1. a. Apa arti mempersembahkan tubuh sebagai ibadah yang sejati?          Pertama, ibadah sejati adalah ibadah totalitas. ...
Kedua, ibadah sejati adalah ibadah yang kudus. Bukan saja sebagaikurban/persembahan yang hidup, Paulus juga menasihatkan j...
Allah ketika ibadah dilakukan (baik di gereja ataupun kehidupan sehari-hari) bukanmemuliakan diri, tetapi memuliakan Tuhan...
b. Bandingkan dengan saudara-saudara muslim yang memahami menolong orang lain   sebagai ibadah!          Bandingkan dengan...
roh.sedangkan materialism sebagai metode mateialisme sebagai pembuat sementaraabstraksi dari yang immaterial.lalu ia menco...
memberi diri disengsarakan dan bersedia mati untuk kita. Maka sudah sangat aman kalau   kita mulai hari ini dengan membaca...
b.2. 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu) minggu untuk       5 (lima) hari kerja dalam 1 (sat...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Wawancara xv

797 views
704 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
797
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wawancara xv

  1. 1. 1. a. Apa arti mempersembahkan tubuh sebagai ibadah yang sejati? Pertama, ibadah sejati adalah ibadah totalitas. Ibadah sejati bukanlah ibadah fenomenal, kelihatan aktif di berbagai kegiatan gereja. Ibadah sejati adalah ibadah totalitas, artinya menyeluruh di dalam seluruh aspek hidup kita. Hal ini diajarkan Paulus dengan mengatakan bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan/kurban yang hidup. Kata "mempersembahkan" dalam bahasa Yunani bisa diterjemahkan "menyembahkan" (ibid., hlm. 862). Kembali, kata yang dipergunakan di sini menggunakan bentuk aktif. Berarti, ibadah sejati adalah ibadah yang terjadi ketika kita secara aktif mempersembahkan/menyembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Itulah arti berserah total. Berserah adalah kita berani menyerahkan seluruh hidup kita dikuasai oleh Kristus sebagai Tuhan, Raja, dan Pemerintah hidup kita. Ketika kita menyerahkan hidup kita, dengan kata lain, kita juga harus berani menyesuaikan hidup kita dengan kehendak Tuhan. Di sini, saya menggabungkan konsep berserah dengan menyangkal diri. Ketika kita berserah, di saat yang sama kita menyangkal diri untuk mengatakan "tidak" kepada kehendak kita dan mengatakan "ya" kepada kehendak-Nya. Hal ini diteladani sendiri oleh penulis surat Roma, yaitu Paulus. Paulus adalah salah satu rasul Kristus yang sudah menyerahkan totalitas hidupnya kepada Kristus (Flp. 1:21), dan di saat yang sama, ia bisa mematikan kehendaknya yang berlawanan dengan kehendak Allah. Kapan Paulus berani mematikan kehendak dirinya sendiri? Ketika Paulus mendapatkan suatu hambatan (2Kor. 12:7-9). Para penafsir tidak sepakat ketika menafsirkan arti "duri dalam daging" di dalam 2Kor. 12:7 ini. Ada yang menafsirkan penyakit, ada juga yang menafsirkan hambatan/halangan dalam pelayanan Paulus. Intinya hanya satu: tantangan/hambatan dalam pelayanan Paulus (bisa berupa penyakit, dll). Ketika Tuhan menguji Paulus dengan "duri dalam daging", Paulus pernah berdoa 3x memohon agar Tuhan mencabut duri itu, tetapi Tuhan menolaknya, dan Paulus taat (ayat 9-10). Bahkan di dalam penderitaan, Paulus pun dengan berani tetap percaya kepada- Nya (2Tim. 1:12). Biarlah kita meneladani Paulus sebagai rasul Kristus yang telah menjalankan apa yang diajarkannya sendiri di bagain ini. Adalah suatu ketidakmasuakalan jika orang yang menyanyikan "Aku Berserah", tetapi masih percaya kepada kehendak diri yang lebih baik daripada kehendak Tuhan.
