Your SlideShare is downloading. ×
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Tugas Perbedaan R & D dan Design research
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Tugas Perbedaan R & D dan Design research

7,584

Published on

Published in: Technology, Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,584
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
344
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Tugas Mata Kuliah Penelitian Pendidikan MatematikaRESEARCH AND DEVELOPMENT & DEVELOPMENT RESEARCH Oleh : Sri Widiarti (06091008010) Dosen Pengasuh : 1. Dr. Ratu Ilma IP, S.Pd., M.Si 2. Dr. Budi Santoso, M.Si PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012
  • 2. A. Research And Development (Penelitian Dan Pengembangan)a. Pengertian Research And Development Research And Development adalah metode penelitian yang digunakan untukmenghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Menurut Sujadi (2003:164) Penelitian dan Pengembangan atau Research andDevelopment (R&D) adalah suatu proses atau langkah-langkah untukmengembangkan suatu produk baru, atau menyempurnakan produk yang telahada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Produk tersebut tidak selalu berbentukbenda atau perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantupembelajaran di kelas atau di laboratorium, tetapi bisa juga perangkatlunak(software), seperti program komputer untuk pengolahan data, pembelajarandi kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model pendidikan,pembelajaran, pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dll.b. Ciri-Ciri Research And DevelopmentBorg and Gall, 1983 menjelaskan empat ciri utama R and D, yaitu:1) Studying research finding pertinent to the product to be developed (melakukan studi atau penelitian awal untuk mencari temuan-temuan penelitian terkait dengan produk yang akan dikembangkan).2) Developing the base on this findings (mengembangkan produk berdasarkan temuan penelitian tersebut).3) it in the setting where it will be used eventually (Field testing dilakukannya uji lapangan dalam seting atau situasi senyatanya dimana produk tersebut nantinya digunakan).
  • 3. 4) Revising it to correct the deficiencies found in the field-testing stage (melakukan revisi untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam tahap-tahap uji lapangan). Jadi, ciri utama R & D adalah adanya langkah penelitian awal terkait denganproduk yang akan dikembangkan. Jika tidak ada langkah penelitian awal, tibatiba mendesain dan mengembangkan produk, maka R & D-nya dipertanyakan,atau bisa dikatakan bukan R & D. Berdasarkan hasil penelitian itulah kemudianproduk pendidikan dirancang dan dikembangkan untuk kemudian diuji dandiperbaiki (revisi).c. Metode Dalam Research And Development Dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan, ada beberapa metode yangdigunakan, yaitu:• metode deskriptif Metode penelitian deskriptif, digunakan dalam penelitian awal untukmenghimpun data tentang kondisi yang ada. Kondisi yang ada mencakup: (1)kondisi produk-produk yang sudah ada sebagai bahan perbandingan atau bahandasar (embrio) untuk produk yang akan dikembangkan, (2) kondisi pihakpengguna, seperti sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, Berta pengguna lainnya,(3) kondisi faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan danpenggunaan dari produk yang akan dihasilkan, mencakup unsur manusia, saran-prasarana, biaya, pengelolaan, dan lingkungan.• metode evaluative Digunakan untuk mengevaluasi proses uji coba pengembangan suatu produk.Produk dikembangkan melalui serangkaian uji coba, dan setiap kegiatan uji cobadiadakan evaluasi, baik evaluasi hasil maupun evaluasi proses. Berdasarkantemuan-temuan hasil uji coba diadakan penyempurnaan-penyempurnaan.
