapan pelimpahan. ‘’Itu ada tahapannya sendiri. Kami ingin fokus saja pada perkara dulu, belum ke persoalan lain-lain,’’ tuturnya. Ketua LSM Magetan Center Beni Ardi meminta kejari tidak mengulur waktu dalam penanganan perkara korupsi. Sebab, masih banyak perkara di meja tim penyidik kejaksaan. Di antaranya, kasus kunjungan kerja (kunker) fiktif DPRD 2012, anggaran DPRD 2009-2004, dan PNPM Kartoharjo. ‘’Kalau tidak tancap gas, kejari bisa keteteran. Makanya kami mendorong jaksa harus tetap melanjutkan penyidikan perkara yang ada,’’ tegasnya. Dia menilai perkara PNPM Ngariboyo selama ini terkesan diabaikan. Meski sudah ada tersangka sejak tiga bulan silam, sejauh ini belum ada perkembangan berarti. Bahkan, tersangka tunggal Rina Wijayanti masih mengirup udara bebas. ‘’Kalau ingin dilimpahkan ya segera, jangan sekadar janji-janji saja,’’ ujarnya. (Sy) Musir Lor Laksanakan Pavingisasi di Semanding Hasil dari pavingisasi NGANJUK, SMN - Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah tersedianya sarana transportasi yang baik terutama jalan. Dengan jalan yang baik memudahkan aktifitas warga dan meningkatkan baik dalam perekonomian, pendidikan, kesehatan dan pertanian. Hal ini juga menjadi perhatian Parade Reog Meriahkan Hari Jadi Provinsi Jatim Ke-68 di Pacitan PACITAN, SMN - Parade reog memeriahkan peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-68 di kabupaten Pacitan. sebanyak 10 grup seni asli Ponorogo itu unjuk kebolehan di lapangan aloon-aloon kota menghibur masyarakat. Nampak bupati Pacitan Indartato dan seluruh jajaran di tribun kehormatan menyaksikan pertunjukan seni reog yang juga digelar dalam rangkaian hari kesehatan Nasional, HUT Korpri dan HUT Dharma Wanita Persatuan. Meriahnya acara tak pelak membuat masyarakat tertarikm untuk menyaksikanya. Dari sekian grup seni reog yang tampil, Seni reog Sido Rukun desa Bangunsari Kecamatan Pacitan yang paling menyita perhatian penonton dan para undangan. Pasalnya, Seluruh pelaku seni reog, mulai dari penari jathilan, penari barong hingga para warok menampilkan pemain usia sekolah dasar. Setelah unjuk kebolehan selama kurang lebih 30 menit diohadapan bupati selanjutnya seluruh grup reog melakukan parade berkeliling jalan lingkar aloon-aloon. Bupati Pacitan Indartato sendiri sangat mengapresiasi acara ini yang menurutnya sangat baik untuk pembinaan kesenian di kabupaten Pacitan. Sebelum parade reog, peringatan hari jadi Provinsi Jawa Timur ke-68 ini diawali dengan senam aerobik serta sepeda sehat bersama bupati. Gowes bareng diikuti oleh Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pacitan, MTB 1001 goa serta masyarakat umum. Juga dilaksanakan pengobatan gratis, donor darah serta game joget meniru joget cesar. (yon) dan prioritas bagi pemerintahan desa musir lor kecamatan rejoso kabupaten Nganjuk. Karena itu program pemerintah yang masuk ke desa musir lor di wujudkan untuk membangun sarana transportasi baik itu jalan, jembatan dan plengsengan. Salah satunya adalah program bantuan keuangan dari provinsi jawa timur yang digunakan untuk pavingisasi yang diletakan di dusun semanding. Pembangunan jalan paving yang hampir selesai ini berada dibeberapa titik yang merupakan jalan masuk kepemukiman warga dan juga jalan menuju punden[tempat yang dikeramatkan] yang ada didusun semanding yang selama ini masih berupa jalan tanah yang bila dimusim