Makalah hormon pertumbuhan 3
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Makalah hormon pertumbuhan 3

on

  • 6,516 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,516
Views on SlideShare
6,516
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
69
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Makalah hormon pertumbuhan 3 Document Transcript

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makhluk hidup mengalami penambahan tinggi, penambahan besar diameter. Begitu juga manusia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan orang dewasa. Seiring waktu pertumbuhannya, bukan hanya ukuran tubuh saja yang menjadi lebih besar namun hal-hal lain juga menjadi semakin matang. Tidak seperti pada makhluk hidup lainnya, pada manusia perkembangan bukan hanya menyangkut masalah kemampuan berkembang biak, namun juga banyak aspek lainnya. Misalnya kemampuan berfikir dan kemampuan emosional. Pada makalah ini kami menjelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada manusia. Hormon pertumbuhan manusia atau yang biasa disebut dengan HGH (HumanGrowth Hormon) adalah suatu hormon anabolik yang berperan sangat besar dalam pertumbuhan dan pembentukan tubuh, terutama pada masa anak- anak dan puberitas.Growth Hormone berperan meningkatkan ukuran dan volume dari otak, rambut, otot danorgan-organ di dalam tubuh.HG bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai diatumbuh besar. B. Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk membahas sedikit banyaknya tentang hormon pertumbuhan pada manusia. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah wawasan tentang hormon pertumbuhan untuk para pembaca semua.
  • 2. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Hormon Pertumbuhan Hormon pertumbuhan manusia atau yang biasa disebut dengan HGH (HumanGrowth Hormon) adalah suatu hormon anabolik yang berperan sangat besar dalam pertumbuhan dan pembentukan tubuh, terutama pada masa anak- anak dan puberitas.Growth Hormone berperan meningkatkan ukuran dan volume dari otak, rambut, otot danorgan-organ di dalam tubuh.HG bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai diatumbuh besar. Setelah manusia sudah bertumbuh besar, bukan berarti hormon ini tidak berguna, akan tetapi hormon ini bertugas untuk menjaga agar organ tubuh tetap pada kondisiyang prima. Pada orang dewasa GH berperan terutama untuk menjaga volume dan kekuatanyang cukup dari kulit, otot-otot, dan tulang. Selain itu GH juga berperan meningkatkanfungsi, perbaikan dan memelihara kesehatan dari otot, jantung, paru-paru, hati, ginjal, persendian, persarafan tubuh, dan otak.Kelenjar yang bertanggung jawab untuk memproduksi HGH (Human GrowthHormon) adalah kelenjar pituitary. Kelenjar pituitary terletak di bawah otak manusia. Ukurandari kelenjar ini adalah sebesar kacang kedelai. Walaupun kecil, kelenjar ini merupakan rajadari seluruh kelenjar yang memproduksi hormon di tubuh manusia. Produksi dari HGH(Human Growth Hormon) sangat mempengaruhi produksi hormon-hormon lain di dalamtubuh.HG diproduksi pada tiga sampai empat jam pertama dari waktu tidur, dan produksinya mencapai puncak pada masa remaja, hingga mencapai kadar 1500 µg perhari. Pada pria dan wanita muda dengan usia 25 tahun dan bertumbuh dengan baik, produksi GHmencapai 350 µg perhari. Secara normal, seseorang akan