  • 4. • metode eksperimental Digunakan untuk menguji keampuhan dari produk yang dihasilkan. Walaupundalam tahap uji coba telah ada evaluasi (pengukuran), tetapi pengukuran tersebutmasih dalam rangka pengembangan produk, belum ada kelompok pembanding.Dalam eksperimen telah diadakan pengukuran selain pada kelompok eksperimenjuga pada kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Pemilihan kelompokeksperimen dan kelompok kontro dilakukan secara acak atau random.Pembandingan hasil eksperimen men pada kedua kelompok tersebut dapatmenunjukkan tingkat keampuhan dari produk yang dihasilkan.d. Langkah-langkah Penelitian Research And Development 1) Penelitian dan pengumpulan data Pada tahap ini, paling tidak ada 2 hal yang harus dilakukan yaitu studiliteratur dan studi lapangan. Pada studi literatur, digunakan untuk menemukankonsep-konsep atau landasan-landasan teoritis yang memperkuat suatuproduk. Melalui studi literatur dikaji pula ruang lingkup suatu produk,keluasaan penggunaan, kondisi pendukung, dll. Melalui studi literatur diketahuipula langkah-langkah yang paling tepat untuk mengembangkan produk. Studiliteratur juga akan meberikan gambaran hasil-hasil penelitian terdahulu yangbisa sebagai bahan perbandingan untuk mengembangkan suatu produk tertentu.Selain studi literatur, perlu juga dilakukan studi lapangan atau dengan katalain disebut sebagai pengukuran kebutuhan dan penelitian dalam skala kecil(Sukmadinata: 2005). Dalam mengembangkan suatu produk, sebaiknyadidasarkan atas pengukuran kebutuhan (need assessment). Kriteria yangpaling penting adalah apakah produk pendidikan yang akan dihasilkan betul-betul penting dan dibutuhkan dalam pendidikan. Studi lapangan yang lain
  • 5. dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian dalam skala kecil (penelitianpendahuluan). 2) Perencanaan Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan, maka dibuatperencanaan / rancangan produk yang antara lain mencakup :a. tujuan dari penggunaan produkb. siapa pengguna dari produk tersebutc. deskripsi dari komponen-komponen produk dan penggunaannya. 3) Pengembangan produk awal Pengembangan produk awal merupakan draft kasar dari produk yang akandibuat.Meskipun demikian, draft produk tersebut harus disusun selengkap dansesempurna mungkin. Draft atau produk awal dikembangkan oleh penelitibekerja sama atau meminta bantuan para ahli dan atau praktisi yang sesuai denganbidang keahliannya (uji coba di belakang meja/ desk try out atau deskevaluation).Pada tahap ini sering juga disebut dengan tahap validasi ahli. Ujicoba atau evaluasi oleh ahli bersifat perkiraan atau judgment, berdasarkananalisis dan pertimbangan logika dari para peneliti dan ahli. Uji coba lapanganakan mendapatkan kelayakan secara mikro, kasus demi kasus untukkemudian ditarik kesimpulan secara umum atau digeneralisasi . 4) Uji coba produk awal / Uji Coba Terbatas Setelah uji coba diatas meja, maka dilakukan uji coba lapangan disekolah ataupun di laboratorium. Menurut Borg and Hall (1989), uji cobalapangan produk awal disarankan dilakukan pada 1 sampai 3 sekolah denganjumlah responden antara 10 sampai 30 orang. Selama pelaksanaan uji coba di
  • 6. lapangan, peneliti mengadakan pengamatan secara intensif dan mencatat hal-hal penting yang dilakukan oleh responden yang akan dijadikan bahan untukpenyempurnaan produk awal tersebut. 5) Penyempurnaan Produk Awal Penyempurnaan produk awal akan dilakukan setelah dilakukan uji cobalapangan secara terbatas. Pada tahap penyempurnaan produk awal ini, lebihbanyak dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Evaluasi yang dilakukanlebih pada evaluasi terhadap proses, sehingga perbaikan yang dilakukanbersifat perbaikan internal. 6) Uji Coba Lapangan Lebih Luas Meskipun sudah diperoleh produk yang lebih sempurna, tetapi uji coba danpenyempurnaan produk masih perlu dilakukan sekali lagi. Hal ini dilakukanagar produk yang dikembangkan memenuhi standar tertentu. Oleh karena itutarget populasinyapun harus disesuaikan. Uji coba dan penyempurnaan padatahap produk awal masih difokuskan kepada pengembangan danpenyempurnaan materi produk, belum memperhatikan kelayakan dalam kontekspopulasi. Kelayakan populasi dilakukan dalam uji coba dan penyempurnaanproduk yang telah disempurnakan. Dalam tahap ini, uji coba danpenyempurnaan dilakukan dalam jumlah sampel yang lebih besar. Borg danGall (1989), menyarankan dalam tahap ini digunakan sampel sekolah 5sampai dengan 15 sekolah, dengan sampel subjek antara 30 sampai 100 orang(Ini bersifat relatif, tergantung jumlah-kategori-dan karakteristikpopulasi).Langkah-langkah uji coba produk yang telah disempurnakan samapersis dengan uji coba produk awal, hanya jumlah sampelnya saja yangberbeda. 7) Penyempurnaan Produk Hasil Uji Lapangan Lebih Luas