hujan seringkali menyulitkan aktifitas warga karena licin dan becek sehingga memberikan permasalahan tersendiri bagi warga. Warga dusun semanding menyambut gembira dan mendukung pembangunan jalan paving ini karena dengan pavingisasi yang dilaksanakan ini membuat dusun semanding selain tampak bersih juga tampak lebih indah dan rapi. Kepala Desa Musir Lor menjelaskan bahwa pembangunan jalan paving di dusun semanding ini memang sangat di perlukan mengingat bahwa didusun semanding ini selain banyak jalan jalan kecil juga banyak gang buntu padahal cukup banyak masyarakat yang tinggal disana. Harapannya dengan dipavingnya jalan tersebut selain masyarakat dapat menikmati fasilitas jalan yang lebih baik juga diharapkan akan mempermudah masyarakat dalam melakuka perawatan sarana transportasi tersebut dikemudian hari. Selain itu sebagai kepala desa Musir lor menyampaikan bahwa dengan program yang diterimanya akan berusaha melaksanakan dengan sebaik baiknya untuk mempermudah masyarakat dan sedapat mungkin dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun desa. Sebagai kepala desa musir lor akan berusaha memberikan pengabdian dan pelayanan yang terbaik kepada desa dengan mengedepankan kebersamaan. Karena itu didalam membangun desa sebisa Kepala Desa Musir Lor mungkin masyarakat di ikutsertakan sehingga akan muncul swadaya masyarakat yang dapat membuat pembangunan dan pemeliharaan hasil pembangunan ini lebih baik dan bisa memberi manfaat yang lebih lama. (tian) MADIUN, SMN Pembangunan waduk Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun bakal memakan waktu tak sebentar. Pasalnya, lahan yang dibutuhkan adalah kawasan hutan milik Perhutani. Pemerintah daerah harus menyediakan lahan peganganti agar pembangunan waduk tersebut. ‘’Kebutuhan lahannya 10 hektare dan itu semua lahan milik Perhutani,’’ terang Wabup Madiun Iswanto, kemarin (18/11). Dijelaskan, proses pelepasan lahan milik Perhutani memakan waktu bertahun-tahun. Pemkab dan Pemprov Jatim harus menyediakan lahan pengganti untuk 10 hektare lahan yang digunakan pembangunan waduk Kresek. Seperti halnya proses pelepasan lahan untuk waduk Kedungbrubus Baru di Pilangkenceng. ‘’Ya hampir sama dengan Kedungbrubus. Kami sudah tahu bagaimana sulitnya proses pergantian lahan Perhutani itu,’’ paparnya. Tapi, Iswanto optimistis pembangunan waduk Kresek terwujud. Saat ini sudah dilakukan detail engineering design (DED) untuk penentuan lokasi waduk. Rencananya, tahun depan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo akan mengalokasikan anggaran untuk upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL). ‘’Ada perubahan lokasi untuk waduk Kresek, makanya dilakukan DED lagi untuk menentukan lokasi yang pas,’’ terangnya. Hingga saat ini Pemkab Madiun belum dapat menentukan lahan penganti pembangunan waduk Kresek. Pemkab masih meminta dinas terkait berkoordinasi dengan BBWS Bengawan Solo untuk menentukan lahan pengganti. ‘’Kami mendorong Dinas PU Pengairan segera berkoordinasi, jangan sampai sampai lahan pengganti menjadi kendala pembangunan waduk Kresek. Sampai saat ini, lahan pengantinya belum ditentukan, kami masih mencari,’’ paparnya. Menurut Iswanto, pembangunan waduk Kresek penting untuk pasokan air petani di wilayah Wungu, Geger dan Dagangan. ‘’Tiga wilayah ini kan juga ada pabrik gula, pasti sumber air yang di wilayah gunung Wilis