Filsafat Pendidian menurut Pancasila

2,053 views

Published on

Education Philosophy according to Pancasila

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • Filsafat adalah sebuah konsep berpikir secara radikal. Terimakasih mas untuk slide nya. Kami juga sedang mencoba untuk berbagi artikel tentang pendidikan. Silahkan di kunjungi kami di Www.perahujagad.blogspot.Com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
2,053
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
57
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filsafat Pendidian menurut Pancasila

  1. 1. KONSEP FILSAFAT PENDIDIKAN MENURUT PANCASILA MUHAMMAD AGUS WIDIYANTO 13 / 358027 / PFI / 370
  2. 2. P A N C A S I L A 1. Dasar negara atau filsafat negara Indonesia. 2. Norma dasar dan norma tertinggi di dalam negara Republik indonesia. 3. Ideologi negara, ideologi nasional Indonesia. 4. Identitas dan karakteristik bangsa atau kepribadian nasional, yang perwujudannya secara melembaga, sebagai sistem negara Pancasila. 5. Jiwa dan kepribadian bangsa, pandangan hidup (keyakinan bangsa) yang menjiwai sistem kenegaraan dan kemasyarakatan Indonesia.
  3. 3. FILSAFAT PENDIDIKAN
  4. 4. ISI FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA
  5. 5. NILAI-NILAI DASAR
  6. 6. FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA (MENURUT NOTONAGORO) Pendidikan Filsafat dan Filsafat Pancasila merupakan pendidikan kepribadian manusia seluruhnya. Pendidikan Filsafat dan Filsafat Pancasila menimbulkan keseimbangan kepribadian antara unsurnya yang kerohanian, ketuhanan, dan kemanusiaan dengan unsurnya yang keahlian intelek dan kejuruan; membentuk manusia menjadi manusia bijaksana, yang dengan meningkatkan filsafat hidupnya, akan memiliki pandangan hidup dan cara hidup untuk hidup bahagia. Hal ini akan memungkinkan memperdalam cabang-cabang ilmu pengetahuan melalui filsafat khusus.
  7. 7. LANDASAN ONTOLOGIS •Jiwa – raga •Individu – sosial •Pribadi – makhluk Tuhan EPISTEMOLOGIS Sebagai dasar untuk : •Memperoleh pengetahuan. •Keterampilan. •Keahlian. •sikap. AKSIOLOGIS Terjelma melalui : •Kebijakan Sistem Pendidik an Nasional. •Perundangundangan. •Penguasaan ilmu dan teknologi.
  8. 8. TABIAT SALEH
  9. 9. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Diatur dalam UU No. 20 th 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang disahkan 8 Juni 2003.
  10. 10. PRINSIP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
  11. 11. JALUR, JENJANG, DAN JENIS PENDIDIKAN
  12. 12. NO 1. Jenjang Pendidikan Formal JENJANG Pendidikan Dasar PENGERTIAN BENTUK jenjang pendidikan yang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah melandasi jenjang (MI) atau sederajat serta Sekolah Menengah pendidikan menengah. Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), sederajat. Pendidikan Merupakan lanjutan Pendidikan menengah umum [Sekolah Me Menengah 2. pendidikan dasar. nengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) ] dan pendidik an menengah kejuruan [ Seko -lah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) ], sederajat. 3. Pendidikan tinggi merupakan jenjang Diploma, sarjana, magister, spesialis, dan pendidikan setelah doktor yang diselenggarakan oleh perguruan pendidikan menengah tinggi.
  13. 13. Fungsi Pendidikan Nonformal
  14. 14. Satuan Pendidikan Nonformal
  15. 15. Pendidikan Anak Usia Dini
  16. 16. Pendidikan Kedinasan
  17. 17. Pendidikan Keagamaan
  18. 18. Pendidikan Jarak Jauh
  19. 19. BAHASA PENGANTAR
  20. 20. Pendidikan Khusus Dan Pendidikan Layanan Khusus
  21. 21. WAJIB BELAJAR
  22. 22. STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Dilaksanakan oleh suatu badan standarisasi, penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan.
  23. 23. KURIKULUM
  24. 24. MUATAN KURIKULUM
  25. 25. Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
  26. 26. Hak Pendidik Dan Tenaga Kependidikan 1. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai. 2. Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja. 3. Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. 4. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual. 5. Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.
  27. 27. Kewajiban Pendidik Dan Tenaga Kependidikan 1. Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. 2. Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan. 3. Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
  28. 28. Sarana Dan Prasarana Pendidikan
  29. 29. Pendanaan Pendidikan
  30. 30. Pendanaan Pendidikan Ditentukan Berdasarkan
  31. 31. KESIMPULAN Eklektik-inkorporatif, suatu metode pengadopsian ajaran filsafat asing untuk diintegrasikan dengan distem filsafat pancasila, yang didalamnya terdapat filsafat pendidikan pancasila. Dalam mengadaptasikan ajaran tersebut harus mempertimbangkan kecocokan dan keselarasan dengan nilai-nilai yang sudah ada, sehingga dapat harmonis dengan nilai yang telah ada. Sehingga secara ontologis, epistemologis dan secara axiologis pandangan filsafat asing tersebut tidak boleh merubah secara hakiki nilai dasar sistem filsafat bangsa Indonesia.
  32. 32. MARI DISKUSI .. !

×