Jurnal 2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
6,662
On Slideshare
6,662
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
141
Comments
5
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENDAHULUAN<br />Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam rahim yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, dan setelah kelahiran (Manuaba, 2002). Ibu pada prinsipnya memiliki peran ganda yaitu sebagai pengasuh anak yang secara makro akan ikut menentukan generasi bangsa yang akan datang maupun secara mikro akan ikut menentukan ekonomi keluarga.<br />Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari asfiksia intrauterin. Sehingga diperlukan diagnosa dini pada penderita asfiksia yang mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi. Setelah bayi lahir, diagnosis asfiksia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai APGAR (Mochtar, 2002). Dari sumber lain juga ditemukan bahwa faktor ibu juga berperan penting dalam kejadian asfiksia neonatorum. Diantaranya adalah umur ibu, tekanan darah ibu, jumlah paritas ibu dan keteraturan memeriksakan kehamilan (Manuaba, 2002). <br />METODE<br />Penelitian ini dilakukan di Ruangan IRINA D RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian untuk mempelajari kolerasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Artinya, setiap objek penelitian hanya di observasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan.<br />HASIL PENELITIAN<br />Analisa Univariat<br />Karakteristik Bayi Berdasarkan Jenis Kelamin<br />Gambar 1.<br />Karakteristik Bayi Berdasarkan Jenis Kelamin Bayi di Ruangan IRINA D BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.<br />Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat dari 25 bayi didominasi oleh perempuan berjumlah 17 bayi atau 67 %.<br />Karakteristik Ibu Berdasarkan Umur<br />Gambar 2.<br />Karakteristik Ibu Berdasarkan Umur di Ruangan IRINA D BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.<br />Gambar 5.2 menunjukkan bahwa karakteristik ibu berdasarkan umur yang paling banyak adalah pada rentang <20 tahun; >35 tahun yaitu 16 orang atau 64%.<br />Karakteristik Ibu Berdasarkan Tekanan Darah <br />Gambar 3.<br />Karakteristik Ibu Berdasarkan Tekanan Darah di Ruangan IRINA D BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.<br />Berdasarkan data pada gambar 3 menunjukkan bahwa lebih besar responden yang mempunyai tekanan Sistolik < 120 mmHg; Diastolik < 80 mmHg sebanyak 18 orang atau 72%.<br />
    • Karakteristik Ibu Berdasarkan Jumlah Paritas
    Gambar 4.<br />Karakteristik Ibu Berdasarkan Jumlah Paritas di Ruangan IRINA D BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.<br />Berdasarkan gambar 4 dapat dilihat bahwa karakteristik ibu dengan jumlah paritas menunjukkan bahwa yang paling banyak adalah ≥ 5 kali bersalin yaitu 13 orang atau 52%.<br />
    • Karakteristik Ibu Berdasarkan Keteraturan Memeriksakan Kehamilan
    Gambar 5.<br />Karakteristik Ibu Berdasarkan Keteraturan Memeriksakan kehamilan (ANC) di Ruangan IRINA D BLU RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.<br />Gambar 5 menunjukkan bahwa karakteristik ibu berdasarkan keteraturan memeriksakan kehamilan (Ante Natal Care/ANC) paling banyak adalah dibawah empat kali kunjungan yaitu 13 orang atau 52%.<br />
    • Karakteristik Bayi Berdasarkan Nilai APGAR
    Gambar 6.<br />Karakteristik Bayi Berdasarkan Nilai APGAR di Ruangan IRINA D BLU RSU Prof. Dr. R.D Kandou Manado<br />Berdasarkan gambar 6 menunjukkan bahwa karakteristik bayi menurut nilai APGAR yang paling banyak adalah bayi dengan asfiksia ringan berjumlah 9 bayi atau 36 %.<br />ANALISIS<br />Umur ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manando.<br />
    • Tabel 1Tabulasi Silang Hubungan Umur Ibu dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.
      BayiTotalP ValueOR  ASFIKSIATIDAK ASFIKSIA  Jlh%Jlh%Jlh%UMURTidak Berisiko4165209360.0151.563Berisiko1352 3121664TOTAL176883225100  <br />
    • Berdasarkan tabel 5.1, tabulasi silang hubungan umur ibu dengan asfiksia neonatorum menunjukkan angka yang paling besar presentasinya adalah umur ibu yang berisiko (<20 tahun; >35 tahun) dengan bayi yang asfiksia yaitu 13 bayi atau 52%. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji statistik Chi Square menunjukkan ada hubungan umur ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan signifikansi (p) = 0.015, pada α < 0,05. Odds Ratio (OR) = 1,563. Berarti umur ibu yang berisiko (< 20 tahun; > 35 tahun) mempunyai peluang 1,563 kali bayinya mengalami asfiksia daripada umur ibu yang tidak berisiko (20-35 tahun).
