Your SlideShare is downloading. ×
Tugas Study Keislaman Kelompok 10
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Tugas Study Keislaman Kelompok 10

802
views

Published on


1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
802
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
23
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MAKALAH EKSISTENSI TAKDIR Di Susun oleh : 1. Siti Zuliyanah 2. Mila Madatul Chusna 3. Faiqotul himmah
  • 2. PENGERTIAN TAKDIR  Kata Takdir terambil dari kata qaddar yang berasal dari kata qadar yang antara lain berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran.  Takdir adalah keputusan atau ketetapan Allah SWT suatu usaha manusia untuk mencapai suatu keinginan. Takdir merupakan mekanisme dari sebab akibat.
  • 3.  Maka tidak ada takdir jika tidak ada proses yang mendahuluinya, karena takdir merupakan akibat dari proses yang telah berlangsung, di terangkan dalam QS. Ar’rad (13:12) Yang artinya: “bagi manusia ada malaikat” yang mengikutinya bergiliran di muka dan di belakang, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubahkeadaan pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung selain Dia.”
  • 4. MACAM-MACAM TAKDIR   Takdir di gambarkan oleh dua kata yang mempunyai makna sama yaitu Qadla dan Qadar. Keduanya bermakna sama yaitu ketetapan, tetapi keduanya memiliki pemahaman yang berbeda yaitu: Qadla adalah ketetapan Allah berdasarkan usaha kita sedangkan Qadar adalah ketetapan yang sepanuhnya di tentukan Allah SWT tanpa bisa di ganggu gugatkan. Contohnya seorang di lahirkan dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Lahir dari orang tua yang berkebngsaan indonesia dll.
  • 5. Ketetapan Allah yang demikian itu, tidak bisa di tawar, tidak bisa di ganggu gugat tidak bisa di pilih oleh yang bersangkutan. Sepenuhnya tergantung pada kehendak dan ketentuan Allah. Perpaduan antara takdir awal qadar dengan usaha (qadla), itulah yang akan menghasilkan takdirnya. Selain pada manusia qadar Allah juga berlaku pada berbagai makhluknya di seluruh penjuru alam, mulai dari benda” mati, tumbuhan, binatang, jin dan malaikat. Karena qadar adalah ketentuan yang telah ditetapkan saat menciptakan seluruh alam semesta. Termasuk ruang, waktu, hukum materi dan energi.
  • 6. Semua itu diciptakan dengan mengikuti kadar tertentu, sehingga berjalan sampai sekarang. Di perkuat dengan adanya dalil dalam QS. Yasiin Artinya : “ dan suatu tanda bagi mereka adalah malam, kami tinggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. QS. Al-qamar 54:12 Artinya : “dan kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk sattu urusan yang telah di tetapkan.
  • 7. Terjadinya takdir Manusia boleh berusaha sekeras apapun, tapi Allah juga yang menentukan hasil waktu dan bentuknya. Karena Allah Maha Kuasa, Bijaksana lagi Maha Pemurah. Meskipun usaha sudah sedemikian keras, do’a sudah dipanjatkan berkali-kali, berbagai cara telah kita lakukan hasilnya belum tentu dengan yang kita harapkan, sebab yang menentukan hasil bukan kita tapi Allah, namun dalam menentukan hasil Allah tidak sewenangwenang. Justru Allah menentukan takdir dengan sifat-Nya yang Maha Pemurah.
  • 8. Allah cuma menguji sikap kita, ingin tau kualitas kesabaran kita, jika kita lurus Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Asal kita tetap istiqomah menjalankan cara yang telah di perintahakan diantaranya kerja keras dalam kejujuran dan sabar. Diterangkan dalam QS. Ali-imran (3):143 Artinya : “apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” Jadi Allah ingin membuktikan jika kita sabar dalam berdo’a bersungguh-sungguh dalam berusaha dan istiqomah,maka Allah akan memberikan yang terbaik buat kita.
