Your SlideShare is downloading. ×
KATA PENGANTAR       Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan berbagai manfaatkepada kita terutama nikmat dan...
BAB I                              PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG       Demokrasi-oleh banyak pihak-dianggap sebagai suatu s...
kita akan lebih memahami secara mendalam akan konsep dasar identitasnasioanal dan globalisasi yang sangat di butuhkan dala...
BAB II                                  PEMBAHASANA. KONSEP DASAR CIVIC EDUCATION        Civic Education, sejatinya dipaha...
Pendidikan    Kewarganegaraan,     melainkan    juga   membangun      kesiapan  warganegara menjadi warga dunia (global so...
dari 52 negara. Para peserta sepakat membentuk “Civitas Internasional” yangmenyimpulkan pentingnya pendidikan demokrasi ba...
C. UNSUR-UNSUR PEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL  a. Sejarah         Menurut catatan sejarah, belum menjadi identitas negara ba...
berkembang saat itu dalam pancasila. Sebagai sebuah konsensus nasional,  pancasila merupakan sebuah pandangan hidup indone...
BAB III                                 PENUTUPA. KESIMPULAN      Pertama, Civic Education tidak hanya sekadar melayani ke...
masyarakat sipil secara aktif dalam setipa kegiatan yang menunjang  demokratisasi, penegakan HAM dan perwujudan civil soci...
DAFTAR PUSTAKA1. http://wordpress.com2. http://gumuntur.wordpress.com3. http://nursalimrembang.wordpress.com4. http://agun...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah civic baron

7,080

Published on

Pendidikan Kewarganegaraan

Published in: Education, Business, Technology
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
7,080
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
97
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Makalah civic baron"

  1. 1. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan berbagai manfaatkepada kita terutama nikmat dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikanmakalah ini pada waktu yang telah di tentukan, serta tidak lupa pula kita haturkanshalawat serta salam kepada sang revormis sejati yakni baginda Nabi MuhammadSaw yang telah membawa kita pada ruangan indahnya islam hingga saat ini . Misi pembuatan makalah ini untuk lebih memahami tujuan dan manfaatmempelajari ushul fiqh dengan penjelasan-penjelasan serta metode-metode yangdipakai oleh para imam mujtahid dalam mengambil hukum yang kita warisi selamaini. Sehubungan dengan terbentuknya makalah ini maka kami berharap makalahini akan memberikan manfaat yang signifikan terhadap pengetahuan terutama mahasiswa baru. Kemudian penulis berterimakasih kepada pembimbing, dengan akhir kataapabila ada kesalahan maka kami mengharapkan kritik dan saran yang membangunagar penulis lebih teliti dalam pembuatan makalah berikutnya. 1
  2. 2. BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Demokrasi-oleh banyak pihak-dianggap sebagai suatu sistem yang kehidupan yang dapat menjamin warga masyarakat mencapai kehidupan yang sejahtera. Sejalan dengan keyakinan tersebut, dewasa ini banyak bangsa-bangsa di dunia, termasuk di Indonesia tengah melakukan transformasi dan transisi menuju masyarakat demokratis setelah lebih dari 30 tahun berada dalam kekuasaan otoriter. Demokratisasi bukanlah sesuatu “barang” yang mudah diperoleh dan sederhana untuk direalisasikan, melainkan suatu proses yang sangat rumit dan membutuhkan kesiapan dan dukungan semua pihak untuk merealisasikannya, termasuk di dalamnya bagaimana membangun struktur dan kultur yang demokratis. Proses demokrasi tanpai dibarengi dengan struktur dan kultur yang demokratis hanya akan menjadikan proses tersebut sebagai sebuah reaksi atas trauma politik masa lalu yang tidak memiliki