Your SlideShare is downloading. ×
0
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Pemaknaan ekonomi kelembagaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pemaknaan ekonomi kelembagaan

2,842

Published on

Published in: Technology, Economy & Finance
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
2,842
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
98
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PemaknaanEkonomiKelembagaan<br />Ekonomi Kelembagaan<br />
  • 2. Keyakinanbahwakelembagaan (institution) dapatmenjadisumberefisiensidankemajuanekonomitelahditerimaolehsebagianbesarekonom, bahkan yang paling liberal sekalipun.<br />Hinggakinimasihbelumterdapatkejelasanmengenaimaknadandefinisidarikelembagaan.<br />Banyakekonom yang mendefinisikankelembagaandenganperspektif yang beranekaragam.<br />Multiragamdefinisiinidikhawatirkanakanmenimbulkankekaburanterhadapkonsepkelembagaanitusendiri.<br />Perluadanyaperumusansecaradefinitifpengertiankelembagaansehinggamendonorkanpanduanbagisiapapun yang berminatuntukmengkajinya.<br />
  • 3. PerilakudanNilai-nilai Fundamental Manusia<br />Dalamkajianhistoris, akardariteorikelembagaansesungguhnyasudahdimulaisejak lama.<br />Terutamaahlikelembagaandaritadisi AS (American Institutionalist Tradition) seperti:<br />Thorstein Veblen, Wesley Mitchell, John R. Commons, Clarence Ayres<br />Di sampingituadajugavarian lain yang melekatpadaekonomklasikmisalnya:<br />Adam Smith dan John Stuart Mill; Karl Marx, danaliran Marxian lainnya<br />Mazhab Austria sepertiMenger, von Wieser, dan Hayek; Schumpeter<br />Dan tokohneoklasikkhususnya Marshall<br />
  • 4. Tradisi yang pertama (American institutionalist tradition) kemudiandikenalsebagai “IlmuEkonomiKelembagaan Lama”.<br />Sedangkan yang berikutnya, umumnyadipandangsebagaikelanjutandanperluasandarielemen-elemenkelembagaan yang ditemukandalamaliranekonomkiklasik, neoklasik, danmazhab Austria; biasanyadisebutsebagai: “IlmuEkonomiKelembagaanBaru”<br />Penggunaanistilah “lama” dan “baru” tidakberarti yang lama telahmatidantidakdigunakanlagi, melainkanlebihdalamkontekspembedaantradisiberpikirdankonsentrasiisu.<br />Istilah “New Institutional Economics” diambildari Oliver Williamson (1975). Biasanyadisebutdengan “Mathematical Institutional Economics”, “Theoritical Institutional Economics”, “Modern Institutional Economics” dan “Neo-Institutional Economics” (Shubik, 1975; Schotter, 1981; Coase, 1984) [Rutherford, 1994]<br />
  • 5. Menyangkutekonomikelembagaan lama sebagianbesarbersumberdariduaproyekpenelitian.<br />PenelitianpertamadipeloporiolehThorstein Veblen (yang kemudiandikembangkandandimodifikasioleh Clarence Ayres)<br />Penelitiankeduadipanduoleh John R. Commons<br />
  • 6. Veblen memusatkanperhatiannyapadadikotomiantarabisnisdanaspek industrial dalamperekonomian – yang selanjutnyafokuskajianinimengembangkandikotomiantarakelembagaandanteknologi.<br />Dalampenjelasan yang lebihmendalam, risetinidifokuskankepadainvestagiefekteknologibaruterhadapskemakelembagaan, sertamendeskripsikanbagaimanakesepakatan-kesepakatansosial (social conventions) dankelompokkepentingan (vested interest) dimapankanuntukmenolakperubahan.<br />Idetersebutseringdisandingkandenganpandangantentangstrukturekonomi modern yang melihatkekuasaanpolitikdanekonomidarikepentingankorporasibesar.<br />
