Your SlideShare is downloading. ×
TEKNIK PENGELASAN LOGAM         MODUL PRAKTIKUM              Oleh :   ABRIANTO AKUAN, ST., MT. LABORATORIUM TEKNIK PRODUKS...
PETUNJUK PRAKTIKUMI.        MAKSUD DAN TUJUAN          Praktikum Teknik Pengelasan Logam merupakan penerapanteori-teori ya...
   Diwajibkan memakai pakaian savety dalam setiap melakukan      praktek.2.2   Kehadiran     Praktikan yang tidak mengik...
2.5    Penilaian       Sistematika penilaian mengikuti aturan sebagai berikut:             1. Nilai Ujian               = ...
   Berhati-hatilah dalam penggunaan alat-alat perlengkapan serta      posisi dalam bekerja.     Jauhkan bahan-bahan yang...
MODUL 1                          PENGELASAN SMAW      Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua logam atau lebihden...
Diagram skematik variasi temperatur dan struktur logam lasan.      Semua kejadian selama proses pendinginan dalam pengelas...
4. pembekuan logam las mulai dari dinding logam induk yang dapat   dipersamakan dengan dinding cetakan pada pengecoran, ha...
Inklusi          Inklusi terjadi karena adanya material padat yang terjebak pada waktuproses pembekuan. Inklusi dapat terj...
Penyebab:     Arus pengelasan terlalu rendah.     Gerakan elektroda terlalu cepat.     Persiapan yang tidak sempurna.     ...
Diagram Inagaki.Prosedur Percobaan:   1. Siapkan peralatan las         a. Sarung tangan kulit.         b. Apron dada.     ...
g. Jenis elektroda.        h. Jenis sambungan.        i. Arus.        j. Tebal pelat.        k. Jarak celah.  3. Siapkan e...
Gambar. 1  4. Pilih arus (ampere) dan elektroda yang sesuai dengan tebal     pelat.  5. Pengelasan dilakukan dari arah kir...
Gambar. 4                                    Gambar. 5@@ Teknik Metalurgi – UNJANI                    13
Rencana Kerja II  1. Gunakan pelat hasil praktek latihan I.  2. Atur arus (ampere).  3. Las seperti terlihat pada gambar. ...
Rencana Kerja III  1. Bahan pelat 250 X 30 X 3 mm, sebanyak 2 lembar.  2. Letakkan benda kerja seperti terlihat pada gamba...
Rencana Kerja IV  1. Bahan pelat 250 X 30 X 3 mm, sebanyak 2 lembar.  2. Letakkan benda kerja seperti yang terlihat pada g...
MODUL 2                PENGELASAN GAS (OKSI-ASETILIN)       Salah satu metoda proses pengelasan yang paling populeradalah ...
Prosedur Percobaan:A. Langkah Persiapan1. Mengecek kelengkapan dan kondisi peralatan, baik peralatan utama maupun   perala...
j. Tekanan gas asetilen/bahan bakar.             k. Tebal pelat.             l. Jarak celah.3. Peralatan diletakkan agak j...
C. Proses Pengelasan1. Atur posisi duduk kita, kedua kaki rapat dan menghadap meja kerja.2. Pegang brander dengan baik ole...
5. Dekatkan ujung nosel ke benda kerja dengan ketinggian sekitar 5 mm dari   benda kerja hingga benda kerja meleleh dan me...
Rencana Kerja I  1. Arah pengelasan           :   Kanan ke kiri.  2. Posisi                    :   Rata,flat (horizontal)....
Data:  a. Sudut A                   :  b. Sudut B                   :  c. Sudut C                   :  d. Tekanan gas oksi...
2. Ke-dua pelat diatur jaraknya kira-kira sama dengan tebal     pelatnya.  3. Ikat benda kerja di ke-dua ujungnya dengan p...
3. Tekuk benda kerja sebesar 90o.  4. Telungkupkan benda kerja tersebut.  5. Pengelasan dimulai dari ujung kanan sampai ke...
3. Arah pengelasan           :   Kanan ke kiri.  4. Posisi                    :   Melingkar, horizontal.  5. Benda las    ...
MODUL 3             PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING)     Proses las titik merupakan suatu proses penyambungan duabuah kompo...
Skematis proses pengelasan titik.                       Skematis mesin las titik.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI             ...
Ukuran dan bentuk nugget yang terjadi sangat dipengaruhi olehbentuk dan ukuran elektroda yang menekan permukaan luar lemba...
Arus Pengelasan     Masukkan panas yang telah dinyatakan dalam persamaan Joulediatas, berbanding lurus dengan besarnya aru...
