BAB I
METODE ILMIAH

A. HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) lahir dari olah karya budi manusi...
Gejala alam biotik ini berkaitan dengan kajian tentang munculnya
kehidupan di alam semesta, pertanyaan yang dapat diajukan...
Ciri – ciri makhluk hidup kelompok tumbuhan, hewan dan manusia
NO

Gejala yang
Tumbuhan
tampak
pada
makhluk

hewan

manusi...
Melalui
Perkembangbiaka Berlangsun Balam tubuh
proses
n
g dalam alat maupun di
pembuahan
kembang
luar tubuh
dan
biak
berke...
energi dan sebagainya, sedangkan sifat yang berkaitan dengan warna, rasa,
bau, wujud, tidak bersifat kuantitatif disebut s...
yang perlu dilakukan adalah menghemat pemakaian bahan bakar dan
pemakaian energi secara terencana.

B.

PENGERTIAN METODE ...
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran
akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus diru...
dibuat diharapkan anda dapat menggunakannya sebagai dasar-dasar untuk
menarik suatu kesimpulan
5.

Merumuskan kesimpulan.
...
BAB II
KEANEKARAGAMAN HAYATI
A. KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran
a...
Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat
dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memaha...
Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat
gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga
mawar...
Apa

yang

menyebabkan

terjadinya

keanekaragaman

gen?

Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan s...
membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika
hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka palin...
Gambar 2. Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c)
kucing dan (d) citah.
Walaupun hewan-hewan tersebut...
1. Tinggi >30m
Batang

25m

25

15-30m

2. Daun

-Panjang tangkai
-Panjang
Tangkai
daun 75-150cm
tangkai daun daun
-Helaia...
satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang
dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abio...
rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma
Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daera...
C.KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga
Negara yang memiliki keanek...
( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus),
dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica).
Hutan d...
Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak spe...
Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo,
terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanu...
C. Usaha-usaha untuk Melindungi Keanekaragaman Hayati
Perlindungan (konservasi) keanekaragaman hayati bertujuan untuk
meli...
Konservasi alam adalah upaya pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin
kelangsungan hidup manusia di masa kini dan masa ...
TUGAS
Nah, untuk mengetahui kemampuan Anda mempelajari materi tersebut,
silahkan kerjakan tugas praktikum berikut ini:
I. ...
Cocokkan

jawaban

Anda

dengan

meng-klik

kunci

jawaban!

Pertanyaan
1.Apa

penyebab

:
timbulnya

keanekaragaman

pada...
No.

Jenis Biji

Bentuk

Warna

Panjang

Berat

1. Kacang Hijau

.......

.......

.......

.......

2. Kacang Tanah

.......
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Pertanyaan:
1. Apa nama ekosistem pada gambar 1, gambar 2, dan gambar 3?
2. Tuliskan macam f...
Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dengan memberi
tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban tersebut.
...
4. Dua makhluk hidup menempati daerah yang sama dapat disebut spesies
apabila …….
A. habitat dan warna rambutnya sama
B. w...
hasil segregasi gen secara bebas. Contoh keanekaragaman bulu pada
burung parkit tersebut merupakan adanya keanekaragaman t...
A. individu
B. varietas
C. species
D. populasi
E. ekosistem

Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah

31
BAB III
BUMI DAN BENDA LANGIT

A. BUMI
Bumi memiliki atmosfer yang kaya akan oksigen, mengandung banyak
air, memiliki suhu...
kerak benua (daratan ) dan kerak samodra yang ditutupi perairan. Kerak benua
dengan ketebalan 35 km dan kerak samodra deng...
b.Vulkanisme
Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari bagian dalam litosfer yang
menyusup ke bagian lebih atas sampai ...
c. gempa tanah runtuh, terjadi mengiringi gua yang runtuh seperti gua kapur,
pertambangan yang lapuk.
Berdasarkan jarak fo...
a. pelapukan mekanik, disebabkan karena keadaan fisik seperti perubahan suhu,
pembekuan air dalam celah batu, pelapukan gl...
2.1.Proses pembentukan tanah
a. Tahap pertama pembentukan tanah adalah akumulasi lapisan bahan induk yang
telah terpecah d...
organik dari berbagai organisme yang hidup maupun mati, air mengandung
senyawa terlarut seperti nutrien yang dibutuhkan ta...
- lempung 20 %
- pasir 40 %
- debu/endapan 40 %
c. Struktur Tanah
Struktur tanah terbentuk melalui agregasi berbagai parti...
organosols Riau, Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatra
Selatan.
3) Inceptiosols tanah mineral yang masih mud...
karena tidak banyak bahan organik yang dibusukkan, serta tingkat kelembaban
yang berkurang sehingga tanah cenderung menjad...
dibedakan menjadi tiga jenis utama yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan
batuan metamorf. Ketiga jenis batuan ini dapat m...
5. ROTASI DAN REVOLUSI BUMI
5.1.Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi sumbunya atau porosnya
dari ara...
3). Gerak semu harian bintang
Akibat rotasi bumi maka kita yang ada di bumi melihat seolah olah
mataharilah yang bergerak ...
Gambar revolusi bumi

Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi
merupakan akibat tarik mena...
b.

Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada
belahan bumi selatan.

c.

Panjang siang dibelahan bu...
Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan
bumi.

Musim-musim dibelah bumi utara
Musim semi :...
1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut
ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panj...
Gerakan Bulan
Bulan bergerak mengelilingi buni (berevolusi) dan juga berotasi pada
porosnya dengan kecepatan tertentu. Hal...
sebagian,

jika seluruh bulan berada di bagian penumbra maka disebut

gerhana penumbra.
3. PLANET DAN PLANET KERDIL (DRAWF...
sampai ratusan kilometer. Ekor komet terbentuk karena energi yang dipancarkan
matahari meniup bagian partikel gas dan debu...
BAB IV
BENCANA ALAM
1. Gempa bumi
...........................................................................................
Mengapa Gempabumi Terjadi ?
Lempeng Tektonik

Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa
lem...
dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai
aliran konveksi. Lempeng tektonik yang m...
dan daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta
kerugian harta benda yang tidak sedikit, maka s...
Dampak Gempabumi Terhadap Alam

Gempabumi Terhadap Struktur Bangunan

Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah

56
Dampak Liquifaksi Terhadap Bangunan

Tsunami
(berasal dari bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang,
secara ha...
hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga
mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunam...
gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas
pada

pelabuhan.

Karenanya

para geologis...
km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah
laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa ...
Sistem Peringatan Dini memiliki 4 komponen: Pengetahuan mengenai Bahaya
dan Resiko, Peramalan, Peringatan, dan Reaksi.Obse...
BAB V
BENCANA ALAM DAN ANTISIPASINYA

A. Bencana Alam
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh gejala alam.
Seben...
mengenai permukaan bumi maka akan menimbulkan bencana alam yang
dahsyat bagi penduduk bumi.
Gejala alam yang dapat menimbu...
2. Gempa bumi
Gempa bumi adalah gejala pelepasan energi berupa gelombang yang
menjalar ke permukaan bumi akibat adanya gan...
mengakibatkan luka seperti kaca, pipa gas atau benda-benda tergantung
yang mungkin akan jatuh menimpa.
Jika berada di luar...
Dengarkan informasi melalui televisi, radio, telepon yang biasanya
disiarkan oleh pemerintah, bila hal ini memungkinkan.
B...
4. Badai
Badai adalah suatu gangguan pada atmosfer suatu planet, terutama yang
mempengaruhi permukaannya serta menunjukkan...
Gambar 4.12 Siklon Tropis Catarina. (Sumber: id.wikipedia.org)
Sebutan siklon tropis bergantung pada lokasi kejadian. Di A...
Air sungai dapat meluap karena wilayah yang menjadi resapan air sudah
berkurang. Meluapnya air sungai dapat terjadi akibat...
c. membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistemsistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang...
menjadi langka keberadaannya.Kekeringan pada suatu kawasan merupakan
suatu kondisi yang umumnya mengganggu keseimbangan ma...
BAB VI
PERANAN MIKROORGANISME DALAM KEHIDUPAN

1. VIRUS
Pada penghujung abad ke-19 D.J Ivanowski, pakar botani dari
Rusia,...
Virus menurut biologi merupakan makhluk hidup karena :
a. Memiliki DNA/RNA, senyawa ini dimiliki oleh makhluk hidup.
b. Vi...
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Modul smk ipa 1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Modul smk ipa 1

2,318

Published on

modul ipa smk kelas 1

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,318
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
84
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Modul smk ipa 1"