  • 7. Commons lebihberkonsentrasikepadahukum, hakkepemilikan (properti rights), danorganisasi yang memilikiimplikasiterhadapkekuatanekonomi, transaksiekonomi, dandistribusipendapatan.<br />Di sini, kelembagaandilihatsebagaipencapaiandariproses formal dan informal dariresolusikonflik.<br />Jikakonfliktersebutbermuarakepadapenciptaan (perubahan) kelembagaan yang memiliki ‘nilaiyang masukakal’ (reasonable value) ataumenghasilkan ‘iramakerja yang salingmenguntungkan’ (workable mutually), makadapatdikatakanprosestersebuttelahberhasil. Demikiansebaliknya.<br />
  • 8. Kesulitanterbesardalammenjelaskanilmuekonomikelembagaanadalahpada<br />saatmendefinisikankelembagaanitusendiri.<br />Untukmemudahkan, kadang-kadangkelembagaandipandangsebagaikerangkahukumatauhak-hakalamiah (natural rights) yang mengaturtindakanindividu.<br />Padasaat lain kelembagaandimengertisebagaiapa pun yang bernilaitambahanataukritikterhadapilmuekonomiklasikatauhedonik (hedonic economics).<br />Bahkan, kelembagaanjugadimaknaisebagaiapa pun yang berhubungandengan ‘perilakuekonomi’ (economics behavior)<br />
  • 9. Lebihrumitlagi, apa pun yang berupayauntukmenghadapkanhal-hal yang ‘dinamis’ denganh ‘statis’, ‘proses’ dengan ‘komoditas’, kegiatandenganperasaan, tindakankolektifdenganindividu, manajemendengankeseimbangan, danpengawasandengankebebasan; dilihatsebagaiekonomikelembagaan.<br />Namun, seperti yang dikonsepkanolehBardhan (1989:3), kelembagaanakanlebihakuratbiladidefinisikansebagaiaturan-aturansosial, kesepakatan (conventions), danelemen lain laindaristrukturkerangkakerjainteraksisosial.<br />
  • 10. Secaradefinitif, kelembagaandapat pula dimaknaisebagairegulasiperilaku yang secaraumumditerimaolehanggotakelompok-kelompoksosial.<br />Baik yang dapatdiawasisendirimaupundimonitorolehotoritasluar (External Authority) [Rutherford, 1994:1].<br />Manig (1991:18) mencatatbahwakelembagaanmerefleksikansistemnilaidannormadalammasyarakat.<br />Ekspresilainnya, North (1994:360) memaknaikelembagaansebagaiaturan-aturan yang membatasiperilakumenyimpangmanusiauntukmembangunstrukturinteraksipolitik, ekonomidansosial.<br />
  • 11. Melaluirentetansejarah, kelembagaan yang dapatmeminimalisasiperilakumanusia yang menyimpangtelahberhasilmenciptakanketertibandanmengurangiketidakpastiandalammelakukanpertukaran.<br />Dalamkonteksinikelembagaanmemilikitigakomponen, yakni:<br />Aturan Formal (Formal institutions)<br />Aturan Informal (Informal institutions)<br />MekanismePenegakan (enforcement mechanism)<br />
  • 12. Aturan formal membentuksistempolitik (strukturpemerintahan, hak-hakindividu), sistemekonomi (hakkepemilikandalamkondisikelangkaansumberdaya, kontrak), dansistemkeamanan (peradilan, polisi).<br />Aturan informal meliputipengalaman, nilai-nilaitradisional, agama, danseluruhfaktor yang mempengaruhibentukperspektifsubyektifindividutentangduniatempathidupmereka (Pejovic, 1999:4-5)<br />Mekanismepenegakan – bahwasemuakelembagaantersebuttidakakanefektifapabilatidakdiiringidenganmekanismepenegakan. Adanya UU danupayapemerintahsuatunegaradalammenegakkan UU merupakansalahsatubentukmekanismepenegakan.<br />
