Nama    : Ade ZahrotulfuadahKelas   : II ANIM     : 2012031003Dosen   : Akhmad Sudrajat, M.Pd.
Pembelajaran memusatkan perhatian pada” bagai mana pembelajaran siswa “ dan bukanpada “ apa yang di pelajari siswa “Dasar ...
5. Pembelajaran yang di lakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan   pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan langs...
Tipe Tipe Belajar1. Belajar isyarat (signal learning )   Belajar seperti ini biasanya bersifat tidak di sadari2. Belajar s...
Perlunya perencanaan pembelajaran dimaksudkan agardapat dicapai perbaikan pembelajaran.Pembelajaran lebih menekankan pada ...
BAB II      PENDEKATAN SISTEM DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN        Sistem adalah suatu kesatuan unsur-unsur yang saling beri...
Semua sistem mempunyai misi untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu.                            Proses Transforma...
Kerangka pendekatan sistem ini dapat diterapkandalam seluruh bidang studi pembelajaran bahkanruang lingkupnya sangat luas,...
Setiap sistem memiiki tujuan, tujuan tersebutmerupakan akhir dari apa yang dikehendaki olehsuatu kegiatan.      Sistem ter...
BAB III              TIGA VARIABEL PEMBELAJARANPerbandingan klasifikasi variabel menurut Reigeluth, Simon, dan Glaser  Rei...
Taksonomi Variabel Pengajaran(Adaptasi Dari Reigeluth dan Stein, 1983, hlm. 19juga Dalam dongeng 1988)   K   O   T ujuan d...
Aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifanbelajar, yaitu :1. Kecermatan penguasaan perilaku yang ...
Merencanakan pembelajaran tidak bisa dilepaskan darivariabel pembelajaran karena variabel pembelajaran tersebutterkait den...
BAB IV     SEPULUH LANGAH MENDESAIN PEMBELAJARAN            MENURUT DICK AND CARREYBerbagai model dapat dikembangkan dalam...
Visualisasi model Dick and Carrey                9    21           4       5    6      7     8                            ...
Menurut Dick and Carrey (1985), tujuan performansi terdiriatas :1) Tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan...
Model Dick and Carrey terdiri atas 10 langkah dimanasetiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehinggabagi perancan...
BAB V              TUJUAN PEMBELAJARANTujuan pembelajaran pertama kali diperkenalkan oleh B.F.Skinner pada tahun 1950 yang...
1. Kawasan kognitif   kawasan konitif adalah kawasan yang membahas tujuan pembelajaran   berken aan dengan proses mental y...
Untuk menuliskan tujuan pebelajaran, tata bahasamerupakan unsur yang perlu diperhztikan. Sebabdari tujuan pembelajaran ter...
Dikutip dari pernyataan yang dikemukakan olehEdward L. Deznozka dan David E. Kapel (1981), JugaKemp (1977) memandang bahwa...
BAB V I               STRATEGI PEMBELAJARANStrategi yang berkaitan pembelajaran yakni :1. St rat egi pengorganisasian pemb...
Penggarapan strategi pengorganisasian pengajaran tidak bisadipisahkan dari karakteristikstruktur isi bidang studi.ini dise...
Sebagai seorang tenaga pengajar (guru),aktivitas kegiatannya tidak dapat dilepaskan denganproses pengajaran. Banyak hal ya...
BAB VII DESAIN PESAN DAN KARAKTERISTIK SISWA DALAM                PEMBELAJARANDalam kawasan teknologi pendidikan terdapat ...
Ilustrasi Unsur Dari kawasan teknologi pendidikan                  Manajemen  Desain                            Pengembang...
KARAKTERISTIK ISI PESAN1. Novelty (sesuatu yang baru),2. Kedekatan atau proximity,3. Popularitas,4. Pertentangan (conflict...
Pesan adalah sesuatu ang dikirimkan atauditerima sewaktu tindakan komunikasi berlangsung.Pesan dapat dikirimkan baik melal...
BAB VIII      PERRLUNYA MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR       EMOSIONAL ANAK DALAM MERANCANG                 PEMBELAJARANMenurut L...
Kualitas-kualitas emosional yang penting bagi keberhasilann diantaranyaadalah:1. Empati,2. Mengungkapkan dan memahami pera...
