Makalah MSG

2,854 views
2,654 views

Published on

Makalah tentang Monosodium Glutamat pada makanan

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,854
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
65
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah MSG

  1. 1. MAKALAH BIOKIMIA (AKDK 2204) MONOSODIUM GLUTAMAT PADA MAKANAN Dosen Pengasuh: Dra. Hj. Noorhidayati, M. Si Drs. H. Hardiansyah, M. Si Oleh : Muhammad Abdillah Rahman A1C213055 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN MEI 2014
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena, atas berkat dan kehendak-Nyalah, sehingga penulis masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah ini. Tidak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada Dra. Hj. Noorhidayati, M.Si dan Drs .H. Hardiansyah, M.Si yang selaku dosen pengampu yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk membuat sebuah makalah yang berkaitan dengan topik yang telah ditentukan, makalah yang penulis bahas dan kembangkan adalah “Monosodium Glutamat Pada Makanan”. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan tugas makalah ini banyak sekali memiliki kekurangan dan masih sangat jauh dari kesempurnaan, maka dari pada itu penulis memohon maaf dan sangat meminta kritik dan saran yang membangun dari dosen pengampu sehingga nantinya makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Mei, 2014 Penulis
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR …………………………….…………….……………... .i DAFTAR ISI …….....……………………………………………….………...... .ii BAB. I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah…………………………………………….……......1 1.2. Rumusan Masalah……....…………………………………….………….......2 1.3. Tujuan………………………………………………………..........................2 1.4. Manfaat………....…………………………………….……….......................2 BAB. II MONOSODIUM GLUTAMAT PADA MAKANAN 2.1. Pengertian Monosodium Glutamat..................................................................3 2.2. Sejarah Mengenai Monosodium Glutamat.......................................................4 2.3. Bahaya Mengkonsumsi Makanan Yang Mengandung MSG (Monosodium Glutamat) Bagi Kesehatan Tubuh...................................5 BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN ……………………………………………………………..9 3.2. SARAN …………………………………………………………………......9 DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................11
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada saat sekarang ini banyak makanan yang menggunakan monosodium glutamat. Namun, pengetahuan masyarakat umum tentang monosodium glutamat itu sendiri masih sangat minim. Hal ini dapat di lihat dari cara penggunaan monosodium glutamat, masyarakat menggunakan monosodium glutamat dalam makanan tanpa menggunakan takaran. Monosodium glutamat tidak hanya tersedia dalam bentuk kemasan tersendiri. Namun, juga tersedia dalam bentuk terlarut yang sudah dicampur ke dalam makanan, sehingga kita tidak mengetahui bahwa makanan tersebut mengandung monosodium glutamat. Oleh karena itu, penting diketahui penggunaan monosodium glutamat dalam mencegah berbagai penyakit dalam tubuh. Pada dasarnya monosodium glutamat adalah salah satu senyawa kimia yang pada konsentrasi tertentu tidak memiliki rasa, tetapi dapat memperkuat atau memodifikasi rasa makanan sahingga terasa lebih nikmat (Yuliarti, 2007:100). Monosodoum glutamat memiliki dampak buruk bagi perkembangan otak apabila dikonsumsi dalam jumlah yang melampaui batas yang telah ditentukan. Oleh sebab itu, pengetahuan tentang makanan yang mengandung monosodium glutamat sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konsumsi yang berlebihan dan dampaknya dikemudian hari.
