Ternyata yesus-tidak-disalib

3,812 views
3,606 views

Published on

Published in: Education
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • BIBLE STUDY: 33 Bukti OTENTIK LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) Merevisi atau merubah kata Tuan / Sir / Master menjadi TUHAN

    Matius 8:21 / Matius 8:25 / Matius 9:28 / Matius 14:28 / Matius 14:30 / Matius 15:22 / Matius 15:25 / Matius 15:27 / Matius 16:22 / Matius 17:14 / Matius 17:15 / Matius 20:30 / Matius 20:31 / Matius 20:33 /

    Markus 7:28 / Markus 14:19 / Markus 16:19 /

    Lukas 2:11 / Lukas 5:8 / Lukas 6:46 / Lukas 9:54 / Lukas 9:61 / Lukas 10:1 / Lukas 10:17 / Lukas 11:1 /

    Yohanes 4:1 / Yohanes 4:19 / Yohanes 11:32 / Yohanes 13:13 / Yohanes 13:14 / Yohanes 21:15 / Yohanes 21:16 / Yohanes 21:17 /
    Reff to http://muslims-says.blogspot.nl/2012/01/bible-study-33-bukti-otentik-lai.html
    Baca Selengkapnya di: http://muslims-says.blogspot.com/2012/01/bible-study-33-bukti-otentik-lai.html#ixzz2A18IFFuf
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Jika Anda berkaca pd kitab suci Alqur'an dan menulis ttg Yesus, maka ibarat Anda bercermin di depan cermin yang retak, akibatnya Anda tdk pernah mendapatkan gambaran yg jelas, lengkap dan orisinil ttg Pribadi Agung dan Mulia Yesus Kristus Juruselamat Manusia. Apa lagi jika manusia berdosa mencoba utk mengungkap Pribadi Agung Sang Pencipta tentu mustahil. Hal ini sejalan dengan apa yg tertulis dlm Taurat Musa demikian: 'Hal-hal yg tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yg dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini' - Ulangan 29:29.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
3,812
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
59
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ternyata yesus-tidak-disalib

  1. 1. Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana Tiga Serangkai Solo (dari sampul belakang) Pada hari Raya Paskah, Menurut Injil Matius, Markus dan Yahya ada kebiasaan penguasa melepaskan seorang tawanan. Kesempatan ini digunakan oleh Pilatus untuk menawarkan kepada orang Yahudi: Yesus atau Barabbas yang dilepaskan. Maka jawab orang Yahudi: Barabbas yang dilepaskan. Ternyata “Barabbas” bukanlah namadiri dari seseorang. Barabbas adalah bahasa Aram, dari kata bar yang berarti “putra dari” dan abbas yang berarti “ayah” Pada teks awal dalam al-Kitab tertulis: Yesus Barabbas jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Yesus Putra Bapa.Jika demikian, sebenarnya Yesus dan Barabbas itu satu orang. Oleh karena itu, jika Barabbasdibebaskan, sama artinya dengan Yesus juga bebas. Dengan demikian penyaliban atas Yesus tidak terjadi. Al-Qur’an pun menyebutkan bahwa, baik pembunuhan maupun penyaliban tidak ada (Q.S. 4:157)Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 1
  2. 2. Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana Editor: Sukini Desain sampul: Annas Marzuki S Desain isi: Annas Marzuki S Penata letak isi: Tofa Cetakan pertama: April 2008 Penerbit Tiga Serangkai Jln. Dr.Supomo 23 Solo 57141 Tel. (0271) 714344, Faks. (0271) 713607 http://www.tigaserangkai.co.id e-mail:tspm@tigaserangkai.co.id Anggota IKAPI Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Cahyana, Solihan Mahdum Ternyata Yesus Tidak Disalib/Solihan Mahdum Cahyana-Cet. I-Solo Tiga Serangkai, 2008 xii, 140 him.; 21 em ISBN 978-979-018-606-4 1. Agama I. Judul ©Hak cipta dilindungi oleh undang-undang All Rights Reserved Dicetak oleh PT Tiga Serangkai Pustaka MandiriTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 2
  3. 3. KATA PENGANTAR PENERBIT Bagi sebagian besar umat beragama, Yesus sering kali dipandang sebagai sosok enigmatik.Sejarah hidupnya pun kerap dirasa sarat misteri. Tak urung, bera gam pertanyaan tentangnya punbermunculan, salah satunya adalah benarkah Yesus disalib? Jika Yesus memang disalib, kapan ituterjadi? Jika Yesus tidak disalib, sebenarnya apa yang terjadi pada beliau? Pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa menggelitik banyak benak, menggedor-gedor memintakepastian jawaban. Sayangnya, selalu saja jawaban itu dirasa kurang tuntas bagi sebagian orang,menyisakan segunung penasaran. Di samping itu, sumber-sumber yang membicarakan mengenai Yesuspun, baik "kitab suci", buku, makalah seminar, maupun cerita lisan, memberikan paparan yangberbeda-beda mengenai masalah ini. Belum lagi masing-masing sumber tersebut ditafsirkan denganbermacam penafsiran pula. Alhasil, kebingungan pun tak dapat dihindari. Meskipun demikian, Al-Quran dengan tegas menyatakan bahwa penyaliban itu tidak pernahterjadi, sebagaimana firman Allah:                                        Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar- benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya. (QS AnNisa: 157)Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 3
  4. 4. Apa sesungguhnya yang terjadi pada Yesus? Buku Ternyata Yesus Tidak Disalib, memberikanjawaban yang gamblang atas pertanyaan ini. Pembahasan dalam buku ini dilakukan dengan jernih,jujur, objektif, dan jauh dari prasangka maupun tendensi. Penulis memaparkan benar atau tidaknyaYesus disalib berdasarkan data-data yang valid dari berbagai sumber. Maka, buku yang tengah Andapegang ini adalah buku yang sangat menarik dan kaya perspektif, baik religius, historis, sosiokultural,maupun linguistik. Buku ini akan memberi Anda kepuasan, baik spiritual maupun intelektual. Tiga SerangkaiTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 4
  5. 5. KATA PENGANTAR PENULlS Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb sekalian alam. Shalawat dan salam bagiRasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta para sahabat dan pengikutnya yang setia. Atas hidayah,taufik, dan inayah-Nya serta dorongan dan bantuan dari berbagai pihak maka pokokpokok pikiranyang selama ini disampaikan dalam bentuk lisan, kini bisa sampai di tangan Anda dalam ben.tuktulisan. Kami sadar dan nglenggono bahwa masih banyak kekurangan dalam tulisan ini, baik dari segiteknis, sistem penyajian, maupun pembahasannya. Oleh karena itu, di sini perlu kami sampaikandasar pertimbangan yang menjadi pangkal berpijak dalam pembahasan buku ini. Dalam membahas suatu paham atau kepercayaan, apalagi yang terkait dengan agama, perludiperhatikan adanya beberapa kata atau istilah yang sama, tetapi memiliki latar belakang sertapengertian yang jauh berbeda. Kadang-kadang, dalam satu paham dan kepercayaan yang sama, bisamuncul pemahaman yang berbeda. Apalagi, di antara paham dan kepercayaan yang berbeda. Belumlagi, bagaimana memandang masa depan kehidupan manusia. Secara umum, sumber yangmenyebabkan timbulnya perbedaan paham dan pengertian, bertolak dari pengertian tentang wahyuTuhan, kitab suci, dan iman. Dr. T. Jacobs SJ menerangkan pengertian wahyu Ilahi, berdasarkan hasil Konsili Vatikan kedua(1962-1965) sebagai berikut: Kitab Suci sebenarnya tidak (Iangsung) menerangkan sabda Allah,tetapi (pertama-tama) kata-kata manusia. Wahyu Tuhan tidak berupa "dikte", di mana Tuhanmenyebut satu per satu segala kata yang harus ditulis oleh pengarang suci. Tuhan menyatakan Dirisecara hidup kepada seorang manusia. Dan, tanggapan manusia itu yang kebanyakan kalinya beruparefleksi atas kejadian sejarah ditulis menjadi Kitab Suci. Prof. Dr. C. Groenen OFM memberikan keterangan sebagai berikut: Para nabi biasanyamenyampaikan nubuat dan khotbahnya secara lisan. Nubuat-nubuat, khotbah-khotbah, danwejangan nabi-nabi itu, kemudian disadur, ditambah, dan disesuaikan dengan keadaan baru,terutama sekitar nabi-nabi yang terdahulu muncul bermacam-macam cerita untuk meluhurkannyamaka masuklah apa yang disebut legenda dan mitologi. Semua bahan tersebut, yang beredar padaumat Israel dan tumbuh sepanjang sejarah, akhirnya dibukukan dan menjadi Alkitab atau Kitab Suci.Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 5
  6. 6. Dr. D.C. Mulder menjelaskan mengenai apa yang disebut Kitab Suci sebagai berikut: Naskah-naskah yang asli (awal) dari Kitab Suci itu sudah tidak ada lagi. Yang ada pada kita sekarang inihanya turunan atau salinan. Dim, salinan itu pun bukannya salinan langsung dari naskah asli (awal),melainkan salinan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu, terseliplahsalah salin. Akibatnya, menurut Bart D. Ehrman dalam bukunya, Agama Israel Kuno, terjadilah"kesalahan penyalinan dalam Kitab Suci". Th. C. Vriezen mengatakan bahwa "kesalahan dalam penyalinan tersebut" ada yang tidak disengaja, tetapi adayang memang disengaja. Dengan kata lain, dalam proses sejarah, banyak sumber kuno itu yang diterbitkan ulang ataudiredaksi, yaitu diolah kembali oleh penyadur (Agama Israel Kuno). Untuk mengatasi sifat-sifat dogmatis, yaitu suatu paham atau kepercayaan yang didasarkanpada gagasan manusia, yang kemudian disahkan atau ditetapkan menjadi ajaran resmi -- hal demikianitu sering dijadikan sebagai batas pemisah untuk membela dan dijadikan sebagai bentengperlindungan -- maka dalam pembahasan ini, kami akan berusaha mendasarkan sikap serla polapandang sebagai berikut. 1. Allah mengutus para nabi dan rasul kepada umatnya. Wahyu Allah yang diturunkan kepada para nabi dan rasulNya merupakan nukilan dari Ummul Kitab, yaitu Kitab Induk kepunyaan Allah (QS 13: 38-39, 43: 4). 2. Wahyu Allah yang dlturunKan Kepada para nabi dan rasul-Nya, diberikan menggunakan bahasa yang dipakai oleh rasul dan kaumnya, dengan maksud supaya rasul-Nya bisa memberikan keterangan secara jelas dan tepat (QS 14: 4). 3. Allah bukan hanya menurunkan wahyu-Nya, melainkan juga menjaga kesucian dan kemurniannya, sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya (QS 15: 9). Dan, para nabi dan rasul-Nya merupakan satu kesatuan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, di samping supaya mengajarkan petunjuk-Nya kepada umatnya, para nabi dan rasul-Nya juga mengemban amanat supaya melakukan mushaddiq, yaitu pembenaran atas wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi dan rasul yang sebelumnya (QS 3: 81) sehingga dalam perkembangan wahyu Allah (QS 16: 101), terjadilah apa yang disebut nasikh danTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 6
