Rematoid artritis lansia

8,463 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,463
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
133
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rematoid artritis lansia

  1. 1. LAPORAN PENDAHULUAN LANDASAN TEORI REUMATHOID ARTHRITISI. Defenisi Reumatoid arthritis adalah penyakit inflamasi sistemik kronis yangdikarakteristikkan oleh kerusakan dan proliferasi membran sinovial yangmenyebabkan kerusakan pada tulang, sendi, ankilosis dan deformitas. (Suzanne,CS, 2002).II. Etiologi Sampai sekarang ini masih belum diketahui, tetapi ada yang mengatakankarena hal-hal dibawah ini. Yang kesemuanya belum merupakan bukti yangnyata. 1. Faktor Keturunan dan Lingkungan Terjalin hubungan yang erat antara HLA-DW4 dengan arthritis reumatoid seropositif. Hubungan ini menunjukkan bahwa penderita memiliki resiko 4 kali lebih mudah terserang penyakit ini. 2. Pengaruh Hormon dan Seks Perempuan dengan hormon estrogennya lebih berpeluang terserang arthritis reumatoid dibandingkan dengan pria. Hormon estrogen sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang. Kekurangan hormon estrogen mengakibatkan lebih banyak penghancuran tulang dari pada pembentukan tulang. Keadaan ini mempercepat dan memperberat penyakit arthritis reumatoid. 3. Adanya Infeksi Infeksi dibagian persendian akibat bakteri, mikoplasma atau koloni jamur, dan virus bisa meniumbulkan sakit yang terjadi secara mendadak. Biasanya disertai juga dengan tanda-tanda peradangan seperti panas, nyeri, bengkak dan gangguan fungsi. Infeksi dan peradangan merupakan gejala yang khas sebagai tanda timbulnya arthritis reumatoid. 1
  2. 2. 4. Munculnya Heat Shock Protein (HSP) Heat shock protein merupakan sekelompok protein berukuran sedang yang muncul sebagai bentuk respon tubuh yang sedang mengalami stres. Namun keberadaan protein ini justru akan memicu terjadinya arthritis reumatoid. 5. Adanya Radikal Bebas Radikal bebas seperti superoksida dan lipid peroksidase akan merangsang keluarnya prostaglandin. Adanya prostaglandin akan menimbulkan rasa nyeri, peradangan, dan pembengkakan. 6. Pengaruh Usia Umur 35-45 tahun lebih rentan terhadap penyakit rematik jenis ini, meskipun secara umum arthritis reumatoid terjadi pada kelompok umur 20-60 tahun.III. Manifestasi Klinis Ada beberapa gambaran klinis yang lazim ditemukan. Namun ini tidakharus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan. Oleh karena memiliki gambaranklinis yang bervariasi. Sebagai pedoman umum yang dipakai kriteria dari ARA (AmericanReumatism Assosiation) untuk menegakkan diagnosis. 1. Adanya rasa kaku pada pagi hari (morning stiffnes) penderita merasa kaku dari mulai bangun tidur sampai sekurang-kurangnya 2 jam, bahkan kadang- kadang sampai jam 11 siang rasa kaku tersebut mulai berkurang. 2. Pembengkakan jaringan lunak sendi (soft tissue swelling) bukan pembesaran tulang (hyperostosis) belangsung sekurang-kurangnya 6 minggu. 3. Nyeri pada sendi yang terkena bila digerakkan (joint tenderness on moving) sekurang-kurangnya didapati pada satu sendi. 4. Nyeri pada sendi bila digerakkan (pada sendi terkena), sekurang-kurangnya pada sebuah sendi yang lain. 2
  3. 3. 5. Poli artritis yang simetris dan serentak (symmetrical poliartritis simultaneously). Serentak disini diartikan jarak antara rasa sakit pada satu sendio disusul oleh sendi yang lain harus kurang dari 6 minggu. 6. Didapati adanya nodulus Reumatikus subkutan. 7. Didapati adanya kelainan radiologik pada sendi yang terkena, sekurang- kurangnya dengan klasifikasi. 8. Tes faktor rema positif (Rheuma factor test positif). 9. Pengendapan mucin yang kurang pekat (poor mucin positif). 10. Didapati gambaran histologik pada jaringan sinovial sedikitnya 3 dari yang disebut dibawah ini. Villi hypertropi Proliferasi jaringan sinovial Adanya pusat-pusat / kelompok sel yang mati (central necrose) Deposit-deposit / timbunan sel fibrin. Adanya sebukan sel-sel radang menahun dan mendadak. 11. Didapati gambaran histologik yang khas dari sayatan melintang benjolan rema (Reumatoid nodule) sekurang-kurangnya 3 dari yang disebut dibawah ini : Adanya daerah-daerah sel yang mati yang terletak ditengah-tengah. Dikelilingi dengan sel-sel yang berproliferasi yang berjajar membentuk gambaran jeruji sepeda. Didapati sel fibrosis dibagian tepinya. Adanya sebukan sel-sel radang mendadak dan menahun. Sebenarnya masih ada 20 lagi yang tergolong pengecualian yang tidaktermasuk reumatoid arthritis misalnya : Bila ada tanda rash yang khas (butterfly formation) pada SLE. Jelas adanya skleroderma. Adanya gambaran demam reumatik dan sebagainya. 3
  4. 4. Berdasarkan kriteria yang diatas, diadakanlah pembagian kelas antara lain : 1. Classical RA : Bila didapat sekurang-kurangnya 7 dari 11 kriteria. 2. RA defenit : Bila didapati 5 kriteria tersebut. 3. Probably RA : Bila hanya 3 kriteria saja 4. Possible RA : Bila hanya 1 kriteria. Sering penderita mulai mengeluh rasa sakit dan pembengkakan pada sendi-sendi (jari tangan) dimulai sendi metakarpofalangeal dan disertai dengan bengkakyang khas pada pergelangan tangan bagian dorsal. Pikirkan kemungkinanReumatoid terlebih dahulu lebih-lebih bila simetris.IV. Klasifikasi Penderita arthritis reumatoid dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: 1. Penderita yang mengalami serangan arthritis reumatoid, tetapi selanjutnya dapat sembuh secara sempurna. 2. Penderita yang mengalami serangan arthritis reumatoid sepanjang hidup, tetapi sesekali diselingi kesembuhan yang sifatnya singkat. 3. Penderita yang mengalami serangan arthritis reumatoid secara progresif yaitu disertai dengan penurunan fungsi sendi pada setiap kali terjadi serangan rematik. Wanita lebih sering menderita rematik jenis ini dibandingkan pria,perbandingannya 3 : 1. Keadaan ini berkaitan dengan peristiwa menopause yangtidak dialami pria. 4
  5. 5. V. Patofisiologi Perubahan berhubungan dengan usia: Menurunnya autoimun. Kartilago sebagai pelumas sendi berkurang. Kekuatan otot berkurang. Perubahan struktur tulang. Pengaruh Negatif Dari Fungsi- Penurunan mekanisme proliferasi Fungsi Yang Terganggu: tulang.  Pembengkakan jaringan lunak sendi.  Kerentanan peningkatan suhu tubuh.  Peradangan pada sendi-sendi.  Berkurangnya respon adaptif terhadap aktvitas yang berlebih.  Kelainan bentuk pada sendi/kontraktur.  Menurunnya kekuatan otot.  Meningkatnya kerentanan Faktor Resiko: terhadap cidera. Asam urat Obesitas dan cidera Konsumsi lemak berlebihan Kebiasaan diet yang mengandung lemak hewani. Kurang beraktivitas(Miller, 1995)VI. Pemeriksaan Diagnostik 1. Pemeriksaan Patologi Anatomi Terlihat adanya hipertropi dari villi pada sendi, penebalan jaringan sinovial, adanya sebukan sel-sel radang mendadak dan menahun, jaringan fibrosit dan pusat-pusat nekrosis. Semuanya menghasilkan pembengkakan sendi yang amat nyeri dalam keadaan diam maupun bila digerakkan. Pembentukan pannus yang cepat akan menerobos tulang rawan sendi, periost sehingga pada akhirnya sendi tersebut dengan pannus yang 5
