Your SlideShare is downloading. ×
0
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Restu Kurikulum
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Restu Kurikulum

4,396

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,396
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
89
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. IDENTITAS BUKU Judul Buku : Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifistik Pengarang : Trianto, S.Pd, M.pd Penerbit : Prestasi pustaka publisher Halaman : 170
  • 2. BAB I MODEL PEMBELAJARAN DAN TEORI BELAJAR YANG MENDUDKUNGNYA <ul><li>Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dll. </li></ul><ul><li>Adapun soekamto, dkk (dalam Nurulwati, 2000:10) mengemukakan maksud daro model pembelajaran adalah : kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganissikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. </li></ul>
  • 3. Arends (2001 : 247) menyeleksi enam model pengajaran yang sering dan praktis digunakan guru dalam mengajar yaitu presentasi, pengajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah dan diskusi dikleas. Arends dan pakar model pembelajaran yang lain berpendapat bahwa tidak ada satu model pembelajaran yang paling baik diantara yang lainnya karena masing-masing model pembelajaran dapat dirasakan baik, apabila telah diuji cobakan untuk materi pelajaran tertentu. <ul><li>B. Teori-teori Belajar Modern yang Melandasi Model Pembelajaran </li></ul><ul><li>Teori belajar konstruktivisme </li></ul><ul><li>Teori perkembangan kognitif piaget </li></ul><ul><li>Metode pengajaran John Dewey </li></ul><ul><li>Teoti pemrosesan Informasi </li></ul><ul><li>Teori belajar bermakna David Ausubel </li></ul><ul><li>Teori pembelajaran sosial vygostky </li></ul><ul><li>Teori penemuan Jerome Brunner </li></ul>
  • 4. Refleksi <ul><li>Didalam menyampaikan materi ada baiknya guru menggunakan model-model pembelajaran yang inofatif. Namun guru juga harus sudah memahami model-model tersebut. </li></ul><ul><li>Karena dengan memahami dan menguasai model pembelajaran maka seorang guru akan merasakan adanya kemudahan didalam pelaksanaan pembelajaran dikelas, sehingga tujuan pembelajaran yang hendak kita capai dalam proses pembelajaran dapat tercapai dan tuntas sesuai yang diharapkan. </li></ul>
  • 5. BAB II MODEL PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTIO) <ul><li>Pengertian dan Ruang Lingkup Pengajaran Langsung </li></ul><ul><li>Model pengajaran langsung adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan oengetahuan prosedural yang terstruktur dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selngkah (Arends, 1997). </li></ul><ul><li>Pengajaran langsung memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang sangat hati-hati di pihak guru, agar efektif pengajaran langsung maensyaratkan tiap detil keterampilan atau didefinisikan secara seksama dan demonstrasi serta jadwal pelatihan dilaksanakan secara seksama. </li></ul>
  • 6. B. Langkah-langkah Pembelajaran Model Pengajaran Langsung <ul><li>Menyampaikan tujuan dan menyiapkan siswa </li></ul><ul><li>Menyampaikan tujuan </li></ul><ul><li>Menyiapkan siswa </li></ul><ul><li>Presentasi dan demonstarsi </li></ul><ul><li>Mencapai kejelasan </li></ul><ul><li>Melakukan demonstarsi </li></ul><ul><li>Mencapai pemahaman dan penguasaan </li></ul><ul><li>Berlatih </li></ul><ul><li>Memberikan latihan tertimbang </li></ul><ul><li>Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan latihan mandiri </li></ul>
  • 7. Refleksi Model pengajaran langsung ini dapat berbentuk ceranah, pelatihan atau praktek dan kerja kelompok pengajaran langsung ini digunakan untuk menyampaikan pelajaran yang ditransformaiskan langsung oleh guru kepada siswa. Model ini menurut saya tidak akan membuat siswa merasa jenuh, selagi guru yang menyampaikan materi bisa mengelola kelas secara efektif dan efesien dan menjamin keterlibatan siswa terutama melalui memperhatikan, mendengarkan dan tanya jawab yang terencana