  7. 7. mansukh (QS 2: 105-106, 13: 38-39). Hal tersebut dikarenakan "faktor pertumbuhan dan perkembangan bahasa manusia", yang digunakan Allah untuk menurunkan wahyu-Nya kepada nabi dan rasul-Nya (QS 14: 4). Oleh karena itu, Allah menjadikan "bahasa manusia" sebagai ayat bagi orang yang memiliki ilmu (QS 30: 22). 4. Wahyu Allah itu mempunyai "asas", yaitu dasar atau pangkal berpijak. Karena wahyu Allah diturunkan secara berangsur-angsur maka sebelum selesai, tidak dibenarkan mengeluarkan pendapat atau membuat kesimpulan. Setiap turun ayat, hendaknya dipahami pengertian atau nilai i1miahnya dahulu (QS 20: 114). Dan, apabila wahyu Allah sudah selesai diwahyukan, dilarang mempersoalkan apa yang tidak dinyatakan dalam ayat wahyu-Nya karena cara demikian akan menimbulkan kesulitan bagi manusia itu sendiri. Sekiranya hal itu ditanyakan ketika wahyu Allah masih dalam proses pewahyuan, tentu akan diberikan keterangan (QS 5: 101). Maka manusia hanya supaya mengikuti atau bertolak dari apa yang dinyatakan dalam ayat wahyu-Nya (QS 6: 50, 7: 203, 10: 15, 109). Oleh karena itu, ayat- ayat wahyu-Nya supaya di-tadabur, yaitu dibaca, dipahami artinya, serta dipahami hubungan pengertiannya sehingga bisa diperoleh kesimpulan yang tepat (QS 38: 29). Dengan demikian, akan diperoleh pengertian bahwa seluruh petunjuk wahyu-Nya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan (QS 4: 82) sehingga manusia bisa memperoleh rayu atau "pendapat" yang diajarkan Allah dalam ayat-ayat wahyu-Nya. Rayu atau pendapat yang diajarkan Allah itulah yang hendaknya dijadikan pegangan dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam kehidupan manusia (QS 4: 105). 5. Akal manusia hanya supaya dipakai atau digunakan dengan sebaik-baiknya untuk memahami wahyu Allah (QS 53: 1-5). Oleh karena itu, dalam Al-Ouran tidak ada kata aql. Yang digunakan adalah kat a kerjanya (fii!), yaitu ya qilun atau ta qilun. Dengan demikian, menempatkan atau mendudukkan "akal sebagai da~il" kiranya perludirenungkan kembali secara jernih karena manusia hanya supaya mengikuti petunjuk wahyu-Nya.Jika akal didudukkan sebagai "dalil", berarti kedudukan akal disamakan dengan kedudukan wahyuAllah dan sunnah rasul-Nya. Dalam upaya yang demikian itu, kami sadar bahwa banyak persoalanyang masih memerlukan kemampuan, keberanian, serta kedewasaan. Oleh karena itu, tegur sapa,saran, dan kritik yang membangun sangat kami harapkan dari para sahabat dan handai taulan yangbudiman. Tak luput, kami berdoa semoga langkah kita mendapat rida Allah serta memberikanTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 7
  8. 8. kemaslahatan dalam kehidupan di dunia dan akhirat nanti. Semoga semua kebaikan dan perbaikanyang Anda berikan sehingga terwujud tulisan ini menjadi tanaman amal saleh yang diridai AllahSubhanahu wa Ta’ala. Amin ya Rabba/alamin. PenulisTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 8
  9. 9. DAFTAR ISlKATA PENGANTAR PENERBITKATA PENGANTAR PENULlS DAFTAR ISIKISAH KELAHIRAN YESUS A. Silsilah Yesus dalam Injil Perjanjian Baru B. Anak Allah C. Kisah Kelahiran Yesus Mellurut Matius D. Nama YesusKEADAAN BANI ISRAEL PADA ZAMAN NABI ISA AS. A. Firman Allah B. Maryam dan Isa Ibnu Maryam C. Janji Allah kepada Bani Israel D. Israel Melanggar Janji Allah E. Keadaan Bani Israel pada Zaman Nabi Isa a.s F. Peringatan Keras Nabi Isa terhadap Ahli Taurat dan Orang ParisiRENCANA PEMBUNUHAN TERHADAP YESUS A. Sidang Majelis Besar B. Rencana Pembunuhan terhadap YesusPERBEDAAN KISAH PENANGKAPAN YESUS A. Drama Penangkapan Yesus B. Penangkapan di Taman Getsemani C. Kisah di Taman Getsemani D. Perbedaan Kisah di Taman Getsemani E. Catatan dari Injil Kanonik F. Kisah Injil SinoptikTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 9
  10. 10. TUDUHAN TERHADAP SIMON PETRUS A. Jawaban Petrus Atas Tuduhan terhadap Dirinya B. Laporan Matius C. Laporan Lukas D. Laporan Markus E. Laporan Yahya F. Orang-Orang Galilea G. Orang NazareaGAGASAN PAULUS TENTANG PENYALIBAN DAN PENEBUSAN DOSA A. Drama Pertobatan Paulus B. Predikat atau Jabatan Kristus C. Gagasan Paulus tentang Penyaliban D. Gagasan Paulus tentang Penebusan Dosa E. Mengapa Paulus Bisa Sehebat Itu?KISAH PENYALIBAN YESUS A. Pilatus B. Pertanyaan Pilatus kepada Yesus C. Barabbas D. Perjalanan Menuju Goigota E. Kapan Waktu Penyaliban Itu?PANDANGAN AL-QU’RAN TERHADAP PENYALIBAN ISA IBNU MARYAM A. Bal Rafaahullah Ilaihi B. Penyaliban Isa Ibnu MaryamKESIMPULANDAFTAR PUS TAKATENTANG PENULISTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 10
  11. 11. KISAH KELAHIRAN YESUS A. Silsilah Yesus dalam Injil Perjanjian Baru Matius 1: 1-17 1. Ibrahim 22. Yaram 2. Ishak 23. Ahaz 3. Jakub 24. Hizkiz 4. Yehuda (dengan Tamar) 25. Manasah 5. Paris 26. Amun 6. Ezram 27. Yasis 7. Aram 28. Yechoya 8. Aminadab 29. Syaatiel 9. Nasyun 30. Ze Rubail 10. Salmun 31. Abihud 11. Boaz 32. Elyakim 12. Obed 33. Azur 13. Jisai 34. Saduk 14. Daud 35. Achim 15. Suleman 36. Elihud 16. Re Habiam 37. Eliazar 17. Abid 38. Mattan 18. Asa 39. Yakub 19. Yosepat 40. Yusuf 20. Yaram 41. Yesus 21. Uzia Lukas 3: 23-37 1. Yesus 6. Melchi 2. Yusuf 7. Janna 3. Heli 8. Yusuf 4. Matat 9. Matatias 5. Lewi 10. AmosTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 11
  12. 12. 11. Nahun 45. Obed 12. Esli 46. Boaz 13. Naggai 47. Sala 14. Maat 48. Nahsyun 15. Matatias 49. Aminadab 16. Simei 50. Arni 17. Yusich 51. Ezram 18. Yuda 52. Paris 19. Yuana 53. Yahuda 20. Resa 54. Yakub 21. Zarrubel 55. Ishak 22. Syualtiel 56. Ibrahim 23. Neri 57. Terah 24. Malchi 58. Nahar 25. Adi 59. Baruch 26. Kasam 60. Ragau 27. Elmodam 61. Palik 28. Er 62. Abir 29. Yuso 63. Sala 30. Eliazar 64. Kainan 31. Yarim 65. Arpaksad 32. Mata 66. Sem 33. Lewi 67. Set 34. Simeon 68. Anak Adam 35. Yahuda 69. Anak Allah 36. Yusuf 37. Yonan 38. Elyakim 39. Malia 40. Minna 41. Matata 42. Natan 43. Daud 44. JisaiTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 12
  13. 13. Dalam hubungannya dengan silsilah Yesus, terkait dengan pembahasan selanjutnya, adasesuatu yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.1. Maka pada sangka orang, ia itu anak Yusuf .... (Lukas 3: 23).2. Maka sekalian orang menyungguhkan Dia, serta haram akan perkataan yang elok keluar dari mulutnya, sambil katanya: Bukankah la ini anak Yusuf? .... (Lukas 4: 22).3. Maka kata mereka itu: Bukankah orang ini Yesus, anak Yusuf yang ibu bapaknya kami kenai? (Yahya 6: 42). Injil karangan Markus dan Yahya tidak menyebutkan mengenai silsilah Yesus. Matiusmenyusun silsilah dari Ibrahim, Yehuda (dengan Tamar) sampai kepada Yesus, empat puluhsatu keturunan. Sedangkan, Lukas menyusun silsilah dari Yesus sampai kepada Adam dan"Anak Allah", enam puluh sembilan keturunan. Jadi, selisih jumlah keturunan antara silsilahyang dibuat Matius dan Lukas adalah dua puluh delapan keturunan. Dalam kedua silsilah,terdapat nama-nama yang sama, yaitu Erzam, Aram, (Lukas: Arni), Aminadab, Nahsyun,Salmun, (Lukas, Sala), Boaz, Obed, Jisai, Daud (dalam Lukas, Sulaeman tidak ada),Zerubabel, Yusuf, dan Yesus. Yang ada persamaan sebanyak tujuh belas nama. Perbedaanyang sangat jauh ini menunjukkan bahwa keakuratan kisah tersebut menjadi masalah yangkrusial untuk dicermati.B. Anak Allah Lukas membuat silsilah Yesus sampai kepada "Anak Allah". Dalam Perjanjian Lama,juga kita dapatkan kata "Anak" dalam hubungannya dengan "Tuhan". Misalnya, Israel ialahanak-Ku yang sulung (Keluaran 4:22). Bahwa kamulah anak-anak Tuhan Allahmu, sebab itujanganlah kamu menorah tubuhmu atau mencukur bulu di antara kedua belah matamu,karena sebab seseorang yang sudah mati. Karena kamulah suatu bangsa yang suci bagi TuhanAllahmu, maka telah dipilih Tuhan akan kamu, supaya daripada segala bangsa yang ada diatas bumi kamulah menjadi bangsa milik-Nya (Ulangan 14: 1-2). Bahwa pada bangsa Israellagi budak kecil, maka Ku-kasihi akan dia dan Ku-panggil anak-Ku dari Mesir (Hosea 11: 1). Dalam Injil Perjanjian Baru, juga terdapat sebutan "Anak Allah".Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 13
  14. 14. 1 . Maka kata malaikat kepada Maryam: Jangan takut hai Maryam, karena engkau sudah beroleh anugerah Allah. Engkau beranak laki-Iaki, hendaklah engkau namakan Yesus. la (Yesus) akan dikatakan Anak Allah Yang Maha Tinggi, maka Tuhan akan mengaruniakan kepadanya TAHTA DAUD. Ia akan menjadi Raja atas Benih Yakub. Lalu kata Maryam kepada malaikat: Bagaimana perkara ini boleh jadi, karena hamba belum mengetahui laki- laki? Jawab malaikat: Rohul Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi akan menaungi engkau. Sebab itu yang Kudus yang aakan diperanakkan itu , kelak dikatakan Anak Allah. (Lukas 1: 30-35) Dalam Matius 1:23, anak Maryam dikatakan bernama Emanuel -- yang artinya "Allahbersama kita". Nama ini hanya sekali disebut, sedangkan dalam Injil lain tidak ada. 2. Kata Natanael kepada Yesus: Ya Rabbi, Rabbilah Anak Allah, Rabilah Raja Bani Israel (Yahya 1: 49). Inilah permulaan Injil dari hal Yesus Kristus Anak Allah (Markus 1: 1). Maka sahutSimon Petrus, katanya: Tuhanlah Kristus, Anak Allah yang Hidup (Matius 16: 16). Apabila diperhatikan secara cermat, sebenarnya penggunaan predikat "Anak Allah"dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, ada keterkaitan dan kesinambungan. Meskipundemikian, perlu disadari adanya arah dan maksud lain yang lebih jauh dalam Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, "Anak Allah" mengarah bahwa Israel adalah umat pilihan Allahdan umat kekasih Allah. Sedangkan, dalam Perjanjian Baru, lebih jauh diarahkan pada "Tuhanakan mengaruniakan takhta Daud". Jadi, mengangkat soal "kekuasaan dan kerajaan", secarafisik mengacu pada Bani Israel, dan akan dikatakan: akan menjadi Raja atas "Benih Yakub".Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 14