  • 13. Yeager (1999:9) secararingkasmenjelaskankelembagaansebagaiaturan main (rules of the game) dalammasyarakat.<br /><ul><li>Aturan main tersebutmencakupregulasi yang memapankanmasyarakatuntukmelakukaninteraksi.</li></ul>Kelembagaandapatmengurangiketidakpastian yang inherendalaminteraksimanusiamelaluipenciptaanpolaperilaku (Pejovic, 1995:30)<br />Termasukdalamkelembagaanadalahefektivitaspenegakanhakkepemilikan, kontrakdanjaminan formal, trademarks, limited liability, regulasikebangkrutan, organisasikorporasibesardenganstrukturtatakelola yang membatasipersoal-persoalanagency.<br />
  • 14. Sebagaiabstraksi, Challen (2000:13-14) mengungkapkanbeberapakarakteristik<br />umumdarikelembagaan, yakni:<br />Kelembagaansecarasosialdiorganisasikandandidukung.<br />Kelembagaanadalahaturan-aturan formal dankonvensi informal, sertatataperilaku. [North, 1990]<br />Kelembagaansecaraperlahan-lahanberubahataskegiatan-kegiatan yang telahdipandumaupundihalangi.<br />Kelembagaanjugamengaturlarangan-larangandanpersyaratan-persyaratan[North, 1990]<br />
  • 15. Ekonomikelembagaanmemfokuskankepadastudimengenaistrukturdanfungsidarisistemhubunganmanusiaataubudaya, yang secaraeksplisitmencakupperilakudankeinginanindividudenganmempertimbangkanperilakukelompokdantujuan-tujuanumummasyarakat (publik)<br />Ekonomikelembagaantidakberupayauntukmempelajariperilakurasionaltetapijugaberusahauntukmengenalibentuk-bentukperilakusepertipolaperilakutradisionaldariindividu-individudankelompok-kelompok – yaknipolamendonorkanstabilitasdankeseragaman yang dapatdilembagakan.<br />Dalamkonteksindustri, kelembagaanmerupakanseperangkataturan yang mempengaruhibagaimanaperusahaanmengorganisasiuntukmemproduksidanmenyediakanbarang/jasamaupunberinteraksidenganpelakuekonomi lain.<br />
  • 16. SolusiPragmatisdanEvolusiSistemSosial<br />Jikadidasarkanatasdefinisi-definisi yang telahdikemukakanmakaekonomikelembagaantidaklahberhubungandenganbatangpemikiranekonomisebagaimetodeuntukmendekatimasalah-masalahekonomi.<br />Ekonomikelembagaanhanyaberfokuskepadapenyelesaianpersoalanekonomi yang spesifiksehinggadapatmenghasilkanperbaikan yang signifikan.<br />Lebihspesifiklagi – ekonomikelembagaanpedulidenganjawaban-jawaban yang benarataspertanyaan-pertanyaankebijakanpublik.<br />Dalamupayapencarianpenyelesaianatas problem-problem praktis, pendekatanekonomikelembagaanmencobauntukmemberipertimbanganterhadapseluruhaspekdarimasalah-masalahtersebut.<br />
  • 17. Secarasingkat, ciriekonomikelembagaandapatditandaidaritigakarakteristik<br />Berikut (Kapp, 1988a:99):<br />Adanyakritikumumterhadapanggapanawaldanelemennormatif yang tersembunyidarianalisisekonomitradisional (konvensional).<br />Pandanganumumprosesekonomisebagaisebuahsistemterbukadansebagaibagiandarijaringansosio-kulturalsebuahhubungan (socio-cultural network of relationship).<br />Penerimaanumumatasprinsip ‘aliransebabakibat’ (circular causation) sebagaihipotesisutamauntukmenjelaskandinamikaprosesekonomi, termasukprosesketerbelakangandanpembangunan.<br />
