Eeenniii
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Eeenniii

on

  • 1,208 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,208
Views on SlideShare
1,208
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
21
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Eeenniii Eeenniii Presentation Transcript

  • IDENTITAS BUKU Judul Buku : Pengembangan Kurikulum di Sekolah Nama Pengarang : Drs. H.Muhammad Aci.M.pd Penerbit : “Sinar baru” Kota Terbit : Bandung Jumlah Halaman : 138
  • BAB I BAGAIMANA PANDANGAN TENTANG KURIKULUM Sosok kurikulum yang dijadikan panduan pelaksanaan pendidikan yaitu bahwa keberadaan kurikulum adalah rencana tentang jenis pengalaman belajar yang diharapkan dapat diperoleh siswa selama mengikuti pendidikan disekolah itu. Pada hakekatnya kurikulum adalah suatu rencana yang menjadi panduan dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Keterkaitan antara kurikulum dan Pengajaran Kurikulum & pengajaran sangat berkaitan satu sama lain, tanpa rencana belajar (kurikulum yang baik), pelaksanaan pengajaran yang efektif hampir sulit dicapai demikian pula sebaik-baiknya rencana belajar/kurikulum yang disusun tanpa pelaksanaan dalam pengajaran maka upaya pengajaran itu kurang berarti. Kurikulum tanpa pengajaran tidak akan membawa hasil pendidikan yang nyata pada siswa, sedangkan pengajaran tanpa kurikulum dapat merupakan satu kegiatan yang tidak searah dan tidak terencana.
  • Konsep Kurikulum
    • Humanistis
    • Memandang kurikulum sebagai alat untuk mengembangkan diri setiap individu siswa, anjuran kurikulum seharusnya menekankan pada segi perkembangan pribadi integrasi, dan otonomi individu melahirkan bentuk kurikulum yang berpusat pada anak.
    • Rekontruksi Sosial
    • Menekankan pentingnya kurikulum sebagai alat untuk melakukan rekontruksi (penyususnan kembali corak kehidupan dan kebudayaan masyarakat).
    • Teknologi
    • Adalah suatu pendekatan sistem dalam memecahkan masalah-masalah peraktis dalam kehidupan. Konsep ini menekankan pada perancangan sistem belajar mengajar berdasarkan pendekatan sistem.
    • Akademis
    • Melahirkan bentuk-bentuk kurikulum yang berientasi pada mata pelajaran.
  • Refleksi
    • Kurikulum merupakan suatu rencana yang dijadikan panduan dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Jadi sudah jelas bahwa kurikulum sangat penting dalam prosses pendidikan agar tercapai tujuan/cita-cita pendidikan yang ada di Indonesia khususnya pendidikan di tiap-tiap sekolah yang ada diseluruh Indonesia. Jika dalam suatu sekolah tidak ada kurikulum maka proses belajar tidak akan maksimal hasilnya.
  • BAB II LANDASAN-LANDASAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
    • Pendidikan di Indonesia diarahkan untuk mewujudkan cita-cita nasional, menjadikan bangsa Indonesia pancasila. Lapisan tentang pancasila itu sendiri disesuaikan dengan pedoman resmi, yaitu pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila (P4) sebagaimana telah dicetuskan oleh MPR dalam surat keputusan nomor II/MPR/1978, melalui penyelenggaraan sistem pendidikan nasional uapaya mewujudkan cita-cita itu dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku untuk seluruh sekolah.
    • Kurikulum yang disusun pemerintah untuk digunakan oleh sekolah-sekolah disebut dengan kurikulum resmi (kurikulum ideal)yaitu rencana belajar tertulis, biasnya sesuatu yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan atau suatu harapan.
  • Landasan Konseptual dalam Pengembangan Kurikulum Kurikulum pada dasarnya merupakan rencana belajar dalam menyususn rencana belajar ini ide-ide si perancang sangat berpengaruh terhadap kurikulum itu sendiri oleh sebab kurikulum resmi itu disusun secara nasional, maka ide-ide siperancang yang tertuang didalamnya disesuaikan dengan kondisi dan situasi sekolah yang akan melaksanakan kurikulum itu. Refleksi Dalam mewujudkan proses pendidikan di sekolah-sekolah diIndonesia perlu didukung dengan adanya kurikulum-kurikulum yang baik yang memenuhi prosedur-prosedur pendidikan yang dibutuhkan dan ditunjang dengan guru yang profesional. Maka dari itu antara kurikulum belajar dengan guru yang profesional itu sangat berkaiatan erat satu sama lain demi tercapainya proses pendidikan yangb baik yang dibutuhkan oleh sekolah-sekolah dan merupakan cita-cita bangsa. Jika salah satu antara kurikulum dengan guru profesional tidak sejalan maka akan menghambat proses pendidikan atau hasil belajar siswa tidak akan maksimal.