  15. 15. Mengapa disebut Benih Yakub? Karena Yakub itulah yang disebut "Israel" (Kejadian 35:10,Yesaya 48:1). Dan, Israel artinya adalah "orang yang berlaku seperti seorang raja di hadapanAl,lah dan manusia" (Kejadian 32: 28). Dalam Injil Perjanjian Baru disebutkan: Tetapi kata Yesus kepada mereka itu: Wajiblah juga kepadanegeri lain pun Aku memberitakan khabar kesukaan dari hal KERAJAAN ALLAH, maka hal itulah sebabnya Akudisuruhkan. (Lukas 4: 43). Kemudian, istilah Kerajaan Allah berubah menjadi dan disamakandengan "Kerajaan Surga" dalam Injil Perjanjian Baru.C. Kisah Kelahiran Yesus Menurut Matius Matius mendasarkan kisah kelahiran Yesus, anak Maryam itu, dari "ramalan" atau nubuat yangdifirmankan Tuhan dengan lidah nabi-nabi. Maka sekaliannya itu berlaku supaya sampailah barang yang difirmankan Tuhan dengan lidah nabi-nabi, bunyinya: Sesungguhnya anak dara itu akan mengandvng dan beranakkan seorang anak laki-laki, dan disebut orang namanya: Immanuel, yang diterjemahkan artinya "Allah beserta kita". (Matius 1: 22-23) Yang dimaksud, Maka sekaliannya itu berlaku supaya sampailah yang difirmankan Tvhan dengan lidah nabi ....adalah Yesaya 7: 14 yang berbunyi, Maka sebab itu diberikan Tuhan sendiri svatu tanda alamat kepadamu kelak:Bahwasanya anak dara itu akan mengandung dan beranakkan laki-Iaki seorang dan dinamainya akan dia Immanuel.(Yesaya 7: 14) Dr. Jerald F. Dirk, mantan diaken di Gereja Metodis Bersatu, menjelaskan bahwa Matius bukanseorang murid Yesus yang berbahasa Aram dan berkebangsaan Palestina. Penyusun Injil Matiusmerupakan seorang yang sepenuhnya telah ter-Helenisasi dan menggunakan bahasa Yunani sebagaibahasa wacana keagamaan, bukan bahasa Ibrani (Salib di Bulan Sabit, hlm. 185). Tulisan Matius, "anak dara", ini akibat kesalahan dalam menerjemahkan Perjanjian Lama, yaituYesaya 7: 14 bahasa Ibrani ke dalam bahasa Yunani, menjadi "Septuaginta". Dalam bahasa Ibrani, almahartinya "perempuan muda", diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, partenos, yang berarti "perawan".Dalam bahasa Ibrani, "perawan" adalah bethulah (Cleyton Sullivan).Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 15
  16. 16. Ada lagi yang perlu diperhatikan dari Yesaya 7: 14, yaitu: Bahwasanya anak-dara itu akan mengandvngdan beranakkan laki-Iaki seorang .... Menurut lnjil karangan Markus 6:3, anak Maryam itu enam orang,yang lima laki-Iaki dan yang seorang perempuan (Alkitab, LAI. 1960). Perlu disadari bahwa kata "Emmanuel" dalam Injil Perjanjian Baru hanya dipakai sekali, yaituMatius 1: 23. Sedangkan, dalam Injil Perjanjian Lama, dipergunakan "dua kali", yaitu dalam Yesaya 7:14 dan 8:8. Apabila Matius menganggap nubuat Yesaya 7:14 terpenuhi pada kelahiran anak Maryam yangdisebut Emmanuel, yang diartikan "Allah beserta kita", Emmanuel berarti nama diri (orang). Olehkarena itu, apabila Matius 1:23 dianggap sebagai pemenuhan nubuat Yesaya 7:14 maka Emmanueladalah nama anak Maryam. Namun, dalam Matius 1:25, Maryam memberi nama anaknya "Yesus".Yesus sebenarnya merupakan bentuk Yunani dari kata Ibrani, Yeshua, Joshua, atau Yehoshua, yang berarti"Tuhan akan menyelamatkan". Kata Tuhan merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani, Yahweh. Apabila Matius menghubungkan Yesaya 7:14 sebagai ramalan untuk Yesus, hal ini terlalu jauhketerkaitannya karena Yesaya 7:14 itu hubungannya dengan Raja Ahaz, sebagaimana dibicarakandalam Yesaya 7:1 dan seterusnya. Hal yang sama diungkapkan juga dalam 2 Raja-raja 16:2 dan 2Tawarih 28:1-5. Jadi, janji tersebut terkait dengan Bani Israel yang dikhianati oleh rajanya, yangmerusak jalan Tuhan (Yesaya 3:12).D. Nama Yesus Menurut pengarang Injil Matius, nama "Yesus" diberikan oleh Yusuf, suami Maryam. Yusufdisebut sebagai "anak Daud". Dalam mimpi, malaikat yang memperlihatkan diri kepada Yusufmengatakan, "Jangan engkau (Yusuf) khawatir menerima Maryam menjadi "istrimu" karenakandungannya itu terbitnya dari Rohul Kudus (Matius 1: 19-21). Dalam silsilah karangan Matius, Yesus adalah keturunan yang "ketiga puluh tujuh" dari Daud(Matius 1:17). Jadi, dengan alasan atau dalih apa pun, pengarang Injil Matius mengakui bahwa Yusufdengan Maryam sudah menikah. Oleh karena itu, disebut "istrimu".Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 16
  17. 17. Menurut pengarang Injil Lukas, ketika mengandung, Maryam bermimpi bertemu denganmalaikat yang mengatakan agar anaknya kelak diberi nama Yesus (Lukas 1:30-31), bukan Emanuel(Matius 1:22-23). Dalam pelaksanaannya, nama Yesus bagi anak Yusuf dan Maryam itu diberikanketika memasuki hari kedelapan kelahiran anak tersebut. Anak itu disunatkan, kemudian diberinama Yesus, sesuai dengan pesan malaikat kepada Maryam tatkala anaknya itu masih dalamkandungannya (Lukas 2:21). Dalam silsilah yang dikarang oleh Lukas, Yesus adalah keturunan keempat puluh tiga dariDaud (Lukas 2: 23-27). Jadi, selisihnya sangat jauh dengan Matius 1: 17. Oalam buku Piwulang Katolik, cetakan kedua, 1936, Kanisius Jogyakarta, jilid I, dijelaskan bahwanama Yesus itu berasal dari bahasa Ibrani, Jechoschua. Kemudian, masuk ke dalam bahasa Yunani, Jesous.Karena pengaruh bahasa Latin, kemudian diucapkan menjadi Jesus. Dalam The Encyclopedia of The Bible,dijelaskan bahwa Yesus (Latin), Yesous (Yunani), karena pengaruh bahasa Ibrani, diucapkan Jeshua,Jehoshua, atau Joshua, yang artinya "Jehava sebagai Penebus" atau "Jehava sebagai Juru Selamat".Maka la (Maryam) akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Dia Yes us, karena ialahyang akan melepaskan kaumnya dari segala dcosanya. (Matius 1:21) (LAI 1960)Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 17
  18. 18. KEADAAN BANI ISRAEL PADA ZAMAN NABI ISA A.S.A. Firman Allah Pengarang Surat kepada Orang Ibrani menjelaskan mengenai firman Allah sebagai berikut.Setelah sudah Allah berfirman pada zaman dahulu kala kepada segala nenek moyang kita dengan lidah nabi-nabi beberapakali dan atas berbagai-bagai peri, maka berfirmanlah Ia pada akhirnya kepada kita di dalam Anaknya, yang ditetapkannyamenjadi waris segala sesuatu. Olehnya juga dijadikannya sekalian alam. ( Ibrani 1: 1-2) Mengapa harus demikian? Jawabnya ada dalam Surat kepada Orang Ibrani itu juga.Karena jikalau sungguh perjanjian yang pertama itu tiada bercela, perjanjian dengan Bani Israel niscaya tiada akan dicarisebab yang kedua (Perjanjian Baru dengan Paulus). Karena ia menyalahkan mereka dengan firmanNya: Ingatlah, harinyaakan datang kelak, firman Tuhan: Aku akan mengadakan Perjanjian Baru kepada segala isi rumah Israel dan segala isirumah Yahuda, bukannya menurut seperti perjanjian yang sudah aku buat dengan segala nenek moyang mereka itu, padahari tatkala Aku memegang tangannya memimpin mereka keluar dari negeri Mesir. Karena tiada mereka itu tetap kepadaperjanjianku itu. Dan tiadalah Aku mengindahkan mereka itu firman Tuhan.Karena inilah Perjanjian (Baru) yang hendak Ku-janjikan kepada segala isi rumah Israel kemudian daripada masa itu,Firman Tuhan: Maka aku akan memasukkan hukum-hukumku ke dalam ingatan mereka itu, dan di dalam hati mereka itujuga akan Ku-suratkan itu. Dan aku akan menjadi Tuhan mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaum kepadaKu.(lbrani 8: 7-10) Perjanjian yang pertama bahwa Allah berfirman dengan lidah nabi-nabi (Yeremia 7:25, Ibrani 1:1).Dalam Perjanjian Baru, Allah berfirman "dalam anaknya" sebagai penjelmaan Kalam (logos) (Yahya 1:1-3,14)yang terakhir, yaitu Paulus. Allah berfirman dengan Rohnya, dalam "hati manusia". Dalam surat kirimannya, Paulus memberikan keterangan sebagai berikut.Kamulah surat kiriman kami, yang tertulis di dalam hati kami. Dan yang dikenal dan dibaca oleh orang sekalian.Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 18
  19. 19. Maka nyatalah kamu menjadi surat Kristus yang ditulis oleh kami (Paulus), tertulis bukannya dengan dawat, melainkandengan ROH ALLAH yang hidup, bukannya di atas loh batu, melainkan pada Loh yaitu hati manusia.Maka pengharapan yang demikian itu kepada Allah, kami peroleh dengan berkat Kristus. Bukan pula kami ini sendiripandai akan mengira barang sesuatu dengan kepandaian sendiri, melainkan kepandaian kami itu datang dari Allah. Ialah(Allah) juga menjadikan kami pandai menjadi pesuruh Perjanjian Baru, bukan pula menurut seperti huruf, melainkanmenurut Roh karena huruf itu mematikan, tetapi Roh itu menghidupkan. (2 Korintus 3:2-6). Karena Allah telahmemberkati Paulus dengan segala berkat rohani dari surga di dalam Kristus, sebelum dunia ini dijadikan, supaya Paulussuci dan tiada bercela di hadapan Tuhan. (Epesus 1:3-4). Maka Aku (=Paulus) sudah dijadikan pelayan sidang itu, karenakamu (Paulus) akan menyampaikan Firman Allah, yaitu rahasia yang sudah tersembunyi berzaman-zaman dan turun-temurun, tetapi sekarang sudah dinyatakan kepada orang sucinya. Maka kepada mereka itulah Allah dengan kehendaknyasudah menyatakan bagaimana kayanya kemuliaan rahasia itu kepada orang kafir, yaitu Kristus di dalam kamu (=Paulus)itulah pengharapan akan beroleh kemuliaan, yang kami ini (=Paulus) beritakan, sambil menasihatkan tiap-tiap orang danmengajar tiap-tiap orang, dengan segala hikmat (Gnosis dan Stoa?) supaya dapat kami (=Paulus) mendirikan tiap-tiaporang menjadi sempurna di dalam Kristus, Maka itulah maksud aku (=Paulus) berlelah juga dan berusaha dengan sungguhsekadar kuasanya yang bekerja di dalam aku dengan kuat. ( Kolose 1: 25-29 )Keterangan Paulus tersebut kiranya tidak terpisahkan dengan apa yang telah dijelaskan dalam SuratIbrani berikut ini.Setelah sudah Allah berfirman pada zaman dahulu kala kepada . segala nenek moyang kita dengan lidah nabi-nabi beberapakali dan atas berbagai-bagai peri, maka berfirmanlah ia pula pada akhirnya kepada kita di dalam Anaknya, yangditetapkannya menjadi waris segala sesuatu, Olehnya juga dijadikannya sekalian alam. (Ibrani 1:1-2) Jadi, menurut Injil Perjanjian Baru atau Paulusisme, firman Tuhan itu ada beberapa model. Pertama,dengan lidah nabi-nabi. Kedua, dalam hati manusia. Ketiga, tertulis dalam hati Paulus, ditulis bukan dengandawat/tinta, melainkan dengan Roh Allah. Keempat, menjelma (inkarnasi) dalam daging, yaitu Yesus Kristusyang mendatangkan kebenaran dan anugerah (Yahya 1:14 17). Oleh karena itu, di dalam Injil Perjanjian Baru, banyak kita jumpai kata atau ungkapan: "Kristus didalam aku", "aku di dalam Kristus", atau "kamu di dalam Kristus". Kata atau ungkapan tersebut digunakanTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 19