juga dibagi untuk pabrik. Makanya dengan waduk itu, tidak ada lagi lahan bero di Dagangan, Wungu dan Geger,’’ terangnya. Selain waduk Kresek, juga akan dibangunan waduk Tugu di wilayah Gemarang. Bahkan sejak 2012 lalu sudah dilakukan studi kelayakan. Sedangkan 2013 dilakukan penyusunan DED, analisis dampak lingkungan (Amdal) serta Land Acquistion Resettlement Action Plan atau Larap. ‘’Untuk proyek fisiknya akan dikerjakan mulai 2014, anggarannya bersumber dariAPBD yang dikelola BBWS Bengawan Solo. Dipilihnya Tugu, karean ada aliran sungai lama sejak zaman Belanda di wilayah itu,’’terangnya. Keberadaan waduk Tugu akan menunjang kebutuhan air bagi petani di wilayah Gemarang, Sebagian Saradan serta Kare. (Sy) FPK Ancam Lapor Polda MADIUN, SMN Upaya Front Pemuda Kerakyatan (FPK) mengajak hearing Komisi A DPRD Kabupaten Madiun membahas dugaan pungutan dalam penerimaan CPNSD jalur K-2 kandas. Pasalnya, saat mereka Ilustrasi mendatangi gedung dewan, tak ada satu pun anggota komisi A menemui mereka. ‘’Terpaksa kami tidak masuk ke gedung dewan, karena kami hanya ditemui BKD, asisten pemerintahan yang sebenarnya sudah memberikan keterangan, penjelasan dan bertemu kami beberapa waktu lalu. Sebenarnya kami ingin bertemu komisiAdan sekda sebagai ketua tim penerimaan CPNSD,’’ ujar Ketua FPK, Tri Joko Kuncoro di depan gedung DPRD, kemarin (14/11). Dia mengaku kecewa karena tidak bisa rapat dengar pendapat dengan perwakilan dewan maupun ketua panitia CPNSD. Meski demikian, dia tetap mendesak agar dugaan pungutan untuk penerimaan CPNSD melalui jalur K-2 dihapus. Pihaknya juga meminta penerimaan harus transparan dan sesuai data base K-2 yang dimiliki Pemkab Madiun. ‘’Kalau masih nggak transparan, kami akan mengajukan gugatan ke PTUN atas hasil penerimaan K-2,’’ tambahnya. Tri Joko mengaku FPK sudah menerima sejumlah laporan terkait dugaan pungutan penerimaan K-2. Data tersebut diperolehnya saat membuka posko pengaduan CPNSD awal 2013 lalu. ‘’Ada puluhan K-2 yang mengadu pada kami. Kalau tetap tidak transparan, maka kami akan melaporkan dugaan suap dan pungutan ini ke Polda Jatim,’’ katanya. Mereka memilih berorasi di depan gedung DPRD. Sekretaris DPRD Kabupaten Madiun, Muhammad Hadi Sutikno menegaskan, tidak ada jadwal hearing antara FPK dengan komisi A. Pihaknya pun tidak pernah menerima pemberitahuan secara tertulis dari FPK terkait permintaan hearing untuk membahas K2. ‘’Jika ada surat permintaan hearing, pasti kami siapkan segala sesuatunya. Kami juga akan mengundang eksekutif yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Tapi sampai saat ini belum ada surat tertulis yang masuk,’’ terangnya. Sutikno menyebut, saat ini anggota dewan sibuk rapat dengan seluruh satker membahas RAPBD 2014. Pasalnya, 28 November mendatang, RPBD harus selesai dibahas. Sementara itu, Kepala BKD Diklat dan Pelatihan, Budi Tjajono mengatakan, saat ini sekda Soeakrdi masih berada di Bandung untuk tugas kedinasan. Sehingga pihaknya yang menemui para peserta aksi dari FPK. ‘’Silakan saja aspirasinya disampaikan. Yang jelas, penerimaan CPNSD 2013 kali ini sudah ditangani Panselnas. Sedangkan kepanitian di Kabupaten Madiun sudah sesuai perosedur. LJK sudah kami serahkan ke Panselnas setelah tes tulis,’’ katanya. (Sy) Suara Media Nasional Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 Dana Block Grant Penuh Jebakan Hukum Bagi