Your SlideShare is downloading. ×
Seminar fisika dasar i -tabung resonansi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Seminar fisika dasar i -tabung resonansi

8,616
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
8,616
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
157
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SEMINAR FISIKA DASAR I “TABUNG RESONANSI”
  • 2. Abstrak Telah dilakukan eksperimen di laboratorium eksperimen fisika UNESA, bertujuan untukmemahami konsep gelombang bunyi dan cara perambatannya serta menentukan cepatrambat bunyi di udara (v) menggunakan tabung resonansi serta menggunakan AFG danloudspeaker sebagai frekuensi sumber getar.Beberapa alat yang digunakan adalah AFG(Audio Function Generator),tabung resonansi,dan kabel konektor. Metode yang dilakukandengan mengubah frekuensi sumber getar sebesar 800 Hz; 900 Hz; 1000 Hz; 1100 Hz; 1200Hz dan 1300 Hz. Kemudian menarik pengatur kolom dengan perlahan dan mendengarkanbunyinya .Kemudian mengukur panjang kolom udara saat terjadi resonansi pertama (L1)danresonansi kedua (L2).Kemudian mengamati panjang kolom udara pada mistar.Denganbegitu,diperoleh data hasil percobaan L1dan L2 yang menyatakan panjang kolom resonansi.Dari hasil percobaan diperoleh v=(360±22,5)m/s dengan taraf ketelitian 93,75% untukf=800Hz,v=(353,88±26,2)m/s dengan taraf ketelitian 92,6% untuk f=900Hz,v=(358,8±29,6)m/sdengan taraf ketelitian 91,8%untuk f=1000Hz,v=(308,88±42,1)m/s dengan taraf ketelitian86,4% untuk f=1100Hz,v=(405,78±57)m/s dengan taraf ketelitian 86% untukf=1200Hz,v=(345,28±27)m/s dengan taraf ketelitian 92,2% untuk f=1300Hz.Sehingga darieksperimen dapat disimpulkan secara teoritis bahwa semakin besar frekuensi sumber getar,maka semakin kecil panjang kolom udara saat terjadi resonansi pertama.Namun padapercobaan yang kami lakukan tidak seperti itu.
  • 3. PENDAHULUANDilakukan sebuah eksperimen yang bertujuan untukMengetahui nilai cepat rambat bunyi (v) di udaramenggunakan tabung resonansi dengan sumber getarAudio Frekuensi Generator (AFG) dan mengetahuipengaruh frekuensi sumber getar (f) terhadap panjangkolom udara dalam tabung resonansi pada saat terjadiresonansi pertama (L1). Adapun permasalahan dalampenelitian ini adalah Bagaimana pengaruh f terhadap L1?Dan berapa nilai cepat rambat bunyi (v) di udara?Dengan hipotesis bahwa Semakin besar frekuensisumber getar, maka panjang kolom udara (L1) dalamtabung resonansi pada saar terjadi resonansi pertamasemakin pendek. Serta nilai cepat rambat bunyi di udarasebesar 340 m/s.
  • 4. RUMUSAN MASALAH1.Bagaimana konsep gelombangbunyi dan cara perambatannya?2.Bagaimana cara mengukur cepatrambat bunyi di udara denganmenggunakan tabung resonansi?
  • 5. TUJUAN PERCOBAAN1.Untuk memahami konsepgelombang bunyi dan caraperambatannya.2.Untuk mengetahui bagaimana caramengukur cepat rambat bunyi diudara dengan menggunakan tabungresonansi.
