Etika
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Etika

on

  • 1,063 views

tugas uas

tugas uas

Statistics

Views

Total Views
1,063
Views on SlideShare
1,044
Embed Views
19

Actions

Likes
1
Downloads
21
Comments
1

5 Embeds 19

http://amunzbsiscream.blogspot.com 13
http://amun.webnode.com 3
http://cms.amun.webnode.com 1
http://www.amunzbsiscream.blogspot.com 1
http://amunzbsiscream.blogspot.nl 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • semogaa bermanfaatt
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Etika Etika Presentation Transcript

  • CYBERCRIMEPENIPUAN JUAL BELI ALAT ELEKTRONIK MELALUI JARINGAN INTERNET
  • Ade WidiansyahAgus WaluyoDicky Firmansyah NurkhasanahAdityaTamun MunandarYulyana
  • • Bisnis online merupakan sebuah kegiatan bisnis yang dilakukan secara onlinedengan menggunakan perangkat komputer yang tersambung ke jaringan internet.Perangkat komputer ini bisa saja desktop, notebook, netbook, ataupunsmartphone. Intinya adalah kegiatan bisnis yang memanfaatkan jaringan internet.• Bisnis Online semakin marak bak jamur dimusim penghujan, tiap hari bermunculanberbagai macam tawaran bisnis dan penawaran produk secara online, baik melaluiSocial media seperti facebook, twitter, Google+ dan juga melalui Iklan di banyakhalaman website. Tidak bisa dipungkiri pertumbuhan pengguna internet sangatcepat di dunia, Milliaran orang memanfaatkan internet setiap hari, Ada yangsekedar untuk mencari hiburan dan eksis si jejaring sosial, namun juga banyak yangmemang mencari informasi yang dibutuhkan untuk pendidikan dan pekerjaan.• Hal ini membuka peluang bagi para penipu untuk melakukan modusnya.Dengan menjual barang barang dengan harga yang lebih murah daribarang aslinya membuat parah konsumen tergiur untuk melakukantransaksi.Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaEtika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Dengan banyaknya penipuan jual beli online yang terjadi diindonesia. Maka kali ini kita membahas beberapa hal yang berkaitandengan penipuan jual beli barang online yang diantara lainnya:•Modus Penipuan Jual Beli Barang Online di Indonesia•Hukum Bagi Penipuan Jual Beli Barang Online•Beberapa kasus yang telah tertangkap dalam Penipuan Jual BeliBarang OnlineBina Sarana InformatikaManajemen InformatikaEtika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • • Modus Penipuan Jual Beli Barang Online di indonesiaAda berbagai modus penipuan yang marak terjadi dalam bisnis jualbeli secara online. Berikut modus-modus penipuan jual beli online yangpatut kita waspadai :Pelaku kriminal biasanya mengaku berdomisili di Batam. Batammerupakan salah satu kota di Indonesia yang berbatasan langsung denganSingapura. Dengan mengaku berdomisili atau beralamat di Batam, makakhalayak akan percaya bahwa pelaku benar-benar menjual barang denganmurah karena bisa saja barang tersebut merupakan BM (Black Market) yangtidak dikenai bea import.Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaEtika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Mengaku jika memiliki saudara atau keluarga yang bekerja di beacukai. Ini modus yang sering dipakai oleh para pelaku cyber crime. Modusoperasinya biasanya dengan cara meng-hack id seseorang pada situsjejaring sosial. Kemudian mengaku jika memiliki saudara yang bekerja dibea cukai, sehingga bisa mendapatkan barang-barang tanpa bea import(hampir mirip dengan modus pertama).Pelaku kriminal hanya mencantumkan nomer Hand Phone (HP).Setelah berhasil meng-hack akun seseorang, lantas pelaku kriminalitasakan melakukan promosi berbagai barang dengan harga sangat murah.Pasti banyak yang tertarik sehingga pelaku selanjutnya mengarahkancalon korban untuk memesan barang-barang tersebut melalui inbox padasitus jejaring sosial (biasanya facebook). Dari sinilah pelaku akanmemberikan nomer HP yang bisa dihubungi. Jangan harap anda akanmendapatkan nomer HP teman anda, karena akun tsb sudah dikuasaihacker. Begitupun dengan yang memakai situs palsu.Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaEtika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Penggunaan nomer HP dipilih pelaku kriminalitas karena kartuperdana sangat mudah didapatkan, dan bisa gonta ganti kapan saja,sehingga sulit dilacak.Pelaku akan memamerkan berbagai bukti pengiriman barang. Iniadalah modus klasik para pelaku cyber crime. Pada situs palsu merekaatau akun jejaring sosial mereka (baik mereka bikin sendiri maupun meng-hack akun orang lain), akan mengupload bukti-bukti pengiriman barangdari berbagai jasa pengiriman. Ini dimaksudkan agar calon korban yakinbahwa pelaku benar-benar sering mengirimkan barang ke beberapapembeli.Sistem pembayaran melalui ATM atas nama berbagai nama. Ini jugapatut dicermati. Untuk memuluskan kriminalitas mereka, biasanya pelakuakan menawarkan berbagai kemudahan pembayaran. Kita bisamentransfer harga barang yang kita beli ke berbagai rekening bank,dengan nama berbeda-beda. Bahkan nama yang tercantum dalamrekening yang dimaksud, tidak ada nama pegawai yang nomer HPnya bisakita hubungi.Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaEtika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen Informatika• Hukum Bagi Penipuan Jual Beli Barang OnlineDi zaman sekarang ini banyak orang yang berbisnis, berdagang via online(Facebook, Twitter, dll.). Kalau seandainya ada kasus penipuan, contoh: sudah sepakatuntuk transaksi, begitu uang ditransfer ke rekening tertentu, tetapi barang tidak dikirim,diberikan, bisakah penjual barang tersebut dipidana? Bagaimana caranya?Langkah pertama melaporkannya kepada Aparat Penegak Hukum (“APH”) disertaibukti awal berupa data/informasi elektronik dan/atau hasil cetaknya. Jika kasustersebut ditindaklanjuti oleh APH dalam sebuah proses penyelidikan/penyidikan, makaAPH akan menelusuri sumber dokumen elektronik tersebut. Dalam praktiknya, biasanyapertama-tama APH akan melacak keberadaan pelaku dengan menelusuri alamatInternet Protocol (“IP Address”) pelaku berdasarkan log IP Address yang tersimpandalam server pengelola web site/homepage yang dijadikan sarana pelaku dalammelakukan penipuan.Apabila identitas penjual/pembeli yang diduga melakukan penipuan telahdiketahui, langkah APH selanjutnya adalah membuktikan secara teknisperbuatan tersebut. APH akan menyita semua Dokumen/InformasiElektronik yang diduga terkait perbuatan tersebut guna kepentinganpenyidikan sampai dengan persidangan.Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaPerlakuan hukum penipuan secara online pada prinisipnya sama denganpenipuan konvensional. Yang membedakan hanyalah pada sarana perbuatannyayakni menggunakan Sistem Elektronik (komputer, internet, perangkattelekomunikasi). Sehingga secara hukum, penipuan secara online dapatdiperlakukan sama sebagaimana delik konvensional yang diatur dalam KitabUndang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).Dasar hukum yang digunakan untuk menjerat pelaku penipuan saat iniadalah Pasal 378 KUHP, yang berbunyi sebagai berikut:"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau oranglain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu,dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkanorang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberihutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuandengan pidana penjara paling lama 4 tahun."Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaSedangkan, jika dijerat menggunakan UU No. 11 Tahun 2008tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”), maka pasalyang dikenakan adalah Pasal 28 ayat (1), yang berbunyi sebagaiberikut:(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkanberita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugiankonsumen dalam Transaksi Elektronik.Ancaman pidana dari pasal tersebut adalah penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar (Pasal 45 ayat[2] UU ITE). Lebih jauh, simak artikel Pasal Untuk Menjerat PelakuPenipuan Dalam Jual Beli Online. Untuk pembuktiannya, APH bisamenggunakan bukti elektronik dan/atau hasil cetaknya sebagaiperluasan bukti sebagaimana Pasal 5 ayat (2) UU ITE, di samping buktikonvensional lainnya sesuai dengan Kitab Undang-Undang HukumAcara Pidana (KUHAP). Bunyi Pasal 5 UU ITE:Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen Informatika1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknyamerupakan alat bukti hukum yang sah.(2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknyasebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sahsesuai dengan Hukum Acara yang berlaku di IndonesiaSebagai catatan, beberapa negara maju mengkategorikan secara terpisah delikpenipuan yang dilakukan secara online (computer related fraud) dalam ketentuankhusus cyber crime. Sedangkan di Indonesia, UU ITE yang ada saat ini belummemuat pasal khusus/eksplisit tentang delik “penipuan”. Pasal 28 ayat (1) UU ITEsaat ini bersifat general/umum dengan titik berat perbuatan “penyebaran beritabohong dan menyesatkan” serta pada “kerugian” yang diakibatkan perbuatantersebut. Tujuan rumusan Pasal 28 ayat (1) UU ITE tersebut adalah untukmemberikan perlindungan terhadap hak-hak dan kepentingan konsumen.Perbedaan prinsipnya dengan delik penipuan pada KUHP adalah unsur“menguntungkan diri sendiri” dalam Pasal 378 KUHP tidak tercantum lagi dalamPasal 28 ayat (1) UU ITE, dengan konsekuensi hukum bahwa diuntungkan atautidaknya pelaku penipuan, tidak menghapus unsur pidana atas perbuatan tersebutdengan ketentuan perbuatan tersebut terbukti menimbulkan kerugian bagi oranglain.Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaDasar hukum:1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht,Staatsblad 1915 No 73)2. Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.3. Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik.Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen Informatika• Beberapa kasus yang telah tertangkap dalam Penipuan Jual Beli Barang OnlinePenipuan Jual Beli Barang Online di Indonesia begitu marak. Akan tetapikasus yang terungkap tidaklah begitu banyak. Hal ini tejadi karena beberapa halyaitu:Korban Penipuan Jual Beli Barang Online lebih banyak tidak melaporkankepada pihak berwajib.Tidak adanya Barang Bukti Untuk Pelaku Penipuan Jual Beli Barang Onlinekarena tidak ada lapaoran dari Korban.Kesulitan jika web site/homepage tersebut pemiliknya berada di luarwilayah yurisdiksi Indonesia.Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaSeorang warga negara Indonesia diduga terlibat kasus penipuan terhadap seorang warga negaraAmerika Serikat melalui penjualan online. Kasus ini terungkap setelah Markas Besar Kepolisianmendapat laporan dari Biro Penyelidik Amerika Serikat. "FBI menginformasikan tentang adanyapenipuan terhadap seorang warga negara Amerika yang berinisial JJ, yang diduga dilakukan olehseorang yang berasal dari Indonesia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol Boy RafliAmar, di Mabes Polri, Kamis 11 Oktober 2012. Boy mengatakan seorang warga Indonesia itumenggunakan nama HB untuk membeli sebuah alat elektronik melalui pembelian online. "Jadi initransaksi melalui online, tetapi lintas negara. Jadi transaksinya dengan pedagang yang ada di luarnegeri, khususnya Amerika," kata Boy. Dalam kasus ini, kata Boy, Mabes Polri telah menetapkan satutersangka berinisial MWR. Dia memanfaatkan website www.audiogone.com yang memuat iklanpenjualan barang. Kemudian, kata Boy, MWR menghubungi JJ melalui email untuk membeli barangyang ditawarkan dalan website itu. "Selanjutnya kedua belah pihak sepakat untuk melakukantransakasi jual beli online. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer dana menggunakan kartukredit di salah satu bank Amerika," kata dia.Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaSetelah MWR mengirimkan barang bukti pembayaran melalui kartu kredit,maka barang yang dipesan MWR dikirimkan oleh JJ ke Indonesia. Kemudian,pada saat JJ melakukan klaim pembawaran di Citibank Amerika, tapi pihakbank tidak dapat mencairkan pembayaran karena nomor kartu kredit yangdigunakan tersangka bukan milik MWR atau Haryo Brahmastyo. "Jadi korbanJJ merasa tertipu, dan dirugikan oleh tersangka MWR," kata Boy. Dari hasilpenyelidikan, MWR menggunakan identitas palsu yaitu menggunakan KTPdan NPWP orang lain. Sementara barang bukti yang disita adalah laptop, PC,lima handphone, KTP, NPWP, beberapa kartu kredit, paspor, alat scanner,dan rekening salah satu bank atas nama MWRSD. Atas perbuatannya,tersangka dikenai Pasal 378 atau Pasal 45 ayat 2 junto Pasal 28 Undang-Undang nomor 11 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Selain itu, polrijuga menerapkan Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentangPencucian Uang. Selain itu, juga dikenakan pasal pemalsuan yaitu Pasal 378dan beberapa pasal tambahan Pasal 4 ayat 5, dan pasal 5 UU no 8 tahun2010. (VIVANEWS).Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen Informatika•KESIMPULAN1. Masih banyaknya orang terjebak dalam rayuan diskon atau hargamurah2. Masih lemahnya pengetahuan pembeli dalam membedakan situsresmi atau yang tidak mengandung unsur penipuan•SARANUntuk mencegah kita terkena tipuan dari penjual online kami memberi sarankepada calon pembeli untuk memperhatikan:1. Peranan penjual untuk menyakinkan terhadap pembeli bahwa barangyang mereka jual kita mengandung unsur penipuan.2. Peranan pembeli untuk lebih cermat dalam memilih situs mana sajayang sekiranya resmi atau tidak mengandung unsur penipuan.Etika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bina Sarana InformatikaManajemen InformatikaTERIMA KASIHEtika Profesi Teknologi Informasi & Komunikasi