Berdasarkan Gambar diatas, secara skematis diperlihatkanbahwa diameter nugget sebagai fungsi dari arus pada suatu waktupen...
pengelasan berlangsung. Gaya penekanan elektroda ini dikenal adadua macam, yaitu sebagai berikut:  1. Gaya pengelasan (wel...
Hubungan tekanan elektroda dengan tahan kontak.     Semakin kecilnya tahanan kontak dari benda kerja akanmenurunkan masukk...
3. Hold time, adalah interval waktu dimana arus sudah tidah     mengalir lagi tetapi elektroda masih menekan benda kerja  ...
Kurva bagian dalam pada Gambar diatas memperlihatkan bahwatemperatur     pada    masing-masing       daerah    setelah   2...
   Gunakan semua peralatan keselamatan kerja (apron dada,            apron lengan, masker las dan sarung tangan kulit).  ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Modul Praktikum Teknik Pengelasan Logam (AA)

25,130

Published on

Published in: Education
7 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
25,130
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1,844
Comments
7
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Modul Praktikum Teknik Pengelasan Logam (AA)"

  1. 1. TEKNIK PENGELASAN LOGAM MODUL PRAKTIKUM Oleh : ABRIANTO AKUAN, ST., MT. LABORATORIUM TEKNIK PRODUKSI JURUSAN TEKNIK METALURGI FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI BANDUNG 2009
  2. 2. PETUNJUK PRAKTIKUMI. MAKSUD DAN TUJUAN Praktikum Teknik Pengelasan Logam merupakan penerapanteori-teori yang pernah diberikan dalam perkuliahan. Tujuan utamadari praktikum ini adalah sebagai berikut:  Mengetahui beberapa proses atau teknik pengelasan logam dalam suatu proses/teknik produksi dalam manufaktur.  Mengetahui besaran-besaran atau parameter proses yang terlibat dan berpengaruh terhadap kualitas lasan yang dihasilkan.  Mengetahui cacat-cacat yang terjadi dalam proses pengelasan logam.  Merencanakan dan membuat barang jadi melalui teknik pengelasan logam.Dengan melakukan praktikum ini, diharapkan peserta (praktikan)memiliki pengalaman praktek dalam proses produksi/manufakturmelalui teknik pengelasan logam.II. PERATURAN PRAKTIKUM2.1 Tata Tertib  Tidak dibenarkan memakai sandal, sepatu sandal dan sejenisnya.  Tas dan barang-barang yang digunakan selama praktikum harus disimpan ditempat yang telah disediakan.  Dilarang melakukan praktikum tanpa seijin instruktur yang bersangkutan.  Selama berada dilaboratorium dilarang merokok, makan dan minum.  Praktikum harus menjaga keamanan dan ketenangan selama berada dilaboratorium.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 1
  3. 3.  Diwajibkan memakai pakaian savety dalam setiap melakukan praktek.2.2 Kehadiran  Praktikan yang tidak mengikuti satu kali praktikum dianggap gagal dan harus mengulang pada kesempatan berikutnya.  Waktu pelaksanaan praktikum diatur dengan jadwal yang ditentukan kemudian.  Praktikan diharuskan menyerahkan formulir kehadiran kepada instruktur pada setiap melakukan praktek.2.3 Pemakaian Alat  Periksa kelengkapan alat sebelum melakukan praktek.  Setiap pemakaian alat harus seijin instruktur.  Kehilangan atau kerusakan alat adalah tanggung jawab satu kelompok peserta praktikum.  Setiap akhir praktikum, ruangan dan alat-alat yang digunakan harus dibersihkan.  Sebelum meninggalkan laboratorium, praktikan harus lapor pada instruktur untuk memeriksa alat-alat yang telah digunakan.2.4 Tugas dan Laporan  Laporan praktikum diisi pada logbook yang telah disediakan.  Sebelum dan sesudah praktikum akan diadakan responsi dan ujian akhir praktikum. Adapun waktu dan tempat ditentukan kemudian.  Setiap praktikum harus mengumpulkan dan mengisi logbook praktikum secara perorangan setelah seluruh praktikum diselesaikan.  Logbook praktikum diisi dengan tulisan tangan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 2