  1. 1. BAB I METODE ILMIAH A. HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) lahir dari olah karya budi manusia yakni setelah manusia memanfaatkan kemampuan indera dan akalpikirannya. Olah karya budi merupakan aktivitas berpikir, bersikap dan pengembangan keterampilan. Aktivitas berpikir bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Lewat keterampilan menggunakan alat ukur, baik peralatan ukur yang canggih maupun tidak; manusia dapat memanfaatkan alat inderanya untuk mengoptimalkan kesadaran berpikir dalam mengamati, mengalami, menyelidiki gejala benda dan gejala kejadian. Seterusnya dengan menggunakan kemampuan olah pikir yang dimilikinya yakni dengan melakukan penggabungan antara hasil pengamatan indera dan penalarannya akan didapat pengetahuan yang mantap. Dalam sejarah perkembangan ilmu, IPA berkembang semenjak manusia mengenal alam sekitar lewat berbagai kemampuan indera di atas, dan memperoleh bentuk yang meyakinkan setelah para ahli mengembangkan peralatan untuk melakukan pengamatan secara cermat. Mulai abad 16, para ahli telah dapat menghasilkan peralatan yang dapat digunakan untuk mengamati berbagai gejala alam dan sampai saat ini terus diperbaiki sehingga semakin hari semakin baik dan cermat. a. Gejala Alam Biotik Ruang lingkup kajian IPA dibedakan menjadi gejala alam biotik dan abiotik. Gejala alam biotik merupakan gejala alam yang berkaitan dengan sifat biologis, misalnya bernafas, tumbuh dan berkembang, transport aktif, berkembang biak dan sebagainya. Gejala alam biotik ini mencakup gejala kejadian dan gejala kebendaan pada makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun pada manusia. Gejala alam abiotik meliputi gejala perubahan yang berkaitan dengan sifat fisika dan kimia suatu benda maupun peristiwanya. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 1
  2. 2. Gejala alam biotik ini berkaitan dengan kajian tentang munculnya kehidupan di alam semesta, pertanyaan yang dapat diajukan adalah apakah tanda hidup dan kehidupan, dari mana datangnya hidup, mengapa ada kehidupan dan bagaimana kehidupan ini dapat muncul? Dan sebagainya. Hipotesis tentang munculnya kehidupan di muka bumi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rasa ingin tahu manusia tentang sejarah kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Menurut sejarah munculnya manusia di muka bumi, diduga bahwa kehidupan telah berlangsung semenjak (3- 4) milyar tahun yang lalu. Rentang waktu ini sangat lama bahkan tak terbayangkan dalam kehidupan kita yang pendek ini. Pertanyaan yang berkaitan dengan gejala alam biotik antara lain apakah tandanya ada hidup dan kehidupan. Dugaan-dugaan dapat dimunculkan mulai semenjak manusia berhipotesis tentang asal usul kehidupan di muka bumi sampai saat ini. Misalnya tanaman bunga matahari seperti gambar di bawah ini, dalam suasana tumbuh dan berkembang sebagai bekal untuk menandai salah satu ciri makluk hidup. Gambar di atas memperlihatkan bunga matahari yang sedang berbunga dengan indah. Berbagai ciri makhluk hidup seperti yang diuraikan di atas dapat dipenuhi, sehingga matahari disebut sebagai makhluk hidup Adanya tanda-tanda hidup ini juga dapat dilakukan dengan melihat ciri benda hidup dan membandingkannya dengan benda tak hidup lainnya. Misalnya : bernafas, detak nadinya masih bekerja, suhu tubuhnya panas, ada tanda gerak dan sebagainya. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 2
  3. 3. Ciri – ciri makhluk hidup kelompok tumbuhan, hewan dan manusia NO Gejala yang Tumbuhan tampak pada makhluk hewan manusia Menggunaka n alat pernapasan hewan Menggunaka n pernapasan dengan paru hidup 1 Cara bernafas 2 3 Menerima dan tanggapan terhadap rangsangan luar Gerakan 4 Makanan Bentuk gas dan cair 5 Sumber makanan 6 Tumbuh kembang Dari lingkungan sekitar dan menyusun sendiri makananny a Berlangsun g selama hidup berdasarkan daerah tumbuh Bapat menyebar bercabang dengan jumlah tak terbatas Tubuh memiliki bentuk tertentu dengan jumlah yang tertentu pula Bentuk Berlangsun g secara khusus Pasif dan lambat Aktif, cepat, intingtif. Lambat,pasi Cepat f Cenderung menetap Berupa padatan, cairan dan gas Dari makhluk lain diolah dalam diri makhluk lain tersebut Berlangsung dalam masa pertumbuhan Aktif, relektif rasional, cepat. Cepat, lambat sesuai kebutuhanny a Padat dan cair yang diproses sebelumnya Dari seluruh populasi yang layak dimakan dan diproses hingga sesuai selera Berlangsung dalam masa pertumbuhan Tubuh memiliki bentuk tertentu dengan jumlah yang tertentu pula. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 3
  4. 4. Melalui Perkembangbiaka Berlangsun Balam tubuh proses n g dalam alat maupun di pembuahan kembang luar tubuh dan biak berkemban g dalam tubuh wanita b. Gejala Alam Abiotik Pada Gambar di atas, meskipun pesawat antariksa ini dapat mengudara dengan gagahnya, pesawat antariksa bukanlah makhluk hidup, namun sebagai makhluk tak hidup atau digolongkan sebagai gejala alam abiotik. Kemampuan berpindahnya pesawat antariksa dari darat menuju ke bulan, akibat rekayasa teknologi oleh manusia. Gerakan berpindah bukanlah satu satunya ciri makhluk hidup, masih ada ciri-ciri yang lain. Tergolong pada gejala abiotik yang dibahas antara lain sifat materi yang didasarkan pada perubahan lewat peristiwa fisika dan kimia. Peristiwa fisika ditandai dengan perubahan materi yang berkaitan dengan suhu, wujud, indeks bias, titik lebur, daya hantar, warna, rasa, bau, hambatan, gerak, dan energi. Sebaliknya peristiwa kimia berkaitan dengan perubahan kimia, misalnya terbakar, berkarat, bereaksi membentuk garam, asam, basa dan sebagainya. Bila dikaji secara mendalam perubahan sifat fisika di atas mencakup perubahan sifat yang bergantung pada jumlah atau kuantitas atau seringkali disebut sifat ekstensif. Misalnya massa, volume, kandungan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 4
  5. 5. energi dan sebagainya, sedangkan sifat yang berkaitan dengan warna, rasa, bau, wujud, tidak bersifat kuantitatif disebut sifat intensif. Dalam kajian gejala abiotik, penting untuk dipahami peranan ilmu kimia dan fisika. Tergolong pada peristiwa fisika antara lain memuai, perubahan wujud zat, gejala kalor/panas, kelistrikan dan kemagnetan, perubahan posisi, energi, impuls, momentum dan sebagainya. Gejala kimia merupakan gejala yang terjadi akibat reaksi kimia. Dalam hal ini dapat terjadi perubahan yang sifatnya lain dengan sifat awalnya. Misalnya kayu dibakar menjadi arang asam dicampur dengan basa menjadi garam dan sebagainya. c. Sifat Fisika Sifat fisika yang membedakan dengan peristiwa kimia yang menonjol antara lain memiliki sifat ekstensif dan intensif, sedangkan sifat kimia lebih cenderung bersifat intensif. Adanya perubahan energi yang dapat dikuantitatifkan memperlihatkan peristiwa fisika, sebab tergolong pada sifat ekstensif. Beberapa peristiwa yang disajikan pada gambar berikut ini memperlihatkan peristiwa fisika. Gambar diatas ini terjadi perubahan energi mekanik yang dikeluarkan oleh pengendara sepeda menjadi energi kinetik dan potensial, sehingga sepeda dapat bergerak melaju di jalan raya. Mengingat bahan bakar yang berasal dari bumi yang berupa minyak bumi akan habis, maka diperlukan upaya untuk menemukan sumber energi baru untuk menjaga kelancaran dan kelangsungan kehidupan di muka bumi. Langkah awal Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 5
  6. 6. yang perlu dilakukan adalah menghemat pemakaian bahan bakar dan pemakaian energi secara terencana. B. PENGERTIAN METODE ILMIAH Metode Ilmiah adalah suatu prosedur atau tatacara yang sistematis yang digunakan para ilmuwan untuk memecahkan masalah kerja ilmiah melalaui langka-langkah yang teratur berdasarkan daya pikir manusia. Metode dan kerja ilmiah telah dilakukan sejak : Galileo Galilei (1564-1642), Aristoteles (422-384 SM), Alexander Flemming (1928) yang menemukan Penisilin. Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya. C. Langkah-Langkah Metode Ilmiah Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut: 1. Merumuskan masalah. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 6
  7. 7. Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan? 2. Menguji hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. 3. Mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. 4. Analisis data Pada tingkat SMA, analisa data dilakukan dengan menafsirkan hasil pengamatan, kemudian mengubahnya dalam bentuk grafik. Dari grafik yang Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 7
  8. 8. dibuat diharapkan anda dapat menggunakannya sebagai dasar-dasar untuk menarik suatu kesimpulan 5. Merumuskan kesimpulan. Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yangdiajukannya. 6. Mempublikasikan hasil Mempublikasikan hasil adalah menginformasikan kepada orang lain hasil dari eksperimen yang telah dilakukan, agar orang lain mengetahui atau dapat mengujicobakan kembali dan bermanfaat untuk orang lain. Setelah di buat laporannya sebagai berikut : 1. Judul 2. Kata pengantar 3. Daftar isi 4. BAB I. Pendahuluan 1.1 Latar belakang masalah 1.2 Rumusan masalah 1.3 Tujuan penelitian 1.4 Hipotesis penelitian 5. BAB II. Tujuan pustaka 6. BAB III. Bahan dan metode kerja 7. BAB IV. Hasil dan analisis/pembahasan 8. BAB V. Kesimpulan dan saran Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 8
  9. 9. BAB II KEANEKARAGAMAN HAYATI A. KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah. Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer. Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 9
  10. 10. Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhantumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap. Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain. B. TINGKATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkatan keanekaragaman hayati, simak uraiannya berikut ini: 1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 10
  11. 11. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati tingkat gen? Untuk menemukan jawaban ini, cobalah amati tanaman bunga mawar. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna-warni, dapat berwarna merah, putih atau kuning. Atau pada tanaman mangga, keanekaragaman dapat Anda temukan antara lain pada bentuk buahnya, rasa, dan warnanya. Demikian juga pada hewan. Anda dapat membandingkan ayam kampung, ayam hutan, ayam ras, dan ayam lainnya. Anda akan melihat keanekaragaman sifat antara lain pada bentuk dan ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk pial (jengger). Gambar 1. Keanekaragaman gen pada ayam Keanekaragaman warna bunga pada tanaman mawar. Bentuk, rasa, warna pada buah mangga, serta keanekaragaman sifat, warna bulu dan bentuk pial pada ayam, ini semua disebabkan oleh pengaruh perangkat pembawa sifat yang disebut dengan gen. Semua makhluk hidup dalam satu spesies/jenis memiliki perangkat dasar penyusun gen yang sama. Gen merupakan bagian kromosom yang mengendalikan ciri atau sifat suatu organisme yang bersifat diturunkan dari induk/orang tua kepada keturunannya. Gen pada setiap individu, walaupun perangkat dasar penyusunnya sama, tetapi susunannya berbeda-beda bergantung pada masing-masing induknya. Susunan perangkat gen inilah yang menentukan ciri atau sifat suatu individu dalam satu spesies. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 11