arah. Dengan kata lain, untuk membangun masyarakat yang demokratis harus dibarengi dengan suatu rekayasa sistemik untuk membangun struktur sosial politik dan kultur yang demokratis. Upaya membangun kultur demokrasi tersebut, menurut Almond harus melewati 3 (tiga) tahap. Pertama, pengembangan institusi yang demokratis. Kedua, menciptakan kondisi sosial dan personalitas individu yang mendukung terwujudnya demokrasi. Ketiga, mewujudkan struktur sosial dan kultur politik yang demokratis (Almond; 1996). Dalam konteks itu semua, maka pendidikan dianggap sebagai salah satu instrumen (sekalipun bukan satu-satunya) untuk membangun kultur demokrasi tersebut, melalui pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia dalam proses pendidikan, utamanya melalui pembelajaran Civic Education, mulai tingkat dasar, menengah sampai pada jenjang perguruan tinggi.B. RUMUSAN MASALAH Makalah ini menyusun konsep dasar dan unsur pembentukan identitas nasional secara keseluruhan ,baik itu hakekat dan dimensi identitas nasioanl, Unsur pembentukan nasionalime dan globalisasi, politik indonesia modern dan lain-lain.Yang akan menyusun dasar identitas nasional dan globalisasi sehingga 2
  3. 3. kita akan lebih memahami secara mendalam akan konsep dasar identitasnasioanal dan globalisasi yang sangat di butuhkan dalam kehidupan sehari-haribaik itu dalam mengajar secara individu, maupun dalam suatu organisasi. 3
  4. 4. BAB II PEMBAHASANA. KONSEP DASAR CIVIC EDUCATION Civic Education, sejatinya dipahami sebagai wahana pendidikan yang didesain untuk membina dan mengembangkan sikap warganegara yang baik, cerdas, kritis dan partisipatif (smart and good citizen) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, baik dalam konteks lokal, regional maupun internasional. Secara lebih sederhana, Civic Education dipahami sebagai wahana pendidikan demokrasi (democracy education) bagi warganegara. Menurut Azra, Pendidikan Demokrasi secara substantif menyangkut soisalisasi, diseminasi, aktualisasi dan implementasi konsep, sistem, nilai, budaya dan praktik demokrasi melalui pendidikan (Azra, 2002: 166). Dalam praktiknya, Pendidikan Kewargaan (Civic Education) tersebut memiliki peristilahan yang berbeda, seperti Citizenship Education, Humanright Education dan Democracy Education. Di Inggris misalnya, menyebut Pendidikan Kewargaan (Civic Education) dengan Citizenship Education, yang pada tahun 2002 ini menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Inggris. Bahkan di negara-negara Arab-seperti Yordania dan Sudan-istilah Civic Education diterjemahkan dengan al-tarbiyah almuwathanah dan altarbiyah al-wathaniyah. Pendidikan Kewargaan yang diidentikkan dengan pendidikan HAM (Humanright Education) mengandung pengertian aktivitas mentransformasikan nilai-nilai HAM kepada masyarakat agar tumbuh kesadaran akan penghormatan, perlindungan dan penjaminan HAM sebagai sesuatu yang kodrati dan dimiliki setiap manusia. Di Indonesia, penerjemahan Civic Education mengalami beberapa penerjemahan, yakni istilah Pendidikan Kewargaan dan Pendidikan Kewrganegaraan, Istilah Pendidikan Kewargaan pada satu sisi identik dengan Pendidikan Kewarganegaraan. Namun disisi lain istilah Pendidikan Kewargaan secara substantif tidak saja mendidik generasi muda menjadi warganegara yang cerdas dan sadar akan hak dan kewajibannya dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang merupakan penekanan dalam istilah 4
