• Like

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Uploaded on

 

More in: Travel , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
844
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
9
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGANEL SEL Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed. Sri Sugiwati, SSi., MSi. Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 1
  • 2. SELSemua mahluk hidup terdiri dari sel-sel yaitu ruang-ruang kecil berdinding membran berisi cairan kimiapekat dalam pelarut air.Terdapat dua jenis sel, yaitu sel prokariot daneukariot.Sel prokariot terdapat pada mikroorganisme seltunggal, yaitu bakteri dan ganggang hijau-biru(sianobakteri). Sedangkan sel eukariot terdapatpada makroorganisme, yaitu tumbuhan dan hewandan mikroorganisme, yaitu fungi, ganggang,protozoa.Istilah prokokariot dan eukariot diturunkan daribahasa Yunani karyon yang berarti kacang, biji,atau inti. Prokariot berarti “pra inti,” dan eukariotberarti “inti yang terbentuk secara baik”. Padaprokariot, senyawa genetik ditempatkan di dalamsuatu badan inti atau badan serupa inti yang tidakdikelilingi oleh membran. Eukariot, memiliki inti selyang amat kompleks dan dikelilingi oleh selubung Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 2inti yang terdiri dari dua membran.
  • 3. Perbedaan sel prokariot dan eukariot Ciri-Ciri Prokariot EukariotUkuran sel : 0,2-5 µm 2-100 µmDiameterStruktur genetik :Membran inti - +Nukleolus - +Kromosom DNA sirkular DNA linierStruktur sitoplasma:Retikulum endoplasma - +Mitokondria - +Lisosom - +Ribosom 70 S 80 SSitoskeleton - +Dinding sel mengandung + -peptidoglikan Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 3
  • 4. Struktur organel sel Eukaryote (Starr,1998) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 4
  • 5. Struktur sel bakteri (Raven, 2002) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 5
  • 6. KOMPOSISI KIMIA SEL• AIR → Sekitar 70% dari total massa sel adalah air.• ION ANORGANIK: Na+, K+, Mg2+, fosfat (HPO4²‾), klorida (Cl‾), bikarbonat (HCO3‾) → sekitar 1% dari massa sel• BIOMOLEKUL: Karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 6
  • 7. MEMBRAN PLASMA Membran sel sangat penting bagi kehidupan sel, bersifat dinamik dan fluid (cair) Fungsi membran sel: memisahkan bagian dalam sel dari lingkungan ekstrasekuler, membatasi kompartemen internal yang terdiri dari inti sel dan organel-organel sitoplasmik. Molekul lipid membran diatur sebagai suatu lapisan ganda kontinu, setebal 5 nm →disebut lipid bilayer →yang berfungsi sebagai pemberi struktur dasar dari membran dan berperan sebagai barier yang relatif impermeable dan terdapat sebagian besar molekul larut air Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 7
  • 8. LIPID MEMBRANKomponen utama dari lipid membran adalah fosfolipid.Fosfolipid merupakan molekul amfipatik, yang terdiri dari 2 rantaiasam lemak hidrofobik dan gugus kepala hidrofilik yangmengandung fosfat.Karena ekor asam lemaknya sedikit larut dalam air, fosfolipidsecara spontan membentuk bilayer dalam larutan air, dengan ekorhidrofobik berorientasi pada bagian dalam membran dan guguskepala polar terekpos ke bagian air. Empat fosfolipid utama yangterdapat pada membran plasma sel mamalia adalah: fosfatidilkolin,spingonyelin, fosfatidilserin, dan fosfatidiletanolamin Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 8
  • 9. Model membrane plasma(Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 9
  • 10. Molekul-molekul fosfolipid bilayer dapat bergerak dengan duacara:♣ Rotasi♣ Difusi lateral →molekul fosfolipid bertukartempat dengan molekul sebelahnya dalam suatu monolayer.♣ Flip-flop →molekul fosfolipid bermigrasi dari monolayeryang satu kemonolayer lainnya, keadaan ini jarang terjadi. Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 10
  • 11. Gerakan molekul fosfolipid bilayer(Campbell, 2002) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 11
  • 12. Fluiditas (kecairan) dari lipid bilayer tergantung pada komposisidan temperaturnya.Misalnya, lipid yang mengandung asam lemak tidak jenuhmemiliki fluiditas yang lebih tinggi dari pada asam lemak jenuh→karena asam lemak tidak jenuh, memiliki ikatan rangkap yangdapat melekuk, sehingga membuatnya lebih sulit untuk tertatasecara rapat dari pada asam lemak jenuh.Melekul kolesterol menyisip ke dalam bilayer dengan gugushidroksil polarnya terletak dekat gugus kepala hidrofilik darifosfolipid dan cincin hidrokarbon dari kolesterol berinteraksidengan rantai asam lemak. Interaksi ini menurunkan mobilitasbagian luar asam lemak, sehinnga menjadi rigid (kaku).Penyisipan kolesterol juga merintangi interaksi di antara rantaiasam lemak, sehingga menjaga fluiditas membran padatemperatur rendah. Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 12