  4. 4. 2.5 Penilaian Sistematika penilaian mengikuti aturan sebagai berikut: 1. Nilai Ujian = 15 % 2. Nilai Kehadiran = 25 % 4. Nilai Laporan = 20 % 5. Nilai Presentasi = 40 %III. KESELAMATAN KERJA3.1 Ringkasan Umum Keselamatan kerja merupakan target pertama dalam setiapproses produksi terutama proses pengelasan logam, karena dalamproses ini akan berhadapan dengan bahaya-bahaya yang mungkinterjadi diantaranya:  Terkena percikan terak/flux dari elektroda/benda kerja.  Terkena jilatan api atau panas dari elektroda dan benda kerja.  Risiko terjadinya kebakaran.Bahaya potensial ini diharapkan tidak akan menjadi bahaya riil apabilasemua peraturan keselamatan telah diikuti dengan seksama danselalu bekerja menurut prosedur serta tata cara yang aman danbenar. Dengan demikian kita akan terhindar dari bahaya dan tempatkita bekerja menjadi tempat yang aman.3.2 Ketentuan dan Prosedur Keselamatan  Siapkanlah bahwa keadaan lingkungan kerja dan peralatannya siap untuk dipakai, dan periksa kembali peralatan sebelum bekerja.  Pakailah pakaian kerja dengan alat pelindung diri (APD) lainnya yang diperlukan.  Bekerjalah sesuai petunjuk yang ada.  Tanyakanlah pada instruktur/asistan anda, bila kurang jelas dalam bekerja.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 3
  5. 5.  Berhati-hatilah dalam penggunaan alat-alat perlengkapan serta posisi dalam bekerja.  Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari api.  Usahakan benda kerja yang akan dilas, dalam keadaan bersih bebas dari air oli dan bahan lainnya yang dapat menyebabkan percikan atau ledakan.  Bersihkan lantai tempat proses pengelasan dari air, oli, kotoran dan sebagainya.  Jaga jarak aman anda dengan elektroda/benda kerja panas dan peralatan panas lain pada saat proses pengelasan.  Gunakan selalu alat pelindung diri (APD): sarung tangan kulit, apron, helm, kacamata, sepatu kerja, masker, tang jepit, ear plug dan lain sebagainya.  Tidak diperbolehkan memegang hasil lasan tanpa alat pelindung diri (APD) selama proses pengelasan sedang berjalan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 4
  6. 6. MODUL 1 PENGELASAN SMAW Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua logam atau lebihdengan menggunakan energi panas. Logam sekitar lasan/sambungan, akanmengalami siklus termal yang cepat yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan metalurgi yang rumit, deformasi dan tegangan-tegangan termal. Halini sangat erat hubungannya dengan kekuatan, cacat lasan, dan lain sebagainyayang pada umumnya mempunyai pengaruh yang fatal terhadap keamanan darikonstruksi yang dilas. Proses pengelasan melibatkan pemanasan dan pendinginan, padaumumnya struktur mikro dari logam tergantung dari kecepatan pendinginannyadari temperatur terbentuknya fasa awal sampai ke temperatur kamar. Karenaperubahan struktur ini dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimiliki jugaberubah. Pada dasarnya daerah lasan terdiri dari tiga bagian yaitu logam lasan(weld metal), daerah terkena pengaruh panas yang sering disebut dengan HeatAffected Zone (HAZ), dan logam induk yang tak terpengaruh panas. Daerahlogam lasan adalah bagian dari logam yang pada waktu pengelasan mencairdan kemudian membeku. Daerah pengaruh panas atau HAZ adalah logam dasaryang bersebelahan dengan logam las yang selama proses pengelasanmengalami siklus termal pemanasan dan pendinginan cepat. Logam induk takterpengaruh panas adalah bagian logam dasar dimana panas dan temperaturpengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan struktur dansifat. Selain ketiga bagian itu masih ada bagian lain yaitu daerah yangmembatasi antara logam las dan daerah HAZ yang disebut dengan batas las.Untuk melihat struktur dari sebuah hasil lasan kita dapat melihat pada gambardibawah ini:@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 5
  7. 7. Diagram skematik variasi temperatur dan struktur logam lasan. Semua kejadian selama proses pendinginan dalam pengelasan hampirsama dengan pendinginan dalam pengecoran perbedaannya adalah:1. Kecepatan pendinginan dalam las lebih tinggi2. Sumber panas dalam las bergerak lurus3. Pencairan dan pembekuan dalam las terjadi secara terus menerus@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 6
