Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,965
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
40
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Judul Buku : Manajemen Pendidikan di Sekolah Nama Pengarang : Drs. B. Suryosubroto Penerbit : Rineka Cipta Kota Terbit : Jakarta Jumlah Halaman : 185 IDENTITAS BUKU
  • 2. BAB I MANAJEMEN KURIKULUM
    • 1.1 Pengertian Kurikulum
    • Kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya, baik dilakukan didalam sekolah maupun diluar sekolah. Kurikulum terdiri atas mata pelajaran tertentu yang bertujuan menyampaikan kebudayaan lampau sejumlah pengetahuan yang harus diajarkan kepada anak-anak karena seiringnya pengetahuan ini diambil dari buku-buku pelajaran tertentu yang dipandang baik maka kurikulum ditentukan oleh buku pelajaran.
    • 1.2 Organisasi Kurikulum
    • Organisasi kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada murid-murid. Organisasi kurikulum sangat erat berhubungan dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai karena pola-pola yang berbeda pula.
    • Pola-pola pengorganisasian kurikulum :
  • 3.
    • Pola-pola pengorganisasian kurikulum :
    • Separated Subject Curriculum
    • Kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara suatu kelas dengan kelas yang lain.
    • Correlated Curriculum
    • Pada dasarnya organisasi kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran satu sama lain ada hubungan, bersangkut paut walaupun mungkin batas-batas yang satu dengan yang lain, masih dipertahankan.
    • Integrated Curriculum Meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Dengan kebulatan bahan pelajaran diharapkann mampu membentuk kepribadian murid yang integral, selaras dengan kehidupan sekitarnya, apa yang diajarkan di sekolah disesuaikan dengan kehidupan sekitarnya, apa yang diajarkan disekolah disesuaikan dengan kehidupan anak diluar sekolah.
  • 4. 1.3 Kegiatan-kegiatan Manajemen Kurikulum
    • Kegiatan yang amat erat kaitannya dengan tugas guru
    • Kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar-mengajar.
    • Refleksi
    • Dalam manajemen kurikulum kegiatan di titikkberatkan kepada kelancaran pembinaan situasi belajar mengajar. Jadwal pelajaran berguna untuk mengetahui apa yang akan diajarkan pada suatu waktu dalam suatu kelas, dari susut guru jadwal pelajaran merupakan pedoman dikelas mana ia harus mengajar pada waktu itu.
    • Dalam rangka penyusunan perogram ini yang harus dilihat adalah urutan isi kurikulum sekolah yang bersangkutan, yang dimaksud isi disini terutama adalah jumlah atau macam pokok bahasan dan sub pokok bahasan dari setiap bidang studi. Karena itu penyusunan program mengajar terutama menjadi tanggung jawab guru bidang studi masing-masing.
  • 5. BAB II MANAJEMEN MURID
    • 2.1 Penerimaan Murid Baru
    • Penerimaan murid baru merupakan salah satu kegiatan yang pertama dilakukan yang biasanya dengan mengadakan seleksi calon murid. Langkah-langkah penerimaan murid baru :
      • Membentuk panitia penerimaan murid
      • Menentukan syarat pendaftaran calon
      • Menyediakan formulir pendaftaran
      • Pengumuman pendaftaran calon
      • Menyediakan buku pendaftaran
      • Waktu pendaftaran
      • Penentuan calon yang diterima
  • 6. 2.2 Buku Klaper
    • Kegunaan utama penggunaan buku klaper adalah untuk memudahkan mencari data murid, apalagi belum diketahui nomor induknya. Hal ini mudah ditemukan dalam buku klaper karena nama murid disusun menurut abjad. “Contoh format buku klaper”.
    • Huruf :
    Ma -suk Ke – luar Ket Tanggal Kelas L/P Nama Murid Nomor Induk Nomor urut
  • 7. 2.3 Daftar Presensi
    • Daftar presensi atau daftar hadir dimaksudkan untuk mengetahui frekuensi murid di sekolah sekaligus untuk mengontrol kerajinan belajar mereka.
    • Daftar hadir ini dapat dibuat sebagai daftar hadir bulanan atau daftar hadir mingguan. Pada daftar hadir bulanan dicantumkan nama murid pada sisi yang satu dan tanggal pada sisi yang lain. Tugas guru atau petugas yang ditunjuk adalah memeriksa dan memberikan tanda tangan hadir atau tidaknya seseorang murid satu kali dalam sehari.