  • 8. BAB III PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) <ul><li>Ruang Lingkup Pembelajaran Kooperatif </li></ul><ul><li>Pembelajaran yang bernaung dalam teori konstruktivis adalah kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. </li></ul><ul><li>Pembelajaran kooperatif merupakan sebauh kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama (Eggen and Kaucthak 1996 : 279), pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningaktkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membaut keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar belakangnya. Jadi dalam pembelajaran kooperatif siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. </li></ul><ul><li>B. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif </li></ul><ul><li>Menyampaikan tujuan dan meotivasi siswa </li></ul><ul><li>Menyajikan Informasi </li></ul><ul><li>Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif </li></ul><ul><li>Evaluasi </li></ul>
  • 9. Refleksi <ul><li>Model pembelajaran ini bagus untuk merangsang keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar baik dalam meupun luar kelas. Karena dalam model ini siswa dituntut untuk belajar berkelompok yang terdiri dari beberapa orang siswa, otomatis secara rutin siswa bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah yang komplek. Hal ini dimaksudkan agar siswa aktif dalam proses berfikir dan belajar. </li></ul>
  • 10. BAB IV PENGAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) <ul><li>Pengertian dan Ruang Lingkup </li></ul><ul><li>Menurut Dewey (dalam sudjana 2001:19) belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dengan respon, merupakan hubungan antara dau arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa banruan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dianalisa serta dicari pemecahannya dengan baik. </li></ul><ul><li>Pengajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru untuk memberikan informasi sebanyak-banykanya kepada siswa. Hal penting yang harus diketahui adalah bahwa guru memiliki seperangakt aturan yang jelas supaya pembelajaran dapat berlangsung tertib tanpa gangguan, dapat menangani perilaku siswa yang menyimpang secara cepat dan tepat, juga perlu memiliki panduan mengenai begaimana mengelola kerja kelompok. </li></ul>
  • 11. B. S intaks Pengajara n Berdasarkan Masalah <ul><li>Orientasi siswa pada masalah </li></ul><ul><li>Mengorganisasi siswa pada masalah </li></ul><ul><li>Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok </li></ul><ul><li>Mengembangkan dan menyajikan hasil karya </li></ul><ul><li>Menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah </li></ul><ul><li>Refleksi </li></ul><ul><li>Menurut saya pengajaran berdasarkan masalah ini merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berfikir bagi siswa dengan baik. Pembelajaran ini membantu siswa memproses informasi yang ada dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri pembelajaran ini sangat cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks. </li></ul>
  • 12. BAB V PEMBELAJARAN MODEL DISKUSI <ul><li>Dalam pembelajaran diskusi mempunyai arti suatu situasi dimana guru dengan siswa atau siswa dengan siswa yang lain saling bertukar pendapat secara lisan, saling berbagi gagasan dan pendapat. </li></ul><ul><li>Berdasarkan pengertian tersebut pemanfaatan diskusi oleh guru mempunyai arti untuk memahami apa yang ada didalam pemikiran siswa dan bagaimana memproses gagasan dan informasi yang diajarkan melalui komunikasi yang terjadi selama pemeblajaran berlangsung baik antara siswa maupun komunikasi guru dengan siswa. </li></ul><ul><li>Dukungan teoritis pembelajaran diskusi kelas berasal dari bidang ilmu bahasa, proses komunikatif,dan pola pertukaran gagasan. Studi ini meluas kepada setiap setting dimana khalayak berkumpul bersama. Salah satu aspek diskusi kelas adalah kepuasan untuk mengembangkan pertumbuhan kognitif. Aspek yang lain adalah kemampuan untuk menghubungkan dan menyatukan aspek kognitif dan aspek sosial pembelajaran. </li></ul>
  • 13. Langkah-langkah Guna Menyelesaikan Diskusi <ul><li>Menyampaikan tujuan </li></ul><ul><li>Mengarahkan diskusi </li></ul><ul><li>Menyelenggarakan diskusi </li></ul><ul><li>Mengakhiri diskusi </li></ul><ul><li>Melakukan tanya jawab singkat tentang proses diskusi itu </li></ul><ul><li>Refleksi </li></ul><ul><li>Model pembelajaran diskusi ini membantu siswa dalam berfikir aktif, menetapkan pola partisifasi dan secara konsekuen, memiliki dampak besar terhadap manajemen kelas. Pembicaraan anatar guru dan para siswanya menjadikan banyak ikatan sosial sehingga kelas menjadi hidup bersama. Tidak hanya itu, diskusi juga memberikan kesempatan untuk menggunakan pikiran, tetapi bila dikerjakan dengan tepat, membantu siswa membentuk suatu sikap positif terhadap cara berfikir. </li></ul>
  • 14. IDENTITAS PENULIS Nama : Restu Rahayu Kelas : 2 B PE NIM : 20080211037

×