  8. 8. 4. pembekuan logam las mulai dari dinding logam induk yang dapat dipersamakan dengan dinding cetakan pada pengecoran, hanya saja dalam pengelasan, logam las harus menjadi satu dengan logam induk, sedangkan dalam pengecoran harus terjadi sebaliknya.Beberapa cacat lasan:Undercut Undercut adalah suatu alur atau takikan yang terjadi pada perbatasansisi-sisi lasan yang sejajar arah pengelasan sehingga bagian kaki lasanmengalami penipisan. UndercutPenyebab: Gerakan elektroda yang terlalu cepat. Panas yang terlampau tinggi. Sudut elektroda yang tidak tepat.Incomplete penetration (penetrasi yang kurang sempurna) Incomplete penetration terjadi karena logam las tidak menembusmelanjutkan kebagian akar dari sambungan atau kedalaman logam las kurangdari tinggi alur yang direncanakan. Incomplete penetrationPenyebab: Gerakan elektroda yang terlalu cepat. Arus atau panas yang tidak cukup. Logam pengisi melebur tanpa meleburkan logam induk.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 7
  9. 9. Inklusi Inklusi terjadi karena adanya material padat yang terjebak pada waktuproses pembekuan. Inklusi dapat terjadi menjadi dua bagian, yaitu Inklusi nonmetalik (slag dan oksida) dan inklusi metalik. InklusiPenyebab: Arus yang terlalu rendah dan elektroda yang terlalu besar. Pada sambungan sudut, sudut-sudut yang kurang tepat, pembersihan yang kurang baik. Pengelasan yang terlalu cepat.Incompletly filled groove (Alur tidak terisi secara sempurna) Hal ini terjadi karena alur yang direncanakan tidak terisi logam secarasempurna, sehingga sambungan tampak kekurangan logam pengisi/cekung. Incompletly filled groovePenyebab: Gerakan elektroda yang terlalu cepat. Elektroda atau logam pengisi terlalu kecil.Lack of fusion atau Incomplete fusion (Peleburan yang tidak sempurna) Terjadi karena logam induk dan logam las tidak melebur bersama secaramenyeluruh. Lack of fusion/Incomplete fusion@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 8
  10. 10. Penyebab: Arus pengelasan terlalu rendah. Gerakan elektroda terlalu cepat. Persiapan yang tidak sempurna. Permukaan kotor. Sudut elektroda yang tidak tepat. Panjang busur yang tidak tepat. Beberapa penampilan hasil lasan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 9
  11. 11. Diagram Inagaki.Prosedur Percobaan: 1. Siapkan peralatan las a. Sarung tangan kulit. b. Apron dada. c. Apron lengan. d. Masker las. e. Palu terak. f. Sikat kawat. 2. Catat data mengenai a. Jenis material. b. Arah pengelasan. c. Posisi pengelasan. d. Simbol las. e. Benda las. f. Sudut elektroda.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 10
  12. 12. g. Jenis elektroda. h. Jenis sambungan. i. Arus. j. Tebal pelat. k. Jarak celah. 3. Siapkan elektroda dan bahan yang akan di-las. 4. Penyalaan busur listrik a. Gunakan semua peralatan keselamatan kerja (apron dada, apron lengan, masker las dan sarung tangan kulit). b. Pasanglah elektroda pada pemegang elektroda (holder). c. Hidupkan mesin las dengan memutar saklar ke angka voltase 380 V. d. Lihat berapa besar arus pada jarum penunjuk arus. Putar ke kiri jika ingin memperkecil arus dan putar ke kanan jika ingin memperbesar arus. 5. Lakukanlah percobaan mengelas. Lihat gambar rencana kerja. 6. Bila ada kesulitan, bertanyalah pada asisten atau instruktur. 7. Bila lampu indikator pada mesin las menyala, hentikan mengelas. Hal ini menyatakan bahwa mesin las sudah terlampau panas. 8. Jika lampu indikator sudah tidak menyala (padam), proses pengelasan dapat dilakukan kembali. 9. Jika berhenti mengelas, pindahkan saklar ke posisi nol atau netral. 10.Bersihkanlah meja las dan sekelilingnya setelah selesai melakukan pengelasan.Rencana Kerja I 1. Siapkan bahan pelat 250 X 30 X 3 mm, sebanyak 2 lembar. 2. Letakan benda kerja diatas meja las (buatlah jig jika perlu). 3. Ukur dan tandai atau gores pada permukaan benda kerja dengan pena penggores atau kapur (lihat Gambar. 1).@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 11
  13. 13. Gambar. 1 4. Pilih arus (ampere) dan elektroda yang sesuai dengan tebal pelat. 5. Pengelasan dilakukan dari arah kiri ke kanan dengan posisi flat (horizontal). 6. Petunjuk proses pengelasan, lihat Gambar 3, 4 dan 5. 7. Bila kampuh pertama selesai, bersihkan dulu teraknya. 8. Lanjutkan ke baris yang lain dari sisi pelat sebelahnya hingga selesai. 9. Bersihkan teraknya. 10.Ulangi tahapan proses pengelasan diatas terhadap pelat yang lain dengan posisi pengelasan dari arah atas ke bawah. 11.Amati hasilnya dan catat hasil pengamatan tersebut. Gambar. 2 Gambar. 3@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 12