Kecerdasan emosional adalah suatu cara baruuntuk membesarkan anak. Mempelajari perkembangananak intelligence quotient (IQ)...
BAB IX        MERANCANG EVALUASI HASIL B ELAJAREvaluasi hasil belajar merupakan proses mulai dan menentukan objek yangdiuk...
Apabila kemampuan kognitifdalam sol sesuai dengan kemampuankognitif yang dimnta dalam sasaran belajar dan mmahasiswa mampu...
2. Reabilitas Instrumen   Hkikat reabilias instrumen brhubungan dengan masalah   kepercayaan. Ruang lingkup reabilitas mel...
Dalam membuat evaluasi hasil belajar , perlu diperhatikanhal-hal sebagai berikut: memberikan ukuran yang dipakai mendisk...
BAB X       MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARANRancangan Kegiatan Pembelajaran (RKP) adalah seperangkat tulisan yangberisi ren...
4. Menyusun pokok bahasan dan subpokok bahasan dalam skema hubungan5. Menentukan frekuensi kuliah untuk setiap pokok bahas...
Inti dari kegiatan perkuliahan terletak padasasaran beljar (sasbel). Oleh karena itu penyusunansasbel harus benar, terukur...
BAB XIPENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DALAM                PEMBELAJARAN Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) adalah...
KBK berorientasi pada :1. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri   peserta didik melalui serangkaian pengalaman...
KBK merupakan suatu kebijakan pemerintahuntuk        memberikan    kebebasan     pengelolaanpendidikan atau demokratisi pe...
kurikulum dan pembelajaran
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

kurikulum dan pembelajaran

1,484 views
1,373 views

Published on

Tugas mata kuliah kurikulum dan pembelajaran

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,484
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

kurikulum dan pembelajaran

  1. 1. Nama : Ade ZahrotulfuadahKelas : II ANIM : 2012031003Dosen : Akhmad Sudrajat, M.Pd.
  2. 2. Pembelajaran memusatkan perhatian pada” bagai mana pembelajaran siswa “ dan bukanpada “ apa yang di pelajari siswa “Dasar perlunya perencanaan pembelajaran:1. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu di awali dengan perencanaan pembelajaran yang di wujudkan dengan adanya desain pembelajaran2. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem3. Perencanaan desain pembelajaran di acukan pada bagai mana seseorang belajar4. Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran di acukan pada siswa secara perorangan
  3. 3. 5. Pembelajaran yang di lakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal ini akan ada tujuan langsung pembelajaran dan tujuan pengirim dari pembelajaran6. Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar7. Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran8. Inti dari desain pembelajaran yang di buat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan Perinsip Perinsip Umum Tentang Mengajar1. Mengajar harus bedasarkan pengalaman yang sudah di miliki siswa2. Pengetahuan dan keterampilan yang di ajarkan harus bersifat peraktis3. Mengajar harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa4. Kesiapan dalam belajar sangat penting di jadikan landasan dalam mengajar5 Tujuan pengajaran harus di ketahui siswa6. Mengajar harus mengikuti perinsip psikologis belajar
  4. 4. Tipe Tipe Belajar1. Belajar isyarat (signal learning ) Belajar seperti ini biasanya bersifat tidak di sadari2. Belajar stimulus – respon (stimulus –respon learning ) Tipe belajar S-R, respon bersifat spesifik dan dapat di perkuat dengan reinforcement3. Belajar rangkaian (chaining ) Rangkaian atau rantai dalam chaining adalah semacam rangkaian antara berbagai S-R yang bersifat segera, hal ini terjadi dalam rangkaian motorik4. Asosiasi verbal ( verbal assosiation ) tipe belajar ini mampu mengaitkan suatu yang bersifat verbalisme kepada suatu yang sudah di milikinya. Misal “ pyramide itu berbangun limas “5. Belajar diskriminasi ( discrimination learning ) tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian seperti membedakan berbagai wajah, hewan, tumbuhan , dan lain lain6. Belajar konsep ( concept learning ) konsep merupakan simbol berfikir7. Belajar aturan ( rule learning ) seseorang dipandang telah memiliki berbagai konsep yang dapat di gunakan untuk mengemukakan berbagai formula, hukum, atau dalil8. Belajar pemecahan masalah ( problem solving ) agar siswa belajar mencapai taraf yang lebih tinggi, di perlukan kemampuan guru dalam menerapkan prinsip perinsip sebagi mana yang telah di uraikan di atas.