  • 7. Penyempurnaan produk dari hasil uji lapangan lebih luas ini akan lebihmemantapkan produk yang kita kembangkan, karena pada tahap uji cobalapangan sebelumnya dilaksanakan dengan adanya kelompok kontrol. Desainyang digunakan adalah pretest dan posttest. Selain perbaikan yang bersifatinternal. Penyempurnaan produk ini didasarkan pada evaluasi hasil sehinggapendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. 8) Uji Coba Produk Akhir Pengujian produk akhir, dimaksudkan untuk menguji apakah suatuproduk pendidikan layak dan memiliki keunggulan dalam tataran praktek.Dalam pengujian ini tujuannya bukan lagi menyempurnakan produk, karenaproduk diasumsikan sudah sempurna. Pengujian produk akhir, dapat dilakukanpada sekolah yang sama dengan pada tahap ujicoba kedua ataupun berbedadengan jumlah sampel yang sama. Dalam pengujian produk akhir, sebaiknyadigunakan kelompok kontrol. Pengujian dilaksanakan dalam bentuk desaineksperimen. Model desain yang digunakan adalah “The randomized pretest-postest control group design” atau minimal “the matching only pretests-posttest Control Group Design”. Desain pertama merupakan desain eksperimenmurni, karena kedua kelompok eksperimen dirandom atau disamakan. Desainkedua termasuk eksperimen kuasi, sebab kedua kelompok eksperimen hanyadipasangkan. 9) Revisi atau Penyempurnaan Produk Akhir Penyempurnaan produk akhir dipandang perlu untuk lebih akuratnyaproduk yang dikembangkan. Pada tahap ini sudah didapatkan suatu produkyang tingkat efektivitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penyempurnaanproduk akhir memiliki nilai “generalisasi” yang dapat diandalkan. 10) Diseminasi dan Implementasi Setelah dihasilkan suatu produk final yang sudah teruji keampuhannya,langkah selanjutnya adalah desiminasi, implementasi, dan institusionalisasi.
  • 8. Desiminasi dari suatu produk, yang dikembangkan akan membutuhkansosialisasi yang cukup panjang dan lama. Biasanya prses desiminasi danimplementasi akan bergadapan dengan berbagai masalah kebijakan, legalitas,pendanaan, dll.e. Laporan Research and DevelopmentSistematika laporan adalah sebagai berikut:HALAMAN JUDULABSTRAKPENGANTARDAFTAR ISIDAFTAR GAMBARDAFTAR TABELBAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangB. Rumusan MasalahC. TujuanD. ManfaatBAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUANHIPOTESISA. Deskripsi TeoriB. Kerangka BerpikirC. Hipotesis (produk yang akan dihasilkan)BAB III PROSEDUR PENELITIANA. Langkah-langkah PenelitianB. Metode Penelitian Tahap I1. Populasi sampel sumber data2. Teknik pengumpulan data3. Instrumen penelitian4. Analisis data5. Perencanaan desain produk
  • 9. 6. Validasi desainC. Metode Penelitian Tahap II1. Model Rancangan Eksperimen UNTUK Menguji2. Populasi dan sampel3. Teknik pengumpulan data4. Instrumen penelitian5. Teknik analisis dataBAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Desain awal produk (gambar dan penjelasan)B. Hasil pengujian pertamaC. Revisi Produk(gambar setelah direvisi danD. Hasil pengujian tahap ke IIE. Revisi Produk( Gambar setelah direvisi danF. Pengujian Tahap ke III (bila perlu)G. Penyempurnaan produk ( gambar terakhir danH. Pembahasan ProdukBAB V KESIMPULAN DAN SARAN PENGGUNAANNYAA. KesimpulanB. Saran Penggunaan.DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN INSTRUMENLAMPIRAN DATALAMPIRAN PRODUK YANG DIHASILKAN BERIKUT BUKUPENJELASANNYAB. Development Research (Penelitian Pengembangan) a. Pengertian Development Research