  12. 12. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen? Perkawinan antara dua individu makhluk hidup sejenis merupakan salah satu penyebabnya. Keturunan dari hasil perkawinan memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang tuanya. Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietas-varietas (varitas) yang terjadi secara alami atau secara buatan. Keanekaragaman yang terjadi secara alami adalah akibat adaptasi atau penyesuaian diri setiap individu dengan lingkungan, seperti pada rambutan. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor genetiknya (genotip). Sedangkan keanekaragaman buatan dapat terjadi antara lain melalui perkawinan silang (hibridisasi), seperti pada berbagai jenis mangga. Perbedaan sifat pada jenis mangga dapat Anda amati pada tabel berikut: No. Mangga Bentuk Buah Rasa arima 1. golek lonjong panjang manis tidak wangi 2. kuini bulat telur, besar manis wangi 3. gedong bulat, kecil lebih manis tidak wangi Pada manusia juga terdapat keanekaragaman gen yang menunjukkan sifat-sifat berbeda, antara lain ukuran tubuh (besar, kecil, sedang); warna kulit (hitam, putih, sawo matang, kuning); warna mata (biru, hitam, coklat), serta bentuk rambut (ikal, lurus, keriting). Cobalah perhatikan diri Anda sendiri! Ciri atau sifat apa yang Anda miliki? Sesuaikan dengan uraian di atas? 2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 12
  13. 13. membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis. Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain. Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacangkacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda. Gambar 2. Keanekaragaman jenis pada kacang-kacangan Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 13
  14. 14. Gambar 2. Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah. Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya. Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini : No. Ciri-ciri Kucing Harimau 1. Ukuran tubuh 2. Warna bulu 3. Kecil Hitam, putih, Besar kuning Hutan, rumah putih, Hutan Singa Citah Hitam, Besar Sedang kuning Hitam, putih, kuning Hitam/ Hutan putih Pohon Tempat hidup Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar, seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini. No Ciri-ciri Kelapa Aren Pinang Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah Lontar 14
  15. 15. 1. Tinggi >30m Batang 25m 25 15-30m 2. Daun -Panjang tangkai -Panjang Tangkai daun 75-150cm tangkai daun daun -Helaian daun 5m, 150cm pendek ujungruncing dan keras -Panjang tangkai daun 100cm -Helaian daun bulat, tepi daun bercangap menjari 3. Bunga Tongkol Bulir Tongkol Tongkol Gambar 2. Keanekaragaman pada suku Palmae Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis. Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae. 3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya. Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 15
  16. 16. satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral. Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem. Gambar 2. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 16
  17. 17. rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub. Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem. Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan. Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 17
  18. 18. C.KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas). Untuk lebih memahami materi tersebut, silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat di Indonesia berikut ini! Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri. Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana. Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 18
  19. 19. ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica). Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma. Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non?Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian. Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewanhewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 19
  20. 20. Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada. 2. Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan. 3. Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nyeticebus coucang). 4. Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons). Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri ciri hewannya adalah: 1. Mamalia berukuran kecil 2. Banyak hewan berkantung 3. Tidak terdapat species kera 4. Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 20
  21. 21. Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis). Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa). B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keanekaragaman Hayati Faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman makhluk hidup terdiri atas: 1. Faktor biotik, yaitu terdiri atas makhluk hidup. 2. Faktor abiotik, yaitu meliputi: a. Faktor fisik, meliputi tanah, cahaya, suhu, air, dan kelembapan. b. Faktor kimia, meliputi kandungan mineral, sanitasi, dan tingkat keasinan. Pemanfaatan keanekaragaman hayati yang tidak bertanggung jawab dapat merugikan manusia itu sendiri, karena keaneka ragaman hayati sangat penting dalam segala bidang kehidupan, misalnya dalam bidang biologi dan ekonomi. Keanekaragaman hayati dalam bidang biologi mempunyai peranan penting di alam ini dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sedangkan dalam bidang ekonomi keanekaragaman hayati sangat bermanfaat, misalnya sebagai sumber bahan makanan. Penurunan keanekaragaman hayati disebabkan oleh faktor-faktor berikut. 1. Faktor alami, misalnya: banjir, gunung meletus, dan tanah longsor. 2. Faktor manusia, misalnya: penebangan liar dan pembuangan limbah di aliran sungai. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 21
  22. 22. C. Usaha-usaha untuk Melindungi Keanekaragaman Hayati Perlindungan (konservasi) keanekaragaman hayati bertujuan untuk melindungi flora dan fauna dari ancaman kepunahan. Upaya pelestariannya juga meliputi ekosistem di suatu wilayah. Perlindungan tersebut di antaranya: 1. Cagar Alam Cagaralam adalah membiarkan ekosistem dalam suatu wilayah apa adanya. Perkembangannya terjadi secara proses alami. Cagaralam bertujuan: Melindungi ciri khas tumbuhan, hewan, dan ekosistem alam. Mempertahankan keanekaragaman gen. Menjamin pemanfaatan ekosistem secara berkelanjutan. Memelihara proses ekologi. 2. Suaka Margasatwa Merupakan pelestarian satwa langka. Perburuan dibuatkan peraturan tertentu. Satwa langka dilindungi oleh undang-undang konservasi, sehingga kepemilikannya harus memiliki izin khusus. 3. Taman Nasional Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. Taman nasional dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman nasional juga berfungsi melindungi ekosistem, melestarikan keanekaragaman flora dan fauna, dan melestarikan pemanfaatan sumber daya alam hayati. 4. Taman Laut Taman laut adalah wilayah yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dan indah. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 22
  23. 23. Konservasi alam adalah upaya pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin kelangsungan hidup manusia di masa kini dan masa mendatang. Konservasi alam meliputi tiga hal, yaitu: 1. Perlindungan, melindungi proses ekologis dan sistem penyangga kehidupan. Misalnya, perlindungan siklus udara dan air. 2. Pelestarian, melestarikan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. 3. Pemanfaatan, memanfaatkan secara bijaksana sumber daya alam dan lingkungannya. Konservasi dibagi dua macam, yaitu: In situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan pada habitat asli. Meliputi 7 kategori, yaitu cagar alam, suaka margasatwa, taman laut, taman buru, hutan atau taman wisata, taman provinsi, dan taman nasional. Ex situ adalah konservasi flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat asli. Misalnya: konservasi flora di Kebun Raya Bogor dan konservasi fauna di suaka margasatwa Way Kambas, Lampung. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 23
  24. 24. TUGAS Nah, untuk mengetahui kemampuan Anda mempelajari materi tersebut, silahkan kerjakan tugas praktikum berikut ini: I. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Gen Tujuan : Mengetahui adanya variasi morfologi pada buah mangga. Alat dan bahan : Berbagai macam buah mangga yang terdapat di sekitarmu. Cara kerja : 1. Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Ciri-ciri yang harus diamati, misalnya warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, warna daging buah dan ukuran biji. 2. Tuliskan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel berikut ! TABEL HASIL PENGAMATAN No. Ciri-ciri Mangga Harum manis Simanalagi Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah Indramayu 24
  25. 25. Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban! Pertanyaan 1.Apa penyebab : timbulnya keanekaragaman pada mangga? 2. Jelaskan pengertian dari gen! 3. Apa kesimpulan hasil kegiatan tersebut? II. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies) Alat dan Bahan: 1. Penggaris 2. Timbangan 3. Lima (5) jenis biji kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah, kacang kapri, dan kacang panjang. 4. Buku catatan praktikum Langkah Kerja: 1. Buatlah tabel pada buku catatan praktikum, seperti contoh di bawah. 2. Amati secara seksama bentuk biji kacang satu persatu. 3. Amati warna setiap biji kacang. 4. Ukurlah dengan penggaris panjang setiap biji kacang, satu persatu. 5. Timbanglah berat setiap biji kacang, dengan menggunakan alat timbangan Isikan data hasil pengamatan ke dalam tabel. 6. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 25
  26. 26. No. Jenis Biji Bentuk Warna Panjang Berat 1. Kacang Hijau ....... ....... ....... ....... 2. Kacang Tanah ....... ....... ....... ....... 3. Kacang Kedelai ....... ....... ....... ....... 4. Kacang Panjang ....... ....... ....... ....... 5. Kacang Kapri ....... ....... ....... ....... Pertanyaan: 1. Berdasarkan hasil pengamatan, adakah keanekaragaman sifat pada biji-biji kacang tersebut? 2. Menurut Anda, apakah yang menyebabkan adanya keanekaragaman jenis? 3. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman tingkat jenis? III. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Ekosistem Alat dan Bahan: 1. 3 macam gambar ekosistem 2. Buku catatan praktikum Langkah Kerja: 1. Pelajari gambar-gambar ekosistem dengan seksama 2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di buku catatan praktikum Anda? Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 26
  27. 27. Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Pertanyaan: 1. Apa nama ekosistem pada gambar 1, gambar 2, dan gambar 3? 2. Tuliskan macam flora atau tumbuhan yang terdapat pada ekosistem gambar 1, 2, 3? 3. Tuliskan macam fauna atau hewan yang terdapat pada ekosistem gambar 1, 2, 3? 4. Dari ketiga macam ekosistem, manakah yang memiliki jumlah dan keanekaragaman makhluk hidup yang paling banyak? 5. Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman ekosistem? Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 27