  5. 5. Pendidikan Kewarganegaraan, melainkan juga membangun kesiapan warganegara menjadi warga dunia (global society). Dengan demikian orientasi Pendidikan Kewargaan secara substantif lebih luas cakupannya dari istilah Pendidikan Kewarganegaraan. Sementara itu, Pendidikan Kewarganegaraan menurut Zamroni adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis, melalui aktivitas menanamkan kepada generasi baru kesadaran bahwa demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hak-hak warga masyarakat; demokrasi adalah suatu learning proses yang tidak dapat begitu saja meniru dari masyarakat lain; kelangsungan demokrasi tergantung pada kemampuan mentransformasikan nilai-nilai demokrasi. Selain itu Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu proses yang dilakukan oleh lembaga pendidikan di mana seseorang mempelajari orientasi, sikap dan prilaku politik sehingga yang bersangkutan memiliki political knowledge, awareness, attitude, political efficacy dan political participation serta kemampuan mengambil keputusan politik secara rasional dan menguntungkan bagi dirinya juga bagi masyarakat.B. SEJARAH PERKEMBANGAN Gerakan Community Civics pada tahun 1907 yang dipelopori W.A. Dunn adalah permulaan dari keinginan lebih fungsionalnya pelajaran bagi para siswa dengan menghadapkan mereka kepada lingkungan atau kehidupan sehari-hari dalam hubungannya dengan ruang lingkup lokal, nasional maupun internasional. Gerakan Community Civics ini dimaksudkan pula bahwa Civics membicarakan pula prinsip-prinsip ekonomi dalam pemerintahan, usaha-usaha swasta, maupun masalah pekerjaan warganegara. Hampir bersamaan dengan timbulnya gerakan Community Civics yang tersebut, ada lagi gerakan yang membarengi gerakan Community Civic tersebut, yaitu gerakan Civic Education atau banyak juga yang menyebut Citizenship Education. Alasan timbulnya gerakan Civic Education tersebut hampir sama dengan alasan Community Civics, tetapi dalam beberapa hal dapat diartikan luas. Pada Juni 1995 dibentuk sebuah lembaga “Civitas Internasional” pada di Praha yang dihadiri oleh tidak kurang dari 450 pemuka pendidikan demokrasi 5
  6. 6. dari 52 negara. Para peserta sepakat membentuk “Civitas Internasional” yangmenyimpulkan pentingnya pendidikan demokrasi bagi penumbuhan “CivilCulture” untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintahdemokratis (Democratic governmence). Penumbuhan dan pengembangan civil culture dapat dikatakan merupakansalah satu tujuan penting pendidikan kewargaan (Civic Education). Tetapi harussegera diakui, sementara para ahli pendidikan kewargaan umumnya sepakatbahwa peranan pendidikan kewargaan dalam pengembangan demokrasi dankewargaan demokratis telah jelas, tetapi dalam prakteknya masih terdapatperbedaan-perbedaan. Mereka sepakat bahwa demokrasi-demokrasi yang tengahtumbuh — seperti Indonesia sekarang — memerlukan sarana dimana generasimuda umumnya dapat menjadi tahu dan sadar tentang pengetahuan, keahlian,keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menyangga, memelihara danmelestarikan demokrasi. Tetapi, seperti dikemukakan Print, bagaimana semuahal itu bisa dicapai melalui pendidikan kewargaan tidaklah jelas ( Print 1999 :11). Pada beberapa negara Barat, seperti AS dan Australia, program pendidikankewargaan telah menjadi bagian kurikulum sekolah setidak-tidaknya dalam satudasawarsa terakhir. Postulat yang berada dibalik penerapan pendidikan kewargaan di AS adalahbahwa pemeliharaan tradisi demokrasi tidak bisa diwariskan begitu saja; tetapisebaliknya harus diajarkan, disosialisasikan, dan diaktualisasikan kepadagenerasi muda melalui sekolah. Lebih daripada postulat penting tersebut, dalampandangan banyak ahli pendidikan dan demokrasi Barat, pendidikan kewargaanmerupakan kebutuhan mendesak karena beberapa alasan kuat lainnya. Pertama,meningkatnya gejala dan kecenderungan political illeteracy, tidak melek politikdikalangan warganegara. Banyak warga barat, khususnya generasi muda tidakmemiliki political literacy, tidak mengetahui persis cara kerja demokrasi danlembaga-lembaganya. Kedua, Meningkatnya political apathism, yang terlihatantara lain dari relatif sedikitnya jumlah warga negara yang memberikan suaradalam pemilu, atau terlibat dalam proses-proses politik lainnya. 6