  6. 6. berlapis-lapis, maka lambat laun merupakan anyaman yang saling bertaut sehingga pada akhirnya timbul ankilosis. Proses penerobosan ini akan berlangsung terus kedalam tulang sehingga pada suatu saat tulang jadi rapuh dan hancur. Akibatnya timbul deformitas, subluksasi bahkan destruksi yag hebat. Akibat ini pula otot-otot disekitar sendi tidak digunakan lagi dan timbul “Disused athropy”. Akhirnya penderita kan cacat, dan sendi-sendi besarnya juga akan mengalami ankilosis. 2. Pemeriksaan Laboratorium a. Test faktor reuma (RF), biasanya positif pada 70-80% penderita RA terutama bila Ranya masih aktif. b. C-reactive protein; biasanya positif pada penderita RA sejenisnya. c. Laju endap darah (LED) biasanya meninggi pada RA. d. Sering dijumpai lekositosis. e. Anemia akibat adanya inflamasi yang kronis. Disini pemberian Fe per-oral atau suntikan tidak akan menolong. f. Pada hitung jenis lekosit, polimorfonuklear persentasenya meninggi. g. Kadar albumin serum turun dan globulin naik. h. Pada pemeriksaan X-Ray semua sendi dapat terkena, tapi biasanya yang sering metatarsofalangeal dan biasanya simetris. Disamping itu sendi sakroiliaka juga sering terkena. 3. Pemeriksaan Radiologik Didapati adanya tanda-tanda dekalsifikasi (sekurang-kurangnya) pada sendi yang terkena.VII. Penatalaksanaan Penatalaksanaan penderita reumatoid arthritis dibagi atas : 6
  7. 7. 1. Medikamentosa2. Fisioterapi3. Pembedahan4. PsikoterapiTujuan pengobatan pada reumatoid arthritis :1. Mencegah deformitas.2. Menghilangkan rasa sakit.3. Mengusahakan agar dapat tetap bekerja dan hidup secara biasa baik dirumah maupun di tempat kerja, terutama mengataasi keperluan- keperluan dirinya sehari-hari.4. Memperbaiki (mengoreksi) deformitas yang sudah terjadi.MEDIKAMENTOSAPengobatan ini dibagi atas beberapa kelompok antara lain :a Golongan obat simtomatik. Simple analgesic (paracetamol, aminopirin); anti inflamasi nonsteroid (indomestin, fenil butazon, sodium diklofenak); anti inflamasi golongan steroid (prednison).b Golongan obat yang mempengaruhi perjalanan penyakitnya (obat-obat remitif/ remitive agent : Immuno suppresant; obat sitostatika; alkylating agent; chelating agent; anti malaria; antelmintik.Pengobatan secara simtomatikTidak mempengaruhi perjalanan penyakit penderita, artinya hanya rasasakitnya saja yang dikurangi.Pengobatan secara remitifObat ini lebih bermanfaat bagi penderita namun tergolong jenis obat yanglambat kerjanya. Biasanya diperlukan waktu beberapa bulan pengobatanguna mencapai kadar yang dikehendaki dalam darah agar mempunyaipengobatan. 7
  8. 8. PENGOBATAN FISIOTERAPI Pengobatan ini memegang peranan yang tidak kalah pentingnya dengan pengobatan medikamentosa. Disini pencegahan terhadap cacat yang lebih lanjut dan pencegahan kecacatan dan bila sudah terjadi cacat, dicoba dilakukan rehabilitasi bila masih memungkinkan. Sebaiknya dimulai fisioterapi segera setelah sendi mulai berkurang sakitnya atau sudah minimal. Bila tidak juga berhasil, mungkin diperlukan pertimbangan untuk tindakan operatif. PENGOBATAN PEMBEDAHAN Bila berbagai cara pengobatan sudah dilakukan namun belum berhasil juga, dan alasan untuk tindakan operatif cukup kuat, maka dilakukanlah pengobatan pembedahan. Jenis pengobatan ini umumnya bersifat ortopedik. PSIKOTERAPI Biasanya diberikan psikoterapi superficial agar timbul semangat dan keuletan untuk berobat dan dukungan pada mental penderita supaya dapat menghadapi diri dan penyakitnya. Penderita diberi penjelasan bahwa penderita akan tetap dapat melakukan tugas-tugas sosial yang dihadapinya terutama untuk mancari nafkah, bila penderita berobat dengan tekun. Dan yang penting tidak mengantungkan hidupnya pada orang lain (jadi beban, terutama keluarga).VIII. PENCEGAHAN Karena sebagian besar kasus rematik merupakan akibat kerja, gaya hidupmodern dan pola makan yang kurang sehat, maka cara pencegahannya dilakukandengan cara menghindari hal-hal yang bersifat negatif tersebut.Mengatur pola makan dengan seimbang (tidak berlebihan konsumsi lemak) agartidak kegemukan merupakan salah satu cara yang tepat mencegah arthritis.Olahraga teratur, istirahat cukup dan minum air putih 10 gelas perhari sangatdianjurkan untuk mendukung kelancaran metabolisme tubuh menghindari gejalarematik yang cukup mengganggu kesehatan. 8
  9. 9. ASUHAN KEPERAWATAN REUMATHOID ARTHRITISPENGKAJIAN Data tergantung pada keparahan dan keterlibatan organ-organ lainnya(misalnya mata, jantung, ginjal), tahapan (misalnya : eksaserbasi akut atau remisi)dan keberadaan bersama-sama bentuk artritis lainnya.a. Aktivitas/istirahat  Gejala: Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, kekakuan di pagi hari, biasanya terjadi secara bilateral dan simetris. Limitasi fungsional yang berpengaruh pada gaya hidup, waktu senggang, pekerjaan, kelebihan.  Tanda: Malaise, keterbatasan rentang gerak, atrofi otot, kulit, kontraktur/kelainan pada sendi dan otot.b. Kardiovaskuler  Gejala: Fenomena Raynaud jari tangan/kaki (misalnya : pucat intermitten, sianosis, kemudian kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal )c. Integritas Ego  Gejala : faktor-faktor stres akut/kronis (misalnya : finansial, pekerjaan, ketidakmampuan, faktor-faktor hubungan, keputusan, dan ketidakberdayaan (situasi ketidakmampuan). Ancaman pada konsep diri, citra tubuh, identitas pribadi, (misalnya : ketergantungan pada orang lain)d. Makanan dan cairan  Gejala : Ketidakmampuan untuk menghasilkan/mengkonsumsi makanan/cairan adekuat : mual, anoreksia, kesulitan untuk mengunyah.  Tanda : Penurunan BB, kekerigan pada membran mukosa 9
  10. 10. e. Higiene  Gejala : berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas perawatan pribadi, ketergantungan orang lain.f. Neurosensori  Gejala : kebas, kesemutuan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan.  Tanda : pembengkakan pada sendi simetrisg. Nyeri kenyamanan  Gejala : fase akut dari nyeri (mungkin disertai oleh pembengkakan jaringan lunak pada sendi). Rasa nyeri kronis dan kekakuan (terutama di pagi hari).h. Keamanan  Gejala : kulit mengkilat. Tegang, nodul subkutaneus, lesi kulit, ulkus kaki. Kesulitan dalam menangani tugas/ pemeliharaan rumah tangga. Demam ringan menetap. Kekeringan pada mata dan membran mukosa.i. Interaksi sosial  Gejala : kerusakan interaksi dengan keluarga/orang lain, perubahan peran, isolasi.j. Penyuluhan dan pembelajaran  Gejala : riwayat pada keluarga ( pada awitan remaja). Penggunaan makanan kesehatan, vitanmin. Riwayat perikarditis, lesi katup, fibrosis pulmonal, pleuritis. 10
  11. 11. PRIORITAS KEPERAWATAN 1. Menghilangkan nyeri 2. Meningkatkan mobilisasi 3. Memberikan informasi mengenai [proses penyakit/prognosis dan keperluan pengobatan.DIAGNOSA, TUJUAN, INTERVENSI DAN RASIONAL KEPERAWATANDiagnosa keperawatan INyeri berhubungan dengan distensi jaringan oleh akumulasi cairan/prosesinflamasi, dekstruksi sendi ditandai dengan adanya keluhan nyeri,ketidaknyamanan, kelelahan, nerfokus pada diri sendiri/penyempitan fokus,perilaku distraksi/respon autonomik, perilaku yang bersifat hati-hati danmelindungi diri.Tujuan /kriteria hasil :Nyeri hilang atau terkontrol dengan kriteria : Pasien terlihat rileks, dapat tidur/istirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas yang sesuai Mengikuti program yang telah dianjurkan Menggabungkan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan dalam kontrol program nyeri. 11