  5. 5. Perlunya perencanaan pembelajaran dimaksudkan agardapat dicapai perbaikan pembelajaran.Pembelajaran lebih menekankan pada bagaimana caraagar tercapainya tujuan tersebut. Untuk mencapaitujuan adalah bagaimana cara mengorganisasikanpembelajaran bagaimana menyampaikan isipembelajaran, dan bagaimana menata interaksi antarasumber- sumber belajar yang ada agar dapat berfungsisecara optimal
  6. 6. BAB II PENDEKATAN SISTEM DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN Sistem adalah suatu kesatuan unsur-unsur yang saling berinteraksi secarafungsional yang memperoleh masukan menjadi pengeluaran .Komponen-komponen Sistem Nama Tujuan Fungsi - Fungsi Pelaksana FungsiInstruksion Siswa belajar Riset Dosen, Penelitial prilaku tertentu Rancangan Dosen, Ahli Pengemb angan yang telah Produksi Instruksional ditetapkan Seleksi Spesialis Media terlebih dahulu Logistik Dosen Pemanfaatan Evaluasi Pustakawan, teknisi Manajemen Organisasi Dosen Manajemen Personil Dosen Ketua jurusan, ketua lembaga, Ketua UPP Rektor, Ketua Dekan
  7. 7. Semua sistem mempunyai misi untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu. Proses Transformasi Masukan Hasil Kerangka Pendekatan sistem Objectives Performance Standard Constraint Input Process Output Feed back control
  8. 8. Kerangka pendekatan sistem ini dapat diterapkandalam seluruh bidang studi pembelajaran bahkanruang lingkupnya sangat luas, Baik padapembelajaran tingkat makro maupun padapembelajaran tingkat mikro.Komponen sistem pembelajaran meliputi sejumlahkomponen yang saling berinteraksi untuk mencapaitujuan.Komponen sistem pembelajaran meliputi kondisipembelajaran, strategi pembelajaran, dan hasilpengajaran senantiasa saling berhubungan danberinteraksi satu sama lain.
  9. 9. Setiap sistem memiiki tujuan, tujuan tersebutmerupakan akhir dari apa yang dikehendaki olehsuatu kegiatan. Sistem terdiri atas komponen-komponen yangsaling berhubungan satu sama lain dan masing-masing komponen itu mempunyai fungsi khusussebagai sistem tersediri, masing-masing komponen itujuga mempunyai tujuan dan terdiri atas komponen-komponen yang lebih kecil yang melaksanakanfungsi-fungsi yang mendukung pencapaian tujuan itu.
  10. 10. BAB III TIGA VARIABEL PEMBELAJARANPerbandingan klasifikasi variabel menurut Reigeluth, Simon, dan Glaser Reigeluth Simon GlaserKondisi Parameter buku atau kendala Bidang studi dan kemampuan awal siswaMetode Kegiatan Proses pembelajaranHasil Pilihan tujuan Hasil pembelajaran Variabel metode pembelajaran diklasifikasian menjadi 3, yaitu : 1. Strategi pengorganisasian pembelajaran ( organizational srategy) 2. Strategi penyampaian pembelajaran (delivery strategy) 3. Strategi pengelolaan pembelajaran (management strategi)
  11. 11. Taksonomi Variabel Pengajaran(Adaptasi Dari Reigeluth dan Stein, 1983, hlm. 19juga Dalam dongeng 1988) K O T ujuan dan Kendala dan Karakteristik siswa N Karakteristik Bidang karakterstik bidang D studi studi I S I M Strategi Strategi Strategi E pengorganisasian penyampaian pengelolaan T pengajaran pengajaran pengajaraan O D Strategi makro E Stratei mikro H A Keefektifan, Efisiensi, dan Daya Tarik Pengajaran S I L
  12. 12. Aspek penting yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifanbelajar, yaitu :1. Kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari atau sering disebut dengan “tingkat kesalahan”.2. Kecepatan unjuk kerja,3. Tingkat alih belajar,4. Tingkat retensi dari apa yang dipelajari.Efisiensi pembelajaran biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si belajar atau jumah biaya pembelajaran yang digunakan.Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar. Daya taruk pembelajaran erat sekali kaitannya dengan daya tarik bidang studi, dimana kuaitas pembelajaran biasanya akan mempengaruhi keduanya. Itulh sebabnya, pengukuran kecenderungan siswa untuk terus atau tidak terus belajar dapat dikaitkan dengan proses pembelajaaran itu sendiri atau dengan bidang studi
  13. 13. Merencanakan pembelajaran tidak bisa dilepaskan darivariabel pembelajaran karena variabel pembelajaran tersebutterkait dengan tiga variabel pembelajaran, diantaranya yaitu :1. Variabel kondisi pembelajaran2. Variabel metode pembelajaran3. Variabel hasil pembelajaran Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar. Hal tersebut erat sekali kaitannya dengan daya tarik bidang studi dimana kualitas pembelajaran biasanya akan mempengaruhi keduanya. Itu sebabnya, pengukuran kecenderungan siswa untuk terus atau tidak terus belajar dapat dikaitkan dengan proses pembelajaran itu sendiri atau dengan bidang studi.