  • 10. Menurut gay (1990) Penelitian Pengembangan adalah suatu usaha untukmengembangkan suatu produk yang efektif untuk digunakan sekolah dan bukanuntuk menguji teori. Definisi educational design research yang berikan oleh Barab dan Squire(2004, van den Akker et al., 2006 : 5), yaitu : ‘serangkaian pendekatan, denganmaksud untuk menghasilkan teori-teori baru, artefak, dan model praktis yangmenjelaskan dan berpotensi berdampak pada pembelajaran dengan pengaturanyang alami(naturalistic)‟. Menurut Cobb (1999, Bakker, 2004), istilah penelitian design researchjuga dimasukan ke dalam penelitian pengembangan (developmental research),karena berkaitan dengan pengembangan materi dan bahan pembelajaran.b. Ciri-ciri Development ResearchMenurut Wayan (2009) ada 4 karateristik penelitian pengembangan antara lain :1) Masalah yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata yang berkaitan dengan upaya inovatif atau penerapan teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung jawaban profesional dan komitmennya terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran.2) Pengembangan model, pendekatan dan metode pembelajaran serta media belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa.3) Proses pengembangan produk, validasi yang dilakukan melalui uji ahli, dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk yang dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Proses pengembangan, validasi, dan uji coba lapangan tersebut seyogyanya dideskripsikan secara jelas, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara akademik.4) Proses pengembangan model, pendekatan, modul, metode, dan media pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi dan dilaporkan secara sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan originalitas.
  • 11. c. Proses Development Research Menurut Akker (1999), ada 4 tahap dalam penelitian pengembangan yaitu :1. Pemeriksaan pendahuluan (preliminary inverstigation). Pemeriksaan pendahuluan yang sistematis dan intensif dari permasalahan mencakup: • tinjauan ulang literatur, • konsultasi tenaga ahli, • analisa tentang ketersediaan contoh untuk tujuan yang terkait, dan • studi kasus dari praktek yang umum untuk merincikan kebutuhan.2. Penyesuaian teoritis (theoretical embedding) Usaha yang lebih sistematis dibuat untuk menerapkan dasar pengetahuan dalam mengutarakan dasar pemikiran yang teoritis untuk pilihan rancangan.3. Uji empiris (empirical testing) Bukti empiris yang jelas menunjukkan tentang kepraktisan dan efektivitas dari intervensi.4. Proses dan hasil dokumentasi, analisa dan refleksi Implementasi dan hasilnya untuk berperan pada spesifikasi dan perluasan metodologi rancangan dan pengembangan penelitian.d. Metode Penelitian Development Research Metode penelitian pengembangan tidaklah berbeda jauh dari penelitianpendekatan penelitian lainya. Namun, pada penelitian pengembangan difokuskanpada 2 tahap yaitu tahap preliminary dan tahap formative evaluation (Tessmer,1993) yang meliputi self evaluation, prototyping (expert reviews dan one-to-one,dan small group), serta field test. Adapun alur desain formative evaluation sebagaiberikut :
  • 12. a. Tahap PreliminaryPada tahap ini, peneliti akan menentukan tempat dan subjek penelitian sepertidengan cara menghubungi kepala sekolah dan guru mata pelajaran disekolah yangakan menjadi lokasi penelitian. Selanjutnya peneliti akan mengadakan persiapan-persiapan lainnya, seperti mengatur jadwal penelitian dan prosedur kerja samadengan guru kelas yang dijadikan tempat penelitian.b. Tahap Formative Evaluation1) Self Evaluation• AnalisisTahap ini merupakan langkah awal penelitian pengembangan. Peneliti dalam halinin akan melakukan analisis siswa, analisis kurikulum, dan analisis perangkatatau bahan yang akan dikembangkan.• DesainPada tahap ini peneliti akan mendesain perangkat yang akan dikembangkan yangmeliputi pendesainan kisi-kisi, tujuan, dan metode yang akan di kembangkan.Kemudian hasil desain yang telah diperoleh dapat di validasi teknik validasi yangtelah ada seperti dengan teknik triangulasi data yakni desain tersebut divalidasioleh pakar (expert) dan teman sejawat. Hasil pendesainan ini disebut sebagaiprototipe pertama.
