Your SlideShare is downloading. ×
0
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Sosiologi horton
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sosiologi horton

2,245

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,245
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Daftar Bacaan1.Paul B Horton & Chester L Hunt, 1986, Sosiologi,Penerbit Erlangga, Jakarta2. Doyle Paul Johnson, 1986, Teori Sosiologi Klasik danModern (terjemahan Robert MZ Lawang), PenerbitGramedia, Jakarta3. George Ritzer & Douglas J Goodman, 2004. TeoriSosiologi Modern, Penerbit Prenada Media, Jakarta.4. Agus Salim, 2002. Perubahan Sosial,Sketsa Teoridan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia, Penerbit TiaraWacana, Jogya5. Agus Salim, 2007 . Teori Sosiologi Klasik dan Modern(sketsa pemikiran awal), Penerbit Unnes Press.6. Basrowi. 2005 . Pengantar Sosiologi. Ghalia Indonesia.Bogor. )
  • 2. Sejarah lahirnya sosiologi:- Terjadinya perubahan sosial di masyEropa Barat pd masa Revolusi Industri(Inggris)dan Revolusi Sosial (Prancis).- Pd awalnya kedua revolusi ini diharapkanmembawa kehidupan modern bagikesejahteraan dan kemakmuran.- Pd kenyataannya, revolusi menimbulkankekacauan, disharmonis, adakesenjangan.
  • 3. - Kelahiran sosiologi selain disebabkan oleh kedua revolusi juga terkait adanya perubahan jangka panjang yg melanda Eropa barat (Laeyendecker, 1983), yakni: (a) tumbuhnya kapitalisme pd akhir abad ke 15 (b) perubahan di bidang sosial dan politik (c) perubahan berkenaan reformasi Martin Luther (d) meningkatnya individualisme (e) lahirnya ilmu pengetahuan modern (f) berkembangnya kepercayaan diri sendiri
  • 4. ► 13 Mei tahun 1483, Martin Luther, seorang reformis dalam agama kristen, terlahir ke dunia di Eisleben, Jerman. Luther menuntut ilmu di Universitas Erfurt dan kemudian bekerja sebagai pengajar teologi.► Martin Luther kemudian melakukan penelitian dan dia mengemukakan banyak pendapat yang berbeda dengan pandangan umum gereja Katolik saat itu.► Sejak tahun 1517, Martin Luther menyampaikan kritikannya secara terang-terangan sehingga akhirnya terpaksa bersembunyi karena dikejar-kejar pihak gereja untuk dibunuh. Selama dalam persembunyian itu, Martin Luther menulis terjemahan Injil ke dalam bahasa Jerman, sesuatu yang dilarang keras oleh gereja Katolik.► Ide-Ide Martin Luther kemudian berkembang menjadi aliran Protestan yang menjadi sumber dari berbagai perang dan pertarungan politik di Eropa.
  • 5. ► Ritzer (1992) kekuatan sosial yang mendorong pertumbuhan sosiologi: (a) revolusi politik (b) revolusi industri dan muncul kapitalisme (c) munculnya sosialisme (d) urbanisasi (e) perubahan keagamaan (f) pertumbuhan ilmu pengetahuan
  • 6. ► Ibnu Khaldun, sarjana Arab (1333-1406) sbg tokoh politik praktis-disebut bapak Sosiologi pd abad XIV, menulis buku “Mukaddimah” ttg pengaruh lingkungan fisik thd manusia, bentuk organisasi sosial primitif dan modern, hub antar kelompok dan berbagai fenomena kultural. Manusia dlm kehidupan bermasy hanya dpt dipenuhi mll kerja sama antar sesamanya.
  • 7. ► Auguste Comte (1798-1857), dikenal sbg Bapak Sosiologi.► Sosiologi sbg ilmu ttg masyarakat, yg berupaya memahami kehidupan bersama manusia, sejauh kehidupan manusia yg dpt ditinjau atau diamati mll metode empiris.► Masyarakat dipandang sbg unit dasar analisis, sedangkan keluarga, politik, ekonomi, keagamaan dan interaksinya sbg sub unit analisisnya.► Ilmu sosiologi didasarkan pd pengamatan, perbandingan, eksperimen, dan metode
  • 8. Obyek yang dikaji adalah fakta yg obyektif, bermanfaat, mengarah pd kepastian dan kecermatan.Comte dianggap sbg perintis positivisme.Sosiologi dibagi 2 bagian: (a) statika sosial (social statics)-stabilitas tatanan sosial, misal struktur sosial, hub antara institusi dg institusi lain. (b) dinamika sosial (social dynamics)- perubahan sosial dan dampaknya.
  • 9. ► Perkembangan Sosiologi dikenal dg HUKUM KEMAJUAN MANUSIA atau HUKUM TIGA JENJANG: (1) Jenjang TEOLOGI (2) Jenjang METAFISIKA (3) Jenjang POSITIF
  • 10. Sosiologi ?► Sosiologi mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, komunitas, pemerintahan dan berbagai organisasi sosial, agama, politik, bisnis dan organisasi lainnya.► Dengan demikian sosiologi adalah ilmu yang mempelajari proses interaksi hubungan antara (a) individu dengan individu (b) individu dengan kelompok /budaya © kelompok/budaya dengan kelompok/budaya
  • 11. Sosiol o gi=Disiplin Ilmiah? Metode Penelitian Ilmiah: 1. Perumusan Masalah 2. Meninjau Kepustakaan 3. Merumuskan Hipotesis 4. Merencanakan desain Penelitian 5. Pengumpulan data sesuai desain penelitian 6. Menganalisis data 7. Menarik kesimpulan ( verifika si)
  • 12. SOSIOLOGI (kajian Filsafat Ilmu) Obyek kajian ilmu (menemukan obyek dan menentukan batas- Ontologi batasnya=genotiesauton) Memiliki strategi (cara-cara) untuk menemukan kebenaran ilmu dalamEpistemologi bentuk metode pendekatan khusus (setiap ilmu berbeda) Setiap hasil kajian ilmu memiliki arti dan kegunaan(signifikansi) Aksiologi bagi ilmu dan masyarakatnya.