  20. 20. dalam Injil Perjanjian Baru sebanyak 164 kali (Adolf Deissmann). Dan, jangan lupa bahwa Allah telah memilihdan memberkati Paulus di dalam Kristus dengan segala berkat rohani dari surga, sebelum dunia ini dijadikan(Epesus 1:3-4). Oleh karena itu, dalam suratnya kepada orang Galatia, Paulus menerangkan sebagai berikut.Adapun hidupku ini bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku, tetapi hidup yang sekarang aku hidupdi dalam tubuh ini, aku hidup di dalam iman kepada anak Allah, yang mengasihi aku dan yang menyerahkan Dirinyakarena aku. (Galatia 2:20) Jadi, dalam pengertian Injil Perjanjian Baru, yang dimaksud "wahyu Allah" ialah "Yesus itusendiri", sebagaimana dijelaskan dalam Injil karangan Yahya berikut ini.Maka pada awal pertama adalah Kalam (Logos), dan· Kalam (Logos) itu bersama-sama dengan Allah, dan Kalam (Logos)itu juga Allah. Adalah Ia pada mulanya beserta dengan Allah. Segala sesuatu dljadikan olehnya, maka jikalau tidak ada Ia,tiadalah juga barang sesuatu yang sudah terjadi. (Yahya 1:14)Maka kalam (Logos) itu telah menjadi manusia serta tinggal di antara kita, penuh dengan kebenaran dan anugerah. (Yahya1:14) Prof. Dr. Jan Romein mengatakan bahwa Injil Perjanjian Baru awal, yang ditulis dalam bahasaYunani, sangat dipengaruhi paham mistik (kebatinan) Stoa dan filsafat Neo-Platonisme (Aera Eropa).Dalam filsafat Neo-Platonisme, diungkapkan bahwa Logos awal sangat sempurna. Dia merenungkanDirinya, maka terjadilah "Emanasi", yaitu melimpah (dalam bahasa Jawa meleleh), melahirkan adanyaLogos kedua. Ini pun masih sempurna. Dialah yang disebut sebagai jiwa alam, yang menjadikanadanya alam raya ini. Dalam Sejarah Konsili, disebutkan bahwa pada akhir abad kedua, segalaketajaman pemikiran teologis diarahkan pada misteri tentang "Anak Allah". Alam pikiran Yunanidengan pengertiannya akan seorang Logos sebagai "pencipta dunia" (Demiurgos), yaitu makhlukutama yang paling tinggi pada tangga makhluk-makhluk penghubung antara Tuhan dan manusia,rupanya menunjukkan jalan yang dapat membebaskan pikiran para tokoh awal Gereja dari dilemayang tak teruraikan itu (Sejarah Konsili). Oleh karena itu, dalam Injil Perjanjian Baru, Paulusmengajarkan .sebagai berikut.Karena Allah itu hanya satu, dan pengantara pun satu di antara Allah dengan manusia, maka ia pun manusia juga, yaituKristus. (1 Timotius 2:5)Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 20
  21. 21. Dalam surat-surat karangan Paulus, banyak pendapatnya yang sangat dipengaruhi filsafatantik. Dalam khotbahnya yang termasyhur di Aeropagos, Athena, Paulus mengutip kata demi katadari penyair Stoa, "Aratos": Karena kita dalam Tuhan, gerakan-gerakan kita terjadi dalam Tuhan sertaseluruh eksistensi kita. Karena dasar Stoa itulah, Paulus mengembangkan ajaran "hukum kesusilaan alam danterjadinya hukum itu di dalam hati kecil manusia". Isi hati kecil itu tidak bergantung pada wahyu.Sebelum wahyu itu diturunkan, "hukum hati kecil" sudah memengaruhi kerohanian orang dalamdunia kafir (Hasbullah Bakrie). Paulus menyebutkan: Dan ialah, yang terlebih dahulu daripada sekaliannya, dan segalasesuatu wujudnya ada di dalam Dia (Kolose 1:17). Di dalam Kristus terhimpun segala kelimpahanwujud Tuhan berlembaga (Kolose 2:9). Rahasia Allah yaitu Kristus (Kolose 2:2). Kristus itulah semuadan di dalam semuanya (Kolose 3:11). Allah itu hanya satu dan pengantara pun satu di antara Tuhandan manusia, maka Ia pun manusia juga, yaitu Kristus Yesus (1 Timotius 2:5). Dalam The Holy Bible (King James Version) berkaitan dengan Injil Yahya 1:1-3, dijelaskandemikian, Logos (Greek for Word) Joh 1:1, Roma 19:13. Dalam The Pocket Oxford Dictionary, dijelaskan:Logos-noun. The Word or Second Person of the Trinity (Greek, reason). Henney Sumali menjelaskan bahwa Logos merupakan "emanasi" dari Allah. Dalam filsafatNeo-Platonisme diungkapkan bahwa "emanasi" atau pelimpahan dari Allah itu melahirkan "Logospertama" yang menjadikan alam semesta ini (Dr. D.C. Mulder). Dalam surat Paulus kepada orang Kolose disebutkan: Karena di dalam Dialah terhimpun segalakelimpahan wujud Allah berlembaga (Kolose 2:9). Ialah yang menjadi "kepala tubuh" yaitu sidang Jum at. Ialah yangmeniadi awal dan menjadi sulung. dari antara orang mati, suoaya di dalam sesuatu Ialah yang terutama karena adalahkegemaran Allah, bahwa segala kesemournaan itu terhimpun di dalam Dia. (Kolose 1:18-19) Pengertian "emanasi" dalam filsafat Yunani Neo-Platonisme, oleh pengarang Injil PerjanjianBaru dan tokoh Kristen awal diganti menjadi "inkarnasi" atau "penjelmaan". Hal ini bisa dilihat didalam Injil karangan Yahya berikut ini.Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 21
  22. 22. Maka Kalam (=logos) itu telah menjadi manusia (logos awal atau anak Sulung Allah) serta tinggal di antara kita (dankami sudah memandang kemuliaannya, seperti kemuliaan anak yang tunggal yang daripada bapa) penuh dengananugerah dan kebenaran. (Yahya, 1:14). Sebab daripada kelimpahannya kita sekalian sudah menerima anugerah dankarunia. Karena Taurat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus.Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang jua pun, tetapi Anak yang tunggal, yang di atas pangkuan Bapa, Ialah yangsudah menyatakan Dia (bisa dilihat dan dipegang). (Yahya 1:16-18) (Keilahian dan Ketuhanan Isa Almasih dalamTradisi Yahudi dan Kristen). Dalam Dei Verbum-Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi-Dr. T. Jacobs SJ menjelaskan bahwakitab suci sebenarnya tidak (langsung) menerangkan Sabda Allah, tetapi (pertama-tama) kata-katamanusia. Wahyu Tuhan tidak berupa "dikte", di mana Tuhan menyebut satu per satu segala kata yangharus ditulis oleh pengarang suci. Tuhan menyatakan Diri secara hidup kepada seorang manusia. Dan,tanggapan manusia itu yang kebanyakan kalinya berupa refleksi atas kejadian sejarah, ditulis danmenjadi Kitab Suci (Penerbitan Yayasan Kanisius 1969). Yang dimaksud dengan "refleksi atas kejadian sejarah" dijelaskan sebagai berikut. Pada suatusaat, Yahya melihat ada seekor burung merpati terbang. Kemudian, turun dan hinggap di atas Yesus.Keadaan semacam itu direfleksikan oleh pengarang Injil Yahya, diartikan bahwa "turunlah malaikatTuhan dari langit," seperti seekor burung merpati, dan hinggap di atasnya (Yesus), maka Dialah AnakAllah. Dalam Injil Yahya secara lengkap ditulis: Maka Yahya pun menyaksikan serta berkata: Aku sudahnampak Roh Allah turun dari langit, seperti seekor burung merpati lalu hinggap di atasnya. Maka aku pun belum kenal Dia, tetapi yang menyuruhkan aku membaptiskan (Dia) dengan air itu, sudahmengatakan kepadaku; Ke atas siapa kelak engkau nampak Roh itu turun dan tinggal di atasnya, Itulah Dia yang membaptiskan dengan Rohul Kudus. Sesungguhya aku sudah nampak, lalu menyaksikanbahwa Ia inilah Anak Allah. (Yahya 1:32-34) Jadi, pengertian firman Allah atau wahyu Tuhan dalam pandangan pengarang Injil dan Gerejasangat jauh berbeda dengan pengertian yang ada di kalangan muslim. Inilah yang perlu disadari olehsemua pihak ketika berbicara mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sikap dan pola pandang kaumTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 22
  23. 23. Nasrani serta sikap dan pola pandang kaum muslim in. Sebagai gambaran yang jelas, perhatikanketerangan Dr. C. Groenen OFM berikut ini. Menurut keyakinan Kristen, Alkitab -- baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru -- bolehdan harus dikatakan sebuah kitab IIahi. Namun, bukan karena diturunkan dari surga atau didiktekanoleh Allah serta direkam manusia. Alkitab diciptakan oleh umat Allah (Gereja), tetapi dalam halini umat dipimpin dan didorong oleh Allah, oleh Roh Kudusnya. Begitulah, Alkitab serentak suatukitab karangan manusia dan kitab Allah. Melalui pikiran, perasaan, dan perkataan manusia, Allahmenyatakan rencana, karya, dan kehendak-Nya kepada kita, kepada umat pilihan-Nya (Pengantar kedalam Perjanjian Lama). Di samping itu, Bart D. Ehrman mengingatkan mengenai "penulisan kitab suci" yang perlumendapat perhatian, sebagai berikut. Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh naskah-naskahbahasa Yunani Kuno (yang mencakup semua tulisan Kristen masa awal, termasuk buku-bukuPerjanjian Baru) adalah sewaktu naskah-naskah itu disalin, tidak ada tanda baca yangdigunakan. tidak ada perbedaan antara huruf besar dan huruf kecil, dan yang lebih aneh lagi bagipembaca zaman sekarang. tidak ada spasi yang digunakan untuk memisahkan kata. Tulisan jenisbersambung ini disebut seriptuo continuo. Hal itu menyebabkan naskah sulit dibaca, apalagi dipahami.Kalimat Godisnowhere bisa berarti hal yang sangat berbeda. Bagi orang yang percaya dengan adanyaTuhan, akan membaca dan mengartikan God is now here sebagai "Tuhan sekarang ada di sini", dan bagiorang yang tidak percaya adanya Tuhan, God is nowhere berarti "Tuhan 1idak ada di mana pun"(Kesalahan Penyalinan dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, 2006). Menurut Dr. D.C. Mulder, naskah-naskah asli dari kitab suci itu sudah tidak ada lagi. Yangada pada kita hanya turunan atau salinan, dan salinan itu pun bukannya salinan langsung dari naskahasli, dalam arti yang ditulis oleh pengarang, melainkan dari salinan - dari salinan dari salinan danseterusnya. Sering di dalam menyalin kitab suci, terseliplah salah salin (Pembimbing ke dalam PerjanjianLama).B. Maryam dan Isa Ibnu Maryam Al-Ouran menceritakan tentang Bani Israel, mengenai banyaknya perselisihan yang terjadi diTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 23
  24. 24. antara mereka. Allah menjadikan soal Maryam dan Isa ibnu Maryam untuk memberikan gambarantentang keadaan Bani Israel.                                                                                                                                    Dan ketika (Allah) menjadikan anak Maryam untuk memberikan gambaran keadaan, ketika itu kaummu bersorak tentang hal itu. Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, ilah kami atau dia?" Mereka memunculkan hal itu hanya untuk membantah, sebenarnyaTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 24