  • 3. 3 mengalami penurunan kadar dariGH sejak usia memasuki 20 tahun yaitu menurun sebesar 14 % setiap pertumbuhan 10 tahunusia, dan akan memiliki GH dalam jumlah yang sedikit ataupun tidak sama sekali pada usia65 tahun. Penurunan kadar GH di dalam tubuh, akan menyebabkan berbagai kemunduran, baik kemunduran fisik maupun mental. II. Tanda dan gejala Tanda-tanda adanya penurunan GH pada orang dewasa diantaranya adalahrambut yang menipis, kulit menjadi tipis, kering dan mengendur, kedua belah pipi yangmengendur, gusi yang menyusut, perut yang membesar dan kenyal seperti karet ban, otot-otottubuh yang mengendur, mudah atau senantiasa merasa leleh dan sulit kembali menjadi bugar walupun telah beristirahat, perasaan tidak menyukai dan pandangan yang buruk tentanglingkungan sekitar sehingga cenderung lebih suka menyendiri dan disertai perasaan cemasserta khawatir yang dialami terus menerus.Kemunduran fisik maupun mental akibat penurunan kadar GH didalam tubuhdapat diketahui melalui pemeriksaan Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-I) atau yang jugadikenal dengan Somatomedin C, dan seseorang dianggap mengalami kekurangan GH apabiladidapatkan kadar IGF-1 kurang dari 350 ng/ml. Kekurangan GH dapat diatasi dengan terapi pemberian hormon atau sulih hormon dengan menggunakan sediaan GH yang diberikanmemalui suntikan dan sediaan tersebut telah banyak tersedia di pasaran. Terapi sulih hormone menggunakan suntikan GH, mengikuti prinsip pemberian dosis kecil dan dengan jumlah pemberian yang sering, biasanya dosis sebesar 0,5 – 1 IU dengan pemberian sebanyak tigakali perminggu. Pemberian terapi sulih hormon dengan GH dengan menggunakan prinsiptersebut adalah untuk menghindari efek samping yang dapat timbul akibat pemberian GH, diantaranya berupa carpal tunnel syndrome, pembengkakan dan rasa nyeri yang ringan padatubuh.Pemberian GH tidak boleh dilakukan pada orang-orang dengan penyakit padaretina (retinopati proliferatif), peninggian tekanan di dalam kepala, penderita kanker (walupun masih menjadi kontroversi), dan relative
  • 4. 4 pemberiannya tidak ditujukan pada wanitayang sedanghamil.Manfaat dari terapi sulih hormon pada orang yang mengalami kekuranganGH meliputi peningkatan massa otot sebesar 8,8% dalam terapi selama 6 bulan tanpamelakukan olah raga, hilangya lemak sebesar 14,4% dalam terapi selama 6 bulan tanpamelakukan diet, memiliki tenaga ataupun kemampuan bekerja yang meningkat, perbaikandari organ-organ hati, jantung, limpah dan organ-organ tubuh lainya yang terpengaruh oleh bertambahnya usia, perbaikan dari daya ingat, penurunan tekanan darah yang tinggi, perbaikan sistem daya tahan tubuh terhadap penyakit, penurunan kadar kolesterol yangmerugikan tubuh (koleterol LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol yang baik (kolesterolHDL), penurunan rasa lelah dandepresei akibat penuaan, penglihatan dan pendengaran yanglebih tajam, tulang yang lebih kuat, perbaikan mood, perbaikan dari penampilan tubuh yangditandai dengan kembali menebalnya rambut, hilangnya keriput dan selulit di kaki, penembahan jumlah jaringan ikat dan kolagen kulit yang menyebabkan kulit menjadi tebal,lentur, dan terlebih mudah. Hormon-hormon lain juga dapat berperan dalam menigkatkankadar atau manfaat dari GH, antara lain melatonin, insulin, hormone tiroid, estrogen, progesteron, gonadotropin, hormon luteizing, vasopressin, dihidroepiandrosteron (DHEA). 5-alfa-androstenediol, testosteron, eritropoeitin, dan hormone paratiroid.Peningkatan ataupun untuk mempertahankan kadar GH dapat dilakukan secaraalamiah tanpa melalui pemberian obat-obatan. Cara alamiah tersebut dengan memakanmakanan, dengan jumlah kalor dan protein yang cukup terutama makanan –makanan berupa buah-buahan, daging terutama dari golongan unggas, telur dan ikan, kurangi konsumsialkohol, cuka, maupun minuman ataupun makanan yang mengandung kafein, gula , permen,kue-kue, roti, pasta, sereal dan produk-produk olahan dari susu. “Hindari memiliki berat badan berlebihan ataupun gemuk, kurang tidur, tingkat stress yang tinggi dalam jangka waktulama, rokok, obat-obatan atau narkoba.
