Your SlideShare is downloading. ×
Tugas Resensi Buku
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Tugas Resensi Buku

12,095
views

Published on


2 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,095
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
264
Comments
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS RESENSI BUKU
    • Disusun oleh:
    • Mela Komalasari
    • 20080210991
    • II.B
    • UNIVERSITAS KUNINGAN
    • FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    • PENDIDIKAN EKONOMI
  • 2. IDENTITAS BUKU Judul Buku : Belajar dan Pembelajaran 2 Pengarang : Sucianti, dkk Penerbit : UNIVERSITAS TERBUKA, Jakarta Tahun Terbit : 2007 Jumlah Halaman : 218 Halaman
  • 3. BAB I PRINSIP-PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
    • Secara lebih khusus, inti kurikulm adalah pengalaman belajar, bukan sekedar mempelajari mata pelajaran dan yang terpenting adalah memperoleh pengalaman kehidupan.
    • Dalam proses penjabarannya, suatu kurikulum tidak terlepas dari tujuan,isi,proses pembelajaran dan evaluasi. Fungsi kurikulum bagi guru adalah sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Langkah-langkah dalam mengembangkan kurikulum adalah :
    • menentukan tujuan
    • Menetapkan isi,
    • Merumuskan pembelajaran
    • Memberikan penilaian kurikulum.
  • 4.
    • Dasar-dasar pengembangan kurikulum yaitu :
    • Asas filosofis, berkenaan dengan filsafat dan tujuan pendidikan
    • Asas psikologis, berkenaan dengan psikologi belajar dan psikologi anak
    • Asas sosiologis, berkenaan dengan keadaan sosial budaya masyarakat
    • Asas organisator, berkenaan dengan bentuk organisasi kurikulum.
    • Prinsip-prinsip dalam mengembangkan kurikulum anatara lain :
    • Berorientasi pada tujuan,
    • Kontinuitas,
    • Fleksibilitas, dan
    • Integritas.
    • Lima hal yang harus dilakukan guru dalam mengembangkan kurikulum pada tingkat operasional adalah :
    • Mengembangkan Tujuan Instruksional Khusus atau Tujuan Pembelajaran khusus,
    • Mengembangklan cara/alat evaluasi,
    • Merumuskan masalah,
    • Menentukan bentuk kegiatan pembelajaran
    • Melaksanakan program
  • 5. REFLEKSI
    • Kurikulum merupakan pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Guru merupakan orang yang bertugas mengembangkan kurikulum untuk menghantarkan siswa mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu, seorang guru harus memahami prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum. Dengan memahami prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum, kita dapat menerapkan tujuan pendidikan sesuai dengan konsep dan teori. Kita juga dapat mengadakan variasi/improvisasi dalam pelaksanan kurikulum tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip dasar yang berlaku.
  • 6. BAB II KECERDASAN GANDA
    • Pada dasarnya semua orang cerdas, tergantung pada jenis intelegensi mana mereka mengasah kecerdasannya, karena semua orang memiliki struktur otak yang sama. Setiap jenis intelegensi tidak berdirii sendiri. Setiap jenis kecerdasan saling terkait satu sama lain.
    • Kecerdasan adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.
  • 7.
    • Cara baru dalam melihat kecerdasan adalah dengan mengidentifikasi pendekatan yang dilakukan dalam mempelajari isi/materi/subjek pelajaran. Jika orang mampu menggunakan intelegensi.kecerdasannya yang paling kuat maka mereka akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenagkan. Orang yang seperti ini yang dikatakan cerdas.
    • Prinsip kerja otak sama edengan prinsip kerja otot. Semakin banyak dilatih, semakin berkembang, semakin sedikit dilatih, semakin lemah kemampuannya.
    • REFLEKSI
    • Setiap individu memiliki tidak hanya satu jenis kecerdasan tetapi lebih yang disebut kecerdasan ganda. Artinya setiap orang jika dihadapkan pada satu masalah, ia memiliki sejumlah kemampuan untuk memecahkan masalah yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Kecerdasan bisa ditingkatkan dan jika suatu jenis kecerdasan ditingkatkan maka materi kecerdasan lain yang terkait akan ikut menigkat.