  • 13. 2) PrototypingHasil pendesainan pada prototipe pertama yang dikembangkan atas dasar selfevaluation diberikan pada pakar (expert review) dan siswa (one-to-one) secaraparalel. Dari hasil keduanya dijadikan bahan revisi. Hasil revisi pada prototipepertama dinamakan dengan prototipe kedua.• Expert ReviewPada tahap expert review, produk yang telah didesain dicermati, dinilai dandievaluasi oleh pakar. Pakar-pakar tadi menelaah konten, konstruk, dan bahasadari masing-masing prototipe. Saran–saran para pakar digunakan untuk merevisiperangkat yang dikembangkan. Pada tahap ini, tanggapan dan saran dari parapakar (validator) tentang desain yang telah dibuat ditulis pada lembar validasisebagai bahan merevisi dan menyatakan bahwa apakah desain ini telah valid atautidak.• One-to-onePada tahap one-to-one, peneliti mengujicobakan desain yang telah dikembangkan kepada siswa/guru yang menjadi tester. Hasil dari pelaksanaan ini digunakanuntuk merevisi desain yang telah dibuat.• Small groupHasil revisi dari expert dan kesulitan yang dialami pada saat uji coba padaprototipe pertama dijadikan dasar untuk merevisi prototipe tersebut dandinamakan prototipe kedua kemudian hasilnya diujicobakan pada small group.Hasil dari pelaksanaan ini digunakan untuk revisi sebelum diujicobakan padatahap field test. Hasil revisi soal berdasarkan saran/komentar siswa pada smallgroup dan hasil analisis butir soal ini dinamakan prototipe ketiga.3) Field Test
  • 14. Saran-saran serta hasil ujicoba pada prototipe kedua dijadikan dasar untukmerevisi desain prototipe kedua. Hasil revisi diujicobakan ke subjek penelitiandalam hal ini sebagai uji lapangan atau field test.Produk yang telah diujicobakan pada uji lapangan haruslah produk yangtelah memenuhi kriteria kualitas. Akker (1999) mengemukakan bahwa tigakriteria kualitas adalah: validitas, kepraktisan, dan efektivitas (memiliki efekpotensial).C. Perbedaan R&D dengan design Research Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:1. Development Research merupakan proses penelitian untuk mengembangkan sesuatu yang valid dan praktis serta apakah produk yang dikembangkan tersebut memiliki efek potensial terhadap subjek yang dikenakan produk tersebut (Inovasi). Sedangkan Research and Development lebih menekankan pada aspek pengembangan produk berdasarkan penelitan dasar yang dilaksanakan sebelumnya.2. Research and Development dan Development Research memiliki langkah- langkah berbeda dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah dalam Research and Development antara lain : Potensi dan masalah, 2) Mengumpulkan informasi, 3) Desain produk, 4) Validasi desain, 5) Perbaikan desain, 6) Ujicoba produk, 7) Revisi produk, 8) Ujicoba pemakaian, 9) Pembuatan produk massal. Sedangkan Langkah-langkah Development Research adalah sebagai berikut: 1) Tahap preliminary 2) Tahap Formative Evaluation a) Self Evaluation b) Prototyping terdiri dari : Expert Review, One-to-one dan small group c) Field Test
  • 15. Sumber: Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakaryahttp://file.upi.edu/Direktori/KDTASIKMALAYA/DINDIN_ABDUL_MUIZ_LIDINILLAH_(KD-TASIKMALAYA). Diakses tanggal 21 april 2012.http://navelmangelep.wordpress.com/2012/04/01/penelitianpengembangan-development-research/#more-703. Diakses tanggal 21 april 2012.http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196005051986032-JUHANAINI/Presentasi_Research_and_Development.pdf. Diakses tanggal 21april 2012.

×