  • 13. Kolesterol, protein integral & perifermenyisip pada lipid bilayer (Campbell,2002) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 13
  • 14. PROTEIN MEMBRANProtein merupakan komponen penyusun lainnya dari membran,yang menyusun 25-75% dari massa membran sel. Model daristruktur membran, diusulkan oleh Jonathan Singer dan GarthNicolson (1972), menggambarkan membran sebagai fluid mosaic,dengan protein disisipkan ke dalam lipid bilayer.Protein membran dibagi menjadi dua kelompok, berdasarkan sifatdari asosiasinya di dalam lipid bilayer:♣ protein membran integral →tertanam secara langsung di dalamlipid bilayer.♣ Protein membran peripheral →tidak disisipkan ke dalam lipidbilayer, tetapi berasosiasi dengan membran secara tidak langsung,umumnya melalui interaksi dengan protein membran integral. Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 14
  • 15. PERMEABILITAS LIPID BILAYER BEBAS PROTEINSejumlah molekul akan berdifusi melintasi lipidbilayer bebas protein menuruni gradienkonsentrasinya. Laju difusi tergantung pada ukuranmolekul dan kelarutannya dalam lipid. Semakin kecilmolekul dan semakin mudah larut dalam lipid→semakin cepat berdifusi melintasi lipid bilayer.Molekul nonpolar kecil, seperti O₂dan CO₂ larut ₂ ₂dalam lipid bilayer, dan dengan cepat melintasi lipidbilayer.Molekul polar tidak bermuatan juga berdifusi dengancepat melintasi bilayer, jika ukurannya cukup kecil,seperti air, etanol, dan urea. Gliserol berdifusilambat, sedangkan glukosa tidak dapat berdifusi.Lipid bilayer tidak permeabel terdapat molekulbermuatan (ion) →karena muatan dan tingkathidrasi yang tinggi N. dan Sri S., FIK 2009 Tuti dari ion menyebabkannya tidak 15dapat memasuki fase hidrokarbon dari bilayer
  • 16. PROTEIN TRANSPORT MEMBRAN-CARRIER DAN CHANNEL Seperti lipid bilayer sintetik, membran sel dapat melewati air dan melekul nonpolar secara difusi sederhana. Membran sel juga dapat melewati berbagai molekul polar, seperti ion, gula, asam amino, nukleotida, dan berbagai metabolit sel yang tidak dapat dilewati pada lipid bilayer sintetik. Protein mebran yang bertanggung jawab untuk mentransfer zat terlarut tersebut disebut protein transport membran, yang terdapat dalam dua jenis, yaitu: 1. Carrier protein (disebut juga carrier, permease, atau transporter) mengikat zat terlarut spesifik untuk ditransport melintasi membran. 2. Channel protein →tidak mengikat zat terlarut, tetapi membentuk hydrophilic pores yang meluas melintasi lipid bilayer: ketika pore terbuka, zat terlarut spesifik (biasanya ion anorganik) dapat melintasi pore.• Proses melintasi membran dengan menggunakan protein transport membran disebut transport pasif (difusi terfasilitasi).• Transport aktif →pergerakan solute melawan gradien konsentrasi, memerlukan energi ATP, menggunakan protein carrier. Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 16
  • 17. Fungsi membran protein (Campbell,2002) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 17
  • 18. Pompa Natrium Kalium(Campbell, 2002) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 18
  • 19. TRANSPORT AKTIF Proses pergerakan substansi dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah konsentrasi tinggi →bergerak melawan gradien konsentrasi. Memerlukan asupan energi Ada 2 tipe umum dari sistem transport aktif, yang hampir dimiliki oleh seluruh sel, yaitu:A. Transport ion K+ dan Na+ Konsentrasi ion Kalium di dalam sel (intraselular) lebih tinggi dari pada di luar sel (ekstraselular), sedangkan konsentrasi ion Natrium intraselular lebih rendah dari pada ekstraselular →Disebabkan oleh adanya sistem transport aktif yang memompa ion Na+ keluar sel dan memompa ion K+ ke dalam sel, melawan gradien kosentrasi.B. Tranpost glukosa dan asam amino. Glukosa dan asam amino adalah makromolekul polar yang dapat melintasi membran sel →Disebabkan membran sel memiliki carrier protein, yang berfungsi untuk mengikat dan N. dan Sri S., FIK 2009 nutrien polar tertentu Tuti mengangkut 19 atau produk akhir metabolik melintasi membran.
  • 20. Transport Aktif (Mader, 2000) Tuti N. dan Sri S., FIK 2009 20