  14. 14. BAB IV SEPULUH LANGAH MENDESAIN PEMBELAJARAN MENURUT DICK AND CARREYBerbagai model dapat dikembangkan dalam mengorganisir pengajaran, satudiantara model itu adalah model Dick and Carrey (1985) dengan langkah-langkahsebagai beriut : 1. Mengidentifiasi tujuan umum pengajaran ; 2. Melaksanakan analisis pengajaran; 3. Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa; 4. Merumuskan tujuan performansi 5. Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan; 6. Mengembangkan strategi pengajaran; 7. Mengembangkan dan memilih material pengajaran; 8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif; 9. Merevisi bahan pembelajaran; 10. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif.
  15. 15. Visualisasi model Dick and Carrey 9 21 4 5 6 7 8 10 3
  16. 16. Menurut Dick and Carrey (1985), tujuan performansi terdiriatas :1) Tujuan harus menguraikan apa yang akan dapat dikerjakan, atau diperbuat oleh anak didik2) Menyebutkan tujuan, memberikan kondisi atau keadaan yang menjadi syarat, yang hadir pada anak didik berbuat3) Menyebutkan kriteria yang digunakan untuk menilai unjuk perbuatan anak didik yang dimasudkan pada tujuanGagne, Briggs, dan Mager menjelaskan bahwa fungsiperformansi objektif adalah :a) Menyediakan suatu sarana dalam kaitannya dengan pembelajaran untuk mencapai tujuan;b) Menyediakan suatu sarana berdasarkan suatu kondisi belajar yang sesuai;c) Memberikan arah dalam mengembangkan penguuran atau penilaian;d) Membantu anak didik dalam usaha belajarnya
  17. 17. Model Dick and Carrey terdiri atas 10 langkah dimanasetiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehinggabagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untukmempelajari model disain yang lain. Kesepuluh langkah pada model dick & carreymenunjukan hubungan yang sangat jelas, dan tidak terputusantara langkah yang satu dengan langkah yang lainnya. Dengankata lain , sistem yang terdapat pada dick & carey sangatringkas, namun isisnya padat dan jelas dari satu urutan keurutan lainnya. Langkah awal pada model dick & carrey adalahmengidentifikasi tujuan pengajaran. Langkah ini sangat sesuaidengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolahmenengah dan SD, khususnya dalam mata pelajaran tertentudimana tujuan pengajaran pada kurikulum agar dapatmelahirkan suatu rancangan pembelajaran.
  18. 18. BAB V TUJUAN PEMBELAJARANTujuan pembelajaran pertama kali diperkenalkan oleh B.F.Skinner pada tahun 1950 yang diterapkannya dalam ilmuperilaku dengan maksud untuk meningkatkan mutupembelajaran. Kemudian diikuti oleh Robert Mager yangmenulis buku yang berjudul Preparing Instructional Objectivepada tahun 1962. selanjutnya diterapkan sec ara meluas padatahun 1970 di seluruh lembaga pendidikan termmasuk diIndonesia.Tujuan pembelajaran biasanya diarahkan pada salah satukawasan dari taksonomi. Benyamin S. Bloom dan D.Krathwohl (1964) memi8liki taksonom I pemb elajaran dalam3 kawasan, yakni kawasanb (1) kognitif, (2) afektif, dan (3)psikomotor.