  • 8. BAB III MOTIVASI DALAM PEMEBELAJARAN
    • Dalam proses pembelajaran motivasi belajar siswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakan mesin. Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap keefektifan belajar siswa.
    • Peran guru sangat penting untuk mengelola motivasi belajar siswa dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secar individual.
  • 9.
    • Berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi dapat dijelaskan dengan menggunakan berbagai teori diantaranya : Maslow dengan hierarki kebutuhannya, kebutuhan untuk berprestasi, teori atribusi dan model ARCS. Berbagai faktor yang dijelaskan perlu dipahami dan dipertimbangkan dalam merancang kegiatan pembelajaran.
    • Usaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa memerlukan kondisi tertentu yang mengedepankan keterlibatan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Sejauh mungkin siswa perlu didorong untuk mampu menata belajarnya sendiri. Disamping itu, keterlibatan orang tua dalam belajar siswa perlu diusahakan, baik berupa perhatian dan bimbingan kepada anak di rumah maupun partisipasi secara individual dan kolektif terhadap sekolah dan sebagainya.
  • 10. REFLEKSI
    • Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Motivasi tidak saja berpengaruh terhadap hasil belajar, tetapi juga terhadap proses belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan terlihat aktif dalam pembelajaran sehingga akan mencapai hasil belajar yang optimal. Demikian pula siswa yang memiliki motivasi yang tinggi untuk terlibat dalam proses belajar selanjutnya.
  • 11. BAB IV BELAJAR MELALUI PENGALAMAN
    • Belajar melalui pengalaman mengacu pada proses belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam masalah atau materi yang sedang dipelajari. Berdasarkan konsep belajar melalui pengalaman, segala aktivitas kehidupan yang dialami individu merupakan sarana belajar yang dapat menciftakan ilmu pengetahuan.
  • 12.
    • Model “Action Research and Laboratory Training” yang dikemukakan oleh Lewin mengemukakan bahwa belajar, perubahan, dan pertumbuhan terjadi melalui penghayatam pengalaman sekarang-dan-di sini, yang diikuti oleh pengumpulan data dan observasi terhadap pengalaman serta analisis data. Hasil dari analisis data inilah yang digunakan untuk memperbaiki pengetahuan dan memilih pengalaman baru.
    • Piaget mengemukakan bahwa belajar merupakan siklus interaksi antara individu dengan lingkungan dengan unsur pokok terletak pada interaksi yang menguntungkan antara proses akomodasi konsep terhadap pengalaman nyata dengan proses amilisasi pengalaman terhadap konsep yang dimiliki.
  • 13.
    • Proses belajar melalui pengalaman mencakup 4 modus belajar adaptif, yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, koseptualisasi abstrak dan eksperimen aktif.
    • Dalam keempat modus belajar tersebut terdapat dua dimensi yang berbeda, yaitu penangkapan atau pemahaman pengalaman dan pengubahan atau pengolahan pengalaman.
    • Empat bentuk pengetahuan yang dihasilkan dari keempat modus belajar dengan dua dimensi tersebut adalah pengetahuan divergen, asimilatif, konvergen dan akomodatif.
    • Karakteristik belajar melalui pengalaman adalah sebagai berikut :
    • Belajar lebih dipersepsikan sebagai proses bukan hasil
    • Belajar adalah suatu proses yang berkesinambungan yang berpijak pada pengalaman,
    • Proses belajar menuntut penyelesaian antara modus-modus dasar untuk beradaptasi dengan lingkungan,
    • Belajar merupakan proses adaptasi terhadap dunia luar secara utuh
    • Belajar merupakan transaksi antara individu dengan lingkungan
    • Belajar merupakan proses menciftakan ilmu pengetahuan.
  • 14. REFLEKSI
    • Pengalaman adalah guru yang terbaik bagi seseorang. Ungkapan ini mengandung makna bahwa seseorang dapat belajar dari atau melalui pengalaman. Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran adalah bertambahnya pengetahuan siswa. Siswa akan bertambah pengetahuannya apabila siswa tersebut aktif dalam penemuan dan pembentukan pengetahuan.