  28. 28. Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban tersebut. 1. Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang disebut …….. A. evolusi B. adaptasi C. variasi D. keberagaman E. adaptasi dan variasi 2. Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk semua sifat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan………… A. lingkungan B. induknya C. jenisnya D. lingkungan dan gen E. gen dan plasma nutfah 3. Keanekaragaman ekosistem ditunjukkan oleh adanya perbedaan komponen berikut ini, kecuali ………….. A. sumber energi primer B. jenis produsennya C. produktifitasnya D. jenis konsumennya E. komponen biotiknya Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 28
  29. 29. 4. Dua makhluk hidup menempati daerah yang sama dapat disebut spesies apabila ……. A. habitat dan warna rambutnya sama B. warna dan bentuk rambutnya sama C. jenis makanan dan cara makannya sama D. cara reproduksi dan jumlah anaknya sama E. dalam perkawinan menghasilkan turunan fertil 5. Anjing pudel dapat dikawinkan dengan anjing boner. Anjing-anjing tersebut dapat melahirkan anak-anak yang fertil karena anjing-anjing tersebut …… A. satu genus B. satu familia C. satu species D. satu ordo E. satu kingdom 6. Hutan bakau di Kalimantan, hutan hujan tropis di Jawa Barat, dan savanna di Papua, merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat ……. A. genetik B. species C. ekosistem D. populasi E. individu 7. Keanekaragaman warna bulu, misalnya pada burung parkit, merupakan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 29
  30. 30. hasil segregasi gen secara bebas. Contoh keanekaragaman bulu pada burung parkit tersebut merupakan adanya keanekaragaman tingkat …… A. gen B. genus C. ekosistem D. species E. individu 8. Makhluk hidup penghuni bumi ini begitu beraneka ragam. Sumber keanekaragaman makhluk hidup tersebut adalah ………….. A. sperma B. ovum C. gen D. kromosom E. zigot 9. Berikut ini yang bukan faktor-faktor penyebab terjadinya keaneragaman hayati adalah ………… A. variasi genetik B. keaneragaman jenis C. keanekaragaman genetik D. keanekaragaman daur energi E. keanekaragaman ekosistem 10. Variasi gen dalam tingkat jenis dapat menyebabkan terbentuknya ……… Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 30
  31. 31. A. individu B. varietas C. species D. populasi E. ekosistem Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 31
  32. 32. BAB III BUMI DAN BENDA LANGIT A. BUMI Bumi memiliki atmosfer yang kaya akan oksigen, mengandung banyak air, memiliki suhu yang relatif sedang dan cocok untuk kehidupan organisme, dan mengandung senyawa kimia yang mendukung kehidupan. Kondisi ini membuat bumi menjadi unik beda dengan planet yang lain. Bumi bulat seperti bola namun tidak sempurna sedikit menggembung di bagian equator dan merata bagian kutubnya yang disebut oblate ellipsoid (oblate = merata). Para ilmuwan membagi bumi menjadi 3 lapisan, secara urut dari dalam adalah lapisan inti (core), lapisan mantel (mantle), dan lapisan kerak (crust). a. Inti Bumi ( Core) Lapisan inti terletak di pusat b umi dengan ketebalan sekitar 3.500 km. Lapisan terluar inti bumi adalah cair dan dalamnya padat. Kandungan inti bumi adalah besi dan nikel. Inti bumi sangat panas sekitar 3000 oC – 5000 oC. b. Mantel Bumi Lapisan mantel bumi adalah lapisan yang menyelubungi lapisan inti bumi dengan ketebalan 2900 km. Lapisan ini tersusun oleh batuan yang terdiri dari mafic (magnesium dan besi). Suhu pada lapisan ini adalah 2800 oC yang dekat inti dan 1800 oC yang dekat dengan kerak. c. Kerak Bumi (Crust). Merupakan lapisan terluar bumi dengan ketebalan sekitar 8 – 40 km. Pada lapisan ini manusia dan organisme yang lain hidup. Kerak bumi tersusun atas batuan beku , batuam metamorf, dan sedimen. Kerak bumi dibedakan atas Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 32
  33. 33. kerak benua (daratan ) dan kerak samodra yang ditutupi perairan. Kerak benua dengan ketebalan 35 km dan kerak samodra dengan ketebalan sekitar 7 km. 1. Perubahan Bentuk Permukaan Bumi Bumi memiliki permukaan yang tidak rata, ada lembah, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, danau, sungai, air terjun, laut, selat, maupun samodera. Juga ditemukan pulau-pulau dan benua. Banyak teori yang menjelaskan terbentuknya permukaan bumi ini. Wegener (1915) mengemukakan teori terbentuknya permukaan bumi yang dikenal dengan teori pergeseran benua (continental drift theory). Dalam teorinya ini Wegener menyatakan bahwa pada mulanya benua yang ada adalah satu. Dengan adanya pergeseran lempeng permukaan bumi maka terbentuklah benua-benua lain karena pemisahan. Teori Wegener didukung oleh para ahli seismologi (1960), ahli geofisika yang menyatakan bahwa benua-benua mengalami pemisahan yang dikenal dengan teori tektonik lempeng (plate tectonic theory). Aktivitas tektonisme merupakan salah satu tenaga geologi yang menyebabkan adanya perubahan permukaan bumi. Tenaga geologi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : a. b. tenaga endogen tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terbentuknya bangunan baru seperti pegunungan, kawah, palung, dan lembah. tenaga eksogen, tenaga dari luar yang merombak hasil tenaga endogen 1.1.Tenaga Endogen a.Tektonisme Tektonisme adalah peristiwa pergeseran dan perubahan kerak bumi dalam skala besar yang meliputi pembentukan lipatan, patahan, dan pergerakan lempeng. Perubahan ini bisa karena aktivitas lem,peng yang saling menumbuk, menjauh, atau bergesekan, bisa juga karena gaya horisontal yang menekan bagian tertentu dari kerak bumi. Lipatan dan patahan dapat menyebabkan terbentuknya gunung dan pegunungan, pergerakan lempeng menyebabkan tgerjadinya benua. Tektonismeseperti gesekan antar lempeng dapat menimbulkan terjadinya gempa bumi dan tsunami. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 33
  34. 34. b.Vulkanisme Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari bagian dalam litosfer yang menyusup ke bagian lebih atas sampai ke luar permukaan bumi. Gerakan magma ini karena adanya tekanan dan temperatur yang tinggi sehingga menekan batuan di sekitarnya yang menimbulkan adanya kubah atau gunung yang kita kenal dengan gunung api. Magma menempati dapur magma yang volume dan kedalamannya berbedabeda sehingga letusan untuk mengeluarkan magma juga memiliki kekuatan yang berbeda. Hal ini juga berpengaruh pada lamanya aktivitas gunung berapi. Magma dapat digunakan menjadi sumber energi panas bumi dan menjadi pembangkit tenaga listrik (PLTPB/ Pembangkit Listrik tenaga Panas Buni) seperti di Dieng, Kamojang, dan Sulawesi Utara. c.Gempa Gempa merupakan peristiwa sentakan pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonis maupun vulkanis, dan kadang-kadang akibat runtuhan bagian bumi secara lokal. Saat gempa bumi terasa bergoyang ke arah samping maupun ke atas. Arah gempa sulit ditentukan sehingga sulit menghindari gempa. Pusat gempa terletak di bawah kerak bumi yang disebut hiposentrum, sedangkan titik garis pada permukaan yang lurus di atas hiposentrum disebut episentrum.Dari episentrum geteran gempa dirambatkan secara horisontal. Berdasarkan penyebabnya gempa dibedakan menjadi : a. gempa tektonik, terjadi karena pergeseran atau patahan kerak bumi. Pertemuan lempeng merupakan zona sumber gempa tektonik. Gempa ini memiliki kekuatan yang paling besar. b. gempa vulkanik, di sekitar gunung berapi menjelang letusan, saat letusan, dan beberapa waktu setelah letusan utama. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 34
  35. 35. c. gempa tanah runtuh, terjadi mengiringi gua yang runtuh seperti gua kapur, pertambangan yang lapuk. Berdasarkan jarak fokus dan kedalaman hiposentrum, gempa dibedakan menjadi : a. gempa dalam, memiliki kedalaman lebih dari 300 km b. gempa intermedier, memiliki kedalaman 100-300 km c. gempa dangkal, memiliki kedalaman kurang dari 100 km Berdasarkan letak episentrumnya , gempa dapat dibedakan menjadi gempa daratan dan gempa lautan.Gempa daratan memiliki titik episentrum di daratan sedangkan gempa lautan memiliki titik episentrum di dasar lautan.Getaran gempa laut terkadang menimbulkan gelombang pasang yang sangat besar yang dikenal dengan tsunami. Tsunami bisa terjadi karena kekuatan tektonik maupun vulkanik yang menyebabkan gempa lautan yang menimbulkan gelombang pasang yang sangat besar. Getaran gempa dapat diukur dengan alat yang disebut dengan seismograf, yang mencatat getaran horisontal dan getaran vertikal. Ada beberapa skala gempa seperti Skala Mercalli, Skala Omari, dan skala Richter. Pada skala 02,5 Richter gempa tidak terasa tetapi tercatat oleh seismograf. Getaran gempa lebih dari 3,0 skala Richter sudah mulai menimbulkan terjadinya kerusakan. 1.2.Tenaga Eksogen Permukaan bumi yang terbangun karena tenaga endogen seperti tektonisme dan vulkanisme serta perombakan oleh peristiwa gempa maka tenaga eksogen akan melanjutkan dengan proses perusakan. Tenaga eksogen meliputi pelapukan, pengangkutan, pengikisan, dan akhirnya pengendapan. a.Pelapukan Pelapukan adalah peristiwa hancurnya batuan dari gumpalan besar menjadi butiran yang lebih kecil sampai menjadi sangat halus dan kadang menjadi terlarut dalam air. Berdasarkan penyebabnya pelapukan dibedakan menjadi 3 : Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 35
  36. 36. a. pelapukan mekanik, disebabkan karena keadaan fisik seperti perubahan suhu, pembekuan air dalam celah batu, pelapukan glasial, pengelupasan, dan pengaruh sinar matahari b. pelapukan kimiawi, disebabhan karena reaksi kimia seperti oksidasi, dehidrasi, dan penguapan c. pelapukan organi, terjadi karena aktivitas makhluk hidup seperti mikroorganisme, cendawan, dan lumut. d. Pengangkutan Material yang lapuk akan mengalami pengangkutan oleh air yang mengalir, angin, es yang bergerak dan karena grafitasi bumi. e. Pengikisanerosi Media alam yang bergerak (air, angin, dan gletser) setelah mengankut benda padat akn pula melakukan pengikisan pada batuan yang dilaluinya. f. d.Pengendapan/Sedimentasi Material yang terbawa oleh angin, air, dan gletser akan menegndap di suatu tempat seperti muara sungai, lembah, lereng, pantai dan sebagainya dan emenjadi endapan. 2.Tanah Tanah adalah lapisan paling atas di permukaan daratan yang diperlukan tanaman untuk mendapatkan nutrisi, air , dan media tempat tumbuh. Selain itu tanah menjadi tempat hidup bagi manusia dan hewan, serta untuk melaksanakan kegiatan pertanian dan perkebunan. Tanah terjadi karena melalui proses pelapukan batuan dan penguraian senyawa organik dari sisa-sisa organisme. Karakteristik tanah tiap daerah berbeda tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukannya. Karakteristik tanah sangat mempengaruhi kualitas tanah. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 36