  25. 25. mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Dia (Isa) itu hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia dan Kami menjadikannya untuk memberikan gambaran keadaan Bani Israel. Dan kalau Kami mau, niscaya Kami jadikan malaikat-malaikat itu turun ke bumi menggantikan kamu. Sesungguhnya Isa itu memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu tentang adanya hari kiamat itu. Ikutilah keterangan Isa olehmu. Inilah jalan yang lurus. Dan janganlah sekali-sekali kamu dipalingkan oleh setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan yang jelas, dia berkata, "Sungguh aku datang kepadamu membawa Hikmat (Injil) untuk menjelaskan kepada kamu persoalan yang kamu perselisihkan maka bertakwalah dan taatilah aku. Sungguh Allah itu Rabku dan juga Rab kamu maka beribadahlah kepada-Nya, inilah jalan yang lurus." Tetapi, golongan-golongan (al-Ahzab) di antara mereka saling berselisih dan celakalah mereka yang zalim oleh azab pada hari yang pedih (kiamat). Mereka tidak menunggu selain saatnya datang (kiamat) yang tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya. Teman- teman yang akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa. (OS Az-Zukhruf: 57-67) Soal Maryam dan Isa ibnu Maryam adalah gambaran keadaan bagi Bani Israel. Maksudnya,persoalan Maryam dan Isa ibnu Maryam hendaknya dilihat dari latar belakang keadaan Bani Israel.Allah mengingatkan dengan menyebut, "Hai Maryam saudara perempuan Harun .... " (QS Maryam: 28). Disini, arti saudara bukan hubungan keturunan secara biologis karena Harun hidup pada abad ke-14Sebelum Masehi. Sedangkan, Maryam hidup pada awal abad pertama Masehi. Namun, saudara di siniberarti keturunan dalam "alur keimanan", bahwa Harun adalah imam yang dihormati karena"dinobatkan dengan diberi minyak yang mahal harganya". Dengan kata lain, imam yang disalap(Keluaran 28:1). Kedudukan imamat bagi Harun dan anak turunnya supaya dijaga (Keluaran 40:12-16). Imamat itu dari turun anak sulung laki-laki (Bilangan 3:1-4). Jadi, hal ini sama halnya mengapa"muslim" memanggil Ibrahim, "bapamu atau ayahmu" (QS 22:78) karena muslim adalah orang yangmenganut dan mengikuti "millah Ibrahim" (QS16:123, 3:68). Dan, Maryam adalah keturunanorang yang terhormat dan mulia akhlaknya (QS19:28), bukan pelacur seperti tuduhankaumnya. Persoalannya, Maryam itu "anak sulung, tetapi perempuan" sehingga tidak ada hakuntuk menjadi "imam" dalam adat mereka. Namun, ibunya sudah bernazar bahwa anaknyaTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 25
  26. 26. kelak hanya supaya berbakti kepada Allah. Oleh karena itu, ketika Maryam baru sajadilahirkan, ibunya berkata kepada Allah, "Ya Allah, aku telah melahirkan seorang anakperempuan, dan aku beri nama Maryam." Akan tetapi, Allah mengetahui "bahwa anak laki-laki itu tidak sarna dengan anak perempuan" (QS 3: 36). Lalu, ibunya berdoa agar Maryamdipelihara dari godaan setan dan kelak punya keturunan. Doa ibunya tersebut diterima Allah dengan baik (QS 3: 37). Jadi, pada suatu saatnanti, Maryam akan mempunyai anak. Ini adalah janji Allah. Namun, yang jelas dalam Al-Quran tidak ada cerita atau tidak "dijelaskan" kapan dan dengan siapa Maryam menikah.Hanya dikatakan bahwa malaikat datang kepada Maryam memberi kabar gembira "sesuaidengan janji Allah" (bikalimatin minhu) bahwa ia akan punya anak, namanya Isa ibnu Maryam.Anak itu wajihan, bebas atau bersih dari tuduhan (fitnah), baik di dunia maupun akhirat, dantermasuk orang yang didekatkan kepada Allah (QS 3:45). Arti wajihan sejalan dengan petunjuk-Nya bahwa Isa itu selamat ketika lahir, ketikakematiannya, dan ketika menghadapi kebangkitan pada hari kiamat (QS 19:33). Perludiketahui bahwa kata wajihan hanya dipergunakan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertamauntuk Nabi Musa (QS 33: 69) dan yang kedua untuk Nabi Isa (QS 3:45). Dan, yang dimaksuddengan wajihan, diberi keterangan oleh Allah, yaitu orang yang dibersihkan atau dibebaskandari tuduhan, fitnah, atau penghinaan.                    Hai orang-orang yang beriman, jangan kamu menjadi seperti orang-orang yang "adza Musa" (menuduh, merendahkan, menghina) Musa karena Allah telah membebaskan (membersihkan) Musa dari tuduhan atau pelecehan mereka itu. Maka Musa bagi Allah adalah wajihan (orang yang bebas atau bersih) dari tuduhan itu. (QS Al-Ahzab: 69)Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 26
  27. 27. Di kalangan Bani Israel, kedudukan "anak sulung" sangat strategis. Hal itu dijelaskansebagai berikut. 1. Kuduskanlah bagiKu semua anak sulung (Keluaran 13:2). 2. Yang sebagai anak sulung menjadi hak Tuhan (Imamat 27:26). 3. Akulah yang empunya semua anak sulung (Bilangan 3:13). 4. Semua anak sulung orang Israel kepunyaan-Ku (Bilangan 8:17). 5. Segala anak sulung haruslah kau kuduskan (Ulangan 15:19). 6. Aku mengkuduskan bagi-Ku semua anak sulung (Bilangan 3:13). 7. Anak sulung di antara anak-Ku laki-Iaki Kutebus (Keluaran 13:15). Nabi Isa a.s. dihinakan oleh kaumnya dengan tuduhan bahwa dia adalah "anak dalambuaian" (QS 3:46). Padahal, Isa sudah ditetapkan Allah sebagai nabi, sudah diajarkan Alkitab(QS 19: 29-30). Kehadirannya membawa berkah, yaitu kebaikan di mana pun dia hadir (QS19:31-32). Jadi, "punya bapa atau tidak", bukan itu yang harus dikaji dan dipelajari olehmuslimin. Apa yang dikatakan oleh Isa ketika dalam mahdi wa kahlan? Ternyata jawaban Isa kepadaorang tua-tua, "Yang mengatakan pada Maryam bagaimana kami supaya berbicara kepada mankana fil mahdi shabiyya (anak dalam buaian)." Tetapi, jawab anak itu (yaitu Isa a.s.), "Aku hambaAllah, telah diberikan-Nya kepadaku Alkitab dan aku dijadikan-Nya seorang nabi." (QS 19:29-30. Jadi, kata-kata orang tua-tua, "anak kecil dalam buaian", adalah suatu kiasan yangsifatnya penghinaan (meremehkan Nabi Isa a.s.). Sesuai dengan petunjuk Allah bahwa Allah menjadikan sikap dan tingkah laku Bani Israelsebagai pelajaran bagi masyarakat yang sezaman dan yang sesudahnya, adapun bagi orang yangbertakwa mengandung pelajaran (QS 2:66). Lalu, pelajaran apa yang bisa diambil dari sikap dantingkah laku Bani Israel terhadap Allah serta petunjuk-Nya yang diturunkan kepada mereka, yaituTaurat Musa dan Injil Isa? Hal tersebut supaya dipahami oleh para muslim ini agar jangan sampaibertindak dan berbuat yang sama sehingga akan mengalami nasib seperti yang pernah menimpa BaniIsrael itu, yaitu terjadinya ikhtilaf-perbedaan pendapat dan perselisihan yang berkepanjangan (QS 27:76).Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 27
  28. 28. Dalam hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam., diungkapkan penyebab Bani Israelpecah menjadi "tujuh puluh dua aliran" (HR Turmudzi). Kaum Yahudi dan Nasrani pecah menjaditujuh puluh dua aliran (HR Ahmad dan Abu Daud). Umatku (nabi/muslim) pecah menjadi tujuhpuluh tiga aliran. Nabi Muhammad bukan "meramalkan bahwa umatnya akan pecah", melainkanmengingatkan, jika sikap dan tingkah laku kaum muslimin menjadi seperti kaum Yahudi dan Nasranimaka akan berpecah belah, berbuat golongan-golongan, seperti kaum Yahudi dan Nasrani. Allahmengingatkan dengan petunjuk wahyu-Nya,                   Dan janganlah kamu menjadi seperti mereka yang berpecah belah dan berselisih setelah datang (sampai) kepada mereka keterangan yang jelas (dari Allah). Mereka akan terkena azab yang besar. (QS Ali Imran: 105) Dalam membahas mengenai Maryam dan Isa ibnu Maryam, perlu diperhatikan "hubungan dankedudukan" pengertian Bani Israel dan lahirnya paham Yahudi. Al-Quran menunjukkan bahwaYahudi sebagai aliran paham, muncul dari kalangan Bani Israel yang melanggar janji Allah (QS 5:12-13). Akibat pelanggaran tersebut, mereka dilaknat (dikutuk) oleh Allah. Hati mereka menjadi degil,mengubah pengertian dari arti dan kedudukan yang semestinya, dan mereka mengabaikan peringatanAllah (QS 5:13). Petunjuk ayat tersebut memberi pengertian bahwa Bani Israel tidak selamanyafadhaltukum alalalamin (Allah melebihkan mereka dari bangsa-bangsa lain) (QS 2: 47, 122). Setiap umatyang didatangi rasul-Nya, bisa memperoleh kelebihan apabila mereka bisa menjaga, menaati, danmengamalkan petunjuk-Nya (QS 7: 159, 181).C. Janji Allah kepada Bani Israel1. Janji Allah kepada IbrahimTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 28
  29. 29. Nenek Moyang Israel. Perjanjian yang kekal. Aku menjadi Allah bagimu dan segala anak cucumu yang kemudiandaripada kamu itu. Aku akan mengaruniakan tanah kepadamu yang kamu menjadi orang dagang sekarang ini (tanahKanaan).Hendaklah kamu dan anak-cucumu yang kemudian dari padamu memelihara perjanjianku yaitu segala anak laki-Iakidalam rumahmu dikhitankan daging kulupnya. (Kejadian 17: 7-13) Bahwa Allah akan menjadikan Ibrahim suatu bangsa yang besar. Dan barangsiapa menghormatiIbrahim akan dihormati Allah, dan barangsiapa menghinakan Ibrahim akan dihinakan Allah. Dan dariturun Ibrahim, bangsa-bangsa dunia akan diberkati (Kejadian 12:1-3).2. Janji Allah kepada IsraelAku akan membuat perjanjian yang kekal dengan Israel.. Aku akan menjadi Allah bagi mereka, dan mereka menjadi umatbagi-Ku. Bahwa Aku Tuhan kesucian orang Israel. (Yehezkiel 37: 26-28)D. Israel Melanggar Janji Allah1. Mereka berbuat bakti kepada dewa-dewa. Bahwa isi rumah Israel dan Yehuda, sudah merombak. perjanjianku, yang sudah Kuteguhkan dengan nenek moyangnya.2. Sejak keluar dari Mesir Aku sudah mengutus nabi-nabi-Ku, tetapi kamu lebih durhaka dari nenek moyangmu (Yeremia 7:25). Israel mencemarkan nama Allah (Yehezkeil 36:22). Israel meninggalkan Allahnya (Yeremia 3:12-13,31). Yehuda akan dihukum karena kejahatannya (Yeremia 1:16). Israel ditawan karena kejahatannya (Yehezkiel 39:23) Al-Quran mengingatkan bahwa kaum Yahudi itu kerjanya adalah yuharifunal kalima an mawadhiihi,yaitu mengubah pengertian dari arti dan kedudukan yang semestinya. Misalnya, nama kitab mereka,Pentateuch (Taurat Musa) bahasa Ibrani diganti menjadi Septuaginta (bahasa Yunani), diganti lagimenjadi Vulgata (kitab yang menerima atau menampung tradisi, bahasa Latin), diganti The HolyBible (bahasa Inggris), diganti Alkitab (bahasa Indonesia). Dalam hal ini, termasuk perubahan-baikyang disengaja maupun yang tidak - dalam menyalin atau menyadur ke dalam bahasa lain (Bart. D.Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 29