  • 6. DASAR TEORI Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Resonansi dapat terjadi apabila kedua frekuensi sama atau frekuensi yang satu merupakan kelipatan frekuensi yang lain. Contoh peristiwa resonansi adalah dua garpu tala yang kotak bunyinya dipasang berhadapan, senar gitar yang digetarkan dan udara di dalam kolom udara akan bergetar jika garpu tala di atasnya digetarkan. Jika gelombang bunyi merambat pada pipa tertutup, maka rambatangelombang tersebut akan dipantulkan oleh ujung tertutup dari pipa. Kolomudara di dalam pipa akan beresonansi jika pantulan gelombang tersebutpada ujung pipa tertutup berupa simpul (node = N) dan pada ujung terbukaberupa perut (antinode = A). A A L1 N N L2 A N (i) (ii)
  • 7. Posisi di permukaan air selalu berbentuk simpul N (karena molekul-molekul udara pada posisi initak dapat bergerak bebas). Posisi pada ujung tabung selalu terbentuk perut A. Jarak antara simpul dan perut yang berdekatan adalah 1  ,sehingga L1  1  . 4 4 Pada gambar 1(i) terjadi resonansi pertama, dengan memasukkan koreksi d, maka :  L1  ...........(1) 4 Dengan menurunkan lagi tabung, kita dapatkan resonansi kedua (bunyi dengungan ke dua), sepert ditunjukkan pada gambar 1(ii). Pada resonansi ke dua: 3 L2  ..........(2) 4 Dari dua persamaan tersebut,karena v= λ.f maka v dapat dihitung jika f (frekuensi) diketahui besarnya.Perlu diperhatikan bahwa perut (A) tidak tepat pada bibir tabung tetapi terletak pada jarak d dari ujung pipa.Dengan demikian penetapan jarak L harus memperhatikan koreksi ini. Dengan mensubtitusikan persamaan (1) dan (2) diperoleh : 1 L1  d   4 ..........(3) 3 L2  d   ..................(4) 4Dengan d=0,4r ,r=jari-jari dalam dari dari pipa,atau d dapat juga dihitung dari persamaan (3) dan persamaan (4) yang memenuhi hubungan : L2  3.L1 ....(5) d 2
  • 8. METODE EKSPERIMEN Alat dan bahanUntuk menentukan cepat rambat bunyi di udara diperlukan alat dan bahansebagai berikut : tabung resonansi, AFG(Audio Function Generator) dan kabelkonektor.
  • 9. Rancangan Percobaan
  • 10. Identifikasi VariabelVariabel manipulasi adalah frekuensi sumber getar (f)Variabel respon adalah panjang kolom udara L1 dan L2Variabel Kontrol adalah amplitudo dan tabung resonansi
  • 11. Langkah Percobaan Menghubungkan AFG dengan tabung resonansi.Menghidupkan AFG dan menetapkan frekuensi tertentu.Mengatur panjang kolom udara pada tabung resonansisehingga terjadi nada dasar dan nada atas 1,kemudianmengukur panjang kolom udara masing-masing L1 untuknada dasar dan L2 untuk nada atas 1. Untuk memastikanletak L1 dan L2 , percobaan dilakukan masing-masing 5kali percobaan untuk tiap frekuensi yang sama.Mengulangi langkah sebelumnya untuk frekuensi yangberbeda minimal 4 kali.
