• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Rumusan dan pengembangan indikator
 

Rumusan dan pengembangan indikator

on

  • 7,542 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,542
Views on SlideShare
7,542
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
104
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Rumusan dan pengembangan indikator Rumusan dan pengembangan indikator Document Transcript

    • BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Merumuskan indikator pencapaiaan diperlukan untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar secara nasional. Karena itu indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi dan berfungsi sebagai: 1. Pedoman dalam merumuskan tujuan pembelajaran 2. Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran 3. Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran 4. Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup kognitif (pengetahuan), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor). Indikator dikembangkan sesuai dengan (a) karakteristik peserta didik, (b) mata pelajaran, (c) satuan pendidikan, (d) potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.B. Rumusan Masalah Adapun masalah yang akan dibahas dalm makalah ini adalah 1. Pengertian indikator 2. Mekanisme Pengembangan Indikator 3. Alasan Pengembangan KD dan IndikatorC. Tujuan Tujuan penilisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah al- qur’an hadis, makala ini diharapkan dapat menambah pengetahuan kita semua mengenai pengembangan indikator pembelajaran Al-Qur’an Hadis. 1
    • BAB II PEMBAHASANA. Pengertian Indikator Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilakuyang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikatordikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan,potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapatdiobservasi. Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan: (1) tuntutan kompetensiyang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD; (2) karakteristik matapelajaran, peserta didik, dan sekolah; dan (3) potensi dan kebutuhan peserta didik,masyarakat, dan lingkungan/ daerah. Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indikator,yaitu: (1) indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator; dan (2) indikatorpenilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagaiindikator soal.Ciri-Ciri Indikator1. Konsisten dengan standar kompetensi mata pelajaran,2. Dinyatakan dengan jelas,3. Dapat diukur dengan jelas,4. Realistik dan dapat dilakukan,5. Sesuai dengan tingkat berfikir peserta didik, dan6. Dapat dicapai dalam kurun waktu yang tersedia. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal, yaitu tingkatkompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi, unsur-unsur secaralengkap dikenal dengan ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree) 2
    • Indikator dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerjaoperasional. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkatkompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi.B. Mekanisme Pengembangan Indikator1. Menganalisis Tingkat Kompetensi dalam SK dan KD. Langkah pertama pengembangan indikator adalah menganalisis tingkat kompetensidalam SK dan KD. Hal ini diperlukan untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yangdijadikan standar secara nasional. Sekolah dapat mengembangkan indikator melebihi standarminimal tersebut. Tingkat kompetensi dapat dilihat melalui kata kerja operasional yang digunakandalam SK dan KD. Tingkat kompetensi dapat diklasifikasi dalam tiga bagian, yaitu tingkatpengetahuan, tingkat proses, dan tingkat penerapan. Kata kerja pada tingkat pengetahuanlebih rendah dari pada tingkat proses maupun penerapan. Tingkat penerapan merupakantuntutan kompetensi paling tinggi yang diinginkan. Selain tingkat kompetensi, penggunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yangdiinginkan, mencakup sikap, pengetahuan, serta keterampilan. Pengembangan indikator harusmengakomodasi kompetensi sesuai tendensi yang digunakan SK dan KD. Jika aspekketerampilan lebih menonjol, maka indikator yang dirumuskan harus mencapai kemampuanketerampilan yang diinginkan.2. Menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran, Peserta Didik, dan Sekolah Pengembangan indikator mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran, pesertadidik, dan sekolah karena indikator menjadi acuan dalam penilaian. Sesuai PeraturanPemerintah nomor 19 tahun 2005, karakteristik penilaian kelompok mata pelajaran adalahsebagai berikut.Kelompok Mata Pelajaran Mata Pelajaran Aspek yang DinilaiAl-Qur’an Hadits Pendidikan Agama Afektif dan KognitifKewarganegaraan dan PendidikanKepribadian Kewarganegaraan Afektif dan Kognitif 3
    • Jasmani Olahraga dan Psikomotorik, Afektif, danKesehatan Penjas Orkes KognitifEstetika Seni Budaya Afektif dan Psikomotorik Afektif, Kognitif, dan/atauIlmu Pengetahuan dan Matematika, IPA, IPS Psikomotorik sesuai karakterTeknologi Bahasa, dan TIK. mata pelajaran Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari matapelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkanindikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari aspek mendengar, membaca,berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata pelajaran matematika yang dominan padaaspek analisis logis. Guru harus melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik matapelajaran sebagai acuan mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikajipada dokumen standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan SK serta KD masing-masingmata pelajaran. Pengembangkan indikator memerlukan