  37. 37. 2.1.Proses pembentukan tanah a. Tahap pertama pembentukan tanah adalah akumulasi lapisan bahan induk yang telah terpecah dan terpisah disebut regolit. Regolit terbentuk dari pelapukan batuan induk yang di bawahnya dan dari bahan-bahan lain yang terbawa dari tempat lain seperti pecahan glasial dan debu vulkanik. b. Tahap kedua adalah pembentukan lapisan tanah paling atas yang merupakan hasil dari penambahan air, udara, makhluk hidup/ biota, dan bahan organik lain hasil pembusukan sisa organisme (humus). Faktor-faktor pembentukan tanah a) Bahan induk, berperan dalam menentukan kedalaman tekstur, permeabilitas air, kandungan nutrisi tanah, dan warna tanah. b) b. Iklim, mempengaruhi kecepatan pelapukan batuan induk. Iklim panas dan lembab akan menyebabkan pelapukan berjalan lebih cepat dan jumlah humus yang lebih banyak. c) Topografi, mempengaruhi kedalaman dan permeabilitas tanah. Permukaan yang miring/ curam akan meningkatkan pergerakan partikel tanah sehingga lapisan tanah menjadi lebih tipis. Hal sebaliknya terjadi pada tanah yang landai. d) Biota, berbagai makhluk hidup mempengaruhi struktur dan kandungan tanah. Adanya rantai makanan dan daur materi menyebabkan kandungan nutrisi dalam tanah menjadi terjaga. e) Waktu, tanah yang baru terbentuk akan memiliki sifat yang kuarang lebih sama dengan batuan induknya , tetap yang sudah lama akan memiliki karakteristik yang berbeda sesuai material yang ditambahkan dan karena aktivitas makhluk hidup. 2.2.Komponen Penyusun Tanah Tanah tersusun atas beberapa komponen yaitu bahan anorganik (mineral), bahan organik, air , dan udara. Mineral berasal dari bahan induk, bahan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 37
  38. 38. organik dari berbagai organisme yang hidup maupun mati, air mengandung senyawa terlarut seperti nutrien yang dibutuhkan tanaman .Udara yang mengandung gas-gas tertentu menempati rongga-rongga tanah. Tanah yang baik mengandung bahan anorganik, organik, air, dan udara pada proporsi yang seimbang. 2.3.Profil, tekstur, dan struktur Tanah a. Profil Tanah Profil tanah adalah potongan vertikal tanah yang menunjukkan horisonhorison tanah. Horison adalah lapisan-lapisan tanah yang masing-masing berbeda dalam hal komposisi kimia, fisik, dan kandungan bahan organiknya. Horison terbentuk karena interaksi antara iklim, makhluk hidup, dan perubahan bentuk permukaan daratan. b. Tekstur Tanah Tekstur tanah merupakan gambaran tingkat kekasaran atau kehalusan bahan mineral yang menyusun tanah. Tekstur tanah ditentukan oleh tiga jenis partikel penyusun tanah yaitu pasir dengan ukuran paling besar, debu/endapan lumpur dengan ukuran sedang, serta lempung/liat memiliki ukuran paling kecil. Tekstur tanah menentukan kualitas tanah teutama dalam hal kemampuan menahan air. Partikel yang besar,berongga besar memiliki kemampuan kecil menahan air. Partikel yang kecil , berongga kecil dan memiliki kemampuan untuk menahan air lebih besar. Lempung manahan air lebih banyak dibandingkan yang lain, lempung juga memiliki kemampuan tinggi dalam mengikat ion-ion bermuatan positif seperti Na+, Ca 2+, Mg 2+, dan K + yang diperlukan tanaman. Dengan demikian lempung dianggap memiliki kesuburan yang tinggi. Akan tetapi tanah dengan partikel besar memiliki rongga yang besar juga memiliki keuntungan karena mudah digemburkan serta aerasinya baik dan mudah dipenetrasi oleh akar tanaman. Maka tekstur tanah yang paling baik untuk pertanian memiliki komposisi : Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 38
  39. 39. - lempung 20 % - pasir 40 % - debu/endapan 40 % c. Struktur Tanah Struktur tanah terbentuk melalui agregasi berbagai partikel tanah yang menghasilkan bentuk/susunan tertentu pada tanah. Struktur tanah menentukan ukuran dan jumlah rongga antar partikel tanah yang akan mempengaruhi pergerakan air, udara, akar tanaman, dan organisme tanah. Beberapa jenis struktur tanah adalah sebagai berikut : Jenis struktur tanah Ukuran struktur partikel (mm) Kualitas dari segi pertanian Remah 1-5 sangat produktif, aerasi, saluran air baik dan mudah ditembus akar Butir/granular 1-5 cukup produktif, bermasalah pada aerasi dan penyaluran air Lempeng 1-10 Kurang produktif, menahan gerak air, udara, dan menghambat akar Balok 10-75 sangat produktif, aerasi dan saluran air baik Prismatik 20-100 cukup produktif, gerakan air dan tumbuhnya akar tanaman baik tiang 20-100 cuklup produktif jika air yang tersedia memadai 2.4.Jenis-jenis Tanah Berdasarkan USDA (United States Departement of Agriculture), tanah dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu : No Jenis Tanah Ciri-ciri Terdapat di 1) Entisols terbentuk dari sedimen vulkanik, batuan kapur, dan batuan metamorf seprti tanah aluvial, regosol, dan litosolPapua , Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur 2) Histosols terbentuk dari pembusukan jaringan tanaman , mengandung banyak senyawa organik. Disebut juga tanah gambut. Seperti jenis tanah Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 39
  40. 40. organosols Riau, Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan. 3) Inceptiosols tanah mineral yang masih muda, seperti jenis tanah latosols, aluvial, brown forest, solosak, humic gley Papua, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku. 4) Verticols tanah mineral berwarna abu kehitaman, mengan dung 30 % lempung, di daerah beriklim kering dan memiliki batuan induk kaya akan kation Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan. 5) Oxisols tanah yang mengalami proses pencucian/peluruhan dengan memiliki kadar aluminium dan besi tinggi Sumatra Selatan, Papua, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Lampung. 6) Andisols tanah berwarna gelap terbentuk dari endapan vulkanik, ditemukan di sekitar gunung berapi Sumatra Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku. 7) Mollisols tanah mineral serupa dengan tanah praire, terbentuk dari batuan kapur, kaya bahan organik, senyawa basa, pH netral. Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Jawa Timur. 8) Ultisols tanah berwarna kuning-merah, mengalami pencician/ peluruhan. Disebut juga tanah podsolik terdapat di daerah lahan kering. Kalimantan Timur, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau. 2.5.Kerusakan Tanah dan Upaya Penanggulangannya Kerusakan tanah meliputi erosi (pengikisan dan pemindahan tanah oleh air dan angin) serta kehilangan unsur hara (nutrien) dan bahan organik. Kerusakan tanah dapat juga disebabkan karena aktivitas manusia seperti : Deforestasi/ penebangan hutan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kayu atau untuk penyediaan lahan pemukiman, perkotaan, pertambangan, dan pertanian. Kehilangan vegetasi karena deforestasi menyebabkan adanya pengikisan tanah karena tidak ada akar yang menahan, kekurangan unsusr hara Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 40
  41. 41. karena tidak banyak bahan organik yang dibusukkan, serta tingkat kelembaban yang berkurang sehingga tanah cenderung menjadi kering. Pengolahan Tanah Pertanian a. Pengolahan lahan pertanian dapat menyebabkan kerusakan tanah sebab : - pembajakan menyebabkan hancurnya struktur tanah dan mengubah struktur tanah, tanah menjadi kering dan mudah terkena erosi oleh angin - bahan organik kadang menjadi terkubur lebih dalam sehingga tidak optimal digunakan oleh tanaman. - alat berat yang digunakan dapat merusak struktur tanah dan aerasi maupun penyerapan air - penggunaan pestisida dapat membunuh biota yang penting bagi kesuburan tanah b. Beberapa cara untuk mengatasi kerusakan tanah : - penghijauan / reboisasi, meningkatkan jumlah vegetasi dapat mengurangi erosi dan menambah jumlah nutrien tanah - memperbaharui metode pertanian, seperti pergiliran tanaman, tersering, dan pemupukan organik/ menambah bahan organi ke tanah. 2. AIR Zat yang sangat penting di dalam kehidupan karena air adalah penyusun utama pada makhluk hidup. Air diperlukan menjadi pelarut umum dan membantu dalam proses metabolisme. Bumi memiliki volume air 1,4 milyar km3. Sebanyak 97 % – nya adalah air laut, 1,7 % adalah es, dan 0,7 % adalah air tawar, sisanya berupa uap air. Volume air tidak berubah hanya mengalami daur/ siklus. 3. BATUAN Batuan adalah kumpulan berbagai mineral dalam bentuk padat. Mineral berupa senyawa anorganik. Batuan dan mineral menyusun lapisan kerak bumi. Batuan terdapat di seluruh lapisan permukaan bumi baik di darat maupun laut. Batuan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 41
  42. 42. dibedakan menjadi tiga jenis utama yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga jenis batuan ini dapat mengalami perubahan geologis sehingga bisa berubah ke jenis lain. 4.1.Batuan Beku Batuan beku terbentuk dari magma yang ke luar permukaan bumi , mengalami pendinginan dan mengeras. Mineral utama penyusun batuan beku adalah silikat, kuarsa(silikon dioksida). Mineral silikat mengandung elemen lain seperti besi, aluminium, kalsium, natrium, dan magnesium. Contoh batuan beku adalah granit, diorit, gabro, dan peridotit 4.2.Batuan Sedimen Terbentuk dari kumpulan partikel mineral yang berasal dari batuan sebelumnya karena adanya proses pelapukan dan erosi. Batuan asal bisa berupa batuan beku, batuan, metamorf, atau batuan sedimen sendiri yang sudah lebih dulu terbentuk. Kandungan mineral utama berasal dari batuan beku dan ditambah dari bahan organik. Contoh batuan sedimen adalah konglomerat, dolomit, dan batu bara. 4.3.Batuan Metamorf Terbentuk dari batuan sebelumnya yang mengalami perubahan tekstur maupun struktur akibat panas maupun tekanan yang begitu tinggi. Biasanya mengandung mineral yang telah mengalami perubahan dari batuan induknya. Contoh batuan metamorf adalah marmer dan batu tulis Berbagai batuan telah dimanfaatkan manusia seperti senjata manusia purba, bahan kontruksi bangunan, perhiasan, bahan bakar, dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 42
  43. 43. 5. ROTASI DAN REVOLUSI BUMI 5.1.Rotasi Bumi Rotasi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi sumbunya atau porosnya dari arah barat ke timur. Lamanya rotasi bumi disebut kala rotasi yaitu selama 23 jam 56 menit 4 detik (disebut satu hari). Bumi berputar dari porosnya dari barat ke timur yang disebut berotasi. Akibat rotasi bumi benda-benda langit seolah mengalami pergerakan semu harian dari timur ke barat, terjadi peristiwa siang dan malam, maupun terjadinya perbedaan waktu. Periode rotasi buni adalah 23 jam 56 menit atau dibulatkan menjadi 24 jam kurang 4 menit tiap kali putaran. Arah putaran negatif ke arah timur. Saat berotasi atmosfernya pun ikut berotasi. Akibat Rotasi Bumi Akibat perputaran bumi pada porosnya (rotasi bumi) maka akan terjadi beberapa peristiwa di bumi yaitu : 1). Terjadinya siang dan malam Bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar pada porosnya akan mengalami siang, sebaliknya bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam, dan hal ini terjadi secara bergantian yaitu panjang waktu siang dan malam rata-rata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa. 2). Terjadinya perbedaan waktu diberbagai tempat di muka bumi Orang-orang yang berada disebelah timur akan mengalami matahari terbit dan terbenam lebih dahulu. Hal ini dikarenakan bumi berputar dari arah barat ke timur. Daerah yang berada pada sudut 15 derajat lebih ke timur akan melihat matahari terbit lebih dahulu selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara Barat matahari telah terbit, maka kita di Jakarta baru melihat matahari terbit satun jam setelahnya. Atau jika di Nusa Tenggara Barat pukul 06.00 WITA, maka di Jakarta baru pukul 05.00 WIB. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 43