Kepala Sekolah MADIUN, SMN - Sejak dana hibah yang lazim disebut dana Block Grant dikucurkan ke sekolah-sekolah, di tiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia ada saja yang terjadi masalah dalam pengelolaannya/penggunaannya. Kasus terbaru, dua Kepala Sekolah di Kota Madiun, Jawa Timur, menjadi ‘tumbal’ masalah pengelolaan dana Block Grant. Meski belum dibuktikan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tentang bersalah atau tidaknya dua Kepala Sekolah itu, tapi bagi masyarakat yang awam terhadap masalah hukum, azas praduga tak bersalah tak ada artinya. Begitu media mem-blow up dua kasus tersebut, masyarakat awan langsung ‘menvonis’jika dua Kepala Sekolah tersebut adalah ‘Koruptor’. Karena yang divonis sebagai koruptor oleh masyarakat awan adalah Kepala Sekolah, secara tidak langsung, dunia pendidikan ikut ‘tercoreng’. Belajar dari dua kasus diatas, selanjutnya mampukah secara hukum Kepala Sekolah selaku pengguna anggaran yang sekolahnya menerima dana Block Grant mengelola dana tersebut meski sudah mempunyai kemampuan dibidang manejerial? Menurut anggota Dewan Pendidikan Kota Madiun, Jawa Timur, Yulianto, meski berupa swakelola, jika dana Block Grant digunakan untuk merehabilatasi atau untuk membangun ruang kelas baru (RKB), tetap harus menggunakan payung hukum lainnya diluar petunjuk pelaksanaan (Junlak) dan petunjuk teknis (Juknis). “Cuma pertanyaannya, apakah semua Kepala Sekolah selaku pengguna anggaran dan penanggungjawab tunggal penerima dana Block Grant menguasai atau sekedar tahu tentang tentang payung hukum lainnya ketika menggunakan dana Block Grant untuk merehabilatasi ruang kelas atau membangun RKB?”, kata Yulianto, kepada wartawan, Sabtu (16/11/2013). Padahal sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Kontruksi yang diperkuat dengan Peraturan Menteri PU (Permen PU) Nomor 7 Tahun 2011, lanjut Yulianto, yang terlibat dalam pembangunan proyek pemerintah (meski swakelola rehabilitasi atau membangun RKB yang menggunakan dana block grant), untuk tenaga ahli dan terampil wajib memiliki sertifikat keahlian atau yang lazim disebut SKA atau sertifikat ketrampilan atau yang lazim disebut SKT yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK). Belum lagi mengenai Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Karena, dalam pasal 26 ayat (1) dalam Perpres tersebut, dijelaskan jika swakelola termasuk kegiatan pengadaan barang/jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh pengguna anggaran sebagai penanggungjawab anggaran. “Apakah semua Kepala Sekolah penerima dana Block Grant berpikir sampai sejauh itu mengenai payung hukumnya”, tambah Yulianto, yang juga anggota LSM Pelopor Anti Korupsi se-Eks Karesidenan Madiun (PAKEM), dengan nada tanya. Belum lagi jika dalam susunan panitia maupun pengawas serta pekerja tidak ada yang menguasai hal tersebut sesuai Undang-Undang (atau ada yang mencari-cari kesalahan) tentang rehabilitasi ruang kelas atau pembangunan RKB yang menggunakan dana Block Grant, dapatkah Kepala Sekolah selaku pengguna anggaran dan penanggungjawab tunggal menjelaskan yang sejelas-jelasnya tentang payung hukum yang dimadsud. “Disinilah, jika terjadi masalah, atau ada yang mencari-cari kesalahan tentang penggunaan dana block grant, Kepala Sekolah akan menjadi ‘sasaran tembak’ yang empuk bagi penegak hukum untuk dijadikan tersangka. Apalagi