  19. 19. 1. Kawasan kognitif kawasan konitif adalah kawasan yang membahas tujuan pembelajaran berken aan dengan proses mental yang berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang lebih tinggi yaitu evaluasi.2 Kawasan Afektif (sikap dan prilaku) kawasaan afektif adalah satu domain yang berkaitan dengan sikap, nilai-nilai interes, apresiasi (penghargaan ) dan penyesuaian persaan sosial. tingkatan afeksi ada lima, yakni ; a) Kemauan menerima; b) kemauan menanggapi; c) berkeyakinan; d) penerapan karya; e) ketekunan dan ketelitian.3. Kawasan psikomotor Domain psikomotor mencakup tujuan yang berkaitan dengan keterampilan yang bersifat manual atau motorik.
  20. 20. Untuk menuliskan tujuan pebelajaran, tata bahasamerupakan unsur yang perlu diperhztikan. Sebabdari tujuan pembelajaran tersebut dapat dilihatkonsep atau posesx b erpikir seseorang dalammenuangkan ide-idenya.Tujuan pembelajaran sebaiknya dinyatakan dalambentuk ABCD format, artnya :A = Audience (petatar, siswa, mahasiswa, murid,dan sasaran didik lainnya.B = Behavior (perilaku yang dapat diamati sebagaihasil b elajar)C = Condition (persyaratan yang perlu dipenuhiagar perilaku yang diharazpkjan dapaat tercapai)D = Degree ( tingkjat penampilan yang dapatditerima)
  21. 21. Dikutip dari pernyataan yang dikemukakan olehEdward L. Deznozka dan David E. Kapel (1981), JugaKemp (1977) memandang bahwa tujuan pembelajaranadalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakanalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalambentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yangdiharapkan. Perilaku ini apat berupa fakta yang konkretserta dapat dilihat dan fakta yang tersamar Dari definisi di atas tujuan pembelajaran merupakansalah satu aspek yang perlu dipertimbangkan dalammerencanakan pembelajaran.
  22. 22. BAB V I STRATEGI PEMBELAJARANStrategi yang berkaitan pembelajaran yakni :1. St rat egi pengorganisasian pembelajaran,2. St rat egi penyampaian pembelajaran,3. Str ategi pengeloolaan pembelajaran. uraian mengenai strategi penyampaian peng ajaran menekankan pada media apa yang dipakai untuk menyam paikan peng ajaran , keg iatan belajar apa yang dilakukan siswa, dan dalam struktur belajar meng ajar yang bagaimana. Strategi peng elolaan menekankan pada penjadwalan penggunaan setiap komponen strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian pengajaran, termasuk pula pembuatan catatan tentang kemajuan belajar siswa.
  23. 23. Penggarapan strategi pengorganisasian pengajaran tidak bisadipisahkan dari karakteristikstruktur isi bidang studi.ini disebabkan olehstruktur isi bidang studi memiiki implikasi yang amat penting bagiupaya pembuatan urutan dan sintesis antar isi suatu bidang studi. Struktur bidang studi bisa berupa struktur belajar atau hierarkibelajar, struktur prosedural, struktur konseptual, dan struktur teoritis(Reigeluth dan Stein, 1983). Dalam belajar keterampilan intelektual,penting sekali bagi siswamengingat kembali prasyarat tertentu yyang telah dipelajari.Untuk belajar sikap, siswa perlu mengingat kembali model-model yangmemperlihatkan sikap-sikap tertentu. Belajar strategi kognitif didasarkan pada keterampilan intelektualyang telah dipelajari, dan belajar informasi verbal dapat dimudahkanbila siswa dapat mengingat kembali informasi yang telah dipelajarinyayang ada kaitannya dengan yang baru.