  44. 44. 3). Gerak semu harian bintang Akibat rotasi bumi maka kita yang ada di bumi melihat seolah olah mataharilah yang bergerak berputar dari timur kebarat mengelilingi bumi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari tidak bergerak, tetapi bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari barat ke timur. Gerak yang tidak sebenarnya ini dinamakan gerak semu harian bintang. Disebut gerak semu harian karena kita dapat mengamatinya setiap hari atau setiap saat. 5.2.Revolusi Bumi Seperti halnya planet-planet yang lain bumi juga berevolusi mengelilingi matahari dalam tata suryanya. Bidang revolusi bumi disebut ekliptika. Satu kali periode revolusi bumi adalah 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik yang disebut satu tahun pada penanggalan Masehi. Revolusi bumi mengakibatkan pergeseran matahari dari utara ke selatan khatulistiwa, perubahan lama siang dan malam, peredaran semu matahari, serta pergantian musim. Pergantian musim disebabkan karena tidak sejajarnya sumbu rotasi bumi dan sumbu revolusi bumi. Sudut yang terbentuk oleh ke dua sumbu tadi menyebabkan perubahan musim bumi di sebelah utara dan selatan. Jika belahan bumi utara musim dingin di belahan selatan musim panas. Daerah iklim sedang mengalami pergantian 4 musim yaitu musim panas (summer), gugur (autum/fall), dingin (winter), dan semi (spring). Pada musim panas siang lebih panjang dari pada malam dan sebaliknya. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 44
  45. 45. Gambar revolusi bumi Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi, selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi. Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi. Pengaruh Revolusi Bumi 1. Perbedaan Lama Siang dan Malam Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya. Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September a. Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 45
  46. 46. b. Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan. c. Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan. d. Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam. e. Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara. f. Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara. Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret 1) Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari. 2) Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara. 3) Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara. 4) Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam 2. Gerak Semu Tahunan Matahari Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring. 3. Perubahan Musim Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 46
  47. 47. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi. Musim-musim dibelah bumi utara Musim semi : 21 Maret – 21 Juni Musim panas : 21 Juni – 23 September Musim gugur : 23 September – 22 Desember Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret Musim-musim dibelah bumi selatan Musim semi : 23 September – 22 Desember Musim panas : 22 Desember – 21 Maret Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni Musim Dingin : 21 Juni – 23 September 5. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain. Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah. 6. Kalender Masehi Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari. Untuk menampung kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 47
  48. 48. 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun kabisat. Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984,2000, dan lain-lain B. BENDA LANGIT 1. MATAHARI Matahari merupakan salah satu bintang di jagat raya yang menjadi pusat tata surya kita. Bumi dan planet lain mengelilingi matahari pada orbit/garis edar masing-masing. Matahari berupa bola gas raksasa yang tersusun oleh gas Hidrogen (92%0 dan Helium (7,8%). Matahari adalah penyedia energi bagi kehidupan bumi. Pada inti matahari dengan suhu mencapai 15.000.000 oC gas hidrogen diubah menjadi Helium . Pengubahan ini memancarkan cahaya dan panas yang dipakai untuk fotosintesis oleh tanaman dan energi berpindah ke organisme lain melalui rantai makanan. Matahari berukuran sangat besar dengan diameter 109 kali diameter bumi, dan volume 1,3 juta kali volume bumi. Jarak bumi ke matahari kira-kira 150 juta km. Matahari adalah salah satu bintang yang terdekat dengan bumi. Jutaan bintang di jagat raya dan tampak kecil karena jaraknya yang sangat jauh. 2. BULAN Bulan adalah satelit bumi/ pengikut bumi. Satelit terbentuk secara alami bersama terbentuknya planet. Bulan memiliki masa yang lebih kecil dan berlokasi dalam lingkungan gravitasi planet tertentu, maka satelit tersebut beredar mengelilingi planet tersebut. Jika benda yang mengikut ini dibuat oleh manusia disebut satelit buatan. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 48
  49. 49. Gerakan Bulan Bulan bergerak mengelilingi buni (berevolusi) dan juga berotasi pada porosnya dengan kecepatan tertentu. Hal ini terbukti dengan permukaan bulan yang tidak selalu sama jika dilihat dari bumi.Waktu yang dibutuhkan bulan untuk berotasi dan berevolusi adalah sama yaitu 29 hari atau 1 bulan. Revolusi bulan mengakibatkan adanya fase bulan, yaitu bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi yang memantulkan cahaya matahari berubah secara teratur. Kadang tampak seperti sabit, kadang lebih tebal, kadang bulat penuh. Kedudukan bulan yang searah dengan matahari disebut konjungsi, yaitu bulan yang menghadap bumi dalam keadaan gelap, sehingga kita tidak dapat melihat cahaya bulan. Perubahan fase bulan dipakai untuk penghitungan kalender Hijriyah. Satu bulan pada penanggalan revolusi bulan lamanya 29,5 hari, tepatnya 29 hari, 12 jam, 44 menit, 3 detik. Lamanya satu tahun adalah 354 hari. Gerhana Bulan Gerhana terjadi karena lintasan bulan. Bulan mengelilingi buni dengan lintasannya yang berbentuk elips, dan bumi menjadi titik pusat lintasan tersebut. Lintasan terjauh bulan disebut apogea dan lintasan terdekat disebut perigea. Bulan tidak memancarkan sinarnya sendiri tetapi memantulkan cahaya matahari. Bayangan bumi dan bulan membentuk kerucut. Kerucut bayangan bumi lebih panjang dari pada bayangan bulan. Kerucut bayangan gelap disebut umbra yang tidak terlalu gelap disebut penumbra. Penumbra di belakang bumi atau bulan berbentuk kerucut dengan puncaknya di bumi atu di bulan, makin jauh makin besar sampai bayangan tidak terlihat. Gerhana bulan dapat terjadi saat bulan purnama, yaitu saat matahari bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Ketika umbra bumi mengenai bulan, atau bulan memasuki daerah umbra bumi akan terjadi gerhana bulan total, jika bulan masuk sebagian ke bagiam umbra bumi maka terjadi gerhana bulan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 49
  50. 50. sebagian, jika seluruh bulan berada di bagian penumbra maka disebut gerhana penumbra. 3. PLANET DAN PLANET KERDIL (DRAWF PLANET) Planet adalah anggota tata surya yang berukuran relatif besar, tidak memancarkan cahayanya sendiri melainkan merefleksikan cahaya matahari, dan berputar mengelilingi matahari. Tahun 2006 IAU(international Astronomical Union) merumuskan benda langit sebagai benda langit yang memiliki orbit mengelilingi matahari, memiliki massa dan gravitasi yang cukup sehingga dapat membentuk struktur bulat, dan memiliki garis/jalur orbit yang bersih”. Ada delapan planet dalam sistem tata surya kita yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Empat planet yang terdekat dengan matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dikelompokkan sebagai planet dalam. Planet dalam berupa bola padat yang tersusun atas batuan. Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dikelompokkan sebagai planet luar. Anggota planet luar memiliki struktur berupa bola gas dan memiliki cincin. Antara planet luar dan planet dalam terdapat serbuk asteroid yang merupakan jalur lintasan asteroid. Pluto, Ceres, dan Eris dikelompokkan ke dalam planet kerdil (dwarf planet) yang memiliki lintasan yang tidak bersih. 4. KOMET, ASTEROID, DAN METEOR Komet, Asteroid, dan Meteor merupakan serpihan-serpihan benda langit yang melayang di angkasa. Ketiganya berbeda terutama dalam hal komponen penyusunnya dan orbitnya. Komet Merupakan serpihan benda langit berupa bola es dan debu. Komet hanya terlihat saat melintas dekat matahari dan dikenali dengan ekornya yang memanjang Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 50
  51. 51. sampai ratusan kilometer. Ekor komet terbentuk karena energi yang dipancarkan matahari meniup bagian partikel gas dan debu di permukaan komet yang selalu menjauhi matahari. Orbit komet berbentuk oval dan memiliki periode tertentu sehingga dapat diramalkan kapan akan mun culnya. Contoh komet adalah Halley dan Komet Halle Bobb. Asteroid Berupa serpihan benda langit berupa batuan padat dengan ukuran bervariasi. Letaknya berada di sabuk asteroid yaitu antara planet Yupiter dan Mars. Meteor Merupakan serpihan benda langit yang berupa batuan yang sering memasuki atmosfer bumi yang dikenal sebagai bintang jatuh. Gesekan meteror dengan atmosfer bumi menimbulkan panas dan cahaya. Gesekan ini pula yang menjadikan meteor akan hancur menjadi debu. Jika ukuran meteor cukup besar masih ada yang mampu melewati atmosfer dan jatuh menghantam tanah, yang disebut meteorit dan dapat membentuk kawah. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 51
  52. 52. BAB IV BENCANA ALAM 1. Gempa bumi ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. Parameter Gempabumi Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time - OT) Lokasi pusat gempabumi (Episenter) Kedalaman pusat gempabumi (Depth) Kekuatan Gempabumi (Magnitudo) Karakteristik Gempabumi Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat Lokasi kejadian tertentu Akibatnya dapat menimbulkan bencana Berpotensi terulang lagi Belum dapat diprediksi Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 52
  53. 53. Mengapa Gempabumi Terjadi ? Lempeng Tektonik Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu, maka lempeng tektonik ini bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng-lempeng tektonik, merupakan tempat-tempat yang memiliki kondisi tektonik yang aktif, yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi dan pembentukan dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori sebelumnya yaitu: Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading). Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir, merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 53
  54. 54. dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya. Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati(collision) dan saling geser (transform). Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15cm pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi. Jalur Gempabumi Dunia Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng IndoAustralia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Lempeng Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat. Belajar dari pengalaman kejadian gempabumi dan tsunami di Aceh, Pangandaran Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 54