jika memang benar-benar sengaja meng-korupsi dana block grant melalui berbagai macam cara”, tambah Yulianto. Dalam hal ini, papar Yulianto, jika terjadi permasalahan, Kepala Sekolah tentu akan kelabakan jika seandainya ditanya oleh aparat hukum tentang Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 maupun perangkat hukum lainnya yang digunakan sebagai payung hukum oleh Kepala Sekolah dalam penggunaan dana block grant untuk merehabilitasi ruang kelas atau membangun RKB. “Jika hal itu terjadi (Kepala Sekolah tidak mengetahui payung hukumnya), penegak hukum yang melakukan penyelidikan masalah penggunaan dana block grant, dapat dikatakan sudah menemukan unsur melawan hukum yang dilakukan oleh Kepala Sekolah selaku pengguna anggaran. Jika sudah menemukan unsur melawan hukum, penegak hukum tinggal mencari kerugian negara. Jika dua unsur di atas sudah terpenuhi serta didukung minimal dua alat bukti dan keterangan saksi, 99% Kepala Sekolah jadi tersangka”, papar Yulianto. Belajar dari pengalaman dua Kepala Sekolah tersebut diatas, papar Yulianto, 31 Oktober 2013 lalu, Walikota Madiun, Bambang Irianto, mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah di Asrama Haji, Jalan Ringroad Kota Madiun. Dalam pengarahannya, Walikota meminta kepada para Kepala Sekolah agar tidak menggunakan dana block grant. Lebih-lebih untuk merehabilatasi ruang kelas. Bahkan jika perlu, Walikota meminta agar dana Block Grant dikembalikan daripada menimbulkan masalah. “Menurut saya, ini suatu pengarahan yang sangat bijak dari seorang ‘bapak’ kepada ‘anaknya’ agar dunia pendidikan, khususnya di Kota Madiun tidak kembali ‘tercoreng’ oleh dana block grant. Pengarahan Walikota Madiun kepada para Kepala Sekolah, khususnya yang menerima dana Block Grant, saya nilai sangat tepat. Karena menurut hemat saya, lebih baik Kepala Sekolah bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dengan kata lain, Kepala Sekolah tidak usah menjadi “Kontraktor” pembangunan rehabilitasi ruang kelas atau pembangunan RKB yang bersumber dari dana ‘sing empuk, e koyo ager-ager diblender’alias dana Block Grant, daripada dikemudian hari menjadi masalah hukum”, pungkas Yulianto. (Sy)
  7. 7. Suara Media Nasional Edisi 113 / V / 21-30 November 2013 REOG PONOROGO PONOROGO REPORTASE 7 Semarak Peringatan HKN Dinkes Ponorogo Menuju Indonesia Sehat dan JKN yang Bermutu Salah satu tim juri memberikan penilaian dalam lomba tumpeng PONOROGO, SMN- Semarak peringatan hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 dinas Kesehatan kabupaten Ponorogo ditandai dengan berbagai kegiatan. Mulai dari lomba nyanyi yang dikemas dalam Dinkes Idol, lomba tumpeng dan jalan santai. Antusias para peserta nampak dari kesungguhan mereka memberikan persembahan terbaik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan, staff dinas Kesehatan dan pegawai Puskesmas se-kabupaten Ponorogo. Dan diluar dugaan ternyata para pegawai kesehatan yang tiap hari bertugas melayani pasien sakit ternyata mereka juga jago nyanyi tak kalah dengan peserta Indonesian Idol. Yang tak kalah menarik adalah lomba tumpeng dengan berbagai kreasi dan citarasa yang berbeda maka membuat tim juri bingung menentu- kan pemenang. “Semuanya bagus dan mempunyai citarasa yang khas. Cukup susah juga menentukan siapa pemenangnya tapi kita bertiga akan sportif untuk menentukan juara satu, dua dan