  • 8. Refleksi
    • Manajemen murid menunjuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan pencatatan murid semenjak dari proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah karena sudah tamat mengikuti pendidikan sekolah itu. Seleruh kegiatan penerimaan calon murid baru harus direncanakan dengan baik dan di buat jadwalnya. Dalam penjadwalan ini perlu diperhatikan hari libur sekolah atau hari minggu agar tidak saling “bertabrakan” dengan program pendidikan untuk kelas-kelas lama.
  • 9. BAB III MANAJEMEN PERSONAL SEKOLAH (KEPEGAWAIAN)
    • Yang dimaksud “personel” ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugasa untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini di sekolah dibatasi dengan sebutan pegawai.
    • Karen itu, personel di sekolah tentu saja meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsur karyawan yang disebut tenaga administratif. Keseluruhan personel sekolah: kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha dan pesuruh / penjaga sekolah.
  • 10. Refleksi
    • Kepala sekolah wajib mendayagunakan seluruh personel secara efektif dan efesien agar tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut tercapai dengan optimal.
    • Pendayagunaan ini ditempuh dengan jalan memberikan tugas-tugas jabatan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan masing-masing individu. Karena itu adanya job diskription yang jelas sangat diperlukan.
  • 11. BAB IV MANAJEMEN TATALAKSANA SEKOLAH (KETATAUSAHAAN)
    • 4.1 Surat Dinas Sekolah dan Buku Agenda
    • Semua surat-menyurat yang dilakukan dalam rangka kepentingan kehidupan dan realisasi program sekolah dapat kita sebut surat dinas. Baik surat masuk maupun surat keluar harus diinventarisasi dan didokumentasikan (dicatat) disertai arsip-arsipnya.
    • Hal-hal yang perlu dicatat dalam agenda surat masuk ialah:
    • Nomor urut surat
    • Tanggal diterima
    • Tanggal dan nomor surat yang diterima
    • Pokok isi surat
    • Keterangan
    • Dalam agenda surat keluar yang perlu dicatat adalah:
    • Nomor urut surat keluar
    • Tanggal surat keluar (pengiriman)
    • Alamat suart / kepada siapa
    • Pokok isi surat
    • Keterangan
  • 12. 4.2 Buku Ekspedisi
    • Guna buku ekspedisi ialah untuk pembuktian bahwa suatu surat yang dikirimkan sudah sampai kepada alamtanya atau oarang (petugas) yang diserahi tanggung jawab.
    • Yang perlu dicatat dalam buku ekspedisi adalah :
    • Nomor surat
    • Alamat yang dituju
    • Tanggal penerimaan
    • Tanda tangan dan nama terang penerima
    Tanda tangan nama terang Tanggal terima Tanggal & No surat Alamat surat Nomor urut
  • 13. Refleksi
    • Surat dinas perlu disimpan dengan baik (diarsipkan), cara penyimpanan dapat menggunakan map-map tertentu yang dibedakan atas pokok persoalannya, misalnya map surat kepegawaian, map surat perlengkapan, map surat hubungan dengan masyarakat, dan lain-lain
  • 14. BAB V MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN
    • Ditinjau dari fungsi atau perannya terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan dibedakan menjadi tiga macam:
    • Alat pelajaran
    • Alat peraga
    • Media pengajaran
    • Yang termasuk prasaran pendidikan adalah bangunan sekolah dan alat perabotan sekolah. Prasarana pendidikan ini juga berperan dalam proses belajar mengajar walaupun secara tidak langsung.
    • Padagaris besarnya manajemen sarana dan prasarana meliputi:
    • Penentuan kebutuhan
    • Proses pengadaan
    • Pemakaian
    • Pencatatan / pengurusan
    • Pertanggungjawaban
  • 15. Refleksi
    • Media pendidikan merupakan sarana pendidikan yang digunakan sebagai prantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga jenis media ialah audio, visual, dan audio visual. Mengingat di sekolah-sekolah kita dewasa ini belum terdapat tenaga profesional yang menangani manajemen dan pemeliharaan sarana tersebut, maka tugas-tugas dalam hal ini biasanya diserahkan kepada salah seorang atau lebih karyawan (pegawai sekolah) yang ditunjuk.