  • 13. Persamaan dan Perbedaan Kajian Sosiologi dengan Psikologi► Ontologia ► Ontologia Obyek Material manusia Obyek Material manusia Obyek Formal aspek Obyek Formal aspek eksternal internal► Epistemologia ► Epistemologia Metode penelitian sesuai Metode penelitian dengan dengan substansi pendekatan keilmuannya (tergantung kuantitatif/statistik teori yang digunakan) Menggunakan kajian kasus, sesuai dengan► Aksiologia masalahnya Signifikansi Ilmu Signifikansi Sosial ► Aksiologia Signifikansi Ilmu Signifikansi Sosial
  • 14. Perspektif Pendekatan Sosiologi (ada asumsi-asumsi khusus untuk mengkaji masalah sosiologi berdasarkan teori tertentu) Teori PARADIGMA Asumsi Perspektif Pendekatan Sosiologi KONSEPSI
  • 15. Perspektif Sosiologi( konsistensi antara pendekatan teori, asumsi yang digunakan & konsep yang digunakan dalam penelitian)1. Teori = sekumpulan gambaran abstrak yang merupakan reduksi hasil pengamatan dan asumsi kebenaran yang telah teruji sebagai hasil penelitian ilmiah2. Asumsi = suatu pendapat yang diyakini kebenarannya sebagai hasil keyakinan ilmuwan3. Konsepsi =merupakan hasil rekayasa sosial tentang suatu pokok pokiran yang menjadi titik tolak pengamatan dalam penelitian4 . =Paradigma =sudut pandang ilmuwan (seorang atau sekelompok orang) tentang suatu masalah yang sedang menarik minat
  • 16. PERBANDINGAN PERSPEKTIF INTERAKSIONIS, FUNGSIONAL DAN KONFLIKKonsep Interaksionis Fungsional Konflik (GH.Mead, E Goffman) (E Durkheim,Talcott Parson) (Karl Marx) ► Konsep masyarakat, ► Konsep masyarakat ► Konsep masyarakat negara itu tidak ada, adalah suatu sistem adalah suatu sistem yangSociety yang ditunjukkan yang stabil dimana tidak stabil dimana orang- orang-orang saling orang adalah anggota adalah interaksi antara bekerja sama kelas yang saling orang-perorang (orang- bertentangan ► Orang orang kelompok) berinteraksi supaya ► Sebagian orang yang ► Orang orang dapat diterima sebagai berhasil adalah yang berinteraksi tidak anggota kelompok dalam memiliki modal yang langsung tetapi dengan bentuk sosialisasi kemudian mengekploitasi simbol (bentuk bahasa ► Orang yang berhasil orang lain untuk bersosialisasi adalah kepentingannya badan, bahasa isyarat mereka yg kemudian dan verbal) dapat memperoleh kelas ► Perubahan sosial ► Tidak terhindarkan sosial ttt ► Dipaksakan oleh suatu terjadi di tingkatan mikro, dlm masy yang kelas terhadap kelas ygSocial akibat individu harus kompleks disebabkan lain demi penguasaan belajar dari lingkungannya adanya konstribusi yang (REVOLUSI ?)Change secara terbatas berbeda diantara ► Manusia hrs membuat ► Nilai/norma merupakan kelompok masy itu sejarahnya sendiri subyektifitas setiap ► Nilai/norma harus sebelum terlambat
  • 17. BIDANG KAJIAN SOSIOLOGI1. Sosiologi Murni : teori-teori sosiologi ( sosiology theory ) klasik (Emil Durkheim, Karl Marx dan Max Weber) dan modern (interksionis, fungsional, konflik dll). Mencakup kajian pure sociology2. Sosiologi Terapan ( applied Sociology ), dalam hal ini adalah Sosiologi Komparatif, Kesejahteraan Social, Ilmu Politik, Demografi- Sosiografi, Socio Biology, Kriminilogy, Sociologi Kesehatan, Sosiologi Olah raga, Sosiologi Militer, Sosiologi Pedesaan-Perkotaan, Organisasi Sosial/Manajemen, Etnis-Race, Sosiologi Pendidikan, Perubahan Sosial dll
  • 18. METODE-METODE & TEKNIK PENELITIAN DALAM SOSIOLOGIWaktu 1. Studi Cross Sectional (jangka pendek)Pendekatan 2. Studi Longitudinal (jangka panjang)MasalahPenelitianSifat Kajian 1. Kuasi Eksperimen (Setenganterhadap Eksperimen-perbandingan)masalah 2. Eksperimen LaboratoriumPenelitian 3. Eksperimen LapanganStrategi 1. Pendekatan Kuantitatif (numerik-Pendekatan Statistik)Masalah 2. Pendekatan Kualitatif (Kasus-Penelitian ideografik)Peran yang bisa 1. Ahli Researchdimainkan oleh 2. Konsultan PublikSosiologi dalam 3. Teknisi (hubungan perburuhan, konseling)hidup keseharian 4. Sebagai Pendidik/Guru (masalah nilai-nilai)
  • 19. K UDAYAAN EB (Culture in Sociology Studies) TAMPILAN KEDUA Culture ►Kebudayaan adalah kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan semua kemampuan dan kebiasaan yang lain yang diperoleh sebagai anggota masyarakat ( Edward Taylor ).► Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial►Kebudayaan adalah sejumlah keyakinan (belief), kebiasaan(costum/folkways), tata kelakuan (mores) yang telah menjadi sistem perilaku yang terorganisir bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari ( Horton & L Hunt ).