tiga”, kata salah satu tim juri lomba tumpeng. Dan sebagai puncak peringatan HKN adalah jalan santai yang dihadiri oleh wakil bupati Hj. Yuni Widyaningsih, SH. Msi. Disini disediakan berbagai hadiah dan doorprice yang cukup menarik antara lain kulkas dan sepeda gunung. “Saya ucapkan terimkasih kepada seluruh karyawan staff dinas Kesehatan dan para pegawai Puskesmas se Ponorogo atas partisipasinya untuk memeriahkan kegiatan peringatan HKN. Ini adalah wujud kekompakan dari Dinkes dan Puskesmas se kabupaten Ponorogo hingga tiap tahun acara seperti ini dapat dilaksanakan dengan meriah”, jelas Setyo Wibowo sekretaris dinas Kesehatan kabupaten Ponorogo. Lebihlanjut Setyo mengharapkan agar hal seperti ini dapat terus dipupuk mengingat kedepan tugas makin berat untuk masalah pelayanan kesehatan terutama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga butuh kekompakan. “Harapan saya di tahun 2014 sarana prasarana dan pelayanan bisa kami tingkatkan sehingga semua bisa lancar sesuai yang kita harapkan. Dan target kita untuk tahun ini Ponorogo bebas pasung seperti ang dilakukan di desa Paringan kecamatan Jenangan”, imbuhnya. Dengan tema MenujuIndonesia Sehat dan JKN yang bermutu diharapkan semua pihak termasuk tenaga kesehatan dapat berbenah dan mem- persiapkan serta memberikan pelayanan yang terbaik melalui kemudahan akses dan mutu pelayanan kepada masyarakat. (any) Jalan santai yang diiikuti oleh seluruh karyawan dan staff Dinkes Ponorogo PAW DPRD Ponorogo Akhirnya Terlaksana Bupati Ponorogo H.Amin saat berpidato Drs.Damanhuri.MM bersama Isteri Grebek Pasar BKB Ponorogo Peserta KB Meningkat Pesat PONOROGO, SMN - Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh pemerintah dengan slogan 2 anak cukup, saat ini sedang gencar-gencarnya digalakkan di Kabupaten Ponorogo. Kali ini grebeg pasar tradisional terpadu dilaksanakan di Pasar Pulung, Kec Pulung Ponorogo pada hari Rabu, 13 November 2013 kemarin. Acara grebeg pasar tradisional BKB tesebut dihadiri dan dibuka oleh Bupati Ponorogo H.Amin dan jajarannya, Plt Kepala KB propinsi Jatim Hartatik serta dihadiri pula oleh Forpimda Kabupaten Ponorogo. Dalam sambutannya Amin menghimbau dan mengajak semua masyarakat Pulung pada khususnya dan Ponorogo pada umumnya untuk masuk menjadi peserta KB bagi yang belum ber KB. Adapun macam dari jenis KB yaitu IUD, suntik, MOP. Disela-sela sambutannyaAmin mengatakan, “Dengan dibatasinya jumlah anak, otomatis keluarga kita akan sejahtera dan Perekonomian kita akan meningkat”, kata Amin. Dia juga menegaskan, “Jelasnya pendidikan anak bisa ditingkatkan karena biaya hidup untuk keluarga bisa akan berkurang sehingga bisa dialihkan untuk pendidikan anak-anak”, tegas Amin. Sementara itu masih ditempat yang sama kepala Badan KB Po- norogo Adri Susilo menjelaskan, bahwa dari sekian pelaksanaan grebeg pasar tradisional KB dari hasil pengamatan atau evaluasi menemui hasil yang sangat membanggakan. Hal tersebut disebabkan perolehan jumlah peserta selalu ada peningkatan luar biasa dan bertambah banyak. “Saya sangat senang sekali bahwa peningkatan jumlah pendaftar untuk menjadi peserta KB selalu ada peningkatan dari bulan sebelumnya, dan ini menunjukkan bahwa masyarakat Ponorogo sebenarnya sudah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya KB”, pungkas Adri Susilo. (wied) PONOROGO, SMN - Setelah tertunda sekian lama seolah