informasi karakteristik peserta didik yangunik dan beragam. Peserta didik memiliki keragaman dalam intelegensi dan gaya belajar.Oleh karena itu indikator selayaknya mampu mengakomodir keragaman tersebut. Pesertadidik dengan karakteristik unik visual-verbal atau psiko-kinestetik selayaknya diakomodirdengan penilaian yang sesuai sehingga kompetensi siswa dapat terukur secara proporsional. Karakteristik sekolah dan daerah menjadi acuan dalam pengembangan indikatorkarena target pencapaian sekolah tidak sama. Sekolah kategori tertentu yang melebihi standarminimal dapat mengembangkan indikator lebih tinggi. Termasuk sekolah bertarafinternasional dapat mengembangkan indikator dari SK dan KD dengan mengkaji tuntutankompetensi sesuai rujukan standar internasional yang digunakan. Sekolah dengan keunggulantertentu juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan indikator.3. Menganalisis Kebutuhan dan Potensi Kebutuhan dan potensi peserta didik, sekolah dan daerah perlu dianalisis untukdijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan indikator. Penyelenggaraanpendidikan seharusnya dapat melayani kebutuhan peserta didik, lingkungan, serta 4
    • mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Peserta didik mendapatkan pendidikansesuai dengan potensi dan kecepatan belajarnya, termasuk tingkat potensi yang diraihnya. Indikator juga harus dikembangkan guna mendorong peningkatan mutu sekolah dimasa yang akan datang, sehingga diperlukan informasi hasil analisis potensi sekolah yangberguna untuk mengembangkan kurikulum melalui pengembangan indikator.4. Merumuskan Indikator Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:1. Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator2. Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.3. Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.4. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.5. Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.6. Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.5. Mengembangkan Indikator Penilaian Indikator penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator (indikatorpencapaian kompetensi). Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedomanpenilaian bagi guru, peserta didik maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian indikatorpenilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah oleh warga sekolah. Setiappenilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian. Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan denganindikator (indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indikator penilaian memiliki batasan- 5
    • batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuksoal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.C. Alasan Pengembangan Indikator Pengembangan indikator sangat bermanfaat bagi pendidik maupun peserta didik,beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain (Materi Workshop Penulisan BahanPerkuliahan 2B, 2007) :1. Memberikan arah bagi pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan,2. Memandu pendidik untuk merencanakan pembelajaran, menyelenggarakan dan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar,3. Memandu peserta didik untuk belajar dan membantu menentukan prioritas-prioritas,4. Memungkinkan pendidik untuk menganalisa tingkat efektifitas pembelajaran yang diselenggarakan,5. Menunjukkan kepada peserta didik tentang sistem nilai yang dilakukan,6. Memandu peserta didik untuk melakukan penilaian mandiri,7. Membuat pembelajaran lebih fokus dan terorganisir, 8. Sebagai basis menganalisis tingkat berfikir kognitif yang diharapkan dari peserta didik, dan8. Memberikan model kepada peserta didik untuk mengembangkan tujuan pembelajaran. Jika digambarkan pengembangan kompetensi dasar dan indikator Al-Qur’anHadits MI adalah sebagai berikut :Standar Kompetensi LulusanStandar Kompetensi Mata PelajaranKompetensi DasarIndikator 6
    • Contoh Pengembangan Indikator Qur’an Hadits MI :No Langkah Pengembangan Contoh1 Standar Kompetensi Lulusan Menghafal memahami arti, dan mengamalkan hadits-hadits pilihan tentang akhlak, dan amal shaleh.2 Standar Kompetensi Memahami hadits tentang kebersihan secara sederhana.3 Kompetensi Dasar Menunjukkan perilaku bersih di lingkungannya.4 Indikator IPeserta didik MI kelas 1 semester 2 dapat :  Menyebutkan arti perilaku bersih.  Menyebutkan cara-cara perilaku bersih di lingkungannya.  Menunjukkan keuntungan memiliki perilaku bersih dilingkungannya.  Menunjukkan perilaku bersih dilingkungannya. 7
    • BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Indikator merupakan kompetensi dasar yang spesifik apabila serangkaian indikator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi. Pada komponen indikator, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1. Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar yang menunjukkan tanda- tanda, perbuatan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik. 2. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. 3. Rumusan indikator digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun alat penilaian. Suatu rumusan indikator tentang kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki peserta didik harus memenuhi dua syarat yakni spesifik dan operasional.B. Kritik dan Saran Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin. 8
    • DAFTAR PUSTAKAhttp://rahayufitri.wordpress.com/2012/01/07/tujuan-dan-rumusan-indikator-pembelajaran-menghafal-al-quran-dan-hadits/Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan PendidikanBandung : PT.Remaja Rosda karya.Muslich, Mansur. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jakarta : PT. BumiAksara. 9