  • 20. ► Kebudayaan bersifat normatif artinya kebudayaan menentukan standart perilaku. Nilai merupakan konstruksi imajinatif (terjadi dalam pikiran manusia dan masyarakat) ► Norma dapat bersifat norma budaya (suatu konsep yang diharapkan ada- disebut budaya ideal) dan norma statistis (suatu yang nyata- di sebut ukuran dari perilaku)
  • 21. ► Kebudayaan bukan merupakan akumulasi dari kebiasaan (folkways) dan tata kelakuan (mores) tetapi sebagai suatu sistem perilaku yang terorganisasi ► Bagaimana Budaya diorganisasi ? Hoebel (dalam Horton 1986):1. B agian terkecil dari budaya adalah unsur (trait), yaitu dapat dipelajari tetapi tidak bisa dibagi (sifat materi spt paku, sifat non materi spt jabat tangan)2. bagian yang lebih besar adalah kumpulan unsur- unsur kebudayaan (disebut kompleks kebudayaan /Culture Complex) 3. bagian yang komplek yang besar dan terpusat pada kegiatan yang penting, yang dapat dipakai
  • 22. ► Kebudayaan Induk= kebudayaan yang menjadi pusat kegiatan, memiliki masyarakat pendukung, memiliki dasar ideologis berdasarkan geografis, race, etnis dan kekuatan lain yang sifatnya menetap (contoh budaya Jawa, budaya cina, budaya islam, budaya orang tua dll)► Kebudayaan Khusus/berlawanan dg kebudayaan Induk= counter culture= bangunan kebudayaan yang memiliki norma ttt yang menolak beberapa sifat dari kebudayaan induk (budaya vegetarian, budaya hipies, budaya hip-hop dll)
  • 23. Kebudayaan seringkali dilihat dari unsur motif, kebiasaan, nilai-nilai yang kita pahami. Konsep ini menunjukkan bahwa kebudayaan itu relatif.Mengapa ?Karena fungsi dan arti dari suatu unsur adalah berhubungan dengan lingkungan/keadaan kebudayaannya. Budaya sendiri (budaya yang dimiliki) biasanya menjadi kebudayaan netral, tetapi menjadi kebudayaan yang bernilai ketika dicari fungsinya dalam kehidupan keseharian. Oleh karena itu kebudayaan dapat bersifat relatif karena mengandung relativisme pemahamanTetapi kebudayaan bisa memiliki unsur-unsur yang terpadu dengan kebudayaan lain dari sistem budaya yang berbeda, sehingga disebut keterpaduan budaya (contoh budaya memasak Cina memiliki persamaan dengan Jawa)
  • 24. Etnosentrisme muncul ketika melihat bahwa kebudayaan kita menjadi patokan dalam mengukur baik dan buruk/ tinggi dan rendah/ganjil dan tidak terhadap budaya lain dengan mencari kemiripannya dengan budaya kita (Caplow dalam Horton, 1986)Etnosentrisme menjadi perilaku universal dalam seluruh masyarakat, dalam semua kelompok bahkan dalam semua kehidupan individu ( sindroma etnosentrisme universal ) Etnosentrisme menimpulkan pemilahan pandangan masyarakat tentang semua aspek kehidupan yang dialaminya. Dalam kehidupan Agama Dalam kehidupan Kesukuan Dalam kehidupan Kelompok Dalam kehidupan Berolahraga dll
  • 25. (Bab IV) KepribadianSuatu sistem kecenderungan perilaku menyeluruh dari seseorang. Kecenderungan ini diperoleh dari (1) warisan biologis atau keturunan (heredity) – predistinasi fisik, IQ (2) lingkungan fisik (menjadi referensi dalam kehidupan sosial) (3) kebudayaan (norma-norma budaya) (4) pengalaman kelompok (reference group, peer group) (5) pengalaman unik (berjalan sbg proses dan bersifat individual) Mana yang paling dominan membentuk kepribadian?
  • 26. SOSIALISASI ? Sosialisasi adalah proses dengan mana seseorang menghayati (mendarah dagingkan-internalized) norma- norma kelompok dimana ia hidup sehingga timbulah “diri” yang unik Dalam kajian sosiologi pengalaman hidup berkelompok sangat berperan dalam proses sosialisasi. Seorang aktor sosial dapat dipahami ketika orang melihat pengalaman hidup sosialnya Mengapa hal itu dapat terjadi ?
  • 27. TEORI KEPRIBADIAN 1. Cooley : perkembangan kepribadian dapat diikuti dari unsur-unsur yang tidak perlu obyektif Kepribadian merupakan pantulan cermin diri dari orang lain (the loking glass self)  Kasus Orang Cantik  Kasus Burung Kesepian didepan cermin
  • 28. TEORI KEPRIBADIAN 2. George Herbert Mead (1934)Kepribadian sangat ditentukan oleh konsep generalisasi orang lain, yang terdiri dari harapan-harapan yang diyakini seseorang terhadap orang yang lain. Proses ini melalui (a). Proses pengambilan peran ( role taking ) (b). Proses untuk memainkan peran ( role playing )
  • 29. TEORI KEPRIBADIAN 3. Freud : ► Kepribadian dibentuk melalui interaksi dengan orang lain, keduanya bermuara kepada keselarasan diri dan lingkungannya ► Menurutnya Individu dan masyarakat merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain► Freud melihat bahwa telah terjadi konflik yang mendasar dan tidak selaras antara diri dan masyarakatnya, sehingga posisi rasional dari manusia seperti bagian dari bola es yang tidak terlihat. Hanya sebagian kecil motifasi manusia yang terlihat tetapi sebagian terbesar terbenam dan tersembunyi dan itu sangat mempengaruhi perilaku manusia ► Id (pusat nafsu yang a-sosial), ego (pusat kendali-sadar dan rasional) super-ego (kompleks dari cita-cita yang membentuk nurani)
  • 30. (Bab 5) Shakespeare: Dunia ini “panggung sandiwara”, ditentukan oleh perubahan dalam peran dan kedudukan (status) seseorang dalam masyarakatnya. Peran ini sangat penting karena tidak bisa dihindarkan Kedudukan (Status/posisi): sebagai suatu perangkat/posisi seseorang dalam suatu kelompok, atau posisi suatu kelompok dalam hubungannya dengan orang lainPeran (akting): perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai suatu status (setiap orang lazim memerankan beberapa peran/akting)
  • 31. Sosialisasi Melalui PeranSetiap orang harus belajar melakukan peran dalam hidupnya, supaya iasukses menjalani hidup  Masa kanak-kanak (berfantasi, bermain, dilindungi, simbol kebahagiaan keluarga) Masa Remaja (Ibarat bunga sedang mekar-mewangi)  Masa Dewasa (bertanggung jawab: bekerja/punya penghasilan, menikah/punya istri/ berumah tangga, lebih produktif, fisik kuat)  Menjadi Orang Tua (pensiun, penghasilan menurun, sakit-sakitan, lebih mendekatkan diri kepada Tuhan)  Mati (berakhirnya peran dan status)Kecil dambaan orangtua, remaja dambaan pacar, dewasa mewah dan kaya raya, tua sangat bahagia, mati masuk
  • 32. Bagaimana manusia dapat sukses dalam berakting (mengambil peran) dalam hidupnya? Paling Tidak melibatkan dua aspek 1.Kita harus belajar untuk melaksanakan kewajiban dan menuntut hak-hak dari suatu peran2. Kita harus memiliki sikap, perasaan dan harapan-harapan yang sesuai dengan peran tersebut Mana yang lebih penting?