  12. 12. Intervensi keperawatan RasionalMandiri Kaji keluhan nyeri, lokasi, intensitas Membantu dalam menentukan (skala 1-10). Catat faktor-faktor yang manajemen nyeri dan memperberat sakit mengevaluasi keefektifan program Ajarkan pasien mengambil posisi yang Untuk membatiasi nyeri dan nyaman pada waktu tidur atau duduk cedera sendi di kursi. Tingkatkan istirahat Anjurkan pasien untuk sering merubah Untuk mencegah terjadinya nyeri posisi dan hindari gerakan yang dan kekakuan menyentak Anjurkan pasien mandi air hangat pada Panas meningkatkan relaksasi waktu bangun dan mengompres sendi otot dan mobilitas, menurunkan yang sakit beberapa kali sehari rasa sakit dan kekakuan pada pagi hari Anjurkan massage yang lembut Meningkatkan relaksasi /mengurangi ketegangan otot Anjurkan mengkonsumsi obat Membantu klien untuk tradisional menentukan tindakan alternatif yang tepat untuk mengatasi nyeriKolaborasi Kolaborasi/rujuk pasien mendapatkan Sebagai anti inflamasi dan efek obat-obatan yang sesuai petunjuk, analgesik untuk mengurangi misalnya: asetil salisilat, NSAID kekakuan dan meningkatkan mobilitas. 12
  13. 13. Diagnosa keperawatan 2Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas skeletal, nyeri,ketidaknyamanan, penurunan kekuatan otot, ditandai dengan keengganan untukbergerak, membatasi rentang, ketidakseimbangan koordinasi, penurunan kekuatanotot/ kontrol dan massa.Tujuan /kriteria hasil :Pasien akan mempertahankan fungsi posisi dengan tidak adanya pembatasan,tidak terjadi kontraktur, pasien dapabm,endemonstrasikan tehnik perilaku yangmemungkinkan untuk melakukan aktivitas. Intervensi keperawatan RasionalMandiri Kaji tingkat gangguan mobilitas Menentukan intervensi yang tepat Pertahankan istirahat/tirah baring, duduk. Istirahat sistemik dianjurkan Jadwalkan aktivitas untuk memberikan untuk mencegah kelelahan, periode istirahat dan tidur malam yang mempertahankan kekuatan. tidak terganggu Bantu dengan rentang gerak aktif adan Mempertahankan dan pasif, latihan resistif dan isometrik jika meningkatkan fungsi sendi. memungkinkan. Ubah posisi dengan sering Menghilangkan tekanan pada jaringan dan meningkatkan sirkulasi Gunakan bantal kecil dan tipis dibawah Mencegah leher fleksi Dorong pasien mempertahankan posisi Memaksimalkan fungsi sendi, tegak dan duduk tinggi, berdiri, berjalan mempertahankan mobilitas Berikan lingkungan yang nyaman Menghindari cedera akibat misalnya : menaikkan kursi kecelakaan /jatuh Anjurkan pada keluarga untuk Menghindari cedera akinat memodifikasi lingkungan rumah kecelakaan/ jatuh. 13
  14. 14. Diagnosa keperawatan 3Gangguan kebutuhan tidur berhubungan dengan perubahan siklus tidur ditandaidengan sulit tidur dimalam hari dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapattertidur, tidur pada siang hari selama ± 2 jam untuk mengganti tidur yang kurangdimalam hari.Tujuan/kriteria hasil :Gangguan tidur dapat diminimalkan dengan kriteria hasil : Tetap istirahat selama masih diperlukan Kuantitas tidur bertambah adekuat Intervensi keperawatan RasionalMandiri Modifikasi lingkungan misalnya Meningkatkan kemampuan untuk mengatur suhu ruangan, menciptakan tidur lingbkungan yang tenang, mematikan lampu yang tidak perlu. Ajarkan keluarga untuk memberikan Sentuhan terapeutik sangat tindakan kenyamanan seperti gosokan membantu teruatama pada klien punggung, pijatan ringan dengan stress dan emosi serta fisik yang bisa mempengaruhi tidur Ajarkan klien mengkonsumsi makanan Asam amino triptophan yang mengandung magnesium, asam membantu mengeluarkan amino triptophan, dan kalsium serotonin sehingga memudahkan tidur. Fungsi magnesium adalah merelaksasikan otot sedangkan kalsium derdampak “calming effect” yang menenangkan pikiran Ajarkan klien untuk menghindari Dapat mamicu insomnia, kafein 14
  15. 15. minuman yang berkafein, berolkohol, dapat meningkatkan kerja jantung dan menghisap rokok pada saat sehingga mengganggu proses menjelang tidur. tidur. Anjurkan klien untuk mengkonsumsi Zat gizi tersebut dapat memacu karbohidrat kompleks seperti roti, pengeluaran serotonin yaitu suatu krekles neurotransmitter yang merangsang kantuk. Anjurkan klien untuk menghindari Gula dan sirup bersifat makanan dengan berbumbu meningkatkan gula darah menyengat, karbohidrat sederhana sehingga akan mengganggu tidur. (gula, sirup), makanan berpengawet MSG memunculkan reaksi (makanan kaleng, MSG), keju, coklat, stimulan sedangkan keju, coklat sayur bayam dan tomat menjelang dan sayur bayam serta tomat tidur. mengandung piramin yang merangsang keluarnya nor epineprin.Diagnosa keperawatan 4Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis,dan kebutuhan pengobatanberhubungan dengan kurangnya informasi, kesalahan interpretasi, informasiditandai dengan pasien meminta informasi, kesalahan konsep, tidak tepatmengikuti instruksi/terjadinya komplikasi dapat dicegah .Tujuan /kriteria hasil :Pasien akan menunjukkan pemahaman tentang kondisi, prognosis dan kebutuhanpengobatan, mengembangkan rencana perawatan diri, memodifikasi gaya hidupyang konsisten dengan mobilitas/ pembatasan aktivitas. 15
  16. 16. Intervensi keperawatan RasionalMandiri Kaji pengetahuan klien tentang Memberikan pengetahuan panyakit, prognosis dan harapan masa dimana pasien dapat membuat yang akan datang. pilihan berdasarkan informasi. Diskusikan kebiasaan pasien dalam Tujuan kontrol penyakit untuk penatalaksanaan proses sakit melalui menekan inflamasi diet, obat-obatan, latihan dan istirahat Bantu dalam merencanakan jadwal Untuk mengurangui terjadinya/ aktivitas terintegrasi yang realistis, bertambahnya nyeri akibat stres istirahat, manajemen stres yang meningkat. Tekankan pentingnya melanjutkan Keuntungan dari terapi obat- manajemen farmakologis obatan bergantung dari ketepatan dosis Rekomendasikan penggunaan aspirin. Untuk meminimalkan iritasi pada gaster, mengurangi resiko perdarahan. Tinjau pentingnya diet yang seimbang Meningkatkan perasaan sehat dengan makan makanan yang banyak dan perbaikan degenerasi mengandung vitamin, protein dan zat jaringan besi. Anjurkan pasien obesitas untuk Penurunan berat badan akan menurunkan berat badan dan berikan mengurangi nyeri, terutama informasi penurunan berat badan pinggul, lutut, pergelangan sesuai kebutuhan. kaki, telapak kaki. 16
  17. 17. DAFTAR PUSTAKACharles J Reeves, 2001, Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta, EGCHerdi Sibuea et al, 1992, Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta : rumah sakit PGI Tjikini, FKUIhttp : //www.artritis.Net./link/artritis.htmlhttp : //www.tabloidnova.com/articles.asp?id=850http : //www.suara merdeka.comManjoer A, dkk, 1999, Kapita Selekta kedokteran Jilid 1 Edisi 3, Jakarta: Media Aesculapius FK UIMiller, Carol A. 1995. Nursing care of Older Adult. Second edition. Philadelphia: JB LippincotPrince S.A., & Wilson L.M., 1995, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4, Jakarta: EGCSmeltzer S.C., & Bare B.G., 2001, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Volume 3, Jakarta: EGCOchie, Diambil tanggal 17 Febuari 2006, Radang Sendi sent on 10-06-2004 http://www.restro.co.id/sehat.php?go?90=sht%2fmenukhusus25.htmWijayakusuma M.H., 2005, Mengusir Rematik & Asam Urat Tinggi dengan Makanan Sehat , http://ciptapangan.com/tips.detail.php?tips-id=182&detal- page=4 diambil tanggal 17 Febuari 2006 17
