Arus bolak-balik

6,101 views
5,849 views

Published on

Tugas Fisika Arus Bolak Balik

Oleh :

Maria Aprilia Dinie
Guntur Suryo Putro
Raditya Jefri Huberto

XII IPA 2

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,101
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
251
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Arus bolak-balik

  1. 1. Rangkaian Arus Bolak-Balik Oleh : Maria Aprilia Dinie Guntur Suryo Putro Raditya Jefri Huberto XII IPA 2
  2. 2. <ul><li>10.1 Rangkaian Hambatan Murni </li></ul><ul><li>10.2 Rangkaian Hambatan Induktif </li></ul><ul><li>Sebuah kumparan induktor mempunyai induktansi diri L dipasangkan tegangan bolak-balik V , maka pada ujung2 kumparan timbul GGL induksi </li></ul><ul><li>Hambatan induktif X L mempunyai harga : </li></ul><ul><li>X L = hambatan induktif (Ohm) </li></ul>
  3. 3. <ul><li>10.3 Rangkaian Hambatan Kapasitif </li></ul><ul><li>Sebuah kapasitor dengan kapasitas C dihubungkan dg tegangan bolak-balik V , maka pada kapasitor itu menjadi bermuatan, sehingga pada plat2nya mempunyai beda potensial sebesar </li></ul><ul><li>Besar hambatan kapasitif X C : </li></ul>
  4. 4. <ul><li>10.4 Rangkaian R-L Seri </li></ul><ul><li>Hambatan seri R dan X L dihubungkan dg teg. bolak-balik V . </li></ul><ul><li>Hukum Ohm I : </li></ul><ul><li>V R = beda potensial antara ujung2 R </li></ul><ul><li>V L = beda potensial antara ujung2 X L </li></ul><ul><li>Besar tegangan total V ditulis secara vektor : </li></ul><ul><li>Hambatan R dan X L juga dijumlahkan secara vektor : </li></ul><ul><li>Z = impedansi (Ohm) </li></ul><ul><li>Kuat arus yg mengalir pada rangkaian ini adalah : </li></ul>
  5. 5. <ul><li>10.5 Rangkaian R-C Seri </li></ul><ul><li>Hambatan seri R dan X C dihubungkan dg teg. bolak-balik V . </li></ul><ul><li>Hukum Ohm I : </li></ul><ul><li>V R = beda potensial antara ujung2 R </li></ul><ul><li>V C = beda potensial antara ujung2 X C </li></ul><ul><li>Besar tegangan total V ditulis secara vektor : </li></ul><ul><li>Hambatan R dan X C juga dijumlahkan secara vektor : </li></ul><ul><li>Z = impedansi (Ohm) </li></ul><ul><li>Kuat arus yg mengalir pada rangkaian ini adalah : </li></ul>
  6. 6. <ul><li>10.6 Rangkaian R-L-C Seri </li></ul><ul><li>Hambatan seri R, X L dan X C dihubungkan dg teg. bolak-balik V . </li></ul><ul><li>Hukum Ohm I : </li></ul><ul><li>V R = beda potensial antara ujung2 R </li></ul><ul><li>V C = beda potensial antara ujung2 X C </li></ul><ul><li>V L = beda potensial antara ujung2 X L </li></ul><ul><li>Besar tegangan total V ditulis secara vektor : </li></ul><ul><li>Hambatan R, X L dan X C juga dijumlahkan secara vektor : </li></ul><ul><li>Z = impedansi (Ohm) </li></ul><ul><li>Kuat arus yg mengalir pada rangkaian ini adalah : </li></ul>
  7. 7. <ul><li>10.7 Rangkaian Resonansi </li></ul><ul><li>Jika dalam rangkaian RLC seri X L = X C maka </li></ul><ul><li>Arus efektif pada rangkaian akan mencapai harga terbesar yaitu pada </li></ul><ul><li>Dikatakan rangkaian dalam keadaan resonansi. Dalam hal ini berlaku </li></ul><ul><li>Jadi frekuensi resonansinya adalah </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Hubungan antara harga maksimum dan efektif </li></ul><ul><li>V ef = tegangan efektif (V) </li></ul><ul><li>V m = tegangan maksimum (V) </li></ul><ul><li>i ef = arus efektif (A) </li></ul><ul><li>i m = arus maksimum (A) </li></ul><ul><li>Hubungan antara harga maksimum dan rata-rata </li></ul><ul><li>V r = tegangan rata-rata (V) </li></ul><ul><li>V m = tegangan maksimum (V) </li></ul><ul><li>i r = arus rata-rata (A) </li></ul><ul><li>i m = arus maksimum (A) </li></ul>
  9. 9. <ul><li>10.8 Daya Arus Bolak-balik </li></ul><ul><li>Daya dalam arus searah dirumuskan P = V.i , dengan V dan i harganya selalu tetap. </li></ul><ul><li>Tetapi untuk arus bolak-balik daya listriknya dinyatakan sebagai : perkalian antara tegangan, kuat arus dan faktor daya. </li></ul><ul><li>Dengan : </li></ul><ul><li>P = daya listrik bolak-balik (Watt) </li></ul><ul><li>V = tegangan efektif (V) </li></ul><ul><li>i = kuat arus efektif (A) </li></ul><ul><li>Z = impedansi rangkaian (Ohm) </li></ul><ul><li>Cos θ = faktor daya = </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Jala2 listrik di rumah mempunyai beda tegangan 220 V , berapakah harga tegangan maksimumnya ? </li></ul><ul><li>Pada rangkaian RLC seri dengan R = 80 Ohm , X L = 100 Ohm , dan X C = 40 Ohm , disambungkan dengan sumber tegangan bolak-balik yang mempunyai tegangan maksimum 120 V . Tentukan arus maksimum pada rangkaian. </li></ul><ul><li>Pada frekuensi 100 Hz , reaktansi dari sebuah kapasitor adalah 4000 Ohm dan reaktansi dari sebuah induktor adalah 1000 Ohm . Jika kapasitor dan induktor itu dipasang pada sebuah rangkaian, maka pada frekuensi berapakah resonansi terjadi ? </li></ul><ul><li>Pada rangkaian RLC seri dengan R = 40 Ohm , X L = 50 Ohm , dan X C = 20 Ohm , disambungkan dengan sumber tegangan bolak-balik yang mempunyai tegangan efektif 110 V . Tentukan daya yang digunakan oleh seluruh rangkaian. </li></ul>

×