  • 18. Samuels (1995:573; diikutioleh Prasad, 2003:744-745) menyimpulkan<br />delapanaspekekonomikelembagaansebagaiberikut:<br />Ekonomikelembagaancenderungmenekankankepadaprosesevolusionermelaluipenolakannyateoriekonomiklasik yang percayaterhadapmekanismepenyesuaianotomatis.<br />Ahli-ahlikelembagaanmenolakpandanganneoklasikmengenaipasarbebasdanpasar yang efisien. Merekamengutamakanpandangantentangpandangantentangeksistensikelembagaan yang mengandaikanadanyatindakankolektifdariindividu-individudalammasyarakat. Merekajugaberargumentasibahwasistempasaritumerupakanhasildariperbedaankelembagaan yang telaheksisdalamkurunwaktutertentu.<br />
  • 19. Idepenting yang dibuatolehekonomikelembagaanadalahbahwafaktorteknologitidaklah “given”. Teknologimerupakanprosesperubahan yang berkesinambungandanhalitumenyebabkanperubahan yang penting pula. Denganpandanganitu, teknologidapatmenentukanketersediaandanketerjangkauansumberdayafisik.<br />Ahlikelembagaanmengkampanyekanpandangan yang menyatakanbahwasumberdayadialokasikanmelaluistrukturkelembagaan yang bermacam-macamdandalamberagamhubungankekuasaan yang hidupdimasyarakat.<br />Menurut Samuels, ‘teorikelembagaanmerupakannilai (value) yang tidakmelihatharga-hargarelatif (relative prices), namunnilaikepentinganterhadapkelembagaan, struktursosialdanperilaku.’<br />
  • 20. Kulturdankekuasaanmenentukancarabagaimanaindividuberperilaku. Individu-individudiikatolehmasyarakatmelaluinorma-normadannilai-nilaisehinggamerekacenderungbertindaksecarakolektifdaripadapribadi-pribadi.<br />Samuels berpandanganbahwaahliekonomikelembagaanlebih ‘pluralistik’ ataudemokratisdalamorientasinya. Diameyakinibahwapandanganneoklasiksering kali menerimastruktursepertiapaadanyadanberdasarkanhalitumenganggapstruktursosialdankekuasaanjugatelahadadengansendirinya.<br />Akhirnya, ekonomkelembagaanmelihatekonomimerupakancarapandang yang menyeluruh (holistic way) danmencobauntukmenjelaskanaktivitasekonomidalamperspektifmultidisipliner.<br />
  • 21. EkonomiKelembagaanBaru<br />SecaragarisbesarNew Institutional Economics (NIE) merupakanupaya ‘perlawanan’ terhadapdansekaliguspengembanganideekonomineoklasik (neoclassical economics)<br />NIE menempatkandirisebagaipembangunteorikelembagaannonpasar (non-market institutions) denganfondasiteoriekonomineoklasik.<br />Seperti yang diungkapkan North, NIE masihmemakaidanmenerimaasumsidasardarineoklasikmengenai ‘kelangkaan’ dan ‘kompetisi’ tetapimenanggalkanasumsirasionalitas instrumental (instrumental rationality)<br />NIE mengeksplorasigagasankelembagaannonpasarsebagaijalanuntukmengkompensasikegagalanpasar.<br />
  • 22. Menurut Williamson, istilah NIE digunakanuntukmemisahkandenganistilah lain yaitu OIE (Old Institutional Economics) yang dipeloporioleh Common dan Veblen.<br />Mazhab OIE berargumentasibahwakelembagaanmerupakanfaktorkuncidalammenjelaskandanmempengaruhiperilakuekonomi, namundengansedikitanalisisdantanpakerangkateoritis yang mumpuni.<br />NIE mencobamemperkenalkanpentingnyaperandarikelembagaan, namuntetapberargumentasibahwapendekataninidapatdipakaidenganmenggunakankerangkaekonomineoklasik.<br />