  18. 18. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN DXNO KEPERAWATAN TUJUAN INTERVENSI1 Nyeri akut/ kronik Nyeri hilang. Selidiki keluhan nyeri; catat lokasi nye berhubungan dengan Dengan kriteria hasil : dan intensitas (skala 0 - 10). Catat fakto peningkatan asam urat Klien terlihat yang mempercepat dan tanda-tanda ras yang memicu rileks sakit non-verbal. pembentukan kristal. Dapat beristirahat Anjurkan pasien untuk mandi air hang dan tidur atau mandi pancuran pada waky Berpartisipasi bangun dan atau pada waktu tidur. dalam aktivitas Sediakan waslap untuk mengkompre sesuai kemampuan sendi-sendi yang sakit beberapa ka sehari. Berikan massage lembut. Dorong penggunaan teknik massase. Berikan es atau kompres dingin jik dibutuhkan.2 Resiko tinggi Gangguan mobilitas Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingk gangguan mobilitas fisik tidak terjadi. inflamasi/ rasa sakit pada sendi. fisik berhubungan Dengan kriteria hasil dengan nyeri dan Klien dapat Berikan lingkungan yang aman. penurunan kekuatan mempertahankan atau Demontrasikan/ bantu tekni otot. meningkatkan pemindahan dan penggunaan bantua kekuatan dan fungsi mobilitas. dari dan atau Bantu dengan rentang gerak aktif/ pasi kompensasi bagian demikian juga latihan resistif da tubuh. isometrik jika memungkinkan. 18
  19. 19. Dorong pasien mempertahankan postu tegak dan duduk tinggi berdiri da berjalan.3 Kurang pengetahuan Klien dapat mengerti Tinjau proses penyakit, prognosis da mengenai remathoid akan penyakitnya. harapan masa depan. artritis berhubungan Dengan kriteria hasil : dengan kurangnya Menunjukan Diskusikan kebiasaan pasien dalam kebutuhan informasi pemahaman penatalaksanaan proses penyakit melalu dan kesalahan tentang kondisi/ diet, obat-obatan dan program di interpretasi informasi. prognosis seimbang, latihan dan istirahat. perawatan Tekankan pentingnya melanjutka Mengembangkan manajemen farmakoterapeutik. rencana untuk Dorong pasien obesitas untu perawatan diri, menurunkan BB dan berikan informa termasuk penurunan BB sesuai kebutuhan. modifikasi gaya Tinjau pentingnya diet yang seimban hidup yang dengan makanan yang banya konsisten mengandung vitamin, protein dan z besi. Bantu dalam merencanakan jadw aktifitas terintegrasi yang realisti istirahat, perawatan pribadi, pemberia obat-obatan, terapi fisik dan manajema stress.4 Resiko Cedera tidak terjadi. Kaji kemampuan secara fungsional tinggi terjadinya injuri Ciptakan lingkungan dan penerangan yan berhubungan dengan cukup. kelemahan ditandai Anjurkan pada keluarga untuk meneman dengan klien klien dalam perawatan lansia mengaakan sering 19
  20. 20. nyeri pada kaki bila Libatkan anggota keluarga dalam terlalu banyak perawatan lansia. berjalan dan terlalu lama berdiri, klien mengatakan kalau terlalu lelah ia duduk untuk istirahat dan klien tampak lemah CATATAN PERKEMBANGAN Ny. R DX. HARI/NO KEPERAWATAN TANGGAL IMPLEMENTASI1. Nyeri akut/ kronik Jumat Mengkaji keluhan nyeri, tingkat/ skala dan berhubungan dengan 12-05-2006 durasi nyeri. peningkatan asam Mengajarkan teknik relaksasi (tarik nafas dalam) urat yang memicu dan teknik distraksi (pengalihan perhatian) pembentukan kristal Memantau vital sign. Menganjurkan klien untuk massage atau menggunakan kompres hangat pada daerah yang nyeri. 20
  21. 21. 2 Kurang pengetahuan Senin Meninjau proses penyakit, prognosis dan S mengenai 15-05-2006 harapan masa depan. berhubungan dengan Mendiskusikan kebiasaan pasien dalam kurangnya penatalaksanaan proses penyakit melalui kebutuhan program diet seimbang, obat-obatan dan latihan informasi dan dan istirahat. kesalahan Memberikan informasi mengenai pengertian, interpretasi penyebab, tanda dan gejala penyakit rematik. informasi. Menjelaskan cara pengobatan secara tradisional, yaitu membuat ramuan yang dapat diminum setiap hari. Memotivasi klien untuk mencoba ramuan yang 21
  22. 22. telah diajarkan3 Selasa Mengevaluasi / memantau tingkat inflamasi/rasa 16-05-2006 sakit pada sendi Resiko tinggi Menjelaskan pada keluarga tentang pentingnya gangguan mobilitas lingkungan yang nyaman bagi klien fisik berhubungan Mengajarkan klien teknik pemindahan dan dengan nyeri dan penggunaan bantuan mobilitas. penurunan kekuatan Mendorong klien untuk mempertahankan postur otot. tegak dan teknik duduk yang nyaman. A4 Selasa Mengkaji tingkat kemampuan aktivitas klien 16-05-2006 Menganjurkan keluarga selalu membantu klien Resiko tinggi dalam pemenuhan kebutuhannya terjadinya injuri Menganjurkan keluarga untuk menciptakan berhubungan dengan lingkungan yang nyaman bagi klien dan dengan kelemahan ditandai pencahayaan yang cukup. dengan klien mengaakan sering nyeri pada kaki bila terlalu banyak berjalan dan terlalu 22
  23. 23. lama berdiri, klien mengatakan kalau terlalu lelah ia duduk untuk istirahat dan A klien tampak lemah5 Sabtu Mengkaji/ mengevaluasi keluhan nyeri, tingkat/ 20-05-2006 skala dan durasi nyeri. Nyeri akut/ kronik Mengajarkan teknik relaksasi (tarik nafas dalam) berhubungan dengan dan teknik distraksi (pengalihan perhatian) peningkatan asam Memantau vital sign. urat yang memicu Menganjarkan klien massage dan penggunaan pembentukan kristal kompres hangat pada daerah yang nyeri. Mengajarkan pada klien teknik mengurangi nyeri dengan amuan tradisional.6 Selasa Mengevaluasi / memantau tingkat inflamasi/ 23-05-2006 rasa sakit pada sendi Resiko tinggi Menjelaskan pada keluarga tentang pentingnya gangguan mobilitas lingkungan yang aman 23
  24. 24. fisik berhubungan Mengajarkan klien rentang gerak aktif dan gerak dengan nyeri dan pasif. penurunan kekuatan Mendorong klien untuk mempertahankan postur otot. tegak dan teknik duduk yang nyaman. Menganjurkan klien untuk lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur serta mengatur pola makan yang sesuai bagi klien. A7 Jumat 26-05-2006 Kurang pengetahuan Mengkaji pengetahuan klien dan keluarga mengenai remathoid tentang remathoid arthritis artritis berhubungan Meninjau proses penyakit, prognosis dan dengan kurangnya harapan masa depan. kebutuhan Mendiskusikan kebiasaan pasien dalam informasi dan penatalaksanaan proses penyakit melalui diet, kesalahan obat-obatan dan program diet seimbang, latihan interpretasi dan istirahat. informasi Memberi kesempatan klien dan keluarga bertanya bila ada yang kurang jelas 24
  25. 25. 8 Selasa 30-05-2006 Mengkaji pengetahuan klien dan keluarga Kurang pengetahuan tentang gizi untuk remathoid arthritis A mengenai remathoid Menjelaskan pengertian gizi artritis berhubungan Menjelaskan macam-macam zat gizi yang dengan kurangnya dibutuhkan oleh lansia kebutuhan Menjelaskan makanan yang dianjurkan untuk informasi dan dikonsumsi lansia kesalahan Menjelaskan makanan yang dipantang/ tidak interpretasi dianjurkan untuk lansia informasi Memberi kesempatan klien dan keluarga bertanya bila ada yang kurang jelas9 Kamis 01-06-2006 Mengkaji/ mengevaluasi keluhan nyeri, tingkat/ A skala dan durasi nyeri. Nyeri akut/ kronik Memantau vital sign. berhubungan dengan Menganjurkan klien dan keluarga tetap peningkatan asam melakukan penanganan nyeri dengan pengaturan urat yang memicu pola makan, aktifitas edan istirahat dan obet- pembentukan kristal obetan tradisional10 Kamis 01-06-2006 Mengkaji/ mengevaluasi tingkat kemampuan aktivitas klien Resiko tinggi 25
  26. 26. terjadinya injuri Menganjurkan keluarga selalu membantu klienberhubungan dengan dalam pemenuhan kebutuhannyakelemahan Menganjurkan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi klien dan dengan pencahayaan yang cukup. Berpamitan melakukan proses terminasi A 26