  • 5. 5 Somatotropin adalah hormon polipeptida yang memiliki berat molekul 22.000. Hormon ini merupakan 10% dari berat kelenjar hipofisis kering. Hormon polipeptida berasal dari protein berupa 191 rantai asam amino yang disintesis, disimpan dan dilepaskan oleh sel somatotroph di dalam sayap anterior kelenjar pituari. Somatotropin disingkat GH untuk hewan dan rhGH untuk manusia karena faktor DNA rekombinan. Somatotropin berperan dalam mengendalikan pertumbuhan tulang, otot dan organ serta memengaruhi kecepatan pertumbuhan tubuh dengan memberikan stimulasi kepada hati untuk mensekresi hormon somatomedin, sebuah hormon perkembangan yang memberikan stimulasi lebih lanjut terhadap sel untuk berkembang biak. Seseorang yang kelebihan hormon ini akan mengalami pertumbuhan luar biasa yang disebut gigantisme pada anak dan akromegali pada orang dewasa. Orang yang kekurangan hormon ini akan mengalami kekerdilan (dwarfisme). Hormon ini dikeluarkan oleh hipofisis. Disamping hormone pertumbuhan, beberapa hormone lain juga berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan normal yaitu hormone tiroid, insulin, androgen dan estrogen. Pemberian hormone pertumbuhan pada pasien hipopituitarisme menyebabkan pertumbuhan normal apabila pengobatan dimulai cukup dini. Pematangan alat kelamin tidak terjadi tanpa pemberian hormone kelamin atau gonadotropin. Gigantisme dan akromegali tidak pernah dilaporkan terjadi akibat terapi dengan hormone ini. Hormon Pertumbuhan Manusia akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Pada umur 60 tahun volume Hormon Pertumbuhan hanya tinggal sebesar 25% jika dibandingkan dengan usia 21 tahun. Faktor-faktor yang membuat proses penuaan manusia jauh lebih cepat dari yang seharusnya adalah factor pola hidup yang tidak sehat.
  • 6. 6 B. EFEK TERHADAP METABOLISME Hormon pertumbuhan memiliki efek penting pada metabolisme protein, lipid dan karbohidrat dengan mekanisme kerja belum jelas. Hormon lain yaitu insulin, glukokortikoid, katekolamin dan glucagon juga berpengaruh terhadap pengaturan zat-zat ini. Dalam beberapa kasus, efek langsung hormon pertumbuhan telah jelas menunjukkan, pada orang lain, IGF-I dianggap sebagai mediator kritis, dan beberapa kasus tampak bahwa efek baik langsung dan tidak langsung yang berperan. Pengaruh hormone ini terhadap metabolism karbohidrat saling berkaitan sehingga sukar dirinci satu persatu. Hormon pertumbuhan memperlihatkan efek anti-insulin yaitu meninggikan kadar gula darah, tetapi disamping itu juga berefek seperti insulin yaitu menghambat penglepasan asam lemak dan merangsang ambilan asam amino oleh sel. Efek ini sebagian besar mungkin dipengaruhi oleh somatomedin C atau disebut juga IGF-1 (insulin like growth factor 1) dan sebagian kecil oleh IGF-2 (insulin like growth factor 2). Hormon pertumbuhan terbukti berpengaruh pada penyakit diabetes mellitus. Pasien diabetes sangat sensitive terhadap terjadinya hiperglikemiaoleh hormone pertumbuhan. Pada pasien bukan diabetes mellitus, hormone ini dapat diberikan dalam dosis besar tanpa menyebabkan hiperglikemia, bahkan sebaliknya kadang-kadang dapat menyebabkan hipoglikemia pada pemberian akut karena mempermudah glikogenesis. Pada keadaan lapar, hormone pertumbuhan menyebabkan mobilisasi lemak dari depot lemak untuk masuk ke peredaran darah. Hormon ini sepertinya mengalihkan sumber energy dari karbohidat ke lemak. Hormon pertumbuhan memperlihatkan keseimbangan positif untuk N, P, Na, K, Ca dan Cl, unsure-unsur terpenting untuk membangun jaringan baru. Nitrogen terutama terdapat dalam asam amino dibawah pengaruh hormone