  • 9. Antara Takdir dan Kehendak Takdir merupakan proses negoisasi antara manusia dengan Allah. Manusia mempunyai kehendak bebas atas takdirnya, tapi Allah juga mempunyai kehendak Maha Bebas. Takdir bahkan terjadi secara maksimal jika kehendak Allah dan kehendak manusia bertemu dalam sebuah komprrromi yang harmonis, jika tidak bertemu maka takdir tersebut bakal terjadi dalam sekala yang minimal atau gagal(memperoleh takdir jelek). Bahkan kalau kita menghendaki kebahagiaan dunia sebagai takdir kita maka Allah akan memberikan, begitu pula jika kita menghendaki kebahagiaan akherat, dan Allah akan memberikan kepada kita jika kita menghendaaki dua-duanya. Namun kehendak Allah dalam hal takdir manusia menunggu kehendak dan kebebasan kita. Sebab Allah telah memberikan kebbasan kepada manusia sebebas-bebasnya dengan konsekuensi dan resiko yang ditanggungnya sendiri.
  • 10. Di terangkan dalam QS. Ali-imran (3):145 Artinya : “suatu yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan ijin Allah, sebagai ketetapan yang ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya kami berikan pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akherat, kami berikan (pula) kepadanya pahala akherat dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
  • 11. Ciri-Ciri Orang Yang Beriman Pada Qadla dan Qadar a) Selalu Menyadari dan Menerima Iman kepada Qadla dan Qadar dapat menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk menerima kenyataan hidup. Karena yang terjadi sudah pada garis ketentuan Allah, pada hakekatnya bencana atau rahmat itu semata-mata dari Allah SWT.
  • 12. Senantiasa Bersikap Sabar Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar akan senantiasa menerima segala sesuatu dengan penuh kesabaran, baik dalam situasi yang sempit atau susah dan tetap bersabar dalam situasi senang bahagia.dengan demikian orang yang beriman kepada takdir Allah senantiasa dalam keadaan setabil jiwanya. c). Rajin Berusaha dan Tidak Mudah Menyerah Agar seorang giat berusaha ia pun harus yakin bahwa segala usaha manusia selalu di waspadai, dinilai, serta akan diberi balasan. b).
  • 13. d). Selalu Bersikap Optimis Keyakinan kepada Qadla dan Qadar dapat menumbuhkan sikap yang optimis tidak mudah putus asa. Karena ia yakin walau sering gagal, pasti suatu saat berhasil sehingga tidak putus asa. e). Senantiasa Menerapkan Sikap Tawakal Tawakal (berserah diri) kepada Allah SWT akan tumbuh pada diri seseorang jika ia meyakini bahwa segala sesuatu akan dikehendaki Allah. Allah maha bijaksana maka menurut keyakinan Allah tidak munggkin menyengsarakannya. Allah sumber kebaikan sehingga tidak mungkin Allah menghendaki hamba-Nya kepada keburukaan.
  • 14. Hikmah Iman Kepada Takdir Memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu yang ada dalam alam semesta hanyalah berjalan sesuai kebijaksanaan yang telah digariskan oleh Dzat yang maha tinggi. b) Memberikan kekuatan dan kecakapan manusia untuk dapat mencapai pengertian dan menyadari adanya kekuatan-kekuatan Allah. a)
  • 15. Kesimpulan Takdir adalah pengetahuan abadi kepunyaan Allah, dia yang memahami waktu sebagai kejadian tunggal dan Dia yang meliputi keseluruhan ruang dan waktu. Bagi Allah segalanya telah di tentukan dan sudah selesai dalm takdir. Berdasarkan hal-hal yang dituangkan dalam Al-Qur’an, kita juga dapat memahami bahwa waktu bersifat tunggal bagi Allah. Kejadian yang bagi kita terjadi di masa mendatang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai kejadian yang telah lama berlalu.
  • 16. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam raya ini, dan sisi kejadiannya, dalam kadar dan ukuran tertentu, dan itulah yang disebut takdir. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa takdir, termasuk manusia. Peristiwaperistiwa tersebut berada dalam pengetahuan dan ketentuan Tuhan, yang keduanya menurut sementara ulama dapat disimpulkan dalam istilah sunatullah. Manusia mempunyai kemampuan terbatas sesuai dengan ukuran yang diberikan oleh Allah kepadanya
  • 17. Makhluk ini, misalnya tidak dapat terbang ini merupakan salah satu ukuran atau batas kemampuan yang dianugrahkan Allah kepada kepadanya. Oleh sebab itu sekiranya manusia menginginkan perubahan kondisi dalam menjalani hidup di dunia ini, di perintah oleh Allah untuk berusaha dan berdo’a untuk merubahnya.
  • 18. SEKIAN TERIMAKASIH

×