  27. 27. IX. PRE PLANNING PENYULUHAN GIZI UNTUK LANSIA DENGAN REUMATHOID ARTRITISA. Latar Belakang Makan merupakan bagian dari ritme biologis tubuh yang berfungsimemenuhi kebutuhan nitrisi dalam hal ini zat gizi guna mengembalikan dayatahan dan stamina tubuh. Kebutuhan nutrisi bervariasi pada masing masingorang, tetapi pada umumnya proses penyerapan zat nutrisi/gizi menurun seiringdengan bertambahnya usia hal ini dapat disebabkan banyak faktor yang salahsatunya dengan bertambahnya usia maka fungsi dari organ-organ saluranpencernaaan juga mengalami penurunan sehingga proses pencernaan makananbaik secara mekanik dan kimia juga mengalami penurunan. Pada lansia khususnya yang mengalami penyakit remathoid atritis salahsatu faktor yang berpengaruh dalam prosespenyembuhan dan pencegahanpenyakit adalah gizi atau nutrisi yang dikonsumsi karena dengan mengkonsumsimakanan yang tepat dapat mencegah dan meringankan penyakit remathoid artritis.Pemberian gizi yang seimbang dan benar dapat meningkatkan resistensi tubuhterhadap penyakit dan meningkatkan sistim kekebalan tubuh terutama pada lansiayang sudah mulai mengalami penurunan fungsi fisiologis tubuh.B. Tujuan 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah melakukan penyuluhan pada lansia binaan dan keluarga lansia, diharapkan dapat memahami konsep gizi seimbang untuk lansia. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah melakukan penyuluhan gizi untuk binaan, lanisa binaan dan keluarga diharapkan mampu : a. Menyebutkan definisi gizi b. Menyebutkan macam-macam zat gizi c. Menyebutkan manfaat dari masing-masing zat gizi d. Menyebutkan makanan untuk penderita rhematoid artritis 27
  28. 28. C. Manfaat Kegiatan ini diharapkan mampu melibatkan dan mengarahkan keluargalansia dan lansia binaan dalam memahami kebutuhan gizi untuk lanisa denganrhematoid artritis.D. Pokok Bahasan Gizi untuk lansia dengan remathoid artritisE. Sub Pokok Bahasan 1. Definisi gizi 2. Macam-macam zat gizi 3. Manfaat dari masing-masing zat gizi 4. Makanan untuk penderita rhematoid artritisF. Sasaran Lansia binaan dan keluarga lansia binaan.G. Metode Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi.H. Waktu dan Tempat Penyuluhan 1. Hari/tanggal : Senin, 29 Mei 2006 2. Waktu : 11.00 – 11.30 WIB 3. Tempat : Rumah Ny. R, Jl. Bajak II H Gg. Nasional no.25 Lingk. IX Kel. Harjosari II Kec. Medan Amplas Medan.I. Media Penyuluhan 1. Lembar balik 2. Booklet 28
  29. 29. J. Pelaksanaan KegiatanNO KEGIATAN PENYULUH PESERTA MEDIA WAKTU1 Pembukaan - Memberi - Menjawab 3 menit salam. salam. - Menjelaskan - Mendengarkan tujuan, dan manfaat dan memperhatikan cakupan . materi.2 Kegiatan Inti - Menjelaskan - Mendengarkan Lembar 20 menit definis gizi dan balik memperhatikan - Menjelaskan - Memperhatikan macam- dan menyimak. macam zat gizi - Menjelas - Mendengarkan manfaat dari dan masing- memperhatikan masing zat . gizi - Menjelaskan - Memperhatikan makanan dan menyimak. untuk penderita rhematoid artritis - Memberikan - Bertanya jika kesempatan ada hal yang untuk kurang jelas. bertanya jika ada yang kurang jelas.3 Penutup - Mengevaluasi - Menjawab Leaflet 7 menit pengetahuan pertanyaan. Booklet keluarga lansia dan lansia binaan. - Menyimpulka - Mendengarkan n materi yang dan telah memperhatikan disampaikan. - Memberi - Menjawab salam. salam 29
  30. 30. K. Evaluasi 1. Evaluasi Struktur a. Kesiapan mahasiswa memberikan materi penyuluhan. b. Media dan alat memadai. c. Setting sesuai dengan kegiatan. 2. Evaluasi Proses a. Pelaksanaan preplanning sesuai dengan alokasi waktu. b. Peserta penyuluhan mengikuti kegiatan dengan aktif. c. Peserta penyuluhan menanyakan tentang hal hal yang diajukan oleh penyuluh pada saat evaluasi. 3. Evaluasi Hasil a. Peserta mampu menjawab 80% pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh pada saat evaluasi.L. ReferensiOchie, Diambil tanggal 17 Febuari 2006, Radang Sendi sent on 10-06-2004 http://www.restro.co.id/sehat.php?go?90=sht%2fmenukhusus25.htmSoekirman. (2000). Ilmu gizi dan aplikasinya untuk keluarga dan masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.Smeltzer S.C., & Bare B.G., 2001, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Volume 3, Jakarta: EGCWijayakusuma M.H., 2005, Mengusir Rematik & Asam Urat Tinggi dengan Makanan Sehat , http://ciptapangan.com/tips.detail.php?tips-id=182&detal- page=4 diambil tanggal 17 Febuari 2006http://www.massage-tools.com/stres-relief.htmhttp://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1203/13/hikmah/lainnya3.htmhttp://unisosdem.org/article_detail.php?aid=3483&coid=2&caid=42&gid=5 30
  31. 31. MATERI GIZI UNTUK LANSIA DENGANREMATHOID ARTRITISA. Definisi Gizi dapat didefenisikan sebagai proses dimana organismemenggunakan makanan. Makanan merupakan bahan organic yang diklasifikasikanmenjadi 3 kelompok: Protein, Karbohidrat, Lemak, kesemuanya dapat ditemukanpada hewan atau bahan sayur-sayuran. Walaupun demikian, zat gizi termasuksetiap bahan yang memberikan gizi atau yang dapat digunakan oleh tubuh,misalnya: air, vitamin dan garam mineral.B. Jenis-Jenis Zat Gizi Zat-zat gizi yang perlu dikonsumsi setiap orang setiap hari adalah sebagaiberikut: 1. Sumber tenaga/karbohidrat Karbohidrat adalah sumber tenaga bagi setiap orang, karbohidrat dapat diperoleh dari makanan yang mengandung tepung seperti: nasi, roti, ubi, jagung dan kentang. Apabila tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang memadai untuk menghasilkan energi, tubuh akan memecah protein dan lemak cadangan dalam tubuh. Sumber-sumber karbohidrat: Beras, gandum, ubi, jagung dan kentang. Fungsi Karbohidrat: Hampir semua karbohidrat diit pada akhirnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh. Beberapa karbohidrat yang ada digunakan untuk sintesis dari sejumlah senyawa pengatur. a. Energi b. Aksi pencadangan protein c. Pengaturan metabolisme lemak d. Peranan dalam fungsi gastrointestinal 2. Protein 31
  32. 32. Diperlukan sebagai pembentuk jaringan baru. Kekurangan asupan protein dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan jaringan tubuh yang rusak sehingga mengakibatkan lamban pulihnya suatu kerusakan jaringan tubuh. Protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan seseorang karena fungsi utamanya sebagai zat pembangun dan pengatur disamping sebagai bahan bakar tubuh. Bahan makanan yang mengandung protein digolongkan menjadi dua golongan yaitu bahan makanan sumber protein hewani dan bahan makanan sumber protein nabati. Bahan makanan dari hewani nilai proteinnya lebih tinggi dari pada nabati, karena kandungan asam amino sebagai molekul pembentuk protein lebih lengkap susunannya. Oleh karena itu bahan makanan dari hewani merupakan sumber protein yang baik dan sempurna. Contoh protein nabati adalah tempe, tahu. Dan golongan kacang-kacangan serta biji-bijian. Sedangkan protein hewani contohnya ikan, telur, daging dll.3. Lemak Seperti karbohidrat lemak merupakan senyawa karbon ,hydrogen dan oksigen.tetapi proporsi oksigen lebih rendah. Lemak termsuk senyawa minyak-minyakan dan bahan mirip lemak yang mempunyai rasa minyakdan tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic tertentu seperti eter,alcohol dan benzen. Terdapat banyak asam lemak yang ditemukan dalam alam yang berbeda dalam jumlah atom karbon dan ikatan ganda yang dikandungnya. Mereka adalah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Fungsi Lemak Fungsi utama lemak adalah untuk memberikan energi setiap setiap gram lemak jika dioksidasi menghasilkan sekitar sembilan kalori. Lemak berfungsi untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak, yaitu: vitamin A,D,E,dan K. Lemak memberikan rasa makanan yang menyenangkan dan memberi perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan dari lambung dikaitkan dengan kandungan lemaknya. 32