  • 15. BAB V PERANAN LINGKUNGAN BELAJAR DAN GURU DALAM PEMBELAJARAN
    • Keadaan lingkungan fisik dan psiko-sosial sangat berpengaruh terhadap terciftanya proses pembelajaran yang efektif. Lingkungan fisik kelas yang mempengaruhi lancarnya pembelajaran adalah tatanan ruangan kelas dan isinya. Dalam menata ruang kelas guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip keleluasaan pandangan, kemudahan dalam mencapai, keluwesan, kenyamanan dan keindahan.
    • Perilaku guru yang dapat menunjang terciftanya hubungan antarsiswa yang baik di kelas antara lain adalah disukai oleh siswa, memiliki persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya, akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa, bersikap positif terhadap pertanyaan atau pendapat siswa, serta sabar, teguh dan tegas.
  • 16.
    • Dalam kegiatan pembelajaran guru dituntut untuk berperan sebagai pengajar dan sekaligus sebagai manajer. Kedua peran itu saling berkaitan.
    • Sebagai pengajar, guru dituntut untuk menciftakan kegiatan pemebelajaran yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembeljaran secara optimal. Untuk dapat melakukan perannya sebagai pengajar, guru harus :
    • Memiliki informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran,
    • Mampu menyampaikan informasi dengan tepat
    • Mampu mengarahkan kegiatan pembelajaran
    • Mampu menilai keberhasilan pembelajaran
    • Mampu membantu siswa mengatasi masalah yang dihadapinya
    • Mampu mengatur dan memonitor pelaksanaan pembelajaran
  • 17.
    • Sebagai manajer, guru dituntut untuk menciftakan situasi kelas yang kondusif bagi pembelajaran sehingga siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Agar siswa termotivasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, guru hendaknya :
    • Menunjukan sikap positif terhadap siswa
    • Memberikan tugas yang ermakna, menarik bagi siswa
    • Menunjukan semangat belajar
    • Menerapkan disiplin secara fleksibel
    • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan kelonpok
    • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan self-evaluation
    • Memberikan balikan positif terhadap hasil kerja siswa
    • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh kebanggaan dari hasil kerjanya.
    • Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan guru dalam melakukan kedua peran tersebut secara utuh.
  • 18. REFLEKSI
    • Salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa yang dapat dimanipulasi guru adalah lingkungan belajar. Dengan menata lingkungan belajar guru dapat menciftakan pembelajaran yang kondusif sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lingkungan belajar yang bersih dan rapi akan membuat guru mengajar dengan tenang dan menyenangkan. Hal ini juga berpengaruh terhadap proses belajar siswa, siswa akan belajar dengan tenang dan nyaman.
  • 19. BAB VI PERBAIKAN PEMBELAJARAN
    • Kegiatan remedial kegiatan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.Tujuan kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku.
    • Fungsi kegiatan remedial dalah :
    • Memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru
    • Meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya,
    • Menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa
    • Mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran,
    • Membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosila-pribadi.
    • Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu sisws yang disuga akan mengalami kesulitan; setelah kegiatan pembeljaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar; atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
  • 20.
    • Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa.
    • Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah :
    • Analisis hasil diagnosis kesulitan belajar
    • Menemukan penyebab kesulitan
    • Menyusun rencana kegiatan remedial
    • Melaksanakan kegiatan remedial
    • Menilai kegiatan remedial.
  • 21.
    • Kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
    • Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
    • Tugas yang dapat diberikan guru pada siswa yang mengikuti kegiatan pengayaan diantaranya adalah memberikan kesempatan menjadi tutor sebaya, mengembangkan latihan praktis dari materi yang sedang dibahas, membuat hasil karya, melakukan suatu proyek, membahas masalah.
    • Dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan, guru harus memperhatikan :
    • Faktor siswa, baik faktor minat maupun faktor psikologis lainnya,
    • Faktor manfaat edukatif,
    • Faktor waktu.
  • 22. REFLEKSI
    • Dari kegiatan diagnosis kesulitan belajar, guru akan menemukan siswa yang lambat dalam belajar dan siswa yang cepat dalam belajar. Untuk membantu siswa yang lambat belajar, guru merancang dan melaksanakan kegiatan remedial. Sedangkan bagi siswa yang cepat dalam belajar, guru hendaknya merancang dan melaksanakan kegiatan pengayaan.