  • 7. 7 pertumbuhan jumlah asam amino yang dibawa ke dalam jaringan untuk membentuk protein meningkat, sehingga kadar N dalam darah (urea) menurun, sesuai dengan efek anaboliknya. Efek GH terhadap pertumbuhan terutama terjadi melalui peningkatan produksi IGF-1, terutama dibentuk dalam hepar. Selain itu GH juga merangsang produksi IGF-1 di tulang, tulang rawan, otot dan ginjal. GH merangsang pertumbuhan longitudinal tulang sampai epifisis menutup, hampir saat akhir pubertas. Baik pada anak-anak ataupun dewasa, GH mempunyai efek anabolic pada otot dan katabolic pada sel-sel lemak sehingga terjadi peningkatan masa otot dan pengurangan jaringan lemak terutama di daerah pinggang. Terhadap Metabolisme karbohidrat, GH dan IGF-1 mempunyai efek yang berlawanan pada sensitivitas terhadap insulin. GH menurunkan sensitifitas terhadap insulin sehingga terjadi hiperinsulnemia. Sebaliknya, pada pasien yang tidak sensitive terhadap GH karena mutasi receptor, IGF-1 bekerja melalui receptor IGF-1 dan receptor insulin mengakibatkan penurunan kadar insulin dan kadar glukosa. Sekresi hormone pertumbuhan secara fisiologis diatur oleh hipotalamus factor penglepas hormone pertumbuhan (GHRF = Growth Hormone Releasing Factor) yang merangsang sekresi hormone pertumbuhan. Selain itu dalam hipotalamus juga dijumpai Stomatosatin (GH-RIH = growth hormone releasing inhibator hormone) yang menghambat sekresi beberapa hormone antara lain hormone pertumbuhan. Dengan demikian, hipotalamus memegang peran dwifungsi dalam pengaturan hormone ini. Pada waktu istirahat sebelum makan pagi, kadar hormone pertumbuhan 1- 2 ng/mL, sedangkan pada keadaan puasa sampai 60 jam, meningkat perlahan
  • 8. 8 mencapai 8 ng/mL. Kadar ini selalu meningkat segera setelah seseorang tertidur lelap. Pada orang dewasa, kadar hormone pertumbuhan meningkat terutama pada waktu tidur, sedangkan pada remaja juga meningkat pada waktu bangun. Kadar pada anak dan remaja lebih tinggi dibanding kadar pada dewasa dan puncak terjadi pada saat remaja. Sekresi GH bervariasi sepanjang kehidupan bahkan juga 24 jam. Oleh karena itu pemeriksaan kadar GH sesaat tidak berarti untuk menegakan diagnosis defisiensi dan perlu dilakukan tes provokasi. Pada anak, hipoglikemia merupakan perangsang yang kuat sehingga menyebabkan kadar homon pertumbuhan meningkat. Pada hipoglikemia karena insulin misalnya, kadar hormone pertumbuhan mencapai 50 ng/mL. Kerja fisik, stress dan rangsangan emosi merupakan perangsangan (stimulus) fisiologis untuk meningkatkan sekresi hormone ini. Beberapa obat dan neurotransmitter dapat mempengaruhi sekresi hormone pertumbuhan, mungkin dengan jalan mempengaruhi sekresi/aktivitas zat-zat pengatur hormone ini. Pada orang normal, glukokortikoid dosis besar menghambat sektesi hormone pertumbuhan. Kemungkinan besar inilah salah satu sebab mengapa pemberian glukokortikoid pada anak menghambat pertumbuhan. Sekersi hormone pertumbuhan yang berlebihan dapat ditekan dengan pemberian agonisdopamin. Dopamin diketahui merangsang sekresi hormone pertunmbuhan pada orang normal, tetapi pada akromegalidopamin justru menghambat sekresi hormone tersebut. Bromokriprin, suatu agonisdopamin derivat ergot, dipakai untuk menekan sekresi hormone pertumbuhan pada pasien tumor hipofisis. Efek bromokriptin tidak segera terlihat, penurunan kadar hormone dalam darah terjadi setelah pengobatan dalam jangka panjang. Sekresi hormone pertumbuhan kembali berlebihan setelah pemberian bromokriptin dihentikan. Bromokriptin juga menekan sekresi prolaktin yang berlebihan yang terjadi pada tumor hipofisis.