  • 23. Pendekatan OIE sangatmemfokuskankajiannyamengenai ‘kebiasaan’. Bagiparaahli OIE, kebiasaan/perilakudianggapsebagaifaktorkrusial yang akanmenentukanformasidansustenancekelembagaan.<br />Sementara NIE lebihmemberikanperhatiankepadakendala yang menghalangiprosespenciptaan/pengondisiankelembagaandanutamanyamemfokuskankepadapentingnyakelembagaansebagaikerangkainteraksiantarindividu (Hodgson, 1998:180-181; Williamson, 1998:75).<br />Karakteristikdariparaahli NIE adalahselalumencobamenjelaskanpentingnyapentingnyakelembagaan (emergency of institutions), sepertiperusahaanataunegara, sebagai model referensibagiperilakuindividu yang rasionaluntukmencegahkemungkinan yang tidakdiinginkandalaminteraksimanusia.<br />
  • 24. Padaakhirnya, NIE (danekonomibiayatransaksi) membangungagasanbahwakelembagaandanorganisasiberupayamencapaiefisiensi, meminimalisasikanbiayamenyeluruh (bukanhanyabiayaproduksi, seperti yang disuarakanolehpendekatanneoklasik, tetapijugabiayatransaksi).<br />NIE beroperasipadadua level, yaknilingkungankelembagaan/institutional environment (makro level) dankesepakatankelembagaan/instituitonal arrangement (mikro level)<br />Williamson mendeskripsikaninstitutional environmentsebagaiseperangkatstrukturaturanpolitik, sosialdan legal yang memapankankegiatanproduksi, pertukaran, dandistribusi.<br />Sebaliknya, level analisismikroberkutatdenganmasalahtatakelolakelembagaan.<br />
  • 25. KarakteristikUmumEkonomiKelembagaan:<br />Seluruhkelembagaanmemasukkaninteraksipelakudenganadanyaumpanbalik yang penting.<br />Seluruhkelembagaanmemilikisatuankarakteristik, sertakonsepsidanrutinitasumum.<br />Kelembagaanberlanjutdandilanjutkanoleh, ekspektasidankonsepsi yang terbagi.<br />Meskipunkelembagaantidakabadi, namunmempunyaikemampuanrelatifuntukbertahan (durable), memaksakansendiri (self-enforcing) dankualitaskegigihan.<br />Kelembagaanmemasukkannilai-nilaidanprosesevaluasinormatif. Secarakhusus, kelembagaanmemaksakankembalilegitimasi moral yang dimiliki: bahwadayatahansering kali (benaratausalah) merupakansoalapakahsecara moral diterimaatautidak.<br />
  • 26. Untuktujuananalisiskelembagaan, beberapaperubahankrusialdiperkenalkan<br />kedalamteoriortodoksmengenaiproduksidanpertukaran (Furubotndan<br />Richter, 1991:4):<br />Metodologiindividualisme (methodological individualism): merupakaninterpretasibaru yang telahdiberikanuntukperanindividusebagaipengambilkeputusandalamsebuahorganisasi. Pusatgagasaniniadalah ‘masyarakat’, ‘negara’, ‘perusahaan’, atau ‘partai’ tidaklahdipahamisebagaientitaskolektif yang menyingkapiaktor-aktorindividu.<br />Maksimisasikegunaan (utility maximization): Individudiasumsikanmencarikeuntunganpribadidanberupayamemaksimalkankepuasanberhadapandenganrintangan-rintangan yang eksisdalamstrukturorganisasi.<br />
  • 27. Rasionalitasterikat (bounded rationality): mendektaikondisidunianyatamelaluikelembagaansecaradekat. Adalahpentinguntukmemahamiidebahwaindividumemilikiketerbatasankemampuanuntukmendapatkandanmemprosesinformasi.<br />Perilakuoportunistik (opportunistic behavior): Seperti yang dikemukakanoleh Williamson (1975), sementararasionalitasterikat/terbatasmencegahpembuatankontrak yang lengkap, dimanahalituterjadisecaraumumtidaklahmenjadimasalahapabilaseluruhpelakuekonomibertindakjujur.<br />