  14. 14. Gambar. 4 Gambar. 5@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 13
  15. 15. Rencana Kerja II 1. Gunakan pelat hasil praktek latihan I. 2. Atur arus (ampere). 3. Las seperti terlihat pada gambar. 6 atau 7. 4. Elektroda bergerak berayun. 5. Bersihkan teraknya. Gambar. 6 Gambar. 7@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 14
  16. 16. Rencana Kerja III 1. Bahan pelat 250 X 30 X 3 mm, sebanyak 2 lembar. 2. Letakkan benda kerja seperti terlihat pada gambar. 8. 3. Ikat kedua uijungnya dengan pengelasan (tack welding). Gambar. 8 4. Elektroda, arus (ampere) dan tebal benda kerja harus sesuai. 5. Mengelas dari kiri ke kanan. 6. Posisi elektroda seperti yang terlihat pada gambar. 9. 7. Bersihkan teraknya. 8. Lakukan seperti langkah-langkah diatas untuk sebelahnya. Gambar. 9 Gambar. 10@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 15
  17. 17. Rencana Kerja IV 1. Bahan pelat 250 X 30 X 3 mm, sebanyak 2 lembar. 2. Letakkan benda kerja seperti yang terlihat pada gambar. 15. 3. Ikat ke-dua ujungnya dengan pengelasan. Gambar. 15 Gambar. 16 4. Elektroda, arus (ampere) dan tebal benda kerja harus sesuai. 5. Mengelas dari kiri ke kanan. 6. Posisi elektroda, lihat gambar. 17. 7. Bersihkan teraknya. 8. Lakukan seperti langkah-langkah sebelumnya untuk bagian sebelahnya. Gambar. 17@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 16
  18. 18. MODUL 2 PENGELASAN GAS (OKSI-ASETILIN) Salah satu metoda proses pengelasan yang paling populeradalah menggunakan panas dari nyala api gas. Pada prosespengelasan ini, panas yang dihasilkan adalah dari hasil pembakarangas: MAPP (methylacetylene-propadiene) atau acetylene, yangdicampur dengan oksigen. Pengelasan gas umumnya dipergunakan dalam prosesmaintenance dan perbaikan (repair work) karena transportasi tabungbahan bakar dan oksigen lebih mudah dilakukan atau dibawa kelapangan. Proses dengan pembakaran gas ini juga banyak diterapkanpada proses brazing, cutting, dan heat treatment hampir semua jenislogam.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 17
  19. 19. Prosedur Percobaan:A. Langkah Persiapan1. Mengecek kelengkapan dan kondisi peralatan, baik peralatan utama maupun peralatan keamanan.  Peralatan Utama:  Tabung oksigen  Tabung bahan bakar  Regulator  Brander  Kunci Tabung.  Pembersih nosel.  Sikat kawat  Selang las  Bangku dan meja kerja  Meja kerja  Pemantik api  Tang  Peralatan Keamanan:  Sarung tangan  Google/kacamata las.  Sepatu  Tabung pemadam2. Catat data mengenai: a. Jenis material. b. Arah pengelasan. c. Posisi pengelasan. d. Simbol las. e. Benda las. f. Sudut brander. g. Sudut logam pengisi h. Jarak nosel dengan logam induk. i. Tekanan gas oksigen.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 18
  20. 20. j. Tekanan gas asetilen/bahan bakar. k. Tebal pelat. l. Jarak celah.3. Peralatan diletakkan agak jauh dari tempat kita mengelas, kemudian buka kran tabung oksigen sampai terbuka penuh.4. Periksa tekanan gas oksigen pada regulator tekanan kerja (40-60 bar).5. Membuka kran gas bahan bakar.6. Persiapkan benda kerja dan filler/logam pengisi.7. Gunakan peralatan keselamatan kerja (google/kacamata las, sarung tangan dan sepatu).8. Cek apakah kondisi selang, aman tidak tertekan atau terlipat.B. Langlah Penyalaan Las Gas1. Letakkan benda kerja diatas meja kerja.2. Arahkan ujung brander ke bawah.3. Buka sedikit kran gas bahan bakar.4. Nyalakan pemantik api dan bakar ujung nosel hingga gas terbakar.5. Buka sedikit demi sedikit kran gas oksigen hingga nyala api menjadi sesuai dengan nyala api yang diinginkan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 19
  21. 21. C. Proses Pengelasan1. Atur posisi duduk kita, kedua kaki rapat dan menghadap meja kerja.2. Pegang brander dengan baik oleh sebelah tangan kanan dan tangan kiri memegang pemantik api.3. Lakukanlah percobaan mengelas. Lihat gambar rencana kerja.4. Posisikan sudut api untuk pengelasan adalah 60o terhadap garis horisontal, dan untuk filler adalah 30o terhadap garis horisontal, pegang filler dengan tangan kiri seperti pada gambar berikut. 30o 60o@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 20