  • 9. 9 Antagonis serotonin (5-HT) misalnya Siproheptadin dan metergolin, antagonis adrenergic misalnya pentolamin, juga dapat menghambat sekresi hormone pertumbuhan, tetapi efeknya lemah dan tidak konsisten. Somatostatin meskipun dapat menghambat sekresi hormone pertumbuhan, tidak digunkan untuk pengobatan akromegali terutama karena menghambat sekresi hormone- hormon lain. C. INDIKASI HORMON PERTUMBUHAN Selama ini, indikasi hormone pertumbuhan hanya dibatasi untuk dimengatasi kekerdilan akibat hipopituitarisme. Dengan ditemukannya cara rekayasa genetika untuk memproduksi hormone ini secara mudah dalam jumlah besar, ada kemungkinan penggunaannya untuk mengatasi gangguan pertumbuhan akan lebih luas. Efektivitas hormon ini pada defisiensi partial dan anak pendek ini yang normal hanya tampak diawal terapi untuk indikasi ini, sulit ditentukan siapa yang perlu diobati, kapan pengobatan dimulai dan kapan pengobatan berakhir. Juga perlu disertai penanganan psikologis, yang akan sangat penting artinya bila terapi gagal. Berbagai usulan dimunculkan dalam 10 tahun terakhir ini, antara lain anjuran penggunaan pada anak pendek yang tingginya dibawah 10% populasi dan berespons terhadap terapi hormone pertumbuhan yang dicobakan dulu selama 6 bulan. Bagaimanapun penggunaan hormone ini pada kasus tanpa defisiensi hormone berhadapan dengan pertimbangan ethis. Perlu pertimbangan manfaat resiko yang lebih luas yaitu bukan hanya mempertimbangkan resiko efek samping serius misalnya akromegali, gangguan kardiovaskular, gangguan metabolism glukosa yang terjadi pada kelebihan hormone endogen tetapi juga resiko kejiwaan pada kegagalan terapi (perubahan persepsi pendek normal menjadi abnormal).
  • 10. 10 Dengan dibuatnya hormone ini, secara rekayasa genetic keterbatasan pengadaan tidak akan menjadi masalah lagi. Kalau factor biaya yang juga tidak menjadi masalah, perlu dipikirkan adanya batasan yang jelas mengenai indikasinya. Saat ini telah ada laporan penggunaan diluar indikasi yang telah jelas, misalnya penyalahgunaan obat atlet untuk mencapai tinggi dan bentuk badan tertentu dan pada orang lanjut usia untuk menghambat proses penuaan. Meskipun penelitian menunjukan bahwa hormone pertumbuhan menyebabkan hal-hal yang menguntungkan pada atlet dan orang lanjut usia yaitu penurunan jumlah jaringan lemah, peningkatan jaringan otot, peningkatan BMR, menurunan total kolestrol, peningkatan kekuatan isometric dan kemampuan kerja fisik, namun efeknya sebagai anti penuaan tetap dipertanyakan. Pada menchit, justru GH dan IGF-1 analog secara konsisten memperpendek umur. Pemakaian GH oleh atlet dilarang oleh komite olimpiade. Terapi hormone GH telah disetujui di USA untuk pasien yang kekurangan berat (wasting) karena AIDS, terapi ini bermanfaat untuk sebagian pasien tersebut. Hormon pertumbuhan perlu diberikan 3x seminggu selama masa pertumbuhan. Pada saat pubertas, perlu ditambahkan pemberian hormon kelamin agar terjadi pematangan organ kelamin yang sejalan dengan pertumbuhan tubuh. Evaluasi terapi dilakukan 6 bulan setelah pengobatan. Terapi dikatakan berhasil bila terlihat pertambahan tinggi minmal 5 cm. Tampaknya, pengobatan lebih berhasil pada mereka yang gemuk. Pertumbuhan sangat kecil atau hampir tidak ada pada usia 20-24 tahun. Resistensi, yang sangat jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh timbulnya antibody terhadap hormone pertumbuhan, hal ini dapat diatasi dengan menaikan dosis. Di masa lalu, manfaat GH pada usia dewasa dengan defisiensi GH tidak pernah dibicarakan. Baru belakangan diketahui gejala-gejala obesitas umum, kurangnya masa otot dan curah jantung yang menurun akan berkurang dengan pemberian GH. Tahun 2004, GH diindikasikan untuk short-bowl syndrome yang tergantung pada total parenteral nutrition.
