IDENTITAS BUKU  Judul  : Menjadi Guru Profesional Pengarang  : Drs.Moh. Uzer Usman  Penerbit  : PT Remaja Rosdakarya Tahun...
BAB I  TUGAS, PERAN, DAN KOMPETENSI GURU <ul><li>Proses Belajar Mengajar  </li></ul><ul><li>Proses belajar mengajar merupa...
3. Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar <ul><li>Guru sebagai demonstrator   </li></ul><ul><li>Melalui perannya sebagai...
4. Peran Guru Secara Pribadi   <ul><li>Petugas Sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat </li...
Refleksi  <ul><li>Setelah penulis membaca bab ini, penulis menjadi tahu guru merupakan jabatan atau profesi yang memerluka...
BAB II  KONDISI BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF  <ul><li>Melibatkan Siswa Secara Aktif  </li></ul><ul><li>Mengajar adalah me...
<ul><li>Membangkitkan Motivasi Siswa   - Motivasi Instrinsik, jenis motivasi timbul sebagai akibat dari dalam diri  indivi...
<ul><li>Nilai atau manfaat media pendidikan - Meletakan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir - Memperbesar perhatian si...
Refleksi  <ul><li>Guru memiliki peran yangb sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksa...
BAB III   BEBERAPA KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR  <ul><li>Keterampilan Bertanya  </li></ul><ul><li>Dalam proses belajar meng...
2. Keterampilan memberikan penguatan  <ul><li>Penguatan adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal maupun nonver...
4. Keterampilan menjelaskan  Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan dalam pengajaran ialah penyajian informasi seca...
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil  Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekel...
Refleksi  <ul><li>Setelah membaca bab ini penulis menjadi tahu keterampilan-keterampilan mengajar (teaching skill) yang da...
BAB IV  KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN <ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>Pendidikan dasar adalah bagian terpadu ...
4.  Isi Program Pengajaran  Isi kurikulum pendidikan dasar wajib memuat tentang sekurang-kurangnya bahan kajian dan pelaja...
Refleksi  <ul><li>Setiap warganegara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta kesempatan yang seluas-luas...
IDENTITAS PENULIS   <ul><li>Nama : Teti Rohmawati  </li></ul><ul><li>Kelas  : 2 B  PE  </li></ul><ul><li>NIM  : 2008021100...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Butet Kurikulum

1,098

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,098
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Butet Kurikulum

  1. 1. IDENTITAS BUKU Judul : Menjadi Guru Profesional Pengarang : Drs.Moh. Uzer Usman Penerbit : PT Remaja Rosdakarya Tahun terbit : 2005 Halaman : 143
  2. 2. BAB I TUGAS, PERAN, DAN KOMPETENSI GURU <ul><li>Proses Belajar Mengajar </li></ul><ul><li>Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengjar . </li></ul><ul><li>2 . Peran Guru dalam Pengadministrasian </li></ul><ul><ul><li>Pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Wakil masyarakat yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Orang yang ahli dalam mata pelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemimpin generasi muda, masa depan generasi muda terletak ditangan guru. </li></ul></ul>
  3. 3. 3. Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar <ul><li>Guru sebagai demonstrator </li></ul><ul><li>Melalui perannya sebagai demonstrator, lecturer atau pengajar guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senan tiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karean hal ini kan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. </li></ul><ul><li>Guru sebagai pengelola kelas </li></ul><ul><li>Dalam peranannya sebagai pengelola kelas guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Guru sebagai mediator dan fasilitator </li></ul><ul><li>Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. </li></ul><ul><li>Guru sebagai evaluator </li></ul><ul><li>Kegiatan ini dimaksud untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum dan apakah materi yang diajarkan sudah cukup tepat. </li></ul>
  4. 4. 4. Peran Guru Secara Pribadi <ul><li>Petugas Sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat </li></ul><ul><li>Pelajar dan ilmuwan, yaitu senantiasa terus menerus menuntut ilmu pengetahuan </li></ul><ul><li>Orang tua, yaitu mewakili orang tua murid di sekolah dalam pendidikan anaknya. </li></ul><ul><li>Pencari teladan, yaitu orang yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa bukan untuk seluruh masyarakat. </li></ul><ul><li>Pencari keamanan, yaitu yangb senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa. </li></ul><ul><li>4. Peran Guru sebagai Psikologis </li></ul><ul><li>Ahli psikologis pendidikan, yaitu petugas psikologi dalam pendidikan yang melaksanakan tugasnya atas dasar prinsip-prinsip psikologi. </li></ul><ul><li>Seniman dalam hubungan antar manusia </li></ul>
  5. 5. Refleksi <ul><li>Setelah penulis membaca bab ini, penulis menjadi tahu guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan atau pekerjaan sebagai guru. Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu belum dapat disebut sebagai guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus apalagi sebagai guru profesional yang harus menguasai betul seluk beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan prajabatan. </li></ul>