  • BAB III PROSEDUR PENGEMBANGAN KURIKULUM
    • 3.1 Rancangan Bangun Kurikulum
    • Kurikulum berisi :
      • Komponen tujuan
      • Komponen isi/bahan/ pengalaman belajar
      • Komponen organisasi pengalaman belajar/ metode
      • Komponen evaluasi (sasaran)
      • Evaluasi terhadap hasil/produk kurikulum berevaluasi terhadap proses kurikulum
    Tujuan Organisasi Isi/bahan Evaluasi
  • Komponen kajian suatu sistem Masukan input adalah bahan mentah yang akan diolah. Proses adalah kegiatan-kegiatan dalam mengolah masukan sehingga diperoleh hasil tertentu. Keluaran adalah hasil yang diperoleh sebagaimana direncanakan sesuai dengan tujuan isi kurikulum, pengalaman belajar yang direncanakan dimiliki oleh siswa sesuai dengan tujuan. Tujuan merupakan gambaran tentang hasil akhir sebagai arah yang akan dituju dari suatu kegiatan. Isi kurikulum merupakan pengalaman belajar yang diperoleh siswa dari sekolah menjadi isi kurikulum. Masukan (Input) Proses Keluar (Output) Anak sebelum mengikuti proses pendidikan Balikan proses pendidikan pelaksanaan kurikulum Anak setelah mengikuti proses pendidikan
  • Tujuan merupakan gambaran tentang hasil akhir sebagai arah yang akan dituju dari suatu kegiatan. Isi kurikulum merupakan pengalaman belajar yang diperoleh siswa dari sekolah menjadi isi kurikulum. Rancang bangunan sistem dalam pengembangan kurikulum Rancang bangunan sistem merupakan suatu rancangan atau pola umum dalam mengembangkan suatu sistem.
  • Refleksi
    • Antara kurikulum pendidkan disekolah satu dengan sekolah yang lain akan berbeda-beda karen perbedaan itu muncul dengan adanya perbedaan pada pola fikir yang berhubungan dengan kompone-komponen yang termasuk kedalam kurikulum ataupun komponen mana yang perlu mendapat penekanan dalam kurikulum.
    • Dalam kurikulum juga mempunyai beberapa komponen-komponen, langkah-langkah pengembangan kurikulum dan lain-lain yang menunjang adanya kurikulum.
  • BAB IV PENGEMBANGAN TUJUAN KURIKULUM
    • Tujuan pengajaran :
    • Tujuan jangka panjang
    • yaitu tujuan pendidikan / tujuan sekolah
    • Tujuan antara – prantara
    • yaitu tujuan bidang studi
    • Tujuan segera
    • Yaitu tujuan pengajaran
    • Tujuan sekolah dan tujuan kurikulum
    • Tujuan sekolah disebut juga tujuan lembaga atau tujuan institusional
    • Tujuan kurikulum disebut juga tujuan pelajaran atau tujuan bidang studi.
  • Langkah-langkah umum dalam perumusan tujuan kurikulum sekolah:
    • Menganalisis kebutuhan
    • Menganalisis sumber tujuan
    • Mengembangkan tujuan sekolah
    • Menjabarkan tujuan bidang studi
    • Mengembangkan bahan pelajaran
    • Mengembangkan tujuan pengajaran umum
    • Mengembangkan jenis pengalaman belajar dan organisasinya
    • Menjabarkan tujuan bidang studi
  • Refleksi
    • Kurikulum dalam proses pendidikan mempunyai tujuan-tujuan diantara tujuannya pendidikan nasional, tujuan sekolah dan tujuan kurikulum serta tujuan pengajaran umum dan khusus yang bisa membantu mewujudkann cita-cita proses pendidkan yang baik dengan harapan agar siswanya memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang terpuji sebagai bentuk perubahan perilaku hasil belajar.
    • Kurikulum merupakan sebagai alat untuk menghantarkan siswanya untuk mencapai apa yang diharapkannya harapan itu tertuang dalam suatu tujuan agar tujuan yang dirumuskan dapat secara efektif dicapai perlu berbagai pertimbangan-pertimbangan itu didasarkan pada sumber-sumber perumusan tujuan yang digunakan.