  7. 7. C. UNSUR-UNSUR PEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL a. Sejarah Menurut catatan sejarah, belum menjadi identitas negara bangsa yang modern, bangsa indonesia pernah mengalami masa kejayayan, sebagai bangsa maritin kehandalan bangsa indonesia dalam pembuatan kapal pinisi di masa lalu merupakan identitas pengetahuan bangsa indonesia yang tidak dimemiliki oleh bangsa lain di dunia. b. Kebudayaan Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional dan globalisasi yaitu .akal budi, peradaban, dan pengetahuan c. Suku bangsa d. Agama Dimana peran agama tiada lain untuk mensyukuri nikmat kemajmukan pemberian Allah dapat di lakukan dengan salah satu sikap dan tindakan untuk tidak memaksakan keyakinan dan teradisi suatu agama baik mayoritas maupun minoritas atas kelompok lainnya. e. Bahasa Bahasa adalah salah satu atribut identitas nasional indonesia, sekalipun indonesia memiliki ribuan bahasa daerah, kedudukan bahasa indonesia sebagai bahasa penghubung, dalam peristiwa sumpah pemuda tahun 1928 yang menyatakan bangsa indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa indonesia, telah memberikan nilai tersendiri bagi pembentukan identitas nasional indonesia.D. PANCASILA SEBAGAI NILAI BERSAMA DALAM KEHIDUPAN KEBANGSAAN DAN KENEGARAAN Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup dengan kelenturan budaya-nya untuk mengadaptasi unsur-unsur luar yang di anggap baik dan dapat memerkaya nilai-nilai lokal, ketidakmampuan beradaptasi dengan budaya luar setiap kali menempatkan bangsa tersebut ke dalam kisaran kehilangan identitas namun tidak pula berhasil hidup dengan identitas barunya yang di adopsi dari luar, sedangkan pancasila adalah capaian demokrasi paling penting yang di hasilkan oleh para pendiri bangsa (Founding Fathers) indonesia, pancasila tidak lain merupakan sebuah konsensus nasional bangsa indonesia yang majemuk, pancasila merupakan bingkai kemajmukan bangsa indonesia. Indonesia merupakan kawasan subur bagi pertumbuhan beragam agar aliran pemikiran dan pergerakan nasional dengan basis ideologi yang beranekaragam: nasionalisme, sosialisme, liberalisme, islamisme, humanisme dan sebagainya. Di samping beragam ideologi dunia tersebut, sebagai kawasan yang kaya dengan tradisi dan budaya. Pada tanggal 1 juni 1945 pandangan soekarno tentang pancasila merupakan ijtihadnya untuk mewadahi beragam aliran pemikiran dan kelompok pergerakan nasional pada waktu itu. Di dasari semangat mempersatukan indonesia yang luas dan majmuk, soekarno menyerap dinamika pemikiran dan ideologi yang 7
  8. 8. berkembang saat itu dalam pancasila. Sebagai sebuah konsensus nasional, pancasila merupakan sebuah pandangan hidup indonesia yang terbuka dan bersifat dinamis, sifat keterbukaan pancasila dapat di lihat pada muatan pancasila yang merupakan perpaduan antara nilai-nilai keindonesiaan yang majemuk dan nilai-nilai yang bersifat universal. Sepanjang sejarah orde baru, pancasila sudah di jadikan alat untuk membungkam saudara kedaulatan rakyat dengan atas nama pembangunan nasional. Orde baru juga telah melakukan penyeragaman tafsir atas pancasila yang di sebarluaskan melalui penataran dan pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi. Reformasi yang sejatinya merupakan keberlangsungan menuju kedewasaan menjadi sebuah bangsa yang besar dan perubahan menuju tatanan nasional yang lebih baik. Sebagai sebuah karya luhur anak bangsa, pancasila selayaknya di tempatkan secara hormat dalam khazanah kehidupan berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia.E. REVITALISASI PANCASILA