  • 28. NIE iniberanjakdarirealitasbahwainformasijarang yang kompletdanmasing-masingindividumemilikiide yang berbeda-bdea.<br />Transaksikemudiandiasosiasikansebagaikeniscayaandalam model dansebaliknyatidakberlakudalam model neoklasik: yaitubiayauntukmencariharga yang relevan, negosiasidanmenyepakatikontrak, sertakemudianmengawasidanmemaksakannya.<br />Secaradefinitifkelembagaanberartiupayauntukmengurangibiayainformasidantransaksitersebut.<br />NIE adalahpengembangandariekonomineoklasik yang memasukkanperanbiayatransaksidalampertukarandanjutgamengambilkelembagaansebagairintangankritisdalamupayamemperolehkinerjaekonomi (Harris, et. al. 1995:3).<br />
  • 29. SistemKontrakdanMekanismePenegakan<br />Dalampendekatanekonomibiayatransaksi (transaction costs economics/TCE), basis dari unit analisisadalah ‘kontrak’ atautransaksitunggalantaraduapihak (parties) yang melakukanhubunganekonomi.<br />Dalam TCE, badanpenegakankontrakdariluar (external contract-enforcement agency), yang biasadisebutlembagahukum (legal institution) yang mengaturkontrak, diasumsikaneksis, meskipunkadangkalakinerjanyamengalamihambatan-hambatanakibatkesulitanmemverifikasi, baik-burukpelaku-pelaku yang terikatdalamkontrak.<br />Dengankata lain, TCE mengasumsikanbahwakontrakdapatditegakkan (dipaksakan) dalamkoridorlembagahukum yang eksisdanketersediaanhinformasi yang cukup (Dixit, 1996:48).<br />
  • 30. Konsepkontrakdalam NIE, menurut Richter, sebetulnyaadalahkonsepmengenaihakkepemilikan (property rights) yang dalambanyakhallebihluasdibandingdengankonsephukumtentangkontrak.<br />Asumsidasarnyaadalahmasing-masingjenisdaripertukaranhakkepemilikandapatdimodelkansebagaitransaksi yang mengaturkontraktersebut (Birner, 1999:48).<br />Dalamteoristandar (neoklasik) kontrakbiasanyadisumsikandalamkondisilengkap (complete contract) yang dapatdibuatdanditegakkantanpabiaya (costlessty).<br />Dalamrealitasnya, untukmembuatdanmenegakkankontrak yang kompletsangatlahsulitkarenaadanyabiayatransaksi.<br />Secaraumumtidaklahmungkinuntukmenghitungseluruhpotensiketidakpastiandalammembuatkontrak.<br />Salahsatucara yang mungkinadalahdenganmembuatpermodelanpersoalan-persoalan yang berkaitandenganinformasi yang terbatas – untukkemudiandigunakansebagaibahanreferensiuntukmembuatkontrak yang komplet.<br />
  • 31. Dalamkenyataannya, kontrakselalutidaklengkapkarenaduaalasan:<br />Adanyaketidakpastian.<br />Kinerjakontrakkhusus – misalnya, menentukanjumlahenergi yang dibutuhkanpekerjauntukmelakukanpekerjaanrumit.<br />Olehkarenaitu, adanyapelanggarankontraksering kali menyulitkanpihakketiga (pengadilan) untukmemberikanbuktisebagaidasarkeputusan.<br />Hampirseluruhkesepakatankontrak yang aktualberisikombinasieksplisitdanimplisitdarimekanismepenegakan.<br />Sebagaitambahan, biayakontrak yang mengandaikanadanyaketidaklengkapandarikontrak yang eksplisit, membutuhkankehadiran ‘biayasemu’ yang dapatdigunakanbagiperusahaanuntukmelakukaninvestasi.<br />
  • 32. Dalamkegiatanekonomi modern saatini, tipekontraksetidaknyadapat<br />Dipilahdalamtigajenis:<br />Teorikontrakagen (agency-contract theory)<br />Teorikesepakatanotomatis (self-enforcing agreements theory)<br />Teorikontrak-relasional (relational-contract theory)<br />