  22. 22. 5. Dekatkan ujung nosel ke benda kerja dengan ketinggian sekitar 5 mm dari benda kerja hingga benda kerja meleleh dan membentuk lelehan kawah.6. Dekatkan filler hingga ikut memanas dan mencair bersama benda kerja.7. Bila ada kesulitan, bertanyalah pada asisten atau instruktur.D. Proses Mematikan1. Setelah selesai melakukan proses pengelasan, jauhkan ujung nosel dari benda kerja dan arahkan kebawah. a2. Tutup kran gas oksigen perlahan-lahan namun jangan sampai tertutup penuh.3. Setelah api menyala kuning tutup perlahan-lahan kran gas bahan bakar namun jangan sampai tertutup penuh.4. Tutup kran gas oksigen hingga tertutup penuh5. Tutup kran gas bahan bakar hingga tertutup penuh.6. Tiup api kecil yang masih menyala di ujung nosel.7. Biarkan benda kerja dan ujung nosel hingga dingin8. Setelah dingin tutup kembali kran gas bahan bakar dan kran gas oksigen9. Gulung kembali selang10.Bersihkan kembali meja las dari sisa-sisa pengelasan dan sekitarnya jika selesai melakukan pengelasan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 21
  23. 23. Rencana Kerja I 1. Arah pengelasan : Kanan ke kiri. 2. Posisi : Rata,flat (horizontal). 3. Benda las : Penyambungan.Data: a. Sudut A : b. Sudut B : c. Sudut C : d. Tekanan gas oksigen : e. Tekanan gas asetilen : f. No. nosel : g. Nyala api : h. Tebal pelat : i. Jarak celah : j. Diameter logam pengisi:Rencana Kerja II 1. Arah pengelasan : Kanan ke kiri. 2. Posisi : Rata,flat (horizontal). 3. Benda las : Penyambungan L.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 22
  24. 24. Data: a. Sudut A : b. Sudut B : c. Sudut C : d. Tekanan gas oksigen : e. Tekanan gas asetilen : f. No. nosel : g. Nyala api : h. Tebal pelat : i. Jarak celah : j. Diameter logam pengisi:Rencana Kerja III 1. Susun ke-dua pelat seperti gambar dibawah ini.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 23
  25. 25. 2. Ke-dua pelat diatur jaraknya kira-kira sama dengan tebal pelatnya. 3. Ikat benda kerja di ke-dua ujungnya dengan pengelasan titik. 4. Atur posisinya dan kemudian di-las dengan menggunakan logam pengisi. 5. Gerakkan brander dan logam pengisi dari kanan ke kiri.Rencana Kerja IV 1. Tempatkan benda kerja seperti gambar dibawah ini. 2. Tempatkan ke-dua pelat tersebut, kemudian ujung-ujungnya di- las titik agar tetap posisinya.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 24
  26. 26. 3. Tekuk benda kerja sebesar 90o. 4. Telungkupkan benda kerja tersebut. 5. Pengelasan dimulai dari ujung kanan sampai ke ujung kiri dengan menggunakan logam pengisi.Rencana Kerja V 1. Susun benda kerja seperti terlihat pada gambar dibawah ini, kemudian gabungkan. Tempatkan benda kerja pada posisi horisontal. Di-las dengan brander yang sesuai. 2. Pengelasan dilakukan dengan logam pengisi ke arah vertikal. Perhatikan kemiringan brander dan logam pengisi.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 25
  27. 27. 3. Arah pengelasan : Kanan ke kiri. 4. Posisi : Melingkar, horizontal. 5. Benda las : Penyambungan pipa.Data: a. Sudut A : b. Sudut B : c. Sudut C : d. Tekanan gas oksigen : e. Tekanan gas asetilen : f. No. nosel : g. Nyala api : h. Tebal pelat : i. Jarak celah : j. Diameter logam pengisi:@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 26
  28. 28. MODUL 3 PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) Proses las titik merupakan suatu proses penyambungan duabuah komponen logam melalui satu atau lebih titik sambungandengan menggunakan panas dari tahanan listrik yang dialirkan olehdua buah elektroda ke logam yang akan disambung dengan waktupengelasan tertentu. Panas yang dihasilkan dalam proses ini sangatdipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu diantaranya adalah arus yangdiberikan, tahanan kontak benda kerja dan waktu pengelasan.Berdasarkan hukum Joule dinyatakan oleh persamaan berikut: H = I2. R. t (Joule)H=Panas (energi) yang dihasilkan (watt detik atau Joule)I=Arus yang diberikan (ampere)R=Tahanan kontak benda kerja (ohm)t=Waktu pengelasan (detik atau cycle) Gambar dibawah ini memperlihatkan secara skematis dariproses dan alat atau mesin pengelasan titik. Penyambungan terjadisebagai akibat timbulnya titik lasan pada permukaan kontak bendakerja yang saling berhadapan. Hal ini terjadi karena pada daerahpermukaan terjadi konsentrasi arus yang paling tinggi dengantahanan kontak yang paling besar dibandingkan dengan daerahlainnya. Sebagai akibatnya akan timbul panas yang sangat tinggi padadaerah permukaan kontak sehingga dapat mencairkan titik lasan yangkemudian disebut nugget.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 27