  24. 24. Sebagai seorang tenaga pengajar (guru),aktivitas kegiatannya tidak dapat dilepaskan denganproses pengajaran. Banyak hal yang harusdiperhatikan untuk mengoptimalkan pengajaran.Oleh sebab itu strategi pembelajaran sangatdiperlukan dan perlu diperhatikan dalam prosespembelajaran. Strategi yang berkaitan dengan pembelajaranyakni :1. Strategi pengorganisasian pembelajaran2. Strategi penyampaian pembelajaran3. Strategi Pengelolaan pembelajaran
  25. 25. BAB VII DESAIN PESAN DAN KARAKTERISTIK SISWA DALAM PEMBELAJARANDalam kawasan teknologi pendidikan terdapat lima kawasan yanggmenjadi bidang garapan penelitian. Kelima kawasan tersebut adalah :1. Design,2. Development,3. Utilization,4. Management, dan5. Evaluation.Pesan adalah informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain;dapat berupa ide, fakta, makna, dan data. Pesan bentuknya bisa brupakalimat pembicaraan lisan, tulisan, gambar, peta, ataupuntanda/impluse/sinyal dan sebagainya.Contoh :- Anda berbicara isi pembicaraan adalah pesan-- Anda menulis hasil tulisan adalah pesan-- Anda melukis hasil lukisan adalah pesan
  26. 26. Ilustrasi Unsur Dari kawasan teknologi pendidikan Manajemen Desain Pengembangan Sumber belajar : -Belajar individu dan indiviiu dalam kelompok --Pendekkatan sistem Evaluasi Penggunaan
  27. 27. KARAKTERISTIK ISI PESAN1. Novelty (sesuatu yang baru),2. Kedekatan atau proximity,3. Popularitas,4. Pertentangan (conflict),5. Komeedi (humor)6. Keindahan,7. Emosi,8. Nostalgia,9. Human interest.Daya tarik pesan berkaitan dengan teknik penampilan dalampenyusunan suatu pesan, ide yang meliputi fear (threat),emotional appeals, retional appeals, dan humor appealls.
  28. 28. Pesan adalah sesuatu ang dikirimkan atauditerima sewaktu tindakan komunikasi berlangsung.Pesan dapat dikirimkan baik melalui bahasa verbalmaupun non verbal. Pesan juga merupakan suatuwujud informasi yang mempunyai makna. Apabilapesan tidak bisa dipahami oleh penerima maka pesanyang dikirimkan tersebut tidak menjadi informasi.Akan tetapi perlu disadari bahwa suatu pesan bisamempunyai makna yang berbeda bagi satu individuke individ yang lain, karena pesan berkaitan eratdengan masalah penafsiran bagi yang menerimanya.
  29. 29. BAB VIII PERRLUNYA MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR EMOSIONAL ANAK DALAM MERANCANG PEMBELAJARANMenurut Lawrence Shapiro (1997) kecerdasan emosional anak dapatdilihat pada:a. Keuletan,b. Optimisme,c. Motivasi diri,d. Antusiasme.Kecerdasan emosional (EQ) pengukurannya bukan didasarkanpada kepntaran seseoranng anak,tetapi melalui suatu yangdisebut dengan karakteristik pribadi atau “karakter”.
  30. 30. Kualitas-kualitas emosional yang penting bagi keberhasilann diantaranyaadalah:1. Empati,2. Mengungkapkan dan memahami perasaan,3. Mengendalkan amarah,4. Kemandirian,5. Kemampuan menyesuaikan diri,6. Diskusi,7. Kemampuan memecahkan masalah antarpribadi,,8. Ketekunan,9. Kesetiakawanan,10.Keramahan, dan11.Sikap hormat.IQ dapat diukur dengan menggunakan uji-uji kecerdasan standarr,misalnya wechslerintelligence scales, yang mengukur baiikkemampuan verbal maupun nonverbal, termasuk ingatanpembenddaharaan kata, wawasann, pemecahan masalah, abstraksilogika, persepsi, pengolahan iinformasi, dsn keterampilan motorikvisual.
  31. 31. Kecerdasan emosional adalah suatu cara baruuntuk membesarkan anak. Mempelajari perkembangananak intelligence quotient (IQ) merupakan salah satu alatyang banyak digunakan untuk mengetahuinya. Berbagai penelitian telah menunjukan bahwaketerampilan EQ (emotional quotient) yang sama dapatmembuat anak atau siswa bersemangat tinggi dalambelajar dan anak yang memiliki EQ yang tinggi biasanyadisukai oleh teman-temannya di area bermain, juga akanmembantunya 20 tahun kemudian ketika sudah masukke dunia kerja atau ketika sudah berkeluarga.