DALAM KONTEKS PERBUAHAN SOSIAL POLITIK INDONESIA MODERN menurut Azra, ada tiga faktor yang membuat pancasila semakin sulit dan margianal dalam perkembangannya saat ini a. Pancasila terlanjur tercemar karena kebijakan rezim soeharto yang menjadikan pancasila sebagi alat politik untuk mempertahankan status kekuasaannya. b. Liberalisasi politik dengan penghapusan ketentuan yang di tetapkan presiden BJ. Habibie tentang pancasila sebagi satu-satunya asas setiap organisasi. c. Desantralisasi dan otonomisasi daerah yang sedikit banyak mendorong penguatan sentiment kedaerahan. Perlunya revitalisasi pancasila karena di dasari keyakinan bahwa pancasila merupakan sampul nasional yang paling tepat bagi indonesia yang majemuk. 8
  9. 9. BAB III PENUTUPA. KESIMPULAN Pertama, Civic Education tidak hanya sekadar melayani kebutuhan- kebutuhan warga dalam memahami masalah-masalah sosial politik yang terjadi , tetapi lebih dari itu. Ia pun memberikan informasi dan wawasan tentang berbagai hal menyangkut cara-cara penyelesaian masalah . dalam kontek ini, civic education juga menjanjikan civic knowledge yang tidak saja menawarka solusi alternatif, tetapi juga sangat terbuka dengan kritik (kontruktif). Kedua, Civic education dirasakan sebagai sebuah kebutuhan mendesak karena merupakan sebuah proses yang mempersiapkan partisipasi rakyat untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara demokratis. Pendidikan yang bersifat demokratis, harus memiliki tujuan menghasilkan tujuan menghasilkan lulusan yang mampu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan mampu mempengaruhi pengambilan keputusan kebijakan publik. Dengan kata lain, pendidikan harus mampu menanamkan kesadaran dan membekali pengetahuan kan peran warga dalam masyarakat demokratis. Guna membangun masyarakat yang demokratis diperlukan pendidikan agar warganya dapat mengkritisi dan memahami permasalahan yang ada. Dengan demikian civic education akan menghasilkan suatu pendidikan yang demokratis dengan melahirkan generasi masa depan yang cerdas, terbuka, mandiri dan demokratis. Sehingga diharapkan civic education dapat memberikan nilai-nilai demokrasi dengan tujuan : Pertama, Dapat memberikan sebuah gambaran mengenai hak dan kewajiban warga negara sebagai bagian dari integral suatu bangsa dalam upaya mendukung terealisasinya proses transisi menuju demokrasi, dengan mengembangkan wacana demokrasi, penegakan HAM dan civil society dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua, Menjadikan warga negara yang baik (good citizen) menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengedepankan semangat demokrasi keadaban, egaliter serta menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Ketiga, Meningkatkan daya kritis masyarakat sipil. Keempat, Menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan 9
  10. 10. masyarakat sipil secara aktif dalam setipa kegiatan yang menunjang demokratisasi, penegakan HAM dan perwujudan civil society.B. SARAN DAN KRITIK Dengan demikian tersusunya makalah ini sesuai dengan batas yang telah di tentukan, maka penulis mengucapkan alhamdullillah, akan tetapi tidak luput dari semua itu, penulis juga dalam menyusun makalah ini mempunyai dan memiliki kekurangan. Maka dari itu penulis perlu kritik dan saran dari semua pihak dimana pihak tersebut akan memacu penulis untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam menyusun makalah ke depannya serta membangun yang akan meningkatkan motivasi penulis. Dengan akhir kata penulis mengucapkan terimakasih. 10
  11. 11. DAFTAR PUSTAKA1. http://wordpress.com2. http://gumuntur.wordpress.com3. http://nursalimrembang.wordpress.com4. http://agungsaputra-pendidikan.blogspot.com5. http://www.anakciremai.com6. http://www.scribd.com 11

×