  29. 29. Skematis proses pengelasan titik. Skematis mesin las titik.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 28
  30. 30. Ukuran dan bentuk nugget yang terjadi sangat dipengaruhi olehbentuk dan ukuran elektroda yang menekan permukaan luar lembaranlogam, selain itu masukkan panas yang terjadi merupakan faktor yangjuga menentukan kualitas dari nugget. Gambar menunjukkandistribusi hasil pengelasan titik pada suatu logam mild steel. Secarakontinyu, diameter nugget tumbuh sangat cepat dan kemudianmelambat sampai tercapai suatu ukuran yang maksimal yaitu sekitarlebih besar 10% nya dari diameter elektroda yang digunakan.Parameter penting dalam proses pengelasan titik yang berpengaruhterhadap kualitas hasil lasan, adalah; arus pengelasan, gayapenekanan dan waktu pengelasan. Distribusi temperatur dari hasil pengelasan titik.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 29
  31. 31. Arus Pengelasan Masukkan panas yang telah dinyatakan dalam persamaan Joulediatas, berbanding lurus dengan besarnya arus pengelasan yangditerapkan. Besarnya masukkan panas tersebut adalah dipergunakanuntuk mencairkan logam pada daerah sambungan las (titik las) dansebagian mengalami kehilangan sebagai akibat dari adanya transferpanas (konduksi, konveksi dan radiasi) dari elektroda dan bendakerjanya serta lingkungannya. Ketika kerapatan arus, kurang daribatas yang diijinkan maka masukkan panas yang terjadi tidak akanmenyebabkan pencairan logam sehingga tidak akan terjadisambungan lasan. Dengan demikian pmasukkan panas harus cukupuntuk mengimbangi kehilangan panas yang terjadi. Sebaliknya jikamasukkan panas yang terjadi misalnya sebagai akibat aruspengelasan yang terlalu besar, maka permukaan bagian dalam darilogam akan terlalu panas sehingga benda kerja akan mengalamikelebihan masukkan panas (over heated) dan akan terbakar(burning), bahkan dapat mengakibatkan cacat expulsion pada nuggetyang terbentuk (lihat Gambar berikut ini). Pengaruh arus dan waktu pengelasan terhadap nugget yang dihasilkan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 30
  32. 32. Berdasarkan Gambar diatas, secara skematis diperlihatkanbahwa diameter nugget sebagai fungsi dari arus pada suatu waktupengelasan tertentu. Ketika arus meningkat maka akan diikuti denganmeningkatnya diameter nugget sampai ukuran yang tidak diinginkan. Pengaruh arus pengelasan titik ini akan sangat menentukan pulaterhadap kekuatan tarik geser dari sambungannya serta terhadapbesarnya penetrasi elektroda pada ketebalan lembaran atau pelatlogam yang disambung. Hal ini ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.Pengaruh arus pengelasan terhadap diameter nugget yang dihasilkan, beban tarik geser dan % indentasi pada tebal pelat.Gaya Penekanan Elektroda Gaya tekan elektroda atau gaya proses las titik merupakanbeban yang diterapkan pada benda kerja oleh elektroda selama proses@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 31
