• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Irma Kurikulum
 

Irma Kurikulum

on

  • 1,633 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,633
Views on SlideShare
1,633
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
11
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Irma Kurikulum Irma Kurikulum Presentation Transcript

    • IDENTITAS BUKU Judul : Perencanaan Pendidikan Partisipatori dengan Pendekatan Sistem Pengarang : Prof. Dr. Made Pidarta Penerbit : Rineka Cipta Jumlah Halaman : 222
    • BAB I KONSEP DASAR DALAM PERENCANAAN PENDIDKAN
      • Perencanaan adalah suatu cara yang memusatkan untuk membuat organisasi tetap berdiri tegak dan maju sebagai satu sistem dalam tenunan suprasistem yang tetap berubah. Lingkungan lembaga pendidikan yang selalu berubah, dimana yang dimaksud dengan lembaga pendidikan disini adalah segala sesuatu yang ada diluar lembaga sekolah. Untukm kepentingan perencanaan pendidikan di Indonesia tidak terlalu sukar untuk menemukan bagaimana pola perubahan itu terjadi di masyarakat kita. Sebab banyak studi tentang perkembangan kemasyarakatan telah dilakukan dan ditulis konsepnya. Lebih-lebih bila perencanaan itu bersifat lokal atau desentralisasi hal itu lebih mudah dilakukan sebab perencanaan-perencanaan lokal atau para manajer pendidikan beserta stafnya telah banyak bergaul dan hidup bersama dengan masyarakat setempat. Sehingga lingkungan lembaga pendidikan selalu berubah, diharapkan lembaga-lembaga pendidikan meningkat kontak hubungannya dengan masyarakat setempat dalam menangani problem pendidikan pada umumnya dan perencanaan pendidikan pada khususnya.
      • Lembaga pendidikan diharapkan menjadi menara atau mercu penerang bagi masyarakat sekitarnya. Keberadaan lembaga pendidikan didalam tenunan masyarakat dapat memberi corak yang indah dan menarik bagi tenunan masyarakat secara keseluruhan itu. Lembaga pendidikan membuat masyarakat tidak tertinggal dari perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat lainnya.
    • Refleksi
      • Dengan adanya lembaga pendidikan ini masyarakat tidak tertinggal di perubahan-perubahan yang terjadi dimasyarakat. Para orang tua mengirimkan putra-putrinya kesekolah dan perguruan tinggi mereka secara tidak sadar merasa tidak mampu mendidik sendiri putra-putrinya dirumah. Mereka memilih untuk minta bantuan kepada lembaga pendidikan (sekolah) dari sini lah dapat disimpulkan bahwa tampak kembali unsur penerang lembaga pendidikan itu, sangat berpengaruh terhadap masyarakat di dalam perubahan-perubahan.
    • BAB II PROSEDUR PERENCANAAN
      • Prosedur dalam perencanaan adalh cara yang ditempuh oleh para perencana untuk merealisasi usahanya agar dapat terwujud suatu konsep perencanaan. Prosedur perencanaan adalah langkah-langkah yang ditempuh dalam proses perencanaan prosedur yang ditempuh oleh setiap perencanaan pendidikan seringkali bervariasi, tetapi dalam garis besarnya adalah sama prosedur perencanaan pendidikan disini membahas tentang perencanaan partisipatori yaitu suatu perencanaan yang dikerjakan bersama oleh wakil peminat pendidikan baik dari kalangan lembaga pendidikan maupun kalangan masyarakat.
      • Perencanaan partisipatori berarti perencanaan yang melibatkan beberapa yang berkepentingan dalam merencanakan sesuatu yang dipertentangkan dengan merencanakan yang hanya dibuat oleh seseorang atau beberapa orang atas dasar wewenang kedudukan. Seperti perencanaan ditingkat pusat kepala-kepala kantor pendidikan di daerah dan para kepala sekolah.
    • Dalam hubngan lembaga pendidikan dengan masyarakat perlu ditingkatkan. Disini guru-guru diharapkan menjadi rantai penghubung antara rumah, parasiswa dan sekolah dengan bekerjasama, para oarng tua dan guru-guru dapat menyiapkan bersama situasi yang kaya dengan informasi yang digunkan untuk membuat sekolah sebagai tempat memperoleh pengalaman yang positif baik bagi parasiswa maupun para anggota keluarga lainnya karena pendidikan disini didukung secara langsung dan tanggung jawab untuk terikat didalamnya. Refleksi Disini lembaga pendidikan adalah sebagai penerang dua pembaharuan masyarakat apabila lembaga pendidikan tidak lagi berfungsi sebagai penerang dua pembaharuan masyarakat maka masyarakat tidaklah lagi memberikan dukungan moral dan material kepada lembaga pendidikan berarti dapat dikatakan pula orang tua kurang menghiraukan perkembangan putra-putrinya yang akhirnay juga dapatt merugikan kedua belah fihak, malah bangsa dan negara pun ikut menderita dan saya harapkan hal seperti itu tidak terjadi untuk itu perlu ditingkatkan kembali hubungan masyarakat dengan lembaga pendidikan.
    • BAB III PERENCANAAN STRATEGI
