KHUTBAH IBRAHIM
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

KHUTBAH IBRAHIM

on

  • 758 views

Khutbah Jumat tentang hikmah Idul Qurban untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Khutbah Jumat tentang hikmah Idul Qurban untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Statistics

Views

Total Views
758
Views on SlideShare
758
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
2
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

KHUTBAH IBRAHIM KHUTBAH IBRAHIM Document Transcript

  • KHUTBAH IBRAHIM
  • 1 KHUTBAH IBRAHIM Awang Anwaruddin o Alhamdulillaahi hamdasy-syaakiriin; Asyhadu anlaa ilaaha illallooh wah- dahu laa syariikalahu-ilaahul awwaliina wal aakhiriin, wa asyhadu anna Muham- madan 'abduhuu wa rasuuluhu sayyidul mursaliin. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa Muhammadin- nabiyyil umiyyi, wa'ala aalihii washshahbihi 'ajma'iin. Amma ba’du: Fa yaa ‘ibadalloh. Uushiikum wa nafsii bittaqwallaah, faqod faazal muttaquun. Qaalallaahu ta'aala fiil qur'aanil kariim, o Falammaa balagha ma'ahus-sa'ya Qaala: Yaa bunayya innii araa fil-manaami annii adzbahuka faunzhur maadzaa taraa; Qaala yaa abatif'al maa tu/mar; satajidunii insyaa-allaahu minashshaabiriin o Shodaqolloohul ‘adziim. Hadlirin, Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh: Puji syukur ke hadlirat Alloh swt atas segala Nikmatulloh yang telah dianugerahkan kepada kita semua, baik nikmat jasmanimaupunnikmatrohani, yang sedemikianbanyaknya sehingga kalaupun kita menghitung tak akan mampu kita tentukan jumlahnya, seperti tersirat dalam QS An-Nahl: 18: o Wain ta’udduu ni’matalloohi laa tuhshuuhaa. Innallooha laghofuurur-rohiim.
  • 2 Semoga kesyukuran ini benar-benar datang dari lubuk hati yang paling dalam agar Nikmat Alloh yang kita terima akan semakin berlipat-ganda, dan semoga kita tidak mengingkarinya sehingga kita terhindar dari azab yang pedih, seperti dimaklumkan Alloh dalam QS Ibrahim: 7: o Wa-idz ta-adzdzana rabbukum: Lain syakartum la adzii- dannakum; Wa lain kafartum inna ‘adzaabi lasyadiid. Selanjutnya melalui majelis Jum’ah ini marilah kita perbaiki syahadat kita, dan benar-benar kita akui dalam hati bahwa tiada Tuhan yang patut kita sembah kecuali Alloh swt dan bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul Alloh yang terakhir. Marilah kita sampaikan pula salawat dan salam kesela- matan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, dan semoga berimbas kepada para pengikutnya hingga akhir zaman. Melalui majelis ini pula, kami mengajak kita semua untuk meningkatkan integritas ketaqwaan kita kepada Alloh swt dengan mematuhi secara total semua perintahNya dan menghindari larangan-laranganNya. Hadlirin, Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh: Bulan Dzulhijjah ini merupakan bulan yang monumental bagi umat Islam di seluruh dunia. Di tanah suci kaum muslimin dari berbagai belahan dunia—kaya atau miskin, pejabat tinggi maupun pegawai biasa, kulit hitam atau putih, tengah menunaikan rukun Islam ke-5 Ibadah Haji.