  • 16. BAB VI ORGANISASI SEKOLAH
    • Organisasi adalah aktivitas dalam membagi-bagi kerja, menggolong-golongkan jenis pekerjaan, memberi wewenang, menetapkan saluran perintah dan tanggung jawab kepada para pelaksana. Faktor yang mempengaruhi perbedaan susunan organisasi sekolah :
    • Tingkat sekolah
    • a. Sekolah Dasar (SD)
    • b. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)
    • c. sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)
    • d. Perguruan Tinggi
    • Jenis Sekolah
    • Besar Kecilnya Sekolah
    • Letak dan Lingkungan Sekolah
  • 17. Contoh Struktur Organisasi Sekolah
    • Struktur Organisasi Sekolah Dasar
    Penilik SD Kepala SD Ketua BP3 Pemda Kelurahan DEWAN GURU
    • Dengan Tugas-tugas Meliputi
    • Seksi Kesenian
    • Seksi PKK
    • Seksi Pertanian
    • Seksi Olah Raga
    5. Seksi Perpustakaan 6. Seksi UKS 7. Seksi Pramuka 8. Seksi Keagamaan Murid
  • 18.
    • Contoh Struktur Organisasi Sekolah SMP
    Kabid PMU Kepala Sekolah Wakil Kep.Sek. Ketua BP 3 Kasi Pengajaran Kasi GC Kasi UKS Kasi Per- Pustakaan Kasi Ekstra Kuri- Kuler Kasi Per- Pustakaan SISWA
  • 19.
    • Contoh Struktur Organisasi Sekolah SMU
    Kepala Sekolah Wakil Kep.Sek. BP3 Bagian Pengajaran Bagian Kesiswaan Bagian Perpust. Bagian Keuangan Bagian Kese- Jahteraan Wali Kelas Kelas
  • 20. Refleksi
    • Organisasi sekolah yang baik
    • menghendaki agar tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan penyelenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengan baik sesuai dengan kemampuan, fungsi, dan wewenang yang telah ditentukan.
    • Dengan organisasi yang baik dapat dihindari tindakan kepala sekolah yang menunjukan kekuasaan yang berlebihan (otoriter), suasana kerja dapat lebih berjiwa demokratis karean timbulnya partisifasi aktif dari semua pihak yang bertanggung jawab.
  • 21. BAB VII SUPERVISI PENDIDIKAN
    • Pengertian
    • Supervisi ialah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampaun untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik.
    • Tujuan
    • Mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar.
    • Prinsip-Prinsip
      • 1) Ilmiah
      • a. Sistematis, dilaksanakan secara teratur berprogram dan kontinu
      • b. Obyektif, berdasar pada data informasi
      • c. Menggunakan instrumen (alat) yang dapat memberi data / informasi sebagai bahan untuk mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar.
    • 2) Demokratis
    • 3) Kooperatif
    • 4) Konstruktif dan Kreatif
  • 22.
    • Sasaran
    • Supervisi ditujukan kepada situasi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan secara optimum. Yang dimaksud situasi belajar mengajar ialah situasi dimana terjadi proses interaksi antara guru dengan murid dalam mengajar dan belajar.
    • Teknik
    • 1) Kunjungan kelas
    • 2) Observasi Kelas
    • a. usaha serta kegiatan murid dan guru dalam proses belajar mengajar
    • b. cara menggunakan media pengajaran agar tujuan pelajaran dapat tercapai
    • c. cara mengorganisir kegiatan belajar-mengajar dan faktor penunjang lainnya.
    • 3) Saling Kunjung-mengunjungi
    • 4) Musyawarah
    • 5) Brosur, pengumuman, edaran dan memanfaatkan massa media.
    • 6) Penyediaan Perpustakaan
    • 7) Penyediaan instrumen supervisi (format-format) untuk menilai diri sendiri.
  • 23. Refleksi
    • Organisasi sekolah yang baik
    • menghendaki agar tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan penyelenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengan baik sesuai dengan kemampuan, fungsi, dan wewenang yang telah ditentukan.
    • Dengan organisasi yang baik dapat dihindari tindakan kepala sekolah yang menunjukan kekuasaan yang berlebihan (otoriter), suasana kerja dapat lebih berjiwa demokratis karean timbulnya partisifasi aktif dari semua pihak yang bertanggung jawab.
  • 24. IDENTITAS PENULIS Nama : Mayamunah Kelas : 2 B PE NIM : 20080210041