  5. 5. Dengan demikian, penting dipaparkan masalah tentang hubungan pengetahuan dan pengonsumsian makanan yang mengandung monosodium glutamat. 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, dapat dirumuskan rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut: 1. Apakah pengertian Monosodium Glutamat? 2. Bagaimana sejarah mengenai Monosodium Glutamat? 3. Apa saja bahaya mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamat) bagi kesehatan tubuh ? 1.3. Tujuan Adapun yang menjadi tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah: 1. Mengetahui pengertian Monosodium Glutamat. 2. Mengetahui sejarah mengenai Monosodium Glutamat. 3. Mengetahui bahaya mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamat) bagi kesehatan tubuh 1.4. Manfaat 1. Untuk mengetahui pengertian Monosodium Glutamat. 2. Untuk mengetahui sejarah mengenai Monosodium Glutamat. 3. Untuk mengetahui bahaya mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamat) bagi kesehatan tubuh
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Monosodium Glutamat Monosodium glutamat adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula beet atau gula tebu. Monosodium glutamat merupakan garam natrium (sodium) dari asam amino non esensial glutamat. Bentuknya berupa kristal putih halus, tidak berbau, tidak beracun, dan tidak mengandung nilai gizi. Monosodium glutamat terdiri dari unsur air, sodium dan glutamat (Winarno, 2004:210). Selanjutnya Winarno (2004:210) menyatakan bahwa glutamat adalah asam amino yang secara alami terdapat pada semua makanan yang mengandung protein. Glutamat juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram glutamat per hari yang didapat dari sumber protein alami. Ketika monosodium glutamat ditambahkan ke dalam makanan, maka akan memberikan fungsi yang sama seperti glutamat, yaitu memberikan rasa sedap. Lutfi juga mengungkapkan bahwa monosodium glutamat atau MSG adalah salah satu bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan flavour atau cita rasa yang lebih enak dan lebih nyaman ke dalam masakan. Monosodium glutamat banyak menimbulkan kontroversi baik bagi para produsen maupun konsumen pangan karena beberapa bagian masyarakat percaya bahwa bila
  7. 7. mengkonsumsi makanan yang mengandung monosodium gutamat, mereka sering menunjukkan gejala-gejala alergi (Lutfi:2009). Selain itu, Monosodium Glutamat (MSG) atau yang sering kita kenal dengan sebutan vetsin atau michin adalah berupa serbuk putih halus serupa atau sama dengan gula dan garam. Biasanya monosodium glutamat ini secara komersil dihasilkan oleh proses fermentasi. Monosodium glutamat merupakan campuran bahan pelezat makanan yang biasa digunakan dalam memasak makanan. (Lintas Berita :2011) Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa monosodium glutamat adalah asam amino yang digunakan sebagai zat tambahan makanan yang digunakan untuk penambah rasa pada makanan sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih enak pada makanan. Monosodium glutamat ini terbuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula beet atau gula tebu. Monosodium glutamat sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. 2.2. Sejarah Mengenai Monosodium Glutamat Manfaat asam amino glutamat sebagai penyedap rasa baru diketahui pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda. Penemuan MSG oleh Dr. Ikeda diawali oleh keprihatinannya terhadap kondisi fisik rakyat Jepang di kala itu. Sewaktu belajar ilmu Kimia modern di Jerman, dia membandingkan tubuh orang Jerman yang lebih tinggi dari pada orang Jepang. Dia juga mengamati makanan Jerman dan merasakan kesamaan cita rasa unik pada makanan Jerman yang juga ada pada makanan Jepang.