  2. 2. Kedua, ibadah sejati adalah ibadah yang kudus. Bukan saja sebagaikurban/persembahan yang hidup, Paulus juga menasihatkan jemaat Roma agar merekajuga mempersembahkan tubuh mereka sebagai kurban yang kudus. Kudus berartidipisahkan (separated). Dengan kata lain, dengan mempersembahkan tubuh kita sebagaikurban yang kudus, berarti kita memiliki keunikan yang lain dari dunia ini. Paulus bukanhanya mempersembahkan tubuh/hidupnya sebagai kurban yang hidup, tetapi ia jugamempersembahkan hidupnya sebagai kurban yang kudus. Dari manakah iamempersembahkan kurban yang kudus itu? Dari Roh Kudus. Roh Kudus yang telahmenguduskan hidup Paulus dan umat Tuhan, Ia menuntut kita untuk mempersembahkantubuh yang telah dikuduskan-Nya itu untuk dipakai memuliakan Tuhan. Kepada jemaatKorintus, Paulus mengajarkan konsep ini di dalam 1Kor. 6:19-20, "Atau tidak tahukahkamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudusyang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamutelah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengantubuhmu!" Melalui dua ayat ini, kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas bahwatubuh kita adalah bait Roh Kudus atau dikuduskan Roh Kudus di dalam penebusanKristus, sehingga kita harus memuliakan Tuhan melalui tubuh kita. Kata "tubuh" baik didalam Roma 12:1 maupun 1Kor. 6:19-20 sama-sama menggunakan kata Yunani soma.Karena Roh Kudus yang telah menguduskan tubuh/hidup kita, maka kita harusmempersembahkan tubuh kita sebagai kurban yang kudus bagi-Nya yang berbeda daridunia. Ketiga, ibadah sejati adalah ibadah yang menyenangkan Allah. Bukan hanyahidup dan kudus, ibadah sejati adalah ibadah yang berkenan kepada Allah. Kata"berkenan kepada Allah" diterjemahkan oleh Pdt. Hasan Sutanto, D.Th. dalam PerjanjianBaru Interlinear (2003) sebagai "menyenangkan Allah" (hlm. 862). NASB, EnglishStandard Version (ESV), Analytical-Literal Translation (ALT), Geneva Bible, Young´sLiteral Translation (YLT), dll menerjemahkannya acceptable to God (dapatditerima/memuaskan bagi Allah). International Standard Version (ISV)menerjemahkannya pleasing to God (menyenangkan Allah). Dengan kata lain, ibadahyang berkenan kepada Allah adalah ibadah yang menyenangkan atau memuaskan Allah.Bagaimana ibadah bisa dikatakan menyenangkan Allah? Ibadah bisa menyenangkan
  3. 3. Allah ketika ibadah dilakukan (baik di gereja ataupun kehidupan sehari-hari) bukanmemuliakan diri, tetapi memuliakan Tuhan (God-centered worship). Ibadah yangmemuliakan diri adalah ibadah yang menggunakan segala cara untuk menyenangkan dirisebagai objek dan subjek ibadah. Ini dilakukan oleh orang-orang kafir di dalam Alkitab.Mereka beribadah untuk mencari keuntungan. Tetapi ibadah yang berpusat pada Allahyang menyenangkan-Nya adalah ibadah yang memuliakan Dia saja (Soli Deo Gloria).Bukan hanya ibadah, pelayanan kita kepada Tuhan pun juga demikian. Di dalampelayanan, pelayanan yang menyenangkan Allah adalah pelayanan yang berpusat dariAllah, oleh Allah, dan bagi Allah saja (Rm. 11:36). Sehingga pelayanan yang berpusatpada Allah adalah pelayanan yang tidak mencari keuntungan sendiri. Di dalam 2Kor.2:17, Paulus menyatarkan konsep pelayanan palsu vs sejati, "Sebab kami tidak samadengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalamKristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atasperintah Allah dan di hadapan-Nya." Di dalam ayat ini, Paulus memaparkan pelayananyang palsu adalah pelayanan yang mau cari untung sendiri, sedangkan pelayanan yangmenyenangkan Allah adalah pelayanan yang memuliakan-Nya dengan memberitakanfirman Tuhan dengan murni dan jujur sesuai apa yang difirmankan-Nya. Di dalampelayanan firman, jangan pernah mengkompromikan kebenaran firman Tuhan. Ketikafirman Tuhan berbicara keras kepada jemaat, sebagai hamba-Nya yang memberitakanfirman-Nya, kita harus tegas dan keras berbicara dengan murni sesuai apa yangdifirmankan-Nya di dalam Alkitab. Jangan pernah membuatnya lunak atau bahkanmenghapuskannya. Teladanilah Paulus yang tidak segan-segan menuding kemunafikanPetrus (Gal. 2:11-14). Semua itu dilakukan Paulus karena ia mau melayani dengankemurnian hati dan ia tidak suka melihat kemunafikan. Ingatlah, kalau Paulus membencikemunafikan, apalagi Tuhan, Ia lebih membenci hamba-Nya yang munafik yangmemperhalus berita firman Tuhan yang keras, tetapi Ia memuji hamba-Nya yang setia,taat dan jujur menyampaikan berita firman Tuhan yang keras. Itu yang Tuhan melaluiPaulus ajarkan di dalam 2Kor. 2:17 ini. Ingatlah, jangan pernah mengukur konseppelayanan dari kuantitas, tetapi kualitas apakah pelayanan itu God-centered atau man-centered. Biarlah kit menyelidiki motivasi sedalam-dalamnya hati kita tentang konseppelayanan kita yang kita jalani.