  • 11. 11 Pemberiannya bersama glutamine, untuk memperbaiki pertumbuhan sel mukosa usus. Tahun 1993 di USA, rhGH diizinkan digunakan untuk meningkatkan produksi susu oleh sapi, tetapi karena sering terjadi mastitis, maka pemakaian antibiotic meningkat dan dikhawatirkan adanya residu antibiotic pada susu dan daging sapi. Hormon pertumbuhan yang dipergunakan dalam klinik saat ini adalah hasil rekayasa genetic. Penggunaan hormone hasil rekayasa genetic memperkecil kemungkinan efek samping yang ditimbulkan oleh bahan protein manusia yang belim tentu bebas penyakit. Hal ini menjadi masalah setelah ditemukannya kasus penyakit Creutzfeld-jacob yaitu degenerasi susunan saraf yang disebabkan oleh virus Creutzfeld-jacob yang sulit dideteksi sehingga kontaminasinya dalam sari hipofisis manusia tidak dapat dihindari. Kasus penyakit yang sangat jarang ini ditemukan pada pasien yang mendapat sediaan hormone pertumbuhan ekstraksi hipofisis manusia. Karena hal diatas, pada pertengahan 1985, beberapa Negara antara lain USA, telah melarang penggunaan sediaan sari hipofisis manusia. Ada 2 GH recombinan (rhGH) yang saat ini digunakan yaitu somatropin yang identik dengan GH manusia yang alaminya dan somatrem yang memiliki tambahan residu metioni. Keduanya diketahui memiliki potensi yang sama. Hormon pertumbuhan yang dihasilkan dengan cara rekayasa genetic ini memiliki satu gugus metionin tambahan pada terminal-N. Hal ini mungkin menjadi penyebab timbulnya antibody dalam kadar rendah terhdap sediaan ini pada ± 30% pasien, adanya antibody ini tidak mempengaruhi perangsangan pertumbuhan oleh hormone. Efek biologisnya sama dengan somatropin. 1mg Somatren setara dengan 2,6 iu hormone pertumbuhan.
  • 12. 12 D. KEGUNAAN KLINIK HORMON PERTUMBUHAN Diindikasikan untuk defisiensi hormone pertumbuhan pada anak. Penggunaan pada defisiensi parsial dan anak pendek normal masih terus diteliti. Suntikan lepas lambat yang melepas obat perlahan-lahan dapat diberikan subkutan sebulan sekali. Ada pula preparat yang diberikan 3-6x seminggu. Kadar puncak dicapai dalam 2-4 jam dan kadar terapi bertahan 36 jam. Bila terapi tidak berhasil, setelah 6 bulan harus dihentikan. Dosisnya harus disesuaikan kebutuhan perorangan, dan diberikan oleh spesialis. Dosis total seminggu dapat juga dibagi dalam 6-7 kali pemberian, beberapa penelitian menunjukan bahwa respon lebih baik bila obat diberikan tiap hari. Pengobatan diteruskan sampai terjadinya penutupan epifisis atau bila tak ada lagi respons.
  • 13. 13 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Hormon pertumbuhan manusia atau yang biasa disebut dengan HGH (HumanGrowth Hormon) adalah suatu hormon anabolik yang berperan sangat besar dalam pertumbuhan dan pembentukan tubuh, terutama pada masa anak- anak dan puberitas.Growth Hormone berperan meningkatkan ukuran dan volume dari otak, rambut, otot danorgan-organ di dalam tubuh.HG bertanggung jawab atas pertumbuhan manusia sejak dari kecil sampai diatumbuh besar. Setelah manusia sudah bertumbuh besar, bukan berarti hormon ini tidak berguna, akan tetapi hormon ini bertugas untuk menjaga agar organ tubuh tetap pada kondisiyang prima. B. SARAN Hormon pertumbuhan memiliki efek penting pada metabolisme protein, lipid dan karbohidrat dengan mekanisme kerja belum jelas. Hormon lain yaitu insulin, glukokortikoid, katekolamin dan glucagon juga berpengaruh terhadap pengaturan zat-zat ini. Dalam beberapa kasus, efek langsung hormon pertumbuhan telah jelas menunjukkan, pada orang lain, IGF-I dianggap sebagai mediator kritis, dan beberapa kasus tampak bahwa efek baik langsung dan tidak langsung yang berperan.
  • 14. 14 DAFTAR PUSTAKA H. Syaifudin, B.AC.Drs. Anatomi Fisiologis. Edisi : 2, 1997. EGC. Jakarta. Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Farmakologi dan terapi.1995.jakarta:fakultas kedokteran – universitas indonesi
  • 15. i KATA PENGATAR Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatNyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah makalah dengan tepat waktu. Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat. 04 September 2013 Penulis
  • 16. ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..................................................................................... i DAFTAR ISI.................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Tujuan ................................................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Hormon Pertumbuhan........................................................ 2 B. Efek Terhadap Metabolisme ............................................................... 6 C. Indikasi Hormon Pertumbuhan ............................................................ 9 D. Kegunaan Klinik Hormon Pertumbuhan.............................................. 12 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................................... 13 B. Saran..................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 14