  • 3 Sementara itu, tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah nanti, jutaan umat Islam di seluruh penjuru dunia akan merayakan hari raya Idul Adha seraya melantunkan takdir, merefleksikan ikrar bahwa tidak ada yang lebih agung dan layak untuk disembah kecuali Allah swt, Tuhan semesta alam. Allohu akbar, allohu akbar walillahilhamdu. Pada hari raya itu, selain melaksanakan Shalat Sunnah Id dua rakaat, kaum muslimin yang mampu juga dianjurkan untuk menyembelih binatang qurban untuk mengenang kisah penyembelihan Nabi Ibrahim a.s. terhadap putera terkasihnya Nabi Ismail a.s. Walaupun sudah berulangkali kisah mengharukan ini kita ikuti lewat berbagai media, namun drama pengorbanan kedua nabi tersebut begitu fenomenal dan meninggalkan kesan mendalam. Betapa tidak, Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran seorang buah hati selama bertahun-tahun seraya berdoa semoga Alloh menganugerahkan seorang anak yang saleh: Robbi hablii minash-shoolihiin, pada suatu hari ketika putera yang didambakan itu sudah cukup dewasa beliau mendapat perintah Alloh untuk menyembelihnya. Sungguh Nabi dihadapkan pada suatu pilihan yang dilematis, antara melaksanakan perintah Alloh atau mempertahankan buah hati yang sangat dicintainya, dengan konsekuensi Nabi mengabaikan perintahNya. Pada akhirnya, kekuatan integritas ketakwaan kepada Alloh meneguhkan Ibrahim untuk mematuhi perintah Tuhannya.
  • 4 Sungguhmenakjubkan,tepatketika pedangIbrahim hendak menebas leher Ismail, Alloh yang Mahakuasa mengganti tubuh Ismail dengan seekor domba. Subhaanalloh! Kisah monumental ini diabadikan dalam QS Shaffat:102 yang telah kami sampaikan pada muqoddimah khutbah ini, o Falammaa balagha ma'ahusy-sya'ya; Maka ketika puteranya telah mampu berusaha bersamanya, o Qaala: Yaa bunayya innii araa fil-manaami annii adzbahuka faunzhur maa dzaa taraa; Ibrahim pun berkata: “Anakku, sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu. Bagaimana menurutmu?” o Qaala: Yaa abatif'al maa tu/mar, satajidunii insyaa allaahu minash-shaabiriin. Ismail pun menjawab: “Ayahanda, lakukan saja apa yang diperintahkan Alloh; insya Alloh hamba akan bersabar.” Hadlirin, Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh: Kisah mengharukan antara Nabi Ibrahim dan puteranya Ismail di atas pada hakekatnya merupakan evidence atau bukti nyata kesalehan spiritual seorang manusia, yang berani mengorbankan kecintaannya pada urusan-urusan duniawi demi mematuhi perintah Tuhannya. Fenomena ini berbedasekalidengankondisi sebagiankaum muslimin dewasa ini, yang lebih menunjukkan kemungkaran spiritual daripada kesalehan spiritual. Seperti kita saksikan pada berbagai media massa akhir-akhir ini, beberapa kaum
  • 5 muslimin berlomba-lomba menumpuk harta yang bukan haknya. Mereka lebih memilih kesenangan duniawi daripada kebahagiaan uhrowi, mengingkari Nikmatulloh daripada mensyukurinya, dan melupakan kehadiran Alloh di manapun ia berada seraya menyaksikan semua yang ia kerjakan, seperti tersirat dalam QS Al-Hadid:4, o Wa huwa ma’akum ainamaa kuntum. Walloohu bimaa ta’maluuna bashiir. Mereka pun lupa bahwa pada Hari Perhitungan nanti, semua kebaikan maupun kejahatan sebesar dzarrah (yang lebih kecil dibanding debu) pun akan memperoleh balasannya, sebagaimana dijanjikan Alloh dalam QS Al-Zalzalah:7-8, o Faman ya'mal mitsqaala dzarratin khayran yarahu, waman ya'mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu. Hadlirin, Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh: Selain kesalehan spiritual, Idul Adha juga merefleksikan kesalehan sosial. Penyembelihan binatang kurban yang dianjurkan bagi kaum muslimin yang mampu, dan selanjutnya dibagi-bagikan secara merata kepada kaum dzuafa, sejatinya dimaksudkan untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengasah kepekaan terhadap masalah sosial, serta meningkatkan empati terhadap sesama. Namun demikian, masih banyak kaum muslimin yang tidak menyadari nilai-nilai yang terkandung dibalik ibadah qurban
  • 6 ini. Di sekitar kita, masih kita saksikan umat Islam yang rajin mengerjakan shalat, melaksanakan puasa, dan bahkan mampu menunaikan ibadahhaji berkali-kali, namun mereka tidak peduli terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya. Ternyata kesalehan spiritual yang mereka tunjukkan tidak dibarengi dengan kesalehan sosial, tetapi kepelitan sosial. Mereka tidak pernah lupa memenuhi panggilan adzan, tetapi selalu lupa mengisi kotak amal. Mereka memperhatikan kebutuhan keluarga, tetapi mengabaikan kaum duafa. Mereka lupa bahwa apabila mereka menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin sama saja dengan perbuatan mendustakan agama, sebagaimana diingatkan Alloh dalam QS Al-Maauun: 1-3, o Ara-ayta alladzii yukadzdzibu bialddiini; fadzaalika alladzii yadu''u alyatiima; walaa yahudhdhu 'alaa tha'aami almiskiini Hadlirin, Jama’ah Jum’ah Rokhimakumulloh: Mengakhiri khutbah ini, marilah kita jadikan perayaan Idul Qurban nanti sebagai momentum untuk meningkatkan dua kesalehan utama, yakni kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.SemogaAllohswtsenantiasamembimbingkitauntuk menjadi muslim yang sempurna, yang selalu taat menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi semua larangaNya serta peduli kepada lingkungan sosial kita.
  • 7 Akhir Khutbah Awal o Barakallahu lii wa lakum fil qur'aanil adziim, wa nafa'nii wa iyyaakum bima fiihii minal aayaati wadzdzikril hakiim, wa taqqabala minni wa minkum tilaatawatahuu innahuu huwassamii’ul ‘aliim; o Aquulu qauli haadza, wastaghfirulloohal 'adziim; Lii wa lakum, wa lisyaairil mu'miniina wal mu'minaat, wal muslimiina wal muslimaat, fastaghfiruhuu innahuu huwal ghafuurur rohiim. Khutbah Akhir o Innalhamdalillah; nahmaduhuu, wa nasta'ii nuhuu, wa nastaghfiruh; Asyhadu anlaa ilaaha illallahu wahdahu la syariikalahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu wa rosuluuh; Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad kamaa sulaita ‘alaa Ibrohim wa’alaa aali Ibrohim, wa baarik alaa Muhammad wa’alaa aali Muhammad kamaa baarokta a’laa Ibrohim wa’alaa aali Ibrohim. Fil ‘aalamiina innaka khamiidum-majiid. o Qaalallaahu ta'aala fiil qur'aanil kariim, a'uudzubillaahi minasy syaithoonir rajiim: “Yaa ayyuhal ladziina 'aamanuu, ittaqullooha haqqaa tuqootihi, wa laa tamuutunnaa illaa wa antum-muslimuun.”
  • 8 o Wa qaalallahu ta'aalaa: “Innallaaha wa maalaa- ikatahuu yushalluuuna 'alan nabiiy; Yaa ayyuhal ladziina 'aamanuu shalluu 'alaihii wa sallimu tasliimaa” o Allaahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaa Muhammad, wa 'ala aalihi washshohbihii ajma’iin; Birahmatika yaa arhamar roohimiin: o “Allahummagh fir lil mu'miniina wal- mu'minaat, Wal- muslimiina wal- muslimaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innakas-samii'un-qariibun mujiibud-da'wat, wayaa qaadhiyal haajaat. o Robbana hablana min azwazina wadzurriyaatina qurro ta/a’yun waz’alna lil muttaqiina imaama; Robbiz ‘alni muqiimash-sholaati wamin dzurriyyatiin (3) o Robbanaa taqobbal mina innaka antas-sami’ul ‘aliim, wa tub’alaina innaka antat-tawwabur-rohiim; o Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah wa fill aakhiraati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar. 'Ibaadallah o Innallaaha ya-muruu bil 'adli wal ihsaan, wa iitaa-i dzil qurbaa, wa yanhaa 'anil fahsyaa-i wal munkari, wa ladzikrullaahi akbar; o Wa aqiimish sholah. Jakarta, 10 October 2013