  55. 55. dan daerah lainnya yang telah mengakibatkan korban ratusan ribu jiwa serta kerugian harta benda yang tidak sedikit, maka sangat diperlukan upaya-upaya mitigasi baik ditingkat pemerintah maupun masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana gempabumi dan tsunami. Akibat Gempabumi Getaran atau guncangan tanah (ground shaking) Likuifaksi ( liquifaction) Longsoran Tanah Tsunami Bahaya Sekunder (arus pendek,gas bocor yang menyebabkan kebakaran, dll) Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kerusakan Akibat Gempabumi Kekuatan gempabumi Kedalaman gempabumi Jarak hiposentrum gempabumi Lama getaran gempabumi Kondisi tanah setempat Kondisi bangunan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 55
  56. 56. Dampak Gempabumi Terhadap Alam Gempabumi Terhadap Struktur Bangunan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 56
  57. 57. Dampak Liquifaksi Terhadap Bangunan Tsunami (berasal dari bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam,gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 57
  58. 58. hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami. Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih. Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami. geologi, geografi, dan oseanografi pada masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik". Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter di atas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008. Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia. Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan "pasangsurut" meliputi "kemiripan" atau "memiliki kesamaan karakter" dengan Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 58
  59. 59. gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini. Penyebab terjadinya tsunami Skema terjadinya tsunami Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsormaupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau. Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 59
  60. 60. km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer. Gempa yang menyebabkan tsunami Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km) Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia. Pemerintah Indonesia, dengan bantuan negara-negara donor, telah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesian Tsunami Early Warning System - InaTEWS). Sistem ini berpusat pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta. Sistem ini memungkinkan BMKG mengirimkan peringatan tsunami jika terjadi gempa yang berpotensi mengakibatkan tsunami. Sistem yang ada sekarang ini sedang disempurnakan. Kedepannya, sistem ini akan dapat mengeluarkan 3 tingkat peringatan, sesuai dengan hasil perhitungan Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (Decision Support System - DSS). Pengembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami ini melibatkan banyak pihak, baik instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga internasional, lembaga non-pemerintah. Koordinator dari pihak Indonesia adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK). Sedangkan instansi yang ditunjuk dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan INFO GEMPA dan PERINGATAN TSUNAMI adalah BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sistem ini didesain untuk dapat mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu paling lama 5 menit setelah gempa terjadi. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 60
  61. 61. Sistem Peringatan Dini memiliki 4 komponen: Pengetahuan mengenai Bahaya dan Resiko, Peramalan, Peringatan, dan Reaksi.Observasi (Monitoring gempa dan permukaan laut), Integrasi dan Diseminasi Informasi, Kesiapsiagaan. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 61
  62. 62. BAB V BENCANA ALAM DAN ANTISIPASINYA A. Bencana Alam Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh gejala alam. Sebenarnya gejala alam merupakan gejala yang sangat alamiah dan biasa terjadi pada bumi. Namun, hanya ketika gejala alam tersebut melanda manusia (nyawa) dan segala produk budidayanya (kepemilikan, harta dan benda), kita baru dapat menyebutnya sebagai bencana. Klasifikasi bencana alam berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : 1. Bencana alam geologis Bencana alam ini disebabkan oleh gaya-gaya yang berasal dari dalam bumi (gaya endogen). Yang termasuk dalam bencana alam geologis adalah gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. 2. Bencana alam klimatologis Bencana alam klimatologis merupakan bencana alam yang disebabkan oleh faktor angin dan hujan. Contoh bencana alam klimatologis adalah banjir, badai, banjir bandang, angin puting beliung, kekeringan, dan kebakaran alami hutan (bukan oleh manusia). Gerakan tanah (longsor) termasuk juga bencana alam, walaupun pemicu utamanya adalah faktor klimatologis (hujan), tetapi gejala awalnya dimulai dari kondisi geologis (jenis dan karakteristik tanah serta batuan dan sebagainya). 3. Bencana alam ekstra-terestrial Bencana alam Ekstra-Terestrial adalah bencana alam yang terjadi di luar angkasa, contoh : hantaman/impact meteor. Bila hantaman benda-benda langit Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 62
  63. 63. mengenai permukaan bumi maka akan menimbulkan bencana alam yang dahsyat bagi penduduk bumi. Gejala alam yang dapat menimbulkan bencana alam pada dasarnya mempunyai karakteristik umum, yaitu gejala awal, gejala utama, dan gejala akhir. Dengan demikian, jika kita dapat mengetahui secara akurat gejala awal suatu bencana alam, kemungkinan besar kita dapat mengurangi akibat yang ditimbulkannya. B. Antisipasi Bencana Alam 1. Letusan gunung berapi Letusan gunung berapi terjadi karena gejala vulkanisme. yaitu peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Sebelum gunung berapi meletus, biasanya terdapat tanda-tanda sebagai berikut : suhu sekitar kawah naik sumber air banyak yang mengering sering terasa adanya gempa bumi (vulkanik) binatang yang ada di atas gunung tersebut banyak yang berpindah menuruni lereng karena terasa panas sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunun Bila ada tanda-tanda gunung berapi akan meletus, ada beberapa antisipasi (usaha)untuk mengurangi bahaya dari bencana tersebut, antara lain: membuat terowongan-terowongan air pada kepundan (kawah) yang berdanau. Contohnya: terowongan di Gunung Kelud. menyebarkan informasi dan memberi peringatan dini dari hasil pemantauan pos-pos pengamatan gunung berapi. mengungsikan penduduk yang bertempat tinggal di lereng-lereng gunung berapi yang akan meletus. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 63
  64. 64. 2. Gempa bumi Gempa bumi adalah gejala pelepasan energi berupa gelombang yang menjalar ke permukaan bumi akibat adanya gangguan di kerak bumi (patah, runtuh, atau hancur). Gempa bumi merupakan bencana alam yang sering melanda wilayah Indonesia, kira-kira 400 kali dalam setahun. Hal ini terjadi karena Indonesia dilalui oleh dua lempeng (sabuk) gempa bumi, yaitu lempeng Mediterania (Alpen-Himalaya) dan lempeng Pasifik. Sampai sekarang manusia belum dapat meramalkan kapan suatu gempa akan terjadi. Besar kecilnya malapetaka yang terjadi sangat tergantung pada kekuatan (magnitudo) gempa itu sendiri serta kondisi daerah yang terkena gempa itu. Alat pengukur gempa bumi disebut seismograf, yang dinyatakan dalam skala Richter. Antisipasi yang harus dilakukan bagi masyarakat luas adalah apa dan bagaimana cara menghadapi kejadian gempa, pada saat dan sesudah gempa terjadi. Beberapa saran dalam menghadapi kejadian gempa adalah sebagai berikut: Sebelum terjadi gempa Mengetahui secara teliti jalan-jalan keluar masuk dalam keadaan darurat di mana pun kita berada. Ingat gempa dapat terjadi sewaktu-waktu. Meletakkan barang-barang yang berat di tempat yang stabil dan tidak tergantung. Matikan segera lampu, kompor minyak atau gas serta listrik agar terhindar dari bahaya kebakaran. Saat terjadi gempa Jika berada di dalam ruangan: diamlah sejenak, jangan panik dan segeralah keluar dari bangunan. Secepatnya mencari perlindungan di bawah meja atau di dekat pintu. Jauhi tempat-tempat yang mungkin Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 64
  65. 65. mengakibatkan luka seperti kaca, pipa gas atau benda-benda tergantung yang mungkin akan jatuh menimpa. Jika berada di luar rumah: tinggallah atau carilah tempat yang bebas dari bangunan-bangunan, pohon atau dinding. Jangan memasuki bangunan meskipun getaran gempa sudah berhenti karena tidak mustahil runtuhan bangunan masih dapat terjadi. Jika berada di tengah keramaian: janganlah turut berdesak-desakan mencari jalan keluar, meskipun orang-orang yang panik mempunyai keinginan yang sama. Carilah tempat yang tidak akan kejatuhan runtuhan. Jika berada dalam bangunan tinggi: secepatnya mencari perlindungan di bawah meja dan jauhilah jendela atau dinding luar bangunan. Tetaplah berada di lantai di mana kamu berada ketika gempa terjadi, dan jangan gunakan elevator atau lift yang ada. Jika sedang mengendarai kendaraan: hentikan kendaraan kamu dan tetaplah berada di dalam mobil dan pinggirkanlah mobil kamu. Jangan berhenti di atas jembatan, atau di bawah jalan layang. Jika gempa sudah berhenti, janganlah langsung melintasi jalan layang atau jembatan yang membentang, sebelum dipastikan kondisinya aman. Setelah terjadi gempa Tetap menggunakan alas kaki untuk menghindari pecahan-pecahan kaca atau bahan-bahan yang merusak kaki. Periksalah apakah kamu mendapat luka yang memerlukan perawatan segera. Periksalah aliran/pipa gas yang ada apakah terjadi kebocoran. Jika tercium bau gas usahakan segera menutup sumbernya dan jangan sekalikali menyalakan api dan merokok. Periksalah kerusakan yang mungkin terjadi pada bangunan kamu. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 65
  66. 66. Dengarkan informasi melalui televisi, radio, telepon yang biasanya disiarkan oleh pemerintah, bila hal ini memungkinkan. Bersiaplah menghadapi kemungkinan terjadinya gempa-gempa susulan. Dan berdoa agar terhindar dari bencana yang lebih parah. 3. Tsunami Tsunami adalah ombak besar yang terjadi setelah peristiwa gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui satelit. Dengan diterapkannya sistem peringatan dini (early warning system), diharapkan masyarakat dapat melakukan evakuasi dengan cepat bila terjadi bencana tsunami. Beberapa langkah dalam antisipasi dari bencana tsunami: a. Jika kamu sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat. b. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan. c. Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan No.2, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building), gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya sampai ke lantai 3). d. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan kamu bebas dan tidak membawa apa-apa. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 66