  33. 33. 4. Vitamin Dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh. Misalnya, vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan, vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi, vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein tubuh, vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah. Vitamin C membantu penyerapan zat besi guna mencegah anemia, dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Biasa ditemukan dalam sayur-sayuran segar dan buah-buahan segar 5. Mineral Antara lain : Kalsium, digunakan untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi serta persendian. Jika seseorang kekurangan kalsium, maka akan mengakibatkan tulang keropos atau osteoporosis. Untuk itu perlu mengkonsumsi susu, telur, keju, kacang-kacangan, atau tablet kalsium yang dapat diperoleh saat periksa ke Puskesmas atau klinik. Zat besi, erat berkaitan dengan anemia atau kekurangan sel darah merah sebagai adaptasi adanya perubahan fisiologis menurunnya fungsi tubuh memproduksi sel darah merah.C. Pedoman Menu bagi Penderita Remathoid Atritis Karena sebagian besar kasus rematik merupakan akibat kerja, gayahidup modern dan pola makan yang kurang sehat, maka carapencegahannya dilakukan dengan cara menghindari hal-hal yang bersifatnegatif tersebut. Mengatur pola makan dengan seimbang (tidak berlebihankonsumsi lemak) agar tidak kegemukan merupakan salah satu cara yangtepat mencegah arthritis. Olahraga teratur, istirahat cukup dan minum airputih 10 gelas per hari sangat dianjurkan untuk mendukung kelancaranmetabolisme tubuh menghindari gejala rematik yang cukup mengganggukesehatan. Berikut ini pedoman untuk menyusun menu bagi lansia: 33
  34. 34. 1. Makan dua kali lebih dari biasanya, bukan hanya dalam jumlah porsi, namun lebih ditekankan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.2. Makanan dapat diberikan 4-6 kali waktu makan sesuai dengan kemampuan lansia. Jangan memaksa untuk menghabiskan makanan yang tersaji jika merasa mual, pusing, dan ingin muntah.3. Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi dan yang merangsang seperti cabe, makanan bergas seperti nangka, nanas dan durian, serta yang beralkohol semacam tape.4. Berikan minum 1/2 jam sehabis makan. Perbanyak minum air putih, sari buah seperti air jeruk, air tomat dan sari wortel. Penting untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi, coklat, dan soft drink (minuman ringan) pemicu hipertensi.5. Hindari konsumsi bahan makanan olahan pabrik yang diberi pengawet dan pewarna yang dimasukkan ke dalam bahan pangan, karena dapat membahayakan kesehatan.6. Hindari makanan berkalori tinggi dan banyak mengandung gula serta lemak namun rendah kandungan zat gizi, makanan siap saji, makanan kecil, coklat, karena akan mengakibatkan mual dan muntah.7. Hindari konsumsi makanan laut dan daging yang pengolahannya tidak sempurna karena besar risikonya tercemar kuman dan bakteri yang membahayakan. Untuk menghindarinya, masaklah makanan sampai matang benar, dan cuci makanan untuk menjaga kebersihan, terutama buah dan sayuran sampai bersih sebelum dikonsumsi. Makanan yang dianjurkan bagi lansia1. Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur-sayuran segar yang kaya akan antioksidan.2. Minum susu yang mengandung kalsium tinggi dan yang mengandung rendah lemak.3. Perbanyak minum air putih minimal 10 gelas perhari. 34
  35. 35. Makanan yang sebaiknya dihindari :1. Kopi atau minuman berkafein, mengisap rokok atau minum minuman beralkohol. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung, alkohol menguras Vit B yang memdukung sistem syaraf dan nikotin bersifat neurostimulan yang justru membangkitkan semangat2. Makanan dengan bumbu menyengat, karbohidrat sederhana (gula, sirup), makanan berpengawet dan makanan kaleng.3. MSG (Monosodiumglutamate) sebaiknya dihindari karena memunculkan reaksi stimulan.4. Makanan yang mengandung purin tinggi misalnya jeroan, emping melinjo, bayam, remis, kepiting, durian, kacang-kacangan yang dikeringkan, dan lain-lain. Contoh Pola Menu Bagi Lansia JADWAL MAKAN CONTOH MENU MAKANAN Pagi hari 1 gelas susu (2 sendok makan susu bubuk + gula) Roti + satu butir telur 1 potong buah (pisang kepok) Jam 10 pagi  1 gelas sari buah/ jus  Kue Siang hari o 10 sendok makan nasi putih o 1 potong besar ikan/ daging/ ayam o 1 mangkuk sayur o 1 potong buah Jam 4 sore  1 gelas bubur Malam hari  10 sendok makan nasi putih  1 potong ikan/ daging/ ayam  Sayur secukupnya  1 potong buah Menjelang tidur  1 gelas susu (2 sendok makan susu bubuk) 35
  36. 36. PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATANTENTANG ARTHRITIS RHEUMATOIDA. LATAR BELAKANG Dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh perawat pada saat PraktekBelajar Lapangan di Lingkungan IX terhadap Ny. R yang menderita RemathoidArtritis mengatakan bahwa ia sering merasa nyeri pada pinggang dan lututkakinya, lebih terasa bila terlalu banyak berjalan atau terlalu lama berdiri. Danutukmeringankan keluhan nyeriklien istirahat duduk sambil memijit kakinyadengan balsem dan sekali-kali merendam kakinya dengan air hangat. Berdasarkan hal diatas perawat ingin memberikan penyuluhan kesehatanmengenai remathoid artritis agar klien dan keluarga lebih mengerti dan dapatmelakukan perawatan pada remathoid artritis. B. TUJUAN 1. Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 20 menit, diharapkan lansia dan keluarga akan mampu memahami dan menanggulangi penyakit Arthritis rheumatoid. 2. Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang Arthritis rheumatoid selama 20 menit, lansia mampu : a. Menjelaskan pengertian Arthritis rheumatoid b. Menjelaskan peyebab Arthritis rheumatoid c. Menjelaskan tanda dan gejala Arthritis rheumatoid d. Menjelaskan penatalaksanaan Arthritis rheumatoid e. Menjelaskan diet penderita Arthritis rheumatoid f. Menjelaskan obat-obatan tradisional Arthritis rheumatoid dan cara pengolahannya. C. MATERI 1. Pengertian Arthritis rheumatoid 36
  37. 37. 2. Penyebab Arthritis rheumatoid 3. Tanda dan gejala Arthritis rheumatoid 4. Penatalaksanaan Arthritis rheumatoid 5. Diet penderita Arthritis rheumatoid 6. Obat-obatan tradisional Arthritis rheumatoid dan cara pengolahannya. D. METODE 1. Ceramah 2. Diskusi / Tanya jawab E. WAKTU DAN TEMPAT PENYULUHAN 1. Hari/ Tangga : Jumat/ 26 Mei 2006 2. Waktu : 11.00 Wib – selesai 3. Tempat : Gg. Nasional Bajak II H Lingk IX Kelurahan Harjosari II Medan AmplasE. PELAKSANAANNo Kegiatan Pendidik Peserta Waktu 1 Pembukaan  Memberi salam  Menjawab salam 5 menit  Menjelaskan tujuan  Mendengarkan dan memperhatikan2 Kegiatan  Menjelaskan  Mendengarkan dan 15 menit inti pengertian penyakit memperhatikan remathoid arthritis  Menjelaskan  Mendengarkan dan penyebab penyakit memperhatikan remathoid arthritis  Menjelaskan tanda  Mendengarkan dan dan gejala penyakit memperhatikan remathoid arthritis  Mendengarkan dan  Menjelaskan memperhatikan penanganan pada penyakit remathoid  Mendengarkan dan arthritis memperhatikan  Menjelaskan pencegahan penyakit remathoid arthritis 37
  38. 38. 3 Penutup  Tanya jawab  Bertanya dan 10 menjawab menit  Menutup dan  Menjawab salam mengucapkan salamF. KRITERIA EVALUASI 1. Evaluasi Standar  Kesiapan pengunjung/pasien Puskesmas Darusalam mengikuti penyuluhan tentang penyakit remathoid arthritis  Media dan alat dipahami.  Tempat sesuai dengan kegiatan. 2. Evaluasi Proses  Kegiatan penyuluhan dilakukan sesuai dengan waktu yang direncanakan.  Perawat pengunjung/pasien Puskesmas Darusalam kooperatif dan aktif dalam mengikuti penyuluhan. 3. Evaluasi Akhir Setelah mengikuti penyegaran maka pengunjung/pasien Puskesmas Darusalam akan dapat:  Menjelaskan kembali tentang pengertian penyakit remathoid arthritis  Menjelaskan kembali tentang penyebab penyakit remathoid arthritis  Menjelaskan kembali tentang tanda dan gejala penyakit remathoid arthritis  Menjelaskan kembali tentang penanganan pada penyakit remathoid arthritis  Menjelaskan kembali tentang pencegahan penyakit remathoid arthritis 38