  30. 30. Ehrmann, Prof. Dr. C. Groenen OFM, Th. C. Vriezen, Prof. Dr. D.C. Mulder). Al-Ouranmenjelaskan,                                         Dan kaum Yahudi itu kerjanya mengubah kalimat dari arti dan kedudukan yang semestinya, dan mereka mengatakan, "Kami telah mendengar (petunjuk wahyu Allah), tetapi kami tidak memerhatikan (kami abaikan) karena memperdengarkan (mengajarkan) apa yang bukan kami telah dengar itu, kami adalah orang-orang yang terpelihara (menganggap benar)." Mereka memutarbalikan (petunjuk) dengan lidah mereka, dan mereka mencela agama (yang diajarkan oleh nabi-nabi-Nya). Sekiranya mereka mau berkata (mengakui), "Kami telah mendengar (petunjuk Allah) dan kami menaatinya dan (mengajak orang) mendengarkan serta memerhatikan (ajaran nabi-nabi-Nya)." Yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan tepat, tetapi Allah melaknat mereka karena kekafiran mereka itu, dan mereka tidak beriman kecuali sedikit. (OS An-Nisa: 46) Apa yang diungkapkan oleh Al-Quran adalah suatu kenyataan apabila kita memerhatikankisah yang mereka ungkapkan sendiri dalam kitab mereka (perjanjian Lama dan Perjanjian Baru).Dari paham Yahudi itulah, kemudian muncul dan lahir paham yang disebut Mazhab Nasrani diAntioshia, tokohnya Paulus (Kisah Para Rasul 24:5). Dan, munculnya setelah Nabi Isa wafat. Murid-murid Paulus itulah yang mula-mula disebut orang "Kristen" (Kisah Para Rasul 11: 25-26). Al-Quranmengungkapkan bahwa munculnya paham Nasrani adalah ketika paham Yahudi bercampur baurdengan paham Yunani-Romawi. Dalam istilah AI-Ouran, disebut latif, artinya bercampur atausinkretis (QS 17: 4-7, 104). Prof. Dr. C. Groenen OFM menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi di Palestina tidak hanyamengajarkan paham Nasrani kepada bangsanya, tetapi juga kepada orang kafir, yaitu orang-orangTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 30
  31. 31. selain Yahudi. Tokoh Yahudi yang mengajarkan paham Nasrani, yang tidak hanya mengajarkanagamanya itu kepada orang Yahudi, tetapi juga kepada para penyembah berhala (pagan) - yangdisebut "orang kafir", maksudnya adalah orang-orang bukan Yahudi - adalah Paulus, tokoh MazhabNasrani (Kisah Para Rasul 24:5). Setelah Yesus hilang dari panggung sejarah, Paulus yang sedang meluap-luap kemarahannyakepada murid-murid Yesus di Damsyik, secara dramatis menyatakan bertobat karena menerimapanggilan Yesus dari surga. Bahwa Yesus kini menetapkan Paulus menjadi alat yang berguna bagiYesus untuk memasyhurkan namanya (bukan ajarannya). Dan, Paulus ditetapkan menjadi rasul bagiorang kafir (Kisah Para Rasul9:15). Karena mendapat perlawanan keras dari pihak Yahudi makaPaulus mendapat "pesan dari Tuhan" dengan firman-Nya: Aku jadikan engkau suatu terang bagisegala orang kafir supaya engkau mendatangkan selamat sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 13:45-47). Maka Paulus mengajarkan bahwa Tuhannya telah menetapkan Paulus menjadi rasul bagiorang-orang yang tidak bersunat (Galatia 2: 8, Roma 11:13). Mengenai pekerjaan kaum Yahudi mengubah kalimat dari arti dan kedudukan yangsemestinya, lebih tegas ikuti penjelasan Wali Gereja Indonesia berikut ini, terkait dengan sikap danpola pandang pendiri Mazhab Nasrani, yaitu Paulus. Paulus sama sekali tidak memberitakan, melainkan membicarakan pernyataan-pernyataanInjil. Paulus mendalaminya sampai pada dasarnya, membuka rahasia-rahasia Ilahi yang terpendam didalamnya, lagi jalan bagaimana memenuhi dan mewujudkannya dalam praktik hidup sehari-hari.Bahasa karangan-karangan Injil tenang dan terang, bahasa Paulus jarang tenang, biasanya hidup danbersemangat, tetapi dengan itu sering berbelit dan kabur. Pemikiran Paulus terlalu teliti danmendalam untuk menulis lancar. Sedangkan, menulis untuk menyatakan rahasia-rahasia dunia Ilahiyang "tidak mungkin dan tidak halal diungkapkan dengan bahasa manusia" (2 Korintus 12:4), Paulusterpaksa mencari-cari istilah-istilah dan ungkapan-ungkapan yang serasi dengan misteri-misteri itu,yang tidak segera muncul. Malah perkataan dari bahasa yang lazim harus diisinya dengan pengertianyang baru atau diberi corak baru sehingga terasa aneh dan asing oleh pembaca (Injil him. 527) Lain kali, Paulus menafsirkan peristiwa-peristiwa atau tokohtokoh Perjanjian Lama sebagailambang peristiwa-peristiwa Perjanjian Baru, atau ucapan Kitab Kudus Perjanjian Lama sebagaiperbandingan atau penjelasan pengertian-pengertian Perjanjian Baru. Tafsiran Paulus yang demikianitu harus diterima sebagai diilhamkan oleh Roh Kudus (Injil him. 528).Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 31
  32. 32. Di samping itu, Paulus kerap kali menggunakan kejadiankejadian atau kutipan-kutipan dariKitab Kudus hanya untuk menerangkan pendapat, gagasan, atau tujuannya sendiri atau gunamemberi suatu corak atau suasana suci kepadanya. Dalam pada itu, Paulus sering mengubah susunanatau ucapan-ucapan asli untuk menyesuaikannya dengan tujuannya. Di sini, pengutipan hanyamemberi unsur gaya bahasa, tanpa dimaksudkan memberi suatu tafsiran. Demikian pula, Paulus agakbanyak menggunakan perkataan atau ungkapan dari Kitab Kudus, dijadikannya bahasanya sendiri,dengan tidak mengindahkan arti atau corak artinya dalam hubungannya dengan yang asli (Injil hlm.529). Paulus mengambil istilah dari Septuaginta, tetapi bukan dalam arti yang sarna, melainkandiisinya dengan pengertian serba baru (Injil him. 573).F. Keadaan Bani Israel pada Zaman Nabi Isa a.s. Allah menurunkan Alkitab kepada Nabi Musa, setelah umat sebelumnya mengalamikerusakan (QS 28:43). Taurat Musa itu diwariskan kepada Bani Israel (QS 40:53). Namun, TauratMusa tersebut diperselisihkan di antara mereka (QS 11:110). Akibatnya, tidak terpelihara keutuhanserta kemurniannya, terserak dalam lembaran-Iembaran kertas (QS 6:91). Untuk memperbaikikeadaan Bani Israel yang demikian itu, Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israel (QS 5:46, 61:6).Allah menurunkan dan mengajarkan Injil kepada Nabi Isa untuk membenarkan (mushaddiq) TauratMusa (QS 5: 46) Dalam kisah lama, kita dapatkan apa yang diperingatkan oleh Nabi Musa terhadap Bani Israelbahwa: Aku masih hidup kamu sudah berani melanggar petunjuk Allah yang aku ajarkan kepadamu. Bila aku telahtiada, kamu akan lebih durhaka. (Ulangan 31: 27). Hai segala umatku kamu disesatkan oleh pemimpinmu, dan jalanyang patut kamu jalani itu dibongkarnya. (Yesaya 3: 12). Dan lagi; firman Tuhan demikian: Bahwa bangsa inimenghormati Aku dengan mulutnya dan dengan lidahnya juga dimuliakannya aku, tetapi hatinya jauh daripadaku,adapun peri mereka itu berbuat ibadah kepada-Ku yaitu pengajaran hukum-hukum manusia belaka.Maka oleh sebab ;tu sesungguhnya Aku selalu akan melakukan kepada bangsa ini barang yang ajaib dan mengherankan,karena hikmah segala hakimnya akan hilang dan akal segala orang alimnya akan samar. (Yesaya 29:13-14)Hendaklah kamu ingat akan Taurat Musa, hamba-Ku, yang telah Aku berfirman kepadanya di atas Hareb di hadapansegenap orang Israel, dengan segala syariatnya dan hukumnya. (Maleachi 4: 4)Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 32
  33. 33. Daripada masa nenek moyang kamu keluar dari negeri Mesir datang kepada hari ini sudah Kusuruhkan segala hamba-Ku, nabi-nabi itu, kepadamu pada sebilang hari Aku bangun dan menyuruhkan dia dari pagi-pagi. Tetapi tiada mereka itumau dengar akan Daku atau memberi telinga, melainkan ditegarkannya tengkoknya dan dibuatnya jahat terlebihdaripada nenek moyangnya. (Yeremia 7:25-26) Taurat Musa firman Allah kepada orang Israel (Nehemia 8:2). Israel menuduh nabi-nabinyaberbuat dusta: Bahwa segala nabi bernubuat dengan dusta dan segala imam pun merajalela oleh kuattangannya dan segala umatku pun suka akan yang demikian, tetapi apakah akal kamu pada akhir kelak?(Yeremia 5:31). Bahwa pengeruh umatku itu kanak-kanak juga adanya dan orang perempuan merajalelaatasnya. Hai segala umatku! Kamu disesatkan oleh pemimpinmu, dan jalan yang patut kamu jalani itudibongkarnya (Yesaya 3:12). Bahwa sesungguhnya bangsa ini disesatkan oleh segala pemimpinnya(Yesaya 9:15). Dan Aku akan memutuskan hukum atas mereka itu dan atas segala kejahatannya sebabmereka itu sudah meninggalkan Daku dan sudah membakar dupa bagi dewata dan sudah menyembahsujud kepada perbuatan tangannya (Yeremia 1:16). Israel menyembah dewa-dewa asing (Yeremia 5:19).Israel menyembah Baal (Yeremia 7:9). Dan lagi penuhlah negerinya dengan berhala. Bahwa mereka itumenyembah sujud kepada perbuatan tangannya sendiri dan kepada barang yang telah diperbuatnyadengan jarinya (Yesaya 2:8). Maka sebab itu firman Tuhan kepadaku: Bahwa Israel yang terbalik itusudah menyatakan dirinya benar daripada Yehuda yang khianat itu. Pergilah engkau (=Yeremia),serukanlah perkataan ini ke utara bunyinya: Hendaklah engkau tobat hai Israel yang terbalik,demikianlah firman Tuhan (Yeremia 3:11-12). Ternyata, keadaan tersebut berlanjut dan berkepanjangan dalam sejarah Bani Israel. Sampaipada zaman Nabi Isa pun, beliau masih menghadapi persoalan yang sama. Hal ini terungkap dalam InjilPerjanjian Baru sebagai berikut. Maka kata Yesus kepada mereka itu: Benar sekali barang yang nabi Yesaya telahbernubuat akan hal kamu, orang munafik, seperti yang tersurat: Bahwa kaum ini menghormati Aku dengan mulutnya,tetapi hatinya jauh daripadaku.Sia-sialah mereka itu menyembah aku, karena mereka itu mengajarkan hukum-hukum akal manusia. Hukum Allah kamutinggalkan, tetapi adat istiadat manusia kamu pegang. Maka katanya lagi kepada mereka itu: Sesungguhnya kamumenolakkan hukum Allah, supaya dapat kamu menurut adat istiadat orang tua-tuamu. Karena Musa berkata:Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum CahyanaHormatilah ibu bapamu, dan . barangsiapa yang mencerca bapanya atau ibunya, ialah akan mati dibunuh. (Markus 7: 6-10)F. Peringatan Keras Nabi Isa terhadap Ahli Taurat dan Orang ParisiTatkala itu, datanglah kepada Yesus orang-orang Parisi dan ahli Taurat dari Yerusalem serta berkata: Apakah sebabnyamurid-muridmu melanggar adat istiadat orang tua-tua? Karena tiada mereka membasuh tangannya apabila hendakmakan.Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu: Apakah sebabnya kamu pun melanggar hukum Allah oleh sebab adatistiadat orang tua-tua kamu? Karena Allah telah berfirman: Hormatilah ibu bapamu, dan lagi: Siapa yang mencercabapanya atau ibunya ialah akan mati dibunuh.Tetapi kata kamu ini: Barangsiapa yang berkata kepada bapanya atau ibunya: Bahwa barang yang patut menjadifaedahmu daripadamu itulah kupersembahkan kepada Allah, maka tiada wajib bagi orang itu memberi hormat kepadaTernyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 33