  33. 33. pengelasan berlangsung. Gaya penekanan elektroda ini dikenal adadua macam, yaitu sebagai berikut: 1. Gaya pengelasan (weld force). 2. Gaya penempaan (forge force).Gaya pengelasan adalah merupakan gaya elektroda terhadappermukaan pelat selama waktu proses pengelasan, sedangkan gayapenempaan adalah gaya penekanan elektroda setelah berakhirnyawaktu proses pengelasan (atau selama waktu penahanan saatterjadinya pembekuan logam lasan). Gaya penekanan elektroda ini sangat mempengaruhi kekuatansambungan karena akan mempengaruhi pula terjadinya cacat-cacatlasan (exulsion, cacat internal, permukaan hangus atau surfaceburning, dan lain-lain). Gaya pengelasan yang terlalu besar ini akanmengakibatkan pula indentasi elektroda pada permukaan benda kerjaakan terlalu dalam sehingga akan mempengaruhi kekuatansambungan las titik yang dihasilkan. Gaya pengelasan yang diberikan kepada benda kerja melaluitekanan dari dua elektroda, harus cukup agar dapat meneruskan arusdengan baik. Besarnya gaya pengelasan ini akan mempengaruhi pulatahanan kontak dari elektroda dan benda kerja. Semakin besar gayapengelasan maka akan semakin menurunkan besarnya tahanankontak, hal ini ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 32
  34. 34. Hubungan tekanan elektroda dengan tahan kontak. Semakin kecilnya tahanan kontak dari benda kerja akanmenurunkan masukkan panas yang terjadi pada daerah sambunganlasan. Ketika material logam elektroda lebih lunak dari logam yangakan di las, maka penggunaan gaya elektroda akan menyebabkankontak terbaik pada daerah permukaan kontak antara elektroda danbenda kerja dan kemudian pada ke dua permukaan benda kerjanya.Waktu Pengelasan Waktu atau siklus dalam proses pengelasan titik dibagi dalamempat periode waktu utama yang secara skematis ditunjukkan padaGambar dibawah ini, yang pada saat operasi proses pengelasan titik,dapat dilakukan pengontrolannya secara manual atau otomatis.Keempat perioda waktu pengelasan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Squeeze time, adalah interval waktu antara saat mulai penekanan elektroda sampai saat arus mulai akan mengalir. 2. Weld time, adalah interval waktu selama arus mengalir melalui benda kerja.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 33
  35. 35. 3. Hold time, adalah interval waktu dimana arus sudah tidah mengalir lagi tetapi elektroda masih menekan benda kerja sampai logam lasan membeku. 4. Off time, adalah interval waktu akhir dari hold time dengan Squeeze time berikutnya. Skematis diagram siklus atau waktu pengelasan titik. Sedangkan pengaruh waktu pengelasan terhadap distribusitemperatur pada benda kerja dan elektroda selama proses las titik inidiperlihatkan pada Gambar dibawah ini. Distribusi temperatur selama proses pengelasan titik setelah 20 % dan 100 % dari waktu pengelasan dilakukan.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 34
  36. 36. Kurva bagian dalam pada Gambar diatas memperlihatkan bahwatemperatur pada masing-masing daerah setelah 20 % waktupengelasan dilewati, terlihat adanya kenaikkan temperatur padapermukaan bagian dalam dari logam yang disambung (titik d), selamaperiode ini secara proposional lebih rendah dibandingkan dengandearah lainnya. Demikian pula seperti telah ditunjukkan padapersamaan Joule, dimana, masukkan panas yang terjadi selamaproses pengelasan titik berbanding lurus dengan waktu pengelasan.Waktu pengelasan yang terlalu besar dapat mengakibatkan pulacacatcacat lasan khususnya cacat expulsion pada permukaan kontakelektroda yang diakibatkan oleh ketika panas yang terjadi terlalucepat pada tiga daerah permukaan kontaknya yaitu daerah b, d dan fpada Gambar sebelumnya diatas.Prosedur Percobaan: 1. Siapkan peralatan las:  Sarung tangan kulit.  Apron dada.  Apron lengan.  Masker las.  Sikat kawat. 2. Catat data mengenai:  Jenis material.  Posisi pengelasan.  Simbol las.  Benda las.  Jenis elektroda.  Arus dan waktu.  Tebal pelat. 3. Siapkan mesin las dan bahan yang akan di-las. 4. Penyalaan mesin las titik:@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 35
  37. 37.  Gunakan semua peralatan keselamatan kerja (apron dada, apron lengan, masker las dan sarung tangan kulit).  Hidupkan mesin pompa air sebagai pendingin elektroda las.  Hidupkan mesin las dengan menyalakan saklar utama.  Lihat berapa besar arus pada jarum penunjuk daya listrik. Putar ke kiri jika ingin memperkecil arus dan putar ke kanan jika ingin memperbesar % dari daya listrik yang akan dipergunakan.  Lakukanlah percobaan mengelas titik.  Bila ada kesulitan, bertanyalah pada asisten atau instruktur.  Jika berhenti mengelas, pindahkan saklar ke posisi nol atau netral.  Bersihkanlah mesin las dan sekelilingnya setelah selesai mengelas.@@ Teknik Metalurgi – UNJANI 36

×