  32. 32. BAB IX MERANCANG EVALUASI HASIL B ELAJAREvaluasi hasil belajar merupakan proses mulai dan menentukan objek yangdiukur, mengukurnya, mencapai hasil pengukuran, mentransformasikan kedalam nilai, dan mengambil keputusan lulus tidaknya mahasiswa, efektiftidaknya dosen mengajar ataupun baik buruknya interaksi antara osen danmahasiswa dalam proses belajar mengajar.Ujian dapat berfungsi sebagai alat mengevaluasi efektivitas prosedur pengajaranoleh dosen. Ujian memiliki 3 fungsi, yaitu mengukur, menilai dan mengevaluasikarena macam ujan ergantung pada objek pengajaran apa yang akan dievaluasi.Suatu ujian dikatakan bermutu baik apabila ujian tersebut :a. Menguji apa yang hendak diuji.b. Terdiri atas serangkaian soal ujian yang baik.Soal yang baik adalah soal yang berkualitas baik, yaitu soal yang valid, relevan, spesifik , representatif, dan seimbang.Tujuan utama dalam menyelenggarakan ujian adalah mengukur dan menilai seberapa jau mahasiswa mencapai sasaran belajar yang ditetapkan.
  33. 33. Apabila kemampuan kognitifdalam sol sesuai dengan kemampuankognitif yang dimnta dalam sasaran belajar dan mmahasiswa mampumeenjawab soal itu dengan baik, berarti mahasiswa itu mampumencapai sasaran belajar yang ditetapkan. Harus disadari pula bahwasetiap soal masing-masing mempunyai derajat kesukaran untukmenjawabnya. Soal yang derajat kesukarannya tinggi tentu sajamemerlukan waktu dan kemampuan berfikir yang lebih tinggi untukmenjawabnya daripada suatu soal yang derajat kesukarannya rendah.Beberapa konsep yang berkaitan dengan evaluasi :1. Validitas Instrumen hakikat validita adalahberhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh alat tersebut. Jenis validitas ada 4 macam yaitu : a) Validitas isi (content validity) b) Validitas konstruksi (construct validity) c) validitas “ada sekarang” d) Validitas preediksi ( predictive validity)
  34. 34. 2. Reabilitas Instrumen Hkikat reabilias instrumen brhubungan dengan masalah kepercayaan. Ruang lingkup reabilitas meliputi : a. pengertian b. hal-hal yang berhubungan dengan jenis tes yang dapat direabilitas, c. hal yang berhubungan dengan tercoba (testee) d. hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan tes. Jenis-jenis relabilitas instrumen :1) Jenis paralel (equivalent),yaitu dua buah tes yang mempunyai kesamaan tujuan, tingkat kesukaran dan susunan, tetapi butir-butir soalnya berbeda.2) Jenis tes ulang (test-retest method), jenis ini dilakukan orang untuk menghndari enyusunan dua seri tes.3) Jenis belah dua atau split-half method. Menggunakan jenis ini pengetes hanya menggunakan sebuh tes dan dicobakan satu kali.
  35. 35. Dalam membuat evaluasi hasil belajar , perlu diperhatikanhal-hal sebagai berikut: memberikan ukuran yang dipakai mendiskusikan tentang fungsi penilaian untukmemperoleh pemahaman tentang hal-hal apa saja yangdapat dinilai melalui pelaksanaan suatu ujian melaksanakan standar pelaksanaan uji merancang soal-soal ujian dalam struktur soalsedemikian rupa tiap soal perlu mendapat bobot soal menurutrelevansinya dengan sasaran belajar soal-soal disajikan melalui pelaksanaan ujian setelah itudilakukan pengukuran dan penilaian hasil ujian. pengambilan keputusan atas hasil evaluasi ujian
  36. 36. BAB X MERANCANG KEGIATAN PEMBELAJARANRancangan Kegiatan Pembelajaran (RKP) adalah seperangkat tulisan yangberisi rencana pembelajaran dan praktikum dari dosen atau tenaga pengajardalam memberikan kliah dan/atau praktikum.Ada 10 langkah yang dilalui dalam menyiapkan kegiatan pebelajaran, Yaitu:1. Peningnya dosen mencari informasi sebanyak-banyaknya2. Menuliskan pokok bahasan dan subpokok bahasan3. Merumuskan TIU untuk tiap pokok bahasan Fungsi TIU adalah ; a. sebagai dasar untuk menyusun Sasbel b. sebagai dasar ntuk menjelaskan tujuan mata kuliah secara ringkas c. untuk menjelaskan kedudukan mata kuliah didalam kurikulum d. untuk menentukan kegiatan mengajar Sifat dari TIU adalah : a. Luas dan umum. Jangan menuliskan TIU secara spesifik b. jumlahnya seikit saja. c. penulisan TIU untuk kepentingan dosen dalam mengarakan kuliah yang dibimbingnya. d. rumusan TIU itu dapat berorientasi pada dosen dan mahasiswa.