  8. 8. Setelah kembali ke Jepang, Dr. Ikeda memusatkan penelitiannya pada bumbu tradisionil Jepang, yaitu kaldu yang terbuat dari rumput laut (Kombu). Dia berhasil mengisolasi sumber rasa unik tersebut, yaitu asam Glutamat. Rasa ini kemudian diperkenalkannya dalam bahasa Jepang sebagai rasa “Umami”. Penemuan Glutamat sebagai sumber rasa “Umami” mengukuhkan ambisi Ikeda untuk memperbaiki kondisi fisik bangsanya, yaitu melalui bumbu masak yang menambah citarasa dan kelezatan makanan Jepang. Dr. Ikeda mendapatkan paten atas metode produksi MSG. Namun, asam Glutamat murni yang dihasilkannya tidak menarik secara komersial karena sifat fisik dan kimianya. Hingga akhirnya Dr. Ikeda berhasil mensenyawakan glutamate dengan sodium menjadi Monosodium Glutamat (MSG). Dengan membagi hak patennya dengan seorang pemilik pabrik Iodine, Saburousuke Suzuki, Dr Ikeda kemudian berhasil mewujudkan hasratnya memproduksi dan memasarkan MSG secara massal. AJI-NO-MOTO (MSG) mulai dipasarkan di Jepang pada tahun 1909. Pada waktu itu MSG diproduksi melalui proses ekstraksi gluten hingga tahun 1960-an. Proses produksi ini tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat dengan cepat dari pasar Jepang dan dunia. Inovasi teknologi fermentasi pada tahun 1956 kemudian membantu usaha meningkatkan produksi MSG yang terus diterapkan hingga sekarang. MSG sekarang umumnya diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang kaya glukosa seperti tetes tebu, singkong, jagung, gandum, sagu dan beras. Proses fermentasi merupakan proses pengolahan makanan traditional yang juga digunakan untuk membuat tape, tempe, kecap dan lain lain. 2.3. Bahaya Mengkonsumsi Makanan Yang Mengandung MSG (Monosodium Glutamat) Bagi Kesehatan Tubuh Glutamat dalam bentuk bebas seperti MSG merupakan senyawa beracun yang dapat menimbulkan masalah kesehatan diantaranya: 1. Menurunnya fungsi otak Ketika sel-sel neuron di otak menerima senyawa Monosodium Glutamat (MSG), mereka menjadi sangat bergairah dan meningkatkan
  9. 9. impulsnya sampai pada tingkat kelelahan yang sangat tinggi. Tapi, beberapa jam kemudian neuron-neuron tersebut mati seakan-akan bergairah untuk mati. Jika banyak sel neuron yang mati, maka fungsi otak pun bisa menurun, yang tentunya sangat berbahaya bagi perkembangan otak, terutama anak-anak. Dalam suatu percobaan, anak-anak yang mengonsumsi sup mengandung MSG dan meminum Nutrasweet (soft drink) darahnya akan mempunyai tingkat excitotoxin (keracunan) enam kali lebih besar dari excitotoxin yang menghancurkan hypothalamus neuron pada bayi tikus.Jadi , MSG dapat menyebabkan menurunnya fungsi otak dan semakin muda anak yang mengonsumsi MSG, semakin besar bahaya yang dapat ditimbulkan MSG pada otak. 2. Chinese Restaurant Syndrome ( Sindrom Restoran Cina) Masakan cina banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome. Walaupun sebagian besar orang dapat mengkonsumsi MSG tanpa masalah, beberapa orang memiliki alergi bila mengkonsumsi berlebihan yaitu gejala seperti pening, mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas dan keringat dingin. Secara umum, gejala- gejala ini dikenal dengan nama sindrom restoran cina. Penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena pembentukan alanin dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap. Konon menyantap 2 – 12 gram MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Akibatnya memang tidak fatal betul karena dalam 2 jam Cinese Restaurant Syndromes sudah hilang. 3. Kanker MSG dapat menyebabkan kanker karena Glutamat dapat membentuk pirolisis akibat pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama. pirolisis ini sangat karsinogenik. Padahal masakan protein
