Presentasi Makalah "Indonesia, Negara Agraris Pengimpor Bahan Pangan"

1,999 views
1,820 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,999
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
58
Actions
Shares
0
Downloads
64
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi Makalah "Indonesia, Negara Agraris Pengimpor Bahan Pangan"

  1. 1. INDONESIA, NEGARA AGRARIS PENGIMPOR BAHAN PANGAN Disusun Oleh : Abdul Mufti Putra 13011037 Ahmad Rizky Arifan 13011021 Lendra Sutanto 13011016 Miswono 13011008 Muhammad Fajar Shodiq 13011040
  2. 2. INTRODUKSI Negara Indonesia telah dikenal sebagai negara agraris, tetapi dewasa ini justru mendatangkan bahan pangan dari luar negeri. MENGAPA ? Masalah itu akan kita bahas bersama secara aktual, tajam dan terpercaya Setajam SINGLET Mari kita simak cuplikan dibawah ini !
  3. 3. Rumusan Masalah Dari pokok persoalan diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :  Mengapa Indonesia mengimpor bahan pangan dari luar negeri?  Faktor apa yang menyebabkan Indonesia mengimpor bahan pangan dari luar negeri?  Bagaimana upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia?
  4. 4. Ketergantungan Impor Bahan Pangan Ketergantungan pangan bangsa Indonesia terhadap negara lain amatlah tinggi 1.8 1.7 1.9 6.3 4.7 0.91 2.2 4.3 0.67 0 1 2 3 4 5 6 7 Angka Impor Bahan Pangan (Juta ton/tahun) Badan Pusat Statistik (BPS)Tahun 2013
  5. 5. Penyebab Ketergantungan Impor Bahan Pangan Penyebab ketergantungan impor bahan pangan yang dihadapi Indonesia adalah : 1. Besarnya jumlah penduduk di Indonesia 2. Ketergantungan mengonsumsi beras 3. Perubahan iklim 4. Luas lahan pertanian yang semakin sempit 5. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.
  6. 6. Besarnya jumlah penduduk di Indonesia Salah satu penyebab utama Indonesia mengimpor bahan pangan adalah jumlah penduduknya yang sangat besar. Data statistik menunjukkan pada tahun 2012 penduduk Indonesia sejumlah 230-237 juta jiwa. Hal ini membuat kebutuhan pangan di Indonesia menjadi semakin besar. Akibatnya, produksi pangan di dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan seluruh masyarakatnya sehingga Indonesia harus mengimpor bahan pangan dari luar negeri.
  7. 7. Ketergantungan Mengkonsumsi Beras Penduduk Indonesia merupakan pemakan beras terbesar di dunia dengan konsumsi 154 kg per orang per tahun. Bandingkan dengan rerata konsumsi di China yang hanya 90 kg, India 74 kg, Thailand 100 kg, dan Philppine 100 kg. Hal ini mengakibatkan kebutuhan beras di Indonesia menjadi tidak terpenuhi dan harus impor dari luar negeri.
  8. 8. Perubahan Iklim Pergeseran musim hujan dan musim kemarau menyebabkan petani kesulitan dalam menetapkan waktu yang tepat untuk mengawali masa tanam, benih beserta pupuk yang digunakan, dan sistem pertanaman yang digunakan. Sehingga penyediaan benih dan pupuk yang semula terjadwal, permintaanya menjadi tidak menentu yang dapat menyebabkan kelangkaan karena keterlambatan pasokan benih dan pupuk. Akhirnya hasil produksi pangan pada waktu itu menurun
  9. 9. Luas Lahan Pertanian yang Semakin Sempit Dari tahun 1995 sampai tahun 2011 terjadi konversi lahan sawah di Pulau Jawa seluas 15 Juta Ha dan 5,7 juta Ha di luar Pulau Jawa
  10. 10. Kebijakan-kebijakan Pemerintah yang Tidak Pro-Rakyat Kebijakan-kebijakan pemerintah yang semakin menambah ketergantungan kita akan produksi pangan luar negeri adalah kebijakan privatisasi, liberalisasi, dan deregulasi
  11. 11. Upaya Penanggulangan Impor Bahan Pangan Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah pengimporan bahan pangan yang dilakukan oleh Indonesia adalah : 1. Peningkatan kesejahteraan petani desa 2. Peningkatan kontribusi terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi pembangunan nasional 3. Program peningkatan ketahanan pangan 4. Mewujudkan kedaulatan pangan 5. Mewujudkan kemandiriran pangan 6. Program pengembangan agribinis 7. Adopsi strategi pembangunan pertanian dari negara lain
  12. 12. Ketahanan Pangan Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari:  tersedianya pangan yang cukup jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau;  untuk hidup sehat, aktif, produktif, dan berkelanjutan
  13. 13. SISTEM KETAHANAN PANGAN NASIONAL Pasar Pangan DN/LN KETAHANAN PANGAN • Kebijakan Ekonomi dan Pangan • Kebijakan Otonomi dan Desentralisasi Ketersediaan Keterjangkauan Konsumsi Sumber daya  Lahan  Air  SDM  Teknologi  Kelembagaan  Budaya SDM yang tangguh (sehat, aktif, produktif) Lingstrat LN & DN: Penduduk, Perubahan Iklim, Kinerja Ekonomi, Dinamika Pasar Pangan, Shock/Bencana
  14. 14. Kedaulatan Pangan Kedaulatan pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal (BKP Kementerian Pertanian, 2013). Kedaulatan pangan ini memberikan proteksi dari pengaruh negara lain dalam menentukan kebijakan pemenuhan pangan di Indonesia. Dengan adanya proteksi ini, masyarakat akan terpacu usahanya dalam memproduksi pangan dengan mengoptimalkan petani sebagai produsen pangan. Dengan begitu, maka budaya ketergantungan pangan terhadap negara lain akan terhindari
  15. 15. Kemandirian Pangan Kemandirian pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat
  16. 16. Kesimpulan  Pengimporan bahan pangan yang merupakan salah satu implementasi dari keterpurukan sektor pertanian yang dialami Indonesia dewasa ini adalah efek dari tidak adanya perhatian intens terhadap para petani.  Penyebab Indonesia mengimpor bahan pangan dari luar negeri adalah besarnya jumlah penduduk, ketergantungan konsumsi beras, perubahan iklim, luas lahan pertanian yang semakin sempit dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat.  Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah pengimporan bahan pangan yang dilakukan oleh Indonesia adalah peningkatan kesejahteraan petani desa, peningkatan kontribusi terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi pembangunan nasional, program peningkatan ketahanan pangan, mewujudkan kedaulatan pangan, program pengembangan agribinis dan adopsi strategi pembangunan pertanian dari negara lain.

×