  37. 37. 4. Menyusun pokok bahasan dan subpokok bahasan dalam skema hubungan5. Menentukan frekuensi kuliah untuk setiap pokok bahasan6. Merumuskan sasaran belajar Untuk penulisan sasbel sebaiknya harus : a. terperinci, b. sesuai dengan perlaku mahasiswa (dan terukur) c. diberikan sesuai dengan waktu yang ditentukan d. sesuai engan hasil minimal yang ingin dicapai e. sesuai dengan sarana yang ada.7. Membuat matriks rencana kegiatan perkuliahan (RKP) matriks RKP berisi swperangkat informasi yang menjelaskan secara rinci hubungan antara pokok bahasan, subpokok bahasan, sasbel, bentuk pengajaran dan media pengajaran, tugas terstruktur, waktu tatap muka yang diperlukan dan pustaka yang dipergunakan untuk menjelaskan pokok bahasan, subpokok bahasan dan sasbel8. Menentukan ujian dan bobot soal9. Menyusun pedoman perkuliahan RKP10. Menyerahkan rencana kegiatan perkuliahan (RKP)
  38. 38. Inti dari kegiatan perkuliahan terletak padasasaran beljar (sasbel). Oleh karena itu penyusunansasbel harus benar, terukur dan dapat dievaluasisampai seberapa besar sasbel itu tercapai. Dalamhal ini diperlukan adanya rancangan kegiatanpembelajaran, yaitu seperangkat tulisan yang berisirencana pembelajaran dan praktikum dari tenagapengajar atau dosen dalam memberikan kuliah danatau praktikum.
  39. 39. BAB XIPENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PEMBELAJARAN Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) adalah suatu pradigma baru dalam sistem pembaruan kurikulum pendidikan di sekolah, tujuannya adalah untuk menghasilkan terjadinya demokratisi pendidikan. Hsil keluaran dari KBK adalah terciptanya para lulusan yang menghargai keberagaman. Dengan KBK guru dituntut untuk membuktikan keproesionalannya, mereka dituntut untuk dapat menyusun dan membuat rencana pembelajaran yang berdasarkan kemampan dasar apa yang dapat digali dan dikembangkan oleh peserta didik . Pendekatan pembelajaran yang dapat dilakukan adalah pendekatan konstruktivisme, sains, teknologi serta pendekatan inquiri.dengan ketiga pola pendekatan tersebut peserta didik dibeerikan kesempatan untuk menemukan suatu konsep dengan menggunakan seluruh komptensi yang dimilki.
  40. 40. KBK berorientasi pada :1. Hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna.2. Keberagaman kondisi ndividu yang dimanifestasikan sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.
  41. 41. KBK merupakan suatu kebijakan pemerintahuntuk memberikan kebebasan pengelolaanpendidikan atau demokratisi pendidikan . Pradigma pendidikan sekarang menghendakiadanya perubahan bukan saja dari manajemenpendidikan tetapi sampai pada subtansi pembelajaran. Hasil keluaran dari KBK adalah terciptanyapara lulusan yang menghargai keberagaman. DalamKBK proses belajar mengajarnya menuntut guru danpeserta didik bersikap toleran menjunjung tinggiprinsip kebersamaa dan kebhinekaan serta berpikiranterbuka. Dengan demikian guru dan peserta didikdapat bersama-sama belajar menggali kompetensinyamasing-masing dengan optimal.

×