  • 33. Peran Sosial dan Kepribadian memilikirelativitas hubungan(sangat tergantung kepada situasi, kemampuan danharapan) Moreno:  bermain dengan perperan ‘seolah-olah’ sebagai orang lain merupakan proses belajar yang paling efektif
  • 34. Perangkat Peran 1.Individu memiliki perangkat peran (role set), yangmenunjukkan bahwa satu status bisa memuat beragam peran sekaligus (mis: seorang dokter, olahragawan,seorang ibu…….)2. Tidak semua peran berhasil dimainkan oleh individu(seorang pendakwah, ayah yang gagal mendidik anak, suami yang sangat labil……..3. Peran=perilaku, maka perilaku peran adalah perilaku yang sesungguhnya dari orang yang melakukan (oleh karena itu masing2 orang berbeda tergantung pentafsirannya) 4. Simbol/atribut (seragam/gelar) dapat membantumemperkokoh peran seseorang, karena memiliki ikatan moral (militer dengan seragam)
  • 35.  Ascribed Status (status yang diberikan): yaitu status yang diperoleh seseorang bukan karena usahanya/kemampuan kerja seseorang, tetapi karena telah bersifat ‘given’, contoh; gelar bangsawan, kaya dari orangtua, sex, etnis, agama dll, terlepas dari apakah dia cantik/gagah atau tidak  Achieved Status (status yang diperoleh melalui pilihan individual dan persaingan/perjuangan hidup): yaitu status yang diperjuangkan yang diperoleh karena memiliki kemampuan, prestasi dan mungkin karena nasib baik atau nasib burukBagaimana gambaran peran/status dalam masyarakat tradisional dan masyarakat modern?
  • 36. Variasi Kepribadian , dan Peran  Status Discrepancy/status Incongruity=ketidak konsistennya status yang dimiliki seseorang (seorang lulusan universitas jadi sopir angkot). Hal ini berhubungan dengan kelas, status sosial & race.  Kepribadian tidak selalu tumbuh sesuai dengan peran (seorang guru/dokter bertemperamen sangar) Bagaimana anda melihat seorang lelaki designer pakaian wanita yang tampil feminin?
  • 37. Kegagalan peran yang dimainkan aktor sosial• Kegagalan peran akan membuat seorang aktor frustrasi bahkan deperesi berat• Kegagalan peran dapat disebabkan karena beban peran teralalu berat• Setiap peran secara relatif membawa desakan peran (role strain) yang berbeda-beda untuk setiap individu tergantung kepentingan yang dirasakan• Kalau seorang aktor akan memainkan peran dalam hidup ini maka butuh persiapan yang cukup. Kurangnya persiapan dapat membawa kegagalan dalam berperan• Persiapan peran membutuhkan: keseriusan, kontinuitas, dorongan, kesempatan yang cukup, dan kesanggupan untuk selalu belajar
  • 38. Bab 6 1. Masalah seks selalu bikin pusing dan heboh (seks dinilai paling baik dari jenisnya sendiri, mereka bermusuhan tetapi mereka tak bisa hidup tanpa yang lain)2. Cerita seks selalu menarik dan lebih menarik ketimbang cerita lain 3. Cerita seks di Indonesia ditabukan tetapi akan selalu muncul pada semua forum pertemuan baik secara formal dan informal 4. Dorongan seks bersifat universal terjadi disemua bangsa dan kelas sosial, dan dorongan itu sebagai warisan biologisnya
  • 39. Istilah-istilah ttg Sex  Sex: Sifat biologis yang membedakan pria dan wanita Gender: Peran sexual secara sosial (membawa peran sexual identity)  Androgyny: memiliki 2 kencenderungan sexualitas sama dominan (orang dengan preferensi sexual dengan jenis sex yang sama/homo sexual : misal lesbian/gay)  Sex Drive: dorongan sex secara biologis bagi manusia untuk mencari tanggapan dari individu/kelompok
  • 40. Kelenturan & Dorongan Sex Kawin (biologis) untuk beberapa komunitas hewan membutuhkan latihan sosial (kasus monyet Harlow-tak bisa kawin/membunuh anaknya, kasus anjing yang dapat kawin ketika harus dibantu oleh pemiliknya)  Kawin (biologis) pada manusia menonjolkan keanekaragaman kultural (terpola secara kultural) dalam menunjukkan daya tariknya (sex apeal): bentuk tubuh, bau tubuh, cara bercinta, kebiasaan menggigit pasangannya, memberi tanda pada kulit leher dll
  • 41. Bagaimana sifat & dorongan seksdikalangan hewan dan manusia? • Dikalangan hewan hubungan sex dapat terjadi pada masa kawin. Hewan betina yang telah matang akan mengeluarkan cairan pheromone pada masa siklus yang tepat • Manusia memiliki kesinambungan seksualitas biologis, kehidupan wanitanya dapat merangsang setiap saat (shg tidak perlu mengeluarkan zat apapun). Manusia dapat melakukan hubungan seksual terus menerus tanpa menanti siklus yang tepat
  • 42. Perbedaan & Persamaan PerilakuSeksualitas Hewan & Manusia  Menurut norma masyarakat manusia akan kawin dengan pasangan tetap yang dilembagakan dalam  Beberapa hewan kawin perkawinan untuk seumur hidup dengan pasangan tetapnya  Dorongan biologisnya, (merpati), tetapi sebagian membuat manusia juga terbesar si betina akan siap mempraktekkan hampir semua hubungan seksual yang terjadi melayani pejantan manapun pada dunia hewan yang berselera.  Tidak ada beda dorongan sex antara pria/wanita (Julia Hartley Moore: 2004; pria mencari kesempatan/ wanita menunggu kesempatan)