      • Setiap kegiatan pendidikan memiliki startegi yaitu pertimbangan-pertimbangan, perbandingan dengan kegiatan lain, kebijakan yang perlu dilakukan, dan pendekatan yang terbaik agar tujuan yang diinginkan tepat dan bisa dicapai. Begitu pula halnya dengan kegiatan perencanaan pendidikan membutuhkan strategi sebelum perencanaan itu dikembangkan lebih lanjut secara operasional. Tipe perencanaan dalam pendidikan :
      • Perencanaan dari segi waktu, yaitu perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Perencanaan jangka panjang minimum untuk 10 tahun. Jangka menengah diatas 1-5 tahun, dan jangka pendek maksimal untuk 1 tahun. Perencanaan jangka panjang menjadi induk dari kedua tipe yang lain. Perencanaan jangka menengah menjadi sumber dari perencanaan jangka pendek. Dengan kata lain perencanaan jangka pendek harus dijabarkan dari perencanaan jangka menengah dan panjang.
      • Perencanaan dari segi ruang lingkup yaitu perencanaan makro, dan meso dan mikro. Perencanaan makro adalah perencanaan yang mencakup pendidikan seluruh bangsa sedangkan perencanaan meso mencakup wilayah tertentu dan perencanaan mikro hanya mencakup satu lembaga pendidikan atau sekelompok kecil lembaga yang hampir sama dan berdekatan tempatnya.
    • 3. Perencanaan dari segi sifat yaitu perencanaan strategi dari operasional perencanaan startegi berkaitan dengan kebijakan yang diambil. Pendekatan yang dipakai, kebutuhan, missi, dan tujuan yang ingin dicapai, sedangkan perencanaan operasional berkaiatan dengan usaha yang dipakai untuk merealisasi perencanaan strategi ataum tujuan perencanaan tersebut. Jadi suatu perencanaan pendidikan memiliki dua sifat strategi dan sifat operasional terutama untuk perencanaan jangka pendek, untuk perencanaan jangka panjang hanya memiliki sifat stategi saja. Refleksi Perencanaan startegi ialah bagian perencanaan yang membahas tentang strateginya. Strategi ini menyangkut tujuan yang ingin dicapai oleh perencanaan. Tujuan itu tidak pernah terlepas dari kebijaksanaan pendidikan secara umum. Dengan kata lain tujuan selalu singkron dengan kebijakan umum tersebut. Kebujakan umu tersebut menyangkut perencanaan pendidikan jangka panjang dimana tidak semua negara menganut perencanaan tersebut. Bagi negara yang menganut paham pragmatisme lebih menyukai memakai perencanaan jangka pendek atau menengah dan bergantung kepada jangkauan tujuannya. Tujuan mereka selalu mencari yang terbaik dalam kehidupan yang baik sekarang belum tentu terbaik untuk yang kan datang itulah sebabnya tujuan-tujuan mereka disebut tujuan sementara
    • BAB IV AKUNTABILITAS DAN KONTROL DALAM PERENCANAAN
      • Akuntabilitas adalah suatu peningkatan dari rasa tanggung jawab suatu yang lebih tinggi mutunya dari suatu tanggung jawab sehingga memuaskan atasan. Bila tanggung jawab merupakan usaha agar apa yang dibebankan kepada kita bisa di selesaikan sebagaimana mestinya dan dalam waktu yang tepat pula, maka akuntabilitas harus melebihi dari kewajiban seperti itu.
      • Akuntabilitas berkaitan dengan perasaan puas semua pihak siswa/mahasiswi yang belajar, pihak masyarakat, pihak atasan sampai dengan pihak yang memberi biaya pendidikan harus merasakan puas terhadap hasil pekerjaan petugas pendidikan bila pendidikan ingin mendapat predikat memilih akuntabilitas.
      • Akuntabilitas ialah kondisi sesorang yang dinilai oleh orang lain karena khualitas performannya menyelesaikan tujuan yang menjadi tanggung jawab. Disini akuntabilitas dinyatakan kondisi seseorang dalam bekerja yaitu performannya atau penampilannya dalam bekerja. Tetapi tidak dijelaskan dalam kalimat itu ferporman yang bagaimana apakah performan yang memuaskan semua fihak.
      • Untuk memiliki akuntabilitas diperlukan paling sedikit satu syarat ialah pembinaan profesi para petugas pendidikan. Pembinaan ini merupakan dasra untuk meningkatkan akuntabilitas seseorang atau menumbuhkan akuntabilitas bagi yang belum memilikinya. Dengan demikian kondisi yang dibutuhkan pada petugas pendidikan agar mereka memiliki akuntabilitas yaitu ada pembinaan profesi terhadap para petugas pendidik baik melalui belajar secara formal maupun pembinaan langsung dari fihak manajer atau petugas-petugas pendidikan yang sudah senior.
    • Refleksi
      • Menurut saya setiap pekerjaan perlu memiliki alat kontor agar pekerjaan itu berjalan sesuai dengan proses yang sudah ditentukan dan dapat memberikan hasil sebagaimana telah dihasilkan lebih-lebih implementasi atau hasil suatu perencanaan sangat membutuhkan alat kontrol, sebab implementasi atau kegiatan pendidikan sebagai hasil perencanaan yang baru saja selesai belum memiliki prosedur dan struktur kerja yang mantap dan belum membuahkan kebiasaan kerja tertentu pada para petugasnya.
      • Akuntabilitas adalah sesuatu yang dapat dipandang sebagai alat kontrol dalam pekerjaan pendidikan pada umumnya dan dalam perencanaan pendidikan khususnya.
    • IDENTITAS PENULIS
      • Nama : Irmawati
      • Kelas : 2 B PE
      • NIM : 20080211450