  10. 10. lain yang tidak ditambah MSG pun, bisa juga membentuk senyawa karsinogenik bila dipanaskan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang lama. Karena asam amino penyusun protein, seperti triptopan, penilalanin, lisin, dan metionin juga dapat mengalami pirolisis dari penelitian tadi jelas cara memasak amat berpengaruh. 4. Alergi MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin 5. Adiktif. Adiktif atau zat yang membuat ketagihan diduga terdapat dalam MSG. Kebanyakan orang obesitas menyukai snack yang mengandung MSG, sehingga memperberat derajat kelebihan berat badan orang tersebut. 6. Hipertensi. Kandungan natrium di dalam MSG beserta sifat adiktif yang ada pada MSG, dan sebagai salah satu penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi). 7. Obesitas. MSG mengganggu hubungan endokrin antara meta- thermoregulatory modulators (neuropeptida dan leptin) dan brown fat. MSG mengurangi thermogenicity brom fat sambil menekan asupan
  11. 11. makanan. Artinya, MSG berpotensi menyebabkan obesitas bahkan ketika seseorang mengurangi asupan makanan sekalipun. 8. Kerusakan Retina Retina adalah suatu lapisan pada mata yang berfungsi menerima cahaya sebelum diteruskan ke otak untuk diterjemahkan sebagai suatu objek penglihatan. Berbagai studi telah dilakukan tentang kerusakan retina akibat penggunaan MSG. MSG dalam dosis tertentu diketahui dapat merusak neuron-neuron (sel-sel saraf) pada lapisan dalam retina mata. 9. Diabetes Glutamat melakukan ikatan dengan reseptornya di dalam pankreas. Akibatnya, pankreas akan memproduksi insulin lebih banyak dari biasanya. Dengan dipacunya produksi insulin, otomatis perombakan kadar gula dalam darah mengalami peningkatan. “Itulah yang membuat glutamat bisa sebagai salah satu faktor penyebab diabetes”. Pankreas yang mendapat perlakuan dengan glutamat mengeluarkan insulin lebih banyak dibandingkan dengan biakan pankreas yang tanpa glutamat. Inilah yang membuat kelenjar pankreas makin lama mengalami kerusakan. Dalam keadaan normal, peningkatan insulin berkaitan erat dengan melonjaknya kadar gula dalam darah. Gula yang berlebih itu, dengan bantuan insulin, akan dirombak menjadi energi yang kemudian disimpan dalam jaringan tubuh seperti otot, jaringan lemak, dan hati. Peneliti tersebut menemukan bahwa efek dari glutamat itu lebih nyata bila dibarengi tingginya kadar gula. Namun, dalam kadar gula yang rendah pun, pengeluaran insulin masih terus berlangsung jika kelebihan glutamat. 10. Kerusakan hipotalamus dan struktur otak lain, sakit kepala (magrain) memperberat keadaan autisme dan hiperaktifitas, memperberat serangan asma, dan menimbulkan alergi.
  12. 12. BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN 1. Monosodium glutamat adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes gula beet atau gula tebu. 2. Manfaat asam amino glutamat sebagai penyedap rasa baru diketahui pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda. Penemuan MSG oleh Dr. Ikeda diawali oleh keprihatinannya terhadap kondisi fisik rakyat Jepang di kala itu. 3. Glutamat dalam bentuk bebas seperti MSG merupakan senyawa beracun yang dapat menimbulkan masalah kesehatan diantaranya menurunnya fungsi otak, Chinese Restaurant Syndrome ( Sindrom Restoran Cina), kanker, alergi, adiktif, hipertensi, obesitas, kerusakan retina, diabetes, kerusakan hipotalamus dan struktur otak lain, sakit kepala (magrain) memperberat keadaan autisme dan hiperaktifitas, memperberat serangan asma, dan menimbulkan alergi. 3.2. SARAN Hasil pembahasan di atas dapat memberikan saran kepada berbagai pihak, yaitu sebagai berikut. 1. Dalam pengonsumsian makanan harus diperhatikan jumlah monosodium glutamat yang terkandung dalam makanan tersebut. 2. Apabila mengonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat harus diperhatikan berapa jumlah monosodium glutamat yang terkandung dalam makanan tersebut.
  13. 13. 3. Jumlah kandungan monosodium glutamat yang dikonsumsi tidak boleh melebihi 11 gram per hari. 4. Sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat melebihi batas yang diperbolehkan, karena dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.
  14. 14. DAFTAR PUSTAKA Poedjiadi, Anna. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press. Anonim. 2014. http://nindavenickyadieva.blogspot.com/2013/02/makalah- msg.html Diakses tanggal 13 Mei 2014 Anonim. 2014. http://ziiyooo.blogspot.com/2012/04/makalah-hubungan- pengaruh-msg-terhadap.html Diakses tanggal 13 Mei 2014 Anonim. 2014. http://rotes-myblog.blogspot.com/2012/02/makalah-msg.html Diakses tanggal 13 Mei 2014

×