    Tekanan darah ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado.<br />
    • Tabel 2Tabulasi Silang Hubungan Tekanan Darah Ibu dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.
      BayiTotalP ValueOR  ASFIKSIATIDAK ASFIKSIA  Jlh%Jlh%Jlh%Tekanan DarahTidak Berisiko285207280,0012,000Berisiko15603121872  TOTAL176883225100  <br />
    • Berdasarkan tabulasi silang hubungan tekanan darah ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum menunjukkan nilai yang paling besar presentasinya adalah tekanan darah ibu yang berisiko dengan bayi yang mengalami asfiksia berjumlah 15 bayi atau 60%. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji Chi Square bahwa ada hubungan antara tekanan darah ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan signifikansi yaitu (p) = 0.001 pada α < 0,05. Odds Ratio (OR) = 2,000. Maka tekanan darah ibu yang yang berisiko mempunyai peluang 2 kali bayinya akan mengalami asfiksia dibandingkan tekanan darah ibu yang tidak berisiko.
    Jumlah paritas ibu dengan kejadian asfisksia neonatorum di Ruangan IRINA D RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado.<br />
    • Tabel 3Tabulasi Silang Jumlah Paritas dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.
      BayiTotalP ValueOR  ASFIKSIATIDAK ASFIKSIA  Jlh%Jlh%Jlh%Jumlah Paritas IbuTidak Berisiko62462412480,0000,863Berisiko1144281352  TOTAL176883225100  <br />
    • Berdasarkan tabel 5.3, tabulasi silang hubungan jumlah paritas dengan asfiksia neonatorum menunjukkan angka yang paling besar presentasinya adalah jumlah paritas yang berisiko (≥ 5 kali) dengan asfiksia yaitu 11 bayi atau 44%. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara jumlah paritas ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan signifikansi yaitu (p) = 0.000 pada α < 0,05. Odds Ratio (OR) = 0,863. Berarti jumlah paritas ibu yang berisiko memiliki peluang 0,863 kali memiliki bayi dengan asfiksia dibandingkan ibu yang jumlah paritasnya yang tidak berisiko.
    Keteraturan memeriksakan kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado.<br />
    • Tabel 4Tabulasi Silang Hubungan Keteraturan Memeriksakan Kehamilan dengan Asfiksia Neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Februari 2011.
      BayiTotalP ValueOR  ASFIKSIATIDAK ASFIKSIA  Jlh%Jlh%Jlh%ANC Tidak Berisiko83241612480,0230.063Berisiko9364161352  TOTAL176883225100  <br />
    • Berdasarkan tabel tabulasi silang hubungan keteraturan memeriksakan kehamilan dengan asfiksia neonatorum menunjukkan bahwa nilai yang paling besar presentasinya adalah keteraturan memeriksakan kehamilan yang berisiko (< 4 kali kunjungan) dengan bayi yang asfiksia yaitu 9 bayi atau 36%. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan diantara keteraturan memeriksakan kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan signifikansi yaitu (p) = 0.023 pada α < 0,05. Odds Ratio (OR) = 0,063. Dengan demikian ibu yang memiliki jumlah keteraturan memeriksakan kehamilan yang berisiko (< 4 kali) memiliki peluang melahirkan bayi dengan asfiksia 0,063 kali lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang jumlah keteraturan memeriksakan kehamilannya tidak berisiko.
    KESIMPULAN <br />1.Umur ibu <20 tahun; >35 tahun mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou.<br />2Tekanan darah ibu <120 mmHg; <80 mmHg mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou.<br />3Paritas ibu ≥ 5 kali mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou. <br />4Antenatal care < 4 kali mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian asfiksia neonatorum di Ruangan IRINA D BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou.<br />SARAN<br />
    • Bagi para ibu hamil, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan infomasi dalam rangka mencegah terjadinya persalinan yang mengakibatkan asfiksia neonatorum
    • 2. Bagi perawat, hendaknya mampu untuk memberikian sosialisasi kepada ibu-ibu hamil untuk dapat memperhatikan umur, tekanan darah, jumlah paritas serta keteraturan memeriksakan kehamilan mereka agar supaya dapat menghindarai risiko melahirkan bayi dengan asfiksia.
    • 3. Bagi institusi kesehatan, hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan penyuluhan/konseling tentang pencegahan asfiksia neonatorum bagi para ibu-ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan
    • 4. Bagi institusi pendidikan, hendaknya dapat menambah pengetahuan dan sebagai bahan masukkan untuk mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon tentang hubungan faktor ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum.
