Your SlideShare is downloading. ×
5 periode prenatal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

5 periode prenatal

17,873
views

Published on


1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
17,873
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
472
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERKEMBANGAN MASA INTRAUTERINE ( PRENATAL ) PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
  • 2. Konsepsi dan Awal Kehidupan
    • Periode Prenatal (masa sebelum lahir) adalah
    • Periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika ovum wanita dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu.
    • Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan kelender atau sekitar 270-280 hari sebelum lahir.
    (Adaptasi Desmita 2008 dan Hurlock 1980) PERIODE PRENATAL
  • 3. Ciri-ciri Periode Prenatal:
    • Pada saat ini sifat-sifat bauran,
    • Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangannya bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang,
    • Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondisi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya,
    • Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode prenatal dibandingkan periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu,
    • Periode prenatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis,
    • Periode prenatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap pada diri individu yang baru diciptakan.
    (Elizabeth 1980)
  • 4. Bagaimana kehidupan dimulai?
    • Bersatunya sel seks pria dan sel seks wanita yang dikembangkan
    • dalam alat-alat produksi (gonad).
    • Sel seks pria (spermatozoa/ spermatozoon) di produksi dalam gonad pria testes,
    • Sedangkan sel-sel seks wanita yaitu telur-telur (ovum/ova) diproduksi dalam gonad wanita, yaitu indung telur (ovarium)
  • 5. Kelanjutan bagaimana kehidupan dimulai?
    • Sel-sel seks pria dan wanita mengandung kromosom . Setiap sel yang matang mempunyai 23 kromosom , dan tiap-tiap kromosom mengadung gen yaitu pembawa keturunan.
    • Gen adalah partikel yang ditemukan dengan kombinasi gen-gen lain dalam bentuk menyerupai benang di dalam kromosom. Diperkirakan terdapat sekitar 3.000 gen di dalam setiap kromosom yang diturunkan orang tua kepada keturunannya.
  • 6. Kelanjutan bagaimana kehidupan dimulai?
    • Dua hal penting yang berbeda antara sel-sel seks pria dan wanita:
      • Di dalam telur yang matang terdapat 23 kromosom yang berpasangan, sedangkan di dalam spermatozoon terdapat 22 kromosom yang berpasangan dan 1 kromosom yang tidak berpasangan, yang mungkin berbentuk kromosom X atau kromoson Y,
      • Jumlah persiapan tahap-tahap perkembangan yang dilalui sebelum sel-sel itu siap untuk memproduksi seorang manusia baru.
  • 7. Kelanjutan bagaimana kehidupan dimulai?
    • Tahap permulaan perkembangan sel-sel seks pria melalui 2 tahap:
      • Pematangan,
      • Pembuahan.
    • Tahap permulaan perkembangan sel-sel seks wanita melalui 3 tahap:
      • Pematangan,
      • Ovulasi,
      • Pembuahan.
    (Elizabeth 1980)
  • 8. Gambar Skematis mengenai sistem produksi wanita yang menunjukkan bagaimana terjadinya pembuahan
  • 9. Gambar janin di dalam kandungan
  • 10. Periode prenatal dibagi 3 tahap:
    • Tahap Germinal (germinal stage)
    • Tahap Embrio (embriyonis stage)
    • Tahap Janin (fetus stage)
    • Apa yang dimaksud dengan ketiga tahap ini?
  • 11. Periode prenatal dibagi 3 tahap:
    • Tahap Germinal (germinal stage)
      • Tahap ini disebut juga dengan periode zigot , ovum atau periode nuthfah , adalah periode awal kejadian manusia. Periode ini berlangsung kira-kira 2 minggu pertama dari kehidupan, yakni sejak terjadinya pertemuan antara sel sperma laki-laki dengan sel telur (ovum) perempuan, yang dinamakan dengan “pembuahan” (fertilization). Saat itu sel sperma pria bergabung dengan sel telur wanita (ovum) dan menghasilkan satu bentuk sel baru yang disebut zigot (zigote) .
  • 12. Periode prenatal dibagi 3 tahap:
    • Tahap Embrio (embriyonis stage)
      • Tahap ini dalam psikologi Islam disebut dengan tahap ‘alaqah , segumpalan darah yang membeku. Tahap ini dimulai dari 2 – 8 minggu setelah pembuahan, yang ditandai dengan banyaknya perubahan pada semua organ utama dan sistem-sistem fisiologis. Tetapi karena ukuran panjangnya hanya sekitar 1 inci, maka bagian-bagian tubuh embrio itu belum sepenuhnya berbentuk tubuh orang dewasa akan tetapi merupakan manusia dalam bentuk kecil.