  39. 39. MATERI PENYULUHAN REUMATOID ARTHRITISA. Defenisi Reumatoid arthritis adalah penyakit inflamasi sistemik kronis yangdikarakteristikkan oleh kerusakan dan proliferasi membran sinovial yangmenyebabkan kerusakan pada tulang, sendi, ankilosis, dan deformitas. (Suzanne,CS, 2002).B. Etiologi Sampai sekarang ini masih belum diketahui, tetapi ada yang mengatakankarena hal-hal dibawah ini. Yang kesemuanya belum merupakan bukti yangnyata. 1. Faktor Keturunan dan Lingkungan Terjalin hubungan yang erat antara HLA-DW4 dengan arthritis reumatoid seropositif. Hubungan ini menunjukkan bahwa penderita memiliki resiko 4 kali lebih mudah terserang penyakit ini. 2. Pengaruh Hormon dan Seks Perempuan dengan hormon estrogennya lebih berpeluang terserang arthritis reumatoid dibandingkan dengan pria. Hormon estrogen sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang. Kekurangan hormon estrogen mengakibatkan lebih banyak penghancuran tulang daripada pembentukan tulang. Keadaan ini mempercepat dan memperberat penyakit srthritis reumatoid. 1. Adanya Infeksi Infeksi dibagian persendian akibat bakteri, mikoplasma atau koloni jamur, dan virus bisa meniumbulkan sakit yang terjadi secara mendadak. Biasanya, disertai juga dengan tanda-tanda peradangan, seperti panas, nyeri, bengkak dan gangguan fungsi. Infeksi dan peradangan merupakan gejala yang khas sebagai tanda timbulnya arthritis reumatoid. 39
  40. 40. 2. Munculnya Heat Shock Protein (HSP) Heat shock protein merupakan sekelompok protein berukuran sedang yang muncul sebagai bentuk respon tubuih yang sedang mengalami stres. Namun, keberadaan protein ini justru akan memicu terjadinya arthritis reumatoid. 3. Adanya Radikal Bebas Radikal bebas seperti superoksida dan lipid peroksidase akan merangsang keluarnya prostaglandin. Adanya prostaglandin akan menimbulkan rasa nyeri, peradangan, dan pembengkakan. 4. Pengaruh Usia Umur 35-45 tahun lebih rentan terhadap penyakit rematik jenis ini, meskipun secara umum arthritis reumatoid terjadi pada kelompok umur 20-60 tahun.C. Manifestasi Klinis Ada beberapa gambaran klinis yang lazim ditemukan. Namun ini tidakharus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan. oleh karena memiliki gambaranklinis yang bervariasi. Sebagai pedoman umum yang dipakai kriteria dari ARA (AmericanReumatism Assosiation) untuk menegakkan diagnosis. 1. Adanya rasa kaku pada pagi hari (morning stiffnes) Penderita merasa kaku dari mulai bangun tidur sampai sekurang- kurangnya 2 jam, bahkan kadang-kadang sampai jam 11 siang rasa kaku tersebut mulai bekurang. 2. Pembengkakan jaringan lunak sendi (soft tissue swelling) bukan pembesaran tulang (hyperostosis) belangsung sekurang-kurangnya 6 minggu. 3. Nyeri pada sendi yang terkena bila digerakkan (joint tenderness on moving) sekurang-kurangnya didapati pada satu sendi. 4. Nyeri pada sendi bila digerakkan (pada sendi terkena), sekurang- kurangnya pada sebuah sendi yang lain. 40
  41. 41. 5. Poli artritis yang simetris dan serentak (symmetrical poliartritis simultaneously). Serentak disini diartikan jarak antara rasa sakit pada satu sendio disusul oleh sendi yang lain harus kurang dari 6 minggu. 6. Didapati adanya nodulus Reumatikus subkutan. 7. Didapati adanya kelainan radiologik pada sendi yang terkena, sekurang- kurangnya dengan klasifikasi. 8. Tes faktor rema positif (Rheuma factor test positif). 9. Pengendapan mucin yang kurang pekat (poor mucin positif). 10. Didapati gambaran histologik pada jaringan sinovial sedikitnya 3 dari yang disebut dibawah ini. Villi hypertropi Proliferasi jaringan sinovial Adanya pusat-pusat / kelompok sel yang mati (central necrose) Deposit-deposit / timbunan sel fibrin. Adanya sebukan sel-sel radang menahun dan mendadak. Didapati gambaran histologik yang khas dari sayatan melintang benjolan rema (Reumatoid nodule) sekurang-kurangnya 3 dari yang disebut dibawah ini : 1. Adanya daerah-daerah sel yang mati yang terletak ditengah-tengah. 2. Dikelilingi dengan sel-sel yang berproliferasi yang berjajar membentuk gambaran jeruji sepeda. 3. Didapati sel fibrosis dibagian tepinya. 4. Adanya sebukan sel-sel radang mendadak dan menahun. Sebenarnya masih ada 20 lagi yang tergolong pengecualian yang tidaktermasuk Reumatoid arthritis misalnya : 1. Bila ada tanda rash yang khas (butterfly formation) pada SLE. 2. Jelas adanya skleroderma. 3. Adanya gambaran demam reumatik dan sebagainya. 41
  42. 42. Berdasarkan kriteria yang diatas diadakanlah pembagian kelas anataralain: 5. Classical RA : Bila didapat sekurang-kurangnya 7 dari 11 kriteria. 6. RA defenit : Bila didapati 5 kriteria tersebut. 7. Probably RA : Bila hanya 3 kriteria saja 8. Possible RA : Bila hanya 1 kriteria. Sering penderita mulai mengeluh rasa sakit dan pembengkakan padasendi-sendi (jari tangan) dimulai sendi metakarpofalangeal dan disertai denganbengkak yang khas pada pergelangan tangan bagian dorsal. Pikirkan kemungkinanReumatoid terlebih dahulu lebih-lebih bila simetris.D. Klasifikasi Penderita arthritis reumatoid dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: 4. Penderita yang mengalami serangan arthritis reumatoid, tetapi selanjutnya dapat sembuh secara sempurna. 5. Penderita yang mengalami serangan arthritis reumatoid sepanjang hidup, tetapi sesekali diselingi kesembuhan yang sifatnya singkat. 6. Penderita yang mengalami serangan arthritis reumatoid secara progresif yaitu disertai dengan penurunan fungsi sendi pada setiap kali terjadi serangan rematik. Wanita lebih sering menderita rematik jenis ini dibandingkan pria,perbandingannya 3 : 1. Keadaan ini berkaitan dengan peristiwa menopause yangtidak dialami pria. 42
  43. 43. E. Patofisiologi Perubahan berhubungan dengan usia: Menurunnya autoimun. Kartilago sebagai pelumas sendi berkurang. Kekuatan otot berkurang. Pengaruh Negatif Dari Perubahan struktur tulang. Penurunan mekanisme proliferasi Fungsi-Fungsi Yang tulang. Terganggu:  Pembengkakan jaringan lunak sendi.  Kerentanan peningkatan suhu tubuh.  Peradangan pada sendi- sendi.  Berkurangnya respon adaptif terhadap aktvitas yang berlebih.  Kelainan bentuk pada sendi/kontraktur.  Menurunnya kekuatan otot. Faktor Resiko: Asam urat  Meningkatnya Obesitas dan cidera kerentanan terhadap Konsumsi lemak berlebihan cidera. Kebiasaan diet yang mengandung lemak hewani. Kurang beraktivitas(Miller, 1995)F. Pemeriksaan Diagnostik 1. Pemeriksaan Patologi Anatomi Terlihat adanya hipertropi dari villi pada sendi, penebalan jaringan sinovial, adanya sebukan sel-sel radang mendadak dan menahun, jaringan fibrosit dan pusat-pusat nekrosis. Semuanya menghasilkan pembengkakan sendi yang amat nyeri dalam keadaan diam maupun bila digerakkan. Pembentukan pannus yang cepat akan menerobos tulang rawan sendi, periost sehingga pada akhirnya sendi tersebut dengan pannus yang 43