  • 43. Ba gaimana SosiologiBerbicar a Soal Sex?  Sex merupakan dekonstruksi masyarakatnya (termasuk menunjukkan bahwa seseorang menjadi pria/wanita)  Sex dapat diwawas secara primer (dilakukan dalam lembaga perkawinan dengan pasangan tetap) dan sekunder (sebagai rekreasi: pariwisata/jual beli)  Sex dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan dari seseorang/lembaga
  • 44. KETERTIBAN SOSIALPENGENDALIAN SOSIALBAB VII  Bayangkan andaikata didalam masayarakat tidak terdapat norma hukum yang mengikat kelompok? Wah..tentunya sulit semua akan berlaku sekehendak hati  Social order (ketertiban sosial), sistem kemasyarakatan, hubungan dan kebiasaan yang berlangsung secara lancar demi mencapai sasaran hidup bermasyarakat.
  • 45. Social Control:se genap car a atau pr oses yang ditempuholeh sekelompok or ang atau masyar akatsehingga par a anggotanya dapat ber tindaksesuai dengan har apan kelompok ataumasyarakat  Dilakukan dalam proses sosialisasi  Eric Fromm (1944):jika masy ingin berfungsi secara efisien, maka anggota masy hrs memiliki sifat yg membuat mereka ingin berbuat sesuai dg apa yg harus mereka lakukan sbg anggota masy
  • 46. Social ControlDilakukan dengan TekananSosial  Banyak dilakukan dengan pendekatan psikologi sosial.  Tekanan bisa dilakukan dari yang bersifat elementer sampai jenis tekanan yang berat Tekanan yang elementer adalah iklan bagi penanggung pajak, tekanan berat dapat berupa interogasi bagi para tertuduh dalam kasus-kasus tertentu
  • 47. Social Control ditujukan kpdKelompok Sosial(kelompok Primer dan kelompok sekunder)  Kelompok Primer: kelompok kecil, akrab, dan pergaulan bersifat informal (keluarga,klik,kelompok bermain). Dalam masyarakat tradisional kontrol kepada kelompok primer sangat tinggi, pelanggaran atas norma berakibat ‘penebusan dosa’  Kelompok Sekunder: kelompok impersonal, pergaulan formal, punya stratifikasi, punya kepentingan (utilitarian) seperti serikat kerja, perkumpulan usaha dagang, pengajian atau organisasi mahasiswa. Ketidak sesuaian pada norma kelompok sekunder dpt berakibat digunjingkan (gosip) dpt berakibat dikucilkan.
  • 48. Social Control(Mekanisme)  Social control pada kelompok sekunder akan lebih baik dilakukan dengan pengaruh kelompok primer  Pengendalian menggunakan ‘Bahasa’, dalam hal penggunaan bahasa untuk mengendalikan norma sosial (dlm kebudayaan Jawa-ada unggah-ungguh)  Pengendalian Sosial dengan menggunakan adat- istiadat  Pengendalian diri dilakukan dengan aturan-aturan birokrasi formal (mana yang lebih berhasil mengadakan social control) dengan berbagai mekanisme penyelenggaraan yang ada?)
  • 49. SOCIAL DEVIASION(Penyimpangan Sosial)  Setiap perilaku yg dinyatakan sbg suatu pelanggaran thd norma-norma kelompok atau masyarakat  Tidak ada penyimpangan yg berdiri sendiri, penyimpangan mrpk kunsekwensi dari suatu peraturan yang tidak dpt dijalankan
  • 50. Jenis-jenisPenyimpangan  Penyimpangan yang (a) dpt diterima oleh masy (misal perilaku orang genius, orang penting/seniman/tokoh, selebriti) dan yang (b) dpt ditolak masy (tindak kriminal)  (a) Penyimpangan relative (dpt dilakukan orang dewasa sekali waktu, mis melanggar rambu lalin (b) penyimpangan mutlak (penyimpangan yg melanggar hukum masyarakat)  Penyimpangan thd (a) Budaya Nyata (perilaku nyata yg dilakukan masyarakat sehari-hari) (b) Budaya Ideal (perilaku harapan yag dikehendaki oleh masyarakat)  Penyimpangan yg bersifat adaptif, yaitu penyimpangan karena pengaruh dari orangtuanya (merokok, membuang sampah sembarang tempat dll)
  • 51. Teori Peyimpangan  Teori Biologis: orang tak bisa menyesuaikan diri krn cacat tubuh (krn predistinasi tubuh)  Teori Sheldon: Tubuh ada 3 jenis, yaitu Endomorp (bundar, gemuk, halus), Mesomorp (berotot,atletis),& Ectomoph (tipis, kurus)
  • 52. Teori Penyimpangan Teori Psikologi: perilaku menyimpang dilakukanseseorang  Teori Psikologi: perilaku menyimpang dilakukanseseorang krn penyakit mental  Teori Sosialisasi: adanya norma inti yang berlaku dalam masyarakat. Ada masa transisi ketika orang harus menyesuaikan diri dg masy Teori Rekasi masyarakat (teori labeling): dalam masyarakat ada aturan eksplisit setiap ada pelanggaran norma. Hal itu membuat orang kemudian mendapat STIGMA tertentu  Teori Anatomi: Durheim (1897), ‘ketiadaan norma’ terjadi dimana dlm masy berlaku banyak norma yg saling bertentangan. Masy akhirnya tidak memiliki pegangan normatif  Teori Konflik: dlm pandangan budaya andaikata dlm satu masy terdapat lebih dari satu etnis/budaya maka sukar mengadakan kesepakatan nilai (value consensus). Kasus masy kota Semarang, dominan etnis Jawa tetapi tidak dpt memaksa etnis lain untuk mengalami peristiwa etnis yg sama. Teori konflik kelas, berkembang lebih spesifik dan selalu ada dlm masy Teori Pengendalian: individu berusaha menyesuaikan diri dg