  • 12.  Data dan Analisis Data Frekuensi No. perc. (L1±0,1)cm (L2±0,1)cm 800 1 10,5 33,0 2 10,0 32,0 3 9,8 33,3 4 8,7 31,7 5 10,5 32,0 900 1 7,5 27,5 2 6,0 26,4 3 6,1 26,0 4 6,7 26,5 5 7,0 25,2 1000 1 6,0 23,0 2 5,2 24,2 3 6,0 23,4 4 5,8 23,9 5 5,6 23,8
  • 13. 1100 1 4,5 18,0 2 4,1 19,4 3 4,3 17,5 4 3,2 17,9 5 4,5 18,01200 1 5,0 22,0 2 3,3 22,5 3 5,3 21,7 4 3,8 20,8 5 4,8 20,11300 1 4,0 17,0 2 4,4 18,5 3 3,8 17,3 4 4,0 17,2 5 3,9 16,5
  • 14. Data dalam bentuk grafikUntuk mengetahui nilai 1/v hubungan 1/ dengan f 4 3.8 3.6 y = 0.002x + 1/λ . 0,01 3.4 0.063 3.2 3 R² = 0.788 Y-Values 2.8 2.6 2.4 2.2 Linear (Y- 2 Values) 700 9001100 1400 8001000 1300 1200 f
  • 15. : Analisis Data Data Tabel Untuk mencari v: Dengan menggunakan rumus : Untuk mencari data koreksi: v=λxf L2  3.L1 f = frekuensi garpu tala yang digunakan (Hz) d 2 v = cepat rambat bunyi (m/s) Untuk mencari  = panjang gelombang (m) 1 3 L1  d   atau L2  d   4 4maka diperoleh presentase ketidakpastian dan taraf ketelitian d.Untuk f=1100Hzdari standart deviasi sebagai berikut. v= v=(308,88 42,1)m/sa.Untuk f=800Hz presentase ketidakpastian 13,6%v=(360 22,5)m/s Taraf ketelitian 86,4%presentase ketidakpastian 6,25% e.Untuk f=1200HzTaraf ketelitian 93,75% v=(405,78 57)m/sb.Untuk f=900Hz presentase ketidakpastian 14%v=(353,88 26,2)m/s taraf ketelitian 86%presentase ketidakpastian 7,4% f.Untuk f=1300hzTaraf ketelitian 92,6% v=(345,28 27)m/sc.Untuk f=1000Hz presentase ketidakpastian 7,8%v=(358,8 29,6)m/s taraf ketelitian 92,2%presentase ketidakpastian 8,2%Taraf ketelitian 91,8%
  • 16. DiskusiSecara teoritis kecepatan bunyi di udara menunjukkan antara 320-340m/s.Sedangkan percobaan masing-masing kecepatan bunyi di tiap frekuensi308-405 m/s.Taraf ketelitian menunjukkan kurang akuratnya data.Pada f=800Hzv=(360 22,5)m/s dengan taraf ketelitian 93,75%.Pada f=900Hzv=(353,88 26,2)m/s dengan taraf ketelitian 92,6%.Pada f=1000Hzv=(358,8 29,6)m/s dengan taraf ketelitian 91,8%.Pada f=1100Hzv=(308,88 42,1)m/s dengan taraf ketelitian 86,4%.Pada f=1200Hzv=(405,78 57)m/s dengan taraf ketelitian 86%.Pada f=1300hz v=(345,28 27)m/sdengan taraf ketelitian 92,2%.Perbandingan antara teoritis dan percobaan yangmenunjukkan ketidaksamaan atau perbedaan dikarenakan kurang telitinyadalam hal mendengarkan perubahan nada perubahan nada yang terjadi.
  • 17. KesimpulanDari eksperimen yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa :Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena adabenda lain yang bergetar. Resonansi dapat terjadi apabila kedua frekuensisama atau frekuensi yang satu merupakan kelipatan frekuensi yanglain.Dan dari hasil percobaan untuk kecepatan rambat bunyi tidak sesuaidengan teoritis dikarenakan kurang telitinya saat mendengar adanyaperubahan nada.Jadi kita tahu bahwa:• Semakin besar frekuensi sumber getar maka semakin kecil panjang kolom udara saat terjadi resonansi petama
  • 18. SaranBerdasarkan hasil yang kami dapatkan, maka sebaiknyadilakukan hal-hal sebagai berikut : A.Hendaknya melakukan eksperimen di tempat yang sunyi, benar-benar teliti dan konsentrasi dalam mendengarkan bunyi saat terjadi resonansi pertama dan kedua. Serta yang mendengarkan cukup satu orang saja. B.Dalam menarik seharusnya perlahan dan diulangi sehingga didapat hasil panjang kolom udara yang benar untuk mengetahui (L1) yaitu nada dasar dan (L2) yaitu nada atas 1.
  • 19. Daftar pustaka Tim Dosen Fisika 2011.Panduan Praktikum FisikaDasar I.Surabaya :Unesa.

×