  • 13. Periode prenatal dibagi 3 tahap:
    • Tahap Janin (fetus stage)
      • Tahap ini dalam psikologi Islam disebut periode mudhghah . Periode ini dimulai dari usia 9 minggu – lahir. Setelah sekitar 8 minggu kehamilan, embrio berkembang menjadi sel-sel tulang. Dalam periode ini ciri-ciri fisik orang dewasa secara lebih prporsional mulai terlihat.
      • Menurut psikologi Islam setelah janin dalam kandungan genap berumur 4 bulan, maka ditiup ruh ke dalam janin tersebut. Bersamaan dengan ini juga ditentukan hukum-hukum perkembangannya, seperti masalah-masalah yang berhubungan dengan tingkah laku (sifat, karakter, dan bakat), kakayaan, batas usia, dan lain-lain.
    (Desmita, 2008)
  • 14. PENTINGNYA KEHAMILAN
    • Penentuan Sifat Bawaan
    • Penentuan Jenis Kelamin
    • Penentuan Jumlah Anak
    • Penentuan urutan anak
  • 15. PENTINGNYA KEHAMILAN 1. Penentuan Sifat Bawaan?
    • Penentuan sifat bawaan dimulai pada waktu pembuahan, yang diperoleh dari kedua orang tua, karena sifat bawaan ini ditentukan satu kali saja untuk seluruh kehidupan seseorang pada saat kehamilan .
  • 16. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal, yaitu:
    • Faktor keturunan membatasi sejauh mana individu dapat berkembang. Kalau kondisi-kondisi sebelum dan sesudah lahir menguntungkan, dan kalau seseorang mempunyai dorongan yang sangat kuat, ia dapat mengembangkan sifat-sifat fisik dan mental yang diwarisnya sampai batas maksimumnya, tetapi tidak dapat berkembang lebih jauh lagi,
  • 17. Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam dua hal, yaitu:
    • Bahwa sifat bawaan sepenuhnya merupakan masalah kebetulan: tidak ada cara tertentu untuk mengendalikan jumlah kromosom dari pihak ibu atau ayah yang akan diturunkan kepada anaknya
  • 18. 2. Penentuan Jenis Kelamin
    • Penentuan jenis kelamin terjadi pada saat pembuahan. Jenis kelamin tergantung pada jenis spermatozoa yang menyatu dengan ovum.
    • Sel telur atau ovum wanita yang matang mengandung kromosom X, sedangkan spermatozoa pria mengandung kromosom X dan sebuah kromosom Y.
  • 19. 2. Penentuan Jenis Kelamin
    • Bila telur wanita yang mengandung kromosom X bersatu dengan sperma pria yang mengandung kromosom Y, hasilnya menjadi kombinasi kromosom XY , yang akan menghasilkan jenis kelamin pria .
    • Bila spermatozoa yang mengandung kromosom X bersatu dengan ovum, hasilnya menjadi kombinasi kromosom XX, ini menghasilkan jenis kelamin wanita.
  • 20. 3. Penetuan Jumlah Anak
    • Pada umumnya dalam peristiwa kelahiran hanya satu anak yang dilahirkan, namun sering juga terjadi kelahiran kembar, baik kembar dua, tiga, empat, maupun kembar lima atau lebih.
    • Apabila ovum yang matang dibuahi oleh satu spermatozoon hasilnya adalah satu anak , kecuali terjadi bila telur yang telah dibuahi (zygote) membelah menjadi dua bagian atau lebih yang terpisah selama tahap-tahap permulaan pembelahan sel, maka akan menghasilkan kembar identik dua, tiga atau lebih .
  • 21. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Kelambatan perkembangan
    • Perkembangan fisik
    • Perkembangan mental
    • Perkembangan sosial
    • Perkembangan kepribadian
    • Perilaku yang mengundang masalah
  • 22. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Kelambatan perkembangan
      • Anak kembar cenderung mengalami kelambatan perkembangan fisik, mental, motorik, dan berbicara dibandingkan anak-anak yang tunggal pada usia yang sama. Kelambatan dalam perkembangan motorik dan bicara mungkin disebabkan karena kerusakan otak atau kelahiran sebelum waktunya, tetapi lebih banyak karena terlalu dilindungi oleh orang tua.