  4. 4. b. Bandingkan dengan saudara-saudara muslim yang memahami menolong orang lain sebagai ibadah! Bandingkan dengan saudara- saudara kita yang muslim, yang menganggap menolong orang lain sebagai ibadah, benar adanya bahwa kita sebgai umat manusia yang memiliki rasa sosial harus membantu sesama kita yang membutuhkan. Dengan membantu berarti kita telah melakukan apa yang dikhendaki oleh Tuhan. Tidak hanya dimuslim, disemua agama di dunia ini, tentu mengajarkan hal yang sama untuk membantu sesama. Tapi tidak lantas itu disebut sebagai ibadah, harus mempertimbangkan apa motivasi mereka membantu, karena tidak selamanya orang yang membantu sesamanya itu memiliki niat yang baik, bias juga mereka menyimpan hal lain, atau mengharapkan hal lain. Oleh karena itu, bantulah sesamamu dengan rasa ikhlas dan tanpa mengharapkan atau memiliki maksud apapun, itulah ibadah yang sejati yang tubuh kita lakukan.2. a. Apa Pendapatmu jika ada orang yang mempersembahkan sesuatu yang haram di gereja? Analisakan dengan Firman Tuhan! Pendapat saya tidak setuju jika ada orang yang mempersembahkan sesuatu yang tidak halal di dalam Gereja, karena Tuhan mengkehendaki persembahan yang benar, Ia membenci orang yang mempermainkan persembahan. Seperti dalam cerita Kain dan Habel saat mempersembahkan korban bakaran. b. Apa arti materialisme dan mamonisme! Arti materialisme, berawal dari kata material yang berarti semua yang terasa dan terlihat oleh panca indra,isme sendiri dapat diartikan sebagai pemikian ,jadi meterialisme dapat diartikan sebagai suatu aliran yang mempunyai pemikiran tentang segala sesuatu yang Nampak yang masih terlihat dan terasa oleh mata adalah relitas sesungguhnya,diluar suatu yang terlihat itu masih di tiadakan. Merterialisme diambil dari bahasa inggris yang berarti materialism,ajaran ini menekankan keunggulan factor – factor material atas yang spiritual dalam metafisika,teori nilai,fisiologi,epistemology atau penjelasan historis. Materialism dianggap sebagai teori dan metode adalah salah satu aplikatif dari materialisme itu sendiri, materialisme sebagai teori menyangkal adanya kenyataan
  5. 5. roh.sedangkan materialism sebagai metode mateialisme sebagai pembuat sementaraabstraksi dari yang immaterial.lalu ia mencoba untuk menjelaskan yang immaterialberdasarkan kondisi – kondisi materialnya yang dmaksud dengan materi disini bukanmateri yang menyangkut materi ruang dan waktu melainkan juga apa yang lebih rendahdibandingkan dengan apa yang lebih tinggi. Lantas yang jadi pertayaan sekarang ini apainteraksinya antara materialis dengan ilmu-ilmu materialis lainnya? Dalam prosesinteraksi antara materialis dengan ilmu – ilmu khusus , materialism dan bentuknyamengalami perubahan teori –teori mateialisme munculbersam dengan timbulnya filsafatkarena majunya ilmu pengetahuan dalam astronoomi ,matematika, dan bidang idang ilmulainnya. Segi umum materialis kuno adalah pengakuan adanya materialitas dunia daneksisitensialis dunia yang tidak tergantung pada kesadaran manusia.dan ini dapat ditemukan dalam Lao tse, Yang chuwan Chung, aliran lokayata, heraklitos, Anaxagoras,Empedokles, Epikkuros. Arti mamonisme Janganlah kita menjadi keliru dan menggunakan bagian Alkitabini jadi alas an untuk mensahkan diet, melainkan menjaga diri dari kenajisan terhadapmakanan yang dari meja raja. Kenajisan, bukanlah sekedar soal jenis atau pengolahannyatetapi bagaimana makanan itu diperlakukan. Bagian pertama dari makanan meja