  34. 34. bapanya atau ibunya lagi, demikianlah kamu meniadakan firman Allah oleh sebab adat istiadat orang tua-tuamu. Haiorang munafik, benar sekali barang yang disabdakan oleh nabi Yesaya dahulu dari hal kamu demikian ini: Bahwa kaumini menghormati Aku dengan mulutnya, tetapi hatinya jauh daripadaku. Sia-sialah mereka itu menyembah Aku karenamereka itu mengaiarkan hukum-hukum akal man usia.Maka dipanggilnya orang banyak itu, lalu berkata kepada mereka itu: Dengarlah dan ketahuilah olehmu! Bukannyabarang yang masuk ke dalam mulut itu menajiskan orang, melainkan barang yang keluar dari mulut, itulah yangmenajiskan orang. Lalu murid-muridnya pun datang serta berkata kepadanya: Tahukah Rabbi. bahwa orang Parisi itusakit hati, tatkala didengarnya perkataan yang demikian itu.Maka jawab Yesus: Katanya: Sesuatu tanaman yang tiada ditanam oleh bapaku yang di Surga, ialah akan dicabut.Biarkanlah orang itu. Mereka itu pemimpin buta daripada orang yang buta. Jikalau orang buta memimpin orang buta,niscaya keduanya pun akan jatuh ke dalam lubang (Matius 15: 14).Selanjutnya, Yesus berkata: Jagalah dirimu dari ragi orang Parisi dan Saduki itu. Maka barulah murid-murid itumengerti bahwa bukan Yesus berkata tentang menjaga dirinya dari ragi, melainkan daripada pengajaran orang Parisi danorang Saduki (Matius 16:11-12).Setelah itu bertuturlah Yesus kepada orang banyak dan murid-muridnya, katanya: Bahwa ahli Taurat dan orang Parisiduduk di atas kursi Musa. Sebab itu, hendaklah kamu membuat dan menurut segala sesuatu yang dikatakannyakepadamu, tetapi perbuatannya jangan kamu lakukan karena mereka itu berkata-kata saja, tetapi tiada mengamalkan.Maka dikatakannya tanggungan yang berat dan yang sukar dipikul, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi merekaitu sendiri dengan jarinya pun tiada mau menggerakkan dia.Maka segala perbuatannya dilakukannya saja supaya dilihat orang maka pengikat sembahyang dilebarkannya danrumbai-rumbai pakaiannya dilabuhkannya, dan lagi mereka itu suka duduk di tempat yang mulia di dalam perjamuan,dan di kursi kehormatan di dalam rumah sembahyang, dan suka mereka itu diberi hormat dipasar, dan suka dipanggil"Guru Besar", tetapi jangan kamu ini dipanggil orang "Guru Besar", karena Satu saja Guru kamu, maka kamu inibersaudara.Dan janganlah kamu memanggil "Bapa" akan barang seorang pun, di dalam dunia ini karena Satu sajaBapa kamu, yaitu yang ada di surga.Dan lagi janganlah kamu dipanggil orang "Penganjur" karena penganjur kamu Satu saja, yaituKristus. (Matius 23:1-10)Wahai bagi kamu, Hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik, karena kamu menutup pintukerajaan surga menahan orang, maka kamu ini tiada masuk dan orang yang ingin masuk kamutegahkan.Wahai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik, karena kamu mengelilingi laut dandarat hendak membawa seorang sahaja masuk agama dan apabila ia sudah masuk, maka kamu jadikandia anak isi nereka dua kali ganda daripada kamu sendiri.Wahai bagi kamu, hai pemimpin yang buta, yang berkata: Barangsiapa yang bersumpah demi BaitAllah, tiada mengapa, tetapi barangsiapa yang bersumpah demi emas Bait Alfah, maka tertanggunglah.Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 34
  35. 35. Hai orang bodoh yang buta. Apakah yang lebih besar: Emaskah atau Bait Allah yang mengkuduskanemas itu? (Matius 23:13-17)Wahai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik, karena kamu membayarsepersepuluh daripada selasih dan adas manis dan jintan, tetapi hal ikhwal yang terlebih wajib di dalamTaurat, seperti keadilan dan belas kasihan dan setiawan, kamu tinggalkan. Inilah yang patut diperbuatdan yang lain itu pun jangan ditinggalkan.Hai pemimpin yang buta, yang menapis nyamuk, tetapi menelan unta. Wahai bagi kamu, hai ahliTaurat dan orang Parisi, orang munafik, karena kamu membersihkan luar cawan dan pinggan, tetapi didalamnya ada penuh dengan hasil rampasan dan lobamu.Hai orang Parisi yang buta!, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan dan pinggan, supaya luarnyapun menjadi bersih.Wahai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik, karena kamu seumpama kubur yangbersapu kapur, sungguhpun dari luar kelihatan elok, tetapi di dalamnya berisi tulang orang mati danberbagai-bagai najis. Sedemikian juga kamu ini pun dari luar kelihatan benar kepada orang, tetapi didalam penuh kamu dengan munafik dan dosa.Sebab itu ingatlah, bahwa Aku akan menyuruhkan kepadamu beberapa nabi dan orang budiman dariahli Taurat. Maka separuhnya akan kamu bunuh dan kamu salibkan, dan separuhnya lagi akan kamusesah di dalam rumah sembahyang dan menghambat dari sebuah negeri ke sebuah negeri.Supaya tertanggunglah atas kamu segala darah orang benar yang tumpah di atas bumi, yaitu dari darahHabil yang benar sehingga sampai kepada darah Zakaria anak Barakia, yang telah kamu bunuh diantara rumah Allah dengan tempat kurban.Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa segala perkara ini akan berlaku ke atas bangsaini. (Matius 23: 34-36) Dalam hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, juga terdapat suatu ungkapan yangterkait dengan keadaan Bani Israel, setelah Nabi Musa a.s. wafat. Dari Abdullah bin Masud bahwaRasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak ada seorang nabi yang diutus sebelum aku kepada umatnya, melainkan ada bagi nabi itu orang-orang yang menjadi muridnya (khawariyyun) dan menjadi sahabat- sahabatnya. Mereka melakukan sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian, pada generasi setelah (sesudah nabi itu wafat), terjadilah (terdapat) orang yang suka bicara apa yang mereka tiada perbuat, dan suka berbuat apa yang tiada diperintahkan (oleh nabi itu). Maka barangsiapa yang berusaha keras (jahada) menghadapi mereka itu dengan tangannya ialah mukmin, dan barangsiapa yang berusaha keras (jahada) menghadapi mereka dengan perkataannya, ialah mukmin, dan barangsiapa berusaha keras (jahada) menghadapi mereka itu dengan hatinya, ialah mukmin, dan tiada iman sebesar biji sawi pun sesudah itu. " (HR Muslim) Peringatan keras yang dilontarkan Vesus kepada "ahli Taurat dan orang Parisi" cukupmenarik dan menggelitik untuk diperhatikan secara cermat karena Yesus dengan tegas "menyebutkansifat-sifat orangnya", khususnya yang terkait dengan drama penyaliban.Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 35
  36. 36. 1. Orang itu dari kalangan ahli Taurat orang Parisi. 2. Orang itu duduk (memposisikan diri) pada ajaran Musa. 3. Orang itu tergolong pemimpin orang Parisi. 4. Pemimpin itu buta matanya (sebelah) dan "matanya sakit-sakitan. 5. Orang Parisi itu bangga dengan perbuatan dosanya. 6. Orang itu mengaku atau membanggakan soal penyaliban, dan membanggakan soal darah penyaliban yang tertumpah ke bumi. 7. Orang itu banyak mengarungi lautan dan menjelajah bumi. Apabila kita mengikuti keterangan dalam kisah Injil Perjanjian Baru maka "sifat-sifat orangtersebut" kita temukan pada pengakuan Paulus, pendiri Mazhab Nasrani (Kisah Para Rasul 24:5). 1. Seorang pemimpin dari kalangan ahli Taurat, orang Parisi. Paulus murid Pendeta Gamaliel (Kisah Para Rasul 24:1-4), tentang syariat Taurat, Paulus penganut aliran Parisi (Pilipi 3: 5- 6). Paulus matanya buta sebelah (Galatia 4: 15) (Max I. Dimond). 2. Duduk pada kursi Musa, memosisikan diri atau mendasarkan ajarannya pada Musa. Paulus mengajarkan pahamnya bahwa: Wajib Kristus merasai sengsara dan wajib Ia yang pertama- tama bangkit dari antara orang mati. Didasarkan atas "sabda nabi-nabi dan Musa" (Kisah Para Rasul 26:22-23). Dalam Perjanjian Lama, tidak kita dapatkan sebutan Kristus. 3. Orang itu tergolong pemimpin kaum Parisi. Paulus adalah penganut paham Parisi dalam syariat Taurat. Kemudian, Paulus menjadi kepala Mazhab Nasrani (Kisah Para Rasul 24:5) dan menyatakan diri wajib melakukan perseteruan melawan Yesus orang Nazaret (Kisah Para Rasul 26:9). Setelah terjadi kisah pertobatannya, ketika sedang melampiaskan dendam dan kemarahan yang meluap-luap, Paulus mengaku terpanggil oleh Yesus, ditetapkan menjadi alat yang berguna untuk "memasyhurkan namanya" (Kisah Para Rasul 9:1-15), bukan ajarannya (Galatia 2: 18, 1: 23). 4. Orang Parisi yang menjadi pemimpin itu matanya buta (sebelah) atau sakit-sakitan matanya (Galatia 4: 15).5.Orang Parisi itu bangga dengan perbuatan dosanya terhadap Yesus dan murid-muridnya. HanyaPaulus orang Parisi yang menyatakan wajib melakukan perseteruan melawan Yesus orang Nazaret(Kisah Para rasul 26:9). Dan, segala kejahatan Paulus terhadap Yesus, dijadikan alasan oleh Paulussehingga ia mendapat rahmat dari Kristus, dan untuk membuktikan bahwa Yesus adalah orang yangpaling sabar. Maka Yesus berkenan menjadikan Paulus sebagai teladan bagi segala orang yang percayaakan dia kelak, menuju hidup yang kekal (1 Timotius 1:15-16) dan memilih Paulus menjadi alat yangberguna untuk memasyhurkan namanya (Kisah Para Rasul 9:15), bukan ajarannya (Galatia 2: 18).Ketika Stepanus, murid Yesus dibunuh secara kejam, para algojo meletakkan pakaian mereka padakaki Saul atau Paulus (Kisah Para Rasul 7: 54-60). 6. Orang yang mengajarkan dan membanggakan tentang salib Kristus adalah Paulus: Kristus wajib menderita (Kisah Para Rasul 26:22-23), Paulus memberitakan tentang Kristus yang disalibkan (1 Korintus 1:23). Jikalau Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pemberitaan kami (=Paulus) dan sia-sialah juga iman kamu (1 Korintus 15:14). Kristus menyerahkan Dirinya karena aku (=Paulus) (Galatia 2:20). Oleh darah-Nya kita beroleh penebusan (Epesus 1:7).Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 7. Orang Parisi itu banyak mengarungi lautan dan daratan. Perhatikan kisah Paulus berikut 36