  • 53. Group ORGANISASI (kelompok) SOSIAL setiap kumpulan  manusia secara fisik (ada yg menamakan (BAB VIII) agregation/kolektivita)  Setiap orang yg memiliki ciri-ciri ttt Sejumlah orang yg memiliki pola interaksi yg terkoordinir dan terjadi secara berulang-ulang Sekumpulan orang yg memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi
  • 54. Individu & KelompokKelompok mencerminkan Individu atau sebaliknya Individu mencerminkan kelompok? INDIVIDU Kelompok
  • 55. Bentuk Kelompok Sosial In-Groups: bisa kecil atau besar yang mengikat anggota kelompok dengan emosi dan rasionalnya (keluarga/etnis/jenis kelamin dll) Out-Groups: orang-orang yang berada diluar kelompok sendiri (in-graups) Jarak Sosial (social distance):adalah situasi dimana orang dpt mengukur kadar kedekatan atau penerimaan terhadap kelompok sosial dimana kita menjadi anggotanya (jarak sosial thd anak/istri hampir tidak ada, bagaimana kalau anggota keluarga menderita Virus HIV?, hal ini membuat jarak sosial ttt)
  • 56. Reference Group:kelompok acuan yaitu kelompok yang dianggap penting sebagaimodel, meskipun kita bukan merupakan anggota kelompok Stereotipe: Pandangan (image) umum suatu kelompok terhadap kelompok lainnya tentang sejumlah orang. Pandangan ini bisa bersifat positif atau negatif (orang Madura kasar- pekerja keras, orang Cina Pelit-pekerja keras, orang Jawa halus bahasa-pemalas) Makna Stereotipe Merupakan reduksi perilaku budaya yang diduga dikembangkan para penjajah untuk mengadudomba orang- orang pribumi demi legitimasi kekuasaan penjajah (membuat bangsa kita lemah dan saling curiga)
  • 57. Apa yang disebutKelompok Primer & Sekunder ?• Kelompok Primer: kelompok kecil yang memiliki ikatan emosi yg tinggi,hubungan pribadi, dalam arena informal, akrab, personal dan total• Kelompok Sekunder: hubungan sosial formal, impersonal, tak terikat, impersonal dan tersegmentasi dan berdasarkan azas manfaar (utilitarianism)
  • 58. Masyarakat Paguyuban& PatembayanHubungan Paguyuban Hubungan Patembayan (Gemeinschaft) (Gesellschaft)  Personal  Impersonal  Informal  Formal, Kontraktual  Tradisional  Utilitarian  Sentimental  Realistis, Ketat  Umum  Khusus  Masyarakat Agraris  Masyarakat industri
  • 59. BAB IX LEMBAGA SOSIAL  Konsep Sosiologis menegaskan bahwa Institusi (lembaga sosial) adalah suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting atau secara formalsekumpulan kebiasaan dan tatakelakuan yangberkisar pada suatu kegiatan pokok manusia  Lembaga adalah proses terstruktur (tersusun) untuk melaksanakan berbagai kegiatan tertentu
  • 60. Lembaga : Asosiasi Lembaga Asosiasi Memiliki bentuk organisasi  Kelompok gagasan (sistem keyakinan) dari orang orang Sistem gagasan dan perilaku yang percaya yang terorganisir dalam perilaku itu  Orang orang menerima kepercayaan yang Setiap lembaga memiliki dipraktekkan asosiasi dimana norma-norma lembaga dilaksanakan
  • 61. Individu dan Perilaku Kelembagaan • Tidak semua peran dalam kehidupan keseharian dapat dilembagakan (peran anak nakal, anak manis/anak mama adalah peran individual)• Peran yg dilembagakan adalah peran yg memiliki harapan atas peran yang dimainkan itu dalam hubungannya dg lembaga.
  • 62. FUNGSI LEMBAGA• FUNGSI MANIFES: tujuan lembaga yang diakui, bersifat jelas dan biasanya dipuji. Contoh: Lembaga ekonomi menghasilkan dan mendistribusikan kebutuhan pokok.• FUNGSI LATEN: tujuan lembaga yang tidak dikehendaki dan tidak diakui, sbg hasil sampingan. Contoh: Lembaga ekonomi menimbulkan perbedaan stratifikasi sosial, meningkatkan pengangguran.
  • 63. Unsur-unsur Lembaga Unsur/ KELUARGA PENDIDIKAN PERUSAHAANLembaga afeksi/cinta Semangat Belajar  Dedikasi kepada  Kesetiaan Cinta Ilmu lembaga POLAPERILAKU Tanggung jawab pengetahuan Solidaritas kelompok Rasa hormat Status Sosial (spy dpt kerja diakomudasi dalam Profesionalisasi sistem kerja) Cincin kawin Maskot/lambang  Maskot/simbol Nama keluarga Pakaian seragam Nama besarBUDAYASIMBOLIK Unsur materi Hymne (mars) perusahaan (harta,prestige)  Dasar hukum Mempersiapkan masa  Mempersiapkan masa Keturunan depan depan diri dan keluargaTUJUAN Perbaikan generasi Idealisme Peningkatan karier dan pensiun
  • 64. KELUARGA• STRUKTUR KELUARGA:Kelompok kekerabatan yg disatukan oleh darah atau perkawinan. Kelompok kekerabatan yg menyelenggarakan pemeliharaan anak dan kebutuhan manusiawi lain (Horton, 1999: 268).