  67. 67. 4. Badai Badai adalah suatu gangguan pada atmosfer suatu planet, terutama yang mempengaruhi permukaannya serta menunjukkan cuaca buruk. Badai dapat ditandai dengan angin yang kencang (badai angin), petir dan kilat (badai guruh), curahan lebat misalnya es (badai es) atau angin yang membawa suatu zat melalui atmosfer (seperti badai pasir, badai salju, dll). Badai dapat menyebabkan runtuhnya bangunan, menenggelamkan kapal serta menumbangkan pohon, tiang listrik, menara dan lain sebagainya. Beberapa macam badai yang perlu diketahui, diantaranya: a. Tornado Tornado merupakan badai angin yang sangat kencang dengan kelajuan 300-500 km/jam sehingga dapat menghancurkan benda-benda yang dilaluinya, baik di darat maupun di laut. Tornado dicirikan sebagai awan corong gelap membentuk gerakan spiral, bergantung pada awan cumulonimbus. Gambar 4.11 Tornado di darat. (Sumber: id.wikipedia.org) b. Badai tropis (Siklon tropis) Siklon tropis adalah badai sirkuler yang menimbulkan angin kencang mampu merusakkan daerah sekitar 250 mil dari pusatnya. Siklon tropis menyebabkan kerusakan terutama oleh angin kencang, gelombang badai dan hujan lebat. Gelombang badai adalah naiknya permukaan laut sepanjang pantai secara cepat karena angin menggerakkannya ke pantai. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 67
  68. 68. Gambar 4.12 Siklon Tropis Catarina. (Sumber: id.wikipedia.org) Sebutan siklon tropis bergantung pada lokasi kejadian. Di Atlantik dan Pasifik disebut hurricane, di Pasifik Barat disebut typhoon, di Australia disebut Willy. Setiap tahun muncul 80-100 siklon tropis, nama siklon tropis umumnya menggunakan nama-nama gadis, seperti: Anna, Carol, Debbie, Inez, Fiona, Wenda dan sebagainya. c. Thunderstorm (Badai guruh) Thunderstorm adalah hujan badai disertai kilat dan halilintar. Kejadian ini adalah khas di daerah tropis pada musim pancaroba, terutama pada masa peralihan musim kemarau memasuki musim penghujan. Thunderstorm (Badai guruh) merupakan suatu fenomena fisis atmosfer yang sering terjadi di Indonesia. Fenomena ini dapat menimbulkan korban jiwa akibat sengatan listrik pada waktu terjadi petir. Gejala terjadinya thundersorm adalah angin yang kencang disertai hujan yang deras kadang-kadang disertai hujan es, kilat dan halilintar. Bencana alam badai dapat dipelajari dan diamati sehingga jika gejala awal dapat diamati dengan baik maka gejala utama dapat diantisipasi dengan demikian pertanyaan kapan, dimana, berapa besar dan berapa lama dapat dijawab. Hal ini mampu mengurangi jumlah korban akibat bencana tersebut. 5. Banjir Hujan lebat yang terjadi secara terus menerus mengakibatkan sungai tidak mampu lagi menampung air dalam jumlah yang banyak. Air sungai kemudian akan meluap dan membentuk genangan air yang disebut banjir. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 68
  69. 69. Air sungai dapat meluap karena wilayah yang menjadi resapan air sudah berkurang. Meluapnya air sungai dapat terjadi akibat adanya penyumbatan aliran pada sungai tersebut. Penyumbatan aliran sungai terjadi akibat perbuatan manusia. Pembuangan sampah ke sungai akan menyebabkan aliran sungai tidak lancar. Banyaknya bahan-bahan endapan yang ada di sungai juga dapat menghambat aliran sungai. Bencana banjir disebabkan oleh buruknya sistem cuaca. Faktor meteorologis utama yang menyebabkan bencana banjir adalah hujan lebat, distribusi hujan dan durasi hujan. Faktor lain yang penting adalah sifat fisis permukaan tanah. Siklon tropis dapat mempengaruhi sistem cuaca di Indonesia, terutama peningkatan jumlah awan, curah hujan, angin, dan gelombang laut. Penyebab bencana banjir yang terjadi karena ulah manusia adalah penggundulan hutan. Hutan yang gundul menyebabkan tanah tidak dapat menyerap dan menahan air bila terjadi hujan secara terus menerus, akibatnya air mengalir menggerus tanah yang dapat menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor. Banyak daerah di Indonesia, tanahnya mempunyai daya serapan air yang buruk, atau jumlah curah hujan melebihi kemampuan tanah untuk menyerap air. Ketika hujan turun, yang kadang terjadi adalah banjir secara tiba-tiba yang disebut banjir bandang. Untuk mengantisipasi bencana banjir banyak hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah : a. membersihkan saluran air dari sampah yang dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan terjadinya banjir. b. mengeruk sungai-sungai dari endapan-endapan untuk menambah daya tampung air. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 69
  70. 70. c. membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistemsistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang berlebihan terhadap sungai. d. tidak mendirikan bangunan pada wilayah (area) yang menjadi daerah lokasi penyerapan air. e. tidak menebangi pohon-pohon di hutan, karena hutan yang gundul akan sulit menyerap air, sehingga jika terjadi hujan lebat secara terus menerus air tidak dapat diserap secara langsung oleh tanah bahkan akan menggerus tanah, hal ini pula dapat menyebabkan tanah longsor. f. membuat tembok-tembok penahan dan tanggul-tanggul di sepanjang sungai, tembok-tembok laut di sepanjang pantai-pantai dapat menjaga tingkat ketinggian air agar tidak masuk ke dalam daratan. 6. Kekeringan Perlu dibedakan antara kekeringan (drought) dan kondisi kering (aridity). Kekeringanadalah kesenjangan antara air yang tersedia dengan air yang diperlukan, sedangkan ariditas (kondisi kering) diartikan sebagai keadaan jumlah curah hujan sedikit. Kekeringan (kemarau) dapat timbul karena gejala alam yang terjadi di bumi ini. Kekeringan terjadi karena adanya pergantian musim. Pergantian musim merupakan dampak dari iklim. Pergantian musim dibedakan oleh banyaknya curah hujan. Pengetahuan tentang musim bermanfaat bagi para petani untuk menentukan waktu tanam dan panen dari hasil pertanian. Pada musim kemarau, sungai akan mengalami kekeringan. Pada saat kekeringan,sungai dan waduk tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya sawah-sawah yang menggunakan sistem pengairan dari air hujan juga mengalami kekeringan. Sawah yang kering tidak dapat menghasilkan panen. Selain itu, pasokan air bersih juga berkurang. Air yang dibutuhkan sehari-hari Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 70
  71. 71. menjadi langka keberadaannya.Kekeringan pada suatu kawasan merupakan suatu kondisi yang umumnya mengganggu keseimbangan makhluk hidup. Kondisi kekeringan dapat ditinjau dari berbagai segi, diantaranya: a. Kekeringan meteorologis (meteorological drought) b. Kekeringan pertanian (agricultural drought) c. Kekeringan hidrologis (hydrological drought) d. Kekeringan sosial – ekonomi (socio – economic drought) Beberapa cara untuk mengantisipasi kekeringan, diantaranya: a. membuat waduk (dam) yang berfungsi sebagai persediaan air di musim kemarau. Selain itu waduk dapat mencegah terjadinya banjir pada musim hujan, b. membuat hujan buatan untuk daerah-daerah yang sangat kering, c. reboisasi atau penghijauan kembali daerah-daerah yang sudah gundul agar tanah lebih mudah menyerap air pada musim penghujan dan sebagai penyimpanan cadangan air pada musim kemarau, melakukan diversifikasi dalam bercocok tanam bagi para petani, misalnya mengganti tanaman padi dengan tanaman palawija pada saat musim kemarau tiba karena palawija dapat cepat dipanen serta tidak membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 71
  72. 72. BAB VI PERANAN MIKROORGANISME DALAM KEHIDUPAN 1. VIRUS Pada penghujung abad ke-19 D.J Ivanowski, pakar botani dari Rusia,dengan hati-hati melakukan penelitian memisahkan cairan dari tanaman tembakau yang terserang penyakit. Dalam jumlah tertentu cairan tersebut disuntikan ke dalam tanaman temabakau yang sehat. Beberapa waktu kemudian, tumbuhan tembakau itu memperlihatkan gejala yang sama dengan tembakau yang sakit. Ini penemuan pertama bahwa penyakit bisa ditularkan dari satu tumbuhan kepada tumbuhan lainnya melalui filtrat cairan tumbuhan yang babas dari organisma hidup. Bahkan cairan itu ternyata mengandung sesuatu yang bisa menyebabkan penyakit, disebut contagium vivum fluidum yang berarti cairan hidup yang menular. Sekarang kita kenal dengan virus (latin, berarti lendir beracun). Berikutnya kita bahas kajian tentang fenomena virus dalam virologi. Kebanyakan virus mempunyai ukuran antara 20 mμ sampai 300 mμ (baca mμ = mili mikron, 1 mμ = 1 X 106 mm). jadi ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan bakteri yang berukuran 10 mμ (baca : μ = mikron, 1 μ = 1 X 103mm). Karena ukuran virus sangat kecil atau ukuran ultra mikroskopik, maka virus hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop electron. Cabang ilmu yang mempelajari tentang virus disebut virologi. Seperti diketahui bahwa makhluk hidup itu memiliki subtansi dasar kehidupan yaitu protoplasma. Virus tidak memiliki protoplasma sehingga timbul pandangan bahwa virus bukan organisme hidup. Adapun alasan - alasannya : a. Virus tidak memiliki protoplasma. b. Virus dapat dikristalkan, sedang makhluk hidup tidak mungkin mampu mampu mengkristal. c. Ukuran virus sangat kecil yaitu sekitar beberapa, hal ini tidak mungkin ukuran organisme hidup dengan ukuran tersebut. Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 72
  73. 73. Virus menurut biologi merupakan makhluk hidup karena : a. Memiliki DNA/RNA, senyawa ini dimiliki oleh makhluk hidup. b. Virus mampu melaksanakan aktivitas hidup yaitu reproduksi. Sampai sekarang orang sulit untuk menyatakan apakah virus itu sebenarnya makhluk hidup ataukah makhluk tak hidup. Yang terang ialah, bahwa virus dapat berbiak, tetapi hanya di dalam sel hidup. Banyak virus dapat dipiara manusia di dalam substrat (dasar makanan) yang berupa sel atau jaringan hidup, seperti telur dan jaringan tertentu dari hewan ataupun tumbuhan. 1. Sejarah Penemuan Virus Virus tanaman lebih dahulu ditemukan daripada virus - virus yang lain. Sarjana yang pertama kali mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai penyakit bercak - bercak kuning (mosaik) pada daun tembakau ialah Adolf Mayer pada tahun 1885. Dmitri Ivanowski (1892) dan M. Beijerink (1899) adalah sarjana - sarjana dengan penelitiannya menguatkan apa yang telah dilaporkan Adolf Mayer tentang adanya virus tanaman pada daun tembakau yang menyebabkan belang - belang pada daun tembakau yang dikenal dengan penyakit mosaik daun. Pada tahun 1897, Loffler dan Frosch menemukan virus hewan yang menyebabkan penyakit mulut dan kuku pada ternak. Reed (1990) menemukan virus yang menyebabkan penyakit kuning pada manusia. Virus ini dapat menular dari orang ke orang dengan perantara nyamuk Aedes. Akhir - akhir ini di kota - kota maupun di desa - desa di tanah air kita timbul penyakit yang terkenal sebagai demam berdarah. Penyakit ini minta banyak korban. Demam berdarah disebabkan oleh virus dan menular dari seseorang yang sakit orang lain dengan perantara nyamuk Aedes. Penyakit lain yang disebabkan virus ialah : influenza, campak, cacar, rabies, herpes, polio, hepatitis, gondong (parotis), kanker, AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan beberapa lainnya lagi. Towrt (1916) dan d’ Herelle (1917) menemukan virus bakteri yang menyebabkan lisis (penguraian). Virus yang Modul 1 IPA SMK Riyadhul jannah 73

×