  • 23. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Perkembangan fisik
      • Anak-anak kembar cenderung lebih kecil dibandingkan anak tunggal, hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa mereka belum cukup matang. Mereka juga lebih sering menderita kerusakan otak dan cacat fisik lainnya dibandingkan dengan anak tunggal.
  • 24. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Perkembangan mental
      • Persamaan mental antara kembar lebih banyak, dan keadaan ini terus berlangsung sampai usia tua. Seperti bakat musik dan artistik.
  • 25. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Perkembangan Sosial
      • Anak kembar cenderung bersaing untuk memperoleh perhatian orang dewasa, cenderung saling meniru perilaku.
  • 26. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Perkembangan Kepribadian
      • Banyak anak kembar mengalami kesulitan dalam mengembangkan identitas pribadi.
      • Anak kembar yang lain menikmati hubungan kekembaran yang erat dan mereka senang atas perhatian yang mereka peroleh sebagai akibat dari penampilan mereka yang sama.
      • Keadaan ini menimbulkan rasa puas diri dan percaya diri
  • 27. Beberapa ciri umum anak kembar
    • Perilaku mengundang masalah
      • Menurut penelitian yang dilaporkan perilaku yang mengundang masalah lebih banyak terdapat pada anak kembar dari pada anak tunggal. Ini disebabkan oleh perlakuan terhadap anak kembar, baik di rumah maupun di luar rumah, dan juga karena adanya persaingan yang lebih besar.
  • 28. 4. Penentuan Urutan Anak
    • Beberapa ciri umum sehubungan dengan posisi urutan anak
      • Anak pertama
        • Berperilaku secara matang karena berhubungan dengan orang-orang dewasa dan karena diharapkan memikul tanggung jawab,
        • Benci terhadap fungsinya sebagai teladan bai adik-adiknya sebagai pengasuh mereka,
        • Sering tidak bahagia karena adanya perasaan kurang aman yang timbul dari berkurangnya perhatian,
        • Kurang agresif dan kurang berani karena perlindungan orang tua yang berlebihan,
        • Mempunyai perasaan kurang aman dan perasaan benci sebagai akibat dari lahirnya adik yang sekarang menjadi pusat perhatian.
  • 29. Beberapa ciri umum sehubungan dengan posisi urutan anak
    • Anak tengah
      • Belajar mandiri dan bertualang,
      • Menjadi benci atau berusaha melebihi perilaku kakaknya yang lebih diunggulkan,
      • Tidak menyukai keistimewaan yang diperoleh kakaknya,
      • Bertingkah dan melanggar peraturan untuk menarik perhatian orang tua,
      • Mengembangkan kecenderungan menjadi bos,
      • Mengembangkan kebiasaan untuk tidak berprestasi tinggi,
      • Mempunyai tanggung jawab yang sedikit,
      • Terganggu oleh perasaan-perasaan diabaikan oleh orang tua,
      • Mencari persahabatan dengan temen-temen diluar rumah.
  • 30. Beberapa ciri umum sehubungan dengan posisi urutan anak
    • Anak bungsu
      • Cenderung keras dan banyak menuntut,
      • Tidak banyak memiliki rasa benci dan aman,
      • Cenderung ketergantungan dan kurangnya rasa tanggung jawab,
      • Cenderung tidak berprestasi tinggi,
      • Kurangnya kemauan memikul tanggung jawab,
      • Cenderung merasa bahagia
  • 31. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Prenatal
    • Kesehatan Ibu
    • Gizi Ibu
    • Pemakaian bahan-bahan kimia oleh Ibu
    • Keadaan dan ketegangan emosi Ibu
  • 32. Bahaya fisik yang umum selama periode prenatal
    • Periode Zigot
      • Kelaparan
      • Kurangnya persiapan uterine
      • Implantasi ditempat yang salah
    • Periode Embrio
      • Keguguran
      • Ketidakteraturan perkembangan
    • Periode Janin
      • Keguguran
      • Prematur
      • Komplikasi pada saat melahirkan
      • Ketidakteraturan perkembangan
  • 33. Beberapa sikap kurang menyenangkan yang umum kepada anak yang belum lahir
    • Anak yang tidak diinginkan
    • Tidak menghendaki anak pada saat ini
    • Lebih menyukai anak dengan jenis kelamin tertentu
    • Konsep anak impian
    • Tidak menginginkan anak-anak kembar
    • Menginginkan pengguguran atau aborsi
    • Penghinaan kepada anak
  • 34. Sekian dan Terima Kasih Wassalam