  • 33. Teorikontrakagen (agency-contract theory)<br />Terdapatduapelaku yang berhubungan; prinsipaldanagen – dalamposisiduapelakuiniinformasi (setelahkontrakdilakukan) diandaikanasimetriskarena:<br />Tindakanagentidakdapatdiamatisecaralangsungolehprinsipal.<br />Pihakagenmembuatbeberapapengamatan yang tidakdikerjakanolehprinsipal (dalamkasusshare-shopping, misalnyaagentahupersisberapa output yang dihasilkantetapiprinsipaltidakmengetahuinya)<br />Padakasusinisangatmahalbagiprinsipaluntukmengawasitindakan<br />agensecaralangsungataumendapatkanpengetahuan yang lengkap<br />dariinformasi yang diperolehagen.<br />
  • 34. Teorikesepakatanotomatis (self-enforcing agreements theory)<br />Dalamteoriiniasumsi yang bekerjaadalahtidakseluruhhubunganataupertukarandapatditegakkansecarahukum (Furubotndan Richter, 2000:156-157).<br />Di sinidinyatakanbahwasistemhukumsangatmungkintidaksempurnaatauinformasi yang relevantidakdapatdiverifikasiolehpengadilan.<br />Salahsatukemungkinanbagirelasibisnisdalamjangkapanjangadalahmembuatataumenemukansebuahkontrak yang berisikesepakatan yang dapatditegakkansecaraotomatis.<br />Kontraksemacaminididesainuntukmemastikanbahwakeuntungandariberbuatcurangakanlebihkecildaripadakeuntungan yang didapatdenganmematuhiisikontrak.<br />
  • 35. Teorikontrak-relasional (relational-contract theory)<br />Kontrakrelasionaldapatdipahamisebagaikontrak yang tidakdapatmenghitungseluruhketidakpastiandimasadepan, tetapihanyaberdasarkankesepakatandimasasilam, saatinidanekspektasiterhadaphubungandimasadepandiantarapelaku-pelaku yang terlibatdalamkontrak (Macneil, 1974; dalamFurubotndan Richter, 2000:158).<br />Olehkarenaitu, kontrakdalampengertianinimengacukepadaderajat yang bersifatimplisit, informal dantanpaikatan<br />
  • 36. Dari review terhadapberagamstuditentangkontrak yang telahdilakukan,<br />terdapatempataspek yang dapatdisimpulkanmenjadifaktorperedaanjenis<br />kontrak (Menrad, 2000:236):<br />Jangkawaktudarikontrak<br />Derajatkelengkapan – mencakupvariabel-variabelharga, kualitas, aturanketerlambatan (delay), danpenalti.<br />Insentif<br />Prosedurpenegakan yang berlaku.<br />
  • 37. Dalammasyarakat yang kelembagaanpenegakannyatidakberjalandenganbaik, individu-individudanperusahaan-perusahaancenderungmenghindariuntukmembuatkesepakatan-kesepakatan yang kompleks, yaknitransaksi yang penegakannyatidaksecaraotomatis.<br />Setidaknyaterdapatduatipepenegakan yang eksisdalammasyarakat, yakniaturan formal dan informal<br />Derajataturan-aturan yang mencobauntukmengelolaperilakusangattergantungkepadapenegakantersebut.<br />Penegakansendiridipengaruhiolehkekuasaanpenekanandarinegaraataunorma-normadalammasyarakat.<br />
  • 38. Kontrakmenghubungakanantarasatupelakudenganmitralainnyakarenaadanyaasassalingmenguntungkan, tetapipadasaat yang samakontrakjugaberesikomelaluipraktekoportunisme.<br />Hasilnyaterdapatgodaanbagisatuataulebihpelakuuntukberbuatmenyimpang.<br />Hal inimembuattugasmengaturhak-hakmenjadiisuutama, denganprosedurpenegakanmenjadikunciuntukmenentukanberhasilatautidaknyasebuahkesepakatan (Ménard, 2000:240).<br />Isu yang utamaadalahmencarikesepakatan yang optimal, yaknikontrakdidesainsebegiturupasehinggapelaku (agents) memilikiinsentif yang memadaiuntukmematuhiataskontrak yang telahdisepakati.<br />

×