  • BAB V PENGEMBANGAN ISI DAN ORGANISASI KURIKULUM
    • Kriteria Memilih Isi Kurikulum
    • Isi kurikulum harus palid dan signifikan (terpercaya)
    • Isi kurikulum harus berpegang pada kenyataan-kenyataan sosial
    • Isi kurikulum harus dapat dipelajari&disesuaikan dengan pengalaman siswa
    • Isi kurikulum harus dapat memenuhi kebutuhan&menarik minat siswa
    • Kedalaman dan keluasan isi kurikulum harus seimbang
    • Prinsip umum dalam memilih pengalaman belajar yang kan dijadikan isi kurikulum
    • Untuk tujuan yang hendak dicapai siswa harus mempunyai pengalaman belajar yang memberi kesempataan kepadanya untuk mempraktekan jenis perilaku yang dimaksudkan dalam tujuan.
    • Pengalaman belajar harus dapat memberi kepuasan kepada siswa melalui pelaksanaan atau penampilan perilaku sebagaimana dikehendaki dalam tujuan
    • Banyak bentuk penglaman belajar yang dapat digunakan untuk dapat mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Proses belajar dan berfikir didalam penyusunan GBPP berlangsung melalui tahap-tahap
    • Pengembangan topik-topik menjadi sub-sub topik
    • Mengorganisasi sub-sub topik dalam satuan unit semester / caturwulan
    • Menyusun unit-unit tersebut diatas dalam hubungan hierakris fungsional dalam urutan waktu menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
  • Refleksi
    • Dalam menghantarkan siswa menuju jenjang kedewasaan itu semua merupakan tugas sekolah yang sungguh sangat sulit dan merupakan beban yang sangat berat, karena individu harus memperoleh bekal-bekal pengalaman belajar yang berarti untuk hidupnya tetapi waktu yang tersedia disekolah tidak cukup/tidak memadai maka dilakuakn slkesi tentang isi kurikulum.
  • BAB VI EVALUASI KURIKULUM
    • Evaluasi kurikulum dilakukan secara komperhensif terhadap seluruh komponen karena kurikulum itu sendiri merupakan kesatuan yang terdiri dari berbagai komponen yang satu sama lain saling berhubungan dan berinteraksi jadi penilaiannya tidak bisa salah satu bagian saja.
    • Prinsip Evaluasi Kurikulum
      • Evaluasi mengacu pada tujuan
      • Evaluasi bersifat komprehensif/menyeluruh
      • Evaluasi dilaksanakan secara objektif
    • Bentuk-bentuk Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum
      • Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan selama kurikulum itu digunakan dengan tujuan untuk menjadi dasar dalam perbaikan
      • Evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan satu kurilkulum seperti evaluasi kurikulum SD dilaksanakan setelah selesai (6 tahun) kurikulum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keberhasilan pelajsanaan kurikulum tersebut.
  • 3. Teknik-teknik Pelaksanaan Evaluais Kurikulum
    • Teknik buku teks
    • a. Wawancara/interview seperti tanya jawab
    • b. Angket yakni wawancara yang dilakuakn secara tertulis
    • c. Pengamatan/observasi
    • d. Daftar cek
    • e. Skala penilaian
    • Teknik tes
    • a. Tes lisan dilakukan secara verbal untuk menilai :
    • - kemampuan memecahkan masalah
    • - kemampuan mempertanggung jawabkan pendapat/konsep yang dikemukakan
    • - Menggunakan bahasa lisan
    • - proses berfikir terutama melihat hubungan sebab akibat
    • b. Tes perbuatan
    • - manifulatif (kemampuan menggunakan alat)
    • - manual (( kemampuan melakukan perbuatan berdasarkan petunjuk)
    • - non verbal (kemampuna yang susah diungkapkan secara verbai)
    • - meningkatkan kesadaran diri tenatang kemampuannya sehingga menimbulkan motivasi belajar.
  • Refleksi
    • Evaluasi bertujuan menilai sampai sejauh mana kurikulum dapat memberikan pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan bertujuan menilai apakah hasil belajar dicapai siwa sesuai dengan tujuan / tidak maka dengan itu kita bisa mengetahui kekurangan dalam kurikulum dan kita bisa memperbaiaki kekurangan kurikulum itu sehingga kedepannya pendidikan di Indonesia akan lebih maju dan lebih baik lagi.
  • IDENTITAS PENULIS
    • Nama : Eni Waryani
    • Kelas : 2 B PE
    • NIM : 20080210997