  44. 44. berlapis-lapis, maka lambat laun merupakan anyaman yang saling bertaut sehingga pada akhirnya timbul ankilosis. Proses penerobosan ini akan berlangsung terus kedalam tulang sehingga pada suatu saat tulang jadi rapuh dan hancur. Akibatnya timbul deformitas, subluksasi bahkan destruksi yag hebat. Akibat ini pula otot-otot disekitar sendi tidak digunakan lagi dan timbul “Disused athropy”. Akhirnya penderita kan cacat, dan sendi-sendi besarnya juga akan mengalami ankilosis. 2. Pemeriksaan Laboratorium  Test faktor reuma (RF), biasanya positif pada 70-80% penderita RA terutama bila Ranya masih aktif.  C-reactive protein; biasanya positif pada penderita RA sejenisnya.  Laju endap darah (LED) biasanya meninggi pada RA.  Sering dijumpai lekositosis.  Anemia akibat adanya inflamasi yang kronis. Disini pemberian Fe per- oral atau suntikan tidak akan menolong.  Pada hitung jenis lekosit, polimorfonuklear persentasenya Meninggi.  Kadar albumin serum turun dan globulin naik.  Pada pemeriksaan X-Ray semua sendi dapat terkena, tapi biasanya yang sering metatarsofalangeal dan biasanya simetris. Disamping itu sendi sakroiliaka juga sering terkena. 3. Pemeriksaan Radiologik Didapati adanya tanda-tanda dekalsifikasi (sekurang-kurangnya) pada sensi yang terkena.G. Penatalaksanaan Penatalaksanaan penderita Reumatoid arthritis dibagi atas : 1. Medikamentosa 2. Fisioterapi 3. Pembedahan 44
  45. 45. 4. Psikoterapi Tujuan pengobatan pada Reumatoid arthritis :5. Mencegah deformitas.6. Menghilangkan rasa sakit.7. Mengusahakan agar dapat tetap bekerja dan hidup secara bias baik dirumah maupun di tempatkerja, terutama mengataasi keperluan- keperluan dirinya sehari-hari.8. Memperbaiki (mengoreksi) deformitas yang sudah terjadi.MEDIKAMENTOSAPengobatan ini dibagi atas beberapa kelompok antara lain :a. Golongan obat simtomatik. Simple analgesic (paracetamol, aminopirin); anti inflamasi nonsteroid (indomestin, fenil butazon, sodium diklofenak); anti inflamasi golongan steroid (prednison).b. Golongan obat yang mempengaruhi perjalanan penyakitnya (obat-obat remitif/ remitive agent : Immuno suppresant; obat sitostatika; alkylating agent; chelating agent; anti malaria; antelmintik.Pengobatan secara simtomatikTidak mempengaruhi perjalanan penyakit penderita, artinya hanya rasasakitnya saja yang dikurangi.Pengobatan secara remitifObat ini lebih bermanfaat bagi penderita namun tergolong jenis obat yanglambat kerjanya. Biasanya diperlukan waktu beberapa bulan pengobatan gunamencapai kadar yang dikehendaki dalam darah agar mempunyai pengobatan.PENGOBATAN FISIOTERAPIPengobatan ini memegang peranan yang tidak kalah pentingnya denganpengobatan medikamentosa. Disini pencegahan terhadap cacat yang lebihlanjut dan pencegahan kecacatan dan bila sudah terjadi cacat, dicoba 45
  46. 46. dilakukan rehabilitasi bila masih memungkinkan. Sebaiknya dimulai fisioterapi segera setelah sendi mulai berkurang sakitnya atau sudah minimal. Bila tidak juga berhasil, mungkin diperlukan pertimbangan untuk tindakan operatif. PENGOBATAN PEMBEDAHAN Bila berbagai cara pengobatan sudah dilakukan namun belum berhasil juga, dan alasan untuk tindakan operatif cukup kuat, maka dilakukanlah pengobatan pembedahan. Jenis pengobatan ini umumnya bersifat ortopedik. PSIKOTERAPI Biasanya diberikan psikoterapi superficial agar timbul semangat dan keuletan untuk berobat dan dukungan pada mental penderita supaya dapat menghadapi diri dan penyakitnya. Penderita diberi penjelasan bahwa penderita akan tetap dapat melakukan tugas-tugas sosial yang dihadapinya terutama untuk mancari nafkah, bila penderita berobat dengan tekun. Dan yang penting tidak mengantungkan hidupnya pada orang lain (jadi beban, terutama keluarga). X. H. Pencegahan Karena sebagian besar kasus rematik merupakan akibat kerja, gayahidup modern dan pola makan yang kurang sehat, maka carapencegahannya dilakukan dengan cara menghindari hal-hal yang bersifatnegatif tersebut.Mengatur pola makan dengan seimbang (tidak berlebihan konsumsi lemak)agar tidak kegemukan merupakan salah satu cara yang tepat mencegaharthritis.Olahraga teratur, istirahat cukup dan minum air putih 10 gelas per harisangat dianjurkan untuk mendukung kelancaran metabolisme tubuhmenghindari gejala rematik yang cukup mengganggu kesehatan. 46
  47. 47. I. Obat Tradisional 1. Ramuan I (Jahe) Jahe 2 jari tangan, kayu manis 1 jari tangan, kencur 10 biji, cengkeh 10 biji, air 3 gelas. Jahe dan kencur dicuci bersih lalu dikupas dan diiris tipis. Cengkeh dan kayu manis dicuci bersih kemudian dicampurkan dengan jahe dan kencur yang telah diiris halus serta air sebanyak 3 gelas. Kemudian semua bahan direbus sampai air rebusan bersisa 1 gelas. Air rebusan diminum 3 kali sehari sebanyak 1 gelas. Air rebusan dapat ditambah dengan madu atau gula batu agar tidak terlalu pahit. 2. Ramuan III (Daun Singkong) 5 lembar daun singkong, 15 gram jahe, kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya, diaduk lalu dioleskan pada bagian tubuh yang sakit 3. Ramuan II (Buah Makota Dewa) Sebanyak 2 buah makota dewa diiris tipis tetapi tidak mengenai bijinya, kemudian dijemur sampai kering. Setelah kering diambil sebanyak ukuran 1 buah utuh untuk direbus dengan air sebanyak 3 gelas sampai hasilnya hingga 1 gelas Selanjutnya hasil yang satu gelas diminum 3 kali sehari. Bisa digunakan sebagai pengganti bubuk teh karena baunya wangi. 4. Ramuan IV (Daun Belimbing Wuluh) 100 gram daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkah, 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya kemudian aduk. Setelah itu oleskan pada bagian yang sakit. 5. Ramuan V (KUMIS KUCING)  Seluruh bagian tumbuhan segar secukupnya. Dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Hasil tumbukan ditempelkan dibagian yang sakit lalu dibalut.  Ramuan lainnya adalah kumis kucing secukupnya direbus dengan air bersih beberapa menit. Kemudian dalam keadaan hangat-hangat disiramkan sedikit demi sedikit pada bagian yang sakit. 47
  48. 48. 5. Ramuan VI ( PUTRI MALU) Akar 154 gram direndam dalam 500 ml arak putih selama 2-3 minggu. Ramuan digunakan sebagai obat gosok.7. Ramuan VII (KEJI BELING) 7-10 lembar daun keji beling yang tua dicuci bersih, tanaman putri malu dicuci bersih, kemudian di rebus bersama tanaman putri malu kemudian direbus dengan 3 gelas air hingga menjadi 2 gelas. Kemudian di minum seperti air putih.8. Ramuan VIII (SIDAGURI) Semua bagian sidaguri kering sebanyak 60 gam direbus dengan 4 gelas air sisa 2 gelas. Air rebusan dimunim 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.9. Ramuan IX (SEMBUNG) Daun dan batang segar masing-masing 20-30 gram, direbus dengan 6 gelas hingga menjadi 3 gelas. Diminum 3 kali sehari-masing-masing 1 gelas. 48
  49. 49. DAFTAR PUSTAKACharles J Reeves, 2001, Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta, EGCHerdi Sibuea et al, 1992, Ilmu Penyakit Dalam, jakarta : rumah sakit PGI Tjikini, FKUIhttp : //www.artritis.Net./link/artritis.htmlhttp : //www.tabloidnova.com/articles.asp?id=850http : //www.suara merdeka.comManjoer A, dkk, 1999, Kapita Selekta kedokteran Jilid 1 Edisi 3, Jakarta: Media Aesculapius FK UIPrince S.A., & Wilson L.M., 1995, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Buku 2 Edisi 4, Jakarta: EGCSmeltzer S.C., & Bare B.G., 2001, Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Volume 3, Jakarta: EGCOchie, Diambil tanggal 17 Febuari 2006, Radang Sendi sent on 10-06-2004 http://www.restro.co.id/sehat.php?go?90=sht%2fmenukhusus25.htmWijayakusuma M.H., 2005, Mengusir Rematik & Asam Urat Tinggi dengan Makanan Sehat , http://ciptapangan.com/tips.detail.php?tips-id=182&detal- page=4 diambil tanggal 17 Febuari 2006 49

×