  37. 37. ini. Maka sangatlah malu aku ini, seolah-olah kami ini sudah lemah. Tetapi di dalam hal mana pun orang berani, (aku berkata dengan kebodohan), aku berani juga. Orang Ibranikah mereka itu? Demikian juga aku. Orang Israelkah mereka itu? Demikian juga aku. Keturunan Ibrahimkah mereka itu? Demikianlah juga aku. Pesuruh Kristuskah mereka itu? (aku berkata seperti orang yang sudah hilang aka!), aku ini lebih lagi: di dalam kelelahan terlebih banyak, di dalam penjara berlebih-lebih, disesah terlampau sangat, kerap kali di dalam bahaya maut. Daripada orang Yahudi lima kali aku menerima sesah, tiap-tiap kali empat puluh kurang satu, tiga kali aku dicemuk, sekali aku dirajam, tiga kali karam kapal. sehari semalam aku hanyut dilaut, banyak sekali di dalam perjalanan, di dalam beberapa bahaya sungai, di dalam beberapa bahaya orang kafir, di dalam beberapa bahaya negeri, di dalam beberapa bahaya di padang belantara, di dalam beberapa bahaya di laut, di dalam beberapa bahaya di antara saudara-saudara yang munafik, di dalam kelelahan dan kesusahan, kerap kali berjaga, kerap kali di dalam ouasa dengan kedinginan dan bertelanjang. Dan lagi (lain daripada segala perkara itu, yang tiada termasuk di dalam hal ini) yang menimpa aku setiap hari, yaitu susah akan hal segala sidang Jumat. (2 Korintus 11: 21-28) Paulus adalah orang yang tidak dikenal oleh Yesus dan Paulus tidak pernah bertemu mukadengan Yesus. Itulah sebabnya, ketika di taman Getsemani, pasukan laskar Kepala Imam, orang tua-tua, dan orang Parisi yang bersekongkol hendak membunuh Yesus, meminta supaya diberikan isyarat,di antara orang banyak itu, yang mana Yesus yang hendak ditangkap. Paulus yang telah meminta surat mandat atau surat kuasa dari Kepala Imam dan orang tua-tuauntuk melakukan pembunuhan terhadap Yesus dan murid-muridnya. Dan, hal itu dilakukan denganpenuh semangat oleh Paulus, sampai di negeri asing (Kisah Para Rasul 26:9-11). Karena begitu besarnya semangat dan gairah Paulus sebagai orang Parisi maka tatkalamendapat kritik yang sangat keras dan tajam dari Yesus, Paulus sangat sakit hati (Matius15:7-14). Yesus mengatakan bahwa orang Parisi itu orang munafik. Mereka menyembahTuhan dengan mulutnya, tetapi hatinya jauh daripada-Nya. Mereka mengajarkan hukum-hukum akal manusia. Bukan barang yang masuk ke dalam mulut itu menajiskan orang, tetapiyang keluar dari mulut. Maksudnya ‘ajaran orang Parisi’ Mereka itu pemimpm buta danorang buta (Matius 16:11-12). Wahai bagi kamu, hai ahli Taurat dan orang Parisi, orang munafik: Kamu mengelilingilaut dan darat hendak membawa seorang saja masuk agama, tetapi apabila ia sudah masuk,maka kamu jadikan dia anak isi neraka dua kali ganda daripada dirimu sendiri. Hai orangbodoh yang buta (Matius 23: 13-17). Kamu membayar sepersepuluh daripada selasih dan adas manis dan jintan, tetapi halikhwal yang terlebih wajib di dalam Taurat, seperti keadilan dan belas kasihan dan setiawankamu tinggalkan. Kamu membersihkan luar cawan dan pinggan, tetapi di dalamnya ada penuh denganhasil rampasan dan lobamu. Hai orang Parisi yang buta! Bersihkanlah dahulu sebelah dalamcawan dan pinggan, supaya luarnya pun menjadi bersih. Karena kamu seumpama kubur yangbersapu kapur, sungguhpun dari luar kelihatan elok, tetapi di dalamnya berisi tulang orangmati dan berbagai-bagai najis. Demikian juga kamu ini pun dari luar kelihatan benar kepadaorang, tetapi di dalam penuh kamu dengan munafik dan dosa (Matius 23: 23-28) Seluruh keterangan, mulai dari silsilah Yesus sampai kritik Yesus terhadap ahli Tauratdan orang Parisi, yang sangat tajam dan menimbulkan reaksi keras dari kalangan kaum Parisi,Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyanamenjadi bahan dan masukan dalam pembahasan mengenai "drama penyaliban Yesus" dalam 37
  38. 38. Injil Perjanjian Baru. Rencana Pembunuhan Terhadap YesusA. Sidang Majelis Besar Mendengar kritik tajam dari Yesus dan melihat banyak orang menjadi pengikutYesus, Kepala Imam dan orang Parisi mengadakan persidangan Majelis Besar untukmengambil sikap dan tindakan terhadap Yesus. Maka banyaklah dari antara orang Yahudi,yang datang melawati Maryam dan yang memandangi perbuatan Yesus itu, percayalah akanDia. Tetapi setengah mereka itu sudah pergi kepada orang Parisi lalu mengatakan kepadanya(Pauluskah?) barang yang diperbuat sebab orang itu banyak mengadakan tanda ajaib. Jikalaukita membiarkan Dia demikian kelak segala orang percaya akan Dia, lalu orang Rum akandatang mengambll tempat kita dan bangsa kita pun ditawannya (Yahya 11:45-48). Mer.eka segera menyebarkan pengumuman: Dan kepala-kepala Imam dan orang Parsipun sudah memberi perintah, jikalau barang seorang mengetahui akan tempat tinggal Yesus,hendaklah menyatakan supaya mereka itu dapat menangkap Dia. (Yahya 11:57). Paulus meminta surat mandat dan kuasa dari Kepala Imam dan orang tua-tua. Denganpenuh semangat, gairah, dan percaya diri, Paulus memberikan pernyataan tentang dirinyadalam menyikapi keputusan sidang Majelis Besar. Dengan sesungguhnya patik ini sudah bersangka sendiri bahwa wajib patik melakukan beberapa banyak perseteruan lawan Nama Yesus orang Nazaret itu. Maka itu pun sudah juga patik perbuat di Yerusalem, yaitu setelah patik mendapat kuasa dari kepala-kepala imam, lalu patik kurungkan beberapa banyak orang suci di dalam penjara, dan tatkala mereka itu dibunuh patik pun menyukakannya. Dan kerap kali patik siksaan mereka itu di dalam segala rumah sembahyang itu, dan memaksa mereka itumenghujat dan sebab tersangat geram akanmereka itu, patik hambat walaupun sampai dinegeri asing (Kisah Para Rasul 26: 9-11)B. Rencana Pembunuhan Terhadap Yesus Dalam Injil Perjanjian Baru, diungkapkan bahwa ada rencana dari Kepala Imam, orangtua-tua, dan orang Parisi hendak melakukan pembunuhan terhadap Yesus (Yahya 11:45-48,Matius 26:1-5). Dan, rencana itu diumumkan kepada masyarakat luas: Jikalau barang seorangmengetahui akan tempat tinggal Yesus, hendaklah menyatakan supaya mereka dapatmenangkapnya (Yahya 11:57). Maka keluarlah orang Parisi (termasuk Paulus), hendak melawan Yesus. Merekaberunding, dengan cara apa dan bagaimana dapat membunuh Yesus. Yesus tahu dan mengertiakan rencana mereka itu, undurlah Yesus dari sana, dan banyaklah orang yang mengikutiYesus (Matius 12:14-15). Dalam perundingan antara Kepala Imam, orang tua-tua, dan orang Parisi, hadir jugaImam Kayafas. Dia memberi saran. Katanya: Kamu ini tiada mengetahui barang apa pun. Tiadajuga memikirkan, bahwa berfaedah bagi kamu jikalau satu orang mati menggantikan kaum,asalkan jangan segenap bangsa akan binasa (Yahya 11:49-50).Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana Saran Kayafas itu berdasarkan suatu adat di kalangan Bani Israel: Hambaku yang benar 38
  39. 39. itu akan membenarkan banyak orang, karena aku ditanggungnya segala dosa mereka itu(Yeyasa 53:11-12, Matius 20:28, Markus, 10:15)). Al-Quran pun tahu adanya ad at bagi BaniIsrael, sebagaimana-firman Allah, "Sungguh barangsiapa membunuh seseorang yang tidak karena membunuhorang atau berbuat kerusakan di dalam negeri, maka berarti sama dengan membunuh seluruh kaum itu. Danbarangsiapa menyelamatkan seseorang yang tidak bersalah, berarti sama dengan menyelamatkan seluruh kaum.Sungguh telah datang rasul-rasul-Ku kepada mereka menyampaikan keterangan yang jelas, tetapi setelah ditinggalkanoleh rasul-rasul itu, kebanyakan mereka berbuat melampaui batas. " (QS Al-Maidah: 32) Yeremia juga memberikan peringatan yang tegas: Daripada masa nenek-moyangmu keluar darinegeri Mesir datang kepada hari ini sudah Ku-suruhkan segala hambaKu, nabi-nabi itu kepadamu, pada sebilang hariAku bangun dan menyuruhkan dia dari pagi-pagi. Tetapi tiada mereka mau dengar akan Daku, atau memberi telinga,melainkan ditegarkannya tengkoknya, dan dibuatnya jahat terlebih pula daripada nenek moyangnya. Lagipun engkauakan menyampaikan segala perkataan ini kepadanya, tetapi tiada juga mereka akan menurut katamu, engkau akanborseru-seru padanya, tetapi tiada mereka akan menyaut. Sebab itu hendaklah kau katakan akan halnya demikian: Inilah sutu bangsa yang tiada mau dengar akan firman UTuhan Allahnva dan yang tiada mau menerima pengajaran, bahwa kebenaran sudah hilang dan putus daripada U U Umulutnya. (Yeremia 7:25-28) Yesus mengetahui dan mengerti adanya usaha serta persekongkolan dari Kepala Imam,orang tua-tua, dan orang Parisi dengan penguasa Romawi, hendak membunuh dirinya. Makasejak itu, Yesus dan murid-muridnya tidak menampakkan diri di hadapan umum. Sebab itu tiada lagi Yesus berjalandengan nyatanya di antara orang Yahudi, melainkan undurlah Yesus ke daerah jajahan dekat dengan padang belantarake sebuah negeri yang bernama Efraim, di situlah Yesus tinggal bersamasama dengan murid-muridnya (Yahya 11:53-54). Pengarang Injil Matius mengungkapkan keadaan serta kesulitan yang dihadapi Yesuswaktu itu: Apabila dilihat Yesus akan orang banyak mengelilingi Dia, disuruhnya murid-muridnya menyeberang keseberang. Maka datanglah seorang ahli Taurat mengatakan kepadanya: Ya Guru, sahaya hendak mengikuti barangkemanapun Guru pergi. Maka kata Yesus kepadanya:Bagi serigala ada lubangnya, dan bagi segala burungpun ada sarangnya, tetapi anak manusia tiada bertempat untukmembaringkan kepalanya. Adalah pula seorang muridnya berkata: Ya Tuhan, izinkanlah kepada hamba pergi dahuluhendak menguburkan bapa hamba. Tetapi kata Yesus kepadanya: ikutlah aku, biarlah orang mati menguburkan orangnyayang mati. (Matius, 8:18-22) Al-Ouran pun memberikan petunjuk bahwa Nabi Isa a.s. tidak membiarkan dirinya menjadikorban rencana jahat orang-orang kafir. Dia bicarakan segalanya itu dengan murid-muridnya. Merekapun mempunyai komitmen yang tinggi untuk membela dan melindungi nabinya.                       Ternyata Yesus Tidak Disalib Solihan Mahdum Cahyana 39

×