tak ada kepastian, pergantian antar waktu (reshufle) pada fraksi Partai Demokrat DPRD Ponorogo akhirnya dilaksanakan. Kali ini yang di lantik adalah Drs. Damanhuri, MM. yang menggantikan anggota DPRD yang lama dari partai Demokrat Budiyono yang pindah kendaraan ke Partai Hanura. Keputusan (Pergantian Antar Waktu) PAW tersebut diambil dalam sidang Paripurna DPRD Ponorogo yang pimpin ketua DPRD Ponorogo Agus Widodo, SE. Kamis 24 Oktober 2013 yang lalu. Dalam sambutan usai pelantikan ketua DPRD Ponorogo mengatakan bahwa pergantian Antar waktu ini dilakukan saehubungan dengan pengunduran diri Budiyono karena pindah ke Partai Hanura dan menjadi Calon Legislatif nomor urut 1 dari Daerah Pemilihan IV Kabupaten Ponorogo. Prolanis Rayakan HUT RSUD Dr Hardjono yang Ke-96 PONOROGO, SMN - RSUD Dr Hardjono kabupaten Ponorogo merayakan hari ulang tahunnya yang Ke-96 tahun pada hari minggu 10/11 kemarin, acara tersebut berlangsung dengan meriah yang bertempat di halaman RSUD Dr Hardjono dan dihadiri oleh Bupati Ponorogo H. Amin, anggota senam Prolanis, serta segenap karyawan. Kegiatan tersebut diramaikan oleh senam Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan seragam yang berwarna hijau muda sehingga suasana lebih semarak yang didukung oleh instruktur-instruktur senam yang Polres Ponorogo Gelar Dzikir Akbar Forpimda Bupati Ponorogo menyerahkan potongan tumpeng kepada direktur RSUD Dr Hardjono Ponorogo. Forum Komunikasi Pencak Silat dan Bela Diri Bersama Arifin Ilham PONOROGO, SMN - Berdzikir dan berdoa itu adalah wajib dilakukan oleh setiap manusia untuk memohon kepada Tuhannya, karena manusia itu hanyalah insan yang hina dina, papa, tiada daya dan upaya, tiada kuasa, tempat salah serta dosa di hadapan-NYA, oleh karena itulah setiap insan seharusnya sadar akan kesalahan, kekhilafan serta dosa-dosa yang telah dilakukan dengan berdzikir dan berdoa untuk memohon ampunan kepada Tuhan agar diberikan dan ditunjukkan jalan yang benar dan berkah terlebih di bulan Muharram atau bulan Asyuro, karena bulan ini adalah bulan tahun baru Islam. Bilamana kita sudah mendapatkan jalan yang diberikan Tuhan maka semua urusan kita pastilah diberikan kemudahan dan kelancaran, keselamatan jasmani dan rohani serta diberikan karunia yang membuat kita bahagia, sehingga dengan begitu kita akan menjadi insan yang tawaduk dan beriman secara otomatis sudah tidak ada lagi keonaran, permusuhan,iri dengki dan semua perbuatan yang dimurkai Tuhan. Polres Ponorogo pada hari Jumat 15 November 2013 kemarin menggelar DzikirAkbar bersamaArifin Ilham ustads kondang yang diundang dan didatangkan dari Jakarta untuk memimpin dzikir dan berdoa kemarin, adapun acara tersebut bertempatAlon-alon Ponorogo tepatnya di panggung utama Alon-alon dan dihadiri oleh Kapolda Jatim yang diwakili oleh Dir Binmas Polda Jatim, Forpimda, Forum Pencak Silat dan Beladiri serta segenap anggota Forum Komunikasi dan Pencak Silat se Kabupaten Ponorogo. Lebih lanjut kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan SIK M.Si menjelaskan, kami menggelar dzikir akbar malam ini bertujuan untuk memohon bersama-sama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar situasi Kamtibmas di wilayah Ponorogo dan sekitarnya ini aman dan kondusif, jangan sampai terjadi kekacauan dan keonaran-keonaran yang mengganggu ketenteraman masyarakat, Iwan juga berharap, “jangan