  • 65. Komposisi Keluarga a. Keluarga kehidupan suami- istri (conjungal family) b. Keluarga batih (nuclear family) c. Keluarga kerabat sedarah (consanguine family) d. Keluarga luas (extended family)
  • 66. Perubahan StrukturKeluarga (di AS)• Keluarga tanpa ayah atau ibu.• Orangtua tanpa nikah• Rumah tangga bujangan• Hidup bersama tanpa menikah• Perceraian meningkat
  • 67. Perkawinan• Suatu pola sosial yang disetujui, dengan cara mana dua orang atau lebih membentuk keluarga.• Perkawinan neolokal: - Perkawinan patrilokal - Perkawinan matrilokal
  • 68. • ENDOGAMI: menunjuk jodoh dipilih di dalam kelompoknya sendiri.• EKSOGAMI: menunjuk jodoh dipilih dari luar kelompoknya sendiri.
  • 69. FUNGSI KELUARGAPengaturan SeksualReproduksiSosialisasiAfeksiPenentuan StatusPerlindunganEkonomis
  • 70. Perubahan Fungsi Keluarga• Fungsi Ekonomis menurun• Fungsi pengaturan seksual menurun• Fungsi reproduksi kurang penting• Fungsi sosialisasi semakin penting• Fungsi kasih sayang & keakraban semakin penting• Fungsi penentuan status tetap bertahan• Fungsi perlindungan menurun.
  • 71. Fokus kajian sosiologi- Lembaga pendidikan• Peranan pendidikan di masyarakat;• Dinamika interaksi sosial di dalam dan di luar sekolah;• Struktur kelembagaan sekolah sbg sistem sosial;• Hubungan masyarakat sbg lingk eksternal dengan persekolahan;• Dampak ilmu pengetahuan dan teknologi thd pelaks pend.• Masalah-masalah sekolah sbg agen inovasi sosial
  • 72. Hubungan Pendidikan dgn Aspek-aspek di• Fungsi/peranan utama pendidikan bagi masyarakat Masyarakat adalah: a. ALAT pemelihara dan pengembangan kebudayaan masyarakat. Sekolah bertanggung jawab mentransmisikan warisan budaya kpd generasi penerus. Kebudayaan meliputi: tata nilai, kepercayaan dan norma-norma masyarakat. b. Menghasilkan inovasi (pembaruan) sosial yg berkenaan dgn ras, budaya dan kelpk. Interaksi sosial di dlm persekolahan antar ras, antar bdy dan kellpk
  • 73. c. Mengubah struktur sosial masyarakat Keluarga tidak menjadi unit produksi sbgimana pada masy petani primitif, shg para pemuda bekerja di pabrik dan kantor. Perubahan ini menyebabkan kebutuhan pendidikan utk meningkatkan kualitas SDM. Perubahan jenis pengetahuan dan pekerjaan memberikan peranan pendidikan lebih luas utk mentransformasikan kebudayaan.• Pemisahan peranan keluarga dan pekerjaan, memperkuat fungsi sekolah sbg agent penting utk transformasi kebudy.• Keluarga masih berperan sbg sosialisasi bagi anak usia 0-5 thn (prasekolah), usia sekolah dan usia dewasa.
  • 74. d. Berperan dalam proses pengendalian sosial. Sekolah berperan menyelesaikan konflik teman sebaya, perbedaan nilai keluarga dengan nilai di sekolah.e. Berperan sbg indikator kelas sosial atau sistem status. Mahasiswa sbg masyarakat terpelajar, sarjana sbg pengangguran terdidik dan terlatih.f. Berperan sbg simbol terpercaya dlm kebudayaan demokratis. Pendidikan yg tinggi mengarahkan perilaku yg arif dan bijak = menghargai perbedaan, hapus deskriminasi
  • 75. Dinamika interaksi sosial di dalam dan diluar sekolah• Inter aksi Sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok , dan kelompok dengan kelompok. Faktor yg mempengaruhi interaksi sosial: imitasi (peniruan), identifikasi (penyamaan ciri), sugesti (penerimaan sikan dan tindakan scr emosional), simpati (kemampuan merasakan diri dalam keadaan orang lain), motivasi, empati.• Dinamika sosial diartikan sebagai keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu.• Dinamika inter aksi sosial adalah interaksi mendorong terbentuknya suatu gerak keseluruhan antara komponen masyarakat yang akhirnya menimbulkan perubahan – perubahan dalam
  • 76. Perbedaan pola budaya di dalam dan di luar sekolah Persekolahan Luar persekolahanHubungan guru dgn murid dalam Hubungan antar manusia dalamlatar akademik (peningkatan latar sosial (kerjasama,pengetahuan, sikap dan kekerabatan), norma fleksibelpsikomotor) dg aturan formal/kaku disusun bersama.Stratifikasi berdasarkan pangkat Stratifikasi berdasarkan poladan jabatan, jenjang pendidikan keturunan, status ekonomi, politikPola interaksi antara pimpinan dgn Interaksibawahan (bersifat vertikal) dlm kekerabatan/kekeluargaanjaringan kerja yg saling kait (bersifat horizontal)mengkait. Guru, kepala sekolah,pengawas, TUKepribadian guru tertekan oleh Kepribadian manusia yangotoritas sekolah menyebabkan bebas/merdeka, dpt
  • 77. Struktur KelembagaanSekolah sbg Sistem Sosial• Memiliki tujuan or ganisasi persekolahan. Terdpt rintangan berupa konflik yg berhubungan dgn pemaknaan suatu “pendidikan yg baik” krn berkaitan dgn sistem nilai di masyarakat dan di sekolah.• Memiliki ar us jaringan ker ja dari sejumlah posisi saling terkait. Terdpt rintangan mengenai hak dan kewajiban personal dgn kompetensi dan posisinya.• Memiliki r e gulasi /per atur an Terdpt ketegangan perbedaan norma yg dianut guru dgn norma yg dianut siswa dari lingk keluarganya.