raja pastidipersembahkan kepada berhala. Raja makan sisanya. Daniel serta kawan-kawan tidakmau ikut makan, sebab akan menajiskan diri mereka. Pemahaman spiritual kita tentangmakanan dan minuman sering hanya sampai pada "doa sebelum makan dan sesudahmakan." Padahal ada bahaya pemberhalaan dalam apa yang kita konsumsikan. Pikiranbahwa dalam dunia modern ini makanan kita tidak ada urusannya dengan berhala, adalahkekeliruan. Sebab pemberhalaan terjadi dalam bentuk yang lebih canggih. Masyarakatkita tanpa sadar diperbudak oleh berhala yang dalam Alkitab disebut Mamon.Mamonisme membuat orang menempuh jalan apa saja untuk mendapat keuntungan diri.Mencuri, korupsi, merampok, menipu adalah wajah-wajah Mamon. Memiliki harta bendadengan cara-cara ini, berarti menjadi budak Mamon. Menghidupi diri dan rumahtanggadengan cara-cara ini, sama dengan menggadaikan orang-orang yang kita kasihi kepadaMamon. Celakanya, Mamon tidak pernah mau rugi. Saat dia datang menagih, hidup kitadihancurkan tanpa kompromi. Yang mau rugi hanya satu. Tuhan Yesus Kristus. Dia
  6. 6. memberi diri disengsarakan dan bersedia mati untuk kita. Maka sudah sangat aman kalau kita mulai hari ini dengan membaca dan merenungkan firman. Kesibukan dan kesulitan bahkan pergumulan boleh saja dating melanda. Tapi roh anak-anak Tuhan yang memulai setiap hari dengan firman akan gemuk dan segar karenanya. c. Bolehkah orang Kristen menganut paham materialisme dan mamonisme! Jelaskan! Orang Kristen tidak boleh menganut paham materialisme dan mamonisme, karena kedua hal ini dibenci oleh Tuhan. Karena “Siapa yang mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia”. (Pkh 5 : 9). Ukuran keberhasilan pekerjaan manusia bukanlah semata – mata dengan kekayaannya, bukan dengan uang, tapi Allah mau meminta kita untuk menggali dari apa yang kita miliki, seberapa besar maknanya bagi masyrakat dan bagi kemuliaan Tuhan.3. a. Profesi apa saja yang menurut anda menjadi berkat untuk orang lain? b. Bagaimanakah dengan anda sendiri? Profesi apakah yang akan anda pilih dalam hidup anda?4. a. Berapa jamkah bekerja yang normal mnenurut Undang-undang Tenaga Kerja? Undang – Undang Ketenagakerjaan Pasal 100 1) Setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja bagi pekerja yang dipekerjakan. (2) Waktu kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. waktu kerja siang hari : a.1. 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau a.2. 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu. b. waktu kerja malam hari : b.1. 6 (enam) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  7. 7. b.2. 7 (tujuh) jam 1 (satu) hari dan 35 (tiga puluh lima) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.(3) Dalam hal pengusaha mempekerjakan pekerja melebihi waktu kerja sebagaimanadiamksud pada ayat (2), pengusaha wajib membayar upah waktu kerja lembur kepadapekerjanya.(4) Waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya dapat dilakukanpaling banyak : a. 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu; b. 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari waktu kerja siang hari untuk melakukan pekerjaan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi yang ditetapkan; atau c. 7 (tujuh) jam dalam 1 (satu) hari waktu kerja malam hari untuk melakukan pekerjaan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi yang ditetapkan.b. Berapakah UMR International, National, Provinsi, Kabupaten dan kota? Kaitkandengan demo guru!

×