pernah melakukan tindakan anarki yang berdampak pada kerugian, jaga persatuan dan kesatuan antar perguruan pencak silat sehingga tercipta suatu kamtibmas yang aman dan kondusif”, pungkas Iwan. Sementara itu masih di tempat yang sama dan dalam waktu yang sama pula bupati Ponorogo H.Amin juga mengatakan dalam sambutan- Sementara itu Drs. Damanhuri, MM seusai di lantik dan diambil sumpah sebagai anggota DPRD mengatakan bahwa dia akan segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti agenda-agenda yang belum dilaksanakan terutama fokus pada bidang pendidikan, peningkatan PAD melalui pengelolaan asset daerah dan juga pengembangan Pariwisata demikian urai Daman panggilan akrabnya. Disinggung mengenai pos barunya Damanhuri akan menempati komisi A yang salah satunya membidangi Pemerintahan demikian pungkasnya seraya minta do’a dan dukungan semua pihak agar dapat mengemban amanat rakyat dengan sebaik-baiknya. (wid) nya, Saya benar-benar salud dengan Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan Sik Msi yang berani mengambil sikap disaat-saat yang rawan demi untuk keamanan dan ketertiban, dia juga mengatakan masyarakat ponorogo terkenal dengan waroknya, artinya Warok itu adalah orang yang mempunyai budi pekerti yang baik dan mempunyai kesaktian yang luar biasa dapat mengatasi persoalan yang ada di wilayahnya dengan persatuan yang kuat. Amin juga berharap, “semoga masyarakat Ponorogo khususnya perguruan pencak silat yang hadir disini menjadi warok yang sukses, dan mempunyai jiwa kesatria yang tinggi dapat membantu menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif bagi masyarakat Ponorogo”, harap Amin. (Wid) Persiapan Dzikir akbar di Alon-alon Direktur RSUD Dr Hardjono saat senam Prolanis handal yang diikuti oleh semua anggota senam Prolanis serta direktur RSUD Dr. Hardjono Drg Prijo Langgeng Trininuko, MM. sebelum acara senam dimulai dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati Ponorogo H. Amin yang kemudian diserahkan kepada direktur RSUD Dr Hardjono Drg Prijo Langgeng Tribinuko. MM. Lebih Lanjut Direktur RSUD Dr. Hardjono Drg Prijo Langgeng Tribinuka, MM menjelaskan, kami memperingati dan merayakan hari ulang tahun RSUD Dr Hardjono yang Ke96 tahun ini yaitu biar kami bisa tahu sudah berapa tahun kami berdiri, sehingga dengan begitu kami bisa selalu mengadakan evaluasi atas kemajuan-kemajuan atau kekurangankekurangan yang telah kami alami yaitu mulai dari administrasi maupun dari segi pelayanan, sehingga bila ada kekurangannya kami segera berusaha untuk memperbaikinya. Langgeng juga berharap, semoga semakin tambah tahun dan tambah usia kami semakin baik dalam segi administrasi maupun dalam segi pelayanan terhadap kesehatan masyarakat dan semakin bertambah maju dengan alat-alat yang lebih canggih dan modern, harap Langgeng. Sementara itu masih ditempat yang sama Bupati Ponorogo H. Amin mengatakan, saya sangat senang dengan diadakannya acara tersebut karena dengan demikian kita bisa selalu mengingat berapa tahun dan bagaimana kita bersusah payah dalam mendirikan sebuah rumah sakit yang selalu dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Ponorogo, dan Amin juga berharap”, Semoga RSUD Dr Hardjono Ponorogo ini semakin bertambah maju dalam pelayanan dan terlengkap peralatannya sehingga bisa menjadi rumah sakit dalam kategori Internasional”, pungkas Amin. (wid)

×