    • 5. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan dapat dikembangkan dalam penelitian lebih lanjut di bidang keperawatan.
    UCAPAN TERIMA KASIH<br />Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan adanya bimbingan, bantuan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada : <br />Bapak Fanny Runtuwene, SE selaku Ketua Yayasan Dharma Bakti Indonesia Tomohon yang telah memberi kesempatan dan fasilitas sarana dan prasarana.<br />Bhiku. DR. Dharma Surya Mahastavira , MA, Msi selaku Rektor Universitas Sari Putera Indonesia Tomohon yang telah memberi motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.<br />Ibu Moudy Lombogia S.Kep Ns, selaku Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Sariputera Indonesia Tomohon yang telah memberi bimbingan dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.<br />Direktur Sakit Prof Dr. R. D Kandou Manado yang telah membantu dan memberi motivasi dalam penelitian saya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.<br />Bapak Jon W Tangka S.Kep Ns M.Kep Sp KMB, selaku pembimbing I yang telah banyak membantu, memotivasi dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.<br />Bapak Suwandi Luneto S.Kep.Ns, selaku Pembimbing II yang telah banyak membantu, memotivasi dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.<br />DAFTAR PUSTAKA<br />Aminullah, A, 2005, Ilmu Kebidanan, YBPSB, Jakarta<br />Cungniham, Donald.M. Gant, 2000, Obstetri Williams (Terjemahan Joko Suyono, Andry Hartono), EGC, Jakarta<br />Depkes. 1998. Buku I Perawatan Kesehatan R.I. Direktorat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas.<br />Depkes RI, 2007. Profil Kesehatan Reproduksi Indonesia 2003. Jakarta : World Health Organization. <br />Glover. B dan Hadson. C. 1995. Perawatan Bayi Prematur, Arcan, Jakarta. <br />Hidayat, A, A, A, 2007, Metodologi Penelitian Keperawatan dan Tekhnik Analisis Data, Salemba Medika, Jakarta<br />IDAI, 1998. Buku Pedoman Pendidikan Medik Pediatrik Terpadu (PMPT) manajemen Neonatus Sakit Umur Kurang 1 Minggu , PMPT IDAI<br />Ilyas J, dkk. 1995. Asuhan Keperawatan Perinatal Cetakan I Edisi 2. Buku Kedokteran. EGC. Jakarta. <br />Mansjoer. K, dkk. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid I, Edisi Ketiga, Media Aescu Lapius. Fakultas Kedokteran Universitas Indoensia. Jakarta. <br />Manuaba, I. B. 2002. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC. Jakarta<br />Marjono, AB, 1992, Resusitasi dan Perawatan Intensif Neonatus, FKUI, Jakarta<br />Meadow R & Simon Newell, 2002, Lecture Notes Pediatrika, Erlangga, Jakarta<br />Mochtar. R. 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, EGC. Jakarta.<br />, 2004. Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi, Jilid I Edisi 2, EGC. Jakarta <br />Monica Ester. 2003. Perawatan Bayi Resiko Tinggi. EGC, Jakarta. <br />Prawirohardjo, Sarwono, 2005, Ilmu Kebidanan, YBP-SP, Jakarta.<br />Saifudin, A. B. 2002. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Material dan Neonatal. Edisi ke I, Cetakan ketiga. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.<br />, 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Prawirohardjo, Jakarta<br />Setyowati, T.1996. Faktor-faktor yang mempengaruhi Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah (Analisa Data SDKI 1994). From : http://digilib. Litbang. Depkes.Go.Id (diakes 02 Nopember 2008). <br />Soetomo. 2004. Laporan Tahunan Bagian Ilmu Kesehatan Anak. RSU. Surabaya.<br />Sugiyono. 2004, Statistik untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.<br />Sukardi, A.A, Usman, SH. Effendi, (eds). 2000. Diktat Kuliah Perinatologi Bandung : bagian SMF Ilmu Kesehatan Anak, FKUP / RSHS. <br />Tanjung MT, 2004, Preeklamsia Studi Tentang Hubungannya dengan Faktor Fibrinolosis Ibu dan Gas Darah Tali Pusat, Pustaka Bangsa Press<br />Wijaya, 2009. Kondisi Angka Kematian Neonatal-Angka Kematian Bayi. http://www.infodokter.com/index.php?optio=com-content8.id=92.<br />Wiknjosastro, H. 1999. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Prawirohardjo. Jakarta.<br />, . 2005. Ilmu Kebidanan Edisi Ketiga Cetakan Ketujuh, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirihardjo. Jakarta <br />