  • 78. Hubungan Masyarakat (Lingkungan Eksternal) dengan Persekolahan• Ada perubahan demografis di masyarakat, akan mempengaruhi komposisi kesiswaan pada sistem persekolahan. Misal: urbanisasi, membawa dampak sekolah di desa sepi, di kota padat. Butuh perencanaan pendidikan dalam kawasan wilayah.• Struktur kelas sosial ekonomi di masyarakat, berpengaruh terhdp teknik penilaian hasil belajar siswa. Misal: Orgtua dgn pendidikan rendah, kelas ekonomi rendah mengihrpkan penilaian hasil belajar dgn standar yang rendah (yg penting anak lulus) tidak berorientasi pd kualitas utk berkompetisi.
  • 79. • Struktur kekuasaan di masyarakat, terlibat dalam pengambilan kebijaksanaan terutama yg berkaitan dgn pendanaan akan mempengaruhi mutu program sekolah dan hasil pendidikan.• Penghubung sekolah dgn masyarakat (Dewan pendidikan dan komite sekolah) dgn latar belakang pendidikan, pekerjaan, penghasilannya dalam berperan meningkatkan mutu sekolah.• Konflik peran tenaga kependidikan persekolahan terkait dgn status/posisi di masyarakat dgn di sekolah.
  • 80. Dampak Iptek terhadapPendidikanDampak Positif• Pembelajaran Jarak Jauh Kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.• Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan menjadikan guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.• Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
  • 81. • Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi- informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui Internet. Internet dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk memperoleh pengetahuan.• Teknologi menawarkan media audio-visual yang interaktif pada proses pembelajaran. Presentasi PowerPoint dan perangkat lunak animasi dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada siswa secara interaktif. Efek visual yang diberikan membuat siswa lebih tertarik untuk belajar. 
  • 82. Dampak Ne gatif• Penyalahgunaan teknologi yang lainnya adalah pengetahuan untuk melakukan tindak kriminal dan tidak dibenarkan. Seperti yang diketahui bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah.• Menurunnya motivasi dan prestasi belajar serta berkurangnya jumlah jam belajar para remaja rela membolos saat jam sekolah demi bermain game di warnet-warnet kesayangannya.• Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Pornografi yang bisa di akses dan mudah di buka di internet menjadi candu bagi para remaja maupun masyarakat
  • 83. Landasan sosiologis pendidikan di Indonesiamenganut paham inte g r alistik yang bersumber darinorma kehidupan masyarakat:(1)Kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan,musyawarah untuk mufakat,(2)Kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidupbermasyarakat,(3)Negara melindungi warga negaranya,(4)Selaras serasi seimbang antara hak dankewajiban. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanyameningkatkan kualitas manusia orang perorangmelainkan juga kualitas struktur masyarakatnya
  • 84. DISKUSI1. Pendidikan dewasa ini belum memenuhi harapan masyarakat. Banyak gejolak konflik atau gangguan sosial2. Nilai-nilai sosial di sekolah jika diterapkan di masyarakat tidak relevan. Nilai di sekolah cenderung formal, materi yg muluk2, nilai idealisme. Sedangkan di masyarakat membutuhan nilai sosial yg dpt digunakan utk berinteraksi individu dg individu, individu dg kelompok, kelompok dg kelompok yg bersifat kontekstual.Jawab:Sekolah menciptakan nilai eksklusif, terpisah atau berbeda dg masyrakat utk menunjukkan kelas khusus dlm stratifikasi sosial. Sekolah belum intensif beriinteraksi dg pranata sosial.
  • 85. MASALAH SOSIAL & MANFAAT SOSIOLOGI• Masalah sosial/Problema sosial: gejala unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, menyebabkan kekecewaan dan penderitaan. Unsur-unsur masyarakat = norma, kelompok sosial, lapisan masyarakat, organisasi masyarakat, proses sosial.
  • 86. • Masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral,• Menyangkut tat kelakuan yg immoral, berlawanan hukum dan bersifat merusak.• Masalah sosial ditelaah dgn mempertimbangkan ukuran- ukuran masyarakat mengenai apa yg dianggap baik dan buruk.
  • 87. Masalah bersifat sosial,krn:• Berhubungan erat dgn nilai-nilai sosial dan lembaga kemasyarakat,• Berkenaan dgn hubungan antar manusia dlm kerangka bagian kebudayaan yg normatif, dan menganggu kelanggengan dlm masyarakat.
  • 88. Persesuaian sosial
  • 89. Ukuran sosiologismasalah sosial1. Kriteria Umum: adanya perbedaan yg mencolok antara nilai-nilai dgn kondisi nyata kehidupan.• Nilai-nilai sosial berhubungan erat dg waktu. Sukar utk menentukan frekuensi suatu gejala abnormal/problem sosial
  • 90. • 2. Masalah sosial mrp persoalan yg timbul bersumber langsung pd kondisi-kondisi yg bersifat sosial dan proses sosial (ruang lingkup yg sempit). Akibat gejala sosial menyebabkan masalah sosial (ruang lingkup luas)
  • 91. 3. Siapa pihak yg menetapkan masalah sosial?• Sikap masyarakat sendiri, yg berorientasi pada nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat (kontekstual).
  • 92. 4. Manifest social problems: masyarakat tidak menyukai tindakan yg menyimpang.• Laten social problem: masyarakat tidak mengakui adanya tindakan penyimpangan, tidak merasakan dampak buruknya.
  • 93. • 5. Perhatian masy thd masalah sosial• 6. Sistem nilai dan dptnya masalah sosial diperbaiki.
  • 94. • Identifikasi apa saja masalah/problem sosial di lingkungan sekitar Anda berdasarkan ukuran-ukuran tsb?

×