  6. 6. BAB II KONDISI BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF <ul><li>Melibatkan Siswa Secara Aktif </li></ul><ul><li>Mengajar adalah membimbing kegaiatn belajar siswa sehingga ia mau belajar. Dengan demikian aktivitas murid sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga muridlah yang seharusnya banyak aktif, sebab murid sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. </li></ul><ul><li>Menarik Minat dan Perhatian Sisiwa </li></ul><ul><li>Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat murid baik yang bersifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya diri, dan minatnya. </li></ul><ul><li>3. Membangkitkan Motivasi Siswa </li></ul><ul><ul><li>- Motivasi Instrinsik, jenis motivasi timbul sebagai akibat </li></ul></ul>
  7. 7. <ul><li>Membangkitkan Motivasi Siswa - Motivasi Instrinsik, jenis motivasi timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemaun sendiri. - Motivasi Ekstrinstrik, jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari laur inedividu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnay ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Miasalnya sesorang mau belajar karena disuruh orang tuanya agar mendapat peringakt pertama dikelasnya. </li></ul><ul><li>4. Peragaan dalam Pengajaran </li></ul><ul><li>Alat peragaan pengajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajran yang disampaikannya kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pengajaran yang menggunakan banyak verbalisme tentu akan segela membosanka, sebaliknya pengajaran akan lebih menarik bila siswa bergembira belajar atau senang karen mereka merasa tertarik dan mengreti pelajaran yang diterimanya. </li></ul><ul><li>Belajar yang efektif harus mulai dengan pengalaman langsung atau pengalaman konkret dan menuju kepada pengalaman yang lebih abstrak. Belajar kan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga pengajaran daripada bila siswa belajar tanpa dibantu dengan alat pelajaran. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Nilai atau manfaat media pendidikan - Meletakan dasar-dasar yang konkret untuk berfikir - Memperbesar perhatian siswa - Membuat pelajaran lebih menetap atau tidak mudah dilupakan - Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegaiatn berusaha sendiri dikalangan para siswa. </li></ul><ul><li>b. Pemilihan alat peraga </li></ul><ul><li> - alat-alat yang dipiliha harus sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok </li></ul><ul><li> - Alat yang dipilih harus tepat, memadai dan mudah digunakan </li></ul><ul><li> - Sesuai dengan batas kemampuan batas biaya </li></ul><ul><li>c. Petunjuk penggunaan alat peraga </li></ul><ul><li> - Tidak alat yang dianggap paling baik </li></ul><ul><li> - Alat-lat tertentu lebih tepat daripada yang lainberdasrkan jenis pengertian atau dalam hubungannya dengan tujuan </li></ul><ul><li> - Perlu diadakan persiapan yang seksama oleh guru dan siswa mengenai alat audiovisual. </li></ul><ul><li> - Siswa menyadari tujuan alat audiovisual dan merespon data yang diberikan. </li></ul>
  9. 9. Refleksi <ul><li>Guru memiliki peran yangb sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. </li></ul><ul><li>Hal ini menurut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas penggunaan metode mengajar, strategi belajar mengajar, maupun sikap mdan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar-mengajar. Guru berperan sebagai pengelola proses belajar-mengajar bertindak selaku fasilitator yang ber5usaha menciptakan kondisi belajar-mengajar yang efektif sehingga meningkatkan proses belajar-mengajar mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasi tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai. </li></ul>
  10. 10. BAB III BEBERAPA KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR <ul><li>Keterampilan Bertanya </li></ul><ul><li>Dalam proses belajar mengajar bertanya melainkan peran penting karena pertanyaan tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat pula akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu : </li></ul><ul><li>a. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatam belajar mengajar </li></ul><ul><li>b. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi atau dibicarakan. </li></ul><ul><li>c. Mengembangkan pola dan cara belajar aktif dari siswa sebab berpikir itu endiri sesungguhnya adalah bertanya. </li></ul><ul><li>d. Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik. </li></ul><ul><li>e. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas. </li></ul>
  11. 11. 2. Keterampilan memberikan penguatan <ul><li>Penguatan adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal maupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi sipenerima (siswa) ada perbuatannya sebagai suatu tindakan dorongan ataupun koreksi. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengajar atau membesarkan hati siswa agra mereka lebih giat berpartisifasi dalam interaksi belajar-mengajar. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Guru : “Coba kamu sebutkan salah satu sifat udara !” </li></ul><ul><li> “ Ya coba kamu, Irwan !” (sambil menunjuk) </li></ul><ul><li>Siswa : “Udara mempunyai bentuk seperti wadhnya, Bu !” </li></ul><ul><li>Guru : Bagus, itu jawaban yang tepat. Ibu senang mempunyai murid yang dapat menjawab dengan baik seperti kamu”. </li></ul><ul><li>3. Keterampilan mengadakan variasi </li></ul><ul><li>Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi balajar-mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan murid sehingga dalam situasi belajar-mengajar murid senatiasa menunjukan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi. </li></ul>
  12. 12. 4. Keterampilan menjelaskan Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan dalam pengajaran ialah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistemik untuk menunjukan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, misalnya antar sebab dan akibat, defiinisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampain informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dari kegiatan guru dalam interaksinya dengan siswa didalam kelas. <ul><li>5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran </li></ul><ul><li>Yang dimaksud dengan set induction ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar-mengajar untuk menciptakan prokondisi bagi murid agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. </li></ul><ul><li>Kegiatan membuka pelajaran tidak hanya dilakukan oleh guru pada awal pelajaran, tetapi juga pada awal setiap penggal kegiatan inti pelajaran yang diberikan selama pelajaran itu. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengemukakan tujuan yang akan dicpai, menarik perhatian siswa, memberi acuan dan membuat kaitan antara materi pelajaran yang telah dikuasai oleh siswa dengan bahan yang akan dipelajarinya. </li></ul>
  13. 13. 6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah. Pengertian diskusi kelompok dalam kegiatan belajar-mengajar tidak jauh berbeda dengan pengertian diatas. Diskusi kelompok merupakan suatu kegiatan yang harus ada dalam proses belajar-mengajar. Akan tetapi setiap guru dan calon guru mampu membimbing para siswanya untuk berdiskusi tanpa mengalami latihan. Oleh karena itu keterampilan ini perlu diperhatikan agar para guru dan calon guru mampu melaksanakan tugas ini dengan baik. <ul><li>7. Keterampilan mengelola kelas </li></ul><ul><li>Pengelolaan kelass adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar-mengajar. Dengan kata lain kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar-mengajar. </li></ul>
  14. 14. Refleksi <ul><li>Setelah membaca bab ini penulis menjadi tahu keterampilan-keterampilan mengajar (teaching skill) yang dapat melatih micro-teaching yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh praktikan atau calon guru sebelum melaksanakan praktik pengalaman lapangan (PPL) di lembaga pendidikan yakni di TK, SD, SLTP dan SMU. </li></ul><ul><li>Adapun keterampilan belajar sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Keterampilan bertanya </li></ul><ul><li>Keterampilan memberikan penguatan </li></ul><ul><li>Keterampilan mengadakan variasi </li></ul><ul><li>Keterampilan menjelaskan </li></ul><ul><li>Keterampilan membuka dan menurup pelajaran </li></ul><ul><li>Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil </li></ul><ul><li>Keterampilan mengelola kelas </li></ul>
  15. 15. BAB IV KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN <ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>Pendidikan dasar adalah bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional. Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang lamanya 9 tahun yang diselenggarakan selama 6 tahun di SD dan 3 tahun di SMP atau satuan pendidikan yang sederajat. </li></ul><ul><li>2. Penekanan Kurikulum Pendidikan Dasar </li></ul><ul><li>Penjabaran kurikulum pendidikan dasar 9 tahun disusun dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam bidang pendidikan dengan memperhatikan tahap perkembangan siswa dan kesesuaian dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. </li></ul><ul><li>3. Tujuan Pendidikan Dasar 9 tahun </li></ul><ul><li>Pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi, anggota masyarakat, warganegara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. </li></ul>
  16. 16. 4. Isi Program Pengajaran Isi kurikulum pendidikan dasar wajib memuat tentang sekurang-kurangnya bahan kajian dan pelajaran tentang pendidikan pancasila, pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, membaca dan menulis, matematika termasuk berhitung pengantar bisnis dan teknologi, ilmu bumi, sejarah nasional dan sejarah umum, kerajinan tangan dan kesenian pendidikan jasmani dan kesehatan, menggambar dan bahasa Inggris. <ul><li>5. Isi Kurikulum Pendidikan Dasar </li></ul><ul><li>Salah satu ciri kurikulum pendidikan dasar 9 tahun ini adalah adanya mata pelajaran “muatan lokal” berfungsi memberikan peluang untuk mengembangkan kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh sekolah atau daerah yang bersangkutan. </li></ul>
  17. 17. Refleksi <ul><li>Setiap warganegara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan serta kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan dan mendapatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang sekurang-kurangnya setara dengan tamatan pendidikan dasar. </li></ul><ul><li>Landasan pendidikan dasar 9 tahun adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang. </li></ul>
  18. 18. IDENTITAS PENULIS <ul><li>Nama : Teti Rohmawati </li></ul><ul><li>